Author : Hi readers aku kembali! Maaf lama, author sibuk nyari SMA. Bahkan sampe stress karena gak ada yang keterima dari 3 pilihan author. Sempet sih di 31 eh tapi besok siangnya udah ilang. Hahh author lagi nunggu buat daftar jalur lokalnya nih. Makanya biar gampang chap 8 author update sekarang. Oke udahan curhatnya, lanjut untuk balas review. Eum adakah yang mau membantu author?
Min Jun : Biar aku aja author.
Author : Kyyyaaa! Min Jun memang baik! #peluk Min Jun.
Min Jun : Oke karena kebanyakan udah pada dijawab sama author mungkin hanya LQ saja yang akan Min Jun jawab. Kalo LQ mau getok author silahkan semua pemain telah setuju untuk yang satu itu. (Kejamnya! Author pundung di pojokan). Klo penasaran, terus ikuti jalan ceritanya readers :D Klo untuk itu sepertinya bukan masa lalu hanya saja Yunho dan Jaejoong sedang menceritakan pertemuan pertama mereka dengan Leeteuk. Hahhh…kayaknya author menyesal tidak mengambil keputusan yang tepat untuk memilih SMA. Kau telat LQ-ah author sudah nangis sehari semalam karena itu (Lebay baget ah, gak sampe nangis kali!).
Author : Ck! Min Jun sama saja seperti yang lain! Terus saja semua pemain ff ini menindas author! Bahkan para readers juga kejam pada author! Huh! Awas aja, gak dilnjutin ff nya baru tahu rasa! Biar pada mati penasaran! :P
Min Jun : Sudah abaikan author yang berbicara seperti itu. Sebelum ia menghentikan ff ini para pemain pasti sudah demo duluan pada author jadi readers tenang saja dan duduk manis sambil menghadap kearah layar laptop, hp, atau komputer masing-masing. Selamat Membaca! :D
Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí Ikanótita]
Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery
Length : Chapeterd
Point of View : Author
Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).
Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!
Chapter 8
Nah disinilah kita para readers berada di sekolah SM Hight School yang masih ramai ini. Mengapa ramai? Karena masih jam nya istirahat sekolah. Dan disinilah para namja berwajah tampan bak seorang artis telah berkumpul. #Plak! Author pabbo ya iyalah mereka semua kan artis!
"Ne jadi kemarin Teukie hyung menyuruh kalian untuk ke apartement kami begitu?" tanya salah seorang namja yang terbilang cukup manis (digampar Jaema) maksud author terbilang tampan itu. "Ne hyung Teukie hyung bilang kami harus ikut hyung sekalian ke apertement, dan Teukie hyung juga bilang bahwa dia bilang pada kami untuk menyampaikan misi pada kalian." Jawab Ryeowook yang masih polosnya.
"Oh mengenai itu, aku harap kalian menyiapkan mental kalian sebelum ikut kami ke apartement." Kali ini Junsu lah yang angkat bicara sambil menunjukan nada yang sedang mengejek para namja tampan SJ kita readers.
"Hhaah…kau ini belum juga melihat hasilnya sudah menyimpulkan terlebih dulu. Lihat ya lumba-lumba bagaimana kalau kita taruhan? Kalau mereka semua bisa melewati apa yang Yunho hyung perintahkan selama seminggu ini, kau harus rela menuruti semua kemauanku dan mejadi pesuruhku dalam seminggu, bagaimana?" sekarang Yoochun lah yang mengeluarkan nada mengejek pada Junsu.
"Baiklah! Tapi jika kau yang kalah maka mobil sport barumu buatku, bukan hanya itu saja kau juga harus menjadi supirku selama seminggu, bagaimana? Deal?" Junsu yang tidak mau kalah menanggapi taruhan Yoochun dengan serius.
"Oke!" kata Yoochun sambil menyambut tangan Junsu. 'Hehehe rasakan kau duckbutt kau akan menuruti semua kemauanku dan menjadi pesuruhku selama seminggu, dan tak akan kubiarkan kau melewatinya dengan mudah. Sebaiknya aku mengabari Changmin dan meminta usulnya tentang bagaimana cara menyiksa si lumba-lumba berisik ini. Hahaha Welcome to the Hell Su!'
Sementara namja-namja yang lain yang melihat kelakuan kedua namja aneh itu hanya bingung dan memaklumi. Sementara Jaejoong dan Yunho hanya bisa mengelengkan kepala mereka.
"Kalian pasti bingung dengan apa yang maksud ucapan kedua namja pabbo itu kan?" tanya Jaejoong masih dengan senyum manisnya.
"N-Ne hyung, memangnya apa yang akan terjadi nanti?" Sungmin mulai angkat bicara karena sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya.
"Hehehe kalian liat saja nanti, dan ku harap kalian bisa betah dan bisa melewati apa yang nanti Yunho lakukan pada kalian." Bukannya menjawab Jaejoong malah berbicara seperti itu sambil tersenyum dengan misteriusnya. "Tapi mungkin untuk Donghae, Yesung, Kangin, Sungmin, dan Siwon sepertinya kalian bisa dengan mudah melewatinya. Ya asal Yunnie tidak menambahkan permainan didalamnya, hehehe." Tambah Jaejoong masih dengan senyum yang misterius.
"Kita lihat saja nanti Boo." Kata Yunho dengan sangat-sangat-sangat pelan disertai senyumcoretseringai tipis disudut bibirnya, namun masih dapat didengar oleh Jaejoong.
"Tapi yang aku bingung kemana Teukie hyung? Kenapa dia tidak ada disini?" tanya Yoochun setelah selesai dengan acara adu tatapan dengan Junsu.
"Mollayo!" jawab mereka semua kompak dan hmm nampak tak peduli sepertinya, kecuali Ryeowook yang sangat sayang dengan hyungnya satu itu.
0o0o0o00o0o0
Hehehe kalian penasaran dimana Leeteuk berada? Oke dari kantin dilantai satu kita beralih ke lantai tiga, tempat dimana banyaknya ruangan studio berada. Entah itu studio music, dance, drama musikal, bahkan studio alat musik.
Nah uri leader kita itu ada disalah satu studio dari sekian banyaknya studio yang ada dilantai tiga itu. Hayo ada yang bisa menebak? Hahaha sepertinya tidak ada ya, oke author kasih tau aja. Uri Leader kita sekarang tengah berada di dalam studio alat musik. Untuk apa dia ada disana? Jawabannya untuk menenangkan diri. Ne ternyata Leeteuk sedang pusing dengan banyaknya masalah yang ada. Belum lagi dia juga harus menyiapkan untuk acara nanti malam bersama Donghae, Sungmin, dan juga Heechul.
Entah apa yang tengah difikirkannya saat ini, rencana-rencana hebat apa yang akan ia susun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Hahhh kasihan sekali dia, sekali-sekali seharusnya dia mementingkan kesehatannya itu.
Ting…ting…ting…
Suara apakah itu? Hehehe itu adalah suara dentingan piano yang tengah dimainkan oleh Leeteuk, Ya dia memang kadang ceria dan juga suka mengubah-ubah moodnya namun jauh di dalam lubuk hatinya dia tersiksa. Tersiksa sampai-sampai ia tidak dapat mengontrol emosinya dan kadang suka kehilangan kontrol. Tersiksa sampai-sampai ia rasanya ingin sekali melenyapkan 'orang itu' walaupun dia adalah pamannya sendiri. Tersiksa sampai-sampai ia tidak kuat untuk menahan semua emosi dan kebencian yang diberikan oleh paman serta saudaranya sendiri. Tersiksa karena ia tidak bisa melihat eommanya yang sudah lama tidak dapat ia lihat. Tersiksa karena tidak bisa mencegah adiknya untuk kembali ke tanah air dan masuk kedalam dunianya. Bahkan juga menyesal karena tidak bisa membuat rasa benci paman dan saudaranya berkurang. Menyesal karena ia telah melupakan wajah cantik eommanya. Menyesal karena mungkin suatu saat nanti ia tidak akan bisa menjaga adiknya, melihat kondisinya saat ini. Dan menyesal karena melibatkan Yunho dan Jaejoong juga teman-teman yang lainnya.
