Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí̱ Ikanóti̱ta]
Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery
Length : Chapeterd
Point of View : Author
Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).
Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!
Cerita ini murni karya Author! Tidak ada sangkut pautnya dengan cerita lain! Jika ada yang bilang cerita ini sama dengan cerita lain mungkin hanya beberapa Ide yang author ambil dari cerita tersebut! Tetapi secara keseluruhan cerita ini MURNI karya pertama Author!
Jika ada yang tidak suka silahkan Close cerita ini!
Terima Kasih!
ειδικές ικανότητες
Angel Muaffi©2012
Totally Reserved
Previous Chapter
"ANDWAE! LEETEUK HYUNG!" teriak Siwon dan Sungmin bersamaan.
"JANGAN KEMARI!" teriak Leeteuk tidak kalah kerasnya.
"Wah-wah-wah, ada mangsa baru nih." Kata namja yang mengarahkan senjatanya pada Leeteuk. "Hyung apakah aku boleh menjadikan mereka semua bahan percobaanku?" tanya namja itu pada sosok yang dipanggil hyung itu.
"Hn! Terserah kau saja." Jawabnya acuh.
"Baiklah dimulai dari kalian berdua." Kata namja itu sambil mengarahkan senjata kearah Sungmin dan Siwon.
"Bye-bye kelinci percobaanku." Bisiknya.
"ANDWAE!"
DOR! DOR!
"HYUNG!"
"LEETEUK HYUNG!"
0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o 0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o
Chapter 11
DOR-DOR-DOR-DOR!
"Huft ternyata hyungdeul berdua memang hebat ya. Bahkan kalian bisa menghindari serangan bruntun dariku." Kata Wooyoung sambil terus menembakan peluru-pelurunya ada duo pasangan YooSu.
"Hehehe kalau yang seperti ini mah kami tidak akan kalah darimu Wooyoung-ah." Kata Junsu sambil tersenyum.
"Oh jadi begitu ya hyung? Baiklah bagaimana dengan peluru yang ini?" kata Wooyoung sambil mengganti pelurunya.
TREK! KRAK! DOR!
Syuung!
Junsu berhasil menghindarinya dengan lompatan salto.
"Su dibelakangmu!" teriak Yoochun.
Syuut!
Tap! Tap! Hap! TRAK! Syuung! Tap!
Ternyata peluru yang ditembakkan oleh Wooyoung berbalik arah dan menyerang Junsu dari belakang. Untungnya Yoochun melihat hal itu dan memperingatkan Junsu. Junsu juga akhirnya menghindar. Ia berlari ke arah sebuah dinding dan lalu menaiki dinding itu. Sehingga peluru yang mengikutinya tertabrak oleh dinding itu. Lalu selanjutnya dia melakukan salto kebelakang dan mendarat dengan aman dilantai.
"Ck, tenyata kau hebat juga bocah! Itu pasti peluru dengan sensor pelacak." Kata Junsu tersenyum sinis.
"Hehehe bagaimana hadiahku hyung? Oh iya ini oleh-oleh dari Nichkhun hyung loh." Kata Wooyoung dengan senyum khasnya.
'Ck, merepotkan saja.' Batin Junsu.
Tap! Tap! Bught! Bught! Tap! Dor!
Tap! Syuut! Dor! Tap! Tap! Bught! Bught!
Berbeda dengan Junsu dan Wooyoung yang sepertinya main 'kucing-kucingan'? Yoochun dan Changsung malah sibuk dengan baku hantam. Yoochun berlari kearah Changsung lalu mengeluarkan seluruh jurus pukulan yang dia bisa, dan akhirnya mengenai Changsung walau tidak berakibat parah padanya. Selanjutnya dia menjauh dari Changsung dan langsung menembakan sebuah peluru kearahnya. Namun dengan gerakan cepat dan juga sebuah salto Changsung berhasil menghindarinya dan malah membalas tembakan Yoochun. Dan untung saja Yoochun berhasil menghindarinya dan lalu berlanjutlah baku hantam diantara keduanya.
