No Other Love (KyuMin)

Chapter 2

Happy reading^^~

.

.

.

.

Suasana taman bermain yang sangat ramai dengan pancaran sang mentari yang cukup menyengat namun tak mengurangi antusiasme seorang yeoja yang kini sedang mengitari sekeliling taman bermain tersebut. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang. Tak lupa dengan yeoja lainnya yang lebih memilih tersenyum melihat tingkah sungmin yang kelewat imut kala melihat roller coaster sedang berputar 360 derajat

"min, aku ingin membeli minuman sebentar. Kau ingin minum apa?"

"hm?" sungmin menatap seohyun memastikan apa yeoja itu sedang berbicara padanya, pasalnya ia sedang konsentrasi melihat wahana kesukaannya yang berada dihadapannya kini.

"mau minum apa?" ulang seohyun

"milkshake strawberry.." dengan cengiran khasnya sungmin menunjuk kios minuman kesukaannya. Ya. Milkshake strawberry.

"arraso.." seohyun tersenyum, mengangguk mengerti dan pergi membeli minuman untuknya dan sungmin.

Sungmin kembali melihat kedepan. Saat ingin berbalik ia menangkap sosok yang tak asing.

"kyunnie! Disini..." sungmin melambai-lambaikan tangannya melihat kyuhyun yang baru saja turun dari mobilnya masih dengan pakaian kantor yang sebenarnya kurang pas digunakan ketika berada di taman bermain seperti ini namun bisa apa kyuhyun kalau sungmin sudah merengek meminta dirinya untuk segera datang kesini tanpa sempat mengganti pakaian kerjanya.

Seperti sadar akan sesuatu, kyuhyun berbalik kembali ke mobilnya, melepas jas dan dasi yang sejak tadi ternyata masih ia pakai. Kini hanya tersisa kemeja dengan dua kancing teratas yang terbuka dan celana panjang hitam serta sepatu hitam, khas sekali seorang cho kyuhyun.

"sudah lama disini?" kyuhyun merangkul bahu sungmin, mengacak pelan rambut atas sungmin.

"tidak.. aku baru setengah jam disini"

"sudah makan siang?"

"nanti saja.. aku tidak sabar ingin bermaiiiiinnnnn~" kyuhyun terkekeh melihat wajah memelas sungmin. Seperti anak tk yang meminta mainan baru pada eommanya.. ckckck..

"kyuhyun?"

Mendengar namanya dipanggil sontak kyuhyun menolehkan wajahnya dan terkejut.

"eh? Ada seohyun juga? Seohyun menganggukkan kepalanya, tersenyum. Ia memberikan minuman sungmin.

"baiklah. Kajja, kita beli tiket masuknya dulu" ajak kyuhyun.

"kajja" jawab kedua yeoja itu bersamaan membuahkan tawa ringan diantara mereka.

Sungmin tersenyum sepanjang jalan. Ia sangat senang melihat kyuhyun yang terlihat lebih ceria seperti saat ini. Padahal biasanya kyuhyun selalu murung ketika ia diajak ke lotte world karena sang namjachingu kurang suka dengan tempat yang berbau kekanak-kanakkan. Berbanding terbalik dengan sungmin, tentunya.

.

.

Setelah menaikki beberapa permainan mereka kembali berjalan memilih wahana yang lainnya.

"aku mau naik roller coaster!" seru sungmin kelewat riang sambil berlari meninggalkan kyuhyun dan seohyun yang terkekeh dibelakangnya

"ayooooo..." sungmin kembali menoleh kebelakang dan segera menarik kedua tangan kyuhyun dan seohyun karena merasa mereka berdua berjalan dengan sangat lambat.

"sungminnie, sepertinya aku tidak berani naik itu. Kalian berdua saja yang main, aku menunggu disini" cicit seohyun sambil menunjuk ke arah permainan roller coaster. Seohyun memang paling takut dengan hal- hal yang ber'bau' ekstrim. Berbeda dengan sungmin yang sangat menyukai permainan yang memicu adrenalin.

