Heroine

By: Azusa TheBadGirl a.k.a Fujoshi Nyasar

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair : NaruSasu & ItaFemKyuu

.

.

Chapter 5

Naruto mendesah pelan ditempat tidurnya sambil terduduk kaku, matanya menatap lantai. Handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya setelah mandi masih ada dikepala meski ia sudah berpakaian santai untuk tidur.

"Ini hari yang melelahkan..." menghela nafas sekali lagi lalu membaringkan tubuhnya dengan kaki masih menjuntai di bawah. Mengingat-ingat kejadian hari ini yang masih terpatri jelas diotaknya. Hari pertama bertemu dengan majikannya yang aneh, berdiri selama tiga jam, membaca dongeng aneh yang seram lalu kejar-kejaran dengan majikannya. Setelah Naruto berlari ketakutan keluar kamar Sasuke, Sasuke lalu ikut bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Naruto sambil berteriak 'Mata jernih.. Mata jernih..'

Naruto jelas makin takut. Karena ia pikir Sasuke akan memutilasinya dan mengambil matanya karena Sasuke sangat tertarik dengan matanya. Akhirnya selama setengah jam lebih ia dan Sasuke belarian mengelilingi rumah besar Uchiha. Dan karena para pelayan lain menganggap Naruto sedang menemani Sasuke bermain kejar-kejaran, tak satu pun dari mereka yang membantu Naruto bersembunyi dari Sasuke hingga ia terus berlali dan membuat Sasuke emosi. Sasuke mengamuk. Dia melemparkan barang yang ditemuinya dengan brutal sambil berteriak-teriak marah. Sampai-sampai diperlukan tiga pelayan pria untuk menahannya dan menyuntikan obat penenang yang memang disediakan bila Sasuke sedang kumat. Hal itu membuat Naruto mendapatkan teguran dari Iruka. Iruka meminta Naruto mengalah kalau mereka sedang main bersama. Tentu saja Naruto protes dan mengadu apa yang terjadi padanya.

Dia salah sangka. Sasuke bukan kanibal meski suka kasar dan aneh. Buku dongeng itu Sasuke dapatkan dari ibunya saat ia masih kecil. Dan menjadi buku kasayangan Sasuke.

Naruto cemberut.

Ibu macam apa yang memberikan dan membacakan dongeng semengerikan itu pada anaknya? Ingin membuat anaknya jadi pskikopat? Jangan-jangan Sasuke jadi autis karena salah didik orang tuanya?

Naruto mulai berpikiran macam-macam tentang keluarga uchiha. Dia terus menerka-nerka apa yang membuat Sasuke seperti itu sampai akhirnya jatuh tertidur.

Xxx

Itachi tidak tahan lagi. Sudah seharian ia menunggu di depan apartemen Kurama Kyuubi agar bisa melihatnya diam-diam. Tapi wanita itu tak juga muncul. Kegelisannya makin parah. Seperti pengguna narkoba yang butuh narkoba secepatnya. Tak peduli pada keadaan dan linkungannya dia segera keluar dari mobil dan berlari masuk kealam gedung apartemen. Bagai orang kesetanan dia langsung menuju ke lantai tiga tempat Kyuubi berada.

Berlari cepat menaiki tangga apartemen.

Memencet belnya gila-gilaan. Dia sudah tidak tahan lagi ingin bertemu dengan Kyuubi.

Tak lama sesosok wanita yang menganggu ketenangannnya sejak kemarin muncul dari balik pintu dengan wajah heran. Baru saja Kyuubi mau membuka mulut, Itachi sudah langsung menubruk tubuhnya. Bagaikan singa kelaparan yang menerkam mangsanya. Itachi memeluk tubuh kecil gadis itu erat, menghirup aroma yang memabukan namun menyenangkan. Bau yang di gilainya. Gadis itu berontak. Tentu saja ia ketakutan. Tiba-tiba datang pria asing yang yang tak dikenalnya lalu memeluknya dengan sangat erat.

"Hei! Apa kau gila?! Lepaskan aku!" tangan Kyuubi mencoba melepaskan pelukan Itachi namun tidak berhasil. Itachi lebih kuat dari dirinya.

Lalu seakan terhipnotis dengan suara indah gadis itu, Itachi langsung membungkam bibir asal suara itu berasal dengan bibirnya. Sangat lembut. Bibir yang lembut dan enak. Tak pernah Itachi merasakan rasa seperti ini. Dia sudah sering berciuman. Baginya ciuman hanyalah pertemuan dua daging yang saling bertemu. Sebuah gerbang pembukaan ketahap yang lebih intim dalam sex. Tapi tidak, kali ini begitu berbeda. Bibir ini begitu lembut dengan rasa yang.. aaah sangat sulit dijelaskan karena Itachi sendiri belum pernah merasakan rasa yang seperti ini!

