Heroine
By: Azusa TheBadGirl a.k.a Fujoshi Nyasar
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair : NaruSasu & ItaFemKyuu
Warning: AU, Dari pair yang disebutin pasti tau kalo ini fic campuran Yaoi dan Straight, OOC, Sasuke Autis, Lime/Lemon(ada lemon Narusasu di chap ini, yang gak mau baca silahkan di skip), Bahasa Kotor, Kebanyakan deskrip dari pada percakapan, Apdet Lama dll
Heroine 8
Gyuuki tampak bingung saat tingkah temannya sejak SMP itu. Kyuubi tampak menatap salah satu pangeran kampus dengan garang.
"Kau! Si penjahat kelamin!" Seru Kyuubi sambil menunjuk Itachi dengan tidak sopan. Raut bingung Gyuuki kini berubah menjadi terkejut.
Uchiha Itachi itu Penjahat kelamin yang melecehkan Kyuubi?! Mustahil!
Jerit Gyuuki didalam hatinya.
Itachi masih memasang wajah dingin dan tenang khas Uchihanya, meskipun sebenarnya hatinya berdebar kencang, entah karena senang bertemu dengan Kyuubi lagi atau berdebar karena takut melakukan sesuatu diluar kendalinya.
Karena arah angin yang berlawan, harum Kyuubi menggoda jadi tak tercium Itachi. Jadi Itachi belum mempersiapkan diri akan bertemu Kyuubi secepat ini.
"Bisa kau turunkan jarimu? Itu menganggu," kata Itachi berusaha agar tetap terdengar datar.
Melihat gaya Itachi yang sok cool Kyuubi malah jadi emosi. "Heh, cowok brengsek! Apa-apaan gayamu ini! Kau pikir aku tidak mengenali muka mesummu, hah?! Kau yang tadi cium-cium leherku dibis barusan kan?! Dasar orang tidak bermoral!" Kyuubi jadi berteriak saking emosinya, tak ia pedulikan orang-orang disekitar kantin yang mendengar teriakannya. Orang-orang itu termasuk Gyuuki dan wanita yang berdiri di samping Itachi hanya terdiam dengan memasang wajah tak percaya.
Itachi mendengus sinis, "Kurasa kau salah orang, nona. Aku tak mengenalmu," lalu dengan angkuhnya dia merangkul gadis disampingnya kemudian melangkah meninggalkan Kyuubi.
"Ap—hei tunggu! Jangan pergi sialan!" Kyuubi akan mengejar Itachi kalau saja tidak ditahan Gyuuki.
"Hentikan Kyuu!" Gyuuki memegang tangan Kyuubi dan menyeretnya menjauh dari kantin. Pasti setelah ini sahabatnya ini akan menjadi bahan gosip.
"Tapi aku harus menghajar si PK itu!" Kyuubi berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Gyuuki. Matanya masih mentap galak ke punggung Itachi yang mulai menjauh, dapat Kyuubi lihat gadis yang dirangkul mesra oleh Itachi masih menoleh memperhatikannya.
"Pasti kau salah orang! Mana mungkin dia itu penjahat kelamin!" Gyuuki berusaha keras untuk menahan Kyuubi.
"Aku yakin itu dia, Gyu! Masa kau tidak percaya padaku!" Kyuubi bersungut-sungut tak terima dituduh pembohong. Gyuuki menghela nafas lelah.
"Kau tak mengenali cowok tadi ya? Dia itu Uchiha Itachi, salah satu cowok populer di universitas. Dengan wajah tampan, kaya dan pintar banyak wanita yang bersedia menjadi kekasihnya atau pun hanya sekedar one nightstand dengannya. Mana mungkin dia melakukan pelecehan di dalam bis, kalau dengan mudah ia bisa menyuruh fansnya membuka celana dalam mereka dengan suka rela,"
Kyuubi mengerutkan keningnya saat mendengar penjelasan panjang Gyuuki, "Uchiha Itachi? Rasanya pernah dengar,"
"Tentu saja pernah dengar! Sudah kubilang dia populer kan?" Kyuubi sudah mulai tenang jadi dengan mudah Gyuuki bisa menyeret Kyuubi mengikutinya berjalan ke arah fakultas mereka.
Kyuubi masih tampak mencoba mengingat-ingat siapa Uchiha Itachi itu, "Ah! Dia mantannya Matatabi kan?!" akhirnya Kyuubi mengingat Itachi yang dimaksud Gyuuki.
"Ah, benar juga. Matatabi pernah pacaran dengannya," Gyuuki baru sadar.
"Aku ingat si Matatabi matanya membengkak selama dua minggu sejak diputus oleh si brengsek itu! Cih, ternyata dia memang penjahat wanita!" Kyuubi menggeram kesal sambil terus berjalan menuju kelasnya.