0o0o0o0o0o0
"Shindong hyung kurasa apa yang dikatakan Yunho hyung itu benar, kalau Taecyeon akan menuju kea rah gedung Interpol." Kata Kangin sambil terus memfokuskan mata untuk mengikuti Mobil Taecyeon.
"Kau benar! Lebih baik kita berhati-hati dan tetap ikuti dia. Jangan sampai dia menyadari jika kita mengikutinya." Kata Shindong.
"Arraseo!" jawab Kangin.
Namun sepertinya dewi fortuna tidak berpihak pada mereka berdua. Ternyata Taecyeon sudah mengetahui jika dia sedang diikuti oleh sebuah mobil yang mencurigakan setelah ia berhasil melarikan diri dari para polisi itu.
"Ck, kalian fikir bisa semudah itu membuntutiku? Lihat apa yang aku akan lakukan pada kalian dengan alat baru hasil ciptaan 'nya' ini." Gumam Taecyeon.
Lalu setelahnya Taecyeon menekan satu tombol berwarna merah. Dan seketika muncul banyak tombol dengan berbegai macam katup juga alat pengukur. Setelahnya ia menekan tombol merah yang bertuliskan 'alat pengecoh' di bawahnya. Kemudian dari belakang bodi mobil balap itu muncul senapan besar dan langsung menembakan sesuatu kearah mobil yang dikendarai Kangin dan Shindong.
DOR! Syuuuut! TAP!
Klik! Pip-Pip-Pip-Pip!
"Hyung apa itu?" tanya Kangin penasaran sambil melihat sebuah alat berbentuk seperti kotak kecil namun transparan dengan lampu biru yang selalu berkedap-kedip didalamnya juga suara yang ditimbulkan dari alat itu.
"Molla! Lebih baik jangan bertindak gegabah." Jawab Shindong.
Ckiiittt! Syuuut! BRAK!
Setelah perkataan Shindong, tiba-tiba stir mobil yang di pegang oleh Kangin lepas control dan malah membanting mobil kearah kiri. Sehingga mobil akhirnya menabrak pembatas jalan dan oleng. Untung saja mereka berdua masih bisa selamat.
"Aww, aish appo! Hyung tadi itu apa sih?" tanya Kangin setelah keluar dari mobil sambil memengang kepalanya yang mengeluarkan darah.
"Sepertinnya alat mengendali. Buktinya ban mobil kita malah berbelok kekiri. Begitu pula dengan stir mobil yang tidak bisa dikendalikan." Jawab Shindong sambil membersihkan pakaiannya.
"Sepertinya Taecyeon bukan orang yang mudah untuk dikelabui ya hyung?" tanya Kangin yang hanya dibalas gumaman oleh Shindong. "Aku harap mereka semua yang ada di dalam Interpol baik-baik saja." Lanjutnya.
"Lebih baik kita hubungi Kyuhyun." Kata Shindong sambil berjalan.
"Hyung tunggu aku." Kata Kangin sambil mengejar Shindong.
0o0o0o0o0o0o0o0
"Tuan Muda Eunhyuk dan Tuan Muda Ryeowook." Panggil Zhoumi setelah memasuki ruang rahasia.
"Ah Zhoumi hyung waeyo? Kami berdua sedang menunggu kabar dari Changmin, tapi sepertinya telah terjadi sesuatu disana. Bahkan alat yang digunakan Wookie pun tidak bisa melihat situasi yang ada disana." Jelas Eunhyuk pada Zhoumi.
"Ah soal itu Tuan muda, anda berdua dipanggil Tuan Muda Min Jun di ruang keluarga." Kata Zhoumi.
"Mwo? Min Jun hyung ada disini? Sejak kapan dia disini?" tanya Eunhyuk kaget.
"Tuan Muda sudah ada disini sejak kemarin malam. Dan saya disuruh untuk merahasiakannya dari anda semua." Kata Zhoumi sambil membungkuk.