"ya! Kau dari kecil tidak pernah mau mencoba makanya kau selalu takut permainan ini. Percayalah padaku, ini sangat seru.. tidak perlu takut, seohyunnie.." sungmin kembali menarik tangan seohyun

"min, jangan memaksa seohyun. Kasihan kalau seohyun ketakutan diatas sana, bahkan permainan ini tidak bisa dihentikan kalau mesinnya belum berhenti" kyuhyun mencoba memberikan pengertian kepada sungmin. Ia tidak tega melihat wajah seohyun yang terlihat memucat kala memandang kereta roller coaster yang sedang jungkir-balik(?)

"tidak. seohyunnie pasti tidak akan takut lagi jika sudah mencobanya.. ayolah seohyunnie, sekali ini saja ne.."

Dengan tatapan puppy eyes itu kyuhyun tak mampu lagi menolak permintaan sungmin, sedangkan seohyun mengangguk pasrah. Setelah merasa mendapat persetujuan sungmin menarik tangan kyuhyun dan seohyun.

Ketiga orang tersebut terlihat duduk di kursi bagian tengah setelah perdebatan kecil tentunya. Dapat dipastikan sungmin yang sangat ingin duduk di kursi paling depan namun ia juga tidak tega jika harus terus- terusan memaksa seohyun mengikuti keinginannya. Posisi mereka kini seohyun yang berada ditengah karena ia tidak berani duduk dipinggir sedangkan kyuhyun dan sungmin berada di kanan dan kiri seohyun.

Ketika mereka sudah berada di puncak ketinggian, sungmin menutup matanya dan berteriak kegirangan, ia sangat menikmati saat-saat seperti ini. Disamping tempat duduknya terlihat seohyun yang reflek memeluk kyuhyun seolah meminta perlindungan lebih, sungguh jantungnya serasa hampir copot berada di ketinggian seperti ini. Sedangkan kyuhyun tanpa sadar membalas pelukan seohyun. Ia mengerti pasti yeoja itu sangat ketakutan saat ini.

.

.

Setelah kereta berhenti, seohyun sontak melepas pelukannya pada kyuhyun.

"gomawo" ujarnya dengan lirih sambil memegang perutnya.

"cheonma" kyuhyun menjawab dan tersenyum namun melihat seohyun yang terus memegangi perutnya membuat ia merasa khawatir.

Sungmin yang terlalu senang tidak menyadari keadaan sekitarnya yang sebenarnya mulai tidak wajar.

"kau baik-baik saja?" tanya kyuhyun saat melihat wajah seohyun yang berubah pucat

"seohyunie, kau kenapa?" sungmin kaget melihat perubahan rona wajah seohyun akhirnya bertanya juga.

"gwencha- hoeeekkk.. hoeeekkkkkk..." baru saja seohyun ingin menjawab namun perkataannya terputus dan ia segera membekap mulutnya. ia merasa pusing dan mual.

Sungmin dan kyuhyun yang melihat hal itu segera menghampiri seohyun dengan panik

"mianhe seohyunnie, seharusnya aku tidak memaksamu tadi" sungmin mengucapkannya dengan lirih, ia sangat merasa bersalah.

"gwenchana sungminnie.." ujar seohyun sambil tersenyum manis. Sungguh, ia tidak ingin membuat sungmin sedih karena dirinya.

"aku hanya mual mungkin kare- hoeekkkkk..." Seohyun terlihat semakin pucat, hampir seperti orang pingsan. Sungmin kembali panik dan menarik kemeja kyuhyun meminta bantuan.

"kyunnie, bagaimana ini?" kyuhyun yang memang dari awal tidak setuju dengan sungmin yang memaksa seohyun untuk ikut bermain hanya mengacuhkan sungmin dan mendekat pada seohyun seraya menepuk- nepuk punggung yeoja itu.

Seohyun kembali berdiri normal dan sudah tidak terlalu mual. "sudah baikan?" tanya kyuhyun lembut terlihat nada khawatir dikalimatnya.

Seohyun mengangguk.

"mianhe seohyunnie~ hiks.. aku tidak tau kalau jadinya akan seperti ini" sungmin kembali merasa bersalah, kini ia menangis.

"jangan cengeng! Kau yang salah jadi tak usah menangis" kyuhyun agak meninggikan suaranya. Entahlah, ia merasa kesal dengan sungmin saat ini.

