No Other Love (KyuMin)

Chapter 3

Happy reading^^~

.

.

.

.

Sungmin masih terus berlari tak tentu arah, karena memang ia tak ada tujuan. Ia hanya mengikuti kemana saja kakinya melangkah. Jujur saja sebenarnya saat ini ia mulai merasa takut mengingat hari sudah malam dan sepertinya ia tersesat. Ia tidak tahu sedang berada dimana sekarang, ketika mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia hanya menemukan beberapa bangku dan banyak jenis tanaman.

Sepertinya ia berada disebuah taman. Tetapi sekali lagi, ia tidak tahu ini dimana.. parahnya lagi kyuhyun tidak mengejarnya. Biasanya belum sampai tersesat kyuhyun pasti sudah menemukannya dan mengantarnya pulang. Tapi kali ini? Ah, memikirkannya saja membuat sungmin hampir menangis lagi. Apa pria itu benar-benar marah padanya? Sungguh ia tidak bermaksud memperumit hubungannya dengan kyuhyun, hanya saja ia ingin kyuhyun sedikit lebih peka dengan perasaannya.

Sungmin terus berlari, hingga...

'bruk'

Sungmin terjatuh tepat setelah tubuhnya menabrak seseorang.

"aww.. appo" ringisnya dan segera mengelus sikutnya yang terkena kerikil. Sepertinya lecet.

"kau baik-baik saja? Maaf, aku tidak sengaja" ucap orang itu. Ralat. Pria itu, karena terlihat orang tersebut memakai celana panjang, kaos oblong, dan tentu saja suara bass khas laki- laki yang membuat sungmin semakin yakin bahwa yang baru ia tabrak adalah seorang pria.

Sungmin berusaha berdiri, dan pria itu mengulurkan tangannya untuk membantu sungmin. Sungmin memperhatikan wajah yang berada didepannya kini. Samar-samar ia sepertinya sudah tidak asing lagi tetapi karena memang cahaya taman yang sangat minim, sungmin tidak dapat melihatnya dengan jelas. Sedangkan pria yang sedari tadi diperhatikan ternyata juga sedang memperhatikan sungmin, ia seperti tidak asing dengan yeoja ini. Setelah cukup yakin dengan dugaannya, sungmin membuka suaranya

"hae-ah?"

"ming?" Ucap mereka bersamaan.

Sungmin ingin segera menghindar ketika mendengar pria itu menyebut namanya, kini ia yakin dengan perkiraannya. Ia adalah donghae, teman sekelasnya sewaktu di SMA yang selalu mengejar-ngejar dirinya bahkan dengan beraninya pria itu datang ke rumah sungmin dan meminta izin kedua orangtua sungmin yang memang kebetulan sedang berada di rumah untuk menjadikan sungmin sebagai yeojachingunya.

"Ming se-"

Belum sempat pria yang sudah kita ketahui bernama donghae itu menyelesaikan kalimatnya, sungmin dengan segera berlari meninggalkannya.

"ming tunggu!" teriak donghae yang terdengar sangat jelas ditelinga sungmin. Namun sekali lagi, sungmin seolah tak mendengarkan teriakan namja itu dan terus berlari. Donghae mulai ikut berlari menyusul sungmin yang sudah cukup jauh.
Mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat dengannya membuat sungmin semakin mempercepat larinya. Tetapi sekuat apapun sungmin mencoba, kecepatan berlari seorang pria dengan wanita tentu saja berbeda jauh.

Setelah merasa cukup dekat, donghae meraih lengan sungmin dengan cepat. Ia berhasil menangkap tubuh sungmin dan menarik sungmin ke hadapannya.

"hosh.. hosh.. hosh.." deru nafas memburu dari mereka berdua terdengar saling bersahutan mengingat mereka sudah berlari cukup jauh. Keringat mengali cukup deras dari pelipis sungmin yang memang sudah kelelahan berlari sejak kabur dari hadapan kyuhyun.

"lepas hae-ah.. aku mau pulang" sungmin meronta ketika lengannya ditahan donghae. Bukannya menyerah, donghae malah semakin mempererat genggamannya takut sungmin lari lagi darinya.

"ming, dengarkan aku dulu" lelah karena usaha melepaskan dirinya yang sia-sia, sungmin memilih untuk pasrah. Setelah merasa tak ada perlawanan lagi dari sungmin, donghae melepaskan cengkraman tangannya dari tangan sungmin dan beralih mencengkram pundak sungmin.

