Author : Hi readers maaf lama dan pendek habisnya author lagi gak ada ide dan sedang ingin membuat readers penasaran. Untuk yang mau action mian author masih belum mau kasih.
Jaejoong : Kau ini gimana sih thor? Kasihan readers yang udah sabar nungguin plus penasaran malah kau bikin lebih menasaran lagi.
Author : Maaf eomma habis aku lagi gak ada ide dan malas nulis untung juga chap 7 udah selesai dari pada gak selesai.
Yunho : Udah dari pada kalian nantinya adu mulut mending bales review yang ada aja.
Author : Hehehe ne appa, LQ memang sedih masa lalu Teukie, oh iya aku lebih muda darimu, kalau sekolah aku mau masuk SMA tapi belom kepikiran mau masuk mana, lagian nem 32.85 bisanya masuk mana? Mungkin kalau gak 31 ya 54, tapi belom kepikiran, untuk hidup Teukie hyung aku belum selesai menyiksa dia aku masih sebel gra2 ditinggal wamil jadi tunggu aja tanggal mainnya, hehehe (pasang smirk Kyuhyun dan Yunpa)
Changmin : Thor boleh aku dan Kyu ikut menyiksa Teukie hyung?
Author : Tenang saja nanti kau kebagian Min. (Nyusun rencana bareng dua Mangnae Evil)
Jaejoong : Hahh…sudahlah aku saja yang lanjutkan bales review. Vicya merry klo ada rumah kaya gitu mungkin sekarang Leeteuk udah gak ada di SMENT kali. Lagi pula kalau punya rumah kaya gitu kasihan anak2 Suju ditinggal sama Eomma nya pergi, Leeteuk kan pasti pelit sama mereka dan gak akan kasih uang sepersent pun. Nah lo anak2 Suju mau tinggal dimana?
Junsu : Aduh Jae hyung ada2 aja sih. dewdew90 makasih udah baca, tapi emang seru ya? Aku aja yang baca naskah biasa aja, entahlah sihir apa yang dipake tuh author yang pada bikin kalian naksir ama ff ini.
Author : Ye Junsu-ah jangan begitu napa, suka2 readers kali mau komen kaya gmn di ff ku. dewdew90 iya Teukie emg keren tapi aku mau nyiksa dia biar kapok, trus soal Henry hehe biar ketemu semua anggotanya kan allways 15, kalau flashback nya gak suka mian hanya itu yang terfikirkan oleh author.
Yunho : Oke sekian review hari ini. Bagi yang gak suka gak usah baca bahkan close aja tabnya, kalo gaje salahin authornya, kalo gak bermutu bunuh authornya. Nah silahkan membaca chap 7.
Yoochun : Yunho hyung memang sadis!
Yunho : Kau bilang apa Jidat? #Yunpa mulai mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya.
Yoochun : Eeehh? Aaammpuuuunnnn hyuuuunggg! (sambil kabur)
Jaejoong : Maaf readers silahkan langsung baca saja, gak usah perdulikan kami. Bye ;D
Hahhhh….enaknya menikmati angin dicuaca yang sangat sejuk ini. Kita bisa menikmatinya sambil bersantai dengan teman, mengobrol hal-hal yang ringan sambil ditemani beberapa cemilan dan minuman dingin. Tapi sepertinya hal itu tak berlaku untuk beberapa namja kita ini. Bisa dilihat ada beberapa orang namja yang sedang berdiri disebuah atap sekolah, ya mereka adalah para pelajar SM Hight School.
Dapat terlihat wajah canggung dari mereka semua yang berada disana. Hahh…ternyata biarpun cuaca hari ini cerah tapi tak secerah perasaan namja-namja ini ne. Baiklah readers pasrti bingung ne apa yang sedang terjadi? Oke author akan jelaskan permasalahannya.
