Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí Ikanótita]
Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery
Length : Chapeterd
Point of View : Author
Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).
Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!
Part 1
Author Prof
Keesokan harinya disebuah ruangan yang ditempati oleh 13 orang namja yang masih belum sadar akibat kejadian kemarin. Beberapa menit setelahnya seorang namja berlesung pipit nampak sedang memulihkan kesadarannya. Ia mulai membiasakan pengelihatannya yang masih belum terbiasa oleh cahanya matahari yang keluar dari sebuah jendela yang berada diruangan trsebut. Setelah berhasil membiasakan diri dengan penerangan yang ada disekitar, akhirnya ia memutuskan untuk melihat-lihat sebenarnya dimanakah dirinya itu. Seingatnya ia sedang berada di dalam apartemennya tapi ruangan itu sangat berbeda jauh dengan dinding apartemen miliknya.
Setelah melihat ternyata ia tidak sendirian didalam ruanga tersebut. Ada beberapa namja lainnya yang kalau dapat dihitung berjumlah 13 orang termasuk dirinya. Anehnya mereka semua tampak lebih muda darinya. Setelah berkeliling ia baru sadar kalau tagan dan kakinya terikat. Ia mencoba menggerak-gerakan tangan dan kakinya dengan seluruh kekuatannya. Tapi percuma semakin ia gerakan tali yang mengikat pada keduan tangan dan kakinya hanya akan berbalik untuk melukainya saja. Tanpa ia sadari ada beberapa namja yang telah terbangun dari pengaruh obat bius tersebut karena mendengar suara ribut dari namja berlesung pipit.
"Huh, kenapa aku bisa ada disini? HAH! Dan kenapa kaki dan taganku DIIKAT?" kata namja yang bisa dibilang kalau dia lebih cocok jadi YEOJA dari pada NAMJA dengan kerasnya sehingga membuat beberapa namja yang masih tertidur kini terjaga semuanya.
"Yak! Apa kau tak bisa tenang sedikit? Teligaku hampir saja mau pecah karena mendengar teriakanmu itu yang memekakan telingah!" ucap namja yang terlihat kalau dia lah yang paling muda diantara mereka dengan sangat kerasnya sambil berteriak.
"Hey apa kau bilang bocah sialan? Kenapa kau malah memarahi aku eoh? Itukah hanya reflex saja! Dan lagi memangnya kau tidak takut apa kau berada dimana sekarang?" kata namja cantik itu membalas ucapan sang namja kecil dengan tak kalah berteriak.
"Huh? Kau bilang apa aku tadi? Bocah Sialan? Huh DASAR KAU AHJUMAH-AHJUMAH MENYEBALKAN!" katanya lagi dengan penuh penekanan pada kalimat akhir.
"Yak! Dasar KAU BOCAH..." uacap namja cantik yang terhenti akibat namja lesung pipit tadi memarahi mereka berdua.
"YAK! APA KALIAN TIDAK BISA DIAM EOH? SUDAH TAU KITA SEDANG TERKURUNG! BUKANNYA BEKERJASAMA MENCARI JALAN KELUAR MALAH BERTENGKAR SEPERTI INI!" ucap namja berlesung pipit sambil berteriak memarahi kedua namja kekanak-kanakan tersebut. #Author: Memang yang satu masih anak-anak, Oppa udah kayak Ahjumah-Ahjumah yang lagi ngomelin anaknya aja deh -,- Oke Mian..back to story!
BACK TO STORY
"Eh...eh..be..nar juga sih katamu, lebih baik kita fikirkan bagaimana keluar dari sini dulu." Kata namja cantik itu yang mulai menunduk malu.
"Bagus kalau begitu jangan ada yang bertengkar lagi! Ingat ya kalian berdua!" kata namja berlesung pipit.
