Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí̱ Ikanóti̱ta]
Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery
Length : Chapeterd
Point of View : Author
Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).
Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!
Cerita ini murni karya Author! Tidak ada sangkut pautnya dengan cerita lain! Jika ada yang bilang cerita ini sama dengan cerita lain mungkin hanya beberapa Ide yang author ambil dari cerita tersebut! Tetapi secara keseluruhan cerita ini MURNI karya pertama Author!
Jika ada yang tidak suka silahkan Close cerita ini!
Terima Kasih!
ειδικές ικανότητες
Angel Muaffi©2012
Totally Reserved
Chapter 10
"Baiklah semua bersiap diposisi masing-masing!" aba-aba dari Eunhyuk telah diterima oleh mereka semua.
"Kelompok satu tetap berjaga dan terus pantau monitor dari kamera yang sudah dipasang Yesung hyung, kelompok dua bersiap memasuki gedung Interpol bila musuh sudah bergerak, kelompok tiga tetap bersiaga, kelompok empat juga bersiap diposisi karena sebentar lagi polisi akan sampai bersama Lee Bae Gun, kelompok lima berjaga-jaga, dan kelompok enam tetap awasi dan bertindak sesuai rencana!" perintah Eunhyuk dari alat komunikasi. "Semua siap?" tanya Eunhyuk.
"NE!" jawab mereka serempak.
"Baiklah MISI PERTAMA DIMULAI!" teriak Eunhyuk.
0o0o0o0o0o0
"Laporan kepada kelompok satu, hyung musuh sudah mulai memasuki Interpol. Seperti yang terlihat musuh langsung menyerang dari pintu depan. Dan Lee Bae Gun hanya dijadikan umpan agar mereka bisa menyusup." Kata Kyuhyun melapor.
"Baiklah, kalau begitu kita berpencar! Aku akan lewat pintu depan, Yesung lewat pintu belakang, dan Hae akan lewat basemant." Komando Leetuk.
"Mengapa berpencar hyung? Bukankah lebih baik jika kalian menyerang secara bersamaan?" tanya Henry tidak mengerti dengan laju fikiran hyungnya satu itu.
"Khukhukhu, kalian belum mengenal seorang Taecyeon saja. Sudah dipastikan dia akan membuat kejutan untuk diriku, jika aku menghalangi rencananya." Kata Leeteuk tersenyum dingin. "Baiklah semua menyebar!" katanya lagi. Dengan begitu ketiga orang itu pun akhirnya menyebar dan menuju tempat yang dimaksudkan Leeteuk.
"Hanggeng kau disana?" tiba-tiba Leeteuk melakukan komunikasi pada Hanggeng secara diam-diam. Ya jujur hal ini hanya bisa dilakukan oleh alat komunikasi Leeteuk, karena jika ada sesuatu terjadi perubahan rencana dapat dilakukan.
"Perubahan rencana!" benar seperti yang Angel bilangkan? *plak bawel lo Angel!* "Kau dan Heechul bersiap untuk ke Interpol, sepertinya aku tidak akan bisa menembak dengan bebas anak buah Taecyeon yang memasuki Interpol. 'Karena ada satu dari empat raja yang turun' gumam Leeteuk. " Kau mengerti?" lanjut Leeteuk.
"Ne hyung aku dan Chulie akan bersiap disana. Jika terjadi sesuatu padamu kami akan menggantikan posisimu untuk mencegah anak buah Taecyeon yang lain untuk masuk." Jawab Hanggeng.
"Oke perubahan rencana dimulai!" kata Leeteuk sebelum memutus sambungan komunikasi dengan Hanggeng.
0o0o0o0o0
Changmin POV
Sekarang aku sedang berada disebuah ruangan yg lumayan besar dengan berbagai komputer dan laptop didepanku. Aku tidak tau dari mana semua ini berlangsung, tapi yang ku tahu aku harus melindungi Leeteuk hyung apapun yang terjadi.
Ingatanku kembali pada saat waktu itu. Waktu dimana sehari sebelum kami kemari. Di hari itu saat selesainya acara makan malam Jaejoong hyung dan Yunho hyung menyuruh kami untuk berkumpul di kamar Yunho hyung. Aku tidak tau apa yang sebenarnya telah terjadi. Dan lagi ekspresi yang di tunjukan Yunho dan Jaejoong hyung benar- benar ekspresi yang sangat menyeramkan.
Flasback
"Hyung, kenapa kau mengumpulkan kami semua disini? Apa hyung tidak tau kalau aku ada urusan dengan Eunhyuk dan Donghae?" tanya Junsu hyung tidak sabaran.
"Yun apa kau serius ingin mengatakannya pada mereka?" tanya Jaejoong hyung ragu.
"Tidak ada jalan lain Jae, mereka bertiga harus tau. Agar saat terjadi sesuatu besok mereka bisa melakukan tindakan yang tepat." kata Yunho hyung sambil mendudukan diri di sofa. "Duduklah. Ada beberapa hal penting yang harus kami beritahu pada kalian. Dan kuharap kalian bisa mengontrol emosi kalian dengan baik." lanjutnya sambil memandang kami bertiga secara bergantian.
"Memangnya hal apa yang ingin hyung bicarakan? Apakah begitu penting?" tanya Yoochun hyung yang lebih terlihat mengerti dengan maksud Yunho.
"Ini tentang Teukie hyung." katanya.
"Ada apa dengan Teukie hyung, Yunho hyung?" tanyaku penasaran.
"Tenanglah Minnie. Semua akan Yunho hyung dan hyung ceritakan. Jadi aku minta kalian bertiga untuk tenang dan dengarkan baik-baik." kata Jaejoong hyung menenangkan.
"Ne hyung!" kata mereka bertiga bersamaan. "Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Junsu hyung.
"Ini terjadi saat kita melakukan misi terakhir sebelum kita keluar dari organisasi." kata Yunho hyung.
"Jadi maksud hyung ini ada hubungannya dengan peristiwa penembakan Leeteuk hyung saat itu? tanyaku mulai mengerti. Apalagi setelah melihat muka penuh penyesalan milik Yunho hyung.
"Kau benar Minnie-ah, ini sebenarnya sudah terjadi sangat lama sekali. Dan aku baru memberitahu kalian sekarang karena aku tak ingin kalian terlalu memikirkannya. Ditambah lagi ini adalah permintaan Teukie hyung sendiri." kata Yunho hyung.
"Lalu memangnya apa yang terjadi?" tanyaku semakin penasaran.
"Keadaan Teukie hyung sekarang sedang kritis Minnie..." kata Jaejoong hyung pelan.
Dan bagai disambar petir kami semua hanya mampu diam sambil mencerna baik-baik apa maksud dari perkataan Jaejoong hyung itu.
"Ma-maksud hyung apa? Teukie hyung kritis? Ba-bagaimana bisa? Bukankah selama ini Teukie hyung baik-baik saja?" kata Junsu hyung dengan suara yang bergetar.
"Mianhae, sebenarnya peluru yang menembak Leeteuk hyung waktu itu sampai sekarang masih belum bisa diambil oleh dokter manapun." kata Jaejoong hyung dengan suara yang sangat pelan.
"Mwo? Bagaimana bisa hyung?" kata Yoochun hyung dengan shocknya.
"Peluru itu tepat tertanam di samping jantung Leeteuk hyung. Walaupun masih ada beberapa senti lagi tapi kami tidak dapat mengambil resiko. Apalagi setelah diperiksa hasil darah Leeteuk hyung telah terkontaminasi." jelas Yunho hyung.
"Terkontaminasi? Mwo? Oleh apa hyung? Dan ba-bagaimana bisa?" tanyaku bruntun.
" Hey Yoochun-a terkontaminasi itu apa?" bisik Junsu hyung pada Yoochun hyung.
"Ck, dasar Junsu duckbut pabbo! Masa terkontaminasi saja kau tidak tau!" sewot Yoochun hyung.
"Yak! Kenapa kau malah mengataiku jidat? Aku kan hanya bertanya saja." balas Junsu hyung sambil memukul kepala Yoochun hyung. 'Ck, disaat begini mereka berdua masih saja bertengkar? Aish...bisa-bisa aku masuk rumah sakit jiwa gara-gara mereka.' batinku kesal.
