Author : BossKim pilthi
Cast : all member DBSK5
Piring : YunJae
Support Cast in Part 1 : Jiyeon T-ara, etc
Genre : Romance
Rating : K+
Note : apabila membosankan mohon maaf karna ini FF pertama buatan saya,,Gamshamnida ^^
WITH ALL MY HEART PART 1
...
Pagi itu cuaca mendung, ya cuaca yang menggambarkan isi hatiku yang bingung karna masuk ke perguruan tinggi. Art University itulah nama kampus yang berisi segudang bakat dari ribuan banyak orang yang bermimpi suatu hari nanti bisa terjun ke dunia entertainment. Oh ya aku lupa memperkenalkan diriku. Jaejoong imnida..aku adalah anak tunggal dikeluargaku. Demi kedua orang tuaku yg bekerja sebagai petani, aku harus ekstra bekerja demi mencapai bangku kuliah di kampus paling terkemuka di Seoul ini. Aku harus meninggalkan kampung halamanku serta kedua orang tuaku. Aku ingin kedua orang tuaku bangga akan apa yang sedang aku jalani kini.
Setibanya di Seoul, aku harus mencari tempat tinggal. Karna ini pertama kalinya aku jauh dari orang tuaku. Mencari tempat tinggal dengan harga yang murah di kota yg besar seperti Seoul itu tidaklah mudah, dan akupun terus berusaha mencari kesetiap sudut sampai akhirnya akupun menemukan tulisan di kaca rumah "terima sewa kamar dengan harga murah. Untuk info hubungi 08653482929". Dengan sigap akupun menghubungi nomor tersebut dan ternyata si pemilik tinggal disebelahnya. "Annyeonghaseo, apakah benar ada kamar kosong dirumah ini?" Tanyaku kepada eomma pemilik rumah. "Ne, apakah kamu berniat menyewa kamar?" Tanya eomma pemilik. "Ne, eomma. Apakah saya bisa menempatinya hari ini? Karena saya baru saja merantau dari kampung halaman saya" tanyaku pada eomma pemilik. "Ne, mari eomma antarkan kekamar kamu". Akupun mengangguk dan mengikuti eomma pemilik yang mengantarku ke kamar yang akan aku tempati. "Ini dia kamarmu, ini kuncinya dan kamu boleh menempati hari ini ". "Gamshamnida " sambil tersenyum menatap eomma pemilik yg berjalan keluar rumah. Akupun langsung segera membersihkan ruangan.
Hari sudah malam dan bersih2 pun sudah selesai. Ruangan sudah rapih, buku..baju..sudah aku masukkan kedalam raknya masing2. Namun tanpa sadar aku merasa lapar. Karena aku belom makan seharian ini dan belum mempunyai bekal makanan yang harus aku masak, terpaksa aku harus mencari makan ke toko2 makanan terdekat.
Akupun berjalan mencari toko makanan terdekat. Namun tanpa sadar aku terperangah melihat seorang namja tampan yang sedang mengajari anak kecil sebuah dance. Sontak yang tadinya perutku merasa lapar tiba2 tidak merasa lapar lagi. Akupun penasaran dan memerhatikan namja itu dari kejahuan sambil mengumpat dibalik pohon. Namja itu memberikan gerakan pertahap kepada anak2 itu dengan perlahan lahan. Tanpa sadar akupun mengikuti gerakan yg diberikan namja itu kepada anak anak itu dan sampai pada gerakan memutar aku tidak sadar bahwa disampingku ada sebuah got yang otomatis membuat aku melakukan gerakan memutar langsung terjatuh ke got itu dan menjadikan diriku pusat perhatian namja serta anak2 yang sedang berlatih disana. Dengan sigap akupun ingin pergi dari situ namun ternyata dihadapanku sudah ada namja tampan serta anak2 kecil. "Wae? Wae, kamu malam2 di got itu?", ucap namja tampan itu. "Aku..aku..aku ..