"Neee!" kata mereka berdua bersamaan. Sementara namja yang lain hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
"Oke, Namaku Park Jung Soo tapi kalia bisa memanggilku Leeteuk, umurku 19 tahun, aku sebelumnya berada di apartemenku saat aku masuk tiba-tiba ada seseorang yang mengunci tanganku dan membekapku dengan saputangan hingga aku pingsan. Dan aku mohon pada kalian untuk memperkenalkan diri kalian dan bekerjasama untuk keluar dari sini. Juga mengatakan bagaimana kalian bisa berada disini." kata Park Jung Soo atau Leeteuk.
"Ne Leeteuk-shi, maaf soal tadi namaku Kim Heechul, kalian bisa panggil aku Heechul saja, aku seumur denganmu, aku tadinya sedang berada dilaboratorium sekolah membuat sesuatu dan aku hendak pulang sama sepertimu dari belakang juga ada yang mengunci gerakanku dan membekapku dengan sapu tangan " kata namja cantik yang bernama Heechul tersebut.
"Hmmm...ne memang sama, kalau begitu bagaimana dengan namja Cina yang satu ini. Siapa namamu eoh?" tanya Leeteuk dengan tersenyum manis.
"Oh ne, namaku Tan Hanggeng kalian bisa memanggilku Hanggeng, umurku 18, aku dari Cina dan entah kenapa tiba-tiba aku terbangun sudah berada disini." Kata Hanggeng menjelaskan.
"MWO? Berarti kau langsung diculik dari Cina begitu?" tanya Heechul yang mendapat anggukan dari Hanggeng.
"Ya sudah kalau begitu nanti kita bahas soal itu, bagaimana dengan namja disebelah Heechul." Kata Leeteuk lagi.
"Aku Kim Joong Woon kalian bisa memanggilku Yesung umurku sama dengan Hanggeng hyung, aku tadinya sedang ingin pulang dari toko hewan namun ada namja mengenakan kacamata dan jas hitam membekap mulutku." Kata Yesung menjelaskan. Kemudian Leeteuk hanya mengangguk dan menunjuk orang disebelah Hanggeng, seorang namja yang berbadan tegap dan berisi. Leeteuk sempat bingung kenapa namja seperti dia bisa berada disini?
"Aku Kim Young Woon kalian bisa memanggilku Kang-In umurku setahun dibawah Yesung-shi, aku sebelumnya habis dari gym, kemudian ada sekitar 4 orang namja berkacamata dan berjas hitam menghalangi jalanku. Saat aku hendak melawan dan menyuruh mereka menyingkir lenganku malah tertembak dan aku langsung pingsan" kata Kang-In menjelaskan.
"Hmmm...ternyata obat bius ya, oke selanjutnya" kata Leeteuk sambil menunjuk namja sebelah Yesung yang badannya sedikit gempal.
"Aku Shindong Hee kalian bisa memanggilku Shindong, umurku sama dengan Kangin-shi, sebelumnya aku berada disebuah cafe dan setelah aku keluar, aku sudah dicegat oleh 2 orang namja yang berciri-ciri sama mereka lalu menyemprotiku dengan sesuatu dan aku langsung pingsan." Kata Shindong menjelaskan.
"Aku Lee Sungmin, umurku 16 dan kejadiannya juga hampir sama dengan Kang-In, bedanya kalau mereka menggunakan sebuah pisau lipat yang telah dilumuri obat bius" Kata Sungmin.
"Aku Lee Hyuk Jae panggil saja Eunhyuk umurku sama dengan Sungmin-shi. Aku juga tak jauh beda dengan mu Leeteuk-shi dan juga Heechul-shi, Hanggeng-shi, dan Yesung-shi sama-sama dibekap menggunakan saputangan saat aku berada distudio dance." Katanya.
"Aku Choi Siwon panggil saja Siwon umurku sama dengan Eunhyuk-shi, aku sedang berada dikantor tepatnya ruang rapat tiba-tiba datang 3 orang namja yang sama seperti kalian dan aku juga dibekap dengan saputangan" katanya.