"hiks.. aku hanya ingin minta maaf.. kenapa kau membentakku huweeeee.."

"kubilang jangan menangis, min!" kyuhyun kembali meninggikan intonasi suaranya. Ia tidak suka sungmin yang malah semakin menangis bukannya menyelesaikan masalah.

Mendengar kyuhyun yang kembali membentaknya sungmin berlari meninggalkan kyuhyun dan seohyun. Sungguh, baru hari ini kyuhyun membentaknya dan ia langsung dibentak dua kali. Ia tidak sanggup medengarnya lagi. Ia memutuskan untuk pergi dari sana.

Seohyun yang merasa tidak enak akhirnya mengambil tasnya yang sempat terjatuh saat ia muntah.

"kyu, sebaiknya kau mengejar sungmin. Kasihan dia kalau pulang sendirian, apalagi kondisinya sedang tidak stabil. Aku akan naik taksi dari sini." Seohyun menunduk mengucapkan salam pada kyuhyun dan berjalan meninggalkan namja itu.

Baru beberapa langkah tangannya ditahan oleh kyuhyun. "kau benar tidak apa- apa pulang sendiri?" tanya kyuhyun memastikan. Bagaimana pun yang membuat seohyun seohyun seperti ini adalah yeojachingunya.

Seohyun mengangguk. Setelah melepas pegangannya pada seohyun, kyuhyun memukul kepalanya seperti meningat sesuatu dan menyadari kebodohannya.

Bagaimana bisa ia membentak sungmin seperti tadi. Sungguh dia merasa dirinya sangat bodoh karena membuat kekasihnya menangis bahkan pulang sendirian. Sendirian! Padahal sungmin tidak pernah berani naik angkutan umum ataupun taksi. Ia harus mencari sungmin sekarang.

.

.

Kyuhyun sudah berlari cukup jauh namun belum juga menemukan sungmin. Ia sangat panik saat ini. Ia tidak tahu harus berlari kemana lagi, menuturnya ini sudah cukup jauh dari taman bermain dan sungmin tidak mungkin pergi lebih jauh dari sini.

Kyuhyun meraih ponselnya dan mencoba menghubungi nomor sungmin

'nomor yang anda tuju sedang tid-'

'klik'

"sial" kyuhyun segera mengakhiri panggilannya. Ia harus mencari sungmin lagi. Harus. Ia tidak akan pulang sebelum menemukan kekasihnya.

Kali ini ia memutuskan untuk kembali ke parkiran dan mencari sungmin menggunakan mobilnya, kakinya sudah tidak sanggup berlari lebih jauh lagi. Tidak mungkin ia berlari terus- menerus.

Tempat parkir terlihat mulai sepi, wajar saja karena kini sudah pukul delapan malam. Ketika berjalan mendekati mobilnya sayup-sayup ia mendengar suara yeoja yang sedang sesunggukan. Dan benar saja. Disamping pintu mobilnya terlihat sungmin yang berjongkok sambil mengusap sisa-sisa air matanya yang mengalir di pipinya.

Kyuhyun mendekati sungmin dan memeluk yeoja itu.

"mianhe.."

Belum ada jawaban dari sungmin, yeoja itu hanya membalas pelukan kyuhyun. "mianhe, aku sudah membentakmu. Aku tidak bermaksud untuk memarahimu. Mianhe chagiya" kyuhyun mencium puncak kepala sungmin

Ia merasakan sungmin mengangguk didalam dekapannya.

"kajja, kita pulang" ajak kyuhyun sambil membantu sungmin untuk berdiri dari posisi jongkoknya yang sangat tidak elit.

Selama perjalanan mereka saling diam. Kyuhyun fokus menyetir sedangkan sungmin terus saja melihat jalanan dari balik kaca jendela disampingnya.

.

.

Mereka telah sampai di depan apartemen sungmin.

"mau kuantar ke dalam?" tanya kyuhyun yang melihat sungmin belum bergerak dari posisinya.

"kyu sudah tidak marah lagi denganku?" tanya sungmin balik dengan polos, membuahkan kekehan ringan dari kyuhyun.

