Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí̱ Ikanóti̱ta]

Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery

Length : Chapeterd

Point of View : Author

Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).

Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!

Part 4

Setelah Upacara penerimaan murid baru selesai semua siswa tidak kembali ke dalam kelas mereka karena acara siang ini adalah bebas. Mengapa demikian? Itu agar memudahkan murid baru untuk berkenalan dengan yang lain dan dapat berbaur juga mencari teman baru. Karena disekolah ini sangat menganjurkan kekompakan dan kekeluargaan, sekolah ini juga jarang sekali memiliki konflik atau skandal macam sekolah lainnya seperti tawuran atau kenakalan remaja lainnya, karena disekolah ini sangat ketat dan selalu saja ada guru yang mengawasi di sekitar.

Untuk itu banyak siswa yang sedang bercanda di taman sekolah, atau ada yang berbain futsal di lapangan bola, juga ada yang mengadakan pertandingan basket antar kelas di lapangan basket, dan banyaknya anak yang sedang mengantri di kantin untuk mendapatkan makan siang mereka.

Di tempat lain, Ruang Audiovisual.

Nampak beberapa orang namja sedang berdiri disudut ruangan setelah acara penerimaan murid baru itu. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah agen mata-mata kita. Terlihat sekali bahwa aura di dalam ruangan tersebut sangat menegangkan. Semuanya terlihat sangat tegang kecuali uri Leader kita Leeteuk. Mari kita lihat apa yang sedang namja-namja berparas bagai malaikat dan pangeran itu lakukan.

"Oh ayolah mau sampai kapan kalian saling tatap menatap seperti itu sih?" Tanya Jaejoong yang sudah tidak betah dengan suasana ruangan tersebut yang sangat tegang.

"Benar kata Jaejoong, apa kalian tidak bisa sedikit saja lebih rileks, terutama kau Heechul, oh kau juga Hyukkie. Ah dan namdongsaengku Kim Junsu dan juga kau Muka Mesum. Ayolah aku capek menunggu kalian perang adu tatapan seperti itu!" kata Leeteuk melanjutkan dengan muka yang malas dan capek.

Setelah itu mereka akhirnya menghela nafas bersama-sama sebagai tanda mereka telah menyerah dengan perang adu tatapan yang mereka buat 30 menit yang lalu.

"Nah bagus, oke sekarang akan aku perkenalkan kalian semua dengan 5 namdongsaengku yang lainnya. Nah dia adalah Jung Yunho dia berada dikelas 3-1 dance, kemudian dia adalah Kim Jaejoong dia sekelas denganku dan Hanggeng juga Heechul, lalu dia adalah Park Yoo Chun dan sebelahnya ada Kim Jun Su mereka berdua sekelas dengan Donghae dan Eunhyuk." Kata Leeteuk menjelaskan.

"Jadi aku mengharapkan kalian semua dapat bekerja sama juga menjalin hubungan pertemanan dengan baik. Oh mengenai apa saja keahlian mereka nanti akan aku jelaskan dirumah. Henry juga akan aku kenalkan pada mereka, yang pasti mereka adalah orang terpercayaku. Dan bahkan Henry pun tidak dapat mengganggu atau memerintah mereka seenaknya." Kata Leeteuk dengan muka lebih serius dari yang sebelumnya. #Hieee takut Oppa :'(

"Oke salam kenal pada kalian semua ya, panggil aku Jae atau Jae hyung. Aku harap kita dapat bekerja sama." Kata Jaejoong dengan senyum manis di bibirnya dan yang lain hanya dapat membatin dalam hati 'manisnya'.

"Ekhem!" intruksi Yunho sambil memasang tampang garang.

"Hey Yunnie jangan terlalu kasar pada mereka! Apa kau tahu kau menakuti mereka!" bentak Jaejoong pada Yunho. Sedangkan Yunho hanya berlalu meninggalkan mereka semua.

"Maafkan Yunnie ya, dia memang seperti itu. Tapi sebenarnya dia baik dan peduli pada kalian kok. Ya sudah Teukie-hyung aku akan menyusul Yunnie dulu, bye sumua." Teriak Jaejoong sambil melambaikan tangan dan meninggalkan ruang audiovisual. Setelah Jaejoong pergi Leeteuk berdiri dari kursi yang didudukinya sejak tadi dan berjalan kearah mereka.