Miwuhago shipeunde
Dareun saram gyuhtesuh haengbokhan nuhreul boneunguhtdo jichyuhbuhryuhssuh ijen
Amuguhtdo moreunchae nuhl bonaeya haedduhn nal
Nuhmudo oraen irirasuh neukkimjocha uhbjiman
Nuhreul jiwooryuh aessuhdo bwassuh
Hajiman isseul soo uhbneun iringuhl jebal nae gyuhte issuhjwuh
Dallajin guhseun uhbsuh honjainguhl
Ddo dareun sarangi ohl guhrago na miduhbwajjiman ijen
Sumswineun guht majuh himideulgo
Iruhke kuhjyuhman gajanha nuhreul hyanghan nae geuriwoomi jogeumsshik
Jiwuhjiji anhneun chae Nama issuh
Miwuhago shipeunde
Nal ijeundeuthan nuhui dwitmoseupman jikineun guhtdo jichyuhbuhryuhssuh ijen
Haruharu himuhbshi saneun naega shiruhssuh
Iruhn nae moseup bakkuryuhgo noryuhkhajiman andwae
Nuhreul jiwooryuh aessuhdo bwassuh
Hajiman isseul soo uhbneun iringuhl jebal nae gyuhte issuhjwuh
Dallajin guhseun uhbsuh honjainguhl
Ddo dareun sarangi ohl guhrago na miduhbwajjiman ijen
Sumswineun guht majuh himideulgo
Iruhke kuhjyuhman gajanha nuhreul hyanghan nae geuriwoomi jogeumsshik
Jiwuhjiji anhneun chae Nama issuh
Miryuhn uhbshi bonaeryuh haessuh
Gyuhndil soo isseulguhra miduhjjiman ajik nameun sarang
Duhwook gipuhman ganeunguhl jigyuhwoon ee werowoomdo
Ijen harurado gyuhndilsoouhbsuh nega juhmjuhm miwuhjyuh
Dallajin guhseun uhbsuh honjainguhl
Ddo dareun sarangi ohl guhrago na miduhbwajjiman
Duh isang sumswineun guht majuh himi deuruhggo
Iruhke kuhjyuhman gajanha nuhreul hyanghan nae geuriwoomi
Jogeumsshik jwuhjiji anhneun chae Nama issuh
TES…
TES…
Kalian tahu apa yang terjadi? Ya kini seorang Par Jung Soo, ani sang Putra Mahkota Korea Selatan tengah mengais. Menangisi apa? Tentu saja menangisi nasib dan kehidupannya. Dia merasa seolah-olah Tuhan itu tidak adil padanya. Tapi mengingat apa yang terjadi saat ini dia sadar bahwa dirinya masih beruntung. Karena dia bisa bertemu lagi dengan dongsaengnya, dan masih bisa berkumpul bersama teman-temannya yang sudah ia anggap sebagai keluarga.
Karena jika kalian fikir menjadi seorang Leeteuk itu keren dan enak dengan berbagai aksinya atau mungkin dengan semua kekayaannya, kalian salah besar! Seorang Leeteuk hanyalah manusia biasa yang juga memiliki perasaan. Dia bisa saja terluka dan tersakiti. Namun jauh dari itu semua ia menyembunyikannya, jauh didalam hatinya dan tidak akan pernah diketahui oleh satu orang pun. Bahkan jika itu Jaejoong dan Yunho, orang yang telah menyelamatkannya dari jeratan rantai kegelapan sang paman.
0o0o0o0o0
SKIP TIME
"Jadi apa yang kita lakukan disini?" tanya namja yang sedang memegang PSP nya pada seorang namja bertubuh jangkung.
"Ck! Apa kau tidak ingat hah? Kau kan disuruh oleh Leeteuk hyung untuk kemari dan menyampaikan sesuatu pada Yunho hyung bukan?" tanya namja yang bertubuh jangkung itu.
"Yak! Dasar bodoh! Apa kau tidak berfikir mungkin saja para hyungdeul yang lain telah melakukan apa yang Teukie hyung katakan! Sudah cepat bawa aku ke game center! Aku mau main game Changmin!" kata namja itu lagi masih dengan memfokuskan matanya pada sang kekasih aka PSP.
"Yak Kyu! Mana mungkin aku membawamu kesana. Bisa-bisa aku yang dihajar Yunho hyung dan Leeteuk hyung. Lagi pula ada yang harus kau lakukan terlebih dulu! Dasar maniak game!" kata Changmin pada Kyuhyun. "Sudah cepat turun! Yang lain pasti sudah menunggu! Lagian ini akan lebih seru dibandingkan game Kyu." Sambungnya.
"Ck! Dasar merepotkan!" balas Kyuhyun singkat sambil mematikan PSP nya dan membuka pintu mobil lalu berlari mengejar Changmin yang sudah duluan masuk kedalam.
Kalian bingung dimana mereka? Yap mereka ada didepan sebuah bangunan yang bisa disebut apartement. Apartement itu termasuk apartement golongan menengah keatas. Ya lagian mana mungkin sih Yunho yang jelas-jelas anak dari pemilik Jung Corporation akan tinggal disebuah apartement kecil. Ckckck tidak mungkin!
Kembali kita lihat didalam apartement ada sekitar 15 orang namja yang sedang duduk di ruang tamu sambil menunggu kedua magnae kita yang sedang dalam perjalanan ke apartement (mereka sedang ada di dalam lift)
"Jadi kita menunggu Changmin dan Kyuhyun dulu hyung? Apa tidak langsung saja masuk kedalam? Lagian Changmin bisa menyusul bukan?" tanya Junsu yang sudah mulai tidak sabaran.
"Sudahlah Su-ie lagian ada sesuatu yang harus Yunho hyung sampaikan terlebih dahulu pada mereka.
"Anyeong hyung! Aku pulang!" akhirnya magnae kita sampai juga, bersamaan dengan terbukanya pintu apartement dan terdengarnya suara teriakan dari Changmin.
"Loh kenapa masih disini hyung? Ku piker kalian sudah keruang latihan?" tanya Changmin ketika sudah sampai diruang tamu.
"Kami menunggumu bodoh! Kenapa lama sekali sih?" tanya Junsu dengan ketus.
"Hehehe mian hyung, tadi dijalan macet dan karena aku lapar aku berhenti sebentar untuk beli cemilan." Jawab Changmin dengan tidak bersalahnya.
"Dasar food monster!" kata Yoochun menanggapi.
"Ne Jae hyung!" panggil Changmin dengan suara lembut. "Ada apa Min?" kata Jaejoong sambil mengalihkan wajahnya menghadap Changmin.
"Hehehe aku lapar hyung." Kata Changmin tidak berdosa.
"Hahhh…ambil didapur. Tadi hyung sudah masak Bulgogi dan Ddukbokkie kau makan lah dulu. Oh yang lain juga kalau masih lapar makan dulu saja. Kyu kau juga belum makan kan?" kata Jaejoong dengan halusnya.
"Kajja Kyu kita makan. Hyung masalah itu biar aku yang menjelaskannya pada Kyuhyun. Hyungdeul duluan saja." Kata Changmin sambil menarik tangan Kyuhyun.
