yoochun: "aku memang terkenal, secara aku seorang yang tampan. Lagipula banyak teman dan kerabat dari keluargaku yang kuliah dikampus ini..kenapa kamu bilang aku cocok dengan Junsu? Aku tidak menyukainya karna aku sadar saat aku melihatmu aku langsung menyukaimu. Apakah kamu mau berpacaran dengaku?,"…..

"hah? Yang benar saja..kita baru berkenalan dan sekarang kamu mau mengajakku berpacaran. Kamu ini sudah gila ya?..enggak..enggak..aku menolaknya dengan sangat keras.."jawbaku atas pernyataan yang Yoochun ucapkan. "Bagaimana mungkin kamu bisa menolak cowo setampan dan sekaya aku..kamu ini gila ya? Banyak yeoja yang menyatakan cinta padaku..banyak yeoja yang memimpikan kalau mereka bisa berpacaran denganku..tapi,,kamu malah menolaknya. Kupikir kamu ini memang tidak waras.."jawab Yoochun sambil menunjukkan ekspresi kecewanya padaku. "ah..aniyo..kupikir seseorang bisa berpacaran kalau dia memang sudah saling mengenal satu asma lainnya. Bukannya seperti kamu ini,,jadi kupikir namja sepertimu ini adalah namja yang suka mempermainkan banyak yeoja. Jadi aku tidak mau jadi salah satunya diantara para korbanmu itu,."jawabku pada Yoochun dengan ekspresi memalingkan wajahku dari pandangannya. "ah..kalau menurutmu harus seperti itu, ijinkan aku untuk menunjukkan keseriusanku padamu. Bagaimana?" Tanya yoochun padaku dengan ekpresi menghadapkan wajahnya yang hampir dekat sekali dengnan wajahku yang membuat aku sampai kaget karna hal ini. "ahh..ah..kenapa wajahmu harus sedekat ini dengan wajahku..kamu ini ..klo dilihat orang lain gimana?," jawabku dengan kesal yang sebenarnya malu hanya aku tutupi saja biar tidak ketahuan oleh Yoochun. "ahh lucunya Jaeku," ucap Yoochun sambil memeluk diriku dan ternyata membuat orang2 yang berada dikantin melihat ulah Yoochun..bahkan Yunho pun juga melihatnya. Hanya saja Yunho tidak menunjukkan reaksinya yang membuat aku semakin kesal.

- Jam Pulang -

Jam pulangpun tiba, tanpa sengaja aku melihat Yunho bergegas buru2 pulang. Aku yang curiga akan kepribadian gandanya langsung saja mengikutinya dari belakang, belum sempat mengikuti Yunho, Yoochun datang memanggilku dari belakang. "Jaeku.."panggil Yoochun dengan teriakannya yang membuat sekelilingku mendengarnya. "sssttt….jangan berisik," ucapku pada Yoochun sambil menutup mulutnya. "ada apasih, kenapa gak boleh berisik. Akukan hanya memanggilmu,"Tanya Yoochun padaku. "Aku sedang mengikuti Yunho yang kupikir dia pasti mempunyai kepribadian ganda. Soalnya sikapnya berbeda sekali dengan sikap saat aku pertama kali mengenalnya.."jawabku pada Yoochun. Namun tiba2 Yoochun menarik tanganku dan berteriak memanggil Yunho, "Yunho..berhenti kau disitu". Akupun ditarik dengan sangat keras untuk mengikuti Yoochun yang akan menemui Yunho. "wae? Ada masalah apa lagi kamu memanggilku?"Tanya Yunho padaku. "aku dan Jae sudah berpacaran. Jadi tolong jangan ganggu hubungan kami. Mengerti!" jawab Yoochun pada Yunho dengan sangat tegasnya yang kupikir ini pasti bukan bercandaan. "chun..apaansih yang kau bicarakan? Lagian kenapa harus ke Yunho? Dan sejak kapan kita berpacaran. Dasar kau ini,," jawabku pada Yoochun sambil memukul dadanya. "lalu masalahnya apa denganku? Lagipula aku tidak pernah mengusik kehidupan Jaemu itu, malah dia yang selalu sok tahu tentang diriku. Ambilah, akupun tidak menyukainya sama sekali. Bahkan wajah dan latar belakang keluarganya yang dia ceritakan tadi pagipun tidak ada sama sekali yang aku sukai.."jawab Yunho dengan tegas lalu pergi meninggalkan kami berdua. Belum sempat aku mau bicara, Yoochun sudah bicara duluan dan mengatakan dengan keras; "Baiklah..kupegang perkataanmu barusan. Jika sampai kamu jatuh cinta pada Jaeku..maka habislah kau ditanganku". "hei..bagaimana mungkin aku berpacaran dengan cowo playboy yang sejak hari pertama sudah terkenal dikalangan para wanita? Membayangkannya saja aku tidak pernah. Kamu ini menambah masalahku saja..sudahlah aku mau pulang!" ucapku pada Yoochun sambil berjalan menuju halte. "baiklah ayo aku antar", ucap Yoochun. "tidak usah ,,aku mau bisa sendiri. Lagipula rumahmu dan rumahku tidak searah..kalau kamu mau mengantarku, apa kamu mau naik bus bukan naik mobilmu yg mewah itu?", tanyaku pada Yoochun. "kenapa tidak..aku mau koq,"ucap Yoochun yang langsung menarik tanganku untuk cepat2 menaiki bus yang sudah datang.