"Aish...appo! Baiklah-baiklah aku akan mwmberitahumu. Maksud dari darah yang terkontaminasi itu adalah itu berarti darah kita sudah tidak murni lagi atau dalam dunia kedokteran bisa dikatakan sakit. Nah darah yang sakit ini visa disebabkan oleh beberapa hal. Contohnya dari peluru itu, bisa saja material yang dibuat peluru tersebut terserap kedalam darah dan membawa efek buruk bagi kesehatan. Atau dalam kasus lain seperti seorang pasien Kanker. Kau tahu kenapa bayak orang yang terkena Kanker? Itu karena sebagian darah dan organ tubuh mereka sudah terkontaminasi oleh sel-sel Kanker yang akan terus bertambah bayak dan dapat membahayakan orang teraebut. Atau saat orang mengalami gagal ginjal, sehingga harus melakukan cuci darah secara rutin. Itu karena darah tsrsebut juga sudah terkontaminasi." jelas Yoochun hyung panjang kali lebar sama dengan luas.
"Oh jadi betitu ne? Lalu bagaimana dengan darah Teukie hyung, Yunho hyung? Apakah ada salah satu dari penjelasan Yoochun yang sama dengan kondisi Teukie hyung?" tanya Junsu hyung dengan muka tanpa dosanya.
"Tidak ada dari mereka semua yang dibicarakan Yoochun berkaitan dengan darah Teukie hyung yang terkontaminasi. Tapi jika soal material pada peluru itu mungkin mendekati." kata Yunho hyung.
"Jadi apa yang terjadi?" tanya Yoochun hyung.
" Jadi sebenarnya yang membuat Teukie hyung seperti itu adalah isi yang ada di dalam peluru tersebut." kata Jaejoong hyung.
"Maksud Jae hyung apa?" tanya Yoochun hyung.
"Racun..." gumamku pelan.
"Yang dikatakan Changmin benar. Didalam material peluru tersebut terdapat banyak racun. Ditambah lagi racun itu adalah racun terbaru yang belum ada antididot nya dan kami juga para dokter belum bisa membuat antididot itu." kata Jaejoong hyung.
"Apa Min Jun hyung juga mengetahui tentang hal ini?" tanyaku.
"Min Jun hyung lah yang membuat antididot itu, tapi karena racun virus tersebut sangat ganas dan pintar lama-kelamaan fungsi dari antididot itu sendiri yang berguna untuk melemahkan virus, malah balik menyerang antibodi tubuh Teukie hyung sendiri." jelas Yunho hyung.
"Apa tidak ada cara lain hyung?" tanya Junsu hyung, dan hanya dijawab gelengan oleh mereka berdua.
"Ka-kalo begitu ki-kita buat saja antididot itu hyung!" jawabku ragu.
"Percuma Minnie, walaupun kita membuatnya belum tentu daya tahan tubuh Leeteuk hyung mampu menahan reaksi dari antididot tersebut." kata Jaejoong hyung pelan.
"Dan kemarin setelah Min Jun hyung memberikan antididot terbarunya, yang terjadi adalah daya tahan tubuh Leeteuk hyung menurun. Bahkan sampai menyebabkan dia tidak sadarkan diri selama satu hari." kata Yunho hyung melanjutkan.
Setelah mendengar kata-kata Yunho hyung tersebut aku, Yoochun hyung, dan Junsu hyung tidak mampu berkata apa-apa.
"Apa tidak ada cara lain hyung?" tanya Junsu hyung sangat pelan, namun masih dapat kami semua dengar.
"Mian Su-ie, yang bisa kita lakukan sekarang hanya menjaga Teukie hyung agar tidak drop." kata Jaejoong hyung dengan senyum manisnya. "Tapi kalau bisa aku minta bantuan kalian untuk bersama-sama mencari tahu siapa yang membuat racun itu lalu temukan dia dan kita paksa dia untuk membuat antididot tersebut." lanjut Jaejoong hyung penuh semangat.
"Tentu saja hyung!" kata Yoochun hyung dengan smirk nya.
"Hahaha akan ku potong tangan yangtelah membahayakan nyawa Teukie hyung." kata Junsu hyung sadis sambil mengangkat pisau yang entah dia dapat dari mana.
Sementara aku hanya tersenyum evil melihat kelakuan dua orang hyung ku itu. Tenang saja Yunho hyung, Jae hyung, tak akan ku biarkan dia melihat dunia lagi jika berurusan dengan sang LordVoldemin ini. Khukhukhu *pasang smirk menakutkan*
Ternyata tanpa kami sadari Yunho hyung dan Jae hyung sedang tersenyum sambil melirik satu sama lain. 'Sepertinya kita bisa mengandalkan mereka untuk Teukie hyung sekarang Yun' kata Jae hyung dengan tatapan matanya. 'Tentu saja Jae anak-anakku tak akan mudah dikalahkan oleh orang-orang seperti mereka.' balas Yunho hyung dengan tatapan mata mengatakan 'Siapa dulu Appanya!" ih Yun appa narsis -,- #biarin suka2 Appa :p
Flasback End.
"Tenang saja hyung tak akan aku biarkan bertindak sendirian."
"Yoochun hyung, Junsu hyung apa kalian dengar aku?" tanyaku lebih berbisik pada alat komunikasi yang telah tersambung pada kedua hyung ku itu.
"Ne ada apa Minnie-ah?" tanya Yoochun hyung.
"Keadaan darurat hyung." kataku mendramatisir.
"Yak food monster cepat katakan ada apa! Jangan bertele-tele seperti itu!" kata Junsu hyung tidak sabaran mendengar nadaku yang mendramatisir itu.
"Perubahan rencana hyung." kataku serius.
"Apa terjadi seseuatu Min?" tanya Yoochun hyung.
"Sepertinya Leeetuk hyung mengetahui sesuatu tentang rencana Taecyeon, hyung." kataku.
"Lalu apa masalahnya?" tanya Junsu hyung.
"Hhah...itu artinya Teukie hyung bekerja sendiri, membahayakan nyawanya, dan kita akan dihabisi raja beruang yang sedang mengamuk nanti setelah misi ini selesai jika dia menemukan Teukie hyung terluka sedikit saja! Apa kau mengerti duckbut hyung?" kataku sedikit emosi.
"Oh ne ne, mian ne Min aku tidak tahu. Lalu apa rencana nya?" kata Junsu hyung polos.
"Sebelumnya aku sudah memasang chip pada alat komunikasi Teukie hyung dan alat pelacak pada baju yang digunakan Teukie hyung, jadi aku akan mengawasinya dari sini dan kalian dengarkan aba-aba dariku baik-baik. Oh iya hyung kalian berdua tidak akan hanya mengawasi dari luar gedung. Tapi kalian akan ikut masuk dan mengawasi Teukie hyung dari jauh. Teukie hyung juga menyuruh Hanggeng dan Heechul kesana, jadi kemungkinan akan ada musuh yang jauh lebih kuat dari pada anak buah yang menyusup. Karena tadi Teukie hyung sempat mengatakan bahwa akan ada salah satu dari empat raja yang akan turun." kataku menjelaskan dengan memasang evil smirk.
"Salah satu dari empat raja? Maksudmu apa Min?" tanya Junsu hyung. Sementara Yoochun hyung sudah memasang smirk yang cukup membuat para yeoja chingunya mimisan. Ck dasar playboy.
"Yoochun hyung menurutmu siapa yang akan muncul nanti?" tanyaku.
"Khukhu tentu saja dia." kata Yoochun hyung. Mendengarnya aku sangat tahu kalau saat ini dia sangat senang.
"Hahaha sepertinya hyung sangat senang karena dia yang ikut dimisi ini." kataku lagi sambil tertawa.
"Tentu saja. Tak akan aku biarkan dia menang lebih dariku. Aku juga akan membalas atas kekalahan waktu dimisi terakhir." katanya lagi. Ya Yoochun hyung dan dia adalah musuh. Ditambah lagi dimisi terakhir Yoochun hyung telah dikalahkan oleh dia. Ya jadi ini adalah misi balas dendam (mungkin).
"Hyung aku ada informasi lagi. Dan ini SANGAT PENTING!" kataku mulai serius.