"Nah jadi untuk apa kita disini Yunho hyung?" tanya Eunhyuk.
"Kalian akan mengadakan pelatihan selama seminggu." Kata Yunho singkat.
"Pelatihan?" tanya semuanya.
"Ne pelatihan. Kalian akan dilatih untu bergerak cepat dan memaksimalkan kerja otak dan tubuh kalian secara maksimal." Kata Yunho lagi.
"Tapi untuk Wookie dia hanya bertugas mengawasi stamina dan tubuh kalian. Karena dia hanya ahli dibidang ini saja. Tapi aku juga akan khusus melatih beberapa gerakan beladiri agar dia bisa melindungi dirinya." Lanjut Jaejoong.
Semua langsung menatap Ryeowook dengan pandangan yang mengartikan banyak hal seperti 'kau beruntung sekali' atau 'kenapa bukan aku?' sampai 'ck! Merepotkan sekali!'
"Lalu kita akan berlatih dimana? Tentu bukan diapartement ini kan?" tanya Kangin.
"Hehehe kau jangan meremehkan Yunho hyung, ne Kangin hyung! Tentu saja diapartement ini!" kata Junsu dengan semangatnya.
"Hah? Disini? Bagaimana bisa?" kata Heechul tak percaya.
"Tentu saja bisa Chulie hyung!" jawab Junsu masih dengan nada percaya diri.
"Ne lebih baik kalian ikuti aku. Dan Junsu diamlah atau aku akan membuatmu benar-benar tidak bisa bicara!" kata Yunho sambil berlalu ke dalam apartement.
"Yak! Yunho hyung! Kenapa kau kejam sekali padaku, eoh?" kata Junsu kesal tapi namja yang dipanggil malah cuek seolah-olah tidak mendengar teriakan dari dongsaeng lumba-lumbanya tersebut.
Akhirnya mereka semua pun menyusul langkah Yunho yang sudah menghilang dari ruang tamu apartement itu.
Sebelumnya mari kita jelajahi ruangan dapur dan meja makan terlebih dulu. Dimana tempat kedua magnae kita yang tampan telah mengisi perut mereka yang merengek minta diisi dari tadi. Oke nampak sekali Changmin yang sangat sibuk dengan kekasih-kekasihnya dan menghiraukan keberadaan Kyuhyun yang menatapnya dengan malas.
"Oke Min, aku sudah bosan menunggumu menyelesaikan urusanmu bersama para kekasih tercintamu itu. Jadi bisakah kau lepaskan mereka terlebih dahulu untuk menceritakan padaku apa yang sebenarnya direncanakan Teukie hyung dan si namja beruang itu?" tanya Kyuhyun mulai tidak sabaran.
"Eum saahaaarrr keenaahhaa Kyyuu, kkhhau tidddaauk hhiiat aaukhhu ceeeddhaang mmaahhan?" kata Changmin dengan mulut yang masih dipenuhi dengan makanan. (Sabar kenapa Kyu, kau tidak liat aku sedang makan?)
"Ck! Yak! Food Monster cepat telan dulu makananmu itu! Baru setelahnya kau bisa bicara!" omel Kyuhyun melihat kelakuan Changmin.
"Ne, ne, huh dasar Maniak Game!" cibir Changmin tidak terima. "Jadi apa yang ingin kau ketahui dahulu Kyu?" tanya Changmin santai sambil mengambil beberapa potong daging bulgogi yang ada dipiring.
"Apa maksud Teukie hyung menyuruh kami kemari? Bukankah lebih efektif bila kami menganalisis musuh dengan berbagai data yang ada?" tanya Kyuhyun santai, namun dalam nada bicaranya dapat sekali kita temukan nada penasaran didalamnya.
"Teukie hyung meminta kami berlima untuk melatih kalian semua disini." Jawab Changmin santai sambil meminum minumannya.
"Mwo? Melatih? Maksudmu?" tanya Kyuhyun heran.
"Ya melatih. Kau tahu kita berada dilantai berapa?" kata Changmin menanyakan pertanyaan yang tidak penting.
"Tentu lantai 30 dari 40 lantai apartement ini bukan?" kata Kyuhyun yang dibalas anggukan Changmin.
"Apa kau tahu bila semua yang berada dilantai ini adalah milik Yunho hyung?" tanya Changmin santai sambil menunggu reaksi Kyuhyun.
"MWOYA? Apa kau bercanda?" tanya Kyuhyun shock. "Tapi bukankah sebelum kita masuk banyak sekali pintu apartement dengan angka nomor didepan pintunya? Lagi pula aku juga melihat beberapa orang masuk kedalamnya." Lanjut Kyuhyun.
"Hehehe, tentu saja itu kamuflse pabbo! Kau tahu orang-orang itu adalah robot yang diciptakan oleh Teukie hyung, Yunho hyung, dan juga aku." Jawab Changmin sambil terkekeh pelan.
"Mwo? Robot? Tapi itu mustahil!" kata Kyuhyun tak percaya. "Lagian belum ada seorang pun yang bisa membuat robot yang bahkan sangat mirip dengan manusia seperti itu." Lanjut Kyuhyun.
"Ne, ne, tapi itu kenyataan. Dan untuk semua pintu apartement itu, seperti yang kubilang hanya kamuflse. Dibalik semua pintu itu ada sebuah lorong yang menghubungkan dengan salah satu ruangang yang ada disini." Kata Changmin santai. "Dan untuk robot, kami memang berhasil memanipulasinya dan membuat fisiknya benar-benar mirip seperti manusia, namun ada kekurangan dalam hal ini." Lanjut Changmin.
"Apa kekurangannya?" tanya Kyuhyun antusias.
"Kami tidak bisa memprogram bayak data pada robot tersebut." Jawab Changmin.
"Jadi maksudmu mereka hanya bisa di programkan beberapa data saja? Dan biarpun fisik mereka yang seperti manusia namun fungsi otak dimana komputer mereka belum berkembang selayaknya manusia begitu?" kata Kyuhyun.
"Ya semacam itu lah." Balas Changmin.
Setelah itu keadaan ruang makan menjadi sunyi karena tidak ada salah satu dari mereka yang memulai pembicaraan lagi. Mereka sibuk dengan fikiran masing-masing. Kyuhyun dengan rasa tidak percaya dan penasaran dengan Leeteuk, Yunho, dan bahkan Changmin. Sementara namja didepannya sibuk dengan fikiran yang entah kemana sambil bercinta dengan kekasihnya aka makanan.
Bagaimana dengan para hyungdeul mereka?
Oke disana terlihat mereka sedang berdiri dibagian ujung apartement, setelah melewati ruang keluarga dan juga lorong panjang yang dikanan kirinya terdapat beberapa pintu kamar, mereka sampai diujung sebuah ruangan putih dengan hanya beberapa perabotan. Seperti meja bundar kecil beserta dua buah sofa warna merah dan sebuah bar mini untuk tempat minum.
