Terima makasih buat yang sudah review^^ walaupun cuma sedikit hihi
Karena ini ff pertama saya, jadi saya masih agak bingung ngepostnya. Btw saya lagi ujian semester jadi maaf ya kalau dilanjutinnya enggak tentu waktunya~
Thanks to : DahsyatNyaff, shinta .lang , Naya, KikSica, dan Xlyn :)
This is the 2nd chapter, enjoy^^
Myocarditis
Chapter 2 : Move to Korea
Secercah cahaya matahari pagi masuk melalui sela-sela jendela dan mengenai sesosok namja yang sedang tertidur dalam posisi duduk, bersandar ketempat tidur dimana namjachingunya masih terlelap.
Tao -namja tersebut- perlahan membuka kedua kelopak matanya yang terasa sangat berat. Kantung mata dan lingkaran hitam terlihat jelas dimatanya, akibat dari menangis semalaman.
Tao merenggangkan badannya sejenak, kemudian menatap Kris -namjachingunya- yang terbaring ditempat tidur.
Tubuh Kris dipenuhi oleh berbagai macam alat-alat medis, yang Tao tidak tau namanya.
"Pagi gege." Ucap Tao sambil mengelus pelan pipi Kris, kemudian mengecup pipinya tersebut.
Krruuyuuk (?) Bunyi suara perut Tao-_-
"Gege aku sarapan dulu ne? Sehabis sarapan aku pasti langsung kesini lagi, oke?" Tao berbicara sendiri kepada Kris yang jelas-jelas belum sadarkan diri semenjak ia pingsan.
Tao-pun akhirnya beranjak dari tempat duduknya, merenggangkan badannya sekali lagi, sebelum meraih pintu dan keluar dari ruangan Kris. Ia langsung menuju kearah restoran yang ada dirumah sakit ini, memesan makanan dan duduk disalah satu sudut restoran.
Tao memakan makanannya dengan diam, sebenarnya ia tidak selera makan namun perutnya tidak bisa diajak kompromi. Setelah beberapa suapan tiba-tiba sesuatu yang ada disaku celana Tao bergetar. Tao menghentikan acara makannya sejenak dan merogoh saku celananya tersebut.
Suho-hyung is calling...
Tanpa menunggu lebih lama lagi Tao langsung mengangkat telfon tersebut.
"Ya hyung?" Jawabnya singkat.
"Tao kau dimana? Aku ada diruangan tempat Kris dirawat sekarang, tapi aku tidak menemukan siapa-siapa disini." Walaupun tidak melihat hyungnya itu, Tao tau bahwa ia terlihat sangat khawatir.
"Aku sedang sarapan hyung, aku akan kesana sekarang." Jawab Tao kemudian menutup telfonnya. Iapun segera meminum minumannya sampai habis dan langsung bergegas keruangan Kris.
Ketika Tao masuk kedalam ruangan Kris yang ia dapati langsung pelukan dari sang leader, Suho.
"Hyung aku tidak bisa bernafas." Ucap Tao ketika merasakan pelukan Suho yang sangat erat tersebut.
"Ah mian, aku cuma khawatir dan aku tidak bisa memeluk Kris-hyung gara-gara alat-alat medis itu." Kata Suho setelah melepas pelukannya dengan Tao. Mereka kemudian duduk berdampingan disamping ranjang Kris.
"Apa yang terjadi?" Setelah sekian lama akhirnya Suho memberanikan diri untuk bertanya.
"Kemarin keadaan Kris-gege drop, kata dokter yang menanganinya ia susah makan dan minum obat, dia baru mau makan ketika aku datang semalam, jadi ya begitulah hyung, aku tidak tau harus berbuat apa." Ucap Tao sambil memandang wajah Kris dan menggenggam tangan Kris erat.
"Kau harus sering-sering menjenguknya Tao. Aku akan berbicara kepada manajer-hyung untuk mengurangi jadwalmu agar bisa sering-sering kesini."
"Percuma hyung, aku sudah berbicara kepadanya dan ia tidak mau tau dan tidak menerima alasan apapun. Bahkan dia bilang padaku bahwa aku tidak perlu repot-repot mengunjungi Kris-gege lagi karena sangat tidak penting mengunjungi seorang.. pengkhianat.. Aku tidak suka dia berkata seperti itu." Tao kembali mengingat ketika mereka menyeselaikan konser solo pertama mereka, Tao langsung berbicara kepada manajernya dan kemudian menyesali pembicaraan mereka karena ia mendengar hal yang paling benci untuk didengarnya.
Kris bukan pengkhianat, mereka tidak mengerti apa-apa.
"Kau harus sabar, aku akan mengurus administrasi Kris, dia harus dirawat di Korea saja agar lebih mudah menjenguknya. Aku akan berbicara kepada mamanya juga, kau mau ikut?"
