Author : BossKim pilthi
Cast : all member DBSK5
Pairing : YunJae
Support Cast in Part 1 : Jiyeon T-ara, etc
Genre : Romance
Rating : K+
Note : apabila membosankan mohon maaf karna ini FF pertama buatan saya,,Gamshamnida ^^
WITH ALL MY HEART PART 2
Akupun bertanya - tanya dalam hati, apakah benar yg barusan aku lihat dan aku alami? Apakah benar itu Yunho semalam yang ku lihat karna kebaikannya mengajari anak2 kecil ngedance? Sambil aku berpikir mengenai Yunho tanpa sadar orang2 sudah mengelilingiku dan melempari aku dengan sampah dan mengatakan "berani2nya meneror Yunho dan mengatakan kebohongan demi uang". Akupun berlari sambil menangis, apa yang harus aku lakukan?..kenapa aku harus menerima perlakuan seperti ini hanya karna aku orang miskin?apa aku harus pergi dari Seoul dan pulang ke kampung halamanku?
….
Bel pun berbunyi yang menandakan dimulainya Acara Ospek Penerimaan Mahasiswa Baru. Menyusuri lorong Aula dengan air mata yang masih tertahan, ahh..sungguh..ini bukan hari pertama yang aku idam2kan di pikiranku.
"Selamat pagi semua, saya Lee Sooman sebagai Rektor di Art University….blaa..blaa..blaa..blaa"..yah itulah beberapa kata2 pidato yang sedikit teringat didalam memoriku, sampai akhirnya aku kaget karna tiba2 Lee Sooman mengatakan Peserta Ujian Masuk Dengan Nilai tertinggi adalah Yunho. Aku kaget dan sempat ikutan histeris seperti perempuan2 lainnya. Namun aku tiba2 aku tersadar akan kejadian pagi tadi.
"Anyyeong Jung Yunho imnida. Saya dari fakultas Dance, dan mohon bantuannya untuk semuanya", *sambil menundukkan badan*. Dan seketika teriakan para wanita serasa menggema di aula saat itu. Yunho pun turun dari podium dan kembali duduk di posisi semulanya. Aku yang hanya bisa melihat dari jauh memandanginya.
"heii.. heii", bisik seseorang dari belakangku sambil mencolek kerah belakang seragamku yang sontak membuat aku langsung menengok kepadanya yang ternyata adalah seorang namja. "ah..ya..wae?", tanyaku pada namja itu dengan tatapan heran pada wajahku. "anyeong yoochun imnida, kamu yang tadi sempat jadi tontonan tadi pagi bukan?", ucap namja itu padaku. "anyeong, jaejoong imnida. Ne itu aku. *dengan membalikkan wajahku dari yoochun. "hei jae, bagaimana kalau kita berteman. Sepertinya aku tertarik padamu." Ucap yoochun yang membuatku sempat kaget dan menjadi pusat tatapan para wanita disekitarku yang mendengarnya. "hei kau ini ya,,tolong jangan bercanda dulu. Ini masih dalam ruangan aula," ucapku dengan kesal terhadap yoochun dan memalingkan pandanganku padanya. "baiklah kalau begitu, nanti kutunggu didepan ya saat jam istirahat," ucap yoochun padaku yang tidak sama sekali kuhiraukan.
Akhirnya pidato pembukaanpun selesai, dan sekarang saatnya ospek. "Semua peserta ospek diwajibkan masuk kebarisan sesuai kelompok yang ada di papan pengumuman", ucap sseorang panitia dengan menggunakan microfon yang membuat semua peserta berlari menuju papan pengumuman untuk melihat namanya berada dikelompok yang mana.
Akupun menuju papan pengumuman dan ternyata aku masuk kelompok 5 dan yang membuat aku heboh lagi aku sekelompok dengan Yunho..awwwwww…bener2 luar biasa senangnya, tapi kegembiraan itu hilang ketika aku teringat kejadian tadi pagi. Ah..sumpah bener2 bikin galau hati ini .. ingin membenci tapi tidak bisa..oh Jung Yunho mengapa kau buat diriku speerti ini.
