Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair: NaruSasuNaru

ItaFemKyuu

Warning : Sho-ai, Shoujo-ai, OOC, Autisme, Maniak, Typo

Tidak suka? Silakan Back!

.

.

Heroine

By: Azusa TheBadGirl a.k.a Fujoshi Nyasar

Chap 2

Fugaku dan Mikoto sedang menikmati sarapan mereka lalu saat mereka sedang menyunyah makanan terdengar suara teriakan dari lantai dua. Mendengar hal itu Mikoto hanya menghela napas.

"KELUAR!" sebuah bentakan keras terdengar. "CEPAT PERGI!" suaranya kian nyaring, diikuti dengan suara lemparan barang.

"Ck, anak iyu makin menyusahkan saja," gerutu fugaku disela-sela makannya, cukup pelan. Tapi dapat terdengar oleh Mikoto yang duduk disamping kanannya.

Srak

Mikoto bangkit dari kursinya.

"Mau kemana kau?"

Mikoto hanya melirik sekilas ke arah suaminya lalu melangkah pelan beranjak dari kursinya. "Aku mau melihatnya," ujarnya datar.

Fugaku terdiam sejenak. "Duduk," katanyanya dingin.

Mikoto hanya mendelik. "Aku sudah kenyang."

"Duduk kataku!" bentak Fugaku.

Mendengar bentakan Fugaku, Mikoto menghela nafas lalu kembali ke kursinya. Hanya duduk tanpa makan, padahal makanan di piringnya masih cukup banyak.

Tak seberapa lama, putra sulung keluarga Uchiha tiba di meja makan.

"Pagi Ayah, Ibu," sapanya sambil menganggukkan kepala.

Ayahnya balas mengangguk sedangkan ibunya hanya diam saja.

Itachi mengambil roti bakar yang tersedia lalu memakannya perlahan.

Seperti inilah kegian pagi keluarga Uchiha di pagi hari. Hanya makan dalam keheningan, tidak ada kehangatan layaknya sebuah keluarga. Semuanya sibuk dengan diri sendiri. Setelah selesai makan Fugaku segera beranjak dari kursnya dan bersiap berangkat ke kantor. Mikoto pun ikut bangkit lalu mengikuti suaminya ke pintu depan dimana supir dan juga mobil sudah menunggu majikannya. Saat kedua orangtuanya pergi, suara kegaduhan kembali terdengar dilantai atas. Itachi segera menghabiskan makanannya keduanya setelah meneguk air, Itachi melangkahkan kakinya ke lantai atas untuk melihat keadaan sang adik, Uchiha Sasuke.

Saat Itachi berjalan menuju kamar adiknya, terlihat pelayan yang sedang berusaha keluar dari kamar sang adik sambil melindungi diri dari berbagai barang yang dilemparkan Sasuke kearah mereka.

"Ada apa?" tanya Itachi kepada para pelayan saat tiba di depan kamar Sasuke yang tertutup.

"A-ah, Itachi-sama.." pelayan itu membungkuk. "Buku kesukaan Sasuke-sama hilang dan sekarang ia marah-marah," Itachi yang pendengar penuturan itu Itachi mengeryitkan dahinya kemudian mengetuk pintu yang ada di hadapannya. Tapi teriakan Sasuke yang yang didapatnya. "PERGI!"

"Ini aku, Sasuke," ujar Itachi sabar. "Biarkan aku masuk, ya?"

"PERGI!" teriakan kembali terdengar diikuti dengan lemparan barang ke arah pintu hingga terdengar suara 'brak' kencang. Karena mendapat penolakan dari sang adik, Itachi memutuskan untuk langsung berangkat ke kampusnya.

I.K.N.S

Itachi berjalan dengan perlahan dan tenang. Tak digubrisnya sapaan dan senyuman dari fansnya . wajahnya yang tampan, otak yang cerdas dan berasal dari klan ternama cukup membuatnya menjadi incaran wanita. Saat memasuki gedung ada saja yang yang menyapa bahkan sok akrab dengannya tapi tetap tak dipedulikannya. Dia akan bicara kalau itu perlu dan hanya pada orang-orang tertentu. Saat menaiki tangga yang menuju kelasnya, dilihatnya seorang gadis yang melangkah turun sekitar satu meter darinya. Saat itachi secara tidak sengaja menatap wajah gadis itu tiba-tiba..

DEG!

