No Other Love (KyuMin)
Chapter 9
Happy reading^^~
.
.
.
.
Donghae baru saja memarkirkan mobilnya setelah menempuh perjalanan cukup panjang antara rumah keluarga Lee ke apartemennya. Sekilas ia melirik ke arah apartemennya. Disana. Lampu apartemen yang menyala meyakinkan namja itu bahwa kedua orangtua nya telah sampai dan berada di dalam apartemennya. Dengan sedikit tak sabaran namja pecinta ikan itu melangkahkan kakinya memasuki apartemen.
'cklek'
Tepat. Sangat tepat ketika donghae baru saja membuka pintu apartemennya, seorang yeoja asing berdiri di balik pintu yang baru ia buka. Wajah yeoja itu terlihat sedikit gugup. Donghae sedikit memiringkan kepalanya untuk melirik ruang tamunya dan ia melihat kedua orangtua nya yang sedang duduk di sofa ruang tamu tanpa menyadari kedatangannya. Maklum saja, ia tak menekan bel tadi. Lalu yeoja ini siapa?
dengan wajah penasaran, donghae melontarkan pertanyaan yang berada di pikirannya sejak tadi.
"kau siapa?" tanya donghae. Kedua bola mata yeoja didepannya membesar. Sepertinya ia cukup kaget dengan pertanyaan donghae.
Melihat donghae yang menatapnya aneh, yeoja itu segera menetralkan raut wajahnya kembali normal. "ah.. aku lee hyukjae. Kau boleh memanggilku eunhyuk" yeoja yang diketahui bernama eunhyuk itu tersenyum, menutupi rasa kecewanya. Ia mengulurkan tangan pada donghae untuk mengajak namja itu bersalaman seolah mereka benar baru pertama kali bertemu.
Donghae sempat terdiam, ia merasa tak asing dengan nama yang baru saja ia dengar. "donghae" namja kelahiran oktober itu menyambut uluran tangan eunhyuk dan tersenyum tipis.
"masuklah. Ahjumma dan ahjussi sudah menunggu" eunhyuk sekilas melirik kedua orangtua donghae. Donghae hanya mengangguk mengerti dan berjalan meninggalkan eunhyuk, sedangkan yeoja itu kembali melanjutkan langkahnya ke luar apartemen yang sempat terhenti.
.
"Eomma. Appa." Panggil donghae. Ia mendekat dan melebarkan kedua tangannya, menanti pelukan sang eomma. Sesuai dugaan, eomma donghae segera berdiri dan memeluk donghae dengan erat. "ya! Bukankah eomma sudah menyuruhmu untuk menunggu kami di apartemen, mengapa kami duluan yang sampai, eoh?" sungut eomma donghae, punggung donghae bahkan terkena pukulan pelan yang dilayangkan sang eomma.
"mianhe eomma.. aku ada urusan sebentar." Terang donghae memberi alasan. "appa, kau tidak menyapaku?" tanya donghae setelah melepas pelukannya dan menatap namja paruh baya didepannya yang sedari tadi hanya menyaksikan dua orang yang sangat ia sayangi berpelukan.
Appa donghae tersenyum, "aku tak menyangka kau sudah dewasa" balas sang appa sontak membuat donghae tersenyum lebar dan menghampiri dirinya sebelum memeluk tubuh tegapnya yang tak setegap dulu lagi. Seperti teringat sesuatu, donghae melepaskan pelukannya. "siapa yeoja yang ada di depan?" tanyanya.
"maksudmu eunhyuk?" tanya appa donghae.
Donghae mengangguk, "ne"
"oh.. kau tidak mengingatnya?" donghae mengerutkan dahinya, bingung. Sepertinya ia belum pernah bertemu dengan yeoja itu sebelum nya. Mengapa ayahnya bertanya seolah mereka sudah saling mengenal? Donghae menggeleng.
"hahaha.. sudah appa duga" ucap sang appa membuat donghae semakin bingung dan memilih untuk menatap ibu nya, meminta penjelasan.
"dia eunhyuk, sahabatmu sejak kecil. Masa kau tak mengingatnya?" lagi-lagi donghae menggeleng. Ia memang merasa pernah mendengar nama yeoja itu tapi ia tak yakin dengan perasaannya.
"lalu siapa yeoja yang mampu membuatmu menangis bahkan tak mau mengurung diri dikamar selama seminggu karena ditinggal oleh nya?" donghae terdiam. Otaknya ia paksa untuk mengingat. Sekelebat kenangan masa kecilnya terlintas. Kenangan yang selama ini sengaja ia kubur dalam-dalam. Saat dimana dirinya merasakan kehilangan yang begitu besar. Ketika sahabat yang paling ia sayangi pergi ke inggris bersama keluarga yeoja itu. Bodohnya, ia baru menyadari bahwa ia sudah menganggap yeoja itu lebih dari sekedar sahabat saat yeoja itu telah meninggalkannya.
Donghae membuka matanya, tepat saat itu setetes airmata mengalir. Tanpa mereka sadari seorang yeoja berdiri di belakang donghae sedang menangis ketika mendengar donghae benar-benar tak mengingatnya.
