No Other Love (KyuMin)
Chapter 4
Happy reading^^~
.
.
.
.
*sungmin's pov*
Aku terbangun tepat setelah mendengar ringtone asing dari ponsel yang mungkin ada di dalam ranselku, kalau tidak salah bunyinya terdengar dari sana.
Dengan langkah gontai aku beranjak dari tempat tidur, memastikan bahwa aku tidak salah dengar. Mengapa ringtone-ku berubah menjadi lagu 'snsd – i got the boy'?
Benar. Ini bukan ponselku, pantas saja. Lalu bagaimana ini..
'klik'
"yeoboseyo" sapaku. Semoga saja yang menelepon bukan pemilik ponsel ini. Aku takut dikira mencuri.. hiiiii... aku ngeri membayangkan di penjara karena dituduh mencuri #min lebay-,-# #ditabok sungmin#
"sungminnie.." aku kenal suara ini. Seperti suara...
"seonnie? Kau kenal dengan pemilik ponsel ini?" untung saja ini seohyun, aku bisa menanyakannya siapa pemilik ponsel asing ini
"mwo... itu ponselku"
"mwo?" mendengarnya, aku kaget. Sesaat kemudian aku menepuk dahiku. Kenapa aku tidak kepikiran. Memangnya siapa lagi temanku yang penggila snsd selain seohyun. Ckckck
"mengapa bisa ada padaku?"
"kemarin kau meminjam ponselku untuk menghubungi leeteuk ahjumma. Belum sempat kau kembalikan ternyata jungmo oppa sudah menjemputku. Yaa.. kira-kira seperti itu. Kau lupa?" ah. Aku ingat. Bahkan aku sendiri yang menyimpan ponsel seohyun ke dalam ranselku. Aish, aku pelupa sekali, rutukku.
"hehehe.. mianhe seonnie. Mau ku kembalikan kapan?"
"hari ini... bisakah?" sejenak aku meningat apa jadwalku hari ini. Kalian mengira aku sok sibuk? Bukan, hanya saja kalian tahu sendiri kalau aku itu pelupa. Kekekeke~
"hm.. hari ini ya?" kalau tidak salah aku sudah berjanji pada eomma untuk main ke rumah mengingat sudah lebih dari sebulan aku tinggal di apartemen dan belum sempat main kesana.
"ne.. tapi, kalau tidak bisa jangan dipaksakan, senin saja di kampus"
Ah! Aku tahu!
"ani. ani. tenang saja, hari ini ponselmu akan kembali tapi bukan aku yang mengembalikannya karena aku harus ke rumah orangtuaku"
"maksudmu?" tanya seohyun yang belum nyambung
"kau tunggu saja disana. annyeong seonnie"
"hm, baiklah. Annyeong minnie"
'klik'
*sungmin's pov end*
.
.
.
.
*kyuhyun's pov*
'ting tong'
Aku menekan bel apartemen yang ada didepanku dengan ragu, khawatir kalau pemiliknya sedang pergi mengingat ini kedatanganku yang bisa dibilang cukup mendadak. Tak dapat dipungkiri, aku sempat kaget ketika sungmin memintaku untuk pergi ke apartemen seohyun, tetapi mendengar alasannya, aku mengerti. Lagipula ini cukup menyenangkan bagiku.
'cklek'
"kyu?"
Begitu mendengar pintu terbuka, aku memasang wajah lega. Setidaknya kedatanganku tidak sia-sia.
Melihat seohyun memegang handuk dan sedang mengeringkan rambut panjangnya, aku terdiam sesaat. Sungguh, dia terlihat sangat cantik. Sepertinya ia baru selesai mandi. "boleh aku masuk?" tanyaku reflek. Aku tidak ingin cepat-cepat pergi dari sini.
ia menggeser sedikit tubuhnya yang menghalangi pintu. "tentu. Masuklah.."
Aku melangkah masuk. Memandangi sebuah sofa dan memutuskan duduk disana setelahnya, sedangkan seohyun entah pergi kemana, mungkin ia menyimpan handuknya.
Tak lama ia kembali, duduk didepanku.
"dimana sungmin?"
"sungmin ke rumahnya. Ia memintaku mengembalikan ponselmu, apa ia tidak memberitahu sebelumnya?"