"MWO? Kau Directur muda yang sering dibicarakan orang itu?" kata Eunhyuk dan Heechul bersamaan yang dijawab dengan anggukan dari Siwon.
"Sudah-sudah tidak usah seheboh itu, ne selanjutnya" kata Leeteuk tenang.
"Mwo? Tunggu hyung jadi kau sudah tahu siapa dia sebenarnya?" kata Eunhyuk tidak percaya. Tapi Leeteuk tidak menjawabnya dan menyuruh orang yang disebelah Eunhyuk memperkenalkan dirinya.
"Aku Lee Donghae panggil saja Donghae umurku sama dengan Siwon-shi dan Eunhyuk-shi, aku hanya sedang berjalan-jalan dan hendak pulang kerumah tapi ada seorang yang membekapku dari belakang" kata Donghae yang hanya ditanggapi anggukan oleh Leeteuk.
"Aku Kim Ryeowook panggil saja aku Ryeowook atau Wookie umurku setahun lebih muda dari Donghae-shi, aku sebelumnya aku sedang menunggu di halte bus lalu datang sebuah mobil hitam lalu namja didalamnya menyuruhku mendekat dan kemudian dia mendekatkan sebuah parfum dan menyemprotkannya padaku dan semuanya berubah gelap" kata Wookie menjelaskan.
"Aku Kim Kibum panggil Kibum saja umurku sama dengan Ryeowook-shi, aku sebelumnya ada dikamar dan bermain dengan laptopku kemudian ada email masuk dan isinya adalah surat tantangan dan menyuruhku kesebuah gudan di kota Dong Ho. Setelah disana aku tidak melihat siapa-siapa tapi ada sebuah meja dan sepasang bangku, setelah aku duduk terdengar suara tawa seseorang dan aku lihat kesegala arah tapi nihil. Tak berapa lama muncul asap yang ternyata obat bius, aku berusaha keluar tapi pintu terkunci dari luar dan aku pingsan." Jelas Kibum panjang lebar.
"Kenapa kau mendapat surat tantangan Kibum? Dan kenapa juga kau mau rela kesana jika sebelum kau pergi pun kau bisa mengira apa yang akan terjadi selanjutnya? Memang apa isi surat tantangan itu?" tanya Leeteuk pada Kibum.
"Ne...hanya surat tantangan tidak ada lebih dan aku hanya tidak mau itu terulang jadi aku langsung datang ke tempat itu dan ingin langsung membereskannya" kata Kibum dan hanya ditanggapi Leeteuk dengan anggukkan kepala.
"Nah dongsaengku yang manis sekarang tinggal kau saja, siapa namamu?" tanya Leeteuk dengan senyum khasnya.
"Cho Kyuhyun panggil saja Kyuhyun umurku 14 tahun, kemarin aku habis dari game center saat pulang ada mobil hitam yang melaju kemudian dari dalam keluar beberapa orang berciri-ciri sama menghampiriku saat ingin lari mereka telah menangkapku terlebih dahulu lalu membawaku kemobil itu. Didalam aku sempat berotak tapi akhirnya aku terbius juga." Kata Kyuhyun dengan muka angkuhnya dan Leeteuk hanya menanggapi dengan tersenyum.
"Hah jadi kau masih SMP bocah?" tanya Heechul dengan mengejek.
"Enak saja kau ahjumah, begini-begini aku kelas 1 SMA! Kau tahu aku tidak melewati kelas 3 SMP karena otakku yang jenius ini. Memangnya kau apa! Weee..!" kata Kyuhyun membalas ucapan Heechul sambil menjulurkan lidahnya mengejek.
"Awas kau Bocah Setan!" kata Heechul kesal. Yang lain hanya melihatnya sambil tertawa kecuali Kibum.
"Oke Heechul, Kyuhyun hentikan! Sebelumnya terimakasih bagi yang telah bekerjasama denganku untuk mengatakan yang sejujurnya padaku dan yang lain..." ucap Leeteuk terpotong oleh Eunhyuk.