"Wae Min?" kata Junsu hyung yang dari tadi entah sibuk memikirkan apa.
" Ini tentang orang syko yang sudah membuat Teukie hyung kritis." kataku dengan menahan kekesalan.
"Mwo orang itu? Apa kau sudah tau siapa dia? Apa dia anak buah Taecyeon?" tanya Junsu hyung heboh.
"Yak hyung! Tenanglah sedikit! Aku akan menjelaskannya jadi kau harus tenang dan dengarkan baik-baik." kataku. Memang kalau berbicara dengan Junsu hyung harus menggunakan kesabaran yang ekstra.
"Ne ne baik aku diam." katanya.
"Sebenarnya aku belum tahu siapa orang itu. Dia juga bukan anggota dari Taecyeon atau bisa dikatakan Taecyeon lah yang membutuhkan kemampuan dari mereka. Aku tahu hal ini karena orang yang membuat virus itu termasuk dalam kelompok pembunuh bayaran yang terkenal tidak pernah melepaskan target mereka. Dan aku mengetahui tentang ini setelah menghack beberapa komputer Taecyeon yang tersambung oleh kamera cctv yang ada di interpol. Ya inilah hasilnya aku menemukan hasil pengiriman sejumlah uang dalam mata uang dollar kepada rekening tidak dikenal. Apa lagi rekening itu dipenuhi oleh pengamanan yang sangat canggih dan tingkat tinggi. Walaupun mungkin rekening jenis ini dapat menarik banyak polisi untuk menyelidikinya. Tapi belum ada yang dapat membukanya. Orang yang membuat keamanan seperti ini pasti bukan hacker sembarangan." kataku menjelaskan.
"Jadi begitu ternyata. Aku tidak menyangka kalau Tacyeon lebih kejam dari appanya. Walaupun dulu dia telah membujuk appanya untuk tidak membunuh Teukie hyung dan membuatnya menjadi seorang hacker, tapi aku tidak menyangka dia akan sekejam ini. Untung saja waktu itu Min Jun hyung menolak rencana ajushi jahat itu. Kalau tidak sudah dipastikan kita tidak akan selamat menghadapi dua kakak-beradik iblis seperti mereka." kata Junsu hyung emosi.
Tapi aku juga sebenarnya setuju dengan yang dikatakannya. Min Jun hyung bukanlah orang sembarangan. Biarpun dari luar dia adalah orang yang periang, suka main-main, dan tidak serius tapi jangan salah menilainya. Itu hanyalah kamuflase yang dibuatnya, agar dia mudah untuk menjalankan rencana yang sudah dia susun. Ya Min Jun hyung dan Teukie hyung mempunyai kepribadian yang sama. Bedanya Teukie hyung masih terlalu mengikuti emosi dan bertindak sendiri.
"Oke Min kami mengerti. Kalau begitu kami pergi menyusul Teukie hyung dulu." kata Yoochun hyung memutuskan. "Ingat jika terjadi sesuatu segera hubungi kami." katanya lagi.
"Baik hyung, hati-hati ne!" kataku sambil memutuskan sambungan komunikasi.
'Baiklah disini serahkan pada Yoochun hyung dan Junsu hyung. Aku akan mengurus yang lain. Hmmm...bagaimana dengan Yunho hyung dan Jaejoong hyung ya?' gumamku.
Changmin POV End.
Normal POV.
Berbeda dengan Yoochun dan Junsu yang sudah memasuki Interpol dan menyusul Leeteuk, lalu Hanggeng dan Heechul yang dalam perjalanan kesana, suasana di tempat pertemuan antara Lee Bae Gun dan Ok Taecyeon sangat ramai. Oke kalian pasti bingung bagaimana situasi saat ini. Angel ceritakan ne.
Setelah para polisi Interpol sampai di sebuah gedung lama dengan parkiran basemant melingkar dan ruang bawah tanah yang besar. Jadi di ruang bawah tanah itulah Lee Bae Gun dan Taecyeon bertemu. Oh kalian bingung kenapa tadi Angel mengatakan ramai? Karena saat Lee Bae Gun memasuki ruang bawah tanah itu pintu ruangan itu langsung tertutup. Sehingga menyebabkan para polisi Interpol kewalahan. Ya butuh waktu yang lama untuk menembus pintu yang terbuat dari baja dengan ketebalan 20 cm itu, bukan? Dan waktu itu digunakan oleh Taecyeon untuk berbincang sebentar dengan anak buah nya satu itu.
At Taecyeon Side.
"Tuan Muda, kenapa tuan muda kemari? Bukankah seharusnya hanya salah satu dari anak buah tuan muda yang datang menjemput saya? Saya sangat berterimakasi jika tuan muda begitu perhatian pada bawahanmu ini." kata Lee Bae Gun sambil menunduk hormat.
"Bagaimana dengan Interpol?" Taecyeon tidak menjawab dia malah mengalihkan topik pembicaraan.
"Ah masalah untuk itu tuan muda tidak perlu khawatir, karena saya telah mengirimkan sketsa peta denah lokasi interpol kepada anak buah yang lain. Jadi mereka pasti bisw lebih teliti dan menyeluruh dalam menyusup nanti." kata Bae Gun bangga.
"Ah~ aku sangat berterima kasih padamu untuk hal itu. Tapi ada satu masalah yang belum kau selesaikan." kata Taecyeon dengan angkuhnya.
"Ma-maksud tuan apa?" tanya Bae Gun terbata-bata.
"Aku kemari bukan untuk menemuimu apa lagi menjemputmu. Kau sudah tahu bukan kalau dirimu itu adalah sebuah umpan~" kata Taecyeon dengan seringaiannya. "Dan aku juga tidak akan membuat orang-orang bodoh diluar sana menangkap diriku. Dan juga mengorek informasi dari mu." Lanjutnya.
"Te-tentu saja tuan muda aku tidak mungkin dengan mudahnya membocorkan rahasia organsasi pada mereka." Kata Bae Gun takut. Ya Bae Gun tahu kemana arah bicara tuan mudanya itu. Dan yang pasti itu benar-benar buruk untuk nyawanya.
"Ya~mungkin apa yang kau katakan memang benar. Tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana caramu untuk keluar dari kepungan polisi-polisi itu hidup-hidup." Kata Taecyeon dengan seringainya.
"Maksud tuan?" tanya Bae Gun tidak mengerti. "Bukankah tuan kemari ingin menjemput saya? Dan tugas saya sebagai umpan juga sudah selesai bukan?" tanya Bae Gun lagi.
"Ck! Percaya diri sekali kau! Aku kemari hanya untuk bersenang-senang dengan penemuan baru dari 'orang menyebalkan itu'!" jawab Taecyeon angkuh sambil membuka kain berwarna coklat yang ada di depannya. Dan tampaklah sebuah mobil balap berwarna merah hitam. Jangan lupa desain baru dari mobil itu.
"Ja-jadi tuan muda ingin meninggalkan saya disini sendiri lalu dipenjara lagi oleh polisi-polisi itu?" tanya Bae Gun gugup.
"Ck, tentu saja tidak! Aku tidak akan membiarkan barang berhargaku diambil. Tapi jika aku tidak bisa memilikinya maka tidak ada yang bisa memilikinya!" kata Taecyeon angkuh sambil mengambil sebuah tas yang berada di tempat duduk mobil balap itu. 'Khukhukhu itu juga berlaku untukmu Anxo hyung tercinta.' Lanjut Taecyeon dalam hati sambil menunjukan seringai mengerikannya.
"Pegang ini! Jangan sampai kau menyentuhnya! Apa lagi jika kau mengotak-atik benda itu." Perintah Taecyeon.
"Apa ini tuan muda?" tanya Bae Gun bingung.
"Bom!" jawab Taecyeon santai.
"B-bom?" tanya Bae Gun sambil membuka cepat-cepat tas tersebut. Dan terlihatlah banyak bom waktu di dalam tas tersebut. Dan sisa waktu yang tertera di bom tersebut kurang lebih sekitar lima menit. "Apa maksud tuan memberikan bom ini untukku?" tanya Bae Gun. Dia sudah besiap-siap mengeluarkan sesuatu.
DOR!
Aaaarrrggghhtt!
Bught!
