Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí Ikanótita]

Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery

Length : Chapeterd

Point of View : Author

Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).

Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!

Part 2

Setelah mereka keluar dari tempat mereka disekap, mereka mulai menyurusi seluruh isi gedung. Tiba-tiba ditengah perjalanan Eunhyuk menghentikan langkah mereka. "Tunggu dulu! Sebelumnya kita harus waspada siapa tahu musuh akan mengincar kita dan mungkin akan banyak sekali jebakan!" katanya.

"Lalu apa rencanamu Eunhyuk-shi?" tanya Heechul.

"Tenang saja Heechul-shi itu sudah kami fikirkan!" lanjut Kibum dengan santai. "Donghae-shi berapa banyak senjata yang kau bawa?" lanjut Kibum.

"Hanya 2, satu buah pistol dan pisau yang seperti Leeteuk-shi katakan. Wae?" kata Donghae menjawab.

"Berikan pisaunya pada Siwon-shi!" katanya. "Baik tim kita bagi 4 karena hanya ada 4 orang yang bisa melindungi. Yaitu Kangin-shi, Sungmin-shi, Siwon-shi, dan Donghae-shi. Jadi kita harus membagi kelompok." Lanjut Eunhyuk menjelaskan.

"Ya kelompok pertama adalah Kangin-shi, Leeteuk-shi, dan Euhyuk-shi. Kelompok kedua Donghae-shi, Heechul-shi, dan Hanggeng-shi. Kelompok ketiga Siwon-shi, aku dan Shindong-shi. Kelompok keempat Sungmin-shi, Yesung-shi, Ryeowook-shi, dan Kyuhyun-shi." Jelas Kibum panjang lebar.

"Oke sudah jelas. Itu bertujuan untuk memperkecil serangan tiba-tiba. Aku juga membiarkan empat orang bersama Sungmin-shi karena biarpun tenaganya masih kalah dari Kangin-shi, Sungmin-shi lebih bisa diajak bekerjasama dan diskusi denga Yesung-shi yang merupakan seorang yang ahli dalam hal mengintai." Lanjut Euhyuk.

"Oke baiklah sekarang lebih baik kita bentuk kelompok dan jangan jauh-jauh dari orang yang bisa berkelahi atau memegang senjata terutama Ryeowook dan Kyuhyun. Kau juga Heechul jangan berisik! Dan Kangin jangan gegabah!" perintah Leeteuk yang hanya di sambut anggukan oleh semua orang.

Setelah mereka semua menjalankan strategi yang telah dijelaskan oleh Eunhyuk dan Kibum mereka langsung melanjutkan untuk menyusuri lorong-lorong dalam gedung lainnya. Tepat pada belokan ketiga Yesung menghentikan perjalanan.

"TUNGGU!" teriak Yesung menghentikan kelompok yang lain.

"Ada apa Yesung-shi?" tanya Ryeowook yang pada saat itu berada disebelah Yesung.

"Aku rasa ada yang aneh didepan sana. Sepertinya ada sebuah jebakan!" kata Yesung.

"Benar! Sepertinya aneh juga kalau di gedung ini tidak ada seseorang yang menjaganya. Dan lagi kalau misalkan ada pastinya mereka sudah mengarah kesini dan berhadapan dengan kita karena tau bahwa kita telah berhasil lolos dari ruangan tadi" lanjut Shindong.

"Mungkin saja mereka telah melarikan diri karna tau bahwa gedung ini akan diledakan!" sambung Heechul.

"Bisa jadi seperti itu juga!" kata Kyuhyun.

"Apa kalian punya benda yang bisa menghasilkan debu?" tanya Yesung tiba-tiba.

"Maksudmu Yesung-shi?" tanya Kyuhyun.

"Laser!" kata Kibum tiba-tiba.

"Laser?" tanya mereka bersamaan, minus Yesung, Kibum, dan Leeteuk tentunya.

"Benar juga, aku juga merasa aneh! Sebaiknya kita berhati-hati siapa tahu laser itu tidak terlihat dan kalau sampai tidak hati-hati kita bisa terkena jebakannya!" jelas Shindong.

