Heroine
By: Azusa TheBadGirl a.k.a Fujoshi Nyasar
Disclaimer: Masashi Kishimoto for Charakter
Kucing perak for cinderella's Story
Pair : NaruSasu & ItaFemKyuu
.
.
Chapter 4
Oke..ini tiga jam terlama dalam hidup Naruto dimana ia harus terus berdiri layaknya sedang mengikuti upacara bendera saat di SMA dulu. Demi kepala sekolahnya yang botak, bahkan saat sekolah dulu Naruto sering bolos mengikuti upacara sekolah dan memilih tiduran di atap sekolah! Dan sekarang ia harus berdiri, diam tak bergerak saat tuan mudanya yang aneh—benar-benar autis terus memelototinya meski sesekali ia berkedip, tapi tetap saja itu membuat Naruto jengkel. Apa mau orang ini sebernanya?!
Apa ia begitu terpesona dengan mata indahku?
Ujar batinnya—narsis.
Ini pasti pertama kalinya ia melihat orang yang matanya biru. Tapi tak perlu seperti ini juga kaaaaaannn?
Meski terlihat kalem di luar, inner Naruto sudah menjambak rambutnya berkali-kali.
Aku harus protes! Ini tidak bisa dibiarkan!
Naruto membatin tidak jelas. Menarik nafas perlahan.
"Huff.. Sasuke –sama, maafkan saya tapi sampai berapa lama saya harus berdiri seperti ini?" Akhirnya Naruto tidak tahan juga untuk memprotes Sasuke yang sudah semena-mena padanya.
Sasuke tidak berkutik. Tetap diam bagai patung yang terbuat dari porselen. Ah andai ia benar-benar patung pasti sudah dihancurkan sejak tadi oleh Naruto sebelum kakinya kesemutan seperti sekarang ini.
"Sasuke-sama?" Naruto tidak akan menyerah, kakinya sudah mati rasa sekarang. Ia melamar sebagai pelayan sialan! Bukan tentara!
"Kamu capek?" ujar Sasuke dengan tampang polos.
"Ya, Sasuke-sama. Bolehkah saya kembali ke dapur?"
Tentu saja, Brengsek! Aku sudah tidak sanggup lagi tahu!
Naruto menjawab pertanyaannya sendiri—sinting.
Sasuke menggeser duduknya. "Duduk sini,"
Naruto menaikkan alisnya. "Saya rasa lebih baik saya kembali ke dapur saja Sasuke-sama,"
Sasuke tetap menatap Naruto lekat. Pasrah. Akhirnya Naruto berjalan ke sofa sambil meringis karena karena kakinya kaku. Lalu duduk perlahan disebelah Sasuke. Sejenk merasa nyaman karena akhirnya bisa duduk. Dia pijit-pijit dengkulnya yang sakit. Tiba-tiba sebuah buku yang cukup tebal ada di hadapannya. Naruto melirik Sasuke yang sedang memegang buku itu sambil terus menatapnya.
"Ada apa?" tanya Naruto dengan sebelah alis terangkat.
"Baca kan!" perintah Sasuke—bossy.
Naruto kembali menatap buku di depannya. Diambilnya buku itu dari tangan Sasuke. Di baca cover depannya 'Kumpulan Cerita-Cerita dongeng Seluruh Dunia'
Naruto tersenyum kecil.
Ternyata buku dongeng…
Sudah seumur ini masih suka buku dongeng.
"Kau mau ku bacakan cerita apa?" tanya Naruto dengan manis
"Hansel dan Greetel," jawab Sasuke, dengan ekspresi stoic.
"Baiklah," Naruto membuka daftar isi dan mencari halaman dongeng Hansel dan Greetel berada. Dan mulai membacakan untuk Sasuke.
Xxx
Universitas Konoha…
Di salah satu tempat di kampus..