"ahh.. iya, aku sudah diberi tahu sebelumnya. Kukira ia hanya bercanda, ia sering mengerjaiku" seohyun terkekeh, aku tersenyum membalasnya. Mengakui sifat yeojachinguku yang memang sedikit jahil, mungkin terbawa sifatku.
"ini... ponselmu" ucapku cepat, baru menyadari tujuan awalku.
Kami terdiam setelahnya. situasi seperti ini membuatku agak bingung ingin melakukan apa. Seharusnya tadi aku langsung saja mengembalikan ponselnya di depan pintu dan segera pulang. Tapi entah mengapa mulutku dengan reflek meminta izin untuk mampir sebentar.
"gomawo" kata seohyun setelah meraih ponselnya dari genggamanku, menatap benda kecil berwarna putih itu dengan berbinar. Lama memperhatikan dia, aku tidak sadar seohyun kini balas menatapku. Sekilas aku menaikkan alis, bertanya ada apa.
"apa yang ingin kau minum?" tanyanya setelah menyimpan ponsel ke dalam saku celananya.
"apa saja" aku sedang tidak haus, apa saja tidak masalah.
"baiklah. Tunggu sebentar"
Aku mengangguk. Setelah seohyun pergi, aku memandangi beberapa foto yang terpajang dengan rapi di dinding. Aku mengakui bahwa seohyun pandai menata ruangan.
Tatapanku terhenti kala melihat foto seohyun dengan seorang lelaki tinggi. Lelaki itu memeluk seohyun dari belakang, sepertinya mereka sangat dekat. Namjachingunya, mungkin. Dan aku tidak suka melihatnya.
kupandangi wajah mereka. mirip. Semoga saja tidak berjodoh, batinku.
"kyu? Melamun?" suara lembut seohyun menyadarkanku. Aku meraih teh yang sudah ada didepanku, meneguknya sekali.
"bagaimana kuliahmu?"
"cukup baik. Bagaimana pekerjaanmu?"
"baik. Sesekali kau boleh main kesana" ia tersenyum dan mengangguk.
"kyu.. mianhe menanyakan hal seperti ini. Tapi..." kulihat ada keraguan besar di matanya. Sepertinya ia tak yakin akan hal yang ingin ia tanyakan. Aku diam, membiarkan seohyun melanjutkan kalimatnya.
"apa kau benar-benar... mencintai sungmin?"
'DEG'
Mengapa.. ia bertanya seperti itu.. kulihat tatapannya penuh harap. Sebenarnya apa yang ia harapkan dari jawabanku?
Aku bingung, sungguh. Kalau saja ia bertanya apakah aku menyayangi sungmin sudah pasti dengan cepat aku menjawab IYA. Tapi pertanyaannya.. mencintai? Aku saja belum yakin dengan perasaanku.
Aku harus jawab apa?
"aku hanya.. menyayanginya"
Seohyun melebarkan matanya. "be- benarkah?" Aku mengangguk. Ya, aku menyayanginya. dan apa yang terjadi selanjutnya benar-benar diluar perkiraanku.
Seohyun memelukku.
"kyu" panggilnya. Ia melepaskan pelukan kami, mendongak untuk menatapku.
"hm?" aku mengangkat alis, bertanya.
"aku... aku.. menyukaimu. Mianhe.." MWOOO? apa aku tidak salah dengar... ia menyukaiku?
"kau... dewasa, baik, perhatian, penyayang.. aku iri melihatmu memperlakukan sungmin seperti itu. Aku sadar aku bukan siapa-siapa sedangkan sungmin adalah kekasihmu, tapi.. mendengar kau hanya menyayanginya bolehkan aku berharap? Hiks... aku sangat jahat pada sungminnie..." seohyun menumpahkan apa yang ada dipikiranya. Aku yakin ia merasa sangat bersalah kepada sungmin karena mengharapkanku. Bagaimanapun sungmin adalah sahabatnya. dan yang pasti sungmin adalah wanita yang sangat baik, ia pasti mau mengerti seohyun. Ya, aku yakin.
"sssttt.. uljimma..."
"kyu... apa kau.. mencintaiku?" tanyanya lirih, kembali membuatku berpikir keras pasalnya aku kurang mengerti tentang cinta dan mencintai. Seohyun cantik, anggun, dewasa, sepertinya memang tipeku. Apa itu artinya aku mencintainya?