-DIPERJALANAN .. BUS MENUJU RUMAH-

Dibus aku hanya memikirkan Yunho yg baik VS Yunho yang arogan, bertanya – Tanya dalam pikiranku apa yang membuatnya berubah sedrastis ini? Karna hanya memikirkan hal2 itu saja aku sampai tidak sadar kalau Yoochun dari tadi mengajakku bicara namun kuhiraukan sampai akhirnya Yoochunpun mengagetkanku didalam bus dengan teriakannya dikupingku yang sampai – sampai orang2 disekitar kami yang melihat kami dengan pandangan sinis karna membuat kegaduhan seperti itu. "Yoochun ahh..gak lucu tau. Kamu mengaggetkanku saja.."ucapku pada Yoochun dengan kesal. "habis kamu sih dari tadi aku ajak bicara kamu malah diam saja. Apa kamu sedang memikirkan Yunho?", Tanya Yoochun padaku sambil cemberut. "Ne..aku memikirkan sikapnya yang bisa berubah serastis itu..padahal yang membuat aku menyukainya saat pertama kali kami bertemu adalah sikap dia yang perduli pada anak2 kecil di daerah tempat tinggalku. Tatapannya yang tulus serta perlakuannya yang seperti menganggap anak2 kecil itu seperti keluarganya sendiri..itulah kesan pertama yang membuatku menyukai seseorang pertama kalinya.."ceritaku pada Yoochun. "baiklah..aku menyerah mengenai dirimu kemarin dan sampai hari ini yang masih menyukai Yunho, namun untuk besok dan selanjutnya aku tidak akan menyerah. Akan kubuat kamu jatuh cinta padaku.."ucap Yoochun dengan tegas lalu iapun meninggalkanku sendiri di bus yang padahal sebelumnya dia ingin mengantarku pulang sampai ke rumah. Aku jadi berpikir-pikir apakah aku telah mengucapkan kata2 yang salah pada Yoochun?.

Sesampainya dihalte, akupun berjalan kaki melewati tempat semalam aku bertemu Yunho. kenangan semalam yang begitu indah tiba2 paginya berubah menjadi kenangan yang pahit. Padahal untuk perama kalinya aku menyukai lelaki. Namun handphoneku pun berbunyi dan kulihat ternyata naneun eommonim, "anyyeong haseyo eommonim," ucapku pada Naneun eommonim. "Naeun Joh –eun..bagaimana keseharianmu disana? Apakah lancar?"..tanya eommonim. "yah begitulah eommonim..disini lancar2 saja..aku juga mempunyai teman..eommonim tidak usah mengkhawatirkanku..aku pasti akan mengabarimu kalau terjadi sesuatu padaku (jawabku pada eommonim sambil menahan air mata yang hampir membasahi pipiku). "ah..naneun gwaenchanh-a jal.. baiklah aku tahu kamu pasti sibuk..jangan lupa makan dan istirahat ya..jangan sampai sakit. Eommonim dangsin-eul salanghabnida.."jawab ibuku lalu kamipun menutup obrolan di telepon. Aku tidak mau membuat kedua orangtuaku khawatir .. aku takut akan menjadi tambahan beban hidup mereka. Yang aku yakini, aku hanya ingin membuat mereka bangga karna sudah mempunyai anak seperti diriku.