"Hahh…kalau begitu ya sudahlah. Kajja Wookie kita temui Min Jun hyung." Kata Eunhyuk sambil melangkah keluar dari ruangan rahasia diikuti Ryeowook dan Zhoumi.
"Min Jun hyung sebenarnya ada apa?" tanya Eunhyuk setelah memasuki ruang keluarga. Disana nampaklah seorang Park Min Jun sedang duduk santai sambil meminum secangkir teh.
"Aku mau kalian bersiap-siap." Kata Min Jun.
"Bersiap untuk apa?" tanya Ryeowook.
"Kita akan menyusul Jung Soo ke Interpol." Kata Min Jun pendek dan dengan muka yang sangat serius.
"Baiklah kalau begitu Min Jun hyung, aku dan Wookie akan bersiap-siap." Kata Eunhyuk tidak ingin bertanya lebih lanjut. Mengingat bagaimna ekspresi Min Jun saat ini.
"Baiklah, aku akan beri waktu kalian setengah jam untuk bersiap-siap. Zhoumi juga akan membantu kalian." Katanya.
"Oh iya untuk kali ini Wookie aku mohon bantuannya padamu." Kata Min Jun.
"Ne? Maksud hyung apa?" tanya Ryeowook.
"Bukan apa-apa. Cepatlah kalian bersiap." Jawabnya.
'Semoga saja dia tidak melakukan sesuatu yang buruk pada Jung Soo!' batin Min Jun.
0o0o0o0o0o0
Kyuhyun POV
Selama ini aku tidak pernah meihat dia begitu kalut seperti ini. Ya aku dan dia memang sudah berteman dari kecil. Pertama kali aku melihatnya adalah ketika aku masih ada di Taman Kanak-Kanak. Saat itu aku sedang bermain di sebuah taman, dan tanpa diduga aku mendengar suara tangisan. Karena penasaran akhirnya aku ikuti suara itu. Dan aku menemukanmu sedang menangis di bawah pohon. Karena aku tidak tahu berbuat apa, akhirnya aku menghampirimu.
"Hey, ceding apa kamu disini? Dan cenapa kamu menangis?" tanyaku waktu itu dengan suara yang masih cadelnya.
"Hiks…Min di cinggal ma Umma…hiks hweee…Umma…!" katamu sambil sesenggukan.
"Huft kau kan namja, maca kalena di cinggal Umma aja nangis." Kataku sambil memasang pose dengan kerennya.
"Hiks…Min gak nangis tuh! Min kan kuat! Min juga namja yang kelen!" katamu sambil mengusap air matamu dan memandangku sengit.
"Hahaha mana ada namja kelen yang nangis? Hehehe Min bucan namja, Min ternyata yeoja ya!" kataku meledeknya. Entahlah aku kenapa bisa memanggilnya dengan 'Min' pada waktu itu. Padahal saat itu kami pun belum berkenalan. Ya mungkin karena dia sering memanggil dirinya Min jadi pada akhirnya aku memanggilnya Min.
"Yak enak caja! Min icu namja! Min bucan yeoja! Min juca udah gak nangis tuh!" katamu sambil memasang wajah kesal.
"Iya-iya, ya udah deh Min main cama Kyu aca cambil nunggu umma Min." kataku akhirnya. Lalu aku mengajaknya untuk bermain ayunan dan kotak pasir. Kami main disana sampai sore dan akhirnya ahjuma menjemputmu pulang.
Ya setelah kejadian itu kita memang tidak bertemu lagi, sampai saat di sekolah dasar (Angel gak tahu namanya apa di Korea) kita bertemu kembali. Pada saat itu kau telah berubah, bukan seorang namja kecil yang cengeng, tapi berubah menjadi seorang namja kecil yang gagah dan digemari oleh para yeoja-yeoja centil. Tapi biarpun begitu aku masih dapat mengenalmu, walaupun mungkin kau tidak mengenalku.
Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya aku tahu, kau bukannya tidak mengingat diriku. Kau hanya tidak tahu bagaimana harus bersikap dihadapanku. Karena mungkin difikiranmu adalah pada saat itu kau benar-benar memalukan. Tapi walaupun pada akhirnya kau menghampiriku dan mengajakku untuk berteman. Dan setelahnya kita selalu bersama-sama dan menjadi sahabat dekat.