"kau kemana saja selama ini, ming? Aku mencarimu ke rumah tetapi para maid mengatakan kau sudah tidak tinggal disana. Mereka pasti berbohong padaku kan? Atau kau yang menyuruh mereka?" sungmin menatap donghae, ia tidak tega juga mendengar nada sedih dari donghae tapi memang benar ia sudah tidak tinggal dirumahnya saat ini.

Ya. Salah satu alasan sungmin memilih tinggal di apartemen sendirian adalah untuk menghindari donghae. Ia dapat pastikan kalau ia masih tinggal di rumahnya donghae lagi-lagi akan mengunjunginya setiap hari dan tidak berhenti menggodanya saat mereka mengobrol.

"tidak. Mereka benar. Aku memang sudah tidak tinggal disana lagi. Aish, pundakku sakit Hae.." sungmin mulai merasa risih dengan cengkraman donghae dipundaknya. Mendengar keluhan sungmin yang memang ada benarnya karena ia cukup erat mencengkram pundak yeoja itu, sontak donghae melonggarkan cengkramannya. Merasa tak sakit lagi, sungmin tersenyum lega. Tak sadar dengan donghae yang terpana melihat senyumannya dari jarak yang sangat dekat.

"ming, kau.. semakin cantik" donghae menggumam yang sudah pasti dapat terdengar jelas oleh sungmin mengingat posisi yeoja itu yang kini berada didepannya.

"gomawo. tapi.. bisakah kau jauhkan wajahmu sedikit, hae?" sungmin tersipu mendengar perkataan donghae. Ia tidak mau donghae melihat wajahnya yang sedang memerah dari dekat.

Merasa tak ada pergerakan dari donghae, sungmin memutuskan mundur selangkah untuk memperlebar jarak pandang dirinya dengan donghae. Sungmin terkekeh melihat ekspresi donghae yang cemberut saat ia mundur. Ya... setidaknya kehadiran donghae saat ini sedikit mengalihkan pikirannya yang sedang kalut tadi.

"jadi... sekarang kau tinggal dimana?" tanya donghae yang sepertinya kembali mengingat percakapan mereka yang sempat terputus. Sebelumnya mereka sudah memutuskan untuk duduk di salah satu bangku panjang yang tersedia di taman asing tersebut.

"di... apartemen" sungmin menjawab dengan singkat tanpa memandang wajah donghae. Ia memilih memandangi bintang-bintang yang sangat bersinar dilangit malam itu.

"Apartemen? Kalau begitu beritahu aku alamatnya" donghae menatap sungmin dengan tatapan memohon. Ia sangat berharap sungmin akan memberitahukan alamat lengkap dimana yeoja itu tinggal saat ini.

Sedangkan sungmin, ia mengalihkan pandangannya ke arah donghae dengan alis bertaut

"kau mau apa sebenarnya?" tanyanya penuh selidik.

"aku hanya ingin tahu kau tinggal dimana jadi aku bisa bermain kesana ya... seminggu sekali mungkin kekekeeee~" donghae menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

Sungmin memutar bola matanya malas. Ia tahu donghae hanya beralasan. Paling tidak donghae pasti akan datang ke apartemennya sehari sekali. Ia sudah sangat hafal dengan tingkah temannya yang satu ini. Tidak melihat wajah sungmin sehari saja hampir mustahil bagi donghae.

'semoga saja ia sudah berubah' batin sungmin.

"aku tahu, sehari bagiku sama saja seminggu bagimu dan kau akan terus menggangguku" balas sungmin malas.

"tentu saja tidak ming chagi.. aku sudah tidak seperti itu, sungguh. Lagipula, aku tidak mengganggumu kok. Aku hanya berusaha membuatmu mencintaiku" jawab donghae tanpa beban. Tak tahukah dirinya bahwa bagaimanapun sebagai wanita sungmin akan tersipu mendengar hal semacam itu. Dengan cepat sungmin mengalihkan wajahnya ke arah lain, ia tidak mau terlihat bodoh dengan wajah memerahnya.

"itu sama saja.." sungmin mempoutkan bibirnya. Donghae yang melihat gelagat sungmin hanya terkekeh. Namja pecinta ikan itu mengacak rambut sungmin dengan gemas.

"ya sudah, kalau kau tidak mau memberitahu aku alamatnya lebih baik kau ku antar pulang sekarang ke apartemenmu" donghae menarik tangan sungmin menuju tempat ia memarkirkan mobilnya tadi.

"tidak perlu.. aku mau pulang sendiri saja, hae-ah" sungmin menarik tangannya dari genggaman donghae membuat donghae menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik lalu tersenyum jahil ke arah sungmin.