Itachi menggenggam kertas di tangannya erat, seringai tertampang jelas di bibir tipisnya. Entah bagaimana caranya Uchiha sulung bisa membuat petugas TU memberikan apa yang dia inginkan. Bahkan, Itachi membuat orang-orang di dalam TU tersebut memuji-muji dirinya sambil mengelap keringat mereka sendiri. Ha—ah, tampaknya Itachi benar-benar mengeluarkan jurus me-nerror-nya agar keinginannya terwujud. Walaupun, keinginannya tersebut bisa dibilang sangat aneh, dan terlalu obsesif.
Itachi melihat hasil print out data mahasiswi yang ia lihat kemarin. Dia tatap foto berukuran 3x4 itu yang menampilkan perempuan berambut melewati bahu dan memakai almamater kampusnya. itachi berfokus pada wajahnya. Menilik setiap guratan garis pada wajah di dalam foto tersebut.
Biasa saja. Tidak terlalu cantik juga tidak terlalu jelek.
Tampang pas-pasan yang sering ada di sekelilingnya.
Bahkan mantan-mantan mainan ku masih lebih enak dilihat dari dia …
Meski tanpa sadar Itachi mengelus-elus foto itu seakan sedang menumpahkan rasa rindunya kepada gadis itu.
Tuhan, tapi….
Aku..
Kenapa?
Tidak bisa…
Ng..
Komentar lagi?
Itachi mendengus pelan—mulai semakin pusing dengan tingkah lakunya sendiri. Lalu fokusnya beralih pada data di sebelah foto itu.
Jadi namanya Kurama Kyuubi? Aku belum pernah dengar marga Kurama. Hmm.. baru 18 tahun, anak semester 2 fakultas ekonomi jurusan akuntansi. Alamatnya..
Sadar atau tidak mata Itachi berbinar saat melihat alamat yang ada di kertas itu. Dan bibirnya tertarik hingga melukiskan sebuah senyuman.
Itachi berjalan sambil terus menatap wajah yang ada di foto. Menerka-nerka apa yang membuat gadis ini menarik perhatiannya. Saat sadar ia sudah ada didepan mobil sport-nya.
Itachi tercengang sendiri.
Hah?! Kenapa aku kesini? Harusnya aku menuju ruang dosen. Aiiish.. ada dengan ku? Badanku seperti bergerak sendiri.
Itachi akan berbalik arah menuju ruang dosen, namun tiba-tiba langkah kakinya terhentikan.
Aku…
Itachi membalikan tubuhnya hendak mendekati mobilnya kembali. Tetapi, lagi-lagi perang batin di dalam dirinya tiba.
Pergi? Dosen? Pergi? Dosen?
Itachi menimbang-nimbang keputusannya sampai dia merasa frustasi dan mengacak-acak rambutnya sendiri.
ASTAGA!
NIGHTMARE…
Itachi menghentikan kegilaannya yang dia lakukan di tengah-tengah parkiran. Ia menatap nanar ke depan—tidak mengerti dengan dirinya yang berubah sangat drastis ketika sudah bertemu dengan gadis biasa tersebut.
"Kenapa aku menjadi seperti ini..," bisik Uchiha sulung—merana.
Xxx
Naruto pucat pasi.
Apa-apaan ini?! Dongeng macam apa ini? Masa' dongeng seperti ini?!
Naruto menatap horor buku yang dipegangnya. Buku kumpulan dongeng itu bukan buku dongeng yang biasa di ceritakan kepada anak-anak. Dibanding dongeng, buku itu lebih cocok disebut sebagai buku kriminal.
Bukankah ending Hansel dan Greetel itu happy end? Mereka bisa kabur dari nenek sihir dan kembali pada ayah mereka? Kenapa cerita dibuku ini hansel dan gretel mati di jadikan makanan oleh si nenek sihir? Buku ini salah cetak? Belum lagi bagaimana sang nenek sihir mengkuliti dan memotong anak malang itu di ceritakan dengan detail.