"eunhyukkie~" lirih donghae.
Eunhyuk tersentak. Jantungnya berdebar sangat cepat ketika mendengar donghae dengan lirih menyebut nama panggilan dari donghae untuknya sewaktu kecil. Secercah harapan segera muncul di hati yeoja pemilik gummy smile tersebut.
"hyuk, kemarilah.." ucap appa donghae. Donghae yang tidak tahu kalau eunhyuk sudah berada disana sejak tadi karena posisi berdirinya yang membelakangi yeoja itu segera berbalik dan menatap mata eunhyuk penuh kerinduan yang mendalam.
Tanpa aba-aba kaki donghae melangkah begitu saja ke arah eunhyuk dan segera merengkuh tubuh kurus eunhyuk dengan erat. Sangat erat.
"bogoshippo, eunhyukkie~" bisiknya disela pelukan mereka.
"hiks... nado~" balas eunhyuk seraya menenggelamkan wajahnya di dada donghae.
.
.
.
.
Yesung menatap kyuhyun dengan horror. Namja di depannya itu beberapa kali tersenyum tanpa alasan. Bukan apa-apa, masalahnya mereka hanya berdua di ruangan ini. Yesung merinding sendiri ketika membayangkan kyuhyun kerasukan setan. Seketika itu juga yesung menggelengkan kepalanya, mengusir pemikiran anehnya. Mana ada setan kerasukan setan, batinnya.
"mau sampai kapan kau tersenyum aneh seperti itu?" tanya yesung jengah. Kuhyun balas menatap yesung sebelum terkekeh pelan. "mianhe, aku hanya terlalu bahagia hyung.." yesung semakin bingung setelah mendengar jawaban kyuhyun. Namja itu sungguh mengalami perubahan. Tak hanya sikap, tutur kata namja itu yang biasanya mengalahkan tajamnya samurai kini berubah lembut. Bahkan kyuhyun mengucapkan maaf untuk masalah sepele dan memanggilnya hyung. Ini luar biasa.
"apa ini ada hubungannya dengan sungmin?" tanya yesung tepat sasaran. Kyuhyun menjentikan jarinya seraya tersenyum lebar, membenarkan. "ceritakan.." tukas yesung cepat. Bagaimana pun ia penasaran juga apa yang membuat kyuhyun berubah drastis seperti ini.
Kyuhyun sedikit menyeringai sebelum mulai bercerita. "singkatnya, aku berbaikan dengan sungmin kemarin. Tepat pada hari ulangtahunnya. Kau tahu hyung? Ia memakai kalung pemberianku. Tak kusangka..." ucap kyuhyun seraya memejamkan matanya bahagia dan tersenyum mengingat cantiknya kalung itu ketika tersampir dileher putih mulus sungmin. "dan saat itu..." kyuhyun sengaja menjeda ucapannya, melirik yesung dengan tatapan jahil. "aku menciumnya sampai-sampai sungmin hampir kehabisan oksigen, bahkan bibirnya terlihat memerah saat-"
"YA!" teriak yesung murka. Kyuhyun tertawa keras didepannya. Melihat ekspresi yesung yang sungguh innocent membuatnya tak mampu menahan tawa. Yesung mendelik kesal. Hei, ia lebih tua dini tetapi mengapa malah ia yang seperti di bully oleh adik sepupunya sendiri. Seketika ia menggeleng, kyuhyun terlalu pervert, menurutnya.
"hal semacam itu tak perlu kau ceritakan juga, pabbo!" sungut yesung.
"aku tahu kau iri, hyung. Makanya kusarankan kau untuk mencari yeojachingu agar kau bisa merasakannya juga" jawab kyuhyun seraya terkekeh.
"aish, terserah kau lah" gerutu yesung, merasa tak akan menang bila beradu mulut dengan sepupu evilnya.
.
.
.
.
Sungmin baru saja sampai dikelasnya ketika bel masuk akan berbunyi lima menit lagi. Tak biasa, memang. Salahkan saja donghae yang tak kunjung menjemputnya. Akhirnya sungmin memutuskan untuk naik taksi ketika jam menunjukkan pukul setengah delapan- setengah jam sebelum jam masuk kuliahnya.
"hah~" sungmin mendesah lelah, ia sedikit berlari tadi.
Sungmin melihat sekeliling, mencari sosok donghae. Tak ada. Oke, sungmin sedikit khawatir. Tak biasanya namja itu bolos tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu. Sungmin memutuskan untuk mengirim pesan pada donghae.
Sungmin berhenti mengetik pesannya ketika mata foxy nya menangkap sosok donghae yang baru saja masuk tepat saat bel berbunyi. Setidaknya namja itu tidak terlambat.
Donghae tersenyum ke arah sungmin. "ming.." sapanya.
"hai, hae.." balas sungmin.