Sungmin yang melihat hal tersebut hanya memasang tampang bingung. Tak mengerti dengan perubahan wajah donghae yang mendadak seperti akan mengerjainya.

"kau yakin? Apakah tidak takut naik kendaraan umum malam-malam begini sendirian?" sungmin terlihat memikirkan perkataan donghae yang sepenuhnya benar

"bagaimana kalau ada ahjussi mesum yang menculikmu?" lanjut donghae yang sengaja melebih-lebihkan melihat wajah sungmin yang mulai ketakutan.

"tapi.. karena kau memang ingin pulang sendirian kalau begitu aku tidak akan memaksa. Aku pulang duluan ne.. sampai jumpa ming chagi.." donghae memang tahu kelemahan sungmin yang satu ini. Yeoja imut ini paling takut dengan yang namanya naik kendaraan umum sendirian apalagi pada malam hari. Donghae membalikkan badannya dan kembali berjalan meninggalkan sungmin yang kini berdiri mematung. Dalam hatinya ia menghitung 'satu.. dua.. ti-'

"HAE-AH.. TUNGGU... AKU IKUUUTTTTTT!" donghae tertawa dalam hati mendengar teriakan sungmin yang sungguh memekakan telinga. Dalam hati ia bersorak kegirangan dan ia menghentikan langkahnya lalu menggandeng tangan sungmin dengan tangan kirinya dan tangan kanannya ia gunakan untuk mencubit hidung yeoja itu.

"makanya jangan sok berani..." ucapnya seraya terkekeh melihat sungmin yang berkeringat dingin. Sepertinya efek perkataannya masih berpengaruh pada sungmin samapai sekarang.

"habisnya kau menakutiku, aku jadi tidak berani" sungut sungmin sambil mempererat genggamannya pada tangan donghae. Sedangkan donghae lagi-lagi terkekeh mendengar penuturan sungmin yang terlalu jujur.

"kkkkkkk~ kalau begitu aku minta maaf, chagiya.. kajja"

Sungmin hanya mengangguk dan mempercepat langkahnya sampai di parkiran.

.

.

Sungmin baru saja sampai di apartemennya. Donghae mengatakan bahwa ia ada urusan mendadak sehingga tidak menerima tawaran sungmin yang mengajaknya masuk ke apartemennya sekedar untuk meminum teh bersama. Sebelum berpisah donghae sempat-sempatnya meminjam ponsel sungmin. Sungmin yang memang sangat polos hanya menurutinya dan memberikan ponselnya pada donghae. Lalu secepat kilat donghae kembali ke mobilnya dan pulang.

Sungmin menjatuhkan tubuhnya ke ranjang pinknya. Menghela nafas panjang kala kembali mengingat sikap kyuhyun padanya hari ini. Sungguh, ia merasa kecewa. Tetapi jika dipikir-pikir in merupakan salahnya juga yang terlalu mudah kabur dari masalah ketika bertengkar dengan kyuhyun.

Sungmin merogoh tas nya untuk mengambil ponsel, tak ada pesan maupun panggilan masuk. Kyuhyun benar-benar tidak menghubunginya. Dengan ragu ia memutuskan untuk mengirimkan pesan pada kekasihnya. Ia tidak kuat berlama-lama bertengkar dengan kyuhyun.

To : Kyunnie chagi
Message :
'kyunnie, mianhe.. jangan mendiamkanku seperti ini..'

'sent'

Hampir lima belas menit dan belum ada balasan dari kyuhyun. Ia hampir saja menangis sebelum merasa getaran di ponselnya .
Dengan secepat kilat sungmin membuka pesan yang baru masuk.

From : Hae chagi
Message :
'malam, ming chagi.. apa kau sudah tidur? Mianhe aku tidak sempat mampir ternyata appaku pergi dan eommaku takut sendirian dirumah jadi aku harus menemaninya disini. Lain kali kupastikan akan mampir bahkan menginap di apartemenmu. Kkkkk~ jaljayo chagiyaa'

Sebenarnya sungmin cukup kecewa karena ternyata bukan kyuhyun yang membalas pesannya, tetapi ia tersenyum membaca pesan donghae yang menurutnya sangat konyol. 'menginap? Memang aku akan mengijinkannya? Hahaha dasar' batin sungmin sambil tertawa ringan.

Mata sungmin terbelalak kala menyadari nama kontak donghae di ponselnya 'hae chagi ? pasti itu kerjaan donghae' lanjutnya dalam hati. Dengan segera ia mengganti nama kontak donghae yang menurutnya terlalu manis menjadi...