"Selain mereka berempat, masih ada satu orang lagi dia sekelas dengan Henry dan Kyuhyun. Aku harap kalian tidak melakukan hal-hal yang merepotkan sebelum ada perintah lebih lanjut." Kata Leeteuk serius. "Dan untuk hal-hal diluar tugas kita sebagai kelompok yang didirikan oleh Henry, kalian bisa melakukan hal-hal yang lain sekaligus memanfaatkan bakat kalian itu disekolah ini." Kata Leeteuk melanjutkan dengan senyum mengembang diwajahnya.

'Ya ampun kenapa dia bisa merubah ekspresi wajah dan moodnya dengan cepat? Benar-benar orang yang mengerikan dan sulit ditebak!' batin semua orang.

"Oh ya Leeteuk hyung, lalu bagaimana dengan orang yang bernama Zhoumi itu?" Tanya Hanggeng tiba-tiba.

"Oh si Koala tiang listrik dia ada dikelas 1-2 dance. Ya biarpun begitu dia termasuk pintar dance sih." Kata Leetuk tak peduli.

"Ya sudah kalau kalian masih ada perlu disekolah segera selesaikan! Oh dan nanti yang akan mengantarkan kalian ke rumah adalah mereka." Kata Leeteuk sambil menunjuk Junsu dan Yoochun. "Oh ya Chun bilang pada Yunho dan Jae aku ada urusan jadi tak bisa ikut." Kata Leeteuk melanjutkan.

"Kau mau kemana hyung?" Tanya Junsu.

"Menemui seseorang, kau tanyakan saja pada Yunho dia pasti tahu. Ya sudah aku pergi!" kata Leeteuk sambil meninggalkan ruang audiovisual.

Setelah itu suasana menjadi hening kembali. "Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" pertanyaan polos dari Sungmin dan Ryeowook langsung membuat yang lainnya sadar. Dan dengan canggung Junsu berkata, "Emm…apakah kalian lapar?" Yang ditanya hanya menatap yang lainnya dengan pandangan bingung kecuali Shindong yang langsung menjawab, "Ayo kita makaaannn!" Setelah itu terdengarlah suara tawa yang menggelegar dari mereka didalam ruangan itu.

Akhirnya mereka semua menuju kantin dan bertemu dengan Yunho dan Jaejoong. Lalu mereka sibuk dengan makanan mereka sambil mengobrol satu sama lain. Ternyata mereka bisa langsung mengakrabkan diri ya readers! Yosh aku juga akan berusaha menyelesaikan fic ini! #ckckck author mulai ngaco.

Di tempat lain, SM Junior Hight School (Shappire Music Hight School)

Terlihat dari arh gerbang sekolah ada sebuah lemousin yang sedang terparkir disana dan beberapa saat kemudian turunlah 2 orang namja. Yang satu bertubuh tinggi dan tampan sementara yang satu lagi bertubuh pendek dan sedikit manis. Yap siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun dan Park Henry. Setelah itu keduanya pun langsung memasuki sekolah dan menghiraukan puluhan bakan ratusan tatapan kagum dari siswa yang berada disana.

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi memandangi mereka dengan intens. Sosok itu terlihat sedang bersender di sebuah mobil sport SSC Ultimate Aero berwarna merah. Sosok itupun mendengus dengan tingkah kedua namja tadi yang tidak lain adalah Henry dan Kyuhyun. Lalu setelah puas memandangi mereka dengan tatapan yang tidak biasa sosok tersebut pun mendekati Henry dan Kyuhyun.

"Hey!" sapanya pada mereka berdua.

Changmin Prof

Aku sedang bersender di sebelah mobil sportku sambil memandangi orang-orang yang berlalu lalang. Aku sedang menunggu seseorang tepatnya dua orang namja. Sebenarnya aku malas menunggu disini karna kupikir tidak ada gunanya toh nanti kita bakalan satu kelas juga. Tapi karna Teukie hyung yang menyuruhku untuk mengawasi dongsaengnya yang satu itu aku akhirnya pasrah saja.

Flasback!

Saat aku mau berangkat sekolah dengan mobil sportku, aku dicegah oleh Teukie hyung. Oh kalian pasti bingung kenapa aku yang masih di Junior Hight School ini bisa membawa mobil kan? Jangan salah begini-begini penampilanku bisa dibilang anak Senior Hight School loh apalagi dengan tinggi badanku yang hampir sama dengan mereka. Apa lagi Teukie hyung suka mengejekku kalau aku ini bisa dibilang adik dari si Koala Tiang Listrik itu. Padahal aku gak akan sudi dibilang saudara atau sepupu apalagi ADIK olehnya. Oh dan appa Shin Nam Jun adalah ketua yayasan dari SM Junior Hight School ini. Ya aku adalah anak ketua yayasan, jadi aku diperbolehkan oleh appaku untuk membawa mobil kesayanganku itu, asal aku tidak kebut-kebutan bahkan kena tilang. Oh dan Yunho hyung juga harus mengawasiku. Tanpa izinnya aku tidak diperbolehkan mengendarai mobil sportku. Maklum appa sangat sayang pada hyungku satu itu. Dan lagi appa Yunho hyung adalah teman appaku. Oke kembali ketopic cerita. Hehehe mian jadi curhat :D

"Changminie!" teriak Teukie hyung dari dalam rumah.

