No Other Love (KyuMin)
Chapter 7
Happy reading^^~
.
.
.
.
"jangan lupa, kyu"
"ne"
"pukul tiga tepat. kau harus berangkat lebih cepat"
"arra"
"jangan sampai telat" peringat yesung. Ia sudah hafal kebiasaan kyuhyun akhir-akhir ini. Sepupunya itu sering telat menghadiri rapat maupun pertemuan lainnya. Dan ia tahu apa yang menyebabkan kyuhyun seperti itu.
"neee" kyuhyun melangkah menuju sofa
"di kafe tem-"
"hyung. Tak perlu mengingatkannya berulang kali. Aku ingat semua. Kau tenang saja" kyuhyun membanting tubuh lelahnya di sofa. Sesekali memijat pelipisnya yang berdenyut, terlalu banyak pikiran ditambah dengan ocehan yesung yang tak berhenti mengingatkannya berulang kali.
"bagaimana bisa aku tenang setelah kau tiga kali terlambat menghadiri pertemuan penting beberapa hari yang lalu?" yesung ikut mendudukkan tubuhnya di sofa depan kyuhyun.
"tak mungkin ku ulangi" ucap kyuhyun seraya memejamkan kedua onyx nya.
Yesung mendengus mendengar ucapan kyuhyun yang 'sok'. Kemudian teringat sesuatu, "tak bisakah kau menghilangkan sedikit ego mu?" kyuhyun kembali membuka matanya yang baru saja hampir terpejam nyenyak karena mengantuk. Sudah beberapa hari ini ia selalu bergadang, ditemani beberapa botol wine tentunya.
Merasa tak ada tanggapan lebih, yesung memajukan sedikit posisi duduknya. Membiarkan badannya condong ke arah kyuhyun, untuk mengambil perhatian sepupunya yang sepertinya sedang melamun.
"kau menyiksa hatimu, kau tahu?" lanjut yesung
Kyuhyun menatap yesung dengan ekspresi bingung. Hanya sekilas, hingga ia beralih menatap kearah lain. "aku tak mengerti maksudmu, hyung" bohong. Kyuhyun mengerti itu. Sayangnya ia terlalu malas membahas hal tersebut.
"kalau memang merindukan sungmin cukup katakan padanya, jangan hanya mengikutinya diam-diam dan berakhir dengan mabuk karena melihat sungmin yang selalu bersama namja itu" dengan tak sabaran, yesung mengungkapkan maksud perkataannya. Terlalu gemas dengan tingkah kyuhyun yang pura-pura tak mengerti. Kyuhyun tak berekspresi kaget atau apapun ketika yesung bicara barusan. Tetap mengalihkan pandangannya dari yesung.
"aku tidak begitu" sanggah kyuhyun.
"ck. kau begitu" balas yesung sebal. "tak perlu menutupi perasaanmu, kyu. Sudah jelas kau mencintainya. Mencintai sungmin sebagai seorang wanita. Tetapi ego mu mengalahkan semuanya" yesung mendecih tak suka mengingat sikap kyuhyun yang satu itu.
Kyuhyun diam. Tapi tak sepenuhnya terdiam karena otaknya kini sedang berfikir keras memahami perkataan yesung. Tak langsung membenarkannya, dan tak menyanggahnya juga.
'apa benar aku mencintai sungmin?'
"aku belum yakin dengan perasaanku padanya" putus kyuhyun.
"ya. kau akan yakin ketika sungmin sudah menjadi milik namja lain, dan saat itu aku tak akan membantu lagi" mendengarnya, kyuhyun mendelik tak suka.
"apa maksudmu hyung? Sungmin mencintaiku. Itu sudah pasti. Ia tidak akan mudah berpaling"
Yesung terkekeh kecil. kyuhyun kelewat percaya diri menurutnya. "itu hanya hipotesamu. Bagaimana pun, yeoja mudah terbuai dengan perhatian dan kasih sayang. Kau sendiri tahu sungmin mendapat keduanya itu dari sahabatnya. Dong- donge? Siapa namanya?" yesung memasang pose berfikir. Sedangkan kyuhyun sedang memutar otaknya. Ia kembali mengingat kejadian minggu lalu dikedai ice cream. Sungmin bahkan memilih namja itu dibandingkan dirinya. Ia sedikit membenarkan ucapan yesung kini.