To : Hae si ikan amis
Message :
'belum, aku tidak mengantuk.. bolehkah kau nyanyikan lullaby untukku, hae?'

'sent'

Sungmin tidak bisa tidur saat ini. Ia tidak mungkin minta untuk dinyanyikan pada kyuhyun. Satu- satunya jalan ia mencoba meminta dinyanyikan pada donghae. Mungkn saja suara pria itu cukup merdu dan mampu membuatnya tertidur seperti suara kyuhyun. Yaa, semoga saja.

'drrrt... drrrt... drrrt... drrrt...'

From : Hae si ikan amis
Message :
'tentu chagi.. aku akan menghubungimu segera'

Tak lama kemudian handphone sungmin kemballi bergetar, sepertinya kali ini panggilan masuk. Tanpa melihat caller id sungmin sudah yakin bahwa itu donghae. Segera saja ia menggeser layar ponselnya.

"hae-ah, cepat sekali meneleponnya kkk~" sungmin menarik selimutnya, bersiap untuk dinyanyikan lullaby dan tertidur.

"..." sungmin mengernyitkan dahinya karena tak kunjung mendengar suara donghae

"halooo? Hae, kenapa hanya diam? Tanyanya lagi

"..." sungmin berdecak-kesal- sepertinya donghae sengaja mengerjainya. Ia melempar selimutnya asal

"hae-ahhhhh..." panggilnya dengan nada panjang.

Karena tak kunjung ada jawaban, sungmin melirik layar ponselnya dan ia terkejut setengah mati kala melihat nama kyuhyun terpampang jelas disana. Ia kembali mendekatkan ponselnya ke telinga.

"siapa yang kau maksud Hae?" belum ada sedetik sudah terdengar suara kyuhyun yang terkesan dingin. Bahkan terdengar jauh lebih mengerikan dibandingkan ketika kyuhyun bertengkar dengannya.

"ah.. mianhe, kyu.. aku tidak tahu kalau Kyunnie yang menelepon" elak sungmin, sengaja megalihkan pertanyaan kyuhyun. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Sangat tidak lucu kalau ia menjawab jujur bahwa donghae adalah pria yang mengejar-ngejar dirinya.

"aku tidak ingin mendengar penjelasanmu, min. Aku hanya bertanaya siapa itu Hae?" suara kyuhyun terdengar tajam. Sungmin menarik nafasnya dan memukul jidatnya 'aigooo.. bagaimana ini..'

"ohh.. Hae.. dia hanya... temanku di SMA" jawab sungmin seadanya. Ia rasa ini sudah jawaban yang paling tepat. Ia tidak ingin membuat kyuhyun salah paham.

"oh. Sudah sampai di apartemen?" sungmin menghela nafas lega mendengar pertanyaan kyuhyun yang sudah tidak membahas donghae lagi bahkan kini sungmin tersenyum menyadari kyuhyun yang secara tak langsung mengkhawatirkannya lewat pertanyaan pria itu.

"ne.."

"naik apa?" lagi-lagi sungmin terjebak dengan pertanyaan kyuhyun. Sudah pasti kyuhyun akan salah paham kalau ia bilang pulang diantar oleh donghae menggunakan mobil pribadinya. Ia tidak mau memperkeruh masalahnya dengan kyuhyun.

"aku.. aku naik kendaraan" sungmin memang menjawab jujur, ia naik kendaraan mobil tepatnya. Dalam hati ia berharap kyuhyun tidak menanyakan lebih lanjut, ia tidak tahu lagi harus mengelak dengan cara apa.

"hm. Kalau begitu tidurlah.." sungmin bernafas lega. Sepertinya kyuhyun sudah puas dengan jawaban terakhirnya.

"baiklah.. jaljayo, Kyunnie..."

"nado.."

'klik'

Kyuhyun terlebih dahulu memutuskan sambungan telepon mereka. Sungmin merasa lebih lega karena kyuhyun sama sekali tidak membahas kejadian sore tadi. itu artinya kyuhyun sudah memaafkannya. Baru saja sungmin ingin menaruh ponselnya, namun...

'drrrt... drrrt... drrrt... drrrt...'

Terdapat panggilan masuk lagi. Apa jangan-jangan kyuhyun akan membahas kejadian tadi , batinnya was-was. Ia mengangkat panggilan tersebut.

'klik'

"kenapa lagi, kyunnie?"

"kyunnie? Nugu?"

Sepertinya sungmin salah mengira lagi.. kali ini donghae lah yang meneleponnya. Setelah merutukki dirinya yang sudah berkali-kali salah, sungmin kembali menetralkan nada suaranya.

"eh? Ini donghae?"