-ESOK PAGI DI KAMPUS-

Aku yang sedang berjalan menuju kelas tiba2 saja segerombol yeoja datang menghampiriku dan melempariku dengan terigu lalu muncul Junsu dari antara yeoja itu dan mengatakan : "hei Jae..memangnya siapa dirimu berani2nya mengambil chunku?! Kamu dan dia berbeda level..dasar Gembelers". Lalu Junsu pergi berjalan dan mengatakan kepada yeoja2 itu untuk berhenti dan pergi meninggalkan diriku, namun karna aku tidak terima dengan perlakuannya kepadaku maka akupun meniatkan diriku untuk mengambil segenggam tepung yang ada dilantai dan akupun langsung melemparinya dengan tepung yang ada ditanganku. "hahahaaa..makan tuh tepung..", ucapku sambil tertawa puas dan berlari menghindari yeoja yang siap2 ingin menangkapku. Akupun berlari dan mencari tempat persembunyian agar tidak diketahui oleh para yeoja itu, namun saat aku berlari tiba2 saja ada seseorang yang menarik tanganku dan membawaku lari untuk menghindariku dari amukan para yeoja itu. Akupun dibekap didadanya sambil ditutupi almamaternya yang membuat aku tidak bisa melihat wajahnya. "cepat sekali gembelers itu lari..sial kita kehilangan jejaknya. Kalau sampai ketemu..habis dia .." ucap salah satu yeoja yang tidak kuketahui siapa namun ku yakin dia termasuk salah satu sekumpulan teman junsu yang tadi kena lemparan tepung dariku. "baiklah kamu sudah aman," ucap namja itu yg ternyata adalah Yunho. Yunho pun berjalan, namun aku cepat2 berlari mengejarnya, "Yunho..tunggu," teriakku pada Yunho. "wae? Kenapa kamu menolongku? Kenapa sikapmu selalu berubah2 seperti ini kepadaku yang selalu membuat aku bertanya2 tentang kamu? Kenapa kamu selalu muncul disaat aku kesusahan? Wae .. wae Yunho..?" tanyaku pada Yunho sambil terisak2 menahan air mataku untuk tidak keluar. "Aku akan selalu berada disekitarmu disaat kamu susah atau senang.." jawab Yunho dengan tegasnya. "apa? Disaat susah maupun senang? Kamu sudah lupa kalau kamu sudah membuatku susah dengan sikapmu yang seperti ini! Padahal aku menyukaimu saat kita pertama kali bertemu..namun pertemuan kedua kita ternyata sudah menghancurkan semua rasa sukaku padamu..aku benci..aku benci sikapmu yang seperti ini.."jawabku sambil berlari meninggalkan Yunho dengan mengusap air mataku yg sudah keluar dari mataku.

-JAM PELAJARAN DANCE-

Aku masih belum mempunyai teman dekat dikelas, hal ini sangat membuatku terlihat mencolok di kelas apalagi sekarang sedang kelas Dance. Dosenpun datang kekelas dan mengatakan untuk latihan dance salsa. 1 kelompok berisikan 1 yeoja dan 1 namja, dan ini membuatku semakin frustasi karna tidak ada yang mengajakku untuk menjadi bagian dalam kelompoknya. Kulihat banyak yeoja yang mengelilingi Yunho dan mengajaknya untuk menjadi 1 kelompok, namun Yunho hanya duduk diam melihat kearah jendela. "tolong jangan berisik..aku sudah mempunyai pasangan dalam kelompokku!" jawab Yunho dengan nada bentaknya pada yeoja disekitar tempat duduknya. "siapa?..siapa Yunho? siapa yeoja itu?.." Tanya salah seorang yeoja yang berada disekitar Yunho. "aku sudah berpasangan dengan Jaejoong..jadi kuharap kalian tidak usah berkumpul disekitar tempatku ini.."jawab Yunho dengan entengnya mengatakan seperti itu didepan yeoja2 yang langsung saja membuatku jadi pusat tatapan sinis yeoja dikelasku. "aniyo..aniyo..", jawabku sambil mengerutkan dahiku dengan pernyataan Yunho barusan dan tatapan sinis dari para yeoja. Lalu dosenpun mengatakan: "oke.. yang sudah dapat pasangan kalian boleh bersiap2 ambil posisi dang anti baju kalian..". akupun berjalan menuju ruang ganti yeoja, namun saat aku membuka lokerku ternyata lokerku sudah berisi sampah2 makanan, melihat hal itu aku kesal. Namun tiba2 ada seorang yeoja dikelasku datang dan memberikan seragamnya untukku dan mengatakan: "sudah..jangan kamu kesal akan hal seperti ini biasa terjadi. Ohh ya kita belum berkenalan. Anyeong changmin imnida..", "gomawo..anyeong Jaejoong imnida.."jawabku pada yeoja itu. "sudah cepat ganti baju sana..nanti terlambat. Oh ya kamu mau jadi naneun chingu?", Tanya changmin padaku dengan suara lembutnya. "ah ne.."jawabku sambil tersenyum lebar.