Eum disini author bingung mau ngejelasin apartement Yunjae apa enggak, tapi karena nanti readers pada bingung akhirnya author jelasin. Oke begini setelah kalian masuk kalian akan mendapatkan ruang tamu dengan berbagai interior yang mewah tapi sederhana dengan sofa-sofa warna merah dan beberapa perabotan lainnya, ruangan itu terdominasi dengan warna merah, hitam, dan abu-abu. Lalu masuk kedalam kalian akan bertemu dengan sebuah ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan yang menjadi satu dengan dapur. Kalau di ruang tamu derba mewah tapi sederhana diruang keluarga lebih keliatan klasik dimana terdapat satu set sofa warna cream lalu tv flat dan sebuah video game dan juga sebuah meja komputer beserta komputernya. Disini lebih mendominasikan warna putih dan cream. Sementara dapur dan ruang makan didominasi dengan warna coklat dan hijau. Dan disini dapur lebih luas mengingat bagaimana sang pemilik apartement yang sangat suka memasak, lalu sebuah meja bundar lengkap dengan enam buah kursi. Lalu diantara ruang keluarga dan dapur terdapat lorong yang didominasi warna cream itu kita bisa melihat ada sekiranya tiga buah kamar dimasing-masing sisinya. Lalu di ujung lorong kita akan melihat disebelah kiri ruangan yang sedang para hyungdeul tempati sementara sebelah kanan adalah tempat untuk kearah balkon yang menyambungkan dengan sebuah taman mini yang ada di apartement itu. #sumpah gila Yunho dan Jaejoong disini kaya bgt punya apartement kaya gitu yak, belum lagi tempat yang akan dikunjungin mereka yang masih author rahasiakan.
"Jadi untuk apa kita kemari? Apakah kau mau mengajak kami untuk minum?" tanya Kibum sinis pada Yunho.
Sementara orang yang bersangkutan hanya berjalan santai menuju sebuah mini bar kecil yang ada diruangan itu dan tidak meperdulikan kata-kata Kibum.
"Barrer la porte ouverte!" ucap Yunho setelah sampai didepan bar mini itu. (Bar buka pintunya!)
"Yunho bon monsieur!" tiba-tiba ada suara seorang namja dan setelah perkataannya itu bar kecil yang ada didepan Yunho berputar dan berhenti ditengah-tengah sehingga menunjukan sebuah lorong yang gelap didalamnya. (Baik tuan Yunho!) *disini aku ingat ada di film home alone yang pas pacar ayahnya punya rumah trus ada lemari yang bisa muter sama bar di belakangnya. Dan bodohnya author lupa itu home alone keberapa X{
"Ya ampun! Ruang rahasia lagi?" kata Eunhyuk yang sudah sangat takjubnya.
"Ne masuklah. Setiap pulang sekolah selama seminggu ini kalian akan latihan disini. Dan untuk tugas lain yang diberikan oleh Teukie hyung kalian bisa melaksanakannya menjelang sore. Tapi khusus hari ini aku hanya akan menunjukan tempatnya saja. Karena beberapa dari kalian akan menjalankan tugas bersama Teukie hyung mala mini, bukan begitu?" kata Yunho sambil menyuruh mereka semua masuk.
"Darimana kau tahu itu Yunho hyung?" tanya Sungmin.
"Teukie hyung gampang ditebak kalau dalam masalah itu." Kata Yunho santai.
'Gampang ditebak katanya? Bahkan dia selalu membuat kami repot dan bingung!' batin semua orang yang ada disana kecuali Yunho dan Jaejoong.
"Fermez la porte et allumer les lumières!" kata Yunho lagi dengan bahasa yang tidak dimengerti. (Tutup pintunya dan nyalakan lampu!)
Setelah perkataan Yunho tadi seketika ruangan itu menyala dan terlihatlah ruangan yang sangat luas dengan berbagai macam alat yang beberapa sudah diketahui oleh mereka dan ada juga yang tidak diketahui mereka.
"Baik disini kalian akan diajarkan bagaimana cara menembak yang benar juga beberapa cara mempertahankan diri. Ah begitu juga dengan cara mendeteksi musuh, dan beberapa cara menyusup yang benar." Jelas Yunho. "Untuk Yesung dan Donghae, mereka sepertinya sudah handal, jadi mereka akan membantu untuk mengajari yang lain." Lanjutnya.
"Oke pelatihan akan dibagi menjadi beberapa, yang pertama untuk menembak, lalu ada simulasi penyusupan, latihan bela diri juga, dan tambahan-tambahan lainnya." Lanjut Jaejoong.
Oke didalam ruangan yang nampak seperti hangar itu terdapat beberapa sasaran tembak yang dapat bergerak yang terdapat sekitar lima tempat yang berbeda. Lalu beberapa meter didepannya terdapat berbagai macam senapan dan pistol yang ada di sebuah meja yang semua terjejer rapi. Dan agar peluru tidak keluar atau merusak barang lainnya ruangan khusus menembak berada didalam ruang kaca yang tentunya anti peluru. #yang pernah nonton city hunter pas Li Min Ho nembak ya semacam kaya gitu tapi bedanya gak ada rumput dan itu dibatasi ruang kaca.
Lalu terdapat satu set komputer dan beberapa pakaian hitam yang aneh beserta helm nya dan lima buah ruangan kaca bulat yang mengelilingi komputer itu. Ya itu adalah ruang simulasi penyusupan. Jadi nanti mereka akan disuruh memakai pakaian itu dan mereka akan dikirim kedalam komputer dan melakukan kegiatan berupa mata-mata seperti penyusupan, menembak lawan, menstrategikan langkah, kerja kelompok, dan masih banyak lainnya. Intinya didalam simulasi ini mereka seakan berada ditempat aslinya walau sebenarnya hanya dalam sebuah video game saja. Dan pastinya yang menciptakan alat ini tentu saja uri magnae kita Changminie yang terispirasi oleh sang magnae evil Kyuhyun.
Oh dan juga satu set ruangan seperti alat fitnes dan sebuah ruangan luas dengan beberapa robot berbentuk manusia bergerak-gerak seperti akan menyerang lawan. Dan juga satu buah ruangan lagi sepertinya sih ruangan tenis. Dimana terdapat beberapa alat lempar bola tenis didalamnya juga beserta beberapa buah raket.
"Hyung untuk apa ruangan tenis itu?" tanya Ryeowook.
"Oh itu untuk latihan kalian menghindari tembakan dan menambah kelincahan juga menguji seberapa cepat gerak refleks kalian. Mengapa kita memakai bola tenis? Karena kalau peluru sebelum kau memulainya kau sudah dilarikan kerumah sakit terlebih dahulu, hahahaha" jawab Junsu dengan tawanya.
"E-eh benar juga! Aku juga baru sadar, hehehe" kata Eunhyuk.
Ya begitu lah setelahnya, mereka melihat seluruh isi yang ada diruangan tersebut sampai Kyuhyun dan Changmin menyusul mereka. Dan hari itu dilalui mereka dengan mengobrol ringan. Entah itu tentang hal yang berkaitan dengan mata-mata atau kegiatan sekolah. Ya sepertinya mulai sekarang mereka akan belajar untuk menjadi dekat dan saling memahami satu sama lainnya.
0o0o0o0o0o0
SKIP TIME
Nah disinilah kita, dibagian lain kota Seoul. Dimana seluruh masyarakat tidak ada yang mengetahuinya dimana saat matahari terbenam maka kehidupan baru akan dimulai. Dan semakin malam nya hari maka semakin banyaknya kehidupan yang akan bangkit di kota Seoul ini.
Kalian bingung dimana kita? Kita ada di bagian lain dari distrik Gangnam, dimana saat siang hari akan banyak sekali orang yang akan datang untuk menjelajahi distrik ini untuk melihat keindahan distrik yang sangat diminati itu. Tapi saat ini tidak nampak sama sekali orang-orang yang biasanya berkeliaran dijalanan distrik ini. Ya iya lah sekarang aja udah hampir tengah malam, kebanyakan orang pasti udah tidur nyenyak di rumah. (Baiklah abaikan! Back to story!)
Di sebuah mobil sport warna putih nampaklah dua orang namja dan dua orang yeoja, ani coba lihat lebih dekat lagi apakah benar kedua orang yang sedang duduk dibangku belakang mobil itu benar-benar yeoja.