"hei. Kau tak mendengarkanku?"
"dengar" balas kyuhyun singkat, masih sibuk dengan pemikirannya.
"siapa namanya?" tanya yesung
"pentingkah? Aku malas mengingat namanya" kyuhyun semakin menyenderkan tubuhnya di sofa dan kembali memejamkan matanya.
"aish. Terserah kau saja" ucap yesung pasrah. Memilih untuk meraih secangkir kopi nya yang hampir dingin.
.
.
.
.
Sungmin melangkah ringan di tengah lapangan. Ia baru saja selesai berlatih bulu tangkis dengan teman – teman yang satu klub dengannya. Berbeda dengan donghae yang sudah pulang terlebih dahulu karena klub yang diikuti pria tersebut sedang tidak ada kegiatan.
Dengan tas tenteng yang berisi beberapa kok dan raket, sungmin berjalan menuju lokernya untuk menyimpan tas tenteng miliknya. Setelah memastikan lokernya telah kembali terkunci, sungmin membenarkan satu tali tasnya yang agak merosot dari pundaknya dan bersiap untuk pulang. Tak bersama donghae.
Sungmin menutup mulutnya selama berada di mobil. Yeoja manis itu hanya menatap ke luar jendela. Sesekali memperhatikan beberapa toko yang menarik perhatiannya dan tetap tak membuka suaranya. Entahlah, mungkin ia terlalu lelah dengan latihan tadi. Namun semua berbeda ketika iris foxy nya menangkap bangunan yang berupa kedai ice cream. Oh, itu kedai ice cream favoritenya. Kedua bola mata cerah tersebut mengerjap lucu, dan tanpa berfikir dua kali ia meminta supirnya untuk mampir kesana sebentar.
"ahjumma, aku pesan dua. Rasa vanilla dan strawberry" sungmin menanti pesanannya seraya menatap sekeliling sebelum matanya lagi-lagi menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya. Kali ini siluet seseorang yang tak asing. Ia sempat bingung sedang apa kyuhyun disana, dan ia mengangguk paham ketika mengingat bahwa biasanya kyuhyun memang ke kafe itu untuk bertemu kliennya. Tapi.. dimana yesung? Seharusnya namja itu juga ada bersama kyuhyun disana. Itu berarti kyuhyun sedang tidak dalam urusan pekerjaan.
"selamat menikmati" suara ahjumma menghentikan aktivitasnya memandangi kyuhyun yang sedang sendirian di kafe seberang.
"nde.. gomawo ahjumma" setelah membayar pesanannya, sungmin segera kembali ke mobilnya dan memilih untuk memperhatikan kyuhyun dari sana. Tak dapat dipungkiri, ia merindukan kyuhyun.
.
.
.
.
Kyuhyun menyesal telah mengikuti saran yesung yang menyuruhnya untuk berangkat lebih cepat. Alasannya ia tak mau kyuhyun terjebak macet. Dan beginilah akhirnya. Kyuhyun terpaksa menunggu karena telah sampai di kafe lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan untuk bertemu kliennya. Sungguh, ia benci menunggu.
Dari arah pintu masuk ia melihat seorang yeoja tinggi berjalan menuju mejanya. Dari penampilan yeoja tersebut yang bisa dibilang cukup berkelas dan menarik, kyuhyun memastikan bahwa yeoja itu adalah kliennya. Kyuhyun menegakkan posisi duduknya. Berusaha menjaga wibawanya sebagai pemimpin perusahaan.
"annyeong victoria-ssi" sapa kyuhyun setelah mempersilahkan yeoja tersebut untuk duduk di depannya.