Tapi saat menjelang satu tahun sebelum kelulusan kau pindah keluar negeri dan aku pun tidak bisa mengontakmu. Aku tahu biarpun saat itu usia kita masih sangat belia tapi tindakan dan fikiran kita memang tidak sesuai. Dan pada akhirnya aku menjalani ekselarasi class dan bertemu lagi denganmu setelah dua tahun berlalu. Aku sangat tidak menyangka jika ternyata dirimu bergabung dengan kelompok Yunho hyung. Bukannya aku tidak suka, tapi entah kenapa aku tidak nyaman saja.
Tapi setelah melihat bagaimana hubunganmu dengan mereka semua, akhirnya aku paham dengan apa yang kau rasakan. Ya keluarga. Kau merasakan bahwa mereka semua adalah keluargamu. Aku sudah lama mengenalmu, dan aku tahu bahwa kau adalah seseorang yang membutuhkan perhatian lebih karena kedua orang tuamu tidak dapat memberikannya. Itu karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Walaupun aku tidak mengenalmu aku pu akan berfikiran seperti itu. Mengapa? Karena setiap aku melihat kedalam matamu disana selalu menyiratkan rasa kesedihan dan kesepian yang sangat mendalam. Makannya sejak pertama kali bertemu denganmu aku langsung menghampirimu dan membuatmu menghilangkan rasa sedihmu dengan mengajakmu bermain. Kau tahu sebenarnya aku bukanlah pribadi yang suka peduli pada perasaan atau permasalahan orang lain. Tapi entah mengapa setelah aku melihat matamu hari itu, aku serasa melihat pancaran mataku sendiri.
Ya kita sama, sama-sama merasakan kesedihan dan kesepian itu. Untuk itu aku mau kau tidak terpuruk sepertiku dan berubah menjadi pribadi yang dingin. Karena sesungguhnya perasaan kita berdua itu sama. Sama-sama rapuh.
Ya
Shim Changmin
Dan
Cho Kyuhyun
Mempunyai satu perasaan yang sama, yaitu….
Sebuah rasa Kesedihan dan Kesendirian
Yang SANGAT Menyesakkan…
Kita berdua adalah SAMA!
Kyuhyun POV End.
0o0o0o0o0
"Kyu! Jangan hanya berdiam diri saja! Bantu aku menghubungi Yesung hyung! Aku mempunyai firasat buruk untuk hal ini!" teriakan Changmin pada Kyuhyun berhasil menyadarkan namja penggemar games itu kembali kedunia nyata.
Akhirnya dengan terburu-buru Kyuhyun langsung menghadap Komputernya dan segera menghubungi Yesung.
"Yeoboseo Yesung hyung!" katanya mencoba. "Yesung hyung? Hyung? Apa kau mendengarku?" katanya mencoba lagi. "Hyung? Bisa kau mendengarku? Jika bisa tolong berilah balasan hyung!" katanya lagi.
"Aish! Sedang apa sih 'Hyung Kepala Besar' itu? Sudah tahu kadaan sedang emergency tapi dia sama sekali tidak menjawab paggilan dariku." Kata Kyuhyun kesal.
"Min aku tidak bisa menghubungi Yesung hyung!" teriak Kyuhyun pada Changmin.
"Coba lagi Kyu! Aku akan mencoba menghubungi Yunho hyung." Kata Changmin.
"Yunho hyung! Bisa hyung dengar aku?" kata Changmin.
"Ne, Min. Aku sedang berada di pintu masuk Interpol. Aku tadi bertemu dengan Hanggeng dan Heechul." Kata Yunho.
"Keeadaan semakin gawat hyung. Aku tidak bisa mengontak Yesung hyung, Sungmin hyung, dan Siwon hyung." Kata Changmin.