(aku bingung harus menjawab apa jadi akupun memikirkan apa yg harus ku jawab) tadi mendengar ada suara kucing yg mengeong2 yang ku pikir mungkin terjebak di sekitar sini. Namun aku tidak melihat kalau ada got disini jadi akupun terjatuh ", jawabku ke namja tampan itu sambil gemetar dan malu. "Hhhahhahaha"..namja itupun tertawa bersama anak kecil disitu. "Wae..wae kamu tertawa?" Tanyaku pada namja itu. "Lucu..kamu lucu sekali..kamu tidak pandai berbohong ya ", ucap namja itu yang membuat aku malu setengah mati. "Ayo bangunlah..aku tahu kamu sedang melihat aku dan anak2 ini sedang belajar dance kan?", tanya namja tampan itu padaku. "Ne", jawabku sambil menutup wajahku yang pasti sudah memerah. "Bilang dong kalau mau ikutan belajar dance juga", ucap namja tampan itu. Akupun berjalan mengikuti namja itu sambil membersihkan celanaku yang kotor dan basah akibat jatuh tadi. lalu namja itupun memulai mengajarkannya kembali dan akupun hanya duduk melihatnya mengajari anak2 itu. Akupun merasa ada yang aneh dengan perasaanku sekarang. Ya perasaan berdebar debar seperti seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu Yunho pun mengatakan istirahat kepada anak2 itu. Aku semakin gemeteran ketika Yunho berjalan menghampiri dimana aku sedang duduk..ya sampai akhirnya memang benar Yunho duduk disebelahku. Aku tidak bisa mikir apapun saking gugupnya..perasaan gugup ini adalah yang luar biasa gugupnya dibanding saat aku ikut audisi seleksi masuk universitas. "Hmmppp...", tawa yunho sambil melihat kearahku. "Kali ini mengapa kamu tertawa sambil melihatku? Memangnya aku badut!", kesalku kepada namja itu. "Memangnya kamu tidak mendengar suara perutmu yang minta diisi makanan ", jawab namja itu sambil tertawa. "Aishh..perut ini susah sekali diajak kompromi", jawabku sambil malu dan kesal terhadap bunyi perutku yang akupun tidak menyadari kalau perutku berbunyi menandakan lapar. "Baiklah..latihannya sampai disini dulu..kita lanjut lagi minggu depan", teriak namja itu kepada anak2 disitu. Akupun jalan meninggalkan tempat disitu bersama anak2 disitu yang satu per satu mulai meninggalkan tempat itu. "Hey..kamu..", teriak namja itu. Akupun menoleh dan bingung siapa sebenarnya yang dipangil namja itu..aku pun memberanikan menunjuk ke diriku. "Ne..kamu", teriak namja itu. Namja itupun berlari menghampiriku dan mengatakan, "kamu lapar kan..aku juga lapar. Bagaimana kita makan bersama?", tanya namja itu kepadaku. "Ne.",jawabku pada namja itu. Lalu kamipun berjalan mencari tempat makan untuk menghilangkan rasa lapar yang sama - sama sedang kami rasakan. "Oh ..iya..kita belum berkenalan. Annyeonghasimnika. Jung yunho ", ucap namja itu kepadaku sambil mengulurkan tangannya kepadaku. "Annyeong..kim jaejoong imnida", jawabku kepada namja itu yang sudah ku ketahui namanya..sambil mengulurkan tanganku padanya. "Aku baru pertama kali melihat kamu di daerah ini..kamu orang baru ya?", tanya yunho padaku. "Ya..aku baru saja hari ini tiba di Seoul. Yunho-ssi kamu kuliah atau bekerja saat ini?", tanyaku sambil bersemangat. "Aku..akuu..hah itudia tempat makannya. Ayo palli..palli..aku sudah lapar banget", ucap Yunho sambil menarik lenganku untuk segera lari ke tempat makan itu. "Ahjussi..tolong bawakan aku 2 botol soju dan 2 piring kimchi", teriak yunho untuk memesan makanan. "Ah..iya..kamu tahu letak kampus Art University tidak? Aku hari ini belum sempat mencari letak kampus itu. Malah besok aku adalah hari pertama penerimaan mahasiswa/i baru," ucapku pada yunho yang tiba2 tersedak saat aku mengatakan