"Yak hyung! Mengapa harus aku sih yang mengenakan pakaian yang seperti ini hah?" tanya seorang yeoja yang lebih tua.
"Ya diam lah Chulie-ya! Kupingku bisa rusak kalau kau berteriak seperti itu! Lagian bukannya kau sudah setuju? Liatlah Sungmin yang diam dan tidak rewel sepertimu dan contoh sikapnya itu, arra?" kata namja yang duduk di kursi depan.
"Hahaha lagian Chulie hyung sangat pantas sekali memakainya. Kau terlihat yeoppo hyung!" kata namja ikan #plak maksudnya namja yang berada dikursi kemudi itu.
"Yak! Diam kau ikan amis!" omel yeoja ani namja yang sedang merapikan rambut aka wig yang dia pakai.
"Hahaha lagian kalau hyung menolak untuk memakai pakaian itu kenapa hyung harus repot-repot kelihatan cantik, hmm?" kata Donghae mengejek.
"Sudahlah Hae, lebih baik kau jangan mengejek Chulie hyung mulu. Karena dengan begitu kau juga mengejekku!" kata Sungmin dengan penuh penekanan pada kata 'mengejek' dan memasang senyum yang sangat manis tapi mengandung arti.
"Hehehe mianhae hyung, lagian aku tidak ada maksud untuk mengejekmu. Aku kan hanya mengejek Chulie hyung saja, hyung. Tidak bermaksud untuk mengejekmu." Kata Donghae dengan senyum tidak berdosanya.
"Sudah-sudah kalian dari tadi diperjalanan kerjaannya hanya berdebat saja. Hae persimpangan belok kanan!" kata Leeteuk santai sambil mengarahkan jalan pada Donghae.
Akhirnya setelah setengah jam menempuh perjalanan mereka sampai juga di tempat tujuan. Mereka sekarang berada disebuah distrik kosong dan sepi. Mereka akan bertemu dengan beberapa orang dan mengadakan tawaran yang setara lalu membuat beberapa kesepakatan dengan begitu mereka bisa mengambil informasi tanpa perlu repot-repot.
"Kau sudah datang Teukie!" kata seseorang yang bertubuh lebih kekar dari sekitar sepuluh namja dan lima orang yeoja yang ada disana.
"Min Jun!" kata Leeteuk sambil berlari kearah namja yang dipanggil Min Jun tersebut.
"Yak, dasar kau little Angel ku! Kemana saja kau selama tiga tahun ini huh?" kata Min Jun sambil memeluk dan mengacak-acak rambut coklat Leeteuk.
"Hehehe, mian aku ada urusan lain dan tidak sempat memberi kabar padamu." Kata Leeteuk dengan senyum angel polosnya.
'What? Apa mataku tidak salah liat? Kenapa Teukie hyung bisa bersikap sangat kekanak-kanakan pada namja itu? Aneh!' batin Heechul, Sungmin, dan Donghae.
"Oh iya kenalkan ini Min Jun, dia adalah kenalanku dalam mencari informasi. Mala mini dia juga yang membantu kita untuk bertemu dengan 'orang itu'." Kata Leeteuk dengan senyum angel polosnya.
"Ah, anyeong hyung! Aku Lee Donghae senang bisa bertemu denganmu." Kata Donghae setelah tersadar dari lamunan nya.
"Anyeong Min Jun, aku…Hee- maksudku Kim Heechul. Senang bertemu dengan mu." Kata Heechul sedikit terbata-bata karena sebelum kemari Leeteuk telah menetapkan identitas palsu untuknya dan Sungmin namun setelah melihat anggukan dari Leeteuk akhirnya ia memutuskan untuk memberi tahu nama aslinya.
"Ah, anyeong Min Jun hyung. Aku adalah Lee Sungmin. Senang bertemu denganmu." Kata Sungmin.
"Hahaha anyeong semua, senang bertemu kalian juga. Jadi ini ya pembalap kita yang akan mengalahkan 'dia'?" kata Min Jun sambil mengerling kea rah Leeteuk.
"Jadi apakah 'dia' sudah datang?" tanya Leeteuk berubah serius.
"Hehehe, ne little angel ku yang yeoppo." Kata Min Jun dengan memberikan senyuman manis, bahkan terlalu manis dan membuat Leeteuk mendengus mendengarnya. "'Dia' ada di dalam. Sebelumnya 'dia' akan memberitahu rute balapannya. Nah disaat 'dia' dan anak buahnya sibuk dengan balapan dengan Donghae, kalian berdua akan merayu beberapa anak buah mereka dan mencari informasi yang ada, arra?" lanjut Min Jun dengan raut wajah lebih serius sambil menunjuk kearah Sungmin dan Heechul yang dibalas anggukan oleh mereka berdua.
Akhirnya setelah mereka mendiskusikan rencana yang ada, mereka pun memasuk bangunan besar seperti gudang yang ada di belakang mereka itu. Saat memasuki gudang suasana yang adalah suara ramai dan sorakan dari orang-orang yang ada didalamnya. Jadi ternyata tempat itu bukan hanya untuk balapan saja tapi juga adu kekuatan dengan mengadakan battle. Yah sangat terlihat dari banyaknya namja-namja bertubuh kekar dan berwajah seram.
"Yo Min Jun! Jadi siapa yang akan menjadi mangsa Taz kali ini?" kata seorang namja yang menghampiri Min Jun dan Leeteuk.
"Oh hallo Ric! Mangsa ya? Kurasa kali ini Taz akan kalah mala mini." Kata Min Jun sambil menyeringai. "Waah…kalau kau berbicara seperti itu pasti aka nada hal yang menarik nanti malam benar kan? Hehehe aku tidak sabar untuk melihatnya." Jawab namja yang dipanggil Ric itu.
'Hahaha bagaimana tidak menarik? Orang yang akan dihadapi oleh Taz bukanlah orang sembarangan. Dimana dia adalah Aiden sang master Expert of Weapons dan bukan hanya itu saja, dimana bila dia sudah ada di arena balap ia akan menjelma menjadi Iblis yang tidak akan membiarkan mangsanya lolos. Khekhekhe' batin Min Jun dan Leeteuk bersama dan saling menatap dan memunculkan seringai mereka masing-masing.
Sementara diantara mereka semua ada salah seorang lagi yang sedang memunculkan smirk nya dan membatin dalam hati, 'Khekhekhe, malam ini ada mangsa baru untukku. Terima kasih pada Teukie hyung yang ternyata juga mengetahui sisi lain dari diriku ini.'
Kira-kira gimana jadinya ya arena balap malam itu?
Apakah seru dan menegangkan?
Lalu siapakah yang akan memenangkan pertandingan itu?
Apakah Taz atau Donghae?
Atau justru orang yang bernama Aiden?
0o0o0o0o0o0
Brrrooeemmm….Brrrrooeemmmm….Brrroooeemmm….
"Oke bersiap di posisi masing-masing!" kata salah seorang yeoja yang sedang memegang bendera yang berdiri di tengah-tengah mobil yang saling sahut-menyahut menghidupkan mesin mobil mereka masing-masing.
3
2
1
GO!
Ya dengan dihitung mundurnya waktu mobil-mobil tersebut pun mulai melaju dengan kencangnya diiringi dengan sorak-sorai teriakan dari para penonton yang mulai terhibur. Nah dapat kita lihat terdapat lima buah mobil berbeda jenis. Dari yang mobil sport sampai mobil biasa yang sudah di modif sampai terlihat sangat kerennya.