"kita hadapi sungmin bersama" ia melebarkan matanya. Sepertinya ia mengerti maksudku tanpa aku harus mengatakannya dengan kalimat.
*kyuhyun's pov end*
.
.
.
.
"pulang saja kerumah, chagi"
Leeteuk memandangi wajah putri tunggalnya, sedikit melepas kerinduan.
"mianhe eomma" sungmin menarik nafas cukup dalam "aku ingin mandiri..." helaan nafasnya menyatu dengan terpaan angin. Suasana taman belakang rumah keluarga Lee memang menjadi tempat favorite sungmin untuk bermanja dengan sang ibu. Seperti saat ini, mereka duduk di bangku taman kecil itu dengan sungmin yang bersender di dada leeteuk.
"siapa yang menjagamu disana?" tanya leeteuk sedih, mempererat pelukannya pada gadis kecilnya yang tengah beranjak dewasa kini.
"apartemen kyunnie tidak jauh dari sana, eomma.. kyunnie pasti menjagaku" jawab sungmin yakin, tak tahu hubungannya yang akan segera kandas.
Leeteuk mengangguk dan mengelus kepala sungmin sayang.
Ia memang percaya kyuhyun akan menjaga putrinya tapi ia cukup tahu mengenai kyuhyun yang sebenarnya belum mencintai sungmin, ia hanya takut suatu saat kyuhyun bosan dengan permintaan eommanya-heechul- dan meninggalkan sungmin.
Ia tidak siap akan hal itu, ditambah dengan berbagai ucapan sungmin tentang kyuhyun yang kentara sekali bahwa anak gadisnya sudah jatuh hati pada kyuhyun.
"min.. jawab yang sebenarnya.." leeteuk menghentikan usapannya, menatap sungmin yang telah duduk bersender dibangku dengan tatapan bingung akan perkataan dirinya.
"tentang apa?"
"kau... mencintai kyuhyun?" tanya leeteuk disertai senyuman angel miliknya.
Tak ada jawaban memang. Hanya anggukan kecil dan wajah sungmin yang memerah sudah mewakili jawaban yang sesungguhnya dari dalam hati yeoja itu.
Leeteuk terkekeh memandang sungmin yang terlihat canggung, anggukan kepalanya bahkan sangat terlihat kaku.
"eomma mengerti.."
Kesimpulan leeteuk menambah rona dipipi sungmin.
.
.
.
.
Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan sejak 5 menit yang lalu mereka berada di mobil milik kyuhyun.
Seohyun masih menundukkan wajahnya, matanya sembab menandakan bahwa ia baru saja selesai menangis. Ia tidak menyangka kali ini ia menjadi pihak ketiga dalam hubungan seseorang, dan seseorang itu adalah sahabatnya sendiri. Tak pernah sekalipun terlintas dibenaknya, karena ia pernah merasakan berada di posisi sungmin. Namun ego nya kembali menguasai hati, ia tidak mau kehilangan pria yang ia cintai untuk yang kedua kalinya.
Kyuhyun menolehkan kepalanya. Tangannya masih memegang kemudi di depannya.
"sudah siap?" tanyanya pelan kepada yeoja yang baru saja berganti status menjadi kekasihnya. Tidak menyangka memang, yeoja yang beberapa minggu ini baru dikenalnya melalui sungmin kini sudah menjadi kekasihnya.
Mereka memutuskan untuk menyelesaikan hubungan kyuhyun dengan sungmin malam ini juga.
"aku takut.." lirih seohyun. Sebesar apapun ego nya, bagaimana juga sungmin adalah sahabat terbaiknya sejak kecil. Tak dapat ia pungkiri, sungmin terlihat sekali mencintai kyuhyun dan kini ia mengambil kyuhyun dari sungmin.
Mengerti dengan perasaan seohyun, kyuhyun melepaskan genggaman tangan kirinya dari stir beralih mengelus kepala seohyun, bermaksud menenangkan.
"aku yang akan bicara" ucapnya tegas, berbanding terbalik dengan hatinya yang sebenarnya gelisah sedari tadi namun ia tak menunjukkan itu di hadapan seohyun.