"Mmm…Yesung-shi kalau untuk hal itu aku punya sesuatu yang bisa kita gunakan." Ucap Ryeowook tiba-tiba sambil mengambil sesuatu didalam tasnya.

"Apa itu Ryeowook-shi?" Tanya Heechul.

Setelah mendapat apa yang dicarinya Ryeowook menunjukannya pada semua.

"Penghapus papan tulis?" Tanya Euhyuk.

"Ah benar bisa pakai ini! Ryeowook-shi kemarikan penghapusnya!" kata Yesung tanpa memperdulikan respon Ryeowook dan langsung mengambil penghapusan tersebut.

Kemudian Yesung maju kedepan kelompok 1, setelah itu dia menepuk kedua sisi penghapus tersebut.

"Ehuk…ehuk…ehuk…!"

"Yak! Dasar Paboya! Apa yang kau lakukan hah? Mau membuat kami mati karena kehabisan nafas eoh?" kata Heechul yang langsung memegang kerah baju Yesung.

"Sudah! Sekarang kita hanya perlu menghindari semua laser ini dengan baik!" kata Yesung kemudian dengan santainya.

Dan semua orang langsung menoleh kearahnya. Mereka semua syok dengan banyaknya laser yang ada dibelakang Yesung.

"A-apa i-itu? Ba-bagaimana bisa ada laser sebanyak itu" kata Shindong. Dan dilanjut dengan teriakan dari Eunhyuk dan Kyuhyun "UWAAAA! LASERRRR!" Dan hanya dihadiahi jitakan oleh Leeteuk.

"Diamlah! Kalian berdua berisik sekali sih! Bagus Yesung, untungnya kau menyadarinya terlebih dahulu. Jika tidak mungkin kita akan masuk kedalam perangkapnya." Kata Leeteuk setelah menjitak Kyuhyun dan Eunhyuk.

"Baik yang lain lihat dan perhatikan! Ayo Kibum!" kata Leeteuk kemudian sambil mengajak Kibum.

Mereka berdua kemudian menghindari segala laser yang ada disana dengan salto bahkan kopral sekalipun. Semua orang hanya bengong melihat Leeteuk dan Kibum bersamaan. Dan setelah mereka berdua sampai disebrang dengan selamat, mereka menyuruh yang lain mengikuti. Yang pertama maju adalah Sungmin karna dia ahli dibidang ini dan diikuti yang lainnya.

Namun saat giliran Ryeowook dan Shindong, mereka masih ragu apakah mereka bisa melakukannya. Leeteuk yang melihat itu hanya tersenyum dan berkata "Tidak perlu melakukan seperti yang kami lakukan, kalian hanya perlu menghindarinya saja". Dan akhirnya pun mereka berhasil melakukannya walau tidak dengan salto maupun kopral dan hal-hal lainnya yang membawa akrobatik.

Setelah melewati lorong yang panjang dan berhasil sampai di ujung lorong hal yang pertama mereka temukan adalah sebuah pintu besi besar dengan ukiran-ukiran unik dan sangat menarik. Bedanya adalah pintu tersebut bukanlah pintu otomatis yang akan terbuka dengan kartu identitas seperti pintu tempat mereka terskap tadi.

Akhirnya Leeteuk memutuskan untuk membuka pintu besi tersebut, walaupun sempat ragu-ragu akhirnya dia memegang gagang pintu dan bersiap untuk menariknya, tetapi dihalangi oleh Sungmin.

"Apa kau yakin?" Tanya Sungmin.

"Iya bagaimana kalau yang ada disana adalah segerombolan mafia bermuka seram dengan senjata tanjam?" Lanjut Eunhyuk dengan berlebihan.

"Tenang saja, kita tidak akan bertemu dengan mafia tetapi kalau segerombolan orang dengan senjata tajam memang tidak dipungkiri lagi, benarkan… Maestro?" kata Leeteuk sambil membuka pintu besar tersebut.