Xxx
Suaranya indah~
Eh, apa yang barusan ku pikirkan?
Suara melengking begitu apanya yang indah?!
"Itachi kau baik-baik saja?" gadis yang bersama Itachi menatap Itachi yang masih terdiam dengan dahi mengkerut sejak bertemu gadis aneh itu. Padahal tadi gadis itu senang sekali saat Itachi mendatanginya dan mengajaknya bersenang-senang berdua. Sudah lama mereka tak bermesraan sejak mereka putus beberapa waktu lalu. Yah, meski Itachi tak meminta kembali kekasih, bisa jadi pasangan sehari juga tak apa.
"Hn," terdengar gumaman malas Itachi menaggapi pasangannya.
"kita jadi ke hotel kan?" kata gadis itu genit sambil bergelayut manja di lengan Itachi.
"Hn,"
Tentu saja kita akan ke hotel, aku makin bergairah saat mendengar suaranya yang erot—
Tidak! Tidak! Suaranya jelek!
Xxx
Setelah menemani Sasuke mejalani terapi sampai siang tadi, akhirnya Naruto kembali ke mansion Uchiha
Rasanya lelah sekali..
Padahal cuma memperhatikan Sasuke diterapi saja
Sambil menunggu Sasuke yang sedang mandi, Naruto duduk di sofa yang ada di kamar Sasuke. Tapi lama-lama tubuhnya beringsut, membaringkan diri dan jatuh ter tidur
Xxx
"Ngh.." Naruto bergerak tak nyaman dalam tidurnya. Rasanya ada yang aneh.
Dapat dia rasakan helaan nafas di dekat telinganya, juga belaian di di pipinya.
Sekarang helaan nafas itu terasa di lehernya, membuat Naruto geli dan merinding. Perlahan dia buka matanya karena merasa tak nyaman. Dapat Naruto lihat helaian rambut di dekat lehernya. Tersentak kaget, Naruto langsung mengubah posisinya yang sedang berbaring menjadi duduk.
"Sasuke-sama?!" serunya kaget.
Sasuke yang sedang duduk dilantai di samping sofa tempat Naruto tidur jadi mendongakkan kepalanya untuk menatap Naruto.
"Apa yang sedang ka—anda lakukan dibawah situ, Sasuke-sama?" Naruto jadi mengubah kalimatnya agar menjadi lebih sopan. Biar bagaimana pun, Sasuke adalah majikannya.
Seperti biasa, Sasuke hanya terdiam menatap Naruto. Tak bergerak dari tempatnya duduk.
Apa tadi dia yang bernafas dekat telinga dan leherku?
Naruto menghela napas panjang. "Ayo bangun, Sasuke-sama. Di bawah situ dingin," Naruto mengulurkan tangannya untuk membantu Sasuke berdiri. Tapi Sasuke hanya menatap tangan Naruto dalam diam.
Kalau saja saat mengamuk dia tidak teriak-teriak, pasti sudah ku kira bisu
Merasa tak di gubris, Naruto bangkit dari sofa. Dengan memegang bahu Sasuke, dia membantu Sasuke berdiri lalu mendudukkannya di sofa.
Sasuke masih terus menatapi Naruto, membuat Naruto salah tingkah.
"Emm.. maaf tadi saya tertidur," Naruto melirik takut kearah Sasuke. Tapi Sasuke tetap terlihat tak peduli.
"Bolehkah saya kembali ke kamar, Sasuke-sama? Saya ingin istirahat," pinta Naruto dengan wajah yang dibuat sememelas mungkin.
Sasuke masih diam.
"Sasuke-sama?"
Sasuke mengangguk.
Betapa senangnya Naruto, wajahnya langsung sumringah.
"Terima kasih, Sasuke-sama,"dia membungkuk hormat, "saya permisi," lalu berjalan ke luar kamar Sasuke. Meninggalkan Sasuke yang masih termangu memandangi pintu kamarnya yang tertutup.
Xxx
Naruto hanya berbaring di kasurnya, gara-gara terbangun tadi dia malah jadi susah untuk tidur lagi. Matanya terpejam, sekilas dia mengingat helaan nafas Sasuke di telinga dan lehernya. Matanya kembali terbuka, sialan jadi horny!
Sudah berapa lama ya tidak main?
Karena sibuk dengan ujian kelulusan dan segala macamnya, Naruto jadi jarang menyentuh bagian bawahnya yang biasanya selalu dapat jatah tiap minggu.
Seperti remaja pada umumnya, hormon mereka sedang dalam masa-masa yang menggebu. Jangan heran kalau anak-anak cowok seumuran Naruto kumpul untuk menonton film porno dan onani sama-sama.