"Ck! Kau fikir bisa berbuat seperti itu padaku?" kata Taecyeon. "Bukankah sudah ku bilang tadi, jika aku tidak bisa memiliki barangku maka barang itu tidak akan menjadi milik orang lain. Apa lagi jika barang itu sendirilah yang ingin menghianatiku." Lanjutnya penuh penekanan.
Ya tanpa belas kasihan sama sekali Taecyeon menembak Bae Gun tepat pada jantungnya sebelum Bae Gun ingin mengarahkan pistol yang dipegangnya pada Taecyeon. Yang mengakibatkan tubuh Bae Gun bersama tas hitam yang berisi bom waktu itu jatuh secara bersamaan dan menimbulkan bunyi yang keras.
"Akhirnya selesai! Ck, waktunya mencoba alat baru yang dibuat oleh 'orang menyebalkan' itu." Gumamnya sambil mulai memakai helm berwarna merah yang ada di atas mobil balap, lalu mulai masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesinnya.
"Ck, kau selalu saja seperti itu! Kau tahu aku mendengar semua pembicaraanmu dan kata-kata ejekanmu itu." Kata orang yang terhubung dengan alat komunikasi yang dipakai Taecyeon. "Dan apa-apaan itu, huh? Orang menyebalkan kau bilang? Hey tidak sadarkah kau TUAN MUDA YANG TERHORMAT kau itu yang MENYEBALKAN!" kata orang itu sambil berteriak.
"Berisik! Dan lagi aku memang ingin kau mendengarnya. Sudah cepat beri posisi yang lain. Aku ingin cepat keluar dari sini." Kata Taecyeon setelah sebelumnya membentak orang yang sedang terhubung dengan alat komunikasinya itu.
"Baik-baiklah! Aku akan mengirimkannya ke data mobil ciptaanku." Kata orang itu pasrah. "Setidaknya ciptakanlah panggilan yang sedikit romantic kenapa? Huh dasar menyebalkan!" lanjutnya dengan gumaman, walaupun masih terdengar jelas oleh Taecyeon. Mendengar kata-kata dari orang 'itu' Taecyeon hanya mampu menyunggingkan sebuah senyum kecil yang sangat tulus disudut bibirnya. Ah andai orang yang sedang berkomunikasi itu melihatnya mungkin 'dia' sudah berteriak histeris karena seorang Ok Taecyeon dapat tersenyum.
Akhirnya setelah mendapat posisi yang lainnya Taecyeon tanpa berfikir panjang langsung menginjak gas dan dengan kecepatan penuh ia merobos pintu gudang itu.
BRAK!
0o0o0o0o0o0
Yunho POV.
Perasaanku benar-benar tidak enak. Setelah tadi mendengar suara tembakan dari arah gudang sesuatu yang tidak terduga terjadi.
BRAK!
Ck! Benar dugaanku! Tidak mungkin Taecyeon akan keluar sendiri jika tidak ada yang akan ia rencanakan.
"Joongie, cepat hubungi yang lain dan beritahu mereka untuk menyusul yang lainnya ke Interpol." Kataku pada Jaejoong yang hanya memandangiku dengan bingung.
'Aigoo! Joongie buka waktunya untuk membuat ekspresi lucu dan imut seperti itu. Duh yeoppo nya!' fikirku dalam hati.
"Kenapa Yunnie menyuruh yang lain untuk ke Interpol? Bukankah kita masih harus mengurus Taecyeon disini?" tanyanya dengan wajah imut.
Tapi sebelum aku menjawab pertanyaannya terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan.
BOM! BOM! BOM!
DUAGHT! BUGHT! BUGHT!
CKIIT! BROEM!
BOM! BOM! BOM!
BUGHT! BUGHT!
Ck! Sial dia menghancurkan tempat ini dengan meledakkan banyak bom. Aku sampai harus memeluk Joongie yang terkejut oleh ledakan tadi.
Jika kalian bertanya apa yang dilakukan orang gila itu, maka akan aku jawab. Setelah dia menerobos pintu gudang dia berencana keluar dengan menggunakan jalur mengitar. Namun karena jalur itu sudah ditempati polisi dari atas maka ia meledakan tiang penjaga jalan itu dan menyebabkan banyak mobil polisi masuk kedalamnya. Dia juga bisa mengimbangin timer bom dengan kecepatan. Ck, sudah kuduga dia ingin mencoba penemuan baru orang 'itu'.
"Sungmin-ah!" kata Yunho setelah alat komunikasinya tersambung pada alat komunikasi Sungmin.
"Ne hyung! Lalu bagaimana sekarang? Taecyeon melarikan diri." Kata Sungmin yang telah membaca situasi.
"Suruh Siwon dan Shindong ikuti Taecyeon dengan mobil. Kau dan Kangin cepat pergi ke Interpol. Nanti akan di jelaskan oleh Changmin. Sekarang lebih cepat kalian bergegas." Kata Yunho lalu setelahnya memutus sambungan.
"Joongie kita pergi!" kata Yunho setelah Jaejoong tersadar dari shock nya.
"Yuunie aku punya firasat buruk." Katanya.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja, ne? Percaya padaku." Kataku berusaha menyakinkannya.
Biarpun aku dan dia adalah rekan yang bisa dihandalkan dan kami bisa menghabisi banyak nyawa penjahat, dia tetaplah masih polos dan tidak tahu apa-apa. Karena aku yang selalu menjaga fikiran Joongie agar tidak mudah terpengaruhi. Dia juga hanya akan patuh dan bermanja-manja padaku seorang.
Huft ini berat. Jika Joongie sudah mengatakan ia memiliki firasat buruk, maka akan terjadi sesuatu yang buruk nanti. Kenapa aku bisa yakin? Asal kalian tahu Jaejoong memiliki sedikit kelebihan. Tidak, dia tidak bisa melihat masa depan. Dia hanya bisa merasakan aka nada hal buruk atau tidak terhadap orang-orang terdekatnya. Dan itupun tidak tentu hal itu akan buruk dalam artian tertentu atau benar-benar sangat buruk. Karena sejauh ini firasat Jaejoong 97% selalu benar.
Yunho POV End.
0o0o0o0o0o0
"Eunhyuk hyung! Ada perubahan rencana!" kata Changmin pada Eunhyuk lewat alat komunikasi.
"Ne, Changmin-ah tadi Yunho hyung sudah menjelaskannya. Dan lagi Hanggeng hyung dan Heechul hyung juga sudah menghilang entah kemana. Jadi ku fikir ada sesuatu." Kata Eunhyuk setelah menyimpulkan apa yang terjadi. "Oh iya Changmin-ah Yunho juga bilang jika sebaiknya kau menghubungi Siwon dan Sungmin lalu menjelaskan situasinya pada mereka berdua." Kata Eunhyuk kemudian.
"Aku sudah menyuruh Kyu untuk memberi tahu mereka. Lalu apa yang dikatakan Yunho hyung lagi?" tanya Changmin.
"Dia juga bilang Jae hyung mempunyai firasat buruk." Kata Eunhyuk tidak mengerti. 'Kenapa aku harus menyampaikannya pada Changmin mengenai hal ini? Bukankah bisa saja firasat itu tidak benar?' batin Eunhyuk.
"MWO?" teriak Changmin kencang. Sehingga menghasilkan Eunhyuk mejauhkan alat komunikasinya, lalu Kyuhyun, Kibum, dan Henry menoleh kepadanya.
"Aish! Bisakah kau tidak usah berteriak? Lagian itu hanya sebuah firasat yang siapa tahu bisa salah kan?" tanya Eunhyuk bingung. Dia menjadi yakin jika ada sesuatu yang terjadi setelah melihat reaksi Changmin.
"Aigoo! Ini gawat! Bisa-bisa aku dicincang oleh Yunho hyung dan Min Jun hyung! Yak Monkey kenapa kau baru mengatakannya sekarang eoh?" emosi Changmin.
"Yak! Aku kan tidak tahu Foog Mons-" kata-kata Eunhyuk terputus karena Changmin telah memutus hubungan komunikasi.
"Ada apa Minnie hyung?" tanya Henry.
"Teukie hyung dalam bahaya." Kata Changmin dengan suara yang sangat berat.