Terlihat namja yang berdiri agak jauh dari mereka bersama seorang namja lainnya yang terlihat err…manis #digaplok Jaema# sedang menatap mereka semua dengan pandangan dingin dan mengintimidasi.
"Jadi ada apa Yunho hyung memanggil kami kesini?" tanya Eunhyuk yang memang dasar sudah tidak sabaran.
"Aku hanya ingin menyampaikan pada kalian bahwa jangan sampai diantara kalian ada yang mengungkit-ungkit tentang masa lalu Teukie hyung." Jawabnya masih dengan pose memasukan tangan kedalam saku celana, menyenderkan punggungnya pada pagar atap gedung, dan memandang tajam mereka semua.
"Memangnya kenapa kami tidak boleh mengungkitnya? Bukankah sesame anggota seharusnya kita saling terbuka?" Kibum menjadi sewot karena itu.
"Eum…bukan begitu maksud Yunnie, dia hanya tidak ingin Teukie hyung mengingat masa lalunya yang kelam. Tapi jika kalian ingin mengetahuinya maka aku akan menceritakannya." Kata Jaejoong yang terdengar lebih lembut.
Akhirnya Jaejoong menceritakan semua yang diketahuinya tentang Leeteuk atau bisa kita sebut Park Jung Soo sang Putra Mahkota yang telah lama menghilang. Dia menceritakan bagaimana Leeteuk berjuang untuk membuat eomma dan dongsaenya pergi dari Korea, bagaimana ia yang harus menyerahkan nyawanya pada sang paman, bagaimana kematian sang mendiang raja, dan bagaimana Leeteuk bisa berubah menjadi pribadi yang berbeda.
"Dulu sebelum bertemu dengannya dia adalah orang yang sangat dingin. Dia bahkan tidak segan-segan membunuh targetnya dengan cara yang kejam, walaupun dia bekerja dibalik layar. Bahkan dulu tatapan matanya tidak akan bisa sehangat sekarang. Aku pasti akan sangat sedih jika mengingat semua itu." Kata Jaejoong ditengah ceritanya.
"Lalu kenapa Teukie hyung dapat berubah? Dan kapan tepatnya kalian bertemu?" tanya Ryeowook yang mulai meneteskan air mata.
"Kami bertemu dengannya tanpa disengaja." Tiba-tiba Yunho mulai angkat bicara. "Atau mungkin ini Takdir." Lanjutnya. "Kami dulunya adalah target pembunuhan Teukie hyung." Katanya lagi.
"Mwo bagaimana bisa?" sekarang Heechul lah yang shock.
"Ne, kami berdua waktu itu tidak sengaja terlibat masalah dengan orang yang membunuh mendiang yang mulia raja dalam kata lain paman Teukie hyung. Dan tanpa sengaja dia menyuruh Teukie hyung untuk membobol jaringan komputer dan semua program yang telah disusun Changmin. Setelah berhasil dia juga mengirim anaknya beserta anak buahnya untuk membunuh kami." Kata Jaejoong menjawab pertanyaan Heechul.
"La-lalu apa yang terjadi?" kini Sungmin yang ikut penasaran.
"Entah kenapa malah jaringan komputer merekalah yang terkena virus lalu disaat itu Teukie hyung menyuruh kami pergi dari tempat itu." Kini giliran Yunho yang menjawab.
"Ba-bagaimana caranya?" Shindong pun tak mau kalah dengan rasa penasarannya.
"Dia menghubungi kami dengan alat komunikasi yang kami pakai. Tampaknya dia telah menghubungkan alat komunikasi itu dengan laptopnya. Dan sepertinya aksi yang dilakukan Teukie hyung tidak diketahui oleh Taecyeon." Lanjut Jaejoong.
"Tapi alasan apa yang membuat Teukie hyung ingin membantu kalian sementara kalian sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang sangat dingin dan tidak segan-segan membunuh orang dengan tangannya sendiri." Kini giliran Kibum yang berbicara, dan semua orang juga membenarkan semua perkataannya.