"annyeong kyuhyun-ssi.. aku tak menyangka kau masih semuda ini mengingat kau sudah menjabat sebagai pemimpin perusahaan Cho company.." victoria berkata dengan takjub. Wajar saja, kyuhyun memang baru berusia 23 tahun. Terlalu muda untuk seukuran jabatan direktur.
"ya, begitulah" kyuhyun tersenyum sopan, menghargai ucapan victoria yang cenderung sebagai pujian untuknya.
Setelah sedikit berbasa-basi, mereka memulai pembicaraan mereka seputar perusahaan. Beberapa kali victoria mengungkapkan pernyataan yang berupa pujian tak langsung pada kyuhyun, bahkan cenderung seperti... menggoda? Dan seperti tadi, kyuhyun hanya menanggapi itu dengan seulas senyum tipis.
Victoria terlalu agresif, menurutnya.
.
.
.
.
Sungmin masih menatap kyuhyun. Tak lama setelahnya ia melihat seorang yeoja cantik dan cukup tinggi duduk bersebrangan dengan kyuhyun. Sungmin mengatur nafasnya yang mulai sesak.
'itu pasti kekasih baru kyuhyun' batinnya perih.
Kalau matanya tak salah melihat, sepertinya wanita itu beberapa kali mengatakan sesuatu pada kyuhyun dan dibalas dengan senyuman kyuhyun yang sangat ia rindukan. Tapi kini senyuman itu tak lagi untuknya. Lagi-lagi ia merasakan sakit. Sangat sakit. Tak menyangka kyuhyunnya akan secepat ini berganti-ganti pasangan. Sungmin merasa menyesal pernah mencintai kyuhyun. Tanpa terasa setetes airmata mengalir. Sungmin mengusapnya cepat dan mengalihkan pandangannya menghadap kedepan.
Ia merasa harus benar-benar melupakan kyuhyun.
"ahjussi, jalankan mobilnya"
.
.
.
.
Selepas perbincangan yang cukup membuatnya risih tersebut, kyuhyun segera kembali menuju apartemennya. Tak menyangka akan menghadapi klien yang se-agresif victoria. Lain kali ia akan meminta diwakili yesung saja.
Kyuhyun membasuh dirinya untuk melepas penat. Seharian ini ia terus saja teringat dengan perkataan yesung pagi tadi. Ia mencintai sungmin sebagai seorang wanita.. mungkinkah? Ia harus memastikannya malam ini juga.
Dengan cepat kyuhyun meraih ponselnya dan menghubungi nomor sungmin.
'tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt...'
'tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt...'
Lama sekali, batin kyuhyun
'tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt...'
'tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt...'
"yeoboseyo.." jantung kyuhyun berdetak cepat kala mendengar sapaan sungmin. Baru begini saja perasaan bahagianya sudah membuncah.
"min.." sapa kyuhyun lembut.
"ne.." kyuhyun mendengar sungmin menjawab dengan nada yang terdengar cukup...datar? kyuhyun mengernyit sekilas dan memilih mengabaikan pemikirannya.
"apa kabar, minnie?" kyuhyun memegangi kaos bagian dadanya yang terus saja berdebar sejak tadi. Tak biasanya ia sampai seperti ini ketika menelepon sungmin. Sepertinya perkataan yesung ada benarnya juga. Ia mencintai sungmin. Benar-benar mencintai yeoja imut yang sedang diteleponnya kini. Dan ia baru menyadarinya sekarang.
"baik" lagi-lagi jawaban datar yang diterima kyuhyun. Dalam hatinya ia kecewa, tetapi menurutnya wajar kalau sungmin masih marah padanya.
Berbeda dengan sungmin yang sedang menekan dadanya kuat-kuat. Berbicara dingin pada kyuhyun, sangat bukan dirinya. Tapi ia sudah memutuskan. Ia akan melupakan kyuhyun.
"min.. mengapa nada bicaramu seperti itu?" tanya kyuhyun pelan.
"tidak apa-apa. Ada apa menelepon?"
Kyuhyun tak tahu harus menjawab apa. Kalian masih ingat bukan, tujuan kyuhyun menghubungi sungmin hanya untuk meyakini perasaan yang kini sedang bersarang dihatinya. Dan ia sudah yakin sekarang.