hal barusan yg kukatakan. "Hah..apa Art University?..aku..aku tidak tahu persis tapi kau bisa naik bus di halte sana dan turun di halte swing. Dari situ katanya sih udah pasti kelihatan orang2 yg kuliah dikampus itu. Kau bisa menanyakan pada orang2 setibanya disana. Oh ya..aku pulang dulu ada yg harus aku persiapkan", ucap yunho padaku sambil tergesa-gesa pergi meninggalkanku. Akupun bingung..katanya dia tidak tahu tapi malah memberitahuku jakan kekampus itu. Akupun langsung kaget karena tiba2 yunho kembali lagi ke tempatku dengan mukadan seriusnya dan mengatakan " jaejoong..aku harap kamu bisa melupakan pertemuan kita hari ini. Anggap saja kamu sedang mimpi atau apalah sesukamu dan apabila suatu hari nanti kita bertemu kembali aku mohon untuk tidak menyapaku dan berpura2lah tidak ". Yunhopun berlari meninggalkan diriku setelah mengatakan itu. Dijalan menuju rumah aku memikirkan kembali yang Yunho katakan tadi, apa aku ada salah ucapan tapi aku merasa tidak mengatakan yang menyinggung perasaannya. Yasudahlah lebih baik aku segera pulang dan mempersiapkan diriku untuk hari pertamaku dikampus esok hari.
Pagipun tiba..aku sudah bersiap untuk hari pertama sesorang yang sudah resmi menjadi bagian pada kampus yg lumayan bergengsi dibidangnya. Ya..pertama-tama aku harus ke halte disebrang sana dulu. Sesampainya di halte..akupun kembali mengecek bawaanku di tas dan seragam yang kukenakan sambil menunggu bus datang. Tiba2 aku teringat kejadian semalam..kejadian yang tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya. Apakah hari ini aku bisa bertemu dengan Yunho ya? Tanyaku dalam pikiranku. Semua barang bawaanku sudah lengkap dan aku akan memberikan yang terbaik untuk hari ini dikehidupanku sebagai mahasiswi. Tiba2 aku melihat ada sebuah mobil yang lewat..dan yang membuat aku kaget adalah didalam mobil itu ada Yunho yang mengenakan seragam yang sama seperti aku. Namun aku yakin mungkin salah lihat..tapi semaiin dipikir itu memang Yunho. Akupun semakin bersemangat untuk tiba dikampus untuk bertemu Yunho.
"Ajushii..apakah halte swing masih jauh?", tanyaku pada ajushii yg duduk di sebelahku. "Tidak..sebentar lagi akan sampai", jawab ajushii sebelahku. "Gomawo ajushii", jawabku pada ajushii itu. "Pemberhentian selanjutnya halte ", ucap speaker pemberitahuan didalam bus. Akupun segera turun dari bus dan ternyata kampusku itu tepat di sebelah halte swing. Akupun semakin bersemangat dan berlari kedalam kampus.
Karna aku tidak mempunyai kerabat atau teman yang kukenal jadi pertama - tama aku harus mencari teman sebanyak - banyaknya. "annyeong, Jaejoong imnida", sapaku pada perempuan yg sedang berkumpul di dekat loker. Namun mereka semua tidak menyapaku..malahan pergi. Apa ada yang salah dengan cara berpakaianku atau apa diriku bau bagi mereka?. Tapi yasudahlah..mungkin mereka tidak mau berteman denganku. Kedua kalinyapun aku mencoba mencari teman..namun tetap malah menghindariku. Akupun bingung dan berpikir apa ada aturan dilarang menyapa sesama mahasiswi baru, tapi itu tidak mungkin kan. Akhirnya akupun mencoba lagi.."annyeong, jaejoong imnida", sapaku kepada orang yang lewat. "Hei..siapa kamu berani2nya menyapa aku. Orang tuamu pengusaha apa?", tanya salah satu anak perempuan yg kusapa barusan padaku. "Orang tuaku bukan pengusaha..orang tuaku hanya bekerja sebagai petani dikampung halamanku. Memangnya kenapa? Apa