Heroine

By: Azusa TheBadGirl a.k.a Fujoshi Nyasar

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair : NaruSasu & ItaFemKyuu

.

.

Chapter 3

Itachi bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya. Dalam mimpinya dia melihat sesosok wanita yang ia temui kemarin. Wanita itu sedang tertawa diantara taman bunga. Itachi berjalan mendekat, ia ingin tahu siapa gadis itu. Gadis yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ke kehidupannya. Ya, Tuhan.. Kenapa selalu terbayang diotaknya? Kenapa dia tidak bisa fokus kembali, ketika sudah terbesit wajah gadis tersebut? Wanita itu malah berjalan menjauhi Itachi—tidak sesuai harapan. Tidak menyapa atau apapun juga. Itachi mencoba mengejarnya, semakin dia belari dengan kencang semakin wanita itu menjauhinya. Ia terus berlari sampai nafasnya sesak dan saat ia hampir berhasil meraih wanita itu tiba-tiba didepannya ada sebuah jurang besar tak terlihat. Lalu ia terperosok—masuk— kedalamnya, tidak berdaya.

"Aaaaargh!" Itachi terbangun, ia langsung terduduk di kasurnya dengan nafas terengah-engah. Keringat sebesar biji jagung membasahi wajahnya—mengisyaratkan betapa menakjubkannya mimpi buruknya yang barusan.

Itachi memijat pelipisnya. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang bisa membuat dirinya jantungan seperti ini. Sosok seorang gadis… Gadis yang membuat dirinya terperosok.. Ya. gadis itu? Dia yang membuat Uchiha sulung menjadi kehilangan kontrol seperti ini. Serius. Ini benar-benar sangat serius. Dia ini adalah seorang Uchiha. DIA ADALAH UCHIHA!

BUK!

Uchiha sulung memukul kasur di bawahnya. Ia segera meremas rambutnya yang terurai dengan kasar—frustasi dengan tubuh dan otaknya sendiri.

"Sialan," gumam Uchiha sulung—lemas. Tidak bisa percaya dengan dirinya yang begitu aneh, dan tidak bisa terkontrol. "Ini tidak mungkin, bukan?" Itachi memijat-mijat pelipisnya. "Ini terlalu cepat untuk orang seperti diriku..," gumam Itachi—semakin terperosok ke dalam ketakutannya. "Ya, aku adalah Itachi… seseorang yang tidak mungkin kalah oleh takdir."

Hening.

Suasana menjadi hening, ketika Uchiha sulung kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia menutup matanya dengan punggung tangan. Dadanya yang bidang—tanpa pakaian—bergerak naik-turun, bernapas memburu. Sial, itulah umpatan yang terus diucapkan Itachi, ketika semakin dia bernapas, dirinya semakin sulit untuk dikontrol.

Dan?

Malam itu sang pemuda bermata onyx pun tidak bisa memejamkan matanya kembali karena dia terlalu terbuai dengan mimpinya—barusan.

Xxx

Naruto sedang menatap seorang pelayan wanita yang sedang membangunkan Sasuke. Saat ini dia masih dalam tahap belajar menjadi pelayan Sasuke . Bagaimana pun dia belum terbiasa mengurus seorang yang memiliki kelainan dalam psikologi kehidupannya. Ya, dia harus sangat berhati-hati dalam merawat Uchiha bungsu, karena apabila Naruto salah bertindak, ia bisa mempermalukan pamannya sendiri atau orang yang selama ini selalu membantunya.

Naruto menghela napas berat. Ia kembali berkonsentrasi pada sosok Uchiha bungsu yang masih tertidur, ketika pelayan yang akan membangunkan Sasuke sudah berdiri di samping Uchiha bungsu.

Sang pelayan menggerakan tangannya. "Sasuke-sama sudah waktunya anda bangun," pelayan wanita itu berkata lembut sambil menggoyangkan bahu Sasuke. Meski wajahnya terkesan tenang dan lembut dalam hatinya dia takut dan panik karena terkadang suasana hati Sasuke sangat buruk saat bangun tidur. "Sasuke-sama..," sekali lagi sang pelayan membangunkan Sasuke. Namun kali ini, suara pelayan wanita tersebut sedikit diperkeras walaupun masih terdengar sangat halus.