"mianhe, aku tak sempat menjemputmu. Aku kesiangan tadi. Dan ponselku rusak" seru donghae seraya mengangkat ponselnya yang memang sedang rusak. Ponsel itu terjatuh di jalanan saat ia menghubungi orangtua nya kemarin.
"gwenchana.." sungmin menjawab diiringi senyuman manis.
" ming "
" hae " panggil mereka bersamaan menciptakan suasana yang agak canggung. "kau duluan saja" ucap donghae.
"bisakah kita bicara sebentar istirahat nanti?" tanya sungmin. Donghae mengangguk, "ya. Ada yang ingin ku bicarakan juga denganmu" jawab donghae. Setelahnya mereka fokus menatap ke depan memperhatikan penjelasan dosen yang sedang mengajar.
.
.
.
.
"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya sungmin ketika mereka sampai di taman belakang sekolah. Mereka sengaja memilih tempat itu karena suasana disana yang cukup sepi, setidaknya cukup nyaman untuk bercengkrama dibandingkan kantin yang terlalu ramai.
Donghae mengacak pelan rambut sungmin dan tersenyum, "kau duluan saja..." ucapnya. Sungmin mengangguk.
"hae-ah.. kemarin, aku dan kyuhyun berbaikan.." seru sungmin pelan. Ia takut dengan respon donghae nantinya, bagaimana pun ia tahu kalau donghae mencintainya. Tetapi di satu sisi donghae adalah sahabatnya, ia merasa harus menceritakan ini.
Tanpa disangka donghae menggenggam tangan sungmin dan mengusapnya pelan, "chukkae, ming.. aku ikut bahagia mendengarnya"
Sungmin menatap donghae heran. "aku tahu kau bingung" seru donghae. Namja itu tersenyum sekilas. Donghae menatap sungmin lekat. "mianhe karena aku seperti memaksamu selama ini, ming. Aku terus mendekatimu padahal hatimu sudah jelas – jelas dimiliki namja lain" sungmin menatap donghae sedih. Donghae benar, hatinya telah dimiliki sepenuhnya oleh kyuhyun. Terbukti dengan mudahnya ia memaafkan namja itu. Dan itu sedikit banyak telah menyakiti hati donghae pastinya.
"bodohnya, aku tidak mengingat bahwa ada seseorang yang ku cintai dan mencintaiku. Tetapi aku malah melupakannya. Hahahaa... aku sungguh bodoh" donghae tertawa hambar. Sungmin sedikit kaget mendengar penuturan donghae.
"dan sekarang, ia kembali padaku ming.. aku tak tahu harus mengatakan apa, yang jelas aku sangat bahagia. Apalagi mendengar kau sudah berbaikan dengan kyuhyun, membuatku tak perlu merasa khawatir ketika melepasmu.." sungmin tersenyum lega. tadinya ia khawatir donghae akan sedih mendengar ia dan kyuhyun berbaikan, ternyata ia salah.
"kyuhyun sangat mencintaimu, ming.. maka itu aku rela melepasmu dengannya. Bahkan aku diancam olehnya ketika mencoba mendekatimu hahaha.." donghae dan sungmin tertawa bersamaan. Sungmin mengakui sifat kyuhyun yang terkadang memang cenderung posesif.
"gomawo, hae.." sungmin sangat bahagia. Ia berhasil meraih cintanya tanpa kehilangan sosok sahabat yang sangat baik seperti donghae.
"aku juga berterima kasih padamu.." balas donghae dan memeluk tubuh sungmin.
Bel berakhirnya istirahat berbunyi sangat nyaring seolah mengingatkan mereka bahwa mereka masih berada di lingkungan kampus. Keduanya melepaskan pelukan mereka, pelukan kasih sayang antara sahabat. "kajja.." ajak donghae untuk ke kelas bersama yang dibalas anggukan sungmin.
.
.
.
.
Kyuhyun beberapa kali melirik ponselnya. Tak ada pesan satu pun dari sungmin. Sebenarnya ia sudah sangat ingin mengirim pesan pada yeojachingu nya itu, tetapi ia takut mengganggu sungmin mengingat ini masih jam kuliah.
Kyuhyun berdecak kesal. Ia bosan dan sangat merindukan sungmin. Dengan cepat diraihnya kunci mobil, dan menuju suatu tempat.
.
"aku beli yang paling besar" seru kyuhyun pada pelayan di depannya. Senyum tampan tercetak jelas di bibir tebal miliknya kala membayangkan reaksi sungmin ketika menerima pemberiannya nanti. Tak ayal senyuman mematikan kyuhyun membuat sang pelayan menjawab gugup, "n- ne tu-tuan"
Kyuhyun tak mengiraukan nada bicara gugup pelayan tersebut, bahkan mungkin tak menyadarinya. Maklum saja, sedari tadi yang ada di pikirannya hanya sungmin, sungmin, dan sungmin. Setelah membayar, kyuhyun segera beranjak dan mengendarai mobilnya menuju kawasan Cheongwoon, kampus sungmin.
.