"hm.. sebenarnya tidak ada yang penting, aku hanya-"
"kalau tak ada yang penting aku tutup. Aku sedang banyak tugas, mianhe.."
'klik'
Sungmin secepat mungkin melepas baterai ponsel nya. Tak siap jika menerima panggilan lagi dari kyuhyun.
Sedangkan kyuhyun.. namja tampan itu masih tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan sungmin dan menatap layar ponselnya tak percaya. Kyuhyun mencoba untuk kembali menghubungi nomor sungmin.
Tidak aktif.
'mengapa sungmin seperti menolakku..'
Hati kyuhyun sangat sakit menyadari sungmin yang seperti sengaja menjauhinya. Tak adakah kesempatan lagi baginya... kyuhyun kembali memegang dadanya. Baru beberapa menit yang lau ia merasa debaran manis berada disana, dan sekarang? hatinya seperti ditusuk puluhan pisau. Sangat sakit.
.
.
.
.
Entah sudah yang keberapa kalinya sungmin selalu menghindari kyuhyun. Tak jarang ia melihat mobil kyuhyun yang terpantri di depan gerbang kampusnya, mengakibatkan beberapa mahasiswi memandang penasaran ke arah mobil kyuhyun. Tentu saja ia segera berjalan cepat menuju mobil donghae untuk pulang, sekaligus menghindari kyuhyun tentunya. Tak hanya itu. Kyuhyun berkali-kali menghubungi nomornya dan sungmin selalu berusaha mengabaikannya. Menurut sungmin ini memang sudah seharusnya ia lakukan. Bagaimana pun kyuhyun sudah menjadi memiliki kekasih-menurutnya- saat ini. Ia tak mau merusak hubungan orang lain karena ia sendiri pernah merasakan bagaimana besarnya pengaruh orang ketiga dalam rusaknya sebuah hubungan.
"kau melamun, ming?" suara donghae menariknya kembali dari pemikirannya.
Sungmin tersenyum, "ne. Mianhe.."
"tak perlu meminta maaf.." donghae balas tersenyum, " kau sudah makan siang?" lanjutnya.
Sungmin mengangguk, "sudah.. bolehkah aku langsung pulang saja hae? Sepertinya aku kelelahan"
Donghae mengangguk paham, "tentu" beralih mengusap kepala sungmin dengan sayang, "istirahatlah.. jangan terlalu memikirkanku.." donghae mengedipkan satu matanya.
Sungmin mencubit lengan donghae gemas seraya tertawa geli. Namja itu percaya diri sekali. Sungmin sendiri bingung mengapa ia selalu dipertemukan dengan namja-namja kepedean seperti donghae dan... kyuhyun. Mengingat nama kyuhyun wajah sungmin berubah menjadi datar. Senyumannya lenyap sudah.
Melihat ekspresi sungmin yang mendadak berubah, donghae ikut berhenti tertawa. "waeyo?" tanyanya.
"ani.." sungmin menggeleng. "ayo pulang.." sungmin membenarkan posisi duduknya dan memasang sabuk pengaman.
"baiklah.." donghae berusaha menghiraukan rasa penasarannya. Memilih untuk mengikuti perkataan sungmin. Ia menginjak gas dan mulai menyetir.
'sungmin memang bersamaku. Disampingku. Tapi hati dan pikirannya ada ditempat lain'
.
.
.
.
Sungmin masih saja termenung di balkon kamarnya sebelum nada dering ponselnya terdengar dari dalam kamar.
Nae maeumeun geudaereul deudjyo~
Muhribootuh balkkeutkkaji~
Dengan segera sungmin meninggalkan balkon dan mencari letak pasti ponselnya.
Chingoodeul nareul nollyuhdo~
Nae gaseumeun modoo geu-
"yeoboseyo.."
"chagiya.. kau tidak rindu eomma,eoh?" suara leeteuk terdengar seperti sedang merengut.