"siapa lagi.. bukankah aku sudah bilang akan menghubungimu segera? Dan mengapa nomormu sibuk saat aku telepon tadi?" suara donghae terdengar menggerutu. Ia memang sudah mencoba untuk menelepon sungmin sampai sepuluh kali namun hanya suara operatorlah yang menjawab bahwa nonor sungmin sedang sibuk.

"kekasihku menelepon barusan" jawab sungmin mencoba menjelaskan karena ia juga menyadari nada sebal dari donghae.

"oh.. kekasihmu menel- MWO?! KEKASIH?"

Ckckckckckck uri fishy baru sadar rupanya kalau sungmin tadi mengucapkan kata kekasih..

Mendengar teriakan super dahsyat dari donghae, sontak sungmin menjauhkan ponselnya. Setelah tak mendengar lagi suara teriakan, sungmin kembali menempelkan ponselnya ke telinga.

"aigooo... pelanlah sedikit hae~ ne, kekasih. Memangnya kenapa?" tanya sungmin polos. Ia tidak sadar telah menghancurkan harapan pria yang kini menjadi lawan bicaranya.

"kau.. sudah punya kekasih ming?" tanya donghae yang sudah selesai dengan acara terkejutnya. Bahkan saat ini suaranya terdengar lirih. Mendengar nada suara donghae yang kini berubah lirih dan sedih membuat sungmin mengerti apa yang menyebabkan pria itu berteriak seperti tadi. Sungmin jadi tidak enak hati untuk menjawab pertanyaan retoris donghae yang pasti sudah diketahui jawabannya oleh pria itu.

"ne.. kau.. tidak apa-apa kan?" tanya sungmin pelan

"..."

"hae-ah? Kau masih disana?"

"ah. Iya, ming. Aku masih disini"

'dan akan selalu disini menunggumu menyadari bahwa aku tidak mampu pergi darimu' lanjutnya dalam hati

"mengapa tidak menjawab pertanyaanku?" tanya sungmin

"oh, iya tidak apa-apa. Tapi, walaupun kau sudah punya namjachingu, . . ?" balas donghae penuh penekanan di kalimat terakhirnya.

Sungmin hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan donghae.

"hae-ah.. kumohon jangan seperti itu.. aku menyayangimu layaknya temanku tetapi aku tidak bisa mencintaimu. Bisakah kita menjadi sahabat saja?" sungmin sebenarnya merasa tidak enak pada donghae ketika mengatakan itu tetapi ia tidak mau terus-terusan memberikan harapan yang sia-sia kepada donghae.

"begitukah? Baiklah.. mulai sekarang kita sahabat dengan syarat kau harus berjanji untuk menceritakan apapun masalahmu padaku, kalau pun kekasihmu berani membuat masalah aku tidak akan segan-segan menghabisinya karena berani menyakiti sahabatku" ucap donghae kembali bersemangat. Menurutnya untuk saat ini tak masalah mereka hanya sebatas sahabat tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menjadi sepasang kekasih nantinya, bukan? Oh ayolahhh~ tidak pernahkah kalian mendengar sahabat jadi cinta?

Sungmin tersenyum mendengar perkataan donghae, ia merasa hatinya lega begitu tahu donghae tak marah padanya.
"arraso.. gomawo, hae-ah" ucap sungmin dengan suara yang sangat imut.

Mendengarnya, donghae mau tak mau tersenyum walaupun sebenarnya hatinya sangat sakit saat ini. Bagaimanapun, sungmin adalah cinta pertamanya.

"cheonma, ming chagi.. oh iya, satu hal lagi! Aku akan tetap berhak memanggilmu chagi karena kau gadis yang paling kusayangi.. arraso?"

"arraso, hae chagi~ kkkkkk~" sungmin sengaja menggoda donghae. Menurutnya bercanda dengan donghae akan menjadi hobinya mulai sekarang.

"jaljayo.."

"nado.."

'klik'

Sambungan telepon itu terputus dan sungmin yang ternyata sudah mengantuk akhirnya tertidur dengan sendirinya tanpa harus dinyanyikan lullaby.

.

.

Sungmin baru saja membereskan buku-buku pelajarannya. Tepat lima menit yang lalu dosennya sudah keluar tanda berakhirnya pelajaran. Kali ini ia tidak minta dijemput oleh supirnya karena ia sendiri yang telah berjanjian dengan kyuhyun di depan gerbang kampusnya.

Hubungan mereka berdua sudah membaik pasca kejadian di malam itu. Bahkan kyuhyun sendiri yang memintanya untuk tidak pernah membahas hal itu lagi.