Akupun berlari menuju barisan kelompok 7 dan ternyata disana sudah ada yoochun didalam kelompok itu. " hei jae..sini..," dengan sigap yoochun menarik tanganku untuk berdiri disebelahnya. " hei chun tolong jangan tarik2 tanganku. Kamu piker tangan ini karet apa?",ucapku dengan kesal sambil melepaskan tangan yoochun dari genggaman tanganku yang sempat memerah. Tanpa sadar ternyata ada Yunho yang sedang berdiri sambil melihat kea rah aku dan Yoochun. "plaakk".. Dan tiba2 seorang perempuan datang menampar Yoochun dengan cepat. "hei chun..jahat sekali kamu..aku ini tunanganmu tapi kenapa kamu malah meninggalkanku di rumah?", ucap seorang yeoja kepada Yoochun. "hei Su,,apa maumu sih..berapa kali kukatakan kalau aku bukan tunanganmu. Lagian kamu aja bisa berangkat sampai sini kan tanpa kujemput pun!" ucap yoochun sambil menunjuk pada yeoja yang ternyata namanya Junsu. Lalu Yoochun pun pergi meninggalkan barisan, namun belum sempat dia pergi akupun mencegatnya. "hei Chun..mengapa sekasar itu kamu bicara pada wanita. Kamu tidak boleh seperti itu. Seharusnya kau malu berkata seperti itu kepada seorang wanita. Coba jika ibumu diperlakukan seperti itu didepan umum bagaimana? Jadi minta maaflah pada Junsu.."ucapku pada Yoochun sambil menasehatinya. "Peduli apa kamu, aku tidak pernah mengenal yang namanya kasih sayang dari orang tuaku. Inilah kebiasaan dan cara hidupku. Dari kecil aku sudah diajari dengan sangat keras oleh Halmoni. Dengan semua tata caranya yang menurutku sangat kuno. Dari kecil aku sudah diatur ini – itu yang kebanyakan hal yang kusukai sangat bertentangan dengan apa yang Halmoni suka. Jadi selama ini aku hanya bisa memberontak..sama halnya dengan pertunangan yang Junsu katakan..itu hanya keinginan Halmoni saja dan bukan atas dasar keiinginanku.." Ucap Yoochun sambil menahan amarahnya saat menceritakan hal itu padaku. "mian..mian..jika omonganku hanya mengungkit penderitaanmu selama ini. Aku tidak bermaksud seperti itu..hanya saja aku tidak suka dengan cara yang kamu lakukan tadi pada Junsu.."ucapku sambil mengelus2 pundak Yoochun. "gwenchana..ayo kita balik kebarisan..nanti kita yang ada bakal dihukum kalo tidak segera kembali," ucap yoochun sambil menarik tanganku untuk bergegas kembali ke kelompok.
Namun sekembalinya kami kebarisan ternyata ospek sudah dimulai dan kami berdua dicegat oleh senior2 yang melihat kami telat masuk barisan, dan karna hal ini kami berdua pun dihukum hormat dilapangan sambil berdiri dengan satu kaki. Ahh..sungguh..aku tidak menyukai hal ini, mengingat aku paling tidak tahan kalau kelamaan terkena sinar matahari. Akupun merasa sudah letih..sudah hamper 3 jam kami berdua berdiri dengan posisi seperti ini, dan sampai akhirnya akupun terjatuh. Dengan sigap Yoochun menangkap badanku yang hampir terhempas jatuh. "Gwenchana?..kamu sudah cape? Kalau sudah cape biar aku saja yang mengggantikan hukuman ini," ucap yoochun dengan cemasnya melihat wajahku yang sudah pucat memerah. "ahh..aniyo..", jawabku pada yoochun. Namun tiba2 Yunho datang dan membopongku yang membuat aku sangat kaget melihat dirinya melakukan hal seperti itu padaku. "Yunho, kumohon turunkan aku. Naneun gwenchana. Jadi tolong turunkan aku.." ucapku pada Yunho sambil memberontak. Namun tiba2 Yoochun datang dan menarik pundak Yunho lalu menarik kedua kerah baju Yunho dan mengatakan, " hei Yun, turunkan Jaeku, kalau tidak aku akan memukul wajahmu yang sok tampan itu!". "ohh..baiklah," lalu Yunho pun menjatuhkanku dan pergi meninggalkan aku dan Yoochun, karna perbuatannya barusan membuat bokongku benar2 terasa sakit sekali. "Gwenchana?", ucap Yoochun padaku dengan penuh perhatian. "Ne..", jawabku pada Yoochun. Lalu Yoochunpun pergi menemui senior yang mengospek kami dan mengatakan, " Hyung..aku akan menggantikan hukuman yang kalian berikan pada Jaejoong, tapi kumohon untuk bawa Jaejoong ke ruang UKS, dia terlihat sangat tidak sehat untuk melanjutkan hukuman ini". "baiklah, kamu push up 30x, dengan begitu hukamn kalian akan selesai," ucap salah satu senior kepada Yoochun. Lalu Yoochun pun melakukan hukuman yang Yoochun seperti itu demi aku, aku sangat terharu..akhirnya aku mempunyai chingu. Namun disisi lain aku melihat Yunho juga sedang dihukum karna tiba2 keluar dari ospek tadi, hatiku semakin bingung dengan sikap yang Yunho tunjukan padaku. Sebenarnya maunya apa? Lalu kenapa tadi dia tiba2 membopongku? Lalu sikap tadi pagi, apa maksudnya? Ahh..pertanyaan itu selalu menggema dalam kepalaku.