"Ada apa hyung?" tanyaku.

"Aku minta tolong padamu, jada Henry dan Kyu karena mungkin saja 'orang itu' akan mengirimkan seseorang untuk mencoba mencelakai Henry dan Kyu seperti apa yang mereka coba lakukan padaku tahun lalu." Kata Leeteuk dengan nada sedikit berbisik.

"Baiklah Teukie hyung! Aku akan menjaga Mochi dan Penggila Games itu!" kataku bersemangat.

"Ya sudah, hyung percayakan mereka berdua padamu. Oh dan bilang pada mereka berdua untuk segera pulang. Nanti aku akan menyuruh Yunho dan Jae juga kedua biang onar serta anak-anak yang lain kerumah. Oh dan nanti aku akan sedikit terlambat. Aku harus menemui 'seseorang'. Sepertinya dia sangat merindukanku." Katanya sambil terseyum er lebih tepat sih menyeringai.

"A-ah baiklah kalau begitu Teukie hyung aku berangkat dulu ne." kata Changmin sambil berjalan kearah mobilnya terparkir.

"Ne, hati-hati ya Changminie!" kata Leeteuk sambil melambaikan tangan dan tersenyum malaikat.

Flasback End!

0o0o0o0o0

Saat aku sedang mengamati sekelilingku, datanglah sebuah lemousin berwarna hitam. Lalu turunlah dua orang yang sedang dari tadi aku bicarakan. Ya si Mochi dan si Maniak Games. Aku masih tidak bergerak dan tetap memandangi mereka berdua. Begitu pula dengan semua anak-anak yang berada disana. Sementara mereka berdua yang dipandangi hanya bersikap cuek dan menganggap bahwa tidak ada seorang pun yang memandang mereka. 'Huh dasar! Bisa-bisa reputasiku sebagai namja terkeren di sekolah ini bisa diambil sama Maniak Games satu itu!' kata Changmin dalam hati sambil mendengus. #Readers pasti bingung kenapa Mochi kita satu itu tidak dilibatkan dalam pertarungan sesame magnae, kan? Itu karena Mochi kita terlihat lebih manis dari pada kedua magnae itu. Apalagi reputasi Henry sebagai seorang Uke idaman. Ckckck kasihan My Mochi (Wow digampar Zhoumi) Oke back to story!

Setelah cukup memperhatikan mereka berdua akhirnya aku menghampiri mereka. Tentu saja dengan gaya yang tidak kalah cool dong! Aku kan tidak mau kalah dengan si Maniak Games itu.

"Hey!" sapaku saat sudah mendekati mereka.

Mereka berduapun menolehkan kepala kearah aku berdiri dan tanpa aba-aba, "Changminie hyuuuung!" #ckckckck kalian tahu kan itu suara siapa? Yap benar sekali itu suara Mochi kita tercinta.

Oke aku yang tidak siap dengan sergapan Henry langsung terjatuh bersamanya. Dia langsung memelukku dengan erat. Dan semua mata langsung tertuju pada kami berdua. Apalagi dengan Henry yang berada diatasku dan menindih tubuhku. Hehehe lumayan, tapi untung tidak ada si Koala tiang listrik dan Teukie hyung kalau sampai ada aku bukan bakalan tidak mendapat jatah makananku selama seumur hidup mungkin aku akan dieksekusi di tempat ini juga! #Ih Oppa Lebay dah! *Eh author kurang ajar lo aja gak tau Zhoumi hyung seremnya kayak apa! Apa lagi Teukie hyung! Bwah males dah gue cari masalah ma mereka mending gue pacaran :D #Ya pacarin sono tuh makanan lo! Gue bilangin Jae Oppa baru tau rasa! *Ampuuuun! (Oke Abaikan)

"Hahaha Mochi! Udah lama gak ketemu ya! Kau tambah besar, tapi kenapa tinggimu tetap saja masih sama seperti dulu ya?" kataku pura-pura bingung. Sehingga membuat raut wajahnya cemberut, ia juga menggembungkan pipinya lucu dan sangat ingin ku cubit. Setelah kata-kataku tadi dia langsung berdiri dan menjauh dariku.