Ia terpaku, langkahnya terhenti. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat itu. Dirinya seakan melayang tak berpijak, sebuah sensasi aneh memasuki dirinya. Terlebih saat gadis itu berjalan melewati dirinya. Itachi dapat mencium bau harum yang memabukkan sekaligus menenangkan menguar dari tubuh itu. Membuat jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya lemas bagai tak bertulang, Itachi terduduk lemas ditangga. Saat kesadaaran kembali, Itachi langsung melangkah menuruni tangga mengejar gadis itu. Mata mendelik kesegala arah mencari sang gadis tapi gadis itu lenyap.

"Apa-apaan tadi itu.." Itachi mengeryit tak mengerti dengan dirinya sendiri. Dipijatnya keningnya lalu kembali berjalan menaiki tangga sambil memilkirkan hal apa barusan yang terjadi dengannya.

Saat mengikuti materi di kelas Itachi tidak dapat fokus dengan baik. Ini pertama kalinya Itachi tidak dapat konsentrasi dalam memngikuti perkuliahan selama hampir tiga tahun dia kulian di Konoha University. Pikirannya selalu mengarah pada gadis asing yang tak dikenalnya. Penampilannya biasa saja, hanya seorang gadis perambut orange kemerahan sepinggang dengan iris mata berwarna merah. Pakaiannya juga biasa saja, hanya kemeja lengan pendek kotak-kotak dipadu jeans biru tanpa riasan di wajah. Sangat biasa dan tidak mencolok. Tapi kenapa selalu terbayang?

Saat asik melamunkan gadis asing, sang dosen memanggil Itachi yang tentu saja tak disadarinya kalau saja teman yang duduk di sebelahnya menepuk bahunya.

"Aku sudah memanggilmu tiga kali, Itachi-kun," dosen muda yang bernama Anko memainkan spidolnya. "Tak biasanya kau tidak fokus pada mata kuliahku, apa kau sakit?" Anko berjalan menuju meja Itachi lalu memegang keningnya. Sudah jadi rahasia umum kalau Anko menyukai murid kesayangannya ini.

"Aku baik-baik saja Sensei, terimakasih perhatiannya," Itachi menjauhkan keningnya risih.

"Kalau kau merasa baik-baik saja, coba kau kerjakan kasus yang ada di depan dengan rumus yang baru saja ku ajarkan," Anko menyerahkan sebuah spidol hitam kepada Itachi.

Itachi patut bersyukur ia rajin membaca buku. Karena meski ia sama sekali tidak memperhatikan mata kuliah ini sejak awal masuk, dia tetap bisa mengerjakan kasus di depan.

I.K.N.S

"Dengar Naruto, kau harus bekerja dengan giat di sini. Jangan membuat ku malu, oke?" seorang pria berkuncir berambut coklat tampak sedang memilih pakaian yang yang dikenakan keponakannya. Setelah mendapat ukuran yang pas dia pun langsung menyerahkannya kepada Naruto.

"Kau sudah mengatakan hal itu lima kali hari ini, Iruka Ji-chan. Tak perlu sekhawatir itu, aku tahu diri kok," sebuah cengiran lebar terlihat di bibir pedmuda pirang yang saat ini sedang mengenakan seragam barunya sebagai pelayan.

"Kau sudah siap?" tanya Iruka sambil membenarkan kemeja biru Naruto.

Naruto menganggukkan kepalanya semangat.

Di kediaman Uchiha semua pelayan memang memiliki pakaian seragam. Kemeja biru berlengan panjang dengan lambang uchiha disaku kiri di padu dengan celana bahan warna hitam untuk pelayan pria. Dan kemeja lengan pendek warna putih dengan saku berlambang Uchiha di saku kanan dan di padu rok warna hitam selutut untuk pelayan wanita. Khusus untuk kepala pelayan mengunakan blazer hitam dan tukang kebung menggunakan pakaian berkebun yang berbeda.

Karena ada seorang pelayan pria yang mengundurkan diri minggu lalu, Iruka merekomendasikan Naruto untuk menggantikannya. Naruto sendiri baru saja lulus SMA, karena tidak ada biaya untuk melanjutkan kuliah ia akhirnya menerima ajakan Iruka untuk bekerja di kediaman Uchiha.

Mereka berjalan menuju dapur dimana sang kepala pelayan berada.

"Guren-san, perkenalkan ini keponakan saya yang mulai sekarang akan bekerja di sini. Mohon bimbingannya," Iruka membungkukan tubunya hormat kepada senior.

"Uzumaki Naruto! Mohon bantuan dan bimbingannya!" ucap Naruto penuh semangat lalu membngkukkan badan seperti sang paman.

Guren memperhatikan Naruto dari atas sampai bawah lalu mengangguk.