Kyuhyun melirik arloji ditangannya. Sudah waktunya bel pulang, beberapa mahasiswa dan mahasiswi sudah terlihat berkeliaran disana-sini tetapi sungmin tak kunjung dilihatnya. Ya, kyuhyun memang sedang menunggu di depan gerbang kampus sungmin.
Kyuhyun memutuskan untuk keluar dari mobilnya. Bosan juga menunggu di dalam.
"kyuhyun?" namja kelahiran februari itu menoleh ketika merasa namanya dipanggil.
Seohyun mendekat, "apa kabar?"
"baik. Kau sendiri?" jawab kyuhyun diiringi senyum tipis .
"baik juga. Kau menunggu siapa? Sungmin?"
"ne"
"aku melihatnya sedang berjalan kesini.. kalau begitu aku pulang duluan, ne.."
Kyuhyun mengangguk, "hati-hati di jalan"
"ne.." jawab seohyun sebelum masuk ke mobil yonghwa.
Kyuhyun tersenyum seraya mendengus setelah mobil yonghwa beranjak dari sana. Ia kembali mengingat kebodohannya dulu yang mengira dirinya mencintai seohyun. Bahkan dalam jarak sedekat tadi dengan seohyun, jantungnya tetap berdetak dengan normal. Tak seperti saat ia bersama sungmin, berdegup sangat kencang bahkan terkadang kyuhyun dapat mendengar bunyi detak jantungnya sendiri. Dan kyuhyun tak merasa sakit melihat seohyun pulang bersama namja lain.
Berbeda dengan saat ini, ketika ia melihat sungmin dan donghae berjalan berdua tanpa menyadari keberadaannya. Nafasnya memburu menahan kesal.
"kyu? Kau menjemput?" tanya sungmin. Donghae belum beranjak dari sampingnya. Namjaitu malah ikut-ikutan menatap kyuhyun.
"ne.." jawab kyuhyun tanpa melepaskan tatapan membunuhnya pada donghae. Donghae hanya tersenyum melihat kyuhyun yang menatapnya begitu.
"ming, kyuhyun sudah menjemputmu. Sampai jumpa.." tak diduga. Kyuhyun mengira donghae akan dengan sengaja memancing emosinya lagi, dan itu tidak terjadi. 'apa ada yang salah dengan namja ikan itu? Tak biasanya' batin kyuhyun.
"sampai jumpa, hae.." jawab sungmin.
Kyuhyun memilih untuk beranjak dan membukakan pintu untuk sungmin. Saat itu donghae ikut melangkahkan kakinya menuju mobilnya, meninggalkan kyuhyun dan sungmin.
Kyuhyun segera saja duduk di bangku kemudi. Sungmin yang sudah lebih dahulu memasang seatbelt hanya memandangi kyuhyun yang sedikit kewalahan menggapai sesuatu di jok belakang mobilnya. Sedikit penasaran tetapi raut penasaran yang terpampang di wajah yeoja imut itu segera berganti menjadi raut terkejut kala kyuhyun meletakkan sebuah boneka besar di pangkuannya. Sungmin menatap boneka tersebut dengan tatapan berbinar. Tak ayal kyuhyun ikut tersenyum melihatnya.
"kau suka?" kyuhyun membuka suaranya setelah puas memandangi wajah sungmin yang berbinar. Sungmin sedikit menolehkan wajahnya sekilas melihat kyuhyun, "ne.. sangat suka. Gomawo, kyunnie~" ucapnya riang.
"hanya gomawo?" seru kyuhyun pura-pura kecewa. Sungmin sontak menatap kyuhyun bingung. 'kena kau kelinci manis'
Kyuhyun memajukan pipinya ke arah sungmin dan menunjuk-nunjuk pipinya meminta sungmin untuk mendaratkan kecupan disana. Setelah mengerti, sungmin segera memajukan wajahnya dan mengecup sekilas pipi kyuhyun.
"sudah.." seru sungmin riang.
"kenapa cepat sekali?" oh, kyuhyun merajuk kini. "aku ingin yang lama.."
Dengan polos sungmin mengangguk, "arraso, kyunnie~" sungmin kembali memajukan wajahnya. Sayangnya ia tak menyadari senyum mesum yang terpantri di bibir kyuhyun. Ketika bibir sungmin hampir saja mendarat, kyuhyun dengan cepat menolehkan wajahnya dan...
'cup'
Sungmin segera menyadari keganjilan yang dirasakannya. Sensasinya sungguh berbeda. Dengan wajah semerah tomat, sungmin menjauhkan wajahnya dan menunduk malu. Kyuhyun tersenyum puas dan kembali membenarkan posisi duduknya. "bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?" tawar kyuhyun spontan. Tadinya ia hanya akan mengantar sungmin ke apartemen tetapi akibat jantungnya yang sangat tidak terkontrol karena ciuman sekilas dari sungmin ia semakin ingin berlama-lama menghabiskan waktu dengan yeojachingu nya.
Sungmin menatap kyuhyun ragu, "apa kyunnie tak lelah?" dengan cepat kyuhyun menggeleng. Ia tak akan merasa lelah melakukan apapun selama itu bersama sungmin.