"tentu saja aku masih marah" sungmin kembali menundukkan wajahnya

"aku marah karena kau tidak memberikanku senyuman khas kelinci yang paling aku suka" lanjut kyuhyun yang sontak membuat wajah sungmin memerah

"kyunnieee~" Kyuhyun kembali memeluk sungmin.

"aku tidak marah denganmu. Lupakan saja kejadian tadi, arra?" Sungmin mengangguk seraya tersenyum

"ayo, ku antar kedalam" Kyuhyun melepaskan seatbelt yang masih dikenakan sungmin. Posisi mereka kini sangat berdekatan. Jantung sungmin berdetak sangat cepat melihat wajah kyuhyun dari sedekat ini. 'jantung bodoh! Berdetaklah dengan normal' umpat kyuhyun dalam hati

Wajar saja mereka merasa canggung seperti ini karena mereka memang belum pernah melakukan hal yang aneh- aneh selama berpacaran termasuk berciuman. Hey, kyuhyun sangat menyayangi sungmin dan ia tidak ingin merusak pemikiran polos sungmin dengan kelakuan pervert-nya termasuk menunda ciuman mereka hingga ia merasa sungmin sudah siap untuk hal itu.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah kening sungmin, mengecupnya sekilas dan segera keluar. Dengan gerakan gentle ia membukakan pintu untuk sungmin.

"ayo.." kyuhyun menggandeng sungmin. Merasa tak ada pergerakan dari sang keasih, kyuhyun membalikkan tubuhnya menghadap sungmin dan menatap sungmin dengan pandangan –ada-apa?-

"gendong~" ohh, sepertinya uri minnie sudah kembali ke sifat manjanya. Kyuhyun hanya tersenyum paham dan membalikkan badannya lalu berjongkok untuk memudahkan sungmin naik ke punggungnya.

Dengan senang sungmin bersender di punggung kyuhyun dan mereka mulai memasukki apartemen sungmin.

Setelah sampai dikamar dengan warna pink yang mendominasi kyuhyun membaringkan sungmin di kasur bergambar hello kitty milik kekasihnya.

"tidurlah. Jaljayo.." kyuhyun mengecup kening sungmin-lagi- dan keluar dari kamar sungmin, menutup pintu apartemen tersebut kemudian kembali ke apartemennya.

.

.

Cahaya matahari yang menerobos celah-celah jendela di kamar seorang yeoja bernama sungmin nampaknya telah membangunkan yeoja itu. Hari ini tepat hari ketiga semenjak insiden di lotte world, ia belum bertemu kyuhyun maupun seohyun hingga saat ini.

Sungmin meraih ponsel dimeja tepat disebelah kanan tempat tidurnya, menekan beberapa digit nomor yang sepertinya sudah dihafalnya dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"yeoboseyo sungminnie~" terdengar sapaan yeoja dari seberang line teleponnya

"seohyunnie.. bisa kita bertemu hari ini?"

"tentu saja. Kita bertemu dimana?"

"hmm, bagaimana kalau di kafe favorite kita waktu sekolah?" tawar sungmin.

"kkkkk~ kau masih sering kesana? Ku kira kau sudah melupakan tempat itu" terdengar kekehan seohyun. Kafe tersebut memang kafe favorite sungmin dan seohyun sewaktu seohyun belum pindah ke paris, mereka sering menjadikan tempat itu sebagai tempat bersantai mereka selepas pulang sekolah.

"ne.. aku dan kyuhyun sering kesana"

"oh, pantas saja. Baiklah.. kita ketemu disana"

"ne.."

'klik'

.

.

Di kafe~

"ah, seohyunnie mianhe aku telat tadi sangat macet kkkk~" ucap sungmin disertai kekehan diakhir kalimatnya. Ia sangat tidak berbakat untuk berbohong.

"ya! Sejak kapan jam segini macet. Bilang saja kau yang dandan terlalu lama" seohyun berpura-pura marah dan mencubit pipi sungmin, dibalas dengan kekehan dari sungmin.

Sungmin duduk berhadapan dengan seohyun. Mereka memesan minuman.

"sungminnie~ sebenarnya aku ingin bercerita padamu, tapi.." seohyun nampak ragu melanjutkan kalimatnya, membuat sungmin penasaran.

"tapi? Tapi kenapa?"