"Naruto kau ikut aku, Iruka kau kembali bekerja"

"Baik Guren-san!" Iruka menegakkan tubuhnya lalu menepuk bahu Naruto pelan seakan memberi semangat. Naruto hanya terseyum untuk menanggapinya.

Guren mengajak Naruto mengelilingi rumah. Mengenalkan ruang-ruang yang ada dan apa saja tugas Naruto. Naruto bertugas menjadi pelayan tuan muda bungsu keluarga Uchiha. Guren menceritakan kalau si bungsu itu memiliki penyakit kelainan mental, semacam autis. Sikapnya suka berubah-ubah dan seenaknya. Jika ada hal yang tidak disukainya ia akan mengamuk, memukuli pelayan atau melemparkan barang. Ia juga suka berlarian mengelilingi rumah dengan tidak jelas. Naruto di minta menjadi oang yang sabar, tidak boleh balas memukul tuan muda atau balas membentaknya. Setelah berkeliling dan diberitahu berbagai aturan yang ada di keluarga Uchiha, Naruto diajak bertemu dengan tuan mudanya.

"Bersikaplah tenang dan sopan. Jangan menggapnya sebagai orang gila atau sesuatu yang aneh," Guren berkata galak.

"Baik Guren-san," Naruto menggukkan kepalanya tegang.

Guren mengetuk pintu sebentar lalu membukanya perlahan.

"Permisi Sasuke-sama," Guren memasuki kamar diikuti Naruto. Matanya menyelusuri sebuah kamar besar dengan kasur empuk ukuran king size di pojok ruangan, sekelilingi dinding warna biru laut. Di tengan ruangan ada sofa panjang dan sebuah televisi besar berlayar datar. Dari pengamatannya ini adalah sebuah kamar tidur yang nyaman. Tapi pemiliknya tak ada dalam ruangan. Naruto asik menatap sekelilingnya sampai suara guren menginterupsi keasikannya.

"Apa yang sedang anda lakukan di sana Sasuke-sama?" Guren melangkah kearah balkon yang pintunya terbuka lebar.

Naruto kembali mengekori Guren. Di lihatnya seorang remaja yang berwajah cukup tampan berambut biru kehitaman khas Uchiha tengah terduduk di pojok balkon sambil menatap lantai dengan serius. Naruto mengeryitkan dahinya. Dalam pikirannya bertanya-tanya inikah yang sering dilakuka anak autis?

"Anda sedang apa, Sasuke-sama?" ujar Guren lembut. Sangat berbeda ketika bicara dengan Naruto dan Iruka tadi yang terdengar tegas atau galak. Guren terus melangkah mendekati Sasuke.

"Diam. Jangan bergerak!" tiba-tiba Sasuke berteriak lantang mengagetkan Guren dan juga Naruto. Guren langsung terdiam di tempatnya. Kaki kirinya yang sudah terangkat segera ia turunkan. Tapi saat itu terdengar lagi suara Sasuke.

"Jangan bergerak! Nanti ia terinjak, Bodoh!"

Guren dan juga Naruto melihat ke arah lantai. Tepatnya di bawah kaki Guren. Ada seekor semut yang sedang berjalan. Guren dan Naruto hanya terdiam melihat pemandangan itu. Namun sepertinya Guren sudah terbiasa karena ia segera tersadar dan kembali bicara dengn tuan mudanya setelah mengerakkan kakinya untuk berpijak di tempat yang tidak ada semutnya.

"Sasuke-sama," panggilnya lembut. "Saya datang untuk memperkenalkan Naruto. Dia akan menjadi pelayan Sasuke-sama," Sasuke tetap tidak memperdulikan Guren. Matanya tetap fokus menatap semut yang saat ini merayap di dinding.

Karena tidak diperhatikan dan juga tidak mau mengganggu keasikan tuan mudanya Guren memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar diikuti Naruto.

I.K.N.S

Itachi keluar dari kelas dengan gusar dan terburu-buru. Ia ingin mencari tahu siapa gadis aneh yang membuatnya penasaran dan terus kepikiran. Kepalanya bergerak kesana-kemari mencari keberadaan gadis itu yang mungkin saja ada di sekitarnya.

Plok. Sebuah lengan kekar merangkul Itachi.

"Mencari siapa, Bro?" tanya Shisui akrab.

Itachi yang mengenali suara Shisui tidak menoleh. Tetap sibuk menncari sosok sang gadis.

"Apa kau melihat atau ,mengenal seorang gadis berambut orange kemerahan panjang dengan iris mata merah?"

"Hah? Memang ada apa?" Shisui mengernyit bingung. Tak biasanya Itachi mencari seorang gadis.

"Dia mencari masalah denganmu atau meminjam catatanmu?" Itachi hanya menggeleng.