-JAM ISTIRAHAT-
Aku yang masih terkapar diruang UKS sendirian, tiba2 Yoochun datang membawa banyak makanan. "Hei Jae..makan semua ini..ini semua aku bawakan biar kamu cepat sehat kembali. Kamu tahu, aku sangat kuatir padamu," ucap yoochun padaku sambil menyuapkan sesendok bubur ke mulutku. "ah..ne..aku akan menghabiskannya nanti..tapi semua makanan yang kamu belikan ini akan cukup untuk persediaan 3 hari kedepan dirumahku," ucapku sambil tertawa melihat makanan yang ada ddalam ruanganku. "kalau begitu habiskan makanan ini, aku mau ke toilet dulu okehh," ucap yoochun sambil berjalan keluar ruangan UKS. Namun, saat aku sedang makan, tiba2 ada seseorang yang masuk ruanganku..ya itu adalah Yunho. " No neun gwenchana?", Tanya Yunho padaku. " Ne," jawabku pada Yunho. "sykurlah..Mianhe tentang perkataan tadi pagi, tapi kumohon mengenai perkataanku pada malam saat kita makan tolong lakukanlah. Kalau tidak maka akan susah bagimu dan bagiku juga dan kumohon jangan terlalu dekat dengan Yoochun, aku tidak mau kamu jadi korban dia selanjutnya..hanya itu saja yang ingin kukatakan," ucap Yunho sambil berjalan menuju pintu ruangan UKS. "wae? Susah apanya bagiku dan bagimu? Apa salah kita menyapa orang yang sudah kita anggap teman? Lalu kenapa waktu malam itu kamu mau berteman denganku? Lalu kenapa di kampus ini kamu tidak mau berteman denganku? Apakah tempat menentukan kamu boleh berteman dengan siapa gitu? Lalu kenapa dengan Yoochun? Hanya Yoochun yang saat ini mau berteman denganku?, ucapku pada Yunho yang tanpa sadar aku sudah mengeluarkan air mata. Namun Yunho tidak menghiraukan semua pertanyaan yang aku tanyakan barusan,,dia malah terus berjalan sampai akhirnya keluar ruangan. Kesal..benci dengan sikap yang Yunho tunjukan, namun tanpa sadar Yoochun melihat diriku yang sedang menangis. "wae? Apa yang barusan terjadi?," ucap Yoochun padaku. "aniyo,,"jawabku pada Yoochun. "baiklah, nanti pulang aku antar ke rumahmu ya?" Tanya Yoochun padaku. "mianhe..aku selalu merepotkanmu..padahal kita baru berteman. Ohh ya..kamu lumayan terkenal ya dikalangan wanita. Rasanya hampir 1 kampus menyukaimu..apalagi yang wanitanya hahaaha..tapi kalau boleh saran sih..kamu dan Junsu tuh sudah cocok banget lho..kenapa kamu tidak menyukainya?," tanyaku pada Yoochun. Jawab yoochun: "aku memang terkenal, secara aku seorang yang tampan. Lagipula banyak teman dan kerabat dari keluargaku kuliah dikampus ini..kenapa kamu bilang aku cocok dengan Junsu? Aku tidak menyukainya karna aku sadar saat aku melihatmu aku langsung menyukaimu. Apakah kamu mau berpacaran dengaku?,"…..
-BERSAMBUNG-
Cuap - Cupa Author ..
Mianhe ceritanya agak bertele-tele..maklum ff pertama yang aku publish..lagipula aku menulisnya disela2 aku kerja ahahahah .. aku suka menulis..tapi untuk menulis semacam ini masih agak kagok..ditambah bahasa koreaku masih belom fasih. secara belajar otodidak pake google translate or search2 di kamus gitu. peran jaejoong disini memang agak sedih,,soalnya aku suka drama2 romatic mengahru biru gitu..makanya aku buat kesan menyakitkan yg terdalam dari yg dialami jaejoong. minta reviewnya yaa buat yang udah baca .. gomawo
