No Other Love (KyuMin)

Chapter 8

Happy reading^^~

.

.

.

.

Previous chapter ~

Donghae yang menyadari arti tatapan kyuhyun balas menatap kyuhyun dengan tajam. Ia tidak akan takut dengan kyuhyun. Ia akan menantang namja yang pernah menyakiti sungmin tersebut.

Tak jauh dari tempat kyuhyun dan donghae berdiri, sungmin berdiri mematung melihat kedua namja itu saling berhadapan dan mengeluarkan aura tak bersahabat satu sama lain. Sungmin menyadari bahwa donghae tak akan tinggal diam jika berhadapan dengan kyuhyun, begitu juga dengan kyuhyun. Sungmin masih sangat mengingat kejadian di kedai ice cream waktu itu, sepertinya kyuhyun juga sangat membenci donghae.

'ya tuhan.. bagaimana ini...'

.

.

.

.

Sungmin dapat kembali bernafas lega ketika salah satu dari kedua namja itu memutuskan pandangan mereka. Donghae beranjak meninggalkan kyuhyun dan kini berjalan ke arah sungmin.
Kyuhyun masih tetap memandangi setiap gerak-gerik donghae. Ekspresinya memang datar tetapi tidak dengan hatinya. Ia geram melihat donghae mendekati sungmin.

"ming.. ayo berkumpul dengan yang lainnya. Sepertinya acara akan dimulai" donghae berkata sambil merengkuh pinggang sungmin. Tanpa sempat menolak, sungmin ikut berjalan bersama donghae menuju tamu lainnya. Meninggalkan kyuhyun yang mengepalkan tangannya. Dalam hati, kyuhyun mengumpat karena harus menahan emosinya. Ia tak mau merusak momen indah hari ulang tahun sungmin dengan berkelahi. Dia merasa harus bersikap dewasa saat ini. Pada akhirnya kyuhyun meletakkan bingkisan yang ia bawa diantara beberapa bingkisan lainnya dan melangkah menuju tempat dimulainya acara barbeque.

.

"kyu, kemari... bantu appa membaliknya" hangeng terlihat agak kewalahan membalik daging yang sedang berada dalam panggangan, pasalnya namja paruh baya itu sedang mengoleskan mentega di daging lainnya. Dengan cepat kyuhyun melakukan apa yang diperintahkan sang appa.

"donghae, kau bantu ahjussi.. jangan hanya menggoda sungmin.." ucap kangin tanpa menyadari bahwa ucapannya barusan mengundang tanda tanya dari hangeng dan heechul yang belum tahu perihal putusnya hubungan kyuhyun dan sungmin serta kyuhyun yang memandang kangin tak percaya.

"mengapa kalian memandangiku begitu?" tanya kangin seraya menatap hangeng dan heechul bergantian. Tak lama setelahnya kangin meringis menahan ngilu ketika tanpa aba-aba leeteuk mencubit pinggangnya dari samping. "aaa... yeobo, ini sakit sekali" ringisnya pelan seraya mengusap daerah pinggangnya yang baru saja mendapat cubitan maut leeteuk.

"mereka belum tahu kalau kyuhyun dan sungmin sudah putus" bisik leeteuk menjelaskan. Kangin mengangguk paham dan balas berbisik, "arrasooo..."

"hahaha.. aku hanya bercanda. Donghae, cepat kemari" ucap kangin setelahnya. Hangeng dan heechul hanya tersenyum maklum dan melanjutkan kegiatan mereka. Kyuhyun mendengus kesal ditempatnya dan berusaha untuk mengabaikan perasaannya yang sudah kacau sejak tadi.

"ne ahjussi.." terdengar sahutan dari donghae. Dan mereka mulai memanggang diiringi beberapa canda tawa. Semuanya terlihat bahagia, kecuali kyuhyun. Namja itu beberapa kali membuang pandangannya kala tak sengaja melihat sungmin yang sedang bersenda gurau dengan donghae.

.

"aaakh..!" jeritan tertahan mengalun dari bibir mungil sungmin. Sontak dua pasang mata memandangnya bersamaan. Ya, disana hanya ada sungmin donghae dan kyuhyun. Para orangtua sudah masuk kedalam rumah membawa beberapa piring masakan yang telah matang. Sungmin meringis seraya memegangi jarinya yang tak sengaja menyentuh pinggir panggangan yang sangat dan donghae segera menghampiri yeoja itu.