Naruto menelan ludahnya.
"Sasuke-sama.. kita ganticerita saja ya? Yang ini agak aneh," tanpa menunggu persetujuan Sasuke yang sejak tad diam dan menatapnya, Naruto langsung mengganti ke bab selanjutnya.
Cinderella…?
Huuf.. ini pasti aman
Naruto kembali membacakan cerita untuk Sasuke
Xxx
Haah.. apa yang kulakukan disini sebenarnya?
Setelah Itachi tobat untuk sesaat, dan urusan dengan dosen terselesaikan Itachi langsung memacu mobilnya—tanpa sadar—ke…
alamat yang sudah terpatri di otaknya?
Itachi mendengus bosan saat menatap sebuah apartemen kelas menengah ke bawah didepannya. Apartemen Kurama Kyuubi. Dari jadwal kuliah Kyuubi yang juga itachi dapatkan. Ia tahu kalau hari ini Kyuu tidak ada mata kuliah atau libur. Jadilah ia pergi ke apartemennya.
Apa sebaiknya aku masuk dan menemuinya? Tapi untuk apa? Menanyakan kenapa dia selalu ada dalam pikiranku? Oh, yeah~ Itu sangat keren. Langsung tembak saja, dan aku…
ASTAGA!
Apa yang kau pikirkan Itachi?
Dia pasti pikir aku gila! Aku bahkan berpikir aku memang sudah gila!
Untuk kesekian kalinya di dalam hari ini, Itachi mengacak rambutnya frutasi. Namun, setelah itu, dia tersadar jika dia mengacak-acak rambutnya terus, penampilannya tidak akan maksimal kalau-kalu sang pujaan hati memunculkan wujudnya. Akhirnya dia hanya diam menatap apartemen itu. Berharap Kyuubi keluar dari apartemennya dan itachi bisa melihatnya diam-diam. Belajar menjadi stalker. Bagaimana pun perasaan rindu yang aneh itu masih ada. Foto saja belum cukup. Dia harus menatap, dan melihat gadis tersebut.
Xxx
"Tidak lama setelah itu, si ibu tiri manggil Cinderella lagi. Dia yang tadinya sedang makan di dapur barsama dengan kucing peliharaannya pun bergegas ke ruang makan. Padahal makannya belum selesai. Ibu tiri manggil dia karena dia ingin Cinderella masak lagi. Kerena hidangan yang ada di meja sudah habis tidak seperti biasa,hidangan malam itu enak sekali . Sang ibu tiri ingin Cinderella memasak masakan yang sama persis dengan itu buat kedua anaknya. Meski jahat kepada Cinderella, tapi beliau sayang sekali dengan anak-anaknya sendiri."
Naruto membacakan dongeng untuk Sasuke dengan serius. Berbeda dengan dongen yang salah cetak tadi ini lebih mirip dengan dongen yang biasa ia dengar.
"Kakak-kakak tiri tidak akan bisa memakannya ujar cinderllela. Si ibu tiri nanya 'kenapa? Apakah karena dagingnya sudah habis?'. Cinderella menjawab: "Jika daging bisa saya usahakan, Bu. Tapi meski mungkin nanti saya membuatkannya lagi, kakak-kakak tetap tidak akan memakannya. Setidaknya tidak bisa memakannya sendiri. Kecuali kalau Ibu yang membantu mereka.'…" Naruto asik sendiri membaca dongeng, tak ingat kalau ia berdua di kamar Sasuke.
"Beliau tidak mengerti maksudnya. 'Apa maksudmu mereka sakit hingga tidak bisa makan sendiri?'. Cinderella lalu berkata: 'Saya ragu sekarang mereka masih bisa merasakan sakit.' Sebelum sang ibu tiri bertanya lebih jauh, Cinderella jalan menuju pengontrol lampu hias yang ada di ruang makan itu, dekat pintu. Dia ngebuka kotak pengontrol dan memutarkan semacam alat pengayuh dengan kedua tangannya."