Naruto bangkit dari tempat tidurnya, berjalan kearah koper yang ada disudut ruangan. Dibukanya resleting depan kopernya dimana dia menyimpan tablet berukuran 7 inchinya, hadiah dari Iruka saat dia berhasil naik ke kelas tiga SMA dulu.
Kembali duduk ke kasurnya, mencari video porno yang tersimpan manis dideretan folder videonya. Lalu dia dirikan tablet itu di meja kecil samping tempat tidur sampil memulai videonya. Dia pun mempersiapkan dirinya dengan mencari posisi yang nyaman di tempat tidur, dengan mengeluarkan juniornya.
Video di mulai, adegan awalnya hanya percakapan bos dan sekretarisnya di kantor membahas masalah apalah itu.
Tapi si bos mulai bersikap mesum dengan mengelus paha si sekretaris yang seksi.
Naruto mulai mengelus kemaluannya sendiri pelan, sambil desah. Matanya fokus pada tabletnya.
Pasangan di video itu mulai foreplay, saling menyentuh memberikan rangsangan pada pasangannya. Si sekretaris mau bicara sesuatu, tapi sudah dibungkam bosnya. Mereka pun berciuman dengan penuh nafsu. Baju si sekretaris sudah acak-acakan.
"Mereka sedang apa?"
"Uh, kau tak lihat mereka sedang foreplay," Naruto berucap sambil mendesah. Matanya tetap fokus kedepan. Tiba-t riba Naruto merasa ada yang ganjil. Bukannya tadi dia nonton sendirian? Tadi suara siapa?
Dengan cepat, Naruto menoleh kesampingnya, takut ada hantu yang ikut nonton video porno.
"SASUKE-SAMA!" jerit Naruto karena terlalu kagetnya.
Kenapa dia ada disini?!
Naruto baru teringat kalau dia lupa mengunci kamarnya, dan karena Sasuke tak tahan kalau ditinggal olehnya lama-lama pasti dia menyusul ke kamar Naruto. Naruto yang duduk dikasur membelakangi pintu kamar jadi tak menyadari kalau Sasuke masuk ke kamarnya dan duduk di sebelahnya.
"A-anu.. ini.. ini," Naruto jadi terbata-bata, dengan panik dia cepat-cepat memasukan miliknya dan menutup resleting celananya yang jadi basah karena terkena sedikit cairannya.
Mata Sasuke menatap serius video mesum di depannya. Naruto baru akan mematikan tabletnya dengan terburu-buru.
"Jangan ambil!" Sasuke berseru pada Naruto saat Naruto meraih tabletnya untuk dimatikan.
"E-Eh? Ma- mau nonton?" Naruto kaget bukan main.
Anak autis mengerti video porno?
Masih menatap Sasuke keheranan, Naruto kembali mendirikan tabletnya di meja kecil samping tempat tidurnya.
"Sasuke-sama suka video ini?" tanya Naruto penasaran. Tapi Sasuke hanya dia, kembali menatap tablet dengan serius.
Dia seumuran denganku sih ya..
Meski autis, mungkin saja punya libido yang sama besar..
Apa kuajari saja ya? Hehehe..
Setan mesum mulai merasuki tubuh Naruto.
Main sama-sama kan lebih asik dari pada main sendirian~
Otak kotor Naruto mulai bejad merangkai rencana untuk memanfaatkan Sasuke.
Xxx
Itachi dan mantan pacarnya memasuki hotel kelas menengah yang tak jauh dari kampus mereka.
Setelah sampai di dalam kamar yang mereka sewa, Itachi langsung menyerang gadis itu dengan beringas dan penuh nafsu. Gadis itu pun menanggapinya dengan tak kalah bernafsunya. Tubuh mereka saling menempel di dinding.
Dengan nakal gadis itu meraba selangkangan Itachi, membelai kelamin Itachi yang mengeras. Gadis itu langsung menunduk ke selangkangan Itachi, begitu rindu dengan milik Itachi yang besar dan menggoda. Dengan cepat dia bukan resleting Itachi dan mengeluarkan miliknya. Dengan kelaparan gadis itu langsung melahap milik Itachi yang mengeras bagai batu .
"Ngh.. ah.. teruskan sayang," Itachi mendesah nikmat merasakan kuluman basah gadis di dibawahnya. Bayangan wajah Kyuubi terbesit di pikiran Itachi.
Syuut
Senjatanya yang tadinya mengeras bagai batu kini melemas seperti balon yang tak ada udaranya.
Gadis yang sedang asik memakan kelamin Itachi itu sampai melongo, karena benda yang tadi terasa penuh dimulutnya kini mulai mengecil. Gadis itu kembali mencoba menjulurkan lidahnya, menelusuri kemaluan Itachi yang melemas.