"Iih hyung menyebalkan! Hyung saja yang terlalu tinggi seperti Mimi ge, aku sebel sama hyung!" setelah berkata seperti itu dia langsung meninggalkan kami dan pergi entah kemana, mungkin ke kelas.

"Changmin kenapa kau bisa ada disini? Ka-kau juga kenal dengan Henry?" Tanya Kyuhyun dengan muka penasaran.

"Hahaha mukamu lucu Kyu! Hahaha biasa aja kali, gak usah masang muka kaya begitu!" kataku tertawa terbahak-bahak.

"Yak Changmin Pabbo! Berhenti menertawakanku Monster makanan!" teriak Kyuhyun tidak terima.

"Baik-baiklah. Hah..aku akan menjelaskannya sambil kita menuju kelas. Sebentar lagi bel masuk, aku tidak mau terlambat cuma gara-gara bertengkar dengan seorang Maniak Games sepertimu!" kataku sambil berjalan pergi setelah menghentikan tawa dan meninggalkan Kyuhyun sendiri.

"Yak! Monster makanan tunggu aku!" teriak Kyuhyun sambil mengejarku.

Setelah itu pun Aku menceritakan tentang dirinya juga hyungdeulnya dan juga tentang permohonan Leeteuk pagi tadi. Hari ini memang tidak ada yang seru. Hah…hanya menjahili Henry dan Kyuhyun saja membosankan. Kapan ya aku beraksi lagi?

Changmin Prof End

0o0o0o0o0

Setelah Leeteuk keluar dari ruang audiovisual dia segera menuju parkiran parkiran dimana mobil sport Porsche Carrera GT warna putihnya berada. Lalu Leeteuk mengambil kunci mobil yang ada disakunya dan langsung masuk kedalam mobil. Tanpa basa-basi Leeteuk pun langsung menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan parkiran mobil SM Senior Hight School.

Dia melajukan mobil sportnya dengan kencang dan menuju sebuah restoran mahal di Distrik Gangnam. Setelah sampai dia menyuruh receptionist untuk memakirkan mobilnya dan mengatakan pada receptionist itu untuk mengantarkannya ke sebuah ruangan yang sudah dipesan oleh seseorang.

Sampailah Leeteuk didepan sebuah pintu dengan ukiran-ukiran mewah yang sangat klasik dan berpelitur indah. Di depan pintu tersebut berdiri sekitar lima orang boudyguard dengan memakai stelan baju dan jas hitam tak lupa dengan kacamata hitam yang bertengger diwajah mereka.

"Silahkan masuk tuan Park Jung Soo, tuan muda sudah menunggu anda." Kata salah seorang boudyguard yang hanya dijawab anggukan oleh Leeteuk.

Leeteuk Prof

Aku berada di depan sebuah pintu dengan ukiran mewah klasik dan didepannya dijaga oleh lima orang boudyguard. 'Hah…selalu saja seperti ini. Selera orang itu memang tidak bisa ditandingi, selalu saja bergaya mewah dan klasik!' fikirku.

"Silahkan masuk tuan Park Jung Soo, tuan muda sudah menunggu anda." Kata salah seorang boudyguard yang hanya dijawab anggukan olehku.

Kemudian boudyguard itu membukan pintu tersebut untukku dan aku masuk kedalamnya. Yap seperti dugaanku, ornament dan hiasan dalam ruangan tak beda jauh dengan yang ada di pintu. Selalu mewah dan klasik memang ciri khas orang ini. Aku sampai bosan dibuatnya.

Aku berjalan memasuki ruang itu. Terlihat ditengah ruangan terdapat meja panjang dengan dua buah kursi di masing-masing ujungnya. Terlihat juga diatas meja telah tersedia berbagai makanan mewah. Aku tidak terkejut kalau hampir semua makanan mewah tersebut adalah makanan kesukaanku. Yap orang ini memang sangat mengenal diriku, begitu juga denganku yang sangat mengenal dirinya.

Kulihat dia sedang duduk sambil bertopang dagu dan juga memainkan gelas wine nya yang tinggal setengah. Dia menatapku sambil tersenyum er lebih tepatnya menyeringai senang karena kedatanganku. Tanpa basa-basi dan menyapanya aku langsung duduk di kursi yang berhadapan dengannya. Aku menaikan kaki kananku untuk kutumpu pada kaki kiriku, lalu ku topang dakuku dan menapatnya dengan tatapan mengintimidasi dan tidak suka.