Entah kenapa Naruto mulai merinding. Namun tetap melanjutkan membaca karena penasaran.
"Bersamaan dengan itu, kedengaranlah sebuah bunyi rantai. Rantai yang menahan tergantungnya lampu hias yang terletak tepat di atas meja makan besar tersebut. Begitu lampu hias besar tersebut berada sekitar 30 senti di atas permukaan hidangan yang sudah kosong… sang ibu tiri berteriak histeris."
"Karena di dua tempat di mana seharusnya penutup bohlam berbentuk kuncup bunga besar berada… terletak dua kepala dari kakak-kakak tirinya Cinderella, alias kedua anak dari ibu tiri tadi."
"EEEEEHHH!" Naruto berteriak histeris sendiri saat membaca bagian itu. "Ke-kenapa ceritanya begini?!"
"Du- dua kepala itu terlihat pucat. Rambut mereka kering berantakan. Dari mulut mereka yang terbuka, terlihat bohlam lampu kuning yang menembus masuk dari leher, menyala indah menerangi isi mulut mereka yang tadinya gelap. Mata mereka setengah terbuka, sayu, melihat dengan pandangan kosong ke bawah, ke arah piring-piring yang telah kosong." Naruto gemetaran membacanya. Lalu tiba-tiba merasakan benda basah dipipinya.
"Huwaaaaaaaa!" Naruto yang memang sedang ketakutan langsung loncat dari sofa yang didudukinya. Kaget. Matanya melotot melihat Sasuke yang sedang menjilat bibirnya sendiri.
"A-apa yang anda lalukan?" langsung tersadar kalau sejak tadi ia tidaksendirian. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya kalau Sasuke akan memakannya. Seperti halnya cinderella yang sadis.
"Kamu enak.." ujar Sasuke kalem. Sambil menatap Naruto intens.
"Aa.." Naruto tercekat. Mulutnya terbuka lebar. Lalu berlari keluar kamar Sasuke secepatnya sambil berteriak ketakutan.
"Jangan makan akuuuuuuu!"
TBC
Mumpung lagi semangat n ada waktu fujo coba apdet cepet^^
Setelah ini ga tau apa masih bisa apdet cepet apa gak. Pr fujo lagi banyak banget T.T
Itu cerita Cinderella punya author Kucing Perak. Cerita itu ada di fic dia yang judulnya Tsunderella Itakyuu Style. Kalo mau baca yang lengkap silahkan baca fic dia. Fujo Cuma ambil dikit doang buat kelangsungan fic ini. Soalnya ga tau mau nulis dongeng serem kayak gimana.. terpaksa plagiat dikit hehehe gomen ne fujo ga kreatif .v
Lagi – lagi fujo minta maaf karna ga di balasin satu-satu.. tingkat kemalasan fujo bener2 parah tapi fujo sangat berterima kasih banget buat yang uda baca, apalagi review hehehe
Thanks a lot for :
Ca kun, UzuChiha Rin, kyuu al zahra, Gunchan CacuNalu Polepel, laila. , Namikazevi, KID, Vanzye, nasusay, Farenheit July, Twingwing RuRaKe, I don't care about Taz, devilluke ryu shin, Namikaze lin-chan, Earl Louisia vi Duivel, michaelis yuki, blue minra, Imperiale Nazwa-chan, Guest
Buat yang nanya apa di fic ini ada lemon atau ga : fujo naro fic ini di rate M jadi psti ada lemon hehehe.. mungkin chap depan uda mulai lime*smirk
Buat yang nanya kenapa Kyuubinya cewek : Itu biar Uchiha punya keturunan.. uda fujo rencanain ntar mereka punya anak.. terus nanti itu bocah nemu heroine pas masih TK*ngakak* umur 5 tau uda ngejar-ngejar pasangannya hehehe.. masih rencana sih, kalo sempet di bikin
Review lagi?