"anni.. tidak jadi min.." seohyun meneguk milkshake chocolate nya untuk menyamarkan salah tingkahnya. Sungmin yang aneh meihat seohyun seperti itu malah semakin penasaran dengan hal apa yang disembunyikan sahabatnya.

"seohyunnie~ ayolah ceritakan padaku, aku penasaran.." sungmin mengguncang-guncangkan tangan seohyun yang sedang mengaduk-aduk minumannya tetapi seohyun tetap bungkam dan terlohat berfikir.

"seohyunnieeeee~" rengek sungmin.

"ne.. ne... sebenarnya aku ingin memberitahumu kalau saat ini aku su-"

"seohyun?" ucapan seohyun berhenti ketika seseorang memanggil namanya. Sungmin yang posisinya membelakangi pintu masuk kafe tersebut tidak melihat siapa yang datang dan menyapa seohyun. Sungmin meminum milkshake strawberry-nya.

"kyuhyun?"

Sungmin nyaris saja tersedak minumannya ketika seohyun menyebut nama kekasihnya. Dengan segera ia membalikkan tubuhnya untuk memastikan.

"kau sedang apa?" benar. Itu kyuhyun. Dan 'hei, mengapa kyuhyun tidak menyapaku' batin sungmin sebal

"aku sedang mengobrol dengan sungmin" jelas seohyun

"oh.. eh? Sungmin, kau disini juga?" rupanya kyuhyun baru menyadari kalau sedari tadi sang kekasih tengah menatapnya.

"ne.. kyunnie mengapa ada disini?"

"aku ada pekerjaan, min. Kebetulan klien ku mengajak bertemu disini. Baiklah, aku kesana dulu" kyuhyun menunjuk meja yang telah dipesan oleh kliennya.

Penasaran dengan siapa yang dimaksud klien oleh kyuhyun, sungmin melirik ke arah telunjuk kyuhyun dan menemukan seorang namja yang sudah cukup berumur disana. Hahhh~ untunglah kliennya itu bukan yeoja, sungmin memang tipe pencemburu.

Sungmin mengangguk mengiyakan.

"hahhhh~" seohyun menghela napas. Untung saja tadi ada kyuhyun, ia tak perlu melanjutkan ceritanya pada sungmin. Itu memalukan, pikirnya.

"tak ku sangka akan bertemu kyunnie disini.. ayo, lanjutkan ceritamu seohyunnie" sungmin kembali meminum milkshake-nya hingga tersisa seperempat gelas.

Dan kita lihat seohyun. Ternyata yeoja itu sedang melotot melihat sungmin yang dengan rakusnya menghabiskan tiga perempat gelas minumannya dan sekali minum. Aigooo, seperti tidak minum dua hari, pikirnya.

"seohyunnie? Kau kenapa?"

"ah, ani. Aku, sebenarnya aku.. tapi kau janji tidak akan meledekku, ne?"

Sungmin menganggukkan kepalanya

"aku sedang jatuh cinta" ucap seohyun dengan cepat.

"omo.. benarkah?"

"aish.. jangan kencang-kencang, min.." seohyun membekap bibir sungmin dengan tangannya. Kyuhyun yang sedari tadi memang mengawasi meja sungmin dari tempatnya hanya tersenyum melihat keakraban sungmin dengan seohyun.

"ne, arraso. Nugu?" kali ini sungmin berbicara dengan suara setengah berbisik.

"ra-ha-si-a" balas seohyun tak kalah pelan

"YA! Mengapa rahasia?!" sungmin yang merasa kesal langsung saja berteriak tanpa memerhatikan keadaan sekitar yang kini terfokus menatap dirinya dengan seohyun. Setelah sadar dengan apa yang baru saja dilakukannya sungmin segera membekap mulutnya.
'aish.. bagaimana bisa aku berteriak seperti tadi.. memalukan' sungmin benar-benar merutukki mulutnya yang sering kali sulit dikendalikan apalagi saat ini ia melihat tatapan kyuhyun yang sangat tajam ke arahnya. Kyuhyun pasti akan menasehatinya sehabis ini. Hah~

"aigoo, sungminnie.. kau benar-benar" seohyun kembali berbicara dengan berbisik seraya menjitak pelan kepala sungmin yang hanya dibalas cengiran oleh sahabatnya itu.