"ayo ke ice skating !" ajak sungmin semangat membuat kyuhyun tertegun sejenak. "kau tidak kuat dingin, chagi.." ucap kyuhyun mencoba memberi pengertian pada sungmin. Lagi pula sejak kapan sungmin menyukai tempat yang berhawa dingin?, batinnya bingung. Bukankah terakhir kali mereka kesana dan berakhir dengan renggangnya hubungan dia dengan sungmin? Ugh. Mengingatnya saja kyuhyun sangat malas. Dan ia pastikan hal itu tidak akan terjadi lagi hari ini.
"tak masalah.. aku ingin mencobanya, kyunnie~" rengek sungmin yang pastinya berhasil membuat kyuhyun tak mampu melarangnya lagi kesana. Sebenarnya itu bukanlah alasan utama sungmin mengajak sungmin ke salah satu tempat yang sangat tidakingin ia kunjungi tersebut. Sungmin hanya ingin mengganti kenangan tak indah di tempat itu menjadi tempat yang penuh kenangan antara dirinya dan kyuhyun. Hanya berdua. Tanpa adanya sosok ketiga, baik seohyun atau siapapun.
"baiklah.." ucap kyuhyun final . "tetapi ingat ming. Kau harus memberitahuku kalau kau sudah tak kuat menahan dingin, arraso?" nasihat kyuhyun seraya mengusap kepala sungmin lembut.
"arraso, kyunnie~" balas sungmin diiringi cengiran imut khas miliknya
.
.
.
.
"kyaaaaa ! kyunnie ~ ~ " sungmin beberapa kali berteriak karena kehilangan keseimbangan. Maklum saja, yeoja itu baru pertama kali bermain ice skating. Tetapi belum sampai terjatuh kyuhyun pasti sudah menopang tubuhnya dan memeluk yeoja itu agar kembali berdiri tegak. Kyuhyun terkekeh disamping sungmin melihat usaha keras yeoja itu untuk berlalu-lalang di atas es dengan sepatu khusus yang telah mereka sewa tadi.
"pelan-pelan saja, min" ucap kyuhyun sedikit memperingatkan. Ia tak mau sungmin terjatuh ketika ia sedang lengah dan tak berhasil menangkap tubuh yeoja itu nantinya. Sayangnya ucapan kyuhyun bagaikan angin lalu bagi sungmin. Yeoja itu terlalau bersemangat sehingga tak menghiraukan kyuhyun. "min, ku bilang ha-"
"kyaaaa !"
'BRUGH'
'CUP'
Hanya beberapa detik tetapi berefek sangat besar bagi sungmin dan kyuhyun. Dengan pikiran yang masih belum stabil dan nafas yang memburu akibat ciuman singkat yang bisa dibilang tak sengaja itu, kyuhyun berusaha untuk segera menopang tubuhnya sekaligus menghindari sungmin yang mungkin menyadari bahwa dirinya tengah gugup kini.
Setelah berhasil menyeimbangkan otot tubuhnya yang sempat melemas, kyuhyun berdiri dan mengulurkan tangannya membantu sungmin untuk ikut berdiri.
"min, hidungmu sudah memerah. Cukup dulu ne?" diusapnya pelan hidung sungmin yang sudah memerah. Mereka sudah terlalu lama bermain dan kyuhyun tak mau mengambil resiko alau sungin sakit nantinya.
Sungmin masih mengontrol detak jantungnya dan kembali menahan nafas kala tangan hangat kyuhyun menyentuh hidungnya yang hampir sedingin es. Dengan gerakan kaku sungmin mengangguk. Ia juga merasa kedinginan bahkan tangannya sedikit gemetar.
.
"sudah hangat?" tanya kyuhyun setelah menyampirkan jas nya di bahu sungmin. Sungmin mengangguk, "ne". Kyuhyun merangkul pundak sungmin yang kini berbalut jas kantor miliknya seolah ikut menghangatkan tubuh yoja itu dengan dekapannya.
Kaca mobil yang dibiarkan terbuka mengakibatkan hembusan angin malam menyapu beberapa helai surai hitam milik sungmin maupun kyuhyun. Setidaknya angin tersebut masih lebih sejuk dibandingkan dengan dinginnya udara ac mobil yang menusuk jika mereka menutup jendela mobil.
Jika ada yang bertanya, maka dengan senang hati author beritahu kalau sepasang kekasih yang sedang menghangatkan satu sama lain itu /tsah! Bahasanya ;p/ sebenarnya tengah berada di tepi sungai Han. Keduanya hanya menikmati kebersamaan yang sangat mereka idamkan selama ini. Ditengah kesibukan kyuhyun sebagai pemimpin perusahaan dan tumpukan tugas kuliah sungmin membuat mereka hampir tak memiliki waktu untuk sekedar menghabiskan waktu berdua dan menikmati kebersamaan mereka seperti saat ini.
"kyu, aku sudah tidak kedinginan lagi.." sungmin memberi sedikit jarak antara tubuhnya dengan dada bidang milik kyuhyun yang ia jadikan sandaran.