"MWO?" teriak mereka bertiga.
"Yak! Food Monster jangan mengarang! Buktinya Teukie hyung masih tersambung pada kita. Dan kita juga tidak melihat tanda-tanda dari musuh." Jelas Kyuhyun sambil melihat kearah tiga komputer utama yang menampilkan pemandangan yang dilihat dari kamera pengawas yang menampilkan gambar Leeteuk, Donghae, dan Yesung.
"Itu benar Changmin-ssi sebaiknya kau tenanglah dan tidak usah khawatir. Semua pasti akan baik-baik saja." Kata Kibum dengan tenangnya namun justru dia sedang berfikir dengan sangat kerasnya.
"Aish! Kalian bertiga tidak akan mengerti!" kata Changmin frustasi. "OH Yoochun hyung! Aku harus menghubunginya." Tiba-tiba dia berteriak sendiri lalu setelahnya mengotak-atik sebuah laptop.
"HYUNG!" teriaknya lagi pada alat komunikasi.
"Yak Min! Pelankan suaramu kenapa? Aku kan tidak budek!" teriak Junsu.
"Hyung eotteohge? Hyung aku bingung harus bagaimana?" tanya Changmin.
"Tenang Min dan ceritakan apa yang terjadi!" kata Yoochun berusaha menasehati Changmin.
"Hyung…hiks…Teukie…hyung..hiks…dalam…bahasa…hyung. .hiks…" kata Changmin yang sudah mulai terisak.
"Mwo? Dalam bahaya bagaimana Min?" tanya Yoochun tidak mengerti. Pasalnya dari tadi ia dan Junsu yang mengikuti Leeteuk dalam jarak yang tidak lumayan jauh dan dapat memantau sekitar juga tidak merasakan keberadaan musuh.
"Jae…hyung…hiks…firasat…Jae…hyung…" kata Changmin masih dengan menangis.
"Omo! Ini gawat Chun! Baiklah Min kita akan meningkatkan penjagaan pada Leeteuk hyung." Kata Junsu.
"Ne Min aku sudah berjanji pada Yunho hyung dan Min Jun hyung, juga padamu untuk menjaga Teukie hyung bukan? Jadi kau harus percaya pada hyung dan Junsu hyung." Kata Yoochyun.
"HYUNG MENUNDUK!" seru Changmin dari alat Komunikasi.
DOR! SYUUT! BANG!
"Ck, meleset!" gumam sosok yang menembak itu.
"Min kuputus sampai disini. Dan tenanglah semua akan baik-baik saja. Suruh Donghae dan Yesung berkumpul dengan Teukie hyung. Aku akan menghadapi musuhku dulu." Kata Yoochun.
"Hyung menangkan pertarungan ini untukku. Setelahnya aku akan memberikan kejutan untukku." Kata Changmin menyeringai. #Nampaknya Lord Voldemin telah kembali.
"Oke Min hyung tunggu hadiahnya!" kata Yoochyun sebelum memutus hubungan.
"Wah-wah kita bertemu lagi Changsung-ssi!" kata Yoochun berbasa-basi.
"Ck, terserah kau saja Micky!" kata Changsung sosok yang tadi mengarahkan peluru kearah Yoochun.
"Wooaah! Changsung hyung, apakah mereka berdua temanmu?" tanya sosok satu lagi yang berdiri disampingnya.
"Hn!" hanya itu yang keluar dari mulut Changsung.
"Oh begitu." Entah kenapa sosok yang lebih imut itu mengerti arti dari 'hn' yang Changsung katakan. "Oh kalau begitu Anyeong namaku Jang Woo Young. Aku harap kita bisa bermain bersama ne, hyungdeul?" kata Wooyoung sambil tersenyum manis.
"Pst Chun, kau kenal dengan namja menyeramkan dan namja manis disampingnya itu?" tanya Junsu berbisik.
"Mereka berdua adalah salah satu dari empat raja." Kata Yoochun.
"Maksudmu Chun?" tanya Junsu.
"Laki-laki tinggi yang kau bilang menyeramkan itu bernama Hwang Chang Sung. Julukannya adalah 'Stoic-Face Killer'. Kenapa ia dijuluki seperti itu karena dia adalah satu-satunya pembunuh atau bahkan manusia yang tidak punya ekspresi apapun. Bahkan saat dia membunuh orang pun tidak ada ekspresi senang atau sedih diwajahnya." Jelas Yoochun.
"Tapi mana mungkin ada manusia yang tidak mempunyai ekspresi sepertinya Chun." Kata Junsu tidak percaya.
"Molla. Yang pasti jika dia disini, kemungkinan Taecyeon mempunyai kejutan untuk Leeteuk hyung. Dan jika aku tidak salah meprediksi sepertinya kejadian waktu itu akan terulang kembali." Kata Yoochun serius.
"Mwo? Tidak mungkin. Apa orang itu akan kembali? Orang yang membuat keadaan Leeteuk hyung kritis?" kata Junsu tidak percaya.
"Semoga itu tidak terjadi." Gumam Yoochun.
"Hehehe hyungdeul jangan berbisik-bisik saja. Lebih baik kita bermain, ne? Aku punya permainan yang bagus. Namanya 'Ayo saling MEMBURU!'. Aturannya mudah kita berdua akan bermain pasangan. Lalu pasangan yang lain harus memburu pasangan lainnya. Jika tidak maka pasangan itulah yang akan diburu." Kata Wooyoung sambil tersenyum manis. "Permainan akan selesai jika salah satu dari dua pasangan yang ada telah berhasil di BURU." Lanjutnya. "Bagaimana Changsung hyung? Asik bukan?" katanya lagi sambil melihat kearah Changsung.
"Hn, sepertinya menarik." Jawab Changsung tanpa mengubah ekspresi wajahnya.
"Chun sepertinya namja yang kecil itu jauh lebih gila dari si stoic itu." Komentar Junsu.
"Ya Wooyoung adalah yang termuda. Jadi dalam kelompok ini dialah yang paling disayang. Sifatnya memang suka seenaknya dan sembarangan, wajahnya juga tidak memperlihatkan kalau dia itu tidak berbahaya. Tapi bukan berarti dia lawan yang mudah. Bahkan dia membunuh dengan lebih kejam yaitu menghancurkan tubuh mereka dengan alat-alat yang dia punya. Itulah kenapa dia dijuluki 'Angel-Face Ruthless Killer'. Level Wooyoung adalah yang keempat sementara Changsung berada di level dua." Kata Yoochun menjelaskan.
"Lalu siapa yang pertama dan ketiga?" tanya Junsu.
"Yang ketiga adalah Lee Jun Ho, kemampuannya diatas Wooyoung karena sifat sabar dan perhitungannya yang tidak bisa diremehkan. Bahkan kemampuannya tidak ada celah dan seperti bisa melihat masa depan, walaupun itu hanya mengandalkan otak dan ditambah beberapa perhitungan. Namun rencana yang dibuatnya tidak pernah gagal. Itulah mengapa ia dijuluki 'Future Killer'." Jelas Yoochun.
"Dan yang pertama juga satu-satunya tangan kanan Taecyeon, yang mempunyai julukan 'The Lover of The King's Killer' yaitu Nichkhun Buck Horvejkul. Mengapa ia dijuluki seperti itu? Karena jika diibaratkan kau seorang samurai maka dia adalah pedangmu. Dan pedang itu tidak akan pernah membantah perintahmu atau bahkan menghianatimu. Dia juga akan rela tangannya ternoda dari pada tangan 'King' nya yang ternoda." Lanjut Yoochun dengan wajah serius.
"Apakah mereka berdua berbahaya Chun?" tanya Junsu.
"Junho sejauh ini mungkin hanya Jaejoong hyung yag dapat melawannya. Dan untuk Nichkhun sepertinya hanya Yunho hyung yang bisa." Kata Yoochun tidak yakin.
"Hehehe kalian berdua tenang saja hyungdeul. Untuk kali ini Nichkhun hyung tidak ikut misi. Tapi sebagai gantinya kami mendatangkan orang-orang baru yang sangat hebat. Bahkan salah satu dari mereka lebih hebat dari 'King' kami." Tiba-tiba Wooyoung ikut berbicara.