Sungmin berdiri dan berjalan menuju pintu keluar kelasnya sebelum sebuah suara yeoja menghentikan langkahnya.

"sungminnie.."

"ne?" sungmin menengok dan melihat seohyun yang buru-buru membereskan bukunya. Tak lama, yeoja itu sudah berdiri di hadapannya.

"minnie.. aku bosan sudah seminggu tidak pergi kemana-mana. Apalag aku sudah tidak tinggal dengan jungmo oppa, apartemenku sangat sepi. Boleh aku main ke apartemenmu?"

"baiklah" setelah menimbang-nimbang cukup lama, sungmin mengijinkan seohyun main ke apartemennya. Bukan apa-apa hanya saja seperti kebetulan setiap kali ia bertemu dengan kyuhyun pasti ada seohyun juga.

.

.

Di depan gerbang terlihat sosok namja berkaca mata hitam dan pakaian formal khas kantoran sedang bersender di mobilnya. Tak ayal penampilannya yang keren dan wajahnya yang kelewat tampan mengundang tatapan lapar dari beberapa mahasiswi yang lewat didepannya.

"kyunnie.." namja itu mengalihkan tatapannya mencari asal suara yeoja yang baru saja memanggilnya. Kyuhyun melempar senyum manisnya ke arah sungmin kala telah melihat yeojanya yang berjalan ke arahnya bersama seseorang. Berbeda dengan tatapan cemburu dan sinis yang dipancarkan yeoja-yeoja genit disana kepada sungmin karena ternyata seorang lee sungmin mengenal pria yang mereka kagumi sejak tadi.

Kyuhyun melepas kacamatanya. Ia semakin melebarkan senyumnya melihat kecantikan sungmin yang sepertinya semaki bertambah walau mereka baru seminggu tidak bertemu.

Begitu sampai di depan namjachingunya, sungmin memeluk tubuh kyuhyun dengan sangat erat. Kyuhyun yang dipeluk seperti itu mengelus pelan punggung sungmin. Ia merindukan gadis manjanya.

"ah iya, kyunnie hari ini kebetulan seohyun akan bermain ke apartemenku. Bolehkan?" kyuhyun maupun sungmin belum melepaskan pelukan mereka. Sungmin hanya mendongak ketika berbicara dengan kyuhyun yang notabennya lebih tinggi darinya. Seohyun yang melihat hal itu menjadi tersenyum canggung.

"kalau merepotkan lebih baik ti-"

"boleh" ucapan seohyun dipotong oleh keputusan kyuhyun.

"yeay.. kalau begitu, ayo" seru sungmin semangat

Mereka bertiga masuk ke mobil kyuhyun dan berangkat menuju apartemen sungmin.

.

.

"kalian sudah makan siang?" kyuhyun memecah keheningan. Sejak tadi mereka hanya menonton televisi. Ia sendiri baru kembali dari dapur setelah mengambil sebotol air mineral dari lemari pendingin.

"belum" jawab sungmin singkat tanpa mengalih pandangannya dari televisi di depannya. Ia sedang asik menonton. Sedangkan seohyun yang juga sedang fokus dengan tontonannya bersama sungmin tak mendengar pertanyaan kyuhyun.

"seohyun, kau juga belum makan?" tanya kyuhyun lagi

"eoh? Belum" ia tersadar ketika mendengar kyuhyun menyebutkan namanya

"kalau begitu aku pesan delivery order dulu" kyuhyun mengambil ponsel dari meja didepan tv.

"tidak perlu, kyu. Aku sudah biasa memasak. Yaaa walaupun rasanya tidak akan seenak restoran tetapi akan lebih sehat kalau kita makan masakan rumah dibandingkan makanan siap saji. Bagaimana kalau aku saja yang memasak untuk makan siang kita?" tawar seohyun. Ia beberapa kali menatap kyuhyun dan sungmin bergantian memastikan mereka menerima tawarannya.

Kyuhyun dan sungmin terlihat berfikir sejenak, ucapan seohyun ada benarnya juga. Mereka mengangguk bersamaan.
"baiklah.. kalian tunggu disini saja. Sungminnie, aku pinjam dapurmu" seohyun berjalan ke arah dapur dan mulai memasak.

Kyuhyun yang sejak tadi berdiri, mengambil posisi duduk yang nyaman di samping sungmin. Melihat sungmin yang masih saja serius menatap kedepan, kyuhyun ikut-ikutan melihat acara yang disajikan televisi tersebut. 'oh, drama picisan. Pantas saja' batinnya seraya tersenyum melihat sungmin yang sama sekali tak menghiraukannya sejak tadi.