"syukurlah.. kau membuatku sangat khawatir tadi. Melihat tanganmu bergetar menahan dingin hampir membuatku frustasi.." kyuhyun melontarkan keluh kesah yang sedari tadi menjadi bahan pemikirannya. Tangannya yang sedari tadi merangkul sungmin menarik yeoja itu untuk kembali bersender di dadanya. "sebentar lagi, min. aku masih ingin memelukmu" kyuhyun semakin mengeratkan dekapannya dan menggunakan tangan kanannya yang bebas untuk mengusap kepala sungmin. Memberi kenyamanan lebih bagi yeoja yang sangat dicintainya.
"aku sangat senang.." sungmin berucap dengan nada yang terdengar seperti menahan buncahan bahagia yang hampir meluap. Kyuhyun memandangi wajah sungmin dari tadi. "aku ikut senang kalau begitu" kyuhyun tersenyum. Mengecup pucuk kepala sungmin sayang.
Kepala sungmin mendongak, menarik nafas cukup panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan."kyunnie~" sungmin memanggil kyuhyun dengan lirih, senyuman tak kunjung lepas dari bibirnya. Kyuhyun berdehem menanggapi.
"bukankah besok akhir pekan?" sungmin mulai memainkan kancing kemeja yang dikenakan kyuhyun. Membuat namja itu menahan gemas melihat wajah sungmin yang mulai kelewat imut.
"hmm, ne.. waeyo?"
"bagaimana kalau- "
" Huueeee ! Eommaaaaa... ! "
Sebuah tangisan anak kecil menginterupsi perkataan sungmin. Keduanya saling menatap sebelum memandang ke luar jendela mencari asal sungmin. Sungmin sontak duduk dengan tegak dan membuka pintu mobil kyuhyun. Melihatnya, kyuhyun segera menyambar pintu mobil dan ikut keluar menyusul sungmin.
"omo !"
sungmin membelalakkan mata kala di depan mereka berdiri seorang namja kecil kira-kira baru berumur 5 tahun menangis sesunggukan dan menggenggam erat mainan berupa pesawat terbang kecil. Tadinya sungmin maupun kyuhyun agak ragu dengan gender anak tersebut, pasalnya muka yang terlalu imut untuk ukuran namja dimilliki bocah tersebut. Bahkan sekilas kyuhyun ikut melebarkan matanya karena merasa wajah anak itu ada sedikit kemiripan dengan sungmin. Tapi mereka segera yakin bahwa bocah itu laki-laki setelah memperhatikan pakaian yang dikenakan berupa kaos dan celana pendek ditambah dengan mainan pesawat yang dipegang anak itu.
Aura keibuan sungmin muncul begitu saja dan berlutut di depan anak kecil tersebut. Mencoba menyejajarkan tingginya untuk mengusap lelehan liquid bening yang mengalir dari pelupuk mata bocah di depannya.
"noona.. eomma dimanaaaa? Hueee..." bocah itu semakin menangis kala melontarkan pertanyaan pada sungmin. Mungkin karena sungmin bersikap lembut padanya sehingga ia merasa ingin mengadu pada sungmin. Melihat airmata yang ta berhenti mengalir membuat hati sungmin tersentuh bahkan yeoja penyuka makanan manis itu terlihat sedang menahan airmatanya. "jangan menangis sayang~ hiks" sungmin mencoba menenangkan tetapi dirinya malah ikut menangis.
Reflek kyuhyun ikut berjongkok kala melihat sungmin yang ikut menangis. Ia tahu kalau yeoja nya terlalu mudah tersentuh apalagi dengan hal-hal yang berhubungan dengan anak kecil. "minnie chagi.. kalau kau ikut menangis nanti adik kecil semakin sedih.." bisik kyuhyun seraya mengusap kepala sungmin untuk meredakan tangis yeoja itu. "kita bisa bantu mencari eomma nya, bukan?" tawar kyuhyun lembut. Mencoba mencari solusi yang menurutnya lebih efektif dibandingkan ikutan menangis bersama bocah hilang itu.
"ne.. kyunnie benar.." dengan airmata yang sudah memupuk di pelupuk mata nya sungmin mengangguk, "adik kecil.. ayo kita cari eomma. Pasti masih ada di sekitar sini" bujuk sungmin lembut dan menyka airmata nya agar terlihat tegar. Mencoba meyakinkan bocah di depannya bahwa semua akan baik – baik saja.
Sungmin berdiri dan menggendong tubuh mungil tersebut. "uljima..." dengan sayang sungmin mengusap hidung sang bocah yang mulai berair. Kyuhyun tersenyum melihat sikap keibuan sungmin dan ikut menyamakan langkahnya di samping sungmin.
"noona.. tadi eomma berjanji ingin membelikanku permen kapas itu" bocah tersebut menunjuk ke arah penjual gulali di pinggir sungai. Kyuhyun tersenyum mengerti, "arraso.. mau hyung belikan?"