Seohyun memang harus menghadapi sungmin, sedangkan dirinya harus menghadapi sungmin dan ibunya serta lee ahjumma. Kepalanya serasa ingin pecah membayangkan bagaimana reaksi ketiga orang yang disayanginya itu, terutama eommanya-heechul-. Tapiiiii.. bukankah sang eomma memintanya berpacaran dengan sungmin karena ia saat itu ia belum memiliki kekasih? Dan sekarang sudah ada seohyun disampingnya, mungkin bisa membuat eommanya mengerti.. semoga saja..
Kyuhyun menghela nafas sebelum menginjak gas dan menuju apartemen sungmin.
.
.
.
.
Suara decitan ban dan mesin yang baru saja berhenti mengisi keheningan di depan apartemen sungmin.
Lampu apartemen yang masih menyala menandakan bahwa sang pemilik belum tidur.
Mereka berpandangan sejenak. Seperti tersadar, kyuhyun segera keluar, mengitari bagian depan mobilnya dan beralih membukakan pintu untuk seohyun.
"gomawo.."
"hm.. ayo masuk" kyuhyun menggenggam tangan seohyun erat, memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja dan melangkah memasuki gedung besar dihadapan mereka.
.
.
.
.
'ting tong'
Mendengar bel apartemennya berbunyi, sungmin mempercepat suapan terakhirnya. Ia baru sempat makan malam, mengerjakan tugas kuliah yang sangat banyak membuatnya lupa waktu.
'ting tong'
Tidak sabaran sekali, batinnya. Sekilas ia melirik jam dinding yang tergantung di ruang tamu. pukul 10 malam. Terlalu malam untuk seseorang bertamu. Tak ingin berfikir terlalu lama, ia membukakan pintu
'cklek'
"kyunnie? Seonnie?" sungmin menatap kedua orang yang berdiri didepan pintu apartemennya. Berbeda dengan wajah sang namja yang terlihat tenang dan yeoja disebelahnya yang menunduk takut.
"boleh kami masuk?"
Mendengar pertanyaan kyuhyun membuat alis sungmin bertaut. Tidak biasanya kyuhyun sekaku ini padanya, kyuhyun yang biasanya pasti cuek dan tidak pernah meminta ijin masuk ke dalam apartemennya.
Seolah mengerti dengan kebingungan sungmin, kyuhyun meralat ucapannya "ah, ayo masuk" dan menarik tangan seohyun yang sedari tadi masih ia genggam untuk masuk ke dalam. Sedangkan sungmin... ia semakin bingung dan memilih untuk menutup pintu apartemennya, bergabung dengan seohyun dan kyuhyun yang sudah duduk setelahnya.
"ada apa sebenarnya? Mengapa datang malam sekali?" mereka duduk saling berhadapan di masing-masing sofa single yang tersedia di ruang tamu sungmin.
"maaf kalau kami mengganggu, bisa kita bicara serius sebentar, minnie?" kyuhyun menegakkan posisi duduknya bermaksud mempersiapkan dirinya akan segala yang akan ia terima nantinya.
Sungmin yang sedari awal sudah merasa aneh dengan segera mengangguk. Mungkin saja kyuhyun akan menjelaskan apa yang membuat mereka terjebak dalam suasana canggung seperti ini.
"minnie, mianhe. Kami..."
'cklek'
"min- kyuhyun? Seohyun?"
Dengan serentak ketiga orang yang sedang duduk di sofa tersebut menolehkan pandangan mereka ke arah pintu. Leeteuk melangkah masuk.
"apa eomma mengganggu kalian?" leeteuk berjalan mendekati sofa, menebarkan senyum angel miliknya, tak lupa dengan menenteng paperbag berisi camilan milik sungmin yang tertinggal dirumah.
Melihat apa yang ditenteng sang eomma, sungmin berdiri dan mengambil paperbag tersebut.
"mianhe, eomma.. aku lupa" cengiran khas sungmin tak ketinggalan ketika yeoja imut itu mengucapkan kata 'lupa'. Menyesali kebiasaannya yang satu itu, susah sekali dihilangkan.
Seohyun yang melihat sungmin kembali bersikap biasa, menghela nafasnya lega. Setidaknya ia bisa sedikit bersiap sebelum menyaksikan pengakuan kyuhyun, bagaimana pun ini menyangkut dirinya seperti tadi yang menurutnya sangat tiba-tiba sehingga ia memilih untuk menundukkan kepalanya terus-terusan.