PLAK!

Sasuke menepis tangan sang pelayan kasar. Ia membuka matanya sambil merubah posisinya menjadi terduduk. "Berisik!" seru Sasuke, dengan nada malas dan sangat merasa terganggu. Lalu ia bangun sambil menggosok matanya, menyibak selimut dengan kasar sebelum berjalan ke kamar mandi dengan dikuti pelayan wanita tersebut.

Tap.. Tap.. Tap..

Sasuke melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Ia semakin dekat ke arah kamar mandi, ketika matanya tertuju pada sosok pemuda bermata biru yang juga sedang memandangnya. Mata onyx Sasuke memincing tajam. Ia berjalan merubah arah jalannya menjadi ke arah Naruto. Perlahan namun pasti, Sasuke tanpa segan-segan menghampiri Naruto, hingga akhirnya pemuda Uchiha pun sudah berdiri di hadapan Naruto.

Uchiha bungsu menatap wajah Naruto dengan tatapan tanpa ekspresi, namun sorot matanya semakin tajam.

Naruto yang merasa risih dipandangi dengan telik oleh sang majikan menjadi salah tingkah. Astaga! Jika orang yang didepannya bukanlah tuan mudanya, dan bukan orang yang memegang nyawa pamannya pasti Naruto sudah menghajarnya karena Sasuke sudah bertindak tidak sopan dengan cara memandangi seseorang seperti ini. Alhasil, untuk menahan rasa risih, dan tidak nyaman Naruto menundukan kepalanya.

"Sa—Sasuke sama..," gumam Naruto, dengan suara gugup. "Apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya lagi, ketika Sasuke masih saja diam—tidak berbicara sedikitpun.

Tanpa embel-embel, Sasuke melangkahkan kakinya—merapatkan tubuhnya pada Naruto. Sedangkan sang pemuda Uzumaki secara reflek melangkahkan kakinya ke belakang.

Maju.

Sasuke kembali memajukan kakinya—mendekati Naruto.

Mundur.

Naruto berjalan mundur untuk menjaga jarak dengan Uchiha bungsu.

Maju—Mundur—Maju—Mundur.

Layaknya sedang menari, Naruto dan Sasuke terus melakukan hal tersebut sampai Naruto pun terjebak di antara tembok dan Uchiha bungsu.

"Sa—Sasuke sama..," bisik Naruto, ketika Sasuke bersikap menyeramkan. "Anda mau apa?" tanyanya, pada pemuda di depannya.

Sasuke tidak menjawab. Ia mendekatkan wajahnya pada Naruto. Ya, dia terus mendekatkan wajahnya ke arah wajah Naruto, hingga Naruto bisa melihat bayangan dirinya pada mata hitam kelam Uchiha bungsu. Apa yang dia inginkan? Sebenarnya Uchiha bungsu ingin melakukan apa? Naruto berusaha bersikap santai, walaupun dia benar-benar risih dengan tingkah Sasuke.

"Di matamu aku bisa melihat aku! Bola mata… jernih..," seru Sasuke—aneh.

Naruto heran seketika. "Hah?" tanyanya—kebingungan.

Sasuke mengangkat kedua bahunya. Ia segera menyingkirkan diri dari hadapan Naruto, membuat sang Uzumaki menjadi orang yang bego. I—ini apa-apaan? Apa maksudnya? Jernih? Jernih apanya? Naruto mengerutkan kening. Ya, dia benar-benar tidak mengerti dengan tingkah seseorang yang memiliki sikap seperti Sasuke.

Benar-benar autis.

Xxx

Universitas Konoha…

Kurang tidur.