Sontak kedua mata mungil itu berbinar sangat cerah. Hampir seperti melupakan kesedihan yang membuatnya menangis hebat tadi. "aku mau ahjussiiii !" ekspresi riang dari bocah itu sangat berbading terbalik dengan ekspresi wajah kyuhyun dan sungmin yang terkejut. Terlebih namja tampan yang baru saja di panggil ahjussi. Oh, tak ada yang lebih buruk dari ini. Seorang cho kyuhyun yang tampan dan awet muda- menurut kyuhyun – dipanggil ahjussi ? itu sama saja menginjak harga dirinya.
Sungmin hanya menganga dibuatnya. Dan dengan cepat menatap kyuhyun memelas, meminta namja itu untuk mengerti. Kyuhyun yang melihat tatapan sungmin segera meluruhkan ego nya. "hah.. panggil aku hyung, arraso?" bocah itu terlihat berfikir sejenak sebelum mengangguk-angguk imut. aigoo, kyuhyun rasa namja kecil ini memiliki satu lagi kemiripan dengan sungmin dari cara mereka melakukan aegyo didepannya.
"arraso hyung.."
"kajja.." ajak kyuhyun seraya merangkul pinggang sungmin. Entah sengaja atau tidak tetapi kalau dilihat mereka seperti keluarga kecil. Sungmin yang menggendong anak kecil tersebut sesekali menciumi pipi gembul bocah itu dan kyuhyun yang mengacak rambut bocah kecil itu karena beberapa kali hampir keceplosan memanggilnya ahjussi lagi.
Ya. Semua orang yang melihat pemandangan ketiga orang tersebut pasti mengira mereka adalah keluarga bahagia. Termasuk seorang yeoja tingi yang sedang patah hati melihat pria yang diincarnya ternyata sudah memiliki istri.
"aishh..! pantas saja waktu itu dia tak menanggapiku. Rupanya sudah memiliki istri cantik dan anak yang sangat lucu. Aku kesal ! kesal ! kesal !" yeoja itu, victoria menghentak-hentakkan kakinya kesal. Tetapi mau bagaimana lagi, ia memilih untuk menyerah. Bagaimana pun ia bukan yeoja perusak hubungan orang lain.
.
"manissssss..." gumam namja kecil nan imut dan sungmin bersamaan. Keduanya terlalu menikmati gulali yang berada di genggaman mereka kini tanpa menyadari sesosok namja pervert yang berkali-kali menelan air liurnya dengan susah payah. Bagaimana tidak? Ekspresi polos sungmin yang mengecap manisnya gulali ditambah dengan sungmin yang sesekali menjilat bibir kecil miliknya dapat dipastikan membangun jiwa pervert yang tersimpan rapat-rapat di lubuk hati namja bernama cho kyuhyun.
Kyuhyun mengusap bibir sungmin alih - alih untuk membersihkan remah gulali yang tertinggal disana, padahal dalam hatinya ia bersorak senang karena dapat menyentuh bibir pinkish sungmin secara langsung. Tentunya hal itu memicu detak jantung sungmin menjadi tak beraturan . sudah hampir setengah hari ia habiskan waktu bersama kyuhyun dan namjachingu nya itu selalu bersikap manis. Tentu saja hal itu membuat sungmin hampir meleleh.
Rona merah di wajah sungmin membuat kyuhyun mati-matian menahan untuk mengecup pipi chubby yang tersaji dihadapannya. Oh! Kalau saja tidak ada bocah belum cukup umur itu saat ini kyuhyun sudah mengecup pipi sungmin berkali – kali.
Namja kecil itu masih asik dengan gulali nya sebelum matanya melihat sosok yang ia cari tadi sedang berlari-lari kecil dan memandang sekeliling seperti mencari sesuatu. " eomma !" serunya girang seraya berlari memeluk tubuh yeoja berumur 30 tahun yang dapat dipastikan adalah ibu kandung bocah kecil itu.
Sungmin tersenyum. Senang karena namja kecil itu tak perlu bersedih lagi, ia sudah bersama eomma nya.
"nona, tuan.. terimakasih telah menemani anak saya. Mianhe telah merepotkan" ucap ibu muda itu kepada kyuhyun dan sungmin yang dibalas anggukan keduanya. "sama-sama ahjumma. Kami sama sekali tidak kerepotan, bahkan ia bersikap sangat manis dari tadi" ucap kyuhyun sedikit berbohong. Apa-apaan bersikap manis, dirinya disebut ahjussi dan itu tak bisa dibilang manis. Tapi, yasudahlah~ namanya juga anak kecil.
Kyuhyun tak menyadari sungmin yang ternyata sedang menggenggam tangannya erat. Sungmin memang senang mengetahui anak kecil yang sangat manis itu menemukan ibu nya, tetapi sebelah hatinya bersedih karena itu berarti ia harus berpisah dengan anak imut itu.