Aku bingung dan gugup saat dosen memperlihatkan dasar2 gerakan salsa, jujur saja ini pertama kalinya aku belajar tarian salsa dan yang lebih parah lagi ternyata pasanganku adalah Yunho. aku takut membuatnya malu karna sudah berpasangan denganku, namun disisi lain aku berfikir kalau dia yang duluan mengatakan kalau aku pasangan dance salsa ini,jadi buat apa aku harus merasa seperti itu. Dosenpun menyuruh untuk latihan dulu selama 3 jam dan nanti akan dinilai sesuai perkelompok setelah latihan selesai.

"kita mulai dari gerakan kaki dulu ya..", ajak Yunho padaku. Yunho pun mempergakan dan memberi intruksi pada saat kaki ke kanan – ke kiri .. kedepan ke belakang..sampai pada akhirnya aku tersandung dan Yunhopun merangkulku di lengannya. Akupun langsung buru2 bangun dari rangkulan dilengannya dan mengatakan, " gomawo..bisakah kita istirahat dulu?". . "ne.."jawab Yunho sambil menggerak2kan lengannya.

Akupun berjalan menuju pojokan di ruang latihan salsa, namun ternyata dari belakang Yunho mengikutiku dan sampai pada akhirnya kamipun duduk berdua dipojokan. Aku hanya diam dan sesekali meminum minuman yang aku bawa. Tiba2 Yunho mengatakan : "aku bersikap seperti ini sebenarnya ada sebabnya..aku sebenarnya dan Yoochun adalah kakak beradik beda ibu.. Aku bersikap seperti ini karena naneun Eommonim dan Eommonim Yoochun serta Abeoji juga meninggal. Karena peristiwa itu keluarga kamipun sangat terpukul terutama Halmeoni..Halmeoni sangat sayang pada ibuku yang merupakan Anae sah dari Abeoji. Sejak peristiwa itu Halmeoni sangat keras mendidik kami berdua. Namun sebenarnya Yoochunlah yang paling sangat terpukul.. karna Abeoji lebih memperhatikanku dan menyayangiku lebih dari apa yang Yoochun dapatkan. Terlebih lagi saat itu Yoochun tidak tinggal bersama eomma sejak Abeoji dan Eommonim menikah dan Itu sebabnya Yoochun sampai sekarang pun tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang dari kedua orangtuanya, bahkan Yoochun tidak pernah menganggapku sebagai saudaranya sampai sekarang. Bahkan naenun Halmeoni sudah tidak bisa mengontrol sikap Yoochun yang seperti itu, maka dari itu naneun Halmeoni sangat menaruh harapan besar padaku. Itu sebabnya aku selalu dikawal oleh pengawalku..bermain dengan sembarang orangpun aku tidak bisa". "lalu kenapa kamu pada malam itu bisa mengajari anak2 kecil ngedance?", tanyaku pada Yunho dengan penuh ke pertanyaan dalam pikiranku. "aku mengajari anak2 kecil itu karna aku ingin..itu hanya sekedar hobby dan sebagai refreshing atas kejamnya kehidupan yang aku alami. Selama bertahun2 aku harus memperhatikan sikapku yang sangat bertolak belakang sekali dengan yang aku biasa lakukan. Kebebasanku terhalangi..dan satu2nya yang bisa menyegarkan pikiranku hanyalah anak kecil. Pertama kali aku melihatmu aku menyukai wajahmu yang tampak seperti anak kecil, namun aku sadar .. aku dan kamu tidak mungkin bisa berteman..pasti akan ada banyak pertentangan dengan banyak pihak. Makanya aku mengambil sikap seperti ini. Namun, saat kemarin Yoochun mengatakan kalau kalian berpacaran, hatiku sakit tidak bisa menerima pernyataan seperti itu karna Yoochun untuk pertama kalinya menunjukkan sisi keseriusannya didepanku. Namun disisi lain aku tidak mau Yoochun merasa aku selalu merenggut kebahagiannya..makanya aku mengalah dengan perasaan ini. Berpura2 kuat dengan perasaan ini namun sebenarnya hatiku sakit….

BERSAMBUNG ….


Cuap - Cuap AUTHOR..

Annyeong .. YunJae Shipper baru aja ngerayain Anniversary kemarin dan kemarin juga Author sama ngerayain Anniversary juga. (hapasih gak jelas nii author). sebenarnya klo gak ada yang minat baca ff author yang ini, author gak mau lanjutin ceritanya..yah mudah2an sih masih ada yg mau baca..udah ahh..author bingung mau nulis apa lagi soalnya author nulis ff ini selalu pas lagi jam kerja hahahaha. mian buat yg kurang suka ceritanya dan buat yg suka ceritanya selamat menikmati ceritanya ya ...