Itachi melumat bibir itu dengan sangat bernafsu. Bagai orang yang tak pernah berciuman bertahun-tahun. Di hisap, diemut kemudian digigit. Kyuubi pun menjerit sakit. Hal ini membuat Itachi berkesempatan memasukkan lidahnya untuk merasakan mulut Kyuubi. Lidahnya bergerilya dengan bebas. Kyuubi kehabisan nafas. Tangannya menggapai-gapai di punggung Itachi. Itachi tak peduli, sebelum ia merasa puas dia tidak akan berhenti.

Kyuubi akan benar-benar pingsan kalau saja Itachi tidak melepaskan bibirnya satu detik lagi. Dengan enggan Itachi melepas bibir itu untuk mengambil nafas. Dilihatnya Kyuubi terkulai lemas dalam pelukannya. Entah karena bisikan setan atau Itachi sadah tak mampu memendam hasratnya. Itachi mengendong tubuh lemas Kyuubi kedalam apartemen. Menendang pintunya agar tertutup lalu membaringkan kyuubi dia atas lantai.

Tubuh Kyuubi terlalu lemas untuk berontak. Ia mencoba mengambil nafas ssebanyak-banyaknya.

"Hhh..hhh.. si-siapa kau?" dengan tertatih ia mencoba duduk dan menahannya tubuhnya dengan tangan kanannya.

"Bukan siapa-siapa. Kalau kau mau membenci, bencilah nasibmu dan aromamu yang begitu menggoda," suara Itachi terdengar parau. Bukti kalau ia sedang menahan hasrat yang membuncah.

Dengan kasar dia mendorong tubuh Kyuubi untuk kembali terbaring. Lalu menghujani wajah Kyuubi dengan ciuman. Kyuubi kembali borontak, Itachi tak peduli. Dia merobek kaus yang dipakai Kyuubi dengan kasar dan merenggut bra Kyuubi hingga putus. Dan mulai menciumi seluruh tubuhnya. Merasakan tiap jengkal tubuh Kyuubi. Lehernya, dadanya, perutnya. Gerakannya makin menggila saat tangannya dengan lihai turun ke bawah mencoba melepas celana pendek yang dipakai oleh Kyuubi.

"Hentikan! Nnnh.. Hentikan! To-Tolong! Toloooong!" Kyuubi mencoba melawan Itachi dengan menggerak-gerakkan tubuhnya dan berteriak minta tolong. Namun hal itu malah membuat Itachi makin bernafsu. Kyuubi terlihat seperti penari sriptise dengan gaya menari ular. Meliuk-liuk membangkitkan gairah sang elang. Dan suaranya itu alunan merdu yang indah.

Tak terpengaruh oleh gerakan meronta yang dilakukan Kyuubi, Itachi berhasil menurunkan dan melepas celana pendek serta underwear Kyuubi bersamaan. Terpampanglah tubuh mulus Kyuubi tanpa penghalang.

Airmata Kyuubi mulai keluar. Ia ketakutan. Sangat ketakutan. Ia akan kehilangan miliknya yang berharga. Kesuciannya. Oleh orang gila yang saat ini diatasnya.

"Tolong berhenti.. hentikan," suaranya kian melemah.

Itachi malah malah menyerigai seram dan mencoba memasukkan miliknya pada lubang Kyuubi yang suci.

"Tidak.. Jangan.. Jangan.." Kyuubi menggeleng-geleng kuat.

Itachi memasukkan miliknya dengan kasar kedalam lubang Kyuubi yang masih tersegel.

"Aaaaaaargh!" Hilang sudah. Kini Kyuubi bukan seorang gadis lagi. Air matanya kian deras meluncur dari mata ruby nya.

"Ah.. Ah..Mhh" Itachi mendesah nikmat. Terus bergerak meraih surga dunia.

Kyuubi menjerit sakit. Rintihannya terdengar memilukan saat sesuatu yang asing bergerak maju mundur didalam tubuhnya.

"Aaaargh!" Itachi menggeram nikmat saat cairan kenikmatannya keluar dari kemaluannya membasahi celana jeansnya.

Itachi tersentak dan langsung terbangun.

Dia bermimpi.