"kalau begitu kami permisi. Ah ! sandeul chagi, ayo ucapkan salam pada hyung dan noona " seru ibu tersebut. Dengan cepat sang anak yang diketahui bernama sandeul itu mendekat pada kyuhyun dan sungmin. "gomawo hyung~". Beralih menatap sungmin yang hampir menangis lagi, sandeul ikut sedih. Walaupun ia tak mengerti apa yang membuat sungmin menangis tetapi hatinya merasa sedikit tak rela berpisah dengan yeoja itu.
"noona~" rengeknya meminta sungmin untuk tak bersedih. Mata sandeul mulai berkaca – kaca . sungmin menatap sandeul cukup lama dan dengan cepat mengubah raut wajahnya menjadi tersenyum walau terlihat sedikit terpaksa.
"lain kali kita harus bertemu lagi, ne? Noona janji akan mengajak deul-ie jalan – jalan bersama kyuhyun hyung" ucap sungmin seraya memajukan jari kelingking nya ke hadapan sandeul. Mengajak bocah itu melakukan 'pinky promise'. Dengan senang, sandeul mengangguk membayangkan hari itu datang dan menautkan jari kelingking nya yang mungil dengan jari sungmin.
"ne.. deul-ie pasti akan merindukan.. " jeda sandeul kala baru menyadari dirinya belum mengetahui nama noona baik di depannya.
"sungmin" sungmin segera menyebut namanya.
"deul-ie pasti akan merindukan sungmin noona dan kyuhyn hyung~" lanjut bocah kecil itu membuahkan senyum di wajah ketiga orang dewasa yang sedari tadi memandangi nya.
Setelah sesi berpelukan ala teletubbies antara sungmin dan sandeul *author lebay-,-* , sang ibu menggendong sandeul dan berjalan meninggalkan kyumin couple disana.
"minnie chagi.." panggil kyuhyun yang merasa aneh karena sungmin hanya menunduk sejak kepergian sandeul. "chagi, kau kenapa?" tanya kyuhyun seraya mengangkat dagu sungmin agar memandang ke arahnya.
"hiks.. kyunnieeee~ aku ingin sandeeuuuullll.. hiks..." oh. Sudah kyuhyun duga akan begini jadinya. Mengingatn kedekatan sungmin dan sandeul tadi walaupun meeka baru saja bertemu, kyuhyun yakin sungmin akan menangis ketika harus berpisah dengan bocah itu.
"ssshhhh.. uljima, ne?" kyuhyun meraih kepala sungmin untuk bersandar di dadanya dan mengusapnya pelan. Kyuhyun memutar otak untuk membuat sungmin menghentikan tangisannya. Sedikit risih kala menyadari beberapa orang disana mulai memperhatikan mereka dan berfikir yang tidak – tidak terhadap kyuhyun. ' ish. Dasar orang – orang pervert! Kalian kira aku tega memperkosa kekasihku yang masih polos ini? Huh. ' kyuhyun chagiiiii... tak sadarkah kau omonganmu sungguh tak sesuai dengan otak pervertmu? Ckckckckck *author geleng – geleng*
"ah! Minnie~ " kyuhyun berucap semangat setelah otak jenius nya mendapat ide- yang menurutnya – brilliant.
"kyunnie.. aku mau sandeul ! sandeul ! sandeeuuuul ! " sungmin memukul – mukul dada kyuhyun pelan, melontarkan keinginannya. "ssstttt... dengar dulu chagiya.. kau ingin sandeul, bukan?" seandainya sungmin mendongak, sudah pasti ia dapat melihat senyum mesum kyuhyun di wajah tampan namjachingu nya.
"ingin sekaliiiii~ " jawab sungmin manja dan berhenti melayangkan pukulan ringan di dada bidang kyuhyun.
"arraso.. bagaimana kalau kita membuat baby se-imut sandeul, heum?"
"mwoooo?!"
FIN~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC DEEEENGGGGG ! :P /SLAP/
Hai hai hai~ gak kerasa ya udah mendekati 'end' :D
Tadinya pengen di jadiin final chap tapiiiii... saya takut dibunuh readers karna chapter sebelumnya ga ngasih tau dulu hehehe...soooo, chapter berikutnya adalah final chapter..
Lagi – lagi saya minta maaf kalau ada beberapa readers yang kurang suka kyumin baikan di chap lalu, bahkan ada yang bilang sungmin terlalu 'gampang'.. hehehe gapapa namanya juga pemikiran orang pasti berbeda-beda.. makasih untuk sarannya ya semua. Semoga saya bisa lebih baik di ff selanjutnya –eh?emangadafflagi?.-.
Gimana buat chapter menjelang akhir ini? Kyumin moment-nya saya bikin sampe 9 page di word loooh.. tapi kalo kyumin moment'nya datar yaaa mohon maklum aja ya karena saya belum pernah pacaran. Single 16 tahun alias seumur hidup *hueeee... T.T* . Dan chap ini ada 4500 words ! O.o
Kasih review buat chap ini yaaaa *wink*
Terimakasih banyak buat yang review chap kemarin... *kiss* *hug* *yadong-in(?)* /SLAP/ XD
Okedeh, kayaknya cukup segini untuk chapter 9..
See you next chap \(^-^)/