"Mwo? Apa maksudmu Leeteuk-shi? Kami berkata yang sebenarnya!" katanya.
"Hyukkie aku belum selesai!" kata Leeteuk memandang Eunhyuk dengan tajam dan ditanggapi Eunhyuk dengan senyum takut dan berkata "Mian, silahkan lanjutkan". Dalam hatinya Eunhyuk membatin 'Enak saja dia memberikanku julukan seperti itu! Huh dasar namja menyebalkan!'
"Sekali lagi terimakasih pada kalian yang telah berkata jujur, aku tidak mengatakan kau Hyukie berbohong atau yang lain. Tapi hanya ada yang tidak masuk akal dari cerita beberapa orang dari kalian." Kata Leeteuk memberi jeda dan mengambil nafas.
"Yang pertama kau Lee Donghae, kau mengatakan bahwa kau hanya bejalan-jalan saja dan kau bilang mereka membekapmu dengan sapu tangan." Kata Leeteuk yang kembali membuat jeda dan ditanggapi dengan anggukan kepala yang tidak ragu oleh Donghae. "Kalau memang kenapa di bahu kirimu terdapat luka tembakan seperti Kang-In? Lalu kenapa kau membawa sebuah senapan di bagian dalam saku jaketmu dan sebuah pisau lipat di bawah sepatumu?" kata Leeteuk sambil tersenyum yang membuat semua orang membelalakan mata kaget termasuk juga Donghae.
Tanpa menunggu jawaban Donghae, Leeteuk langsung melanjutkan kata-katanya "Aku juga tahu kalau kau bukan hanya berjalan-jalan tanpa arah kemarin melainkan kau pergi ke pasar senjata bukan? Kau tadinya ingin membeli sebuah senjata baru tetapi dilain sisi ada yang mengikutimu. Setelah kau berhasil lolos tanpa sadar dari jauh ada yang sedang membidikmu dan dia menembakan obat bius itu padamu" kata Leeteuk lagi dan membuat semuanya kembali terkejut dan melihat bergantian Leeteuk dan Donghae.
"Ba-Bagaimana ka-kau bisa tahu?" kata Donghae terbata-bata.
"Itu mudah yang pertama saat aku bertanya padamu kau menjawab dengan lancar dan memang membuatku percaya, tapi saat kulihat wajah Wookie terkejut walau sedikit dan dia memandang bahumu dengan serius dan saat aku melihatnya aku baru tahu kau berbohong. Lalu mengenai kau pergi kepasar senjata dapat dilihat dari beberapa senjata yang kau bawa bukan? Pistol yang kau bawa bukan pistol sembarangan bukan. Itu adalah P250 pistol SIG, pistol asal Amerika dan Jerman . Dibuat oleh JP Sauer dan Anaknya Sig Sauer Exeter. Itu adalah pistol semi otomatis dilengkapi dengan 17 peluru dan memiliki tampilan besi dengan basis 147 mm." jelas Leeteuk dan semua orang memandang Leeteuk dan Donghae tak percaya.
"Le-Leeteuk-shi benarkah itu?" tanya Eunhyuk tak percaya yang hanya dijawab oleh anggukan kepala dari Leeteuk dan Donghae.
Lalu setelah itu Leeteuk menolehkan kepalanya menatap Kibum dangan tatapan yang sulit diartikan. 'Kenapa dia melihat kesini? Apa dia juga tahu kalau aku berbohong?