kau mau mencoba menjadi seorang petani? Kalau mau ayo akan aku ajarkan", jawabku pada anak perempuan itu. "Apa..PETANI?! Kamu gak selevel dengan kita. Jadi jangan dekat2 kita. Ngerti!",jawab anak perempuan itu. "Memangnya kalian kalau berteman harus dilihat dari materi ya?",tanyaku pada anak perempuan sombong itu. "Ya jelas doong..kita itu akan menjadi orang terkenal jadi harus memerlukan relasi2 yang terkenal juga. Lagian sejak kapan kampus ini bisa menerima gembel seperti ini lagi. Asal kamu tahu..disini berisi orang2 kaya dan berkelas atas..untuk kasta kaya kamu itu udah tidak ada. Lagian sebentar lagi juga kamu bakal pergi dari kampus ini", jawab perempuan sombong itu sambil mendorong aku kelantai. "Ada apa ini..ribut2 apaan ini. Kamu apakan anak ini jiyeon?" Tanya seseorang yang suara sudah tidak asing ditelingaku..dan yah benar..ternyata suara itu adalah suara Yunho. Akupun kaget dan mengucek2 kembali mataku..tapi ternyata benar..jadi yg tadi kulihat di halte memang benar Yunho. Tapi semalam kenapa Yunho tidak mau mengakui kalau dia kuliah dikampus ini?.
"Yunho..benarkah kamu Yunho? (Sambil meraba - raba wajah Yunho), ah benar kamu Yunho..kamu kuliah disini juga? Tapi semalam kenapa kamu tidak bilang?", tanyaku pada Yunho sambil memegang tangannya. "Yunho..jadi gembel ini? Koq bisa?! Kamu bilang semalam? Jadi semalam kamu kencan dengan gembel ini?", tanya perempuan sombong tadi yang ternyata namanya adalah Jiyeon. "Jiyeon..bisa tidak tutup mulutmu itu..lagian aku juga tidak mengenalnya. Kamu siapa? Kenapa kamu mengatakan kebohongan mengenai semalam?. Semalam itu aku dirumah saja tahu. Ohh jangan2 kamu adalah orang yang selama ini suka meneror ke rumahku ya?", ucap Yunho padaku sambil menghempaskanku ke lantai. "Yunho..kenapa kamu berbicara sekasar itu padaku. Memang iya semalam kita bersama2 kan. Kamu mengajari anak2 kecil dasar2 dance dan aku melihatmu disitu juga. Dan kitapun sempat makan diwarung pinggir jalan kan. Apa kamu sudah lupa semuanya?", jawabku sambil meyakinkan Yunho. "Aku tahu..kamu mengatakan seperti itu karna mau uang kan. Baiklah ini uang untukmu dan terima kasih atas kebohongan yang kamu sebarkan", ucap yunho dengan melemparkan uang ke arahku dan pergi meninggalkanku.
Akupun bertanya - tanya dalam hati, apakah benar yg barusan aku lihat dan aku alami? Apakah benar itu Yunho semalam yang ku lihat karna kebaikannya mengajari anak2 kecil ngedance? Sambil aku berpikir mengenai Yunho tanpa sadar orang2 sudah mengelilingiku dan melempari aku dengan sampah dan mengatakan "berani2nya meneror Yunho dan mengatakan kebohongan demi uang". Akupun berlari sambil menangis, apa yang harus aku lakukan?..kenapa aku harus menerima perlakuan seperti ini hanya karna aku orang miskin?apa aku harus pergi dari Seoul dan pulang ke kampung halamanku?
... bersambung ...
Cuap Cuap Author.
Hai buat semua yang membaca ff saya ini,,mian klo alurnya terlalu bertele2..aku mau cerita untuk part 1 ini dibuat memang adegan yang agak sedih. akan ada kejutan untuk cerita selanjutnya karena mungkin kalian sudah bisa menebak2 alur ceritanya dan endinya seperti apa,,tapi akan ada perubahan yang kalian akan tidak menyangka kalau author bakal bikin peran yunjae seperti itu hahahaha *evil laugh*. ok sekian cuap2 author..ditunggu cerita selanjutnya ya chingu. Gamshamnida buat yg udah baca..mohon di review ya buat yg sudah baca ^^