Dan memang benar apa yang Leeteuk katakan. Didalam sana ada sekitar 20-30 orang menggunakan setelan jas hitam membawa banyak senjata seperti, pistol, pisau, senapan, pedang, dan masih banyak lagi. Walau yang Eunhyuk bilang mengenai mafia bermuka seram itu tidaklah benar melainkan mereka tidaklah seram, justru terlihat hmm…bagaimana ya tampan. #hehehe

Setelah itu Leeteuk masuk diikuti oleh yang lainnya sampai mereka masuk ketengah-tengah ruangan. Ruangan itu sangat besar. Bahkan bisa dibilang seperti aula pertemuan, dan memang terlihat classic dan mewah. Dan jangan lupakan didepan mereka ada sebuah kursi yang mungkin hanya seorang raja saja yang berhak mendudukinnya, dilihat dari ukiran yang terdapat pada bangku tersebut.

Kemudian datanglah seseorang, ia memakai pakaian yang sama berupa setelan jas hitam bedanya jas tersebut dihias dengan bulu-bulu berwarna emas dan tampak kelihatan lebih mewah. Mereka semua tidak bisa melihat siapa orang itu karena ia menggunakan topi dan kacamata hitam untuk meyembunyikan wajahnya.

"Tak ku sangka kau berhasil menemukan ruangan ini Anxo!" katanya sambil berjalan menuju kursi tersebut. "Kau memang hebat, aku memang tak salah telah memilihmu. Oh dan juga teman-teman barumu yang lain bukan? Aku rasa kalian juga sudah saling mengenal, bukan begitu?" lanjutnya setelah duduk di kursi.

"Anxo kau bilang? Di-dimana dia? Apakah dia ada disini?" Tanya Kibum terkejut.

"Hohoho, bukankah kalian sudah saling mengenal satu sama lain tetapi kenapa dia belum tau bahwa kau adalah Anxo? Hmm bagaimana menurutmu Leeteuk-shi?" Bukannya menjawab orang itu malah menatap Leeteuk dengan seringai liciknya.

"Leteuk-shi kau adalah Anxo?" Tanya Kibum, Donghae, Siwon, Hanggeng, Heechul, dan Yesung bersamaan.

Leeteuk diam tidak menjawab.

"Tu-tunggu dulu memangnya Anxo itu siapa?" Tanya Shindong. "I-iya dan mengapa kalian sangat terkejut seperti itu?" tambah Eunhyuk dan Sungmin. "A-apakah benar Leeteuk-shi adalah Anxo?" lanjut Ryeowook dengan tatapan tidak percaya. Sementara Kangin dan Kyuhyun hanya diam tidak mengerti.

"Anxo atau Angel adalah sebuah nama yang tidak asing lagi didalam dunia hitam atau dunia hacker. Nama itu diambil dari bahasa Galician yang berarti malaikat kematian. Sebuah nama yang sangat ditakuti oleh orang-orang dunia hitam dan hacker. Anxo merupakan seseorang yang ahli dalam menciptakan program-program baru. Dia juga dapat menerobos masuk bahkan mengganti sistem keamanan terbaru dari FBI maupun CIA hanya untuk mencari informasi. Makanya Negara-negara besar seperti Amerika, sekarang tidak bisa berkutik lagi jika berhadapan dengannya. Dia bahkan bisa menemukan seseorang yang menghilang bertahun-tahun dalam waktu hitungan jam. Dia juga membuat penjahat-penjahat yang tidak diketahui keberadaannya berhasil ditangkap oleh polisi-polisi dunia. Biasanya dia memberikan informasi dengan menggunakan surat yang bertanda sepasang sayap putih dibawahnya. Ya singkatnya dia adalah seorang programmer, system analyst, engineering, preachker, cracker, dan hacker yang sama dengan Kibum tetapi bedanya level Kibum-shi jauh dibawah Leeteuk-shi" Jelas Donghae panjang lebar.

"Tapi setahuku bukannya ia menghilang satu setengah tahun yang lalu, lalu kenapa dia malah muncul disini dengan ikut disekap bersama kita?" Tanya Yesung.

"Benar juga, kalau misalnya ia adalah orang yang sangat hebat mengapa dia bisa tertangkap disini?" lanjut Eunhyuk.

"Benar, mengapa kau bisa ada disini? Seharusnya kau bisa kabur dengan mudah. Dilihat dari cerita yang kau berikan pada kami tadi." Lanjut Kibum.

"Hmmm ya, yang kalian katakan semuanya adalah benar." jawab Leeteuk santai setelah berdiam diri cukup lama.