"eh? Eomma. Tentu saja minnie rindu eomma! Appa juga.. mianhe, aku jarang menghubungi kalian.." balas sungmin sedih. Terlalu sering menghindari panggilan kyuhyun membuatnya sangat jarang memegang ponsel, dan akibatnya ia lupa menghubungi kedua orangtuanya untuk sekedar memberi kabar.
"gwenchana.. min, kau libur seminggu bukan? Menginaplah dirumah.." sungmin terlihat berfikir sejenak. Tak ada salahnya juga. Lagipula tiga hari lagi ia akan ulang tahun.. pasti eommanya menyiapkan makan malam bersama seperti biasa, bersama orang-orang terdekat sungmin dan orangtuanya. Ia harus ikut membantu persiapan acara ulangtahunnya.
"eomma benar.. kalau begitu aku akan bersiap. Sampai jumpa, eomma.."
"nde.. hati-hati dijalan, min"
"arraso.."
'klik'
.
.
.
.
Yesung berjalan tergesa menuju ruangan kyuhyun. Tanpa memperhatikan tata krama atau segala macamnya ia langsung membuka pintu ruangan kyuhyun tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"ya! Mengapa tak mengetuknya?" kyuhyun memutar kursinya ke arah tempat yesung berdiri. Memasang wajah kesal. Yesung berjalan ke arah kyuhyun dengan wajah pucat dan keringat dingin bercucuran di wajahnya. Melihat itu kyuhyun melupakan marahnya dan menatap yesung dengan cemas. Tak biasanya yesung terlihat sepanik ini. "ada apa?" tanyanya setelah yesung berdiri didepannya.
"aku ambil cuti tahunanku. Seminggu. Kekasihku dirawat di rumah sakit, aku akan ke Jeju.." jawab yesung tak beraturan. Namja itu terlihat kesulitan mengatur nafasnya.
"tenanglah. Kau duduk dulu. Tidak baik menyetir dalam kondisi seperti ini. Masalah cuti kau tenang saja, akan ku urus" kyuhyun menarik sebuah kursi untuk yesung.
Setelah berhasil mengatur nafasnya, yesung menggeleng, "gomawo, kyu. Tapi aku harus secepatnya kesana. Masalah pertemuan dengan victoria, mianhe aku tidak bisa menggantikanmu besok. Aku permisi" yesung melangkah keluar ruangan. Baru saja yesung akan menggapai kenop pintu, seruan kyuhyun menghentikannya.
"hyung! Semoga kekasihmu lekas sembuh" yesung berbalik dan tersenyum sekilas. "gomawo, kyu" sebelum kembali berbalik dan benar-benar pergi.
.
.
.
.
Sungmin baru saja sampai, dengan taksi tentunya. Yeoja imut itu melangkah penuh semangat. Sudah dua minggu ia tak bertemu orangtuanya, dan itu membuatnya merindukan mereka.
"eomma..." setelah masuk, sungmin berteriak dari pintu rumah kala tak melihat sosok eommanya tercinta.
Tak ada sahutan.
"eomma?" sungmin berjalan ke dapur. Biasanya leeteuk menghabiskan waktunya disana, bereksperimen dengan berbagai macam jenis masakan.
Tak ada.
Sungmin menaiki tangga, menuju kamar orangtuanya. Sayup-sayup ia mendengar suara eommanya seperti sedang berbicara dengan seseorang. Kebetulan saja pintu kamar eommanya sedikit terbuka, sungmin segera masuk kesana.
"ne... ajak kyuhyun, nde?" sepertinya leeteuk belum menyadari kedatangan sungmin. Terbukti dengan dirinya yang masih sibuk mengobrol lewat telepon entah dengan siapa.
Sungmin mengernyit. Kyuhyun? Eommanya menyebut kyuhyun.. ada apa sebenarnya?
"ne.. lebih cepat lebih baik. Tapi, jangan pernah paksa kyuhyun untuk melanjutkan ini.." sungmin semakin penasaran. Ia tidak mungkin salah dengar. Jelas-jelas eommanya membicarakan kyuhyun. Mungkinkah itu heechul ahjumma?