"Saat aku menanyakannya pada hyung dia hanya berkata 'Sudah waktunya membalas tua bangka itu. Dan lagi pula aku sudah jatuh cinta dengan kalian semua.' Aku juga tidak pernah tahu apa alasan sebenarnya Teukie hyung itu." Kata Jaejoong.
"Lalu apa yang terjadi setelahnya?" tanya Yesung.
"Semua terjadi diluar perkiraan kami. Dia datang keapartement kami, padahal tidak seorang pun yang mengetahuinya. Lalu dia juga membantu kami menjalankan beberapa misi dari organisasi, karena waktu itu kami masi anggota Shiki Organisation." Kata Yunho.
"Ya sampai hari itu. Hari yang dimana mengubah semua hidup kami dan juga Teuki hyung. Hari dimana Ok Taecyeon berhasil mengetahui kalau Teukie hyung selalu mengunjungi kami." Lanjutnya.
"Maksud kalian?" sekarang Siwonlah yang angkat bicara.
"Ya Taecyeon mengetahui kalau Teukie hyung menemui kami dan akhirnya ia mengirim anak buahnya untuk membunuh kami. Kami juga sempat di sekap di sebuah gedung kosong. Namun untung pada saat itu Teukie hyung datang menolong." Kata Jaejoong.
"Mwo? Dia hanya sendirian kesana?" tanya Donghae.
"Ne dia sendiri. Walaupun penjagaan ketat, tapi Teukie hyung telah memprogram ulang sistem keamanan gedung itu." Kata Yunho dengan nada cuek.
"Ah kalian tidak tahu biarpun begitu Teukie hyung bisa menghabisi sekitar 200 orang anak buah Taecyeon. Dia juga sangat pandai menggunakan senjata. Bahkan waktu itu dia banyak sekali membawa senjata." Kata Jaejoong meceritakan dengan riang.
"Mwo 200 orang? Dan dia hanya sendiri?" tanya mereka semua kompak yang hanya dibalas anggukan semangat Jaejoong.
"Lalu apakah kalian bisa keluar dari sana?" tanya Ryeowook.
"Ya kami dapat keluar dari sana, tapi…" kata-kata Yunho terpotong.
"Gwenchana Yun?" tanya Jaejoong.
"Ne gwenchana Boo." Jawab Yunho dengan senyum tipis yang hanya bisa dilihat oleh Jaejoong.
"Apa yang terjadi?" tanya Hanggeng.
"Saat kami akan keluar, salah satu anak buah Taecyeon mencoba menembak Yunho dengan pistolnya. Dan kebetulan dia juga bukanlah anak buah biasa. Dia adalah pembunuh bayaran yang telah bekerja sama dan dibayar oleh Taecyeon untuk membunuh kami. Namun sebelum peluru itu mengenai Yunho…" kata-kata Jaejoong terpustus saat akan menjelaskan.
"Peluru itu tidak mengenaiku karena pada saat itu Teukie hyung melindungiku dan peluru itu pun melesat kearahnya." Jawab Yunho lirih.
"Untung disaat itu Teukie hyung langsung mengaktifkan bom yang telah dipasangnya di gedung itu, sehingga membuat anak buah Taecyeon kewalahan karena ledakan besar itu. Dan itu membuat kami mempunyai waktu untuk kabur dengan membawa Teukie hyung yang saat itu telah tertembak." Lanjut Jaejoong.
"Apakah terjadi sesuatu setelahnya?" tanya Yesung.
"Hahh…ya." Jawab Jaejoong. "Dan itu lebih mengerikan daripada mati sekalipun." Lanjutnya.
"Maksudmu Jae hyung?" tanya Eunhyuk.
Bukannya menjawab Jaejoong dan Yunho hanya diam dan saling memandang satu sama lain dengan tatapan yang sulit diartikan.
Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí̱ Ikanóti̱ta]
Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery
Length : Chapeterd
Point of View : Author
Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).
Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!
Chapter 7
Oke kita beralih dari atap SM Hight School ke sebuah ruangan yang sangat mewah yang diisi oleh beberapa namja dengan menggunakan stelan jas hitam dengan dua orang namja yang sedang duduk disofa sambil berbincang-bincang. Tapi anehnya untuk sekedar berbincang-bincang suasana didalam ruangan itu sangat dingin dan tidak cocok sama sekali.
"Jadi kau sudah menyiapkan semuanya dengan baik heum?" tanya seorang namja paruh baya sambil meminum sebuah kopi yang dari tadi di pegangnya.
"Ne appa semua sudah siap. Jika tidak ada halangan mungkin minggu depan kami akan menjalankan tugas yang appa berikan." Kata seorang namja yang lebih muda yang sedang duduk dihadapan namja paruh baya itu.
"Ya aku harap kau tidak mengecewakan appa." Kata namja yang dipanggil appa itu. "Lalu bagaimana dengan 'dia'? Kau harus pastikan bahwa dia sama sekali tidak ikut campur dalam masalah ini!" kata namja itu lagi, namun kali ini dengan suara yang lebih dingin.
"Ne appa!" kata namja yang lebih muda itu dengan percaya diri. 'Lagi pula bila 'dia' mencoba menggagalkan rencana ini aku sudah punya cara untuk mencegahnya. Khukhukhu lihat saja aku tidak akan membiarkanmu menghalangi rencanaku lagi.' Fikir namja itu sambil memasang seringai yang sangat mengerikan. #tapi menurut author itu sangat-sangat sexy XP
0o0o0o0o0
"Ada apa hyung memanggil kami kemari?" tanya namja berkepala besar #Plak digampar Yesung# maksud author namja yang kita ketahui bernama lengkap Kim Joong Woon aka Yesung.
"Aku ingin kalian menyiapkan diri kalian masing-masing." Jawab Leeteuk pendek.
"Menyiapkan diri untuk apa hyung?" tanya Ryeowook.
"Kita akan mengadakan misi." Kata Leeteuk lagi masih pendek.
"Misi? Misi apa?" tanya Hanggeng.
"Begini tuan muda sekalian. Aku baru mendapatkan informasi dari tuan muda Yunho bahwa Ok Taecyeon akan menyusup kedalam Interpol Korea dan mencuri beberapa informasi dari sana." Kata Hyemi yang tiba-tiba muncul disamping Leeteuk.
"Mwo? Menyusup Interpol? Tapi bagaimana bisa?" tanya Eunhyuk.
"Itu bukanlah hal mudah untuk orang seperti itu." Kata Kibum singkat.
"Ya apalagi dari yang aku dengar beberapa polisi dikerahkan untuk menangkap seseorang buronan internasional belakangan ini. Jadi mungkin saja mereka dapat menyusup kedalam Interpol yang hanya dijaga oleh beberapa polisi itu." Sekarang Yesung mulai angkat bicara.
"Oh bisa saja itu hyung. Apa lagi yang kudengar dari Changmin buronan itu merupakan satu kelompok dengan Taecyeon itu." Kata Kyuhyun yang masih tidak lepas dari layar komputer dihadapannya. #ckckck sedang bercinta dengan kekasihnya eoh? (games)
"Jadi apa rencana selanjutnya?" tanya Kangin.
"Hanggeng kau harus membuatkanku sesuatu ne, kau mengertikan?" tanya Leeteuk sambil meminum jus strawberry nya sementara Hanggeng hanya tersenyum dengan aneh. "Ah masalah itu aku punya beberapa, dan kalau kau mau aku membuatnya lagi akan aku usahakan hyung." Sahut Hanggeng dengan senyum yang masih terbilang aneh itu.