Kyuhyun berdiri , berjalan mendekati leeteuk dan sungmin sebelum menunduk mengucapkan salam.
"annyeonghaseyo ahjumma" kyuhyun melirik seohyun berniat menyuruh yeoja itu untuk ikut mengucapkan salam.
"ah. Annyeonghaseyo ahjumma" sapa seohyun setelah mengerti arti tatapan kyuhyun.
Leeteuk tersenyum-lagi- dan menatap keduanya bergantian, ia menangkap ada sesuatu yang aneh dari cara mereka saling memandang. Lalu beralih menatap sungmin dengan pandangan bertanya yang hanya dijawab dengan gelengan dari sungmin pasalnya yeoja itu juga belum tahu apa alasan kyuhyun datang bersama seohyun selarut ini ke apartemennya.
Sungmin sedikit tersentak saat tiba-tiba leeteuk membisikkan sesuatu ditelinganya. Bisikan singkat namun cukup membuat sungmin mengerutkan alisnya entah untuk yang keberapa kali dalam seharian ini.
"baiklah, sepertinya ada yang harus kalian bicarakan. Selesaikanlah dengan baik-baik. Eomma pulang dulu.." mengerti situasi, leeteuk memutuskan untuk segera pulang. Dengan lembut dipeluknya sungmin dan mencium dahi putrinya. Lalu tersenyum pada kyuhyun dan seohyun yang sedikit kaget mendengar kalimat leeteuk barusan yang seperti sudah mengerti apa yang ingin mereka bicarakan.
"hati-hati dijalan ahjumma..." ucap kyuhyun cukup keras seraya melambai kecil ke arah leeteuk yang baru saja duduk di mobilnya.
Melihat mobil sang eomma yang semakin menjauh entah mengapa sungmin menjadi resah. Apa maksud perkataan eommanya tadi? Apa mungkin ada hubungannya dengan yang dibisikkan eommanya tadi?
"min, ayo masuk" tanpa sadar kyuhyun merangkul sungmin untuk masuk kembali, kebiasaan menjadi namjachingu sungmin masih belum bisa sepenuhnya ia lupakan. Sungmin hanya mengangguk dan mengikuti langkah kyuhyun.
Seohyun mengangkat kepalanya, melihat tangan kyuhyun yang berada di bahu sungmin membuat ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kyuhyun yang menyadari itu dengan cepat melepaskan rangkulannya.
Setelah kembali duduk, kyuhyun menghela nafas sebentar.
"min, aku tau mungkin ini memberatkanmu atau... mungkin ini tidak ada artinya bagimu" bohong. Kyuhyun bohong mengatakan ini tidak ada artinya bagi sungmin. Ia sangat tahu pasti ini akan memberatkan sungmin, ia tahu sungmin mencintainya. Hanya orang bodoh yang tidak mengetahui hal itu.
"tapi aku harus jujur. awalnya aku tidak ada perasaan apapun padamu, min. Eomma-ku yang memintaku untuk berpacaran denganmu karena aku yang tak kunjung memiliki kekasih. Aku menuruti kemauannya, dan beberapa bulan ini aku sadar kalau aku memiliki perasaan padamu.."
Sungmin maupun seohyun menatap kyuhyun dengan dua pandangan berbeda, menanti kelanjutan kalimat kyuhyun.
"aku sadar kalau aku... menyayangimu. Aku seperti memiliki seorang dongsaeng, aku sangat senang dengan keberadaanmu.. tapi sudah seharusnya bukan hanya rasa sayang yang dibutuhkan untuk menjalin hubungan yang serius"
'DEG'
Hancur. Sangat hancur mendengar pengakuan kyuhyun, ini terlalu menyakitkan bagi sungmin. Hanya sebatas rasa itukah yang dirasakan kyuhyun sedangkan saat ini ia merasa bahwa ia sudah sangat mencintai kyuhyun? Sungmin mati-matian menjaga airmatanya. Tidak. Ia tidak boleh menangis saat ini. Apalagi ada seohyun, ia tidak mau terlihat rapuh di depan sahabatnya. Tak mau membuat sahabatnya ikut sedih melihat dirinya.