"Ne aku tahu karena tadi Jaejoong sempat histeris. Sepertinya Leeteuk hyung benar-benar sedang terancam nyawanya." Kata Yunho.
"Lalu bagaimana keadaan Jae hyung sekarang?" kata Changmin.
"Aku sudah menitipkannya pada Hanggeng. Karena jika dia bersamaku kemungkinan dia akan melihat sesuatu yang menyakitkan." Kata Yunho.
"Baiklah hyung. Berhati-hatilah. Dan ingat pesanku hyung, jangan main-main dengan mereka. Oh ya satu lagi, apapun yang terjadi jangan pernah putuskan alat komunikasi yang berhubungan denganku, arraseo hyung?" kata Changmin dengan nada mengancap di kata-kata terakhirnya.
"Ne Min arraseo!" kata Yunho lalu setelahnya tidak terdengar suara apa-apa dari sana.
0o0o0o0o0o0
"Hyung kau tidak apa-apa bukan?" kata Sungmin setelah tersadar dari shock mendadaknya.
"Aish! Pabbonya kau hyung! Bukankah kita semua menggunakan baju pengaman anti peluru. Jadi mana mungkin Leeteuk hyung tertembak." Kata Siwon yang sudah mulai berjalan lagi otaknya. #ih emg otaknya Siwon knp? Konslet gitu?
'Khukhukhu, ternyata mereka memang pabbo!' batin namja yang menembak Leeteuk tadi.
3
2
1
BRUGH!
"HYUNG!"
UHUK
"Hyung! Kau tidak apa-apa?" tanya Siwon.
Deg
Deg
DEG
"Agggghhhttt…..!"
"HYUNG!"
"Jebal hyung, apa yang sudah kau lakukan pada Leeteuk hyung?" tanya Yesung pada kedua namja yang sedari tadi nampak sangat menikmati pemandangan yang tersaji didepan mereka.
"Khukhukhu…Seharusnya kalian berdua berterimakasih pada hyung kalian itu, karena dia sudah merelakan dirinya tertembak dan menggantikan kalian." Kata namja yang menembak Leeteuk.
"Aku mohon hyung…tolong katakan padaku apa yang telah hyung lakukan pada Leeteuk hyung!" mohon Yesung.
"Ye…ye…yesung-ah…AAGGGHTTT!"
"HYUNG!" kata Sungmin, Siwon, dan Yesung berbarengan.
"Ah benar-benar drama yang mengharukan. Hyung apa aku harus menghabisi mereka secara langsung?" tanya namja yang memegang senjata pada namja yang sedari tadi hanya duduk diam dan melihat pemandangan apa yang ada dihadapannya.
"Hn cepat lakukan! Setelahnya ayo segera kembali!" kata namja itu sambil menatap bosan.
"Baiklah." Katanya sambil bersiap-siap dan mengarahkan senjatanya kearah Yesung.
DOR
"Tidak secepat itu!" tiba-tiba terdengar suara seseorang.
"Ck! Tak kusangka buruanku yang lolos malah kembali untuk menantang sang pemburu." Kata namja itu. "Yo lama tak bertemu Jung Yunho!" katanya lagi.
"Kalian cepat bawa Teukie hyung pergi dar-"
"Tidak semudah itu." Kata namja yang sedari tadi hanya duduk diam.
BANG! BANG! BANG!
Tiba-tiba semua pintu yang ada diruangan itu tertutupi oleh pitu besi tebal dengan pengamanan tinggi.
"Ck! Tak kusangka ternyata kalian telah menyabotase tempat ini." Kata Yunho.
"Lebih baik tutup mulutmu dan biarkan aku melanjutkan kegiatanku untuk membunuh mereka semua." Kata namja yang memebawa senjata.
"Aku tidak akan membiarkannya! Kalau bisa lawanlah aku dulu." Kata Yunho.
Pada akhirnya terjadi baku hantam peluru antara 'orang itu' dengan Yunho.
DOR!
"Aght!"
"Khukhukhu…nasibmu sama saja seperti Jung Soo. Kau tidak akan bertahan dengan peluru itu." Katanya.