Tapi benda itu tidak bangun lagi. Itachi sendiri syok melihatnya. Gadis itu masih terus berusaha membangunkan junior Itachi dengan mengocok dan mengulumnya, tapi tak ada hasil.
Itachi menggeram kesal, "Sudah hentikan!"
"Itachi.. kau.. impoten?" gadis yang kini mendongak untuk menatap Itachi bertanya dengan ragu.
Itachi mendelik kesal mendengar perkataan gadis yang masih menungging itu, "Kau tahu impoten itu apa? Itu artinya sebuah penis tidak akan pernah bisa ereksi. Bukankah kau baru saja mengulum miliknya yang keras dan tegang," kata Itachi dingin.
Kau juga sudah pernah mencapai puncak kenikmatan karena dihantam milikku, jalang
"Ta-tapi yang barusan itu.." gadis itu menegakkan tubuhnya menghadap Itachi.
"Itu artinya aku tidak menginginkanmu," Itachi berujar kejam , "pergi sana!" tak dipikirkannya lagi perasaan gadis itu yang terluka.
Sambil menahan tangis gdis itu keluar dari kamar.
"Sialan," Itachi mengelap wajahnya dengan telapak tangan penuh rasa frustasi.
Xxx
"Kau lihat yang cewek itu, Sasuke? Dia sedang 'memerah susu'," Ujar Naruto sesat pada Sasuke yang masih serius menonton video porno. Perempuan di dalam video tampak sedang mengoral pasangannya.
"Memang perlu waktu lama untuk bisa mendapatkan 'susu' itu, tapi rasa yang di hasilkan juga enak. Kau harus mengocok, menjilat, mengulum dan menghisap tombol panjang itu agar susunya keluar,"
Sasuke tetap menatap ke layar video.
Tak tahan dengan adegan di video yang makin panas. Naruto kembali membuka resletingnya dan mengeluarkan kemaluannya dari sarangnya. Diam-diam Sasuke melirik Naruto.
Naruto kembali mengocok kemaluannya, mulutnya kembali mendesah.
"Memerah susu?" tanya Sasuke yang kini menatap Naruto.
Naruto tersenyum, rupa Sasuke menyimak penjelasannya. "I.. yah, a.. ng.. ku memerah susu ku sendiri.. ah..," kali ini Sasuke menatap gerakan tangan Naruto pada kemaluannya dengan intens.
"Kau ikutan memerah susumu sendiri atau kau mau bantu aku memerah susuku?" Naruto menghentikan gerakannya sebentar saat menawarkan hal yang menyenangkan ini pada Sasuke.
"Ayo pegang saja kalau mau," Naruto meraih tangan Sasuke, mengarahkannya pada kemaluannya sendiri.
Mungkin karena penasaran, Sasuke mengelus kemaluan Naruto yang telah tegang dan keras.
"Shh..," Naruto mendesis geli. Tangan Naruto diletakkan di atas punggung tangan Sasuke yang memegang kemaluannya. Membantunya untuk meremas bendanya.
"Se.. ah.. seperti ini, Sasuke," Naruto membantu Sasuke mengocok miliknya. Telapak tangan Sasuke serasa sangat lembut di kemaluannya. Mungkin karena dia jarang melakukan sesuatu.
Rasa nikmat rasanya menghapus moral Naruto. Karena dia telah secara tidak langsung melakukan pelecehan pada orang yang tidak normal. Sasuke pasti tidak mengerti dengan apa yang sedang ia lakukan.
Sasuke mengikuti gerakan tangan Naruto yang meremas dan mengocok kelaminnya. Sesekali Sasuke memperhatikan wajah Naruto yang mulai keringan dan memerah, bibir Naruto mendesah nikmat.
Perlahan bibirnya menyungingkan sebuah senyuman.
TBC
Maaf-maaf motong di adegan seru..
Niatnya pingin publis hari minggu tapi berhubung lagi urgent, katanya fanfiction tercinta kita bakal di tutup tanggal 19 maret 2014 alias besok gara-gara ada SOPA. Jadi lah fujo publis sekarang buat minta bantuan reader sekalian untuk membuat akun di
https:#/#/#petitions#.#whitehouse#.#gov#/#petition#/#stop-sopa-2014#/#q0Vkk0Zr
Hapus tanda (#)
Klik Create A petition
Klik Create An Account
Masukan: alamat email, nama depan, nama belakang, kode pos
Nanti ada pertanyaan buat ngetes kita manusia apa bukan
Kliak create New account
Setelah itu buka alamat email klik link yang ada di inbox email.
Isues yang dipilih : Criminal Justice and Law Enforment, Human Rights, sosial Security
Klik signature petition
DIMOHON DENGAN SANGAT BANTUAN PARA READER! DEMI KELANGSUNGAN FANFICTION BESERTA SEMUA FIC DIDALAMNYA!
Terima Kasih