"gwenchana?" tanya kyuhyun khawatir. Sungmin memandang kyuhyun yang kini berdiri didepannya dan mengangguk sambil menyembunyikan jarinya. Ia tahu kebiasaan kyuhyun yang selalu mengulum jarinya saat terluka, dan ia tak mau namja itu melakukannya lagi.

"ming.. apa yang terjadi?" donghae ikut bertanya ketika berdiri didepan sungmin. "gwenchana.." jawabnya diiringi senyuman,berusaha meyakinkan kedua namja didepannya bahwa jarinya tak terluka parah. Sayangnya kyuhyun tak semudah itu percaya, dengan cepat namja itu menarik lengan sungmin yang disembunyikan yeoja itu. "biar kulihat.." ucapnya cepat.

"ck.. ini melepuh dan kau bilang baik-baik saja?" tanya kyuhyun marah ketika melihat jari telunjuk sungmin melepuh. Sungmin cepat-cepat menarik tangannya dari genggaman kyuhyun. "ming, ayo ku obati" tawar donghae. Ia rasa bukan saatnya memarahi sungmin, lebih baik mengobatinya. Kyuhyun mendelik kearah donghae, memberi tatapan mengancam sekilas dan beralih menatap sungmin dengan lembut. "min, aku akan mengobatimu" titahnya.

Sungmin yang mulai merasa aura aneh semakin menguar dari kedua namja didepannya memilih untuk menggeleng, "gomawo, aku bisa mengobatinya sendiri" yeoja itu berjalan meninggalkan kedua namja itu dan masuk kedalam rumah untuk memberi saleb pada lukanya, menyisakan kyuhyun dan donghae berdua di taman belakang rumahnya.

Donghae memutuskan untuk menyusul sungmin. Ia malas berada didekat kyuhyun. Baru dua langkah ia berjalan, donghae menghentikan langkahnya kala mendengar suara kyuhyun. "kau mau kemana?" donghae berbalik dan menatap kyuhyun yang baru saja bertanya. "menyusul sungmin. Wae?" tanyanya dengan nada menantang.

"jauhi sungmin. Dia milikku" ucap kyuhyun posesif. Donghae tersenyum kecil.

"kalau aku tak mau, bagaimana?" tantang donghae. Kyuhyun mengatupkan rahangnya, sepertinya namja didepannya sengaja memancing emosinya.

Kyuhyun tersenyum miring, "itu urusanmu. Yang jelas aku sudah memperingatkanmu" jawab kyuhyun. Donghae menatap kyuhyun dengan tatapan datar, "aku. Tidak takut. Dengan. Ancamanmu" balas donghae dengan menekankan setiap kata dalam kalimatnya sebelum membalikkan tubuhnya dan kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke rumah keluarga lee. Meninggalkan kyuhyun yang melebarkan seringainya, "kau salah memilih lawan, lee donghae-ssi" desis kyuhyun.

.

Makan malam pun tiba. Mereka telah berkumpul di ruang makan dengan para orang tua yang duduk berhadapan dengan sungmin-donghae-kyuhyun. Ya, donghae sengaja duduk diantara kyuhyun dan sungmin. Mereka mulai menyantap barbeque hasil buatan mereka, tak menyangka dengan rasanya yang tak kalah enak dengan menu restoran di luar sana mengingat kemampuan memasak mereka yang bisa dibilang pas-pasan.

Donghae berhenti memotong dagingnya kala mendengar ponselnya berdering. Sungmin dan kyuhyun bahkan ikut menatap ke arahnya. Dengan cepat donghae membaca pesan yang ternyata dari eommanya.

'hae chagi.. eomma dan appa sudah di bandara, tak perlu menjemput. Kami akan naik taksi ke apartemenmu. Sampai jumpa chagi'

Senyuman tercetak jelas dibibir donghae. Akhirnya eomma dan appanya meluangkan waktu untuk ke korea. "ehm... sepertinya aku akan pulang duluan, ahjussi ahjumma. Orangtuaku baru saja sampai dari jepang. Terimakasih banyak untuk hari ini. Aku permisi.." Donghae segera berpamitan, walau sedikit tak rela ketika menyadari kyuhyun yang tersenyum senang kala ia mengatakan harus segera pulang.