Disalah satu dari lima mobil yang sedang balapan itu, tepatnya mobil sport berwarna putih dapat kita lihat seorang namja yang dengan santainya meleok-leokan stir mobil tersebut dengan lihainya. Bahkan dia menginjak pedal gas dengan sangat dalam dan membuat mobil tersebut mencapai kecepatan 160 km/jam. Ckckck brutal sekali #plak dasar author sok tahu.
Tak beda dengan namja tersebut di salah satu mobil berwarna hitam nampak namja dengan banyak tato dan tindikan di badannya yang kekar dan juga wajah. Bahkan namja tersebut lebih parah karena cara membawa mobil yang sangat-sangat brutal, bahkan sampai menabrakan mobilnya dengan mobil yang lain. Ckckck untuk si ikan bau amis gak kaya begitu #plak digampar Hae Oppa.
Oke kita lihat kedua mobil itu saling menyalip satu sama lainnya. Mereka tidak memberikan yang lainnya untuk lewat dan mengambil alih untuk memimpin jalannya balapan. Sampai di tikungan pertama di distrik gangnam yang sekarang sepi nampak mobil sport putih tersebut membanting stir kearah kiri dengan kecepatan penuh diikutin mobil warna hitam yang mengikutinya dibelakangnya lalu mobil warna biru yang berusaha menyusul.
Kemana dua mobil lainnya? Mereka sudah disingkirkan oleh pengendara mobil warna hitam yang dengan liciknya membenturkan badan mobilnya sendiri dengan kedua badan mobil itu sehingga kedua mobil tersebut keluar dari jalan dan sempat membentur pembatas jalan. Beruntung tidak ada korban, sehingga tidak perlu ditindak lanjut lebih lama. Dan sangat beruntunglah untuk pengendara mobil biru itu karena dengan keberuntungan yang sangat jarang itu dia bisa mengindari serangan yang dilancarkan sang psyco yang ada di dalam mobil hitam tersebut.
"Ck! Ternyata dia orang yang licik yang bisanya hanya menghantarkan badan mobilnya saja ke badan mobil lawan." Kata namja yang sedang melajukan mobil sport putihnya sambil meliuk-liuk mengikuti lajunya jalan. "Tapi dengan begitu aku terbantu, karena aku tidak usah menggunakan kemampuanku hanya untuk menyingkirkan semut-semut penghalang seperti mereka." Lanjutnya sambil menyalakan radio music yang ada di dalam mobil itu.
Baby baby baby baby baby
uli jeoldae heeojiji malja
Oh my lady lady lady lady lady
naega jeongmal neoleul salanghanda
Shawty shawty shawty shawty shawty
ojig neoya naleul seontaeghan geon
naui nunmulkkajido, jag-eun misokkajido..
Dengan iringan music dari radio yang sedang menyala menjadi iringan lagu pertaruangan yang menentukan dengan mempertaruhkan harga diri mereka yang menjadi seorang pembalap jalanan senjati. Yang menjadi penentu siapakah yang akan menjadi pemenang diantara mereka bertiga.
Cckkkiiitttt….Brrrakkk….Brrraaakk…Brrakkk….
"Ck! Itu akan menjadi mangsa terakhirmu, untuk selanjutnya biarkan seorang Aiden yang akan melakukan sesuatu untukmu tuan Taz yang terhormat!" kata namja yang sedang membanting stir kearah kanan untuk menyelesaikan putaran terakhir.
Nampak kedua mobil itu berjalan dengan sejajar dan tidak mau mengalah sama sekali. "Yak! Dasar kau namja yang tidak tahu diri! Sebaiknya kau menyerah atau nasibmu akan sama seperti mobil-mobil lainnya yang telah aku singkirkan!" teriak namja yang berada di mobil warna hitam setelah membuka kaca jendela mobilnya tersebut.
'Ck! Pembual belaka! Akan aku berikan siksaan yang paling memalukan untukmu tuan Taz yang sok!' batin orang yang mengaku dirinya Aiden itu. Dia tetap melajukan mobilnya tanpa memikirkan kata-kata dari orang psyco itu.
0o0o0o0o0
Di tempat lain di waktu yang sama dengan berjalannya balapan, nampak dua orang yeoja, hmm ani sepertinya bukan yeoja. Mari kita lihat sama-sama dengan lebih dekat lagi reders. Liat, liat, liat, tatap, tatap, tatap, ta- ck! Ternyata itu adalah Kim Heechul dan Lee Sungmin readers. Hahh..bisa-bisanya kita tertipu oleh penampilan mereka yang bak seorang yeoja dengan dandanan artis Hollywood.
Oke kita lihat apa yang sedang mereka berdua lakukan readers. Di lihat dari gelagat mereka sepertinya mereka sedang mendekati dua orang namja yang berbeda. Yang satu kelihatan tampan dan rapi, sedangkan yang satu lagi keliatan brutal dan sedikit berantakan.
"Ekkhem! Anyeong tampan, boleh aku duduk disini dan menemanimu?" tanya Heechul pada namja yang berpenampilan brutal tadi.
"Hahaha tentu saja manis. Kenapa aku harus menolak, hmm? Kajja, kemari duduk disebelahku saja." Kata namja itu sambil menarik tangan Heechul.
'Ck! Awas kau hyung! Kau berutang sebuah Bom padaku!' batin Heechul. 'Tuhan kenapa aku harus melakukan ini sih? Ck! Dasar namja kurang ajar seenaknya saja dia menyentuh kulit mulus dan terawatku!' batinnya lagi.
Sementara Sungmin sudah sangat akrab dengan namja satu lagi dan sepertinya ia sudah siap untuk menjalankan rencananya. Kemudian ia menoleh pada Heechul dan menganggukan kepalanya yang dibalas oleh Heechul dengan seringai khasnya yang menakutkan.
"Eum, apa kau haus? Aku punya minuman untukmu?" kata Sungmin dengan nada yang sangat lembut pada namja yang duduk di sampingnya.
"Tentu! Aku tidak mungkin menolak seorang bidadari cantik sepertimu." Kata namja itu sambil menerima sebuah botol minuman yang sudah diberikan oleh Sungmin. Sementara Sungmin hanya membalas perkataan namja itu dengan senyum manisnya. Wah-wah-wah sepertinya Sungmin telah bekerja dengan sangat TOTAL readers!
Akhirnya tak berapa lama kedua namja tersebut sudah meminum minuman yang diberikan oleh Heechul dan Sungmin. Lalu tak sampai lima menit berikutnya nampak muka kedua orang tersebut sudah sangat memerah tanda bahwa mereka sudah sangat mabuk. Kalian biangung apa yang diberikan Heechul dan Sungmin? Oh itu adalah minuman beralkohol tanpa rasa (jadi hanya teras seperti air putih saja) yang mengandung alkoholnya sampai 100%. Ck, kalian tentu tahu kan akan berakibat seperti apa orang yang meminum alcohol yang melewati batas? Yap mabuk berat, nah itu lah yang terjadi pada kedua korban kita.
"Hey-hey ke-na-pa kepala ku ja-di pusing seper-ti ini?" tanya namja yang bersama Heechul.
"Omo! Apa kau tidak apa-apa?" tanya Heechul berusaha terdengar shock.
"Gwenchana Songmin-ah a-ku tidak a-pa-apa." Kata namja yang berada disebelah kanan Sungmin. (Ne readers Lee Song Min adalah identitas palsu Sungmin. Sementara Heechul adalah Kim Hee Sica)
"Eum apa boleh aku bertanya sesuatu padamu Daemin-ssi?" tanya Sungmin dengan jurus puppy eyesnya.
"Hehehe ten-tu hick sa-ja boleh Heesica chagi." Kata namja disebelah kiri Heechul sambil cegukan.