"Arra! Chullie-ya buatkan aku bom yang baru ne! Hmm tidak perlu daya yang kuat tapi mungkin sisakan beberapa untuk acara puncak, arrachi?" kata Leeteuk dengan nada kekanakannya pada Heechul, sementara yang diberi tugas masih belum mengerti dengan kata-kata Leeteuk.
"Ha? Oh tentang itu ne nanti aku buatk-Mwo? Kau menyuruhku apa tadi?" sekarang sadarlah Kim Heechul dari ke lemotannya yang lama -_- #plak! Digampar Heechul.
"Buatkan aku Bom Chulie-ya!" kata Leeteuk dengan santainya.
"Yak! Buat apa kau menyuruhku membuat BOM? Demi Tuhan Teukie hyung BOM!" kata Heechul sewot sendiri.
"Sudah kau tidak perlu membantah! Itu akan menjadi kejutan untuk aksi kita." Katanya lagi masih dengan sangat-sangat santainya. #ya ampun hyung kau terlalu menganggap remeh sekali sih! *Leeteuk : suka2 gue nape thor! Kok lo yg repot sih! :P
"Sudah jangan berisik! Oke selanjutnya Shindong kau carilah tempat bagus dan strategis untuk tempat kita memata-matai mereka." Kata Leeteuk.
"Oke hyung! Ada lagi?" kata Shindong dengan semangatnya.
"Hmm, nanti kau bantu Kyu untuk memindahkan komputer yang ada. Oh tempatnya harus luas dan tidak mencurigakan." Tambah Leeteuk.
"Baik hyung." Kata Shindong.
"Untuk Wookie nanti kau bisa membantu dalam hal penyusupan dengan alat buatanku." Kata Leeteuk pada Ryeowook dengan senyum manisnya.
"N-Ne hyung." Jawab Ryeowook dengan gugup.
"Kyu kau bertugas mengawasi kamera pengawas yang nanti akan Kibum sambungkan dengan komputer kita." Lanjut Leeteuk.
"Sip hyung." Kata Kyuhyun masih dengan fokusnya pada game yang sedang dimainkannya. Sementara Kibum hanya menganggukan kepala saja.
"Untuk Sungmin nanti kau akan mencari informasi tepatnya kapan Taecyeon akan beraksi." Kata Leeteuk pada Sungmin.
"Memangnya kau tidak tahu kapan tepatnya Taecyeon menjalankan aksinya Teukie hyung?" tanya Sungmin.
"Kalau menurutku seminggu lagi, tapi jam berapa tepatnya aku tidak tahu. Karena anggota kriminal yang ditangkap kepolisian belum memberikan saksi apapun mengenai komplotan lainnya. Tapi bisa jadi setelah dia diberikan lampu hijau oleh Taecyeon dia baru akan angkat bicara. Dan kemungkinan waktu itulah anak buah lainnya akan masuk kedalam Interpol." Kata Leeteuk menjawab pertanyaan Sungmin dengan nada yang sedikit serius.
"Oke sampai dimana tadi? Oh ya Sungmin nanti kau bersama Heechul akan menyamar. Pakaiannya juga sudah aku siapkan." Kata Leeteuk dengan ekspresi yang berbeda.
"Mwo? Menyamar? Kenapa aku?" tanya Heechul.
"Karena hanya kau dan Sungmin saja yang cocok. Lagi pula kalau yang lain pasti jadinya akan aneh." Kata Leeteuk dengan santainya.
"Shiro! Aku tidak akan mau!" kata Heechul sambil melipat kedua tangannya didada dan memalingkan wajahnya.
"Ayolah Chulie-ya! Aku mohon! Lagian hanya kau dan Sungmin saja yang cocok!" kata Leeteuk membujuk dengan puppy eyes nya.
"…" Heechul masih belum mau menengok.
"Chulie-ya…." Sekarang mata Leeteuk mulai berkaca-kaca.
"…" Heechul mulai menengok dan pandangan matanya mengisyaratkan bahwa iya tidak tega.