Itachi berjalan lemas saat memasuki kampusnya. Gara-gara mimpi buruknya itu, dia tidak dapat tidur lagi. Belum lagi perasaan gelisah yang semakin menjadi. Ada perasaan rindu yang kuat dan aneh terhadap gadis itu. Gadis yang bahkan tidak ia ketahui namanya.

"Haaah..Nightmare..,"

Entah sudah berapa kali Itachi menghela nafas hari ini. Kalau saja bukan karena dia sudah janji dengan dosen untuk membicarakan tugas, pasti Uchiha bungsu sudah membolos sekolah. Ya, dia akan membolos sekolah, dan menjernihkan kepalanya. Tidak seperti ini! Melangkahkan kakinya secara terus-menerus—tanpa tentu arah. Ia telah berjalan terlalu jauh dari ruang dosen yang akan ditemuinya, hingga kakinya berdiri di depan pintu yang pada bagian depannya bertulisan RuanganTata Usaha.

Heh?!

Untuk apa aku kemari?

Batin Itachi karena dia tiba-tiba sudah berada di ruangan yang jarang sekali dia kunjungi kecuali untuk urusan akademik atau keuangan.

Itachi menghela napas—berat. Ia benar-benar sudah gila. Sebaiknya dia berbalik arah dan kembali fokus pada tugasnya, ketika dia mengingat suatu hal. Data wanita itu… Itachi tersenyum—iblis. Benar! Data wanita itu! Dia menjadi kesetanan seketika. Ruangan ini pastilah dapat memberikan apa yang dia inginkan dengan mudah. Ya, dia tinggal bertanya pada petugas tata usaha untuk menghabiskan rasa penasarannya. Heh?! Tidak akan diberikan datanya? Jangan sebut Uchiha jika apa yang dia inginkan tidak segera terwujud.

Tunggu!

Untuk apa dia bertindak sejauh ini?

Itachi gila sendiri. Meratapi nasibnya sampai bayangan wanita tersebut kembali terbesit di pikirannya—layaknya bisikan malaikat pencabut nyawa.

Ya, dia harus mencarinya…

Itachi kembali tersenyum—menyeramkan sebelum mulai kembali melangkahkan kakinya—memasuki ruangan tata usaha yang akan menjadi senjatanya untuk menyembuhkan rasa penasarannya.

karena emosinya sendiri.

Xxx

Sasuke yang sudah menyelesaikan mandi dan berpakaiannya kini sedang menikmati sarapannya di kamar. Dia tidak suka makan di ruang makan. Dia duduk di sofa sambil menyuap sereal jagung yang ditambahkan susu cair dan menonton film kartun yang menampilkan spons kuning dan bintang laut merah jambu. Sesekali matanya melirik Naruto yang di samping kiri sofanya. Naruto yang sejak tadi memang memperhatikan Sasuke merasa aneh sendiri. Apa sikap orang autis memang seperti itu terhadap orang yang baru dilihatnya?

Sarapan Sasuke kini telah habis. Pelayan wanita yang berdiri tak jauh dari Naruto segera merapikan peralatannya.

"Kami permisi Sasuke-sama," Pelayan wanita dan Naruto mebungkukkan badan dan akan melangkah keluar sampai..

"Tunggu.." suara Sasuke menginterupsi mereka.

Mereka pun kembali berbalik dan menatap Sasuke. "Ya, Sasuke-sama?" ujar pelayan wanita itu.

"Mata jernih tetap di sini," ujar Sasuke sambil menatap Naruto.

Mata jernih?

Ujar batin kedua orang itu bersamaan. Lalu mereka saling melirik masing-masing.

"Maksud anda Naruto, Sasuke-sama?" ujar pelayan wanita itu karena tadi Sasuke menyebut mata Naruto jernih.

Sasuke hanya diam saja sambil memeluk buku cerita bergambar kesayangannya. Matanya terus menatap Naruto.

"Saya permisi.." merasa tak dibutuhkan lagi pelayan wanita itu keluar dari kamar Sasuke. Sejujurnya pelayan itu merasa tidak nyaman bila berada di dekat Sasuke. Selalu saja merasa takut kalau Sasuke sudah mulai kumat.