'Wee, enak saja ia memanggilku dengan sebutan chagi. Memangnya aku namja apaan?' kata Heechul menyembunyikan raut ingin muntahnya dengan mengalihkan tatapannya dari namja disampingnya.
"Eum apa kau kenal dengan Ok Taecyeon Raejun-ssi?" kata Heechul dengan nada dibuat manja.
"Ada apa eoh? Hick apa ka-u suka pa-danya?" tanya namja itu yang mulai emosi.
"Hihihi tentu saja mana ada seorang yeoja yang tidak suka dengannya, tapi aku masih suka dengan mu Raejun-ssi." Kata Heechul sambil tertawa kecil.
"Taecyeon eoh?" tanya namja yang dipanggil Daemin. "Ne, apa kau mengenalnya?" tanya Sungmin.
"Dia adalah bos ditempatku berkeja." Jawab namja itu. "Oh jadi Daemin-ssi bekerja dengan Taecyeon? Waahh hebat! Aku dengar bila ada orang yang bekerja dengannya termasuk bukan orang sembarangan. Jadi kau kerja sebagai apa Daemin-ssi?" tanya Sungmin dengan tatapan berbinar.
"Aku bekerja sebagai anak buahnya. Sementara Daemin termasuk orang kepercayaan Taecyeon." Kata Raejun sambil mengelus tangan kiri Heechul.
"Oh begitu, jadi apa kau tahu rencana Taecyeon selanjutnya Raejun chagi?" tanya Heechul. Biarpun dia berbicara dengan Raejun tapi matanya masih tetap memandang Sungmin dan sesekali memberikan tatapan dan anggukan singkat sebagai kode.
"Aku ti-dak hick begitu tahu yang pas-ti aka nada pembobolan in-trpol minggu depan. Dan itu bertempatan dengan pertemuan antara tuan Baegun dan Ok Taecyeon itu sendiri." Jawab Raejun.
"Lalu apa hubungannya antara Baegun-ssi dengan Ok Taecyeon ini Raejun chagi?" tanya Heechul lagi, sekarang ekspresinya mulai berubah serius.
"Hahaha tentu saja ada, tuan Baegun adalah umpan yang digunakan tuan muda Taecyeon untuk menjebak polisi. Tuan Baegun sengaja ditangkap agar memudahkan jalannya rencana." Kata Raejun sambil tertawa.
"Eum maksudmu bagaimana chagi aku tidak mengerti?" kata Heechul dengan muka imutnya. #Wee EviHee gak cocok bgt :P (di gampar Heechul mental ke Afrika)
"Hahaha kau masih terlalu dini untuk mengetahuinya. Tapi aku akan memberitahukan rencananya jika kau mau menjadi yeojachingu ku, hmm bagaimana?" katanya sambil mengerling kearah Heechul. 'Mati kau! Jika kita ketemu lagi sebagai musuh takan kubiarkan kau hidup!' batin Heechul menyeringai.
"Baiklah chagi, aku mau jadi apa rencananya?" tanya Heechul sambil menganggukan kepala imut.
"Eum Daemin-ssi apakah tuan muda Taecyeon akan melakukan pembobolan Interpol minggu depan?" tanya Sungmin.
"Hah? Darimana kau tau itu manis? Apa kau mata-mata?" tanya Daemin mulai curiga.
"Hihihi ternyata benar! Bukan, aku bukan mata-mata. Kau tahu oppa ku bekerja disana sebagai hacker professional. Jadi bolehkah aku tahu kapan kalian akan melakukannya?" tanya Sungmin imut.
"Oh ja-di hick hyung mu bekerja dengan tuan muda?" tanya Daemin yang dibalas anggukan imut dari Sungmin. "Baiklah ja-di kau mau ta-hu hick ka-pan rencana itu dilakukan?" tanyanya lagi.
"Tentu, karena oppaku itu sangat pelit! Apa lagi soal dia yang membanggakan dirinya dengan aksi-aksi nya. Kadang aku tidak percaya, makanya aku ingin melihatnya secara langsung. Bolehkah?" kata Sungmin yang mengubah-ubah ekspresinya dengan handal. Pertama kesal dan mempoutkan bibirnya lucu, lalu memasang mata berbinar dengan keantusiasan tinggi, dan yang terakhir tentu saja puppy eyes nya yang imut.
"Hahaha baiklah akan ku beritahu. Tapi kau harus hati-hati jangan sampai anak buah yang lain menangkapmu. Jika itu terjadi biarpun kau mengenalku aku tak bisa menolongmu bahkan oppamu sendiri." Katanya dengan nada serius yang dijawab anggukan antusias dari Sungmin. "Baiklah kami akan melakukannya saat tuan Baegun dan tuan muda bertemu, tepatnya jam 10 malam di daerah pinggiran Seoul. Kami memancing polisi untuk jauh dari Interpol." Lanjutnya.
"Eum apa yang kau maksud tuan Baegun itu Lee Bae Gun yang dua minggu lalu tertangkap dalam kasus pembunuhan itu?" tanya Sungmin.
"Benar, apa kau melihat beritanya? Jadi kau penggemar berita juga ya? Ku kira yeoja seperti mu lebih sering menghabiskan diri di salon kecantikan?" tanya Daemin sambil mengusap kepala Sungmin. 'Ck! Aku lebih suka berada ditempat latihan dan melakukan latih tanding dari pada ke salon. Memangnya aku namja apaan?' batin Sungmin.
"Ya aku lebih suka dirumah dan mengurusi pekerjaan rumah, karena aku hanya tinggal berdua dengan oppaku itu." Jawab Sungmin dengan senyum dipaksakan.
"Oh kau tipe pekerja keras, akan jadi istri yang baik kelak." Katanya dengan nada bercanda.
"Ya! Daemin-ssi, kau mau mengejekku eoh?" kata Sungmin pura-pura marah. "Hahaha tidak! Aku hanya menyampaikan pendapatku." Jawab Daemin dengan tawanya.
"Ck! Karena kau membuatku marah kau harus memberitahuku apa yang akan tuan muda Taecyeon dan anak buahnya lakukan di dalam Interpol?" katanya dengan sedikit manja.
"Ne, ne, kami hanya ingin mencuri sesuatu. Aku belum tahu pasti karena yang memerintahkan misi ini dilakukan secara resmi adalah tuan besar." Katanya dan dengan keluarnya dua kalimat terakhir membuat Sungmin tiba-tiba tidak berkutik.
'Tuan Besar? Apakah yang dimaksud Yang Mulia Raja? Raja? Raja sendiri yang memerintahkan untuk membobol markas pertahanan Ibu Kota Negara? Ck! Sungguh Raja yang tidak tahu diri!' batin Sungmin.
Akhirnya karena ia sudah tidak bisa menahan amarah dan sepertinya balapan akan selesai ia memberi isyarat pada Heechul untuk meninggalkan tempat.
"Eum Daemin-ssi terima kasih untuk waktunya. Aku harap kita bisa bertemu lagi." Kata Sungmin dengan senyum manis lalu beridiri dari duduk nya.
'Dan saat kita bertemu lagi, aku akan dengan senang hati membunuh mu!' batin Heechul dan Sungmin bersamaan.
"Hey kau mau kemana chagi?" kata Raejun saat melihat Heechul berdiri dari duduknya. Kemudian Heechul menoleh ke arah Sungmin dan melihat Sungmin menganggukan kepalanya.
Buaght!
Satu pukulan mendarat kearah tengkuk Daemin maupun Raejun dengan sangat keras. Tentu saja pelakunya tidak-lain adalah Sungmin dan Heechul. "Ayo pergi! Leeteuk hyung sudah menunggu bersama Min Jun hyung!" ajak Heechul dan dibalas anggukan oleh Sungmin.