"nde.. sampai jumpa, chullie-ah" benar. Itu heechul ahjumma.
"minnie? Kau sejak kapan disana chagi?" leeteuk agak kaget melihat sungmin yang sudah berdiri di belakangnya. Leeteuk memeluk putri tunggalnya.
"belum lama, eomma.. itu heechul ahjumma?" tanya sungmin tanpa melepaskan pelukan mereka.
"ne.. eomma mengundangnya dengan kyuhyun untuk hadir ke acara ulangtahunmu"
"mwo?" sungmin melepaskan pelukannya.
"waeyo, min?"
"ah.. aniya.. aku hanya kaget" sungmin tersenyum dengan sedikit dipaksakan.
"kaget?" leeteuk memandang sungmin heran. "Bukankah tahun-tahun sebelumnya keluarga kyuhyun memang selalu kita undang?"
"ne.." sungmin menjawab lirih. "eomma, bolehkah aku memberitahu satu hal?"
"tentu chagi" leeteuk mengusap kepala sungmin, sayang.
"sebenarnya.. aku dan kyuhyun sudah putus" sungmin menundukkan kepalanya.
"mwo?" leeteuk berucap kaget. "karena apa, min?"
"ada sesuatu, eomma.. mianhe, aku tidak bisa menceritakannya pada eomma" ya. Sungmin memutuskan untuk menyembunyikan perihal kyuhyun yang berpacaran dengan sahabatnya sendiri dari leeteuk. tak mau membuat kyuhyun dibenci oleh eommanya.
"eomma mengerti..." leeteuk kembali memeluk sungmin, menyalurkan semangat pada putrinya. Ia tahu. Tanpa sungmin memberitahukannya, ia sudah mengerti. Bahkan iaada pada saat kejadian itu. Hanya saja leeteuk tak menyangka kyuhyun dan sungmin akan berakhir secepat ini.
.
.
.
.
Disebuah ruangan yang terbilang cukup luas, terlihat seorang namja dengan pakaian kantornya yang tertidur disofa ruangannya. Cukup nyenyak sebelum getaran diponselnya berhasil membangunkan namja tampan tersebut.
"yeoboseyo.."
"kyu.. tiga hari lagi ulangtahun sungmin. kau pasti ingat bukan?" kyuhyun mendesah. Ia ingat, sangat ingat malah. Tetapi ia tak mungkin berharap hadir di acara ulangtahun sungmin tahun ini mengingat bagaimana sungmin menjauhinya akhir-akhir ini.
"eomma baru saja menerima telepon dari leeteuk ahjumma, ia meminta kau datang" kyuhyun tersentak. Itu peluang besar baginya.
"eomma serius?" tanya kyuhyun kelewat semangat. Ia tidak mungkin melewati kesempatan ini.
"ne. Mengapa kau seperti kaget? Bukankah setiap tahun kita memang di undang?" taya heechul heran dengan nada bicara kyuhyun yang kelewat bersemangat.
"aku tidak kaget eomma, hanya senang. Sangat senang. Hahahaaa..." heechul mengernyit di seberang sana. Kyuhyun cukup aneh hari ini. Tak mau diambil pusing, heechul mengucapkan salam pada kyuhyun
"ya sudah.. eomma tutup, ne.."
"ne.. sampai jumpa, eomma"
"ne.."
'klik'
Kyuhyun segera bangkit dari posisi tidurannya. Ia kembali bersemangat. Mungkin Tuhan memberinya kesempatan untuk kembali meraih sungmin... ia sangat bersyukur telah diundang untuk datang kesana. Kyuhyun berjanji akan kembali merajut kisahnya dengan sungmin pada hari ulangtahun yeoja manisnya.
Ya.. kita lihat saja nanti~
.
.
.
.