"Huft sepertinya kita sudahi saja pembicaraan kita Chun." Kata Junsu.
"Yey! Ayo hyungdeul kita mulai permainannya. Baiklah aku akan memulai dengan tembakan. Lalu setelahnya silahkan kedua pasangan saling menyerang oke?" kata Wooyoung senang. "Baik! One, Two, Three!"
DOR!
0o0o0o0o0o0
Akan jadi bagaimanakah nasib Yoochun dan Junsu melawan dua dari empat raja dengan level yang berbeda diantaranya?
Siapakah orang-orang hebat yang dimaksud Wooyoung itu?
Akankah Leeteuk selamat?
Siapa juga seseorang yang bisa melewati Taecyeon?
0o0o0o0o0o0o0o0
"Perhatian Donghae hyung, Yesung hyung! Cepat kalian kembali ke posisi dan segera menyusul Leeteuk hyung. Kalau bisa lindungi dia. Karena di misi kali ini, Taecyeon bukan hanya mengincar data penting yang ada diinterpol saja. Tapi juga berniat untuk membunuh Leeteuk hyung." Kata Changmin dengan teriakan pada alat komunikasi yang sedang tersambung pada kontak Yesung dan Donghae.
DOR! DOR! DOR!
"Mian Changmin-ah! Sepertinya aku tidak bisa. Saat ini aku sedang berhadapan dengan seseorang yang sangat menjengkelkan. Dia bahkan bisa mengetahui semua gerak-gerikku." Kata Donghae lewat alat komunikasi.
Ya Changmin bisa dengan jelas mendengar suara baku tembak yang ada disana.
"Baiklah Donghae hyung. Lawanmu kali ini bukan lawan biasa. Dia dijuluki 'Future Killer' dia adalah salah satu dari empat raja yang legendaris yang selama ini namanya selalu buming di dunia para pembunuh. Lee Jun Ho, level ke tiga dari empat raja, bisa mengetahui semua gerak-gerikmu hanya dengan melihat situasi dan juga tempat yang ada. Oh iya jangan tatap matanya, dia bisa membaca gerak-gerikmu lewat sorot mata. Jadi jangan fikirkan apapun. Tetaplah tenang. Aku akan mencari jalan lain untuk membantumu." Kata Changmin dengan cepat.
"Baiklah Changmin-ah. Aku akan menuruti saranmu itu." Kata Donghae setelah ia fokus dengan Junho yang ada dihadapannya.
"Yesung hyung. Kau ikuti kata-kataku agar kau sampai diposisi Leeteuk hyung." Kata Changmin yang sudah beralih dengan kontak Yesung.
"Arra Min!" jwabnya.
"Baiklah dari posisimu sekarang, kau berbalik kebelakang, belok kiri, lurus lewati lorong itu, setelah sampai pada simpang ke empat yang kedua kau belok ke kanan, lalu di simpang pertama kau berbelok ke kiri dan lurus saja lewati lorong itu. Oh iya jika diujung lorong ada sebuah ruangan besar yang terdengar bunyi tembakan jangan kau masuk, itu adalah Yoochun hyung dan Junsu hyung. Dari ruangan itu beloklah ke kanan dan disanan kau akan melihat Leeteuk hyung tidak jauh dari sana. Ingat hyung bergerak cepatlah." Kata Changmin menjelaskan.
"Ne arraseo! Aku sedang menuju kesana." Kata Yesung sebagai jawabannya.
"Kyu, segera kontak Heechul hyung dan Hanggeng hyung tanyakan posisi mereka dimana. Oh iya bilang pada mereka agar berjaga-jaga di luar gedung, dan juga bantai siapa saja yang keluar dari sana dengan mencurigakan. Oh iya katakana juga pada Siwon hyung dan Sungmin hyung untuk masuk dan membantu Yesung hyung. Lalu Kibum hyung, aku minta kau sambungkan komputer kita dengan akun ini. Aku ingin lihat apa yang sedang seseorang lakukan saat ini." Kata Changmin.
"Ne Min." kata Kyuhyun. Lalu Kibum mengambil sebuah kertas yang disodorkan Changmin lalu membacanya sebentar. Setelahnya matanya membelalak lebar.
"Changmin, i-ini kan…" Kibum tidak tahu harus berkata apa tapi yang pasti ia sangat shock dengan apa yang Changmin berikan.
"Ne itu dia. Di misi kali ini kita beruntung dia tidak ikut. Namun sepertinya ada atau tidaknya dia kita tidak bisa bernafas lega. Karena ada beberapa orang yang akan mengacaukan rencana. Di tambah lagi kemungkinan salah satu orang diantara orang-orang itu lebih hebat dari Taecyeon." Kata Changmin menjelaskan.
"Baiklah aku mengerti. Aku akan mencoba menerobos sistem keamanannya." Kata Kibum pada akhirnya.
0o0o0o0o0o0o0
"Hanggeng hyung kau dimana?" kata Kyuhyun setelah alat komunikasi tersambung dengan kontak Hanggeng.
"Kami sedang dalam perjalanan ke Interpol dan beberapa menit lagi kami akan sampai." Kata Hanggeng.
"Yak Cina Oleng bukankah Leeteuk hyung bilang 'jangan beritahu siapapun' pada kita? Lalu kenapa kau beritahu padanya?" kata Heechul protes.
"Tenanglah kami sudah tahu rencana kalian lewat Changmin. Oh iya Changmin mengatakan agar kalian menghalangi orang-orang mencurigakan yan berkaitan dengan Taecyeon yang akan meninggalkan Interpol." Kata Kyuhyun.
"Baiklah kalau begitu Kyu. Kami akan sampai kesana lima menit lagi." Kata Hanggeng, setelahnya ia memutus sambungan komunikasi ia langsung menginjak gas dengan kecepatan penuh dan menerobos jalanan kota Seoul.
"Sungmin hyung, kau dengar?" tanya Kyuhyun pada kontak Sungmin.
"Ne wae Kyu?" tanya Sungmin.
"Jika kalian sampai cepat ikuti alat petunjuk arah yang ada pada kacamata itu. Petunjuk itu mengarah pada posisi Leeteuk hyung dan Yesung hyung. Tugas kalian selanjutnya membantu Yesung hyung melindungi Leeteuk hyung." Kata Kyuhyun.
"Wae? Ada apa memangnya dengan Leeteuk hyung?" tanya Sungmin.
"Target Taecyeon adalah untuk melenyapkan Leeteuk hyung." Kata Kyuhyun.
"Mwo? Baiklah kalau begitu." Kata Sungmin akhirnya. Lalu dia segera menyuruh Siwon menambah kecepatan agar bisa sampai dengan tepat waktu. Walaupun sebenarnya dia penasaran apa yang terjadi pada Leeteuk sampai bisa dijadikan sasaran misi. Bukankah Taecyeon itu pernah menolong Leeteuk? Lalu kenapa sekarang malah justru ingin menghabisi nyawanya? Itu lah pertanyaan-pertanyaan yang terus berputar di kepala Sungmin.
0o0o0o0o0o0o0
"Zhoumi." Kata Min Jun yang sedang berada di sebuah ruangan di Mansion Leeteuk. Dimana ruangan itu hanya dia dan Zhoumi saja yang tahu.
"Ne, apa tuan muda memanggil saya?" tanya Zhoumi yang datang sambil membawa secangkir the.
"Sepertinya aku harus bersiap-siap untuk menyambut 'orang itu'." Kata Min Jun sambil meminum pelan teh nya.
"Baiklah kalau begitu tuan muda. Akan saya siapkan keperluan anda tuan muda." Kata Zhoumi lalu setelahnya ia berjalan keluar ruangan tersebut.
"Huft aku tidak menyangka dongsaeng ku yang manja itu ternyata bisa menemukanmu. Hhahh…ternyata Angel kecilku telah mengetahui hal ini, untuk itu ia sangat keras kepala ingin ikut dalam misi. Baiklah kalau begitu lebih baik aku bersiap-siap menyambutnya." Kata min Jun sebelum berdiri dari kursinya.
"Bukankah sebagai dongsaeng yang baik aku harus menyambut kepulangan mu, benar begitu bukan hyung?" bisik Min Jun sambil melirik sedikit buku yang ada di meja tempat tadi dia bersantai, sebelum bayangannya hilang dari ruangan itu.