"Kemudian yang kedua, kau Kim Kibum. Kau juga berbohong mengenai surat tantangan yang kau terima. Sebenarnya isi email itu bukanlah surat tantangan melaikan surat ancaman..." kata-kata Leeteuk terpotong kembali oleh Heechul dan Eunhyuk "MWO? Benarkah itu Leeteuk-shi?" . Yang hanya dijawab dengan anggukan kepala. "Kau juga ke gudang itu bukan tanpa persiapan, kau telah memasang alat pelacak dan sekarang kau juga sudah tahu kita berada dimanakan? Bukan itu saja kau kesana karena tidak ada pilihan lain. Itu dikarenakan mereka mengambil semua data-data yang ada dilaptopmu yang bahkan telah kau berikan keamanan tinggi dan itupun adalah sistem keamanan tercanggih yang baru kau ciptakan, benar bukan?" lanjut Leeteuk dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Dan dengan seketika semua orang yang ada diruangan itu terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Ba-Bagaimana bisa kau menebaknya?" kata Kibum yang juga tidak percaya dengan kata-kata Leeteuk.
"Hehehe, tentu saja aku tahu. Siapa yang tidak kenal denganmu Kim Kibum? Kau adalah seorang Hacker Profesional yang sudah melalangbuana didalam dunia maya benarkan 'Velnias'?" kata Leeteuk yang sekarang bukannya tersenyum tetapi menyeringai. Semuanya pun kaget tentang perkataan Leeteuk kecuali Kang-In, Hanggeng, Eunhyuk, Ryeowook, dan Yesung #Hehehe Kyu pinjem evil smilenya dulu ya ^^
'Kenapa dia bisa tau tentang Velnias? Matilah aku!' kata Kibum dalam hati dan tidak menjawab pertanyaan Leeteuk.
"Eh Velnias? Apa itu?" tanya Eunhyuk pada Heechul.
"Aish! Pabboya kau Lee Hyuk Jae! Velnias itu adalah seorang Hacker yang sudah cukup terkenal dengan keahliannya didunia maya, Velnias sendiri berasal dari bahasa Lituavi yang berarti IBLIS, sementara itu Velnias juga banyak membantu pihak FBI karena menangkap buronan dari jepang yang kabur ke Amerika. Aku mendengar bahwa ada seseorang yang meminta bantuan Velnias untuk menyingkirkan Yokzukoto-san yaitu salah satu ketua gangster terkenal di Jepang. Semuanya menjadi ramai setelah tahu bahwa Velnias akan menampakkan diri lagi di dunia maya, semua programmer, system analyst, engineering, preachker, cracker, dan hacker menonton aksi Velnias diam-diam." Jelas Heechul panjang lebar yang hanya ditanggapi Eunhyuk dengan ber'ooh' saja.
"Jadi Velnias itu kau Kibum-shi?" tanya Donghae.
"Bagaimana kau bisa tau semua itu Leeteuk-shi?" tanya Kibum dengan menundukan kepalanya.
"Oh itu, nanti saja ku jelaskan" kata Leeteuk memberikan jeda pada kalimatnya membuat mereka semua penasaran. Saat Kibum ingin membuka mulut untuk mengeluarkan protesnya, Leeteuk dengan cepat kembali berbicara. "Sebelum itu kita harus melepaskan diri terlebih dahulu dari sini sebelum bom yang beberapa menit lalu menyala meledakan kita semua disini." Katanya dengan tenang.
Akhirnya semua orang yang ada disana kembali melebarkan mata mereka tidak percaya kecuali Leeteuk. "B-BOM..KA-KATAMU?" Yesung berkata dengan mulut yang masih terbuka yang hanya ditanggapi Leeteuk dengan menganggukan kepala
"Di...Dimana? Aku tidak melihat ada bom!" kata Kibum yang ditanggapi oleh Ryeowook, Heechul, Eunhyuk, Siwon, Hanggeng, Donghae, Sungmin, Kangin dan Shindong dengan anggukan kepala. Sementara Kyuhyun sudah hampir menangis karna dia yang paling muda disana.
"Le…Leeteuk-shi Kau ti..tidak sedang bercandakan sekarang?" tanya Kyuhyun yang sudah hampir ingin menangis. "Ani Kyu! Hyung tidak bercanda, bahkan sekarang bom itu ada dibawah kursimu." Kata Leeteuk yang masih dengan ekspresi wajah yang tidak berubah.