"aku.. mengerti" sekuat tenaga sungmin menjaga suaranya agar tak kedengaran menahan tangis. Ia tak mau memaksa kyuhyun untuk mencintainya, mungkin kyuhyun memiliki alasan yang tepat untuk tidak mencintainya.
"dan.. saat ini, aku sudah menemukan wanita yang aku cintai" perkataan kyuhyun kali ini membuat jantung sungmin berdetak seratus kali lebih cepat. Kalau untuk alasan lain mungkin sungmin bisa menerimanya, tetapi apa yang baru ia dengar, kyuhyun sudah menemukan wanita yang dicintainya? Itu berarti tak ada lagi harapan bagi sungmin, bukan?
Kyuhyun berdiri, melangkah menuju seohyun yang kini sudah meneteskan airmatanya.
Melihat hal itu membuat beberapa pemikiran buruk melintas diotak sungmin. Mungkinkah wanita itu...
"aku mencintai seohyun.. kami saling mencintai" ucap kyuhyun sambil menggenggam tangan seohyun.
Sungmin membeku di tempatnya. Bagai beberapa kabel yang baru saja menyatu, ia mengerti... jadi inikah maksud eommanya membisikkan kata-kata itu padanya tadi? Jadi eommanya sudah mengerti keadaan saat itu?
'bertahanlah.. kalau kau mencintainya, bertahanlah'
Mengapa harus seohyun, sahabatnya? Mengapa harus seohyun? Ingin sekali sungmin menyerukan pertanyaan itu pada kyuhyun, tapi suaranya tercekat ketika ingin mengatakan itu.
"mianhe, min.." ucap kyuhyun lirih. Kalau saja sungmin menangis itu akan terlihat lebih wajar, atau sungmin menamparnya, memakinya, ia terima tetapi jangan diam seperti ini. Melihat sungmin yang seperti sekarang membuat hatinya perih. Bahkan sungmin tak menunjukkan ekspresi apapun, hanya saja wajahnya terlihat pucat pasi.
"minnie-ah, mianhe.. aku.. aku mencintai kyuhyun.." sungmin beralih menatap sahabatnya. Tak memberi respon apapun, hanya memandang wajah seohyun. Ia seperti tak percaya sahabatnya tega melakukan itu. Haruskah ia membenci sahabatnya sendiri? Atau membenci kyuhyun? Atau membenci keduanya?
Akhirnya setetes airmata mengalir dipipi chubby sungmin. Yeoja imut itu dengan cepat menghapus airmatanya, lalu memandang kyuhyun dan seohyun bergantian sebelum membuka suaranya yang serak.
"aku..."
TBC/end?
*ngintip dari balik punggung kyuhyun* annyeoooong~ mianhe untuk update yang sangat ngaret T.T
Untuk kali ini saya ada dua alasan kenapa ngaret, pertama... saya baru aja selesai US hari ini jadinya seminggu yang lalu sampe kemaren bener-bener kehabisan ide gara-gara kebanyakan baca materi pelajaran dari kelas X sampe kelas XII.. ini rambut udah hampir kribo /plakkk/ kkkkk~
kedua.. sebenarnya saya sudah bilang dari awal kalau saya akan melanjutkan ff ini jika jumlah review meningkat disetiap chapternya. Chapter 2 menurun, chapter 3 juga lebih sedikit dibandingkan chapter 1 hiks... saya sedih banget, saya kira kalau saya tetep update setidaknya dichapter 3 akan bertambah dan ternyata... TIDAK T.T
jujur, saya jadi sedikit tidak bersemangat untuk melanjutkan ff ini :(
dan alasan saya tetap update chapter 4 ini karena saya merasa punya hutang sama readers yang udah bela-belain nge-review chapter sebelumnya. Saya sayang kaliaaaannnnn :') kalian adalah penyemangat saya..! jadi jangan pernah bosen untuk nge-review lagi yah^^
dan untuk chapter selanjutnya, mianhe.. kalau reviewnya tetap tidak bertambah saya terpaksa harus menghentikan ff ini. Saya memang membuat ff untuk menyalurkan hobi saya tetapi saya juga ingin mendapat dukungan dari readers, kritik juga gapapa supaya saya tahu kekurangan saya dan semoga aja bisa lebih baik lagi untuk chapter kedepannya.
Okedeh, cukup segini untuk chapter 4...
Review, please?^^
See you next chap.. \(^-^)/