.

.

Seohyun telah selesai memasak. Ia memutuskan untuk memanggil sungmin dan kyuhyun yang tidak kedengaran suaranya. Ketika sampai di ruang tamu, ia melihat kyuhyun dan sungmin yang tertidur dengan televisi yang masih menyala. Sepertinya mereka ketiduran.

Melihat hal itu, seohyun berniat untuk membangunkan keduanya tetapi gerakannya terhenti kala menatap wajah kyuhyun yang sedang tidur dan menurutnya sangatlah tampan. Ia sempat terdiam beberapa saat melihat wajah kyuhyun yang nyaris sempurna. Alis tebal, hidung mancung,bibir yang tebal dan terlihat sangat pas ketika dipadukan dengan dagu kyuhyun yang runcing. Ia seperti meningat seseorang.

Seohyun tersentak saat menyadari kyuhyun yang ternya sedang menatapnya. Ia benar-benar merutukki kebodohannya. Bagaimana bisa ia terus mengagumi wajah kyuhyun sampai-sampai ia tak sadar memajukan wajahnya juga, bahkan kini jarak wajah mereka tak lebih dari sepuluh sentimeter.

Kyuhyun cukup kaget diawal tetapi ia tersenyum ketika melihat seohyun yang salah tingkah.
"sudah matang?" tanya kyuhyun sengaja melencengkan pertanyaannya, ia tahu wanita didepannya tengah menahan malu.

"i- iya a-aku bermaksud membangunkan kalian tadi" seohyun sangat mengutuki dirinya. Mengapa ia mendadak jadi gagap menjawab pertanyaan kyuhyun.

"minnie.." kyuhyun menepuk pipi sungmin, berusaha membangunkan yeoja itu.

"eunghhh~" sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha memfokuskan pandangannya.

"ayo kita makan, masakannya sudah matang" ajak kyuhyun sembari membantu sungmin berdiri.

Seohyun segera berjalan menuju ruang makan diikuti pasangan kyumin.

.

.

"seohyunnie... bagaimana bisa masakanmu seenak iniiiiiiii" sungmin sangat terkejut dengan hasil masakan seohyun. Masakan ini benar-benar lezat. Bahkan ia merasa seperti memakan menu di restoran.

"anniya.. kau bisa saja, sungminnie" jawab seohyun malu-malu

"ini benar-benar enak" kali ini kyuhyun yang berucap. Wajah seohyun memerah mendengar pujian dari kyuhyun maupun sungmin.

"tuh kan.. kyuhyun saja bilang enak. Dia itu selalu jujur soal rasa, biasanya kalau masakanku ia bilang tidak enak karena memang tidak enak kkkkk~" dengan mulut yang masih penuh dengan makanan, sungmin menunjuk kyuhyun menggunakan sumpitnya. Sedangkan kyuhyun hanya tersenyum mendengar ocehan polos sungmin dan menyeka saus yang menempel disudut bibir sungmin dengan tangannya.

"uhuk.. "

"gomawo, kyunnie.."

Seohyun terbatuk melihat perlakuan romantis kyuhyun, entahlah ia merasa hatinya teriris melihat hal itu. Dengan cepat seohyun menepis rasa sakitnya dan tersenyum ke arah kyuhyun yang kebetulan sedang menatapnya karena mendengar yeoja itu terbatuk. Kyuhyun yang melihat hal itu balas tersenyum manis padanya.

"ya! Kalian mengapa jadi senyum-senyum berdua? hahahahaaa" tanya sungmin heran namun malah tertawa tanpa menyadari kecanggungan yang tercipta setelah ia berkata seperti itu.

Mendengar perkataan sungmin, sontak kyuhyun maupun seohyun mengalihkan pandangan mereka ke arah lain dan melanjutkan makan mereka dalam diam.

"aku sudah selesai" seohyun berdiri dan segera berjalan ke dapur untuk menaruh piring kosongnya ke wastafel.

"aku juga, min" kyuhyun berdiri namun tabgannya di tahan oleh sungmin.

"taruh saja piringnya disitu, nanti aku bawa kesana" titah sungmin seraya menunjuk meja dan wastafel bergantian menggunakan dagunya.
"baiklah" jawab kyuhyun singkat dan merebahkan dirinya di sofa.

Setelah menghabiskan makanannya, sungmin segera membereskan peralatan dan mencucinya.

.

.