"Sudahlah. Nanti juga bertemu lagi. Gadis itu anak kampus kita juga kan? Sekarang ayo kita makan," Shisui menyeret Itachi menuju kantin.

Di kantin Itachi tak bisa tenang. Ia terus bergerak-gerak gelisah. Kepalanya terus berputar-putar mengelilingi kantin karena mungkib saja perempuan itu juga sedang makan.

Shisui yang yang melihat gelagat aneh itu jadi heran. "Ada apa sebenarnya Itachi?" ia sudah tidak tahan untuk tidak bertanya. Makannya jadi tidak fokus gara-gara sepupnya itu.

Merasa aneh dengan dirinya sendiri Itachi menceritakan masalahnya kepada sang sepupu.

Shisui sungguh bersyukur ia tidak sedang menguyah apa-pun saat sedang mendengatkan curhat Itachi, sebab ia yakin pasti akan tersedak hebat atau bahkan memuntahkan makanannya kalu memang mendengarkan sambil makan. Karena ia sungguh sedang sangat terkejut sekarang.

"Kau serius mengalami hal semacam itu, Itachi?" seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri Shisui memcoba memcari konfirmasi langsung.

"Hn. Tidakkah kau pikir apa yang terjadi padaku itu sangat aneh? Aku sama sekali idak mengenal gadis itu," Itachi menatap Shisui dengan serius.

Shisui kembali membisu. Otaknya berpikir keras mencari kemungkinan terbesar, dan itu adalah..

"Mungkinkah gadis itu heroinmu?" ucapnya berbisik.

Tubuh Itachi menegang.

"Itu tidak mungkin! Aku tak percaya dengan hal macam itu!" bantahnya keras.

"Lalu apa kau bisa menjelaskan yang lebih masuk akal? Dia pasti heroinmu!" kali ini Shisui berkata yakin. "Aku berani bertaruh malam ini kau tak bisa tidur tenang kalau belum melihat heroinmu lagi," Shisui menyerigai menyebalkan.

Itachi membatu.

TBC

Fujo males periksa ulang, jadi maaf kalau ada banyak typo. Bikinnya sambil ngantuk sih!

Balas review

I don't care about Taz : Berikutnya mungkin bakal sedia kopi kalo ngetik selain olahraga. Fujo suka humor, tapi paling ga bisa bikin humor. Itu keahlian ka taz hehehehe.. makasih infonya tentang anak autis itu ^^

Roronoa D. Mico : Sadis gak ya ntar kyuubi~? Fujo sih pengen buat dia jadi cewek pemberani. Tapi kalau soal kesadisan.. liat aja nanti! Semoga bisa bikin orang kecantuan sama fic ini hehehe

Kyuu al z : A-ampun kyuu.. fu- fujo ga bisa napas.. hah.. hah.. hah.. waaaah kyuu mikirnya uda ke lemon aja nih! Biar adil gantian aja! Kita liat aja nanti gimana sasunaru atau narusasu lemonan kalo sasunya autis hahahaha.. fujo sendiri gak bisa bayangin#serius

Imperiale Nazwa-chan : Bukan susah diinget tapi siusah ditulis#berlindung . sekarang uda pada muncul tuh meski belum ada jelas. Fujo juga ga kenal siapa tu miko. Ga tau siapapasangan yang cocok buat madara -.-

Jung hana cassie : Kemungkinan Sasuke jadi uke itu besar. Kasian naru kalo semenya kayak gitu. Tapi mungkin ntar jadi uke binal#dichidori

Haruka Hayashibara : Tanda-tanda Itachi kecanduan uda muncul hehehe.. uda muncul tuh Sasuke n Narutonya!

Greenilicious : Apa sekarang masih pendek? Fujo ga bisa bikin yg lebih dari ini. -,-a

Mio Altezza : apdetnya dari sore kok. Fujo ga berani apdet malam-malam hiiii..

Is0live89 : Para pemain utamanya udah muncul nih! ^^

Narusasuitakyu : Uda saling ketemu, tapi pada belum sadar hehehe

Yuu 3 gak login : Fujo juga lagi suka banget sama Narusasu hehehe.. kita liat nanti jadi uke macam apa si sasuke hahaha

Icha22madhen malaslogin : bakal kayak apa narusasu nanti kalo sampe lemonan.. fujo juga penasaran#plak

Kyu chan : Yap ini Narusasu~ tapi sasukenya agresif#ngakak

Melanimin : Fujo harap kali ini uda cukup panjang

Guest : Yap Narusasu~

Runriran : uda diapdeeet~

Review lagi?