Sungmin bergelung dengan selimutnya. Matanya belum terpejam sejak tadi. Ia masih memikirkan bagaimana nanti kalau kyuhyun benar-benar datang ke acara ulangtahunnya? Bagaimana ia harus bersikap di depan kyuhyun? Bagaimana jika heechul ahjumma menanyakan hubungan mereka? Atau jangan-jangan heechul ahjumma sudah tahu kalau ia tak ada hubungan lagi dengan kyuhyun? Semua pertanyaan tak terjawab itu muncul begitu saja di kepala sungmin. Di tengah kekalutannya, sungmin berharap seseorang akan membantunya. Donghae. Pria itu satu-satunya sahabat bagi sungmin saat ini. Tanpa pikir panjang sungmin menghubungi donghae.
'tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt... tuuutttt...'
"ming?"
"hae-ah.. apa aku mengganggu?"
"mwo? Tentu saja tidak, chagi..."
"aish.. berhenti bercanda hae..."
Donghae terkekeh disana. Menggoda sungmin memang sudah menjadi hobinya.
"baiklah. Baiklah.. ada apa?"
"hm... tiga hari lagi.. apa kau sibuk?" tanya sungmin pelan.
"sebentar, ming. Hmmmm, sepertinya tidak. Kita libur, bukan?"
"ne.. apa-" baru saja sungmin ingin kembali bertanya, donghae memotongnya dengan pekikan tertahan
"astaga ming! Tiga hari lagi ulang tahunmu.." kali ini sungmin terkekeh dengan kehebohan donghae.
"ne.. karena itu aku ingin mengundangmu ikut makan malam di rumahku. Kau mau, kan?"
"mauuuuu... aku sangat mau. Ya Tuhan, ini yang aku tunggu-tunggu.."
"hahahaaaaa.." sungmin tertawa lepas. Donghae benar-benar lucu. Bahkan ini hanya acara makan malan biasa, mengapa donghae seheboh itu.. kkkkkk~
"ya! Ming.. kau menertawakanku, eoh?" tanya donghae pura-pura marah.
"haha.. ani, hae.." sungmin mengatur nafasnya, mencoba untuk menghentikan tawanya dan itu berhasil.
"hae-ah.."
"hm?"
"datanglah. Pukul 7 malam"
"arraso.. kalau begitu, sampai jumpa ming"
"sampai jumpa, hae"
'klik'
"haaaaahhhhh~ semoga donghae bisa membantu nanti..." harap sungmin.
.
.
.
.
Pagi ini. Tepat tanggal 1 januari 2014. sebuah hari baru untuk semua umat manusia terutama bagi seorang yeoja imut yang baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya. Ini adalah hari ulang tahunnya. Sungmin menghirup udara yang terasa sangat sejuk. Jendela kamarnya terbuka, memperlihatkan pemandangan taman belakang rumahnya yang indah.
'cklek'
"min, kau sudah bangun chagi?" leeteuk melangkah masuk mendekati sungmin.
"ne, eomma"
"saengil chukkae, chagiyaaaaaaaa~" dari pintu kamarnya, kangin muncul masih dengan piyama tidurnya.
"saengil chukkae, chagiyaaaa~" leeteuk ikut mengucapkan kalimat yang baru saja diucapkan kangin. Membuat sungmin tak mampu menahan air mata bahagia.
"gomawo appa, eomma" sungmin tersenyum dan segera memeluk kangin dan leeteuk bergantian.
"cheonma, chagi.." kangin mencium pucuk kepala sungmin.
"oh iya, min.. ada kiriman untukmu" leeteuk mengangkat kotak yang sedari tadi ia pegang
"kiriman? Dari siapa?"
"eomma tidak tahu. Tidak ada nama pengirimnya disini" sungmin meraih kotak tersebut dan segera menyimpannya di laci lemarinya.
"min, eomma dan appa akan keluar sebentar membeli beberapa keperluan untuk nanti malam.. kau istirahat saja, ne..." leeteuk mengecup kening sungmin, dibalas dengan senyuman indah dari bibir pinkish sungmin.
"ne... hati-hati dijalan eomma, appa.."
"tentu sayang..."