Naruto yang ditinggal hanya berduaan dengan tuan mudanya yang aneh mulai panik. Dia menatap teman seperjuangannya keluar dari kamar Sasuke. Dapat ia lihat pelayan itu menghela nafas lega sebelum menutup pintu kamar Sasuke.

Bagaimana ini? Apa maunya? Apa yang harus ku lalukan?

Naruto kembali menoleh kepada Sasuke yang masih saja menatapnya.

"Ada yang bisa saya bantu?" nada bicara dibuat sesantai mungkin.

Sasuke tetap diam ditempat tanpa mengeluarkan suara apa-pun. Tetap duduk tenang bagai patung. Matanya terus menatap naruto lekat.

Naruto makin salah tingkah. Dia tidak suka diperhatikan secara lekat seperti itu. "Jika tidak ada yang perlu saya lakukan, saya permisi.." dia ingin cepat-cepat menjauh dari tuan mudanya yang aneh ini. Naruto melangkahkan kakinya menuju pintu.

"Jangan bergerak!" tiba-tiba suara Sasuke terdengar lebih kencang dari yang sebelumnya.

Gawat! Apa dia marah? Atau ini yang di sebut sedang kumat oleh para pelayan?

"Lihat sini!" ujar sasuke galak.

Naruto kembali berbalik. Dari wajahnya ketara selai ia enggan.

"Diam dan jangan bergerak!" Perintah Sasuke.

Setelah itu Sasuke kembali diam sambil menatap Naruto. Kembali menjadi patung. Entah sadar atau tidak kalau wajah Naruto berubah horor

Ya tuhan! Selamatkan akuuuuuuuu!

Jerit batin Naruto frustasi nan dramatis.

TBC

Hello readeeeeeerrsss.. long time no see! Masih ada yang inget fujo atau fic ini? Uda berapa lama ini ga diapdet-apdet ya.. kalo bukan karena seseorang yang ngasih fujo semangat n inspirasi ide baru buat lanjutin ini fic pasti fujo ga bakal lanjut gegara wb TTnTT

Maaf ga bisa bales satu-satu yang review, ini banyak banget yang review.. makasih All#nangis terharu

Thanks a lot for:

Kitsune Syhufellrs, kyuu al z, I don't care about Taz, yuu, icha22madhen, greenilicious, jung hana cassie, reitan namikaze, reitan namikaze, Haruka Hayashibara, mei, Melanimin, Guest (1), Guest (2), white, Momoyukii, desroschan, MoodMaker, kyu-chan, AS45, kyuu al z 2 ( Kmu review 2x?0.o), rura, Runriran, luchie Chan, hime, Guest (3), Anami Hime, UzuChiha Rin, Neliel Minoru, Maester Ta, KembarSrikandi 2, Farenheit July

.

.

Buat I don't care about Taz: *sungkem* Ka taz, fujo izin buat pinjem sifat karakter itachi di fic mu buat fic fujo ya? Fujo suka banget sama sifat Itachi di metamorfosis ituu~*sengaja izinnya setelah fic dipublis biar ga bisa nolak**digampar ka taz*

Buat Guest : lain kali tampilin nama ya biar ga ketuker hehe

Buat reviewer yang minta ficnya di panjangin: Sorry fujo ga bisa ngetik panjang2.. bisa ngetik seribu word aja uda keajaiban

Buat kembar Srikandi 2 : Jika kamu merasa fic ini sampah dan ga suka homo, silahkan pencet tombol back. Dari pair kayanya uda jelas ini cerita homo. Atau mungkin kamu anak baru di ffn jadi ga tau apa itu nasusasu? Hormat sedikit sama senior de.. nanti kualat loh~~

Buat Chibi Chubi Diamond Gold Fujo : Makasih dukungan semangat n uda mau baca fic ini ^^b. Fujo jarang apdet bukan gara2 flame kok tapi karena tingkat kemalasan yg angkut n ga ada ide

.

.

Review lagi?