"M-MWOO? LEETEUK-SHI JANGAN BERCANDA! DA-DAN CEPAT KAU SINGKIRKAN BOM INI!" teriak Kyuhyun yang sekarang sudah mulai menangis. "Leeteuk-shi...hiks...jebal! Aku takut, cepat kau singkirkan!" kata Kyuhyun sambil terisak.
"Arra! Donghae cepat lepas ikatan talimu dan bebaskan semua orang!" perintah Leeteuk. Yang langsung dikerjakan Donghae. "Heechul jika kau sudah selesai dengan ikatanmu cepat jinakan bom itu! Waktu kita hanya tinggal 1 jam" perintah Leeteuk yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Heechul.
"Kibum periksa semua yang ada di gedung ini dengan alat pelacakmu, kemudian Hyukkie kau bantu Kibum dan siapkan rencana!" perintah Leeteuk yang dijawab anggukan oleh Kibum. "Mwo? Kenapa aku Leeteuk-shi?" tanya Eunhyuk. "Karena disini yang ahli strategi cuma kau! Walaupun kau cengeng dan suka merajuk" jawab Leeteuk dan kemudian semua orang tertawa.
"Kyuhyun kau jangan bergerak sampai Donghae melepas talimu arraseo?" kata Leeteuk yang dijawab anggukan dari Kyuhyun. "Nah yang lain bantu aku untuk memeriksa apakah ada jalan keluar lain selain pintu yang terkunci dan juga beserta kamera cctv didalam ruangan ini" kata Leeteuk yang disambut anggukan semua orang "Oh ya hampir lupa Kangin kau tau tugasmu kan?" lanjutnya dengan tersenyum. "Ne Leeteuk-shi aku tau!" jawab Kangin. "Oke Minne bantu Kangin melakukannya, kurasa pintu itu cukup tebal apalagi bukan dibuat dengan besi biasa" lanjut Leeteuk yang hanya dibalas anggukan kepala dari semua orang. Sementara itu yang dipanggil Minne hanya bisa mara-marah dalam hati karna tidak terima dipanggil seperti itu.
Setelah 15 menit kemudian Donghae telah melepaskan semua orang termasuk Kyuhyun. Heechul sedang bekerja keras menjinakan bom bersama Hanggeng. Kibum, Siwon, Eunhyuk dan Donghae sedang menyusun strategi. Kangin dan Sungmin yang dari tadi mencoba merobohkan pintu besi diruangan itu belum juga berhasil. Sementara Kyuhyun, Shindong, Yesung, Ryewook, dan Leeteuk sedang mengelilingi ruangan untuk mendapatkan petunjuk.
Tak terasa sudah setengah jam berlangsung, sisa waktu tinggal 30 menit. Sepertinya kelompok startegi telah selesai. Hanya tinggal HanChul dan KangMin yang masih berkonsentrasi. 5 menit kemudian KangMin menghampiri Leeteuk. "Leeteuk-shi percuma menggunakan kekuatanku dan Kangin hyung sepertinya itu percuma" kata Sungmin yang sedang menghilangkan keringatnya. "Benar Leeteu-shi apa tidak ada pintu keluar lainnya?" sekarang giliran Kangin. Leeteuk tidak bereaksi, ia tetap duduk tenang sambil memejamkan matanya.
"Yak Leeteuk-shi! Apa yang sedang kau lakukan eoh? Cepat lakukan sesuatu!" kata Kyuhyun tidak sabaran.
"Apa kau sudah selesai Heechul?" tiba-tiba Leeteuk bertanya pada Heechul.
"Sepertinya ini bom terbaru jadi kami masih belum dapat menghentikannya." Kata Heechul.
"Hmm...Hmm...Bagaimana kalau aku suruh kalian berdua untuk mengurangi jangkauan ledakannya?" tanya Leeteuk yang masih pada posisinya yang tadi.