"ne... hati-hati dijalan" sahut keempat orangtua didepan donghae. Donghae kini menatap sungmin, "gomawo untuk hari ini min. Sekali lagi.. selamat ulang tahun.." sungmin tersenyum dan mengangguk, "cheonma, hae.."

"ah! Aku hampir lupa" seru donghae dan mengambil sesuatu dari tasnya, sebuah bingkisan kecil. "terimalah.." sungmin meraih kado tersebut dan tersenyum-lagi- "gomawo, hae.."
Kyuhyun yang melihat itu memutar bola matanya malas. 'sudahlah. cepat pulang sana' usirnya dalam hati.

Setelah kepulangan donghae, kyuhyun segera berpindah ke tempat duduk yang ditempati donghae tadi. Kini ia berada tepat disamping sungmin. Disampingnya, sungmin menahan detak jantungnya yang mulai tak beraturan kala kyuhyun mendekat.

Sungmin berusaha tak menghiraukan dan memilih untuk melanjutkan makannya. Kyuhyun tersenyum gemas melihat sungmin yang terlihat agak gugup. "makan dengan perlahan, min" ucap kyuhyun sambil mengusap saus yang menempel di sudut bibir pinkish sungmin.

Sungmin tersentak. Ia sedikit menjauhkan wajahnya dari kyuhyun dan melirik namja kelahiran februari itu dengan kesal.
'apa kyuhyun sengaja ingin meledakkan jantungnya?' mendapat perlakuan manis dari kyuhyun membuat jantungnya semakin berdetak menggila.

Sungmin lagi-lagi mencoba memusatkan perhatiannya pada makanan dipiringnya yang masih ada seperempat bagian lagi. Bahkan ia sudah tak berselera sekarang. "aku permisi ke kamar sebentar.." ucap sungmin. Yeoja itu segera berdiri dan menaiki tangga menuju kamarnya. Tak menyadari kyuhyun yang mengikutinya dari belakang.

"aku akan menemani sungmin" ucap kyuhyun pada keempat orang di depannya sebelum berjalan menyusul sungmin.

.

.

.

.

Sungmin menutup pintu kamarnya, tapi tak ia kunci. Dengan segera sungmin berjalan ke arah balkon kamarnya, tempat favoritenya untuk menenangkan pikiran. Termasuk saat ini, pikirannya sedang kacau karena kyuhyun. Beberapa hari ia mencoba menghindari kyuhyun dan sekarang namja itu malah berada dirumahnya. Herannya kyuhyun tetap bersikap biasa padanya seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya diantara mereka.

'cklek'

Mendengar pintu kamarnya terbuka, sungmin melirik dan melebarkan matanya kala melihat kyuhyun yang kini berjalan ke arahnya. "k- kyu?" kyuhyun melemparkan senyum. Namja itu ikut berdiri disamping sungmin. Menatap pemandangan yang tersaji dari balkon sungmin. Merasa tak ada tanggapan dari kyuhyun, sungmin sedikit menggeser, memberi jarak lebih dari kyuhyun.

Kyuhyun sadar sungmin sedang menjauhinya kini. Tapi ia tak peduli. Bukankah ia sudah sering menerima penolakkan tak langsung dari sungmin? Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Kyuhyun menatap sungmin dan meraih pergelangan tangan yeoja itu. Sungmin berusaha menarik tangannya, tetapi kyuhyun menahan.

"minnie... berhenti menghindariku" sungmin berhenti menarik tangannya. Terdiam ketika menatap iris onyx kyuhyun yang berada tepat didepannya kini. Matanya seperti terkunci dengan tatapan kyuhyun.

"minnie-ah.. bogoshippo" kyuhyun beralih memeluk sungmin. Mendekap tubuh yeoja itu erat, dan menghirup wangi vanilla yang menguar dari tubuh sungmin. Tepat saat itu, sungmin meneteskan airmatanya. Ia juga merindukan kyuhyun. Merindukan kehadiran kyuhyun, pelukan kyuhyun, bahkan aroma kyuhyun yang selalu membuatnya kecanduan setiap berada didekat namja itu. Sungmin tak membalas pelukan kyuhyun, hanya membiarkan kyuhyun memeluknya.

Tak lama itu berlangsung dan sungmin segera mendorong tubuh kyuhyun ketika mengingat satu hal. Kyuhyun sudah bersama orang lain. Bagaimana perasaan wanita itu jika mengetahui namjachingunya sedang memeluk dirinya saat ini.