Kini ruangan itu sangat sunyi dan gelap. Hanya cahaya matahari yang menyinarinya dari balik sebuah jendela yang terbuka.
Hyuuusshh…
Sraaakk! Klip…klip…klip…
Hyuusshh…syuut…tap!
Tanpa aba-aba datang sebuah angin yang cukup besar masuk kedalam ruangan itu. Sehingga menyebabkan buku bersampul merah yang ada di meja itu terbuka dan membuat lembar demi lebar itu terbalik hingga sampai pada sebuah halaman yang terdapat satu buah foto yang terbalik. Lalu datang lagi angin kecil yang menyebabkan buku itu terbang dan jatuh dilantai dengan sempurnanya. Dan terlihatlah didalam foto itu terdapat dua orang namja kecil berbeda usia yang tengah tertawa bahagia. Salah satu namja kecil itu tengah menggendong sesuatu di tangannya, yang ternyata adalah sesosok bayi mungil yang lucu berjenis kelamin laki-laki yang tengah menangis lucu. Dan dibawahnya tertulis kata-kata 'To My Beloved Brother, SeungMinTaec blood is thicker than water and the bond of brotherhood will not be lost even though we are in different places'
0o0o0o0o0o0o0
Leeteuk POV
Aku terus berjalan menyusuri lorong-lorong yang ada di dalam Interpol. Sesekali aku juga membuka salah satu ruangan yang ada didalamnya untuk melihat jika ada seseorang atau tidak.
Huft ini benar-benar membosankan. Apa lagi Yoochun dan Junsu sudah bertemu dengan Changsung dan Wooyoung. Lalu Donghae juga berhadapan dengan Junho. Berarti Nichkhun tidak akan keluar dimisi ini. Ya walaupun perkiraan ku salah tentang salah satu dari empat raja yang akan keluar, namun nyatanya justru sebaliknya hanya salah satu dari empat raja yang tidak keluar. Huft membosankan. Dan mungkin beberapa menit lagi Yesung akan sampai di tempat aku berdiri sekarang.
Kalian bingung kenapa aku bisa mengetahui segalanya? Itu karena aku sudah memasang suatu alat di pakaian mereka semua, kecuali Yunho dan Jaejoong. Aku tidak akan bisa melakukannya. Mereka berdua pasti selalu tahu jalan fikiranku dan bisa menebak semuanya dari awal. Pantas saja Min Jun hyung selalu mempercayakan mereka berdua untuk menjagaku. Ck, benar-benar merepotkan.
TAP! TAP! TAP!
Suara langkahku ternyata cukup terdengar juga di dalam lorong ini. Aku sangat bingung kenapa pemerintah Interpol membuat markas yang seperti penjara begini ya? Ah atau mungkin mereka ingin para penjahat seperti kita tidak bisa keluar dari labirin ini. Ck, terlalu pintar mereka itu.
TAP-TAP-TAP! TAP-TAP-TAP!
Aku dengar suara langkah cepat. Huft benar kataku bukan Yesung sudah ada disini.
"Leeteuk hyung!" panggilnya padaku.
"Oh Seungie, kenapa kau kemari? Oh iya jangan berisik! Nanti musuh akan tahu posisi kita." Kataku padanya dengan senyum malaikatku.
"Hhahh…hyung…aku…hhah…kemari…untuk melindungimu." Kata Yesung masih mengatur nafasnya.
"Melindungi ku? Dari apa?" tanyaku bingung. "Apa kau tidak tahu siapa aku? Hey aku ini 'Anxo' ingat?" kataku masih dengan senyum manisku.
"Terserah hyung. Yang pasti aku disini hanya menjalankan perintah Changmin saja." Kata Yesung.
'Ck, dasar si food monster itu! Dia pasti mendapat perintah dari Yunho! Ah bagaimana ini? Bisa-bisa rencanaku gagal.' Fikirku.
"Ya sudah kalau begitu. Lebih baik kita bergegas." Kataku berusaha menyembunyikan raut wajah kesalku.
Akhirnya kami berdua pun menyusuri lorong ini bersama. Entah kenapa aku sangat yakin, dibalik lorong ini telah menanti sesuatu yang sangat besar untuk kami berdua. Benar berdua, bukan untukku saja. Aku yakin Yesung juga ada kaitannya dengan ini.
Leeteuk POV End.
Normal POV
Akhirnya mereka berduapun menyusuri lorong itu dengan tingkat kewaspadaan masih tinggi. Err itu mungkin berlaku hanya untuk Yesung saja. Karena bisa kita lihat betapa santainya Leeteuk. Bahkan dia sampai bersenandung dengan senangnya. Ck, benar-benar orang yang aneh. #Digampar Teukie hyung!
"Hyung, berhenti sebentar." Kata Yesung tiba-tiba.
"Ada apa Seungie?" tanya Leeteuk.
"Aniyo, hanya ada pintu besi yang besar menghalangi jalan kita." Kata Yesung.
"Ya sudah kalau begitu buka!" perintah Leeteuk dengan santainya.
"Tapi hyung-" belum selesai Yesung bicara sebuah suara sudah memotong berkataan Yesung.
Tik. Tik. Tik. Beb. Beb. Beb.
Cleck! Zesss…
"Ayo masuk tunggu apa lagi?" kata Leeteuk tanpa melihat kearah Yesung yang sudah terbelalak melihat kelakuan Leeteuk yang satu itu.
'Kenapa aku sangat susah untuk memahami karakter seorang Park Jung Soo?' batin Yesung sweadrope.
Lalu mereka berduapun masuk kedalam ruangan itu. Di dalam ruangan tidak ada yang aneh. Namun di ujung tengah ruangan terdapat dua buah kursi. Dan disana juga ada sosok yang tengah mendudukinya sambil memandang pemandangan dari jendela besar yang ada di ruangan tersebut.
"Ah, ternyata memang benar kalau hyung sudah pulang. Anyeong hyung kita bertemu lagi. Ternyata Taecyeon bisa menemukan keberadaan hyung juga. Tapi apakah Taecyeon tahu rahasia sebenarnya tentang dirimu hyung?" kata Leeteuk dengan santainya sambil memasang senyum manis.
"Ah adik kecilku yang manis telah berubah menjadi seorang Hacker yang sangat terkenal ternyata." Sebuah suara bass yang sangat tajam berhasil membalas perkataan Leeteuk.
'Tunggu dulu, suara ini…bukankah ini suara…' batin Yesung dengan khawatir.
"Hehehe, itu kan dulu hyung. Sebelum ajushi merubah diriku yang polos ini menjadi alat pembunuh dan penghasil uang untuk dirinya sendiri." Sindir Leeteuk masih dengan polosnya disertai senyuman manis.
"Ah namja tua itu? Jadi bagaimana dia? Aku sudah tidak ada urusan lagi dengannya. Lagi pula aku kemari karena kudengar adik kecilku telah kehilangan mainan favorit nya." Kata suara itu lagi.
"Hehehe jadi hyung kemari ingin membantu adik hyung untuk merebut mainan itu lagi?" tanya Leeteuk.
"Hmm…entahlah. Mungkin aku harus menggunakan cara kasar agar mainan itu bisa kembali." Katanya datar.
"Hahaha, tapi bagaimana jika mainan itu sendirilah yang memilih untuk tidak kembali dan menghianati pemiliknya?" kini terpampanglah seringai dibibir mungil itu.
"Itu mudah. Kalau begitu mainan itu sudah tidak berhak untuk dimainkan dan sebagai gantinya dia harus DIMUSNAHKAN!" katanya dengan menekankan pada kalimat terakhir.
Hening sebentar sampai suara kursi diputar dan sekarang tampaklah wajah dari seseorang yang dipanggil 'hyung' oleh Leeteuk.
"Tidak mungkin! Hyung!" gumam Yesung. Matanya membelalak dengan lebarnya setelah menyadari siapa orang dihadapan mereka.
"Jika hyung ada disini maka, 'dia' juga ada! Tidak mungkin jika…" gumaman Yesung terputus saat kursi kedua berputar dan munculah satu sosok namja lain sambil memegang sebuah senjata namun dengan model yang berbeda.