"Jadi, untuk apa kau menyuruhku datang kemari?" tanyaku langsung padanya. "Bukankah sudah tidak ada urusan lagi diantara kita, hmm?" lanjutku dengan pandangan bosan.

"Kenapa tatapan mu seperti itu 'Anxo'? Aku hanya ingin menyapamu." Katanya dengan suara rendah sexy dan terkesan menggodaku.

'Cih aku takan tergoda dengan suaramu yang seperti itu, membuatku muak saja!' fikirku dalam hati.

"Sudah cepat katakan apa sebabnya kau memanggilku kesini?" tanyaku tidak sabaran.

Ada jeda yang sangat lama setelah pertayaan yang kukatakan padanya. Sepertinya ia sedang berfikir apakah akan mengatakannya atau tidak. Dia juga pasti sudah tahu kalau aku telah mencapai batas dari emosiku.

"Aku merindukanmu." Katanya cepat dan itu membuatku shock seketika.

"Apa maksudmu? Apa ini permainanmu untuk menjebakku dan membuatku kembali padamu begitu?" tanyaku masih dengan tenang walaupun penuh penekanan disetiap kata-kataku.

"Apa kau masih tidak bisa melupakannya? Itu sudah lama sekali, aku bahkan sudah melupakannya." Katanya dengan nada sedikit kecewa.

"Ya mudah bagimu untuk melupakannya. Karena bagaimanapun kau dan appamu terlibat dalam hal ini." Kataku masih dengan tenang walaupun nada bicaraku terkesan mengejek.

"Tapi itu semua sudah berlalu dan tidak bisa diubah. Aku juga menyesal, tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa membantah apa yang sudah ditetapkan oleh appa." Katanya masih tidak mau menyerah.

"Itu bukan urusanku!" kataku dengan ketus. "Oh jika kau sudah selesai aku akan keluar. Aku tidak betah berlama-lama denganmu!" lanjutku sambil berdiri. "Dan satu lagi, JANGAN PERNAH MENGHUBUNGIKU LAGI!" kataku cepat sambil berbalik memandangnya. Kemudian aku keluar dari ruangan itu dan menuju tempat parker dimana mobilku terparkirkan.

Setelah ini aku harus menenangkan diri dan mencari tempat untuk menjernihkan fikiranku. Akhirnya aku melajukan mobil sportku menuju laut dan aku menenangkan diri disana selama satu jam baru aku kembali kerumah untuk bertemu dengan yang lain.

'Cih orang itu benar-benar tidak pernah menyerah. Aku harus berhati-hati, setelah ini dia pasti akan merencanakan seseuatu untuk membuatku kembali padanya' fikirku sambil memperhatikan pemandangan dijalan menuju rumah.

Leeteuk Prof End

0o0o0o0

Beberapa menit setelah kepergian Leeteuk didalam ruangan

Terlihat orang yang tadi ditemui Leeteuk telah memasang seriangai yang menakutkan. Dia tidak kecewa dengan apa yang Leeteuk katakan. Ya benar kata Leeteuk orang ini tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia mau.

Orang itu lalu menaruh gelas wine nya dan mengambil sebuah ponsel dari sakunya dan menelpon seseorang.

"Yeoboseo, ne ada apa tuan muda memanggil saya?" Tanya suara dari seberang.

"Aku punya tugas untukmu. Cepat kau awasi semua gerak-gerak Jung Soo! Jangan sampai ada yang terlewatkan! Cari tahu aktivitasnya, siapa yang dia temui, dan apa rencana yang sedang dia jalankan saat ini!" jelas orang itu.

"Ne, baik tuan akan saya laksanakan!" kata suara dari seberang patuh.

'Pip' akhirnya telponpun terputus dan munculah seringai menakutkan dari orang itu.

"Lihat saja kau My Angel, kau tidak akan bisa kabur dariku!" katanya dengan penuh penekanan pada kata 'My Angel'. "Hahahahahaha kau pasti akan kembali! Lihat Saja Nanti!" lanjutnya sambil tertawa mengerikan.

To Be Continued

Anyeonghaseo semua! Maaf chap 4 sedikit, habis aku lagi gak ada ide. Aku harap kalian puas dengan ini. Oh ya untuk siapa yang ditemui Leeteuk apa kalian bisa menebaknya? Oh kalau punya saran untuk pemeran itu silahkan. Kalau author setuju nanti akan author rubah pemerannya.

Oh dan juga mohon review ya semua! Karena dengan review kalian bisa membuatku lebih semangat melanjutkan fict ini!

Kalau begitu Author mohon diri dulu! Sampai jumpa chap 5 Readers! :D