Kyuhyun sangat bahagia ketika tak merasakan sungmin menolak pelukannya. Walaupun yeoja itu tak membalas pelukannya. Setidaknya kyuhyun dapat melepas rindunya pada sungmin. Namun harapannya pupus sudah ketika sungmin mendorong tubuhnya.

"waeyo, min?" tanya kyuhyun heran

Sungmin menggeleng, "kita tak seharusnya begini" yeoja itu menundukkan wajahnya, menutupi airmatanya yang akan menetes.

"apa maksudmu?" kyuhyun meraih dagu sungmin, mendorong wajah sungmin untuk menatapnya

"aku hanya melakukan yang memang harus ku lakukan. Berhenti mempermainkan wanita, kyu"

"mempermainkan?" kyuhyun membeo perkataan sungmin, meminta penjelasan lebih.

"bahagialah dengan pasanganmu, kyu.. lagipula, aku sedang mencoba melupakanmu" kata-kata kyuhyun tertahan. Pasangan? Tetapi ia lebih tersentak lagi ketika sungmin mengatakan yeoja itu akan melupakannya. Sungmin tak boleh melupakannya. Benar-benar tidak boleh.

"tidak. Kau tak boleh melupakanku. Min, aku sungguh menyesal pernah meninggalkanmu" kyuhyun meraih pundak sungmin, mencoba meyakinkan yeoja itu. Ia ingin kembali merajut hubungan dengan sungmin, dan ia berjanji tak akan menyakiti sungmin lagi. Sudah cukup ia menyesali kebodohannya ketika meninggalkan sungmin. Ia takkan mengulanginya.

Sungmin semakin menangis. Bahkan kyuhyun tak menyangkal ucapannya ketika ia meminta kyuhyun untuk bahagia dengan pasangannya, itu berarti pemikirannya benar. Kyuhyun sudah memiliki kekasih. Sungmin menggeleng lemah.

"aku... aku ingin membuka hatiku untuk donghhhhmptt-"

Perkataan sungmin terputus begitu saja ketika kyuhyun membungkam bibirnya dengan ciuman penuh dari kyuhyun. Sungmin ingin meronta tetapi hatinya seperti menahan dirinya untuk melepas tautan bibir mereka. Tangan kyuhyun meraih tengkuk sungmin, menekannya untuk memperdalam ciuman mereka. Ia tidak mau mendengarnya, apalagi dari bibir sungmin sendiri. Sampai kapan pun ia takkan mengijinkan sungmin membuka hatinya untuk namja lain, terutama donghae. kyuhyun terus melumat bibir sungmin. Ia merindukan rasa manis yang pernah dirasakannya sekali ketika masih berpacaran dengan sungmin.

Sungmin merasa stok oksigennya mulai menipis. Ia memukul dada kyuhyun pelan agar namja itu menghentikan ciuman mereka yang cukup panjang ini. Seketika itu kyuhyun sadar sungmin membutuhkan oksigen. Dengan terpaksa ia melepaskan tautan bibir mereka dan mengusap bibir sungmin yang agak memerah dengan jarinya. Sungmin tak menolak perlakuan manis kyuhyun, yeoja itu masih berusaha mengatur nafasnya yang terengah. Ketika tatapan mereka bertemu, pipi sungmin merona. Kyuhyun tersenyum melihat wajah sungmin yang begitu manis dan mengusap pipi yeoja itu.

Sungmin menunduk, terlalu malu jika kyuhyun melihat pipinya yang memerah. "jangan buka hatimu untuk namja lain. Arraso?" kyuhyun berucap pelan seraya mengangkat dagu sungmin agar yeoja itu menatapnya. Sungmin menatap iris onyx kyuhyun, menyadari tatapan namja itu yang menatapnya penuh kasih. Sungmin mengangguk. Ia seperti terhipnotis dengan tatapan kyuhyun.

Melihat anggukan sungmin, kyuhyun segera merengkuh kembali tubuh mungil sungmin. Kali ini sungmin membalas pelukannya. Seketika itu juga kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Membiarkan tubuhnya melampiaskan rindunya pada sungmin dengan sepenuhnya. Begitu juga dengan sungmin, ia tak sanggup lagi menjauhi kyuhyun apalagi bersikap dingin pada namja yang ia cintai itu. Walaupun kyuhyun tak pernah menyatakan cinta padanya bahkan sampai saat ini, tetapi biarlah ia melepaskan rindunya pada kyuhyun saat ini.