"Hm, tentu aku akan ikut hyung"
Miokarditis, suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada otot jantung yang terletak di lapisan tengah (miokardium) dinding jantung. Dalam perjalanan penyakitnya, penyakit miokarditis bisa terjadi akut, sub akut, atau kronis.
Dan Kris...
Dia mengidap penyakit miokarditis akut. Jenis yang paling ringan memang diantara ketiga jenis miokarditis tersebut, tapi tetap saja, miokarditis itu berbahaya.
Bagaimana bisa dibilang tidak berbahaya kalau penderitanya bisa saja mengalami gagal jantung, henti jantung mendadak, stroke tinggi, dan berbagai macam resiko berbahaya lainnya?
Sungguh malang nasip Kris tersebut, dia tampan, tinggi, mempunyai suara yang seksi, dan ayolah siapa yang tidak terpesona dengan apa yang ada pada Kris? Tapi sayang sekali diumur 23-nya (yang masih tergolong muda), ia harus menderita penyakit berbahaya seperti ini.
-skip time-
"Hyung, aku kira kita tidak akan diberi izin tadi." Ucap Tao kepada Suho. Saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tadi mereka sudah meminta izin ke mamanya Kris, dan dengan berat hati akhirnya mamanya Kris memberikan izin kepada mereka untuk membiarkan Kris dirawat di Korea, demi kesehatan anaknya juga. Biar bagaimanapun mamanya Kris tau seberapa dekat anaknya tersebut dengan Tao, dan beliau bersyukur karena Tao tetap setia berada disamping Kris untuk menyemangatinya.
"Tapi tadi aku sudah yakin kalau kita pasti akan diizinkan Tao. Biar bagaimanapun seorang ibu akan selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya bukan?"
"Ya, aku bersyukur mama Kris-ge orang yang pengertian." Suho hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Tao. Setelah itu hanya keheningan yang meliputi dua orang tersebut. Mereka berdua terlalu sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Setelah sampai dirumah sakit, Suho membereskan urusan administrasi dan meminta kerjasama pihak rumah sakit untuk memindahkan Kris ke Korea. Sementara Tao langsung kekamar Kris untuk mengecek keadaannya.
"Gege sudah sadar?" Tanya Tao setelah memasuki ruangan Kris.
"Ya, dan aku tidak melihatmu ketika aku sadar." Kris menpoutkan bibirnya. Beginilah Kris ketika bersama Tao, image "cool guy" nya menghilang begitu saja tergantikan oleh sesosok bocah yang suka bermanja-manja dengan pandanya.
"Maaf gege, tadi aku menemui mamamu sebentar." Tao bersyukur alat-alat medis yang ribet tersebut sudah tidak ada lagi, jadi dia bisa langsung memeluk Kris-nya.
"Apa yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Kris serius setelah melepaskan pelukan Tao.
"Mau tau sesuatu ge? Aku dan Suho-hyung meminta izin untuk memindahkanmu ke Korea, agar aku bisa sering-sering menjengukmu. Dan mama gege memberikan kami izin." Ucap Tao sumringah, tapi ekspresi Kris saat ini bukan seperti orang yang senang, melainkan... Tidak suka?
"Aku tidak mau ke Korea." Kris berpaling kearah lain, tidak mau memandang Tao-nya. Tao memasang ekspresi bingung. Kenapa Kris tidak mau pindah ke Korea? Apa namja itu tidak mau sering-sering bertemu dengannya?
"Kenapa gege?" Tanya Tao sambil menggenggam tangan Kris.
"Bukankah kalian akan tur The Lost Planet? Kenapa harus memindahkanku ke Korea?" Tanya Kris balik sambil menatap tajam mata Tao.
"Tapi itu hanya sampai bulan Juli, ge."
"Aku tetap tidak mau."
"Gege.."
"Tidak Taozi"
"Tapi ge-"
"Tidak ada tapi-tapian Huang Zi Tao."
Tao terdiam, Kris tidak suka dengan permintaannya, bahkan memanggil nama lengkapnya. Tapi bukan Tao namanya kalau dia tidak keras kepala.
"Aku hanya ingin kita sering bertemu apa susahnya pindah ke Korea? Aku tidak mau mendengar kau tidak mau makan atau minum obat, aku ingin kau sembuh Wu Yi Fan!" Tao sedikit marah kepada Kris, dia hanya ingin yang terbaik buat namjachingunya, tapi kenapa Kris keras kepala sekali?
"Berani sekali kau Huang Zi Tao!"
"Aku hanya ingin yang terbaik itu saja, kenapa kau keras kepala sekali sih."