" La-lalu bagaimana mungkin seorang Anxo sepertimu bisa terlibat dan bahkan tertangkap kemari?" Tanya Kyuhyun.

"Ya mau bagaimana lagi orang yang di depan sana telah membuat kesabaranku habis. Dia bahkan telah mengejarku selama satu setengah tahun ini." Jawabnya santai sambil tersenyum.

"Memangnya apa yang dia inginkan darimu Leeteuk-shi?" Tanya Ryeowook.

Tapi sebelum Leeteuk menjawab orang yang mereka maksud telah memotongnya terlebih dahulu. "Oke kita lanjutkan perbincangannya nanti saja sekarang lebih baik kau menerima apa yang sudah aku tawarkan padamu Leeteuk!" katanya tajam.

"Oh ayolah lupakan saja Maestro aku sama sekali tidak tertarik dengan tawaranmu itu. Sekarang yang terpenting beritahu aku dimana letak pintu keluarnya, agar aku bisa pulang dan beristirahat." Jawabnya santai.

'Gila! Apa orang yang bernama Leeteuk ini tidak punya rasa takut sama sekali? Bahkan dia tidak melihat kondisinya saat ini dimana kita telah terkepung dengan banyaknya anak buah orang itu!' fikir semua. #anak2 SJ kecuali uri leader kita Leeteuk tentunya.

"Kau yakin? Bagaimana dengan mereka?" tanyanya lagi.

"Itu sih terserah mereka." Jawabnya lagi santai.

'APA YANG BENAR SAJA?' fikir semua terkejut.

"Apa kau tidak merasa telah meninggalkan mereka?" Tanya orang itu lagi.

"Bukankah aku sudah mengantar mereka menemuimu, dan lagi itu tergantung mereka bukan mau menerimanya atau tidak yang pasti aku tidak tertarik. Oh aku juga sudah berhenti menjadi Anxo." Katanya sambil berjalan dan bersender di dinding.

"Mian, sebenarnya apa yang kalian sedang kalian berdua bicarakan?" Tanya Ryeowook yang sukses mendapat perhatian dari yang lainnya.

"Oh begini Ryeowook, orang yang didepan ini dikenal dengan sebutan Maestro. Satu setengah tahun lalu dia datang padaku menawarkanku untuk bekerja sama membentuk sebuah badan organisasi rahasia yang bertujuan memberantas semua tindak criminal dengan aku sebagai ketuanya. Dan setelah sekian lama ternyata dia masih terobsesi dengan itu dan aku juga menemukan kalian terlibat didalamnya." Jelasnya.

"Jadi apa kalian menerimanya?" Tanya pria itu langsung.

"Apa untungnya bagi kami?" Tanya Donghae.

"Ya tempat tinggal yang layak, kebutuhan cukup, fasilitas, mungkin surat izin melakukan hal-hal berbahaya, aksi-aksi menarik, oh dan jangan lupa bagian kehilangan nyawa." Sambung Leeteuk menjawab pertanyaan Donghae.

"Ya mungkin yang dikatakannya benar, walau Siwon-shi tidak membutuhkan fasilitas itu tapi aku butuh aksesnya." Katanya menanggapi perkataan Leeteuk.

"Walaupun tak kusangka kau bisa mencari orang-orang seperti mereka sebenarnya." Kata Leeteuk lagi.

"Itu suatu kemajuan, jadi kau akan bergabung?" tanyanya.

"Akan ku fikirkan. Bagaimana kalian?" kata Leeteuk.

"Aku ikut!" kata Donghae, Kibum, Kangin, Heechul, dan Yesung bersamaan, kemudian mereka saling berpandangan.

"Lalu bagaimana dengan Ryeowook-shi, Sungmin-shi, Shindong-shi, Kyuhyun-shi, Siwon-shi, Hanggeng-shi, dan Eunhyuk-shi? Apa jawaban kalian?" tanyanya.

"Hmm aksi seru dan menantang aku ikut!" kata Sungmin.

"Jadi pahlawan yang keren, boleh juga. Aku ikut!" kata Eunhyuk.

Tinggal Ryeowook dan Kyuhyun, mereka masih bingung dan sempat melirik Leeteuk sedikit. Kemudian Leeteuk berjalan mendekati mereka dan menepuk pundak mereka berdua.