"sungminnie, kyu, ini sudah terlalu sore sebaiknya aku pulang. Gomawo untuk hari ini" seohyun yang merasa sudah terlalu lama berada di apartemen sungmin memutuskan untuk pamit pulang. Lagi pula ia sudah cukup puas banyak mengobrol dengan sungmin dan kyuhyun tentang banyak hal sejak tadi.

"aku kira kau akan menginap disini.. besok kan hari sabtu..." pinta sungmin memelas melihat seohyun yang sudah menenteng tasnya.

"aku masih ada tugas yang belum kuselesaikan, min. Lain kali saja ne?" sungmin mengangguk mengerti

"baiklah.. hati-hati di jalan, seohyunnie.."

"ne.."

.

.

Sungmin kembali menutup pintu apartemennya setelah mengantar seohyun ke depan jalan. Melihat kyuhyun yang sedang serius menonton, timbul niat jahil dibenak sungmin.

Ia duduk disamping kyuhyun dan dengan sengaja meniup-niup telinga namjanya membuat kyuhyun beberapa kal menggaruk daun telinganya tanpa menyadari sungmin yang menahan tawanya. Kyuhyun yang terus-terusan merasa geli segera menolehkan kepalanya ke samping.

"geli, min" ucap kyuhyun sambil mencubit hidung sungmin lalu kembali menatap televisi

Tetapi bukan sungmin namanya kalau menurut begitu saja. Ia kembali meniup-niup telinga kyuhyun bahkan lebih kencang dari sebelumnya.

"kau benar-benar" kyuhyun yang tidak tahan akhirnya membalas dengan menggelitiki pinggang sungmin. Ia tahu kekasihnya sangat sensitive di bagian pinggang.

"hahahahahahahaha... hahahahaaha... ampunn... ampunnn Kyunieeeee... hahaha..."

Kyuhyun terus menggelitiki sungmin. Sampai mereka tidak sadar telah kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sofa yang mereka duduki dengan posisi kyuhyun yang hampir menindih tubh sungmin. Untung saja kyuhyun menahan tubuhnya menggunakan tangannya.
Mereka berpandangan cukup lama. Atmosfer canggung bahkan sangat terasa, tidak seperti biasanya. Dari jarak sedekat ini mereka dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain.

Tak sengaja kyuhyun melihat bibir sungmin yang sedikit terbuka. Sungguh, selama ini ia memang berhasil menahan hasratnya untuk mencium sungmin namun dengan posisi yang sangat mendukung seperti ini sepertinya otak pervertnya tidak bisa ditahan.

Dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya sambil terus menatap bibir sungmin. Sungmin yang menyadari hal itu langsung menutup matanya.

Saat ini jantung mereka berdua benar-benar berdetak tak karuan.

Semakin dekat.

Sungmin semakin memejamkan matanya.

'cup'

Hanya sebuah ciuman singkat namun dapat dipastikan bahwa mereka berdua sama-sama merasakan seperti terkena serangan jantung ketika bibir mereka saling bertemu.

Kyuhyun segera mengangkat kepalanya.

Sungmin membuka matanya perlahan. Ia yakin wajahnya saat ini sedang merona hebat. Ia tadi menahan nafasnya.

Baru saja sungmin mencoba untuk menatap kyuhyun namun lagi-lagi ia memejamkan matanya erat saat kyuhyun mendekatkan wajahnya lagi.

Dan kyuhyun, ia seperti terhipnotis dan entahlah tiba-tiba saja ia kembali mencium sungmin. Bahkan kali ini ciumannya lebih lama.

Sungmin dan kyuhyun memang tak bersuara namun mereka sama-sama berucap dalam hati mereka bahwa mereka tidak akan pernah melupakan momen ini..

Tapi akankah momen ini dapat menjamin kisah cinta mereka?

Belum tentu..

TBC/end?

Chapter 3 dataaaangggggg... adakah yang menunggu ff ini? #ga adaaaa# #author pundung T.T#
Gimana dengan chapter ini? Memuaskan kah? Atau kebalikannya? Tolong berikan komentar yaaa... kalau tidak beri komentar itu berarti chapter ini tidak bagus bagi kalian... :'(

Saya udah bales beberapa review tetapi ada review yang tidak bisa saya balas karena saya ngga ngerti caranya /plakk/ soalnya di beberapa review ada yang nama penulis reviewnya berwarna hitam dan ngga bisa saya klik.. kalo ada yang ngerti caranya tolong kasih tau saya ya..

Okedeh, segini aja untuk chapter ini..

Sekali lagi terima kasih untuk yang mereview di chapter kemarin, kalian adalah penyemangat saya! *kisseuuu~*

dan untuk chapter ini... Review, please?^^

see you next chap.. \(^-^)/