"min.." panggil kyuhyun setelah melepaskan pelukan hangat mereka. Sungmin mendongak kearah kyuhyun. "mianhe karena pernah menyakitimu. Mianhe.. jeongmal mianhe..." sesal kyuhyun, namja itu menatap sungmin pedih. Mengingat begitu kejam dirinya memutuskan sungmin demi seorang seohyun yang bahkan telah meninggalkannya demi namja lain.

"aku sungguh menyesal min.. dan setelah putus dengan seohyun, aku baru menyadari kalau aku tak pernah mecintai seohyun. Mungkin aku hanya mengaguminya sesaat. Bahkan ketika ia memutuskanku demi mantan kekasihnya, aku tak terlalu merasa sakit. Tetapi aku merasa sakit ketika melihatmu lebih memilih namja lain dan meninggalkanku di kedai ice cream waktu itu. Kau tahu min? saat kau menghindariku..." kyuhyun menjeda ucapannya, mengingat kelakuannya yang sangat tidak dewasa selama sungmin menghindarinya. "aku selalu mengikutimu diam-diam saat memiliki jam kosong di kantor, dan aku melihatmu selalu bersama dia-donghae-. Setelah itu aku pasti minum untuk mengurangi rasa sakit dihatiku, min.. aku tak tahu harus melampiaskannya pada siapa.. bahkan aku tak sekalipun memikirkan untuk mencari penggantimu, karena aku hanya menginginkanmu.." Sungmin, yeoja itu menatap kyuhyun tak percaya. Ia terlalu kaget dengan semua pengakuan kyuhyun. Benarkah yang kyuhyun ucapkan? Ia rasa tak ada alasan kyuhyun untuk bercanda saat ini. Kyuhyun pasti mengatakan yang sejujurnya. Mengenai kekasih baru kyuhyun... apa ia hanya salah paham?

"dan malam ketika aku menghubungimu... saat itu aku benar-benar sadar kalau aku mencintaimu, min.. sangat mencintaimu.." airmata mengalir dipipi mulus sungmin. Terlalu bahagia mendengar kalimat yang selama ini sangat ia harapkan terucap dari bibir kyuhyun. Kyuhyun mengusap airmata sungmin, "mianhe, aku terlambat menyadarinya. Saranghaeyo, lee sungmin.." lirih kyuhyun.

"hiks... nado saranghae, kyu" pecah sudah tangisan sungmin. ia tak sanggup lagi menahan rasa bahagianya. Kyuhyun tersenyum bahagia mendengar jawaban sungmin. Tak tahu harus melakukan apa untuk mengungkapkannya, kyuhyun hanya bisa memeluk sungmin sekali lagi.

Leeteuk yang bermaksud memanggil kyuhyun dan sungmin untuk turun ke bawah menghentikan langkahnya ketika mendengar percakapan mereka. Dari pintu ia tersenyum melihat keduanya berpelukan, bahkan ia mendengar kyuhyun mengucapkan kata saranghae pada sungmin. Leeteuk ikut bahagia melihat putrinya berhasil meraih cintanya. Leeteuk memutuskan untuk kembali kebawah dan memberitahukan kabar bahagia ini pada kangin, heechul, dan hangeng.

.

"kyunnie~" kyuhyun agak tersentak mendengar panggilan sungmin yang sangat ia rindukan. Melihat wajah kaget kyuhyun, sungmin terkekeh. "waeyo?" tanya sungmin.

Kyuhyun tersenyum lebar. "aku merindukan panggilan itu.. jangan pernah memanggilku kyuhyun oppa lagi, arraso? Itu panggilan teraneh yang pernah kudengar darimu" lagi-lagi sungmin terkekeh mendengar kyuhyun berucap dengan nada kesal. "arraso, kyunnie~" jawab sungmin diiringi senyum manisnya, menampilkan deretan gigi kelinci yang sungguh menggemaskan. Kyuhyun mengusap kepala sungmin dan membawanya untuk bersender dibahunya mengingat mereka sedang duduk bersebelahan di kursi panjang yang terdapat di balkon kamar sungmin.

"kyunnie.." panggil sungmin.

"hm?"