Kris terdiam sebentar, menatap tajam kedua mata Tao.
"Kau mulai kehilangan sopan santun rupanya." Ucap Kris pelan, namun menusuk bagi Tao. Sebenarnya ini pertama kalinya Tao memanggil nama lengkap Kris seperti tadi dan melupakan sopan santunnya terhadap orang yang lebih tua.
"Gege aku tidak bermaksud begitu.." Ucap Tao pelan sambil menundukkan kepalanya. Badannya bergetar dan matanya mulai basah. Dia menyesal berkata seperti itu kepada Kris tadi. Kris yang melihat Tao akan menangis langsung menarik tubuh Tao dan memeluknya, sungguh dia tidak bermaksud membuat orang yang dicintainya menangis. Dia harusnya tau kalau Tao sensitif sekali perasaannya.
"Maafkan aku, Taozi." Bisik Kris pelan tepat disebelah telinga Tao. Tao melingkarkan tangannya ketubuh Kris, membalas pelukan namja tersebut. Menangis dalam diam disana tanpa mengucapkan apa-apa.
"Aku akan pindah ke Korea, oke? Jangan menangis lagi aku mohon." Tao hanya menggangguk-anggukan kepalanya dan mempererat pelukannya dengan Kris.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangan tersebut.
"Tao ayo kita- astaga Tao kenapa kau menangis?" Suho yang baru memasuki ruangan tersebut kaget melihat Tao yang menangis sesenggukan dipelukan Kris. Pasalnya tadi Tao baik-baik saja, tapi tiba-tiba sudah menangis seperti itu, ya dia kagetlah-_-
Dua orang yang berpelukan tersebut masih diam dan mengacuhkan sang leader yang bertanya dengan panik tersebut. Dan Kris masih menenangkan Tao yang menangis dengan mengelus punggungnya. Suho hanya memandangi kedua orang itu dalam diam.
'untung aku sudah terbiasa diacuhkan oleh memberku sendiri-_-' pikirnya dalam hati.
"Tao aku akan makan siang, nanti kau jangan lupa makan ne?" Suho langsung berkata seperti itu sambil meninggalkan ruangan Kris, tanpa menunggu jawaban Tao.
"Capek juga rasanya setiap berbicara selalu diacuhkan begini." Suho bermonolog sendiri sambil jalan menuju kerestoran rumah sakit.
Setelah Suho memesan makanan dan duduk direstoran tersebut, dia mengeluarkan smartphone-nya dan mengetik sms untuk seseorang.
To : Lay Unicorn
selamat siang nae-unicorn^^
Kamu udah makan siang belum?
Hyung lagi makan siang diretoran rumah sakit nih^^
Ddrrrr ddrrr
Tidak berapa lama hp Suho bergetar
From : Lay Unicorn
Siang hyung^^
Belum nih, aku lagi nungguin kyungsoo masak
Selamat makan hyung~~
Ohiya, gimana keadaan Kris-hyung?
To : Lay Unicorn
Gomawo Lay~~
Ya begitulah, keadaannya susah membaik karena ada Tao yang menemani, tapi tadi aku lihat Tao menangis dipelukannya dan ketika aku bertanya, aku malah diacuhkan oleh mereka-_-
From : Lay Unicorn
Sabar ya hyung, biarpun member lain sering mengacuhkanmu, aku tidak akan mengacuhkanmu kok hyung ;)
To : Lay Unicorn
Lay? Siapa orang disebelahmu?
From : Lay Unicorn
Baekhyun dan Chanyeol, memangnya kenapa hyung?
'Sudah kuduga..' Pikir Suho. Lay-nya tidak pernah gombal seperti itu, jadi kalau dia menggombal pasti ada dalang dibalik gombalannya dan Suho yakin Chanbaek pasti sedang menertawakannya disana. Untung Suho selalu baik kepada membernya-_-
To : Lay Unicorn
Jangan tulis apa yang mereka suruh tulis Lay, aku tau yang tadi itu bukan kau-_-
From : Lay Unicorn
Hehe mian hyung, mereka bilang hyung akan senang kalau aku bilang begitu~
Suho tersenyum membaca pesan tersebut, lucu sekali Lay yang ingin membuatnya senang seperti itu. Akhirnya iapun melanjutkan acara makannya sambil tetap berkirim pesan dengan Lay.
-back to Kristao-
"Gege, kita ke Korea besok pagi ya? Lusa aku ada jadwal jadi harus segera kembali ke Korea." Ucap Tao kepada Kris. Saat ini mereka sedang duduk bersebelahan diatas tempat tidur Kris. Entahlah itu diperbolehkan atau tidak oleh pihak rumah sakit, tapi yang jelas Kris ingin Tao dekat-dekat dengannya saat ini.