0o0o0o0o0
Arena balap putaran terakhir. Nampak kedua mobil yang saling merebutkan posisi juara satu it uterus memacuh kecepatannya. Garis finis tinggal beberapa meter lagi didepan dan nampak lah para penonton yang dengan riuhnya menyoraki jagoan masing-masing.
Saat akan mencapai garis finis mobil yang berwarna hitam nampak akan menghancurkan mobil yang berwarna putih. Untuk itu ia mengambil ancang-ancang dan bersiap menghantamkan dirinya ke badan mobil putih itu sehingga mobil putih akan terpental dan pengendara mobil hitamlah pemenangnya.
Sayangnya ia sama sekali tidak mengetahui bahwa saat mobil hitam ingin menabrakan dirinya, pengendara mobil putih telah menginjak rem dan membuat mobil hitam hampir saja menabrak pembatas jalan. Lalu pengendara mobil putih menarik giginya dan mobilpun berbalik berjalan menjadi mundur. Lalu setelah itu pengendara tersebut membuka kaca mobilnya dan melambai pada pengendara mobil hitam. Setelahnya ia langsung memutar balik mobil dan memasukan gigi lagi lalu menginjak gas dengan penuh sehingga mobil yang dikendarainya meninggalkan mobil hitam yang dibelakangnya.
Tanpa berfikir pengendara mobil hitam itu menginjak pedal gas dan menyusul mobil putih. Ia mengikuti dari belakang. Karena tidak bisa untuk menyalip, setiap mobil hitam ingin ke kanan pasti dihalangi oleh mobil putih begitu juga sebaliknya. Dan saat ada kesempatan ingin menyalip dari sisi kanan. Ternyata jalanan membelok sehingga mengakibatkan…
Brrrak….Brrrrakkk….Buuaagght…
Mobil hitam tersebut menambrak pembatas jalan yang ada. #Ck! Sadis sekali pembalam mobil sport putih itu padahal tinggal sedikit lagi garis finis.
Dengan kejadian itu mobil sport putihlah pemenangnya. Tapi ada yang aneh, kemana suara sora-sorai penonton yang didengarnya tadi? Ck! Jadi mereka masih terkejut kalau ternyata Taz sang pembalap jalanan legendaris telah terkalahkan oleh pembalap misterius yang mengendarai mobil sport warna putih itu.
Setelah sampai garis finis mobil sport putih itu tidak berhenti dan malah menuju pintu keluar dari gedung yang menjadi tempat garis start sekaligus finish tersebut. Diluar dia berhenti didepan dua orang namja dan dua orang yeoja. Eh ani dua orang tersebut bukan yeoja melihat tampang seram dan tatapan mematikan yang diarahkan salah satu dari dua orang yeoja tersebut.
"Yak! Kenapa kau lama sekali eoh? Apa kau tidak tahu betapa tersiksanya aku menunggu mu disini sambil berdiri! Apa lagi aku sedang memakai hight hils pabbo!" teriak salah satu yoeja err namja mungkin yang tadi memberikan tatapan tajam pada seorang namja yang baru saja keluar dari mobil sport putih tersebut.
"Hehehe mian hyung! Aku tadi harus mengurus 'seekor kucing yang ingin menjadi singa' dulu hyung!" kata namja tersebut.
"Hahaha, jadi bagaimana? Apakah kau menang Donghae-ah?" tanya namja yang paling tinggi diantara mereka berempat.
"Tentu saja Min Jun hyung! Tidak ada yang bisa menandingi seorang Lee Donghae!" kata namja yang ternyata adalah Donghae tersebut. 'Ya taka da yang bisa menandingi seorang Aiden, khukhukhu!' lanjut Donghae dalam hati sambil menyeringai.
"Yak-Yak! Ikan amis jangan hanya senyum-senyum saja! Ppalli kaki ku sudah capek berdiri disini! Aku ingin cepat-cepat sampai rumah kemudian tidur!" kata yeoja err namja yang sedang berjalan menuju mobil sport putih tersebut.
"Aishh! Dasar Heechul hyung tak pernah mau bersabar sedikit saja! Yak hyung, tunggu sebentar kenapa! Kan aku yang mengemudi!" kata Donghae sambil mengejar Heechul diikuti Sungmin.
"Apa kau ikut ke mansion hyung?" tanya Leeteuk pada Min Jun.
"Ani! Aku akan kesuatu tempat dulu, mungkin besok pagi baru aku akan menumuimu dan Henry di mansion." Kata Min Jun sambil mengacak-acak rambut Leeteuk. "Kajja, kuantar kau ke mobil!" kata Min Jun sambil menarik tangan Leeteuk.
DEG!
DEG!
DEG!
"Agggghhttt!" rintih Leeteuk sambil memegangi dadanya.
"Jung Soo! Jung Soo-yah gwenchana?" tanya Min Jun khawatir.
"Aggghhtt…appo hahh…hhhahh hyung saaa-kkiit…" kata Leeteuk mulai kesulitan bernafas.
"Ck! Pasti kau tidak membawa obatnya kan?" omel Min Jun.
"Teukie hyung cepat!" teriak Donghae dari mobil.
Akhirnya setelah mencari kedalam saku celana dan juga jaketnya Min Jun menemukan sebuah cairan yang ada di dalam sebuah kapsul kemudian menyuntikannya. (Klo pada bingung bentuknya nonton aja Naruto Shippuden pas Sakura lawan Sasori, nah begitu bentuk capsulnya, jadi bisa langsung disuntikkan kebadan)
Setelah menyuntikan cairan tersebut ke tubuh Leeteuk, Leeteuk mulai tidak mengadu kesakitan pada daerah dada kirinya dan nafasnya juga sudah mulai teratur malah berangsur-angsur ia tertidur. Akhirnya Min Jun menggengdong Leeteuk dipunggungnya dan menghampiri Donghae dan juga yang lainnya.
"Omo hyung! Min Jun hyung ada apa dengan Teukie hyung?" tanya Sungmin.
Min Jun melirikan matanya sebentar kearah Leeteuk kemudian mendudukannya di jok depan disamping Donghae setelahnya ia baru membalas pertanyaan Donghae. "Tidak apa-apa sepertinya dia hanya kelelahan saja." Jawab Min Jun berbohong.
"Apa benar hyung? Kurasa wajah Teukie hyung lebih pucat. Apa tidak sebaiknya dibawa kerumah sakit saja?" tanya Sungmin khawatir.
"Anio, tidak apa-apa! Lebih baik kalian pulang dan katakan pada Zhoumi untuk menyiapkan kedatanganku besok. Oh jangan lupa beritahu Yunho dan juga Jaejoong." Kata Min Jun setelahnya ia memasangkan sabuk pengaman pada Leeteuk.
"Baiklah hyung, kami pergi dulu." Kata Heechul.
Setelahnya mobil sport itu melaju dan pergi meninggalkan distrik gangnam menuju mansion. Min Jun masih saja berdiri disana sampai mobil sport itu menghilang dari pandangannya.
'Apa yang harus aku lakukan? Kenapa penawar yang ku buat tidak bekerja?' batin Min Jun sedih. 'Ck! Kalau begini terus dia bisa mati!' lanjutnya sebelum pergi menuju tempat parkiran mobil.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Siapakah Min Jun tersebut?
Berpihak kemana kah dia?
Apa yang terjadi dengan Leeteuk?
Apakah nyawanya dalam bahaya?
Lalu apa yang akan dilakukan Min Jun selanjutnya?
Tunggu di chap depan!
TO BE CONTINUE!