Dipandanginya sekeliling dengan bingung. Sekitarnya sudah gelap, hanya ada lampu jalanan yang samar-samar menerangi jalan. Dia masih dalam mobilnya di depan apartemen Kurama Kyuubi. Dia lirik arlojinya. Jam 02.47. Semalaman ia jadi pengungtit.

Lalu dengan miris dia lihat celananya yang basah.

"Sialan!" Dengan kesal ia memukul stir di depannya.

Lagi-lagi memimpikan dirinya.. hhh...

Bagaimana mungkin dia bisa mimpi basah dengan gadis itu! Dengan cara kasar pula! Dia adalah sosok yang terkontrol dan gentle dalam sex meski sedang sangat bernafsu sekalipun.

Kurama Kyuubi..

Benar-benar membuat ku gila dalam arti sebenarnya

Xxx

Sasuke terbangun dari tidurnya. Sejak pelayan membiusnya tadi siang Sasuke terus tertidur. Mata hitamnya menatap sekelilingnya yang gelap lalu menyalakan lampu di meja kecil disamping tempat tidurnya. Dia tampak gelisah mencari sesuatu. Menyibak selimutnya lalu turun dari tempat tidurnya menuju pintu.

Berjalan dilorong dan menuruni tangga. Mansion masih sepi karena baru pukul tiga pagi. Para pelayan masih tidur nyenyak dikamar masing-masing. Sasuke melangkah memasuki dapur mansion yang luas dan menuju ke tempat kamar pelayan yang tak jauh dari dapur.

Dok! Dok! Dok!

Memukuli salah satu pintu kamar pelayan setelah ia mencoba membuka dengan paksa tapi terkunci.

Salah satu pelayan wanita itu kaget dan terbangun dari tidur lelapnya karena sura ketukan kasar di pintu kamarnya. Dengan malas membuka pintu lalu kaget saat melihat Sasuke.

"Sa-Sasuke-sama?" matanya mengerjap kaget.

"Mana mata jernih?" tanya Sasuke datar.

"Mata jernih?" pelayan wanita itu berbeda dengan pelayan yang mengantarkan sarapan untuk Sasuke kemarin tentu saja tidak tahu siapa yang di maksud Sasuke. Jadi dia hanya diam terpaku. Tak mengerti dengan yang dikatakn oleh Sasuke.

"MANA MATA JERNIH?!" tiba-tiba Sasuke berteriak marah karena pelayan itu tidak memberitahu di Naruto berada.

Deg

Pelayan itu terkejut mendengar teriakan Sasuke. Tiba-tiba dia merasa takut.

"Sa-saya tidak tahu maksud anda.."

Kesal. Sasuke lalu menjambak rambut pelayan malang itu

"Kyaaaaa.." pelayan itu menjerit sakit dan terkejut. Tangannya menggapai tangan Sasuke di rambutnya memcoba melepaskan jambakan Sasuke.

"MANA MATA JENIH?! MANA?!" tangannya menarik-narik rambut pelayan itu dengan kasar sampai kepala pelayan itu bergerak-gerak mengikuti gerakan tangan Sasuke.

"Aduh.. hentikan Sasuke-sama.." pelayan itu mulai menangis takut lalu menjerit agar pelayan lain terbangun.

"Tolong! Toloooong! Sa- sakit.. toloong!"

Makin kesal karena pelayan itu tak juga memberitahu keberadaan Naruto, Sasuke Memukul wajah pelayan itu. Yang membuat pelayan itu makin menjerit.

Untunglah jeritannya didengar pelayan lain.

"Astaga! Yumi!" teman pelayan itu segera mendekati Sasuke dan pelayan yang bernama Yumi itu.

"Sasuke-sama tolong hentikan!" Sasuke masih memukuli si Yumi. Kali ini perutnya.

Mendengar suara lain Sasuke segera membalik dan melepaskan rambut Yumi.

"MANA MATA JERNIH?! AKU MAU MATA JERNIH!" Sasuke mengerenggut piyama teman Yumi itu.

"Sa-Saya.." Pelayan itu mulai takut juga. Bagaimana kalau ia juga bernasib sama dengan rekannya.

"Sasuke-sama!" Guren yang juga terbangun karena keributan itu mendekati Sasuke. Dibelakangnya juga ada empat orang pelayan yang terbangun.

"Apa yang anda lakukan disini? Bukankah ini masih sangat pagi? Tolong lepaskan pelayan itu. Saya mohon.." Guren berkata dengan lembut dan membujuk.

AKU MAU MATA JERNIH!" teriaknya lagi. Tapi tangannya sudah tak merenggut piyama pelayan itu.

Guren akan bicara sebelum suara lain menginterupsinya.