'cklek'
Sungmin membuka lacinya, mengambil kotak yang baru saja ia simpan disana. Dengan rasa penasaran, sungmin membuka bungkus kotak tersebut.
Sebuah kalung.
Dengan liontin berbentuk hati yang dipenuhi dengan batu pemata yang sangat indah.
Sungmin nyaris saja menangis.. ini terlalu indah..
Sayangnya tak ada nama pengirim..
"siapapun yang memberikan ini... terimakasih..." ucap sungmin seraya memasangkan kalung tersebut ke lehernya.
.
.
.
.
Semua sudah berkumpul, kecuali kyuhyun. Tak banyak, memang. Hanya orang-orang terdekat sungmin dan kangin serta leeteuk. para namja disana kini sedang menyiapkan peralatan untuk membuat barbeque di taman belakang rumah keluarga Lee. Donghae juga ikut membantu, bahkan kini ia terlihat akrab dengan ayah kyuhyun-cho hangeng-.
Tak lama setelah semuanya hampir siap, seseorang baru saja datang dengan membawa bingkisan ditangannya. Namja itu terlihat sangat tampan, dengan balutan kemeja kotak-kotak berwarna merah marun yang sangat kontras dengan kulit putih pucatnya dan celana jeans berwarna hitam yang seolah menyempurnakan ketampanan namja itu. Siapa lagi kalau bukan cho kyuhyun.
Sungmin yang pertama kali menyadari kedatangan kyuhyun hanya tersenyum canggung ketika kyuhyun menatapnya cukup lama, seperti memperhatikan bagian lehernya. Dengan cepat sungmin membalikkan tubuhnya, berpura-pura sibuk menyiapkan ini itu. Ia tidak mau kelihatan gugup.
"kyuhyun? Baru sampai?" suara kangin menghentikan kegiatan beberapa orang dan beralih menatap kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu, termasuk donghae.
"ne, ahjussi.." kyuhyun tersenyum dan membungkuk hormat kearah kangin sebelum matanya menangkap sosok donghae yang kini sedang berbincang ringan dengan ayah kandungnya. Ia sempat kaget mengingat ini pertama kalinya donghae ada di acara ulang tahun sungmin.
"kyu.. kau sudah datang nak.." sapa hangeng
"ne, appa" kyuhyun menjawab tanpa melepaskan pandangannya dari donghae. Memberikan tatapan tajam pada namja itu.
Donghae yang menyadari arti tatapan kyuhyun balas menatap kyuhyun dengan tajam. Ia tidak akan takut dengan kyuhyun. Ia akan menantang namja yang pernah menyakiti sungmin tersebut.
Tak jauh dari tempat kyuhyun dan donghae berdiri, sungmin berdiri mematung melihat kedua namja itu saling berhadapan dan mengeluarkan aura tak bersahabat satu sama lain. Sungmin menyadari bahwa donghae tak akan tinggal diam jika berhadapan dengan kyuhyun, begitu juga dengan kyuhyun. Sungmin masih sangat mengingat kejadian di kedai ice cream waktu itu, sepertinya kyuhyun juga sangat membenci donghae.
'ya tuhan.. bagaimana ini...'
TBC/end?
Haiiii... lama ga ketemu yaa
Author baru aja selesai UN nihhhhh #ga ada yg nanya-,-#
Suer, author bahagiaaaaaaaaa bgt akhirnya bisa tenang ngetik ff, soalnya selama menjelang ujian tuh ngetik rasanya kepikiran terus sama UN jadinya ya gitu deh.. tp sekarang aku udah nyantai bgt nulisnya karena ga dikejar ujian apapun mweheheeee...
Gimana chapter ini? Kasih komentar ya^^
oiya, author minta maaf buat typo yg masih banyak bertebaran di chapter ini.. author ga sempet nge-edit ini chapter, udah ga sabar pengen update xD
Readers yg review chap kemaren, terima kasih banyaaakkkkk :*
Untuk silent readers, no comment deh.. hehe..
Okedeh, kayaknya cukup segini untuk chapter 7..
See you next chap \(^-^)/