"Aku mohon!" sekarang Leeteuk mulai membuat suaranya sedikit serak dan lembut.
"Ba-Baiklah aku terima!" karena tidak tahan akhirnya Heechul pun luluh dengan apa yang Leeteuk hyung lakukan.
'Benar-benar tatapan mematikan, Heechul hyung saja yang sadis dapat menurutinya.' Fikir semua orang kecuali Kyuhyun yang masih sibuk dengan gamenya.
"Oke sekali kau menerima tidak aka nada penolakan!" kata Leeteuk setelah kembali dalam mode pupy eyes nya.
'Sial aku ditipu olehnya!' batin Heechul.
'Hhaahh…cepat sekali kembalinya!' batin semua orang.
"Jadi kapan kami akan menyamar hyung?" kini giliran Sungmin angkat bicara.
"Besok kalian ikut aku dan Donghae." Kata Leeteuk santai sambil membenarkan posisi duduknya.
"Kenapa aku hyung?" tanya Donghae.
"Jadi kau tidak mau ikut? Padahal kita bisa bersenang-senang." Kata Leeteuk pura-pura kecewa.
"Maksud hyung?" tanya Donghae penasaran.
"Bukankah kau suka balapan Hae-ah?" tanya Leeteuk.
"Memang, tapi kenapa?" tanya Donghae yang masih cuek.
"Besok kita balapan, arraso?" kata Leeteuk.
"MWO?" teriak semua orang.
"Wae?" tanya Leeteuk santai.
"Yak! Bukankah kata hyung tadi kita harus mencari informasi?" tanya Eunhyuk.
"Memang." Jawab Leeteuk singkat.
"Lalu kenapa jadi balapan?" sekarang Siwon angkat bicara.
"Jangan bilang kau mau ketempat itu Teukie hyung?" tiba-tiba Yesung angkat bicara.
"Mwo? Kemana?" sekarang Eunhyuk yang mulai bingung.
"Ani! Hyung aku tidak mau kesana! Shiro!" sekarang Donghae malah berteriak-teriak menolak.
"Yak! Pokoknya kau harus kesana! Tidak ada penolakan!" sekarang malah Leeteuk yang berteriak.
"Tap-" belum sempat Donghae menolak lagi Leeteuk sedah memberikan tatapan mematikan untuk Donghae.
"Oke untuk Hyukkie kau buat rencana nya setelah melihat peta lokasi Interpol dan juga tambahkan rencana cadangan bila kita ingin menangkap komplotan yang lain. Siwon kau mungkin akan aku masukan dalam daftar orang yang akan ikut menyusup selain Yesung dan Donghae, mungkin aku juga akan ikut, tapi kita lihat saja nanti. Dan Kangin nanti kau juga akan membantu mengawasi yang lainnya agar tetap berjalan sesuai rencana dan sama seperti Siwon jika ada perubahan rencana mungkin kau juga akan menyusup kesana." Kata Leeteuk. "Oke semuanya besok setelah pulang sekolah datang ke apartemen Yunho. Bilang pada mereka bahwa kalian disuruh oleh ku. Katakan juga misi akan dimulai." Lanjutnya.
'Khukhukhu pertempuran sebentar lagi akan dimulai. Kira-kira apa yang akan kau lakukan setelah ini, hmm?' batin Leeteuk sambil menyeringai.
Siapakah yang akan jadi pemenangnya?
Dua kubu yang berbeda dengan masing-masing pasukannya.
Apa yang terjadi pada Leeteuk dimasa lalu?
Akankah membahayakan dirinya dimasa sekarang?
Lalu akan jadi seperti apakah Misi mereka?
Lalu renaca apa yang sudah dipersiapkan oleh Keduanya?
Alat apakah yang diciptakan Hanggeng dan Leeteuk?
Bagaimanakah hari-hari anggota mata-mata kita sebelum misi?
Tunggu di chap selanjutnya!
TO BE CONTINUED