Mereka akhirnya mengobrol ringan. Tidak sadar bahwa kyuhyun kini tengah menatap mereka dari kejauhan.

Setelah selesai dengan urusan kantornya, kyuhyun segera menghampiri meja sungmin. "sudah selesai?" tanya sungmin yang terlebih dahulu menyadari kedatangan kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk

"tidak kembali ke kantor?"

"tidak. Pekerjaanku sudah selesai. Apa kalian mau jalan-jalan?" kyuhyun memandang sungmin. Merasa tak ada jawaban dari kekasihnya, kyuhyun memandang seohyun seolah bertanya juga pada yeoja itu.

"bagaimana kalau kita ke ice skating?" seru seohyun. Ice skating merupakan tempat bermain favoritenya sejak kecil

"ayo. Itu tempat favorite ku" sahut kyuhyun tak kalah semangat.

"tapi aku tidak bisa terlalu lama ditempat dingin, kyu" sungmin tiba-tiba merasa sedih karena kyuhyun melupakan hal yang paling dihindari sungmin. Udara dingin. Ia sangat tidak kuat berlama-lama di udara yang terlalu dingin. Masih ingat dengan hidung sungmin yang lengsung memerah ketika berkunjung ke apartemen kyuhyun pagi-pagi? *chapter 1*

"kau kan bisa melihatku bermain dari luar, chagi. Aku dan seohyun saja yang ke dalam. Bagaimana?" usul kyuhyun yang menurut sungmin agak menjengkelkan. Sama saja ia tidak bermain apapun dan hanya memandangi orang-orang berlalu- lalang diatas es. Sangat tidak seru. Tapi ia tidak mau mengecewakan kyuhyun, kelihatannya kyuhyun sangat bersemangat, ia tidak mungkin merusak mood kyuhyun yang sedang baik seperti saat ini.

Sungmin mengangguk sambil tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya yang sangat imut. "baiklah, kajja"

.

.

Sungmin sudah berkali-kali mengutak- atik telepon genggamnya tapi tetap saja ia merasa sangat bosan. Sudah dua jam ia menunggu disini dan kelihatannya kyuhyun maupun seohyun masih sangat menikmati acara bermain mereka sampai-sampai sungmin merasa dilupakan oleh kedua orang itu.

Ia hanya memandang dari balik kaca yang memisahkan antara ruang tunggu dengan arena ice skating. Sesekali ia membalas senyuman kyuhyun dan seohyun dari dalam sana.

Kyuhyun dan seohyun terlihat mulai akrab. Sungmin tersenyum memandangi kedua orang yang sangat disayanginya sedang tersenyum memandang dirinya. Sungmin tertawa kala melihat seohyun terjatuh beberapa kali dan akhirnya dibantu berdiri oleh kyuhyun. mereka terlihat sangat serasi, pikirnya. Eh? Serasi? Sungmin menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodoh tersebut.
.

.

Sudah tiga jam dan mereka-kyuhyun seohyun- belum kelihatan akan berhenti bermain kejar-kejaran di dalam sana. Sungmin memutuskan untuk menghampiri mereka ke dalam.

Tepat saat sungmin masuk melalui pintu yang baru saja dibuka oleh salah seorang petugas, saat itu seohyun yang memang sedang dikejar kyuhyun terjatuh dan tanpa sengaja menyelengkat kaki kyuhyun membuat namja itu ikut terjatuh diatasnya.

Tak tahu mengapa tetapi sungmin tidak suka melihat kejadian dihadapannya kini. Bahkan kyuhyun belum juga neranjak dari posisinya yang berada diatas seohyun padahal mereka sudah terjatuh beberapa menit yang lalu.

"kyunnie" panggil sungmin setengah berteriak karena jarak yang cukup jauh dari pintu masuk ke tempat kyuhyun dan seohyun berada.

Seketika kyuhyun tersadar saat mendengar panggilan sang kekasih. Ia melihat sungmin yang sudah berdiri di pintu masuk. Kyuhyun segera berdiri dan membantu seohyun untuk berdiri juga. Mereka berdua menghampiri sungmin.