"Yang dia maksud Uzumaki-san, Guren-san," pelayan wanita yang kemarin membawakan sarapan Sasuke muncul dibelakang Guren.

"Sasuke-sama memanggilnya mata jernih.." jelas si pelayan.

Guren mengangguk lalu menatap Sasuke.

"Mari saya antar ke tempat Uzumaki-san, Sasuke-sama," Guren memegang lengan Sasuke agar mengikutinya.

Sasuke mengangguk lalu jalan bersama Guren ke kamar pelayan Pria di lorong yang berbeda. Sedangkan pelayan lain mengurus Yumi yang masih menangis terduduk dilantai.

Tok.. Tok.. Tok..

Guren mengetuk pelan pintu kamar Naruto.

DOK! DOK! DOK!

Dengan tak sabar Sasuke yang berdiri disamping Guren ikut mengetuk pintu kamar Naruto.

"Sabar Sasuke-sama.." Ucap Guren keibuan.

Klek..

Pintu kamar terbuka menampilkan Naruto dengan wajah yang masih mengantuk sambil menggosok-gosok matanya.

"Ada apa Guren-san?" tanya nya saat melihat wajah Guren.

Bruk!

Sasuke langsung memeluk Naruto dan membuat Naruto terkaget-kaget. Karena sebelumnya ia tak menyadari keberadaan Sasuke.

"Eh?" matanya melebar.

"Sasuke-sama ingin bertemu denganmu," ujar Guren tenang meski sebelumnya ia sempat mengerutkan kening melihat kelakuan Sasuke yang tak biasa.

"Apa?" Naruto masih linglung. Tak mengerti yang terjadi.

Seakan tak peduli dengan sekitar, Sasuke melepaskan pelukannya dan berjalan masuk ke dalam kamar Naruto. Hidungnya mengendus-endus aroma Naruto yang ada di kamarnya. Menatap kasur Naruto sekilas, kemudian terbaring di kasur itu. Tak lama nafasnya terdengar teratur bukti kalau ia telah pulas tertidur.

Naruto tetap terdiam ditempat. Secara tidak sadar mulutnya terbuka cukup lebar.

Dia sweetdrop dengan tingkah ajaib Sasuke.

"Aku titip dia, Uzumaki-san. Tolong jaga dia.."

Suara Guren menyadarkan Naruto dari keterpakuannya.

"Apa maksud anda, Guren-san?" kening Naruto mengernyit bingung.

"Biarkan dia tidur di situ. Kau temani dia sampai ia bangun," mata Guren tetap fokus pada Sasuke meski ia sedang bicara dengan Naruto.

"Um.. Baiklah," dengan ragu Naruto mengangguk. Guren pun pergi dari kamar Naruto.

Naruto menatap Sasuke yang tertidur pulas.

"Kenapa aku dapat majikan yang aneh sekali sih?" tanya pada diri sendiri sambil menunduk lemas.

TBC

Maaf lamaaaa~~~ dikit lagi! Males banget mau bikin panjang tuh!#hajar

Ada yang nunggu ga? #ngarep

Fujo kaget liat total review fic ini, ada 100 lebih! Huwoooooooo makasih banyak yang review! Ga sangka fujo! Sumpah seneng banget! \(TToTT)/#peluk yang review

Spesial thanks to:

Sheren, Kutoka Mekuto, ca kun, Two Brother Crazy Lady and Boy, kyuu al zahra, Namikazevi, laila. , Earl Louisia vi Duivel, Twingwing RuRaKe, izanami kayo, Guest(1), KID, UzuChiha Rin, michaelis yuki, Kim Ri Ha, devilluke ryu shin, Guest(2), Ciel-Kky30, Guest(3), Runriran, Imperiale Nazwa-chan, SilverFoxy, samudra impian, Kyuu-chan said dan silent reader(kalo ada)

Yang nanya sasuke dapet buku cerita: uda ke jawab tuh! Tanya sama mikoto beli dimana

Yang tanya naru n kyuu sodara atau bukan: nanti juga tau ko~k#hajar

Yang minta sasuke pov: sengaja ga ada sasuke pov biar otak sasuke ga ketebak*plak* boong deeeng~~ fujo ga tau isi otak anak autis kayak apa#kabuuuurr

Yang nanya fic ini bakal panjang ga: itu tergantung mood fujo. Kalo mau lanjut sampe itakyuu punya cucu juga bisa kalo fujo mau.. tapi itu mustahil, berhubung fujo orang yang sangat malas T.T

Yang review dengan (Guest): lain kali tolong kasih nama ya!

Review?