"Hello dongsaeng kelapa besar. Tidak menyangka ternyata kita bisa bertemu lagi dimisi yang sama namun dalam posisi yang berbeda." Kata namja itu.
0o0o0o0o0o0
"Jadi Yesung pernah berkeja dengan mereka?" tanya Yunho pada Changmin sambil tetap fokus pada jalanan yang ada didepan.
"Iya hyung lebih tepatnya itu terjadi empat tahun lalu saat peristiwa penembakan itu berlangsung." Kata Changmin.
"Berarti kuncinya ada pada Yesung. Dia pasti tahu siapa yang menembak Leeteuk hyung. Dan kemungkinan juga dia tahu antididot untuk racun itu." Kata Yunho dengan serius.
"Yunnie!" tiba-tiba suara Jaejoong mengintrupsi pembicaraan Yunho dan Changmin.
"Ne Joongie, wae?" kata Yunho lembut sambil memandang Jaejoong.
"Tanganku bergetar Yunnie. Pasti terjadi sesuatu dengan Teukie hyung." Kata Jaejoong pelan sambil menunduk melihat kedua tangannya yang gemetar.
Yunho pun akhirnya mengikuti arah pandang Jaejoong. Dia menghela nafas sebentar sebelum akhirnya mengambil kedua tangan Jaejoong dan menggenggamnya dengan satu tangan nya sementara tangan yang lain digunakan untuk memegang stir mobil.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja." Katanya menenangkan dan ditanggapi Jaejoong dengan anggukan lucu.
"Baiklah Min, aku dan Jaejoong akan sampai sebentar lagi. Bagaimana dengan Siwon dan Sungmin?" kata Yunho pada Changmin.
"Mereka berdua sudah memasuki gedung. Hyung aku rasa Min Jun hyung ada kaitannya dengan pemimpin kelompok ini." Kata Changmin.
"Aku tahu. Dia pasti tidak akan membuat Leeteuk hyung sakit lebih dari ini." Kata Yunho berusaha menenangkan hatinya yang sebenarnya sedang bergejolak.
'Hyung semoga kau baik-baik saja.' Batin Yunho.
0o0o0o0o0o0
"Siwon ini ruangannya! Tapi bagaimana cara membukanya?" tanya Sungmin.
"Bukankah Kyu sudah memberikan kita peralatan hyung?" bingung Siwon.
"Oh iya aku lupa." Kata Sungmin lalu setelahnya ia mendekati sebuah mesin dengan berbagai tombol di atasnya.
Cleck!
"Terbuka hyung!" seru Siwon.
"Iya untuknya kita bisa membukanya." Kata Sungmin.
Lalu mereka berdua masuk kedalam. Dan apa yang mereka temukan? Mereka menemukan seorang namja tengah mengarahkan senjata pada Leeteuk dengan Yesung berdiri mematung disamping Leeteuk lalu satu orang namja lagi sedang santai duduk disebuah kursi di pojok tengah ruangan sambil memandang terhibur pada Leeteuk dan Yesung.
0o0o0o0o0o0
"Jadi hyung ingin menghancurkan mainan itu? Walaupun mainan itu adalah sepupu jauh mu sendiri?" kata Leeteuk dengan nada menyindir.
"Ck, aku sudah memutuskan semua ikatan dengan kalian semua. Tapi Taecyeon berhasil menemukanku. Walaupun dia tidak tahu identitas asliku siapa. Tapi aku bersyukur karena bisa bertemu dengannya." Kata namja itu santai.
"Lalu bagaimana dengan Min Jun hyung?" tanya Leeteuk sambil berteriak.
"Ku dengar dia mengundurkan diri karena rencana tua bangka itu. Dia juga melepaskan posisinya sebagai putra mahkota." Jawabnya santai.
"Baiklah. Ayo kita lihat sampai mana permainan ini berakhir. Apakah aku yang akan menang, atau hyung, Taecyeon, bahkan Ajushi!" kata Leeteuk mulai tidak sabar.
"Baiklah kalau begitu." Katanya. Setelahnya namja yang berada disebelahnya langsung berdiri dan mengarahkan senjata pada Leeteuk.
"ANDWAE! LEETEUK HYUNG!" teriak Siwon dan Sungmin bersamaan.
"JANGAN KEMARI!" teriak Leeteuk tidak kalah kerasnya.
"Wah-wah-wah, ada mangsa baru nih." Kata namja yang mengarahkan senjatanya pada Leeteuk. "Hyung apakah aku boleh menjadikan mereka semua bahan percobaanku?" tanya namja itu pada sosok yang dipanggil hyung itu.
"Hn! Terserah kau saja." Jawabnya acuh.
"Baiklah dimulai dari kalian berdua." Kata namja itu sambil mengarahkan senjata kearah Sungmin dan Siwon.
"Bye-bye kelinci percobaanku." Bisiknya.
"ANDWAE!"
DOR! DOR!
"HYUNG!"
"LEETEUK HYUNG!"
TBC
Sebuah kisah hidup itu penuh dengan misteri dan cobaan.
Tidak ada diantara kita yang bisa menebak misteri macam apakah itu.
Atau menghindari berbagai macam cobaan yang diberikan Sang Maha Kuasa.
Yang bisa dilakukan oleh manusia itu hanya terus maju dan jangan menyerah.
Jangan melihat sesuatu yang terjadi dimasa lampau.
Karena denga melihat dan mengingat itu hanya akan membuat kita terbelenggu oleh ilusi.
~~~~~0000~~~~~
Apa yang terjadi sebenarnya?
Siapakah mereka itu?
Apa yang membuat mereka mengincar Leeteuk?
Ada kaitan apa namja itu dengan Taecyeon, Min Jun, dan Leeteuk?
Tunggu di chap berikutnya :D
00000~~~~~00000
Sebelumnya terima kasih kepada para readers yang masih setia menunggu fic ini lanjut. Maaf karena Angel telat update. Soalnya sewaktu liburan lebaran Angel gak bisa pake internet. Ditambah lagi Angel gak ada inspirasi nulis. Trus pas balik ke Jakarta eh Angel terlalu terbuai dengan beberapa fic yang update. Apa lagi fic YUNJAE! Hehehe gini-gini aku YUNJAE SHIPPER loh! Tapi bias ku tentu saja LEETEUK! Kalau enggak gak mungkin kan di fic pertamaku yang disiksa Yunho? Tentu saja PASTI LEETEUK!
Oh iya aku ingin bikin romance tapi bingung gmn bikinnya. Dulu ada yg pernah nanya 'thor ini BL apa nggak?' nah aku bingung jadi aku cuma jawab blum kepikiran dan mungkin hanya sebatas obsesia aja. Tapi disini aku adain sedikit moment Yunjae trus ada Taecyeon tapi entah sama siapa pasangannya. Nah yang membingungkan adalah tokoh utama kita. Oke aku harap kalian cepat mereview agar aku bisa tahu mau dijadikan ni fic BL atau tidak.
Pokonya aku lagi kangen banget sama Leeteuk dan Yesung! Apalagi setelah mendengar lagu baru mereka Hero dan Tuxedo! Ditambah lagi ternyata Yesung masih nyanyi dilagu itu. Entahlah dimana. Oh iya aku juga lihat MV 'I Wanna Dance' Haehyuk. Sumpah gue NAKSIR LAGI sama mereka berdua. Pas di Hero juga SUMPAH Donghaenya KEREN abis!
Oke-oke back to topic! Aku gak bisa bales review disini. Aku hanya bisa mengucapkan banyak-banyak kata 'GOMAWO' pada readers sekalian. Dan untuk chapter depan sepertinya aku akan ngaret lagi. Jadi dimohon untuk menunggu. Oh iya jika ada MIS TYPO bertebaran dimana-mana tolong dimaklumin. Angel males ngecheck lagi. Terlalu banyak word.
Oh iya satu lagi, dan mian kalau telat!
MINAL AIZIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN!
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!
DAN
SELAMAT HUT RI YANG KE-68!
HIDUP TERUS INDONESIA!
JANGAN PERNAH MENYERAH!
PERANGI KEMISKINAN! CAPAILAH HIDUP MAKMUR DAN SEJAHTERAH!