"aku sudah tiga jam menunggu kalian. Aku bosan" sungmin memasang wajah cemberutnya membuat seohyun gemas dan mencubit pipi sungmin dengan gemas. Kyuhyun yang melihat hal itu hanya tersenyum simpul.

"ayo. Kita pulang. Seohyun-ah, kali ini kau harus kami antar pulang" kyuhyun berucap sambil menekankan kata 'harus' kepada seohyun

"tapi-"

"tidak ada penolakan. Ayo" seohyun yang merasa tidak enak karena terus-terusan berada diantara kyuhyun ingin menolak tetapi ucapannya sudah dipotong oleh kyuhyun. Ia melirik sekilas ke arah sungmin, dan sangat terlihat tatapan kecewa lah yang saat ini dilayangkan sungmin kepada kyuhyun.

'aigoo, aku jadi tidak enak dengan sungmin' batinnya.

.

.

Selesai mengantar seohyun, kyuhyun mengantar sungmin ke apartemennya. Suasana di mobil benarbenar hening. Tak ada satu pun yang memulai percakapan diantara mereka.

"minnie" panggil kyuhyun yang mulai risih dengan ke'diam'an sungmin

"..." tidak ada jawaban. Sungmin hanya memandang ke luar jendela

"min?" panggil kyuhyun-lagi-

"..." masih tak ada jawaban

"kau marah?" kyuhyun yang sudah mengerti kebiasaan sungmin yang mendiaminya ketika marah langsung bertanya ke intinya.

"menurutmu?" tanya sungmin balik.

"kau marah" kali ini pernyataan lah yang keluar dari bibir kyuhyun.

"baguslah kalau kau tau" sungmin menjawab dengan nada ketus. Mendengar nada bicara sungmin yang berubah kyuhyun menepikan mobilnya secara mendadak. Ia tidak suka bertengkar dengan sungmin.

Sungmin terkejut, tak tahu jika kyuhyun akan menepikan mobilnya mendadak. Untung saja ia memakai seatbelt.

Kyuhyun menghadapkan tubuhnya ke arah sungmin.

"sebenarnya ada apa denganmu?"

"menurutmu?"

"berhenti merajuk min. Itu tidak menyelesaikan masalah"

"biar saja" sungmin membuang mukanya

"min!" sentak kyuhyun. Sungmin kaget mendengar kyuhyun membentaknya.

"aku tidak peduli! Aku benci! Benci!" sungmin memukul lengan kyuhyun

"min, aku salah apa? Tadi kau baik-baik saja"

"baik-baik saja? Aku sudah cemberut dari tempat favoritemu itu. Kau bermain dan membiarkan aku menunggu tiga jam sendirian"

"lalu apa masalahnya?"

"mwo? Kau benar-benar tidak mengerti aku, kyu!" sungmin membuka pintu mobil kyuhyun dan berlari.

Kyuhyun menghela nafas kasar. Ia cukup bosan dengan sikap sungmin yang suka lari dari masalah ketika mereka bertengkar. Selalu saja seperti ini. Sungmin hanya bisa kabur dan itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Untuk kali ini ia tidak mau mengejar sungmin. Kekasihnya sudah terlalu sering seperti ini dan kyuhyun selalu mengejarnya. Tapi kali ini tidak, kyuhyun menjalankan mesin mobilnya menuju apartemennya, membiarkan sungmin sendirian dan tak memikirkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada yeoja nya.

TBC/end?

Chapter 2 selesaiiiiiiiii~ panjang kan? mweheheee.. makasih banyak buat chingu-chingu yang udah ngereview chap.1 atau yang ngefav/follow ff ini, kalian penyemangat saya untuk membuat chapter 2 ini :') jangan bosan-bosan untuk ngeriview ff ini ya... dan typo yang bertebaran, saya sangat minta maaf..
seperti janji saya yang akan melanjutkan ff ini sampai 'end' tapi dengan syarat jumlah review harus meningkat di setiap chapternya.. kalian cukup meng'klik tombol review dibawah dan silahkan komentar sepuasnya tentang ff pas-pas'an ini... kekekeke~

sekali lagi, GOMAWO~ *bow*

see you next chap.. \(^-^)/