"Ck! Tahu apa kau tentang aku?" kata Yunho sambil menyeringai.
TING
"Mwo? Ba-bagaimana bisa?" tanyanya.
"Kau tahu selain aku pandai dalam menembak. Aku juga ahli dalam pertahanan. Dan beruntunglah dengan bantuan namja cina itu aku bisa menciptakan baju besi terbaru dengan pertahanan sepuluh kali lebih besar dari pada baju besi yang digunakan Leeteuk hyung." Katanya dengan tampang meremehkan.
"Ck, ternyata ada orang seperti dirimu juga. Baiklah jika aku tidak bisa menembakmu, bagaiman jika hanya sebuah goresan saja? Racun ini sangat mematikan bila langsung disuntikan kedalam darah. Walaupun jika hanya tergores membutuhkan waktu yang lama, bagaimana bila kita buat bayak goresan?" tanyanya.
"Tidak akan aku biarkan itu terjadi!" desis Yunho.
0o0o0o0o0o0
Leeteuk POV
Hahhah…hha…hhah…sesak…
Aku tidak bisa merasakan sesuatu…
Badanku mulai terasa melemah…
Pandanganku mulai kabur…
Detak Jantungku sudah tidak bisa kudengar lagi…
Apakah semuanya akan berakhir disini…
Apakah perjuanganku telah selesai…
Eomma…
Henry…
Min Jun Hyung…
Yunho…
Jaejoong…
Mianhae…
Sepertinya aku tidak bisa lebih dari ini…
Aku harap hanya aku yang pergi…
Berjuanglah kalian semua…
Gomawo untuk segalanya…
Dan…
Selamat Tinggal…
Leeteuk POV End.
0L0L0L0L0L0L0
Saat ini Min Jun, Eunhyuk, dan juga Ryeowook telah berada didalam sebuah Helikopter yang akan membawa mereka kea tap gedung Interpol.
'Semoga aku belum terlambat. Hyung aku mohon jangan lakukan sesuatu padanya…' batin Min Jun.
"Zhoumi bisa kau percepat. Aku merasakan sesuatu yang benar-benar buruk telah terjadi." Katanya pada Zhoumi.
"Baik tuan muda. Lima menit lagi kita sampai."
"Hyung, sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya Ryeowook pada Eunhyuk.
"Hyung juga tidak tahu Wookie. Tapi yang pasti perasaan hyung saat ini benar-benar tidak menentu. Hyung juga sangat gelisah." Jawab Eunhyuk.
"Semoga semuanya baik-baik saja ya hyung." Kata Ryeowook.
"Semoga saja.." balas Eunhyuk lirih.
0L0L0L0L0L0L0
DOR
DOR
'Ck, susah sekali mengenainya. Ternyata biar tubuhnya kecil ternyata dia juga cepat.' Batin Yunho.
"Ada apa hmm? Apa kau sudah menyerah?" tanyanya.
"Hyung! Leeteuk hyung! Bertahanlah hyung! Ku mohon jangan tutup matamu hyung…" terdengar suara Yesung, Sungmin, dan Siwon yang saling bersahutan.
"Ada apa hmm? Kau khawatir padanya? Ck, sudahlah lebih baik kau perhatikan lawanmu saja atau kau akan berakhir sama sepertinya." Kata 'orang itu'
'Hyung bertahanlah sedikit lagi…Aku yakin Min Jun hyung sedang menuju kesini untuk menghadapi orang itu…' batin Yunho. 'Min Jun hyung….cepatlah!'
DOR
DOR
Hhahh…hahhah….
Sepertinya sulit untuk melihat siapa yang akan jadi pemenang dalam duel ini. Mari kita lihat apa yang terjadi.