"Maksudmu Leeteuk-shi?" sekarang Hanggeng yang bertanya.
"Aku tau jenis apa bom itu. Itu jenis bom yang dapat meledakkan seluruh gedung ini beserta isinya dan kau benar karna ini adalah bom terbaru yang dibuat oleh ilmuan pribadi dari seseorang yang menculik kita." Kata Leeteuk. "Benar begitukan Maestro?" kata Leeteuk dengan sangat pelan sambil tiba-tiba memutar kursinya sehingga sekarang menghadap kesebuah dinding kosong.
"Ma...Maestro? Kau bicara dengan siapa Leeteuk-shi?" tanya Ryeowook
"Lupakan! Heechul dan Hanggeng ubah daya ledaknya dan pastikan itu mampu meledakan pintu besi itu dan kau magnae evil cepat bantu mereka. Kau ahli dalam teknologi kan? Sambungkan bom itu dengan pengatur pembuka otomatis pintu dan ledakan!" kata Leeteuk menjelaskan.
Kemudian Hanggeng, Heechul, dan Kyuhyun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Leeteuk. Tanpa ada yang sadar Leeteuk menggumamkan sesuatu. "Cih dasar pengecut!" bisiknya.
Sementara di suatu ruangan, ada seseorang yang sedang mengawasi dari laptopnya. "Hahaha, ternyata kau tau juga ya! Padahal sudah kusuruh menyimpannya ditempat yang mustahil dilihatnya. Kau memang hebat Anxo!" kata orang itu sambil tersenyum.
10 menit sebelum ledakan.
Semuanya telah dipersiapkan dengan sangat baik. Bahkan Hanggeng, Heechul dan Kyuhyun berhasil mengurai ledakan bom dan juga memasangnya di samping pintu besi yang tersambung dengan pengatur pembuka otomatis pintu. Saat mereka bertiga dengan susah payah menguras otak dengan bom yang lain mengumpulkan banyak barang-barang dan mengumpulkan dipojok ruangan untuk melindungi diri saat ledakan.
5 menit sebelum ledakan.
Mereka sudah berada dibelakang barang-barang tersebut. Terlihat sekali bahwa Leeteuk sangat menikmati. Dia bahkan tidak takut sama sekali. Ryeowook yang gemetar. Kyuhyun yang takut bahwa mereka tidak berhasil. Siwon yang terus memanjatkan doa agar mereka semua selamat. Eunhyuk yang sudah menggigit kukunya. #Yah sepertinya hanya uri leader kita saja yang tidak takut ya readers, hahaha
10 detik sebelum ledakan.
Semuanya semakin mengeratkan pegangan masing-masing.
9 (tik)...8 (tik)...7 (tik)...6 (tik)... hitung mundur.
5 (tik)... 4 (tik)...3 (tik)... mereka semakin memejamkan mata.
2 (tik)...1 (tik)... Tiiiikkkkkkkkkk...DUUUAAAAARRRRR...!
Ledakanpun terjadi. Ledakan tersebut tidak terlalu bersar karena sudah dimodifikasi oleh HanChulKyu tapi mampu membuat setengah ruangan ini hangus. Untung mereka terlindung sehingga sekarang mereka selamat. Tanpa fikir panjang Leeteuk langsung bangun dan menyuruh Kangin dan Sungmin untuk mendobrak pintu besi itu.
Buukkkkk..! Duuaaaaghhht...! Hanya sekali tendang pintu besi itupun mental kebelakang.
"Ayo kita temui siapa orang yang sebenarnya membuat kita bekerja keras seperti ini hanya untuk keluar dari ruangan gelap itu!" kata Leeteuk sambil keluar melewati pintu dengan senyum evil terpampang diwajahnya. Yang lain saja hanya bergidik ngeri dibuatnya dan langsung mengejar Leeteuk.
To Be Continue