"siapa wanita yang bersamamu di kafe?" kyuhyun mengernyit bingung. Sepertinya ia tak pernah berkencan dengan wanita manapun, apalagi mengajaknya makan di kafe. Sebenarnya ada satu orang yang makan bersamanya, dan itu hanya dalam rangka urusan pekerjaan. Apa yeoja itu yang dimaksud sungmin?

"victoria maksudmu?" jawab kyuhyun mencoba menerka.

"mungkin.. aku tidak tahu nama yeoja itu. Tetapi aku melihatmu makan bersamanya, aku kira ia kekasih baru kyunnie.." kyuhyun melebarkan matanya. Mwo? Sampai kapan pun ia tidak akan tertarik dengan yeoja agresif macam victoria. Cepat-cepat ia meralat perkataan sungmin. "tidak akan, min. aku hanya mencintaimu, sekarang.. dan selamanya.." sungmin tersenyum lega. ternyata prasangkanya selama ini salah. Sungmin sangat bersyukur akan hal itu.

"kyunnie~" panggil sungmin lagi

"hm?"

"apa kita tak terlalu lama disini?" tanya sungmin. Ia baru teringat kalau dibawah sana masih ada orangtuanya dan kyuhyun.

"kajja, kita kebawah" ajak kyuhyun seraya menggandeng tangan sungmin dan menutup pintu balkon tersebut.

.

.

.

.

Tepat saat keduanya menginjak tangga terakhir, ke empat pasang mata yang kini sedang menonton di ruang keluarga beralih menatap kyuhyun dan sungmin dengan tangan yang saling bertaut erat.
Heechul dan leeteuk tersenyum-senyum melihat tautan tangan tersebut. "habis apa kalian? Mengapa lama sekali?" tanya kangin retoris, pasalnya ia sebenarnya sudah mendengar cerita leeteuk jadi tanpa menanyakannya pun ia sudah tahu apa yang mereka lakukan diatas sana.

Wajah sungmin berubah gugup mendengar pertanyaan sang appa. Kyuhyun yang menyadari perubahan raut wajah sungmin segera mengusap tangan yeoja itu untuk menenangkan. "kami hanya berbincang, ahjussi.. ada beberapa kesalahpahaman yang harus kami selesaikan" jawab kyuhyun jujur, tapi tak sepenuhnya jujur karena mereka tak hanya sekedar berbincang. Kalian masih mengingat bukan ciuman yang mereka lakukan diatas sana? Oke, kyuhyun rasa ia tak perlu memberitahukan hal tersebut kalau ia tak ingin masuk rumah sakit mengingat kangin yang cukup protektif terhadap sungmin.

"ohh..." kangin menganggukkan kepalanya mengerti. "kemarilah.." ajak hangeng yang menepuk bagian sofa kosong.

"appa.. aku rasa sebaiknya kita pulang, ini sudah terlalu larut. Aku harus ke kantor besok" kyuhyun berucap seraya menatap meminta pengertian kepada sang appa.

"baiklah.." hangeng mengangguk dan berpamitan pada kangin, leeteuk, dan sungmin setelahnya.

Kyuhyun menghampiri sungmin dan membisikkan sesuatu, "aku senang kau memakainya. Saengil chukkahamnida, chagi.." Kyuhyun mengecup pipi sungmin sekilas sebelum membungkuk hormat dan berpamitan pada kangin dan leeteuk

.

.

.

.

TBC/end?

Kyumin baikan... KYUMIN BAIKAN HOOOIIIIIII... *heboh sendiri* /abaikan/ xD

Akhirnya author ngetik momen ini :') sebenernya author ga tega bikin kyuhyun sama sungmin konflik batin mulu,, jadinya author bikin mereka baikan deh di chap ini hehe...
Mianhe buat yg minta kyuhyun tetep disiksa, saya udah ga kuat nyiksa si evil tampannnnnnnn /plak/

Yang minta kyumin baikan, boleh cium saya ga? Hahahahaaaaa...

Oiya, ini termasuk kilat ga sih updatenya? saya bener-bener nguras otak ngetik ini chapter dalam 2 hari, ya, maklumlah... otak saya dalam menulis masih sangat pas-pasan T.T

Terima kasih banyak untuk review chapter kemaren.. saya cinta kaliaaannnnnn *kiss*

Chapter ini... minta reviewnya lagi ya^^ biar saya makin semangat nulis chap selanjutnya hehe..

Okedeh, kayaknya cukup segini untuk chapter 8..

See you next chap \(^-^)/