"Hm aku ikut saja apa katamu, daripada kau menangis lagi nanti." jawab Kris sambil menyindir Tao, sementara yang disindir mempoutkan bibirnya dan membuang muka, tidak mau menatap Kris.
"Aku bercanda Taozi, jangan manyun begitu dong ntar aku cium loh." Kris mencolek-colek pipi Tao.
"Kau tidak lucu gege." Tao merasakan pipinya memerah karena perkataan Kris.
"Maafkan gege membuatmu menangis lagi ne?" Ucap Kris seraya memeluk tubuh Tao dari samping, menyenderkan kepala ya kepundak Tao.
"Ne, maaf juga aku terlalu memaksamu ge, kau taukan aku hanya ingin yang terbaik?" Tao ikut menyenderkan kepalanya kekepala Kris yang ada dipundaknya.
"Ya, aku tau Taozi. Aku mencintaimu." Tao menegakkan kepalanya dan menatap Kris yang juga ikut menegakkan kepalanya dan menatap Tao balik.
"Aku juga mencintaimu ge, sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku." Ucap Tao pelan sambil mengelus pipi Kris.
Dan tidak lama kemudian kedua bibir itupun bertemu, entah siapa yang memulai duluan ciuman pelan yang memabukkan tersebut yang jelas tidak ada yang mau melepas tautan tersebut. Saling melampiaskan rasa sayang mereka, rasa tidak ingin kehilangan, dan rasa ingin terus bersama.
-skip time-
"Welcome home, bro." Sapa Chanyeol kepada Kris yang sudah dipindahkan kerumah sakit di Korea. Kris baru saja sampai dikamar rawatnya, dan semua member datang untuk menyambut kembali kedatangannya ke Korea dan Kris terharu. Dia pikir dia akan dibilang pengkhianat oleh membernya dan akan dibenci oleh mereka, tapi ternyata tidak. Tidak sama sekali. Karena membernya masih tetap sama, seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Dan Kris sangat bersyukur mempunya teman -keluarga- seperti mereka. Menerima keadaannya apa adanya.
"Thanks for coming guys, I thought you all hate me but yahthat was wrong ternyata." Hanya itu yang dapat Kris ucapkan, walaupun banyak sekali yang ingin ia ucapkan tapi hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. Semua member EXO tersebut akhirnya menghibur Kris agar ia tidak bersedih dan tetap mau berjuang melawan penyakitnya, sunggah kawan yang sangat setia bukan?
Setelah hari menjelang sore, mereka semua pamit kepada Kris untuk pulang ke dorm, karena manajer mereka pasti sedang mencari-cari mereka sekarang. Tapi tidak dengan Tao, dia tetap tinggal untuk menemani Kris, ia berencana akan tidur disitu untuk menjaga Kris-nya.
"Kau tambah keras kepala sekarang Tao." Ucap Kris. Kris sedang duduk diranjangnya dan Tao duduk disebelah ranjang tersebut.
"Kenapa ge?" Tanya Tao.
"Kau taukan kalau manajer-hyung marah seperti apa?" Kris malah bertanya balik.
"Tentu saja aku tau, tapi kami sedang tidak ada jadwal, harusnya dia tidak mengurung kami didorm seperti anak kecil."
"Kau tau ini bukan tentang jadwal, Tao."
"Dan dia juga tidak berhak melarangku- melarang kami semua untuk bertemu denganmu gege."
"Terserahmu Taozi, tapi aku tidak mau kau dimarahi oleh dia."
"Aku tidak peduli gege, aku tidak suka dilarang melakukang hal yang kusukai."
"Jadi bertemu denganku adalah salah satu hal yang kau sukai Taozi?" Tanya Kris menggoda Tao sambil mencubit-cubit pelan pipinya.
"Kalau tidak ngapain aku kesini gege-ku sayang." Tao mempuotkan bibirnya dan menggembungkan pipinya. Sementara Kris hanya tertawa kecil melihat pandanya tersebut
-esoknya-
Kris sedang menonton berita dikamar rawatnya, hari ini Tao dan member EXO yang lainnya sedang ada jadwal, jadi dia tidak ada yang mengunjungi hari ini.
Tok tok tok
Kris hanya mengacuhkan pintu yang diketuk tersebut, karena pasti itu suster yang mengantar makanan dan obat.
Kris mendengar suara pintu dibuka dan masih mengacuhkannya, matanya tidak berpaling dari tv, hingga...
"Kris." Panggil seseorang yang datang tadi.
DEG
Jantung Kris berdetak lebih cepat mendengar suara tersebut, suara yang sangat dihafalnya. Pelan-pelan ia menolehkan kepalanya kearah orang tersebut.
"H-hyung?"
TBC~~~
review?^^