"Mereka ikut!" katanya tiba-tiba.

"E-eh?" kata mereka berdua.

"Kenapa? Apa kalian tidak mau? Tenang saja aku akan ikut dan menjaga kalian!" lanjutnya sambil mengusap rambut Ryeowook dan Kyuhyun.

"Kau bilang tidak ikut!" kata pria yang dipanggil Maestro itu.

"Shut up! Kau bilang mau aku ikut!" bentak Leeteuk jengkel.

"Hanya penasaran mengapa kau berubah keputusanmu." Lanjutnya.

"Yah mengingat sebaiknya aku membantu adikku tercinta mengapa tidak?" kata Leeteuk sambil tersenyum Angel.

"A-ADIK?" kata mereka semua kompak dan terkaget-kaget.

"Hehehe, mian hyungdeul karena telah merepotkan kalian semua. Oke perkenalkan namaku Park Henry, aku adik satu-satunya dari Park Jung Soo. Aku pemilik perusahaan ELF Courpration. Senang bisa bertemu dengan kalian." Kata orang tersebut yang mengaku bernama Henry sambil melepaskan kacamatanya.

Dan semuanya dibuat terkejut karena dia tidak lebih muda dari Kyuhyun tetapi dia telah mempunyai sebuah perusahaan besar seperti ELF Courpration itu memang sangat mengagumkan. Belum lagi kakaknya yang seorang ahli dibidang teknologi dan urusan dunia gelap dan hacker. Benar-benar kakak beradik yang luar biasa.

"Kau adik Leeteuk-shi? Tapi kulihat kau tidak jauh lebih muda dariku!" kata Kyuhyun mengomentari.

"Kau jangan salah Kyu begini-begini dia satu angkatan denganmu walaupun umurnya baru 11 tahun. Dia adalah golongan anak yang jenius, lagi pula selama ini dia tinggal di Canada." Jelas Leeteuk.

"Hehehe kalau begitu lebih baik kita kerumah, aku sudah menyiapkan sesuatu. Oh mengenai orang tua kalian tenang saja dan untuk Hanggeng passport dan visa sudah aku siapkan." Jelas Henry. "Oh ya hyung kau ikut pulang bersamaku kan?" lanjutnya.

"Tidak aku mau kembali ke apartemen." Katanya santai sambil menuju sebuah pintu.

"Hiks…hiks…Huweeeeee Mimi ge Teukie hyung jahat! Dia masa gak mau pulang bareng aku!" kata Henry sambil menangis dan berlari kearah seseorang yang tingginya mencapai tiang listrik #plak digapok Zhoumi.

#Back to story

Henry berlari menghapiri orang yang dipanggil Mimi ge tersebut sambil menangis sesenggukan. Kemudian orang tersebut berusaha menenangkannya. "Cup…cup…tenang ya Mochi nanti Mimi ge bujuk Teukie hyung tinggal dirumah, sekarang Mochi jangan nangis lagi." Bujuknya.

"Wah kau Koala, ku kira kau sedang tebar pesona dengan perempuan-perempuan diluar. Tak kusangka kau masih menjaga adik kecilku yang manja ini." Komentar Leeteuk.

Yang lainnya hanya sweatdrop mendengarnya. Henry yang 180o berbeda sikapnya dari yang tadi seram menjadi cengeng dan kekanak-kanakan. Sementara Leeteuk yang tadi bersikap berwibawa, bijaksana, dan penyayang menjadi cuek dan tidak perduli dengan Henry yang bahkan adalah adiknya sendiri. Apalagi dengan seseorang yang dipanggil Koala olehnya.

"Kenapa kalian malah melamun? Udah ikuti saja anak cengeng ini dan si Koala tiang listrik ini kerumah. Aku masih ada urusan. Kalau ada yang mau ditanyakan, tanyakan pada mereka saja." Kata Leeteuk kemudian setelahnya dia pergi menghilang menyisakan Henry, sang Koala, dan anak-anak SJ yang lainnya.

Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya?

Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka dalam membentuk organisasi pemberantas kejahatan?

Apa sajakah yang menghalangi mereka nantinya

To Be Continued