Yunho nampaknya sudah mulai kelelahan sama dengan orang yang berada dihadapannya. Muka mereka berdua nampaknya sudah tidak terbentuk lagi. Ya ternyata selain adu tembak mereka juga menggunakan pukulan-pukulan untuk menjatuhkan lawan. Dan keadaan pun seri. 'Orang itu' tidak bisa menembak Yunho dengan peluru racunnya karena Yunho menggunakan pakaian besi. Dia juga tidak bisa menggoreskan pelurunya pada Yunho karena Yunho berhasil menghindar dengan baik. Sementara 'orang itu' sendiri juga sama. Yunho tidak bisa menembakan pelurunya pada dia karena gerakannya sangat cepat dan sulit untuk menebak gerakannya. Ditambah dalam adu pukulan mereka saling mengenai satu sama lainnya.
Sepertinya akan menjadi pertaruangan yang panjang…
"Hey ayo cepat kau selesaikan ini dan kita kembali. Kau tahu aku mulai bosan dan mengantuk."
Sepertinya kita salah.
"Ck, apa hyung tidak lihat aku sedang melawan anak musang ini?"
"Kalau hyung mau kenapa tidak hyung selesaikan saja semuanya sendiri lalu setelahnya kita pulang."
"Ck, ternyata kau berani juga menyuruhku heh? Tapi oke daripada kita disini terlalu lama. Labih baik kau cepat selesaikan urusamu denganya atau aku tinggal."
"Heh baiklah hyung."
TAP
TAP
TAP
"Ck, menghabisi tikus-tikus seperti ini saja tidak bisa."
"Baiklah siapa yang ingin memulai duluan? Oh bagaimana denganmu Jeremy? Kau mau kubunuh lebih dulu?"
"Ti-tidak akan ku biarkan! Hyung aku sangat menghormatimu. Tapi maaf jika aku harus melawanmu. Tapi aku mohon lepaskan Leeteuk hyung."
"Ck, itu bukan urusanku. Lagi pula orang itu juga tidak akan bertahan. Kau tahu ditubuhnya ada peluru dengan racun yang sama namun tingkat keganasannya masih kecil bersemayam didalam tubuhnya. Apa lagi efek racun itu masih ada dan mempengaruhi kesehatannya terutama jantunhnya. Ditambah sekarang dia terkenya racun yang sama dengan tingkat keganasan sepuluh kali lipat dari racun sebelumnya. Jadi wajar saja hanya dalam beberapa detik dia akan ambruk. Orang yang terkena racun ini akan meninggal dalam waktu lima belas menit. Namun dengan keadaanya yang sudah kritis mungkin waktu yang tersisa hanya delapan menit saja." Jelas namja itu dengan tampang bosan.
"MWO? Leeteuk hyung! Bertahanlah hyung!" teriak Sungmin.
"Hyung lebih baik aku hubungi Changmin atau Kyuhyun untuk memanggil bala bantuan." Kata Siwon.
"Percuma. Ruangan ini sudah dipasang beberapa alat yang berfungsi untuk memutuskan sambungan komunikasi macam apapun. Jadi kalian tidak akan bisa memanggil bantuan."
"Jadi Jeremy inilah akhir sari semuanya? Aku sangat menyesal karena tidak membunuhmu lebih dulu waktu itu."
"Baiklah kita akhiri saja. Selamat Tinggal semua!"
DOR! DOR! DOR!
TRANG
TO BE CONTINUED
Maaf semua aku baru update udah gitu pendek lagi. Gomen ne? Habis aku lagi banyak tugas plus ulangan nih. Ditambah aku lagi males ngetik dan juga lagi pengen baca fic. Aku juga lagi nyari anime yang seru nih buat jadi referesing plus referesi cerita. Tapi malah gak ada yang action. Mungkin nonton film aja kali ya? Eh iya mau nonton Insidious 2 gak? Angel sih diajak temen ke LaPizz hari Sabtu apa Minggu gitu. Klo mau kita ketemu aja trus nonton bareng. Hehehe kan readers yang penasaran bisa tanya langsung sama Angel.
Oh iya Angel juga gak bisa bales review tapi yang pasti Angel selalu senang dan suka ketawa sendiri klo baca review kalian.
Gomawo ne!
Sampai Jumpa chap depan! :p
Akan Angel usahakan untuk update cepat plus banyak!
