Mian Ms Typo ada dimana2. Dan maaf klo bahasa Ingrisnya ngaco. Maklum Angel gak bisa bahasa Ingris.

Selamat Membaca semua!


Title : Ειδική Ικανότητα [Eidikí Ikanótita]

Genre : Sci-fi, Adventure, Friendship, Mystery

Length : Chapeterd

Point of View : Author

Disclaimer : All Canon in my fic are belong to themeselves (not my mine).

Inspirational Thing : My Favorite Story "The Price Must Be Mine" but the story is totally different!

Cerita ini murni karya Author! Tidak ada sangkut pautnya dengan cerita lain! Jika ada yang bilang cerita ini sama dengan cerita lain mungkin hanya beberapa Ide yang author ambil dari cerita tersebut! Tetapi secara keseluruhan cerita ini MURNI karya pertama Author!

Jika ada yang tidak suka silahkan Close cerita ini!

Terima Kasih!


ειδικές ικανότητες

Angel Muaffi©2012

Totally Reserved


Chapter 12

"Jadi Jeremy inilah akhir dari semuanya? Aku sangat menyesal karena tidak membunuhmu lebih dulu waktu itu."

"Baiklah kita akhiri saja. Selamat Tinggal semua!"

DOR! DOR! DOR!

TRANG

"Tidak semudah itu hyung!"

TING TING TING

Untunglah saat ketiga peluru itu ditembakan Min Jun dengan cekatan langsung menembakan tiga buah peluru yang sama kearah orang itu sehingga peluru-peluru tersebut saling berbenturan dan jatuh kelantai. #Hoi Angel Min Jun datengnya dari mane? *Hehehe maaf belum aku ceritakan ya? Oke kita flashback aja.

Flashback

"Tuan muda kita sudah sampai di atas atap gedung Interpol." Kata Zhoumi.

"Lalu apa yang ingin kau lakukan selanjutnya hyung?" tanya Eunhyuk.

"Tentu saja aku akan menghancurkan semua besi-besi itu dengan alat ini!" katanya bersemangat dengan mengambil sebuah alat besar seperti bor.

'Ternyata Min Jun hyung sangat menyeramkan.' Batin Eunhyuk.

Dan akhirnya mereka beriga masuk melalui atap gedung dengan cara membornya. Hahh dasar Min Jun selalu saja seenaknya.

Flashback End.

0o0o0o0o0o0

"Ah ternyata kau. Sudah lama tidak bertemu ternyata kau sudah besar ya, dongsaengku." Kata namja itu.

"Hhah…kau juga hyung. Aku tidak menyangka kau akan jadi pembunuh bayaran seperti ini. Apa laki-laki tua itu yang sudah mengubahmu hyung? Hey Seung Hyun apa kau tidak rindu pada dongsaengmu yang satu ini, hmm?" kata Min Jun sambil menyeringai.

"Ck, aku tidak akan merindukan bocah menyebalkan sepertimu." Kata namja yang dipanggil Seung Hyun itu.

"Wookie, kalau kau sudah selesai dengan alat bor itu cepat bawa Jung Soo pergi dari sini dengan helicopter. Masalah kedua namja ini biar aku dan beruang ini yang mengurusnya. Kalan juga Yesung, Sungmin, Siwon, bantu Ryeowook mengangkat Jung Soo. Hyuk lihat apa yang terjadi di bagian luar gedung. Kabari juga Changmin dan yang lainnya." Kata Min Jun beralih melihat Leeteuk.

"Jadi kau sangat menyayanginya eoh?" kata Seung Hyun.

"Kau tentu tau itu hyung. Aku yang paling menyayanginya, bukankah kau juga hmm?" kata Min Jun sambil melirik Seung Hyun.

"Hn!""

"Hyung jangan-jangan kau-""

"Cukup Jun! Aku mau kau menyerah dan pergi jauh dari Korea. Jangan berurusan dengan tua bangka itu juga Taecyeon. Bawa anak itu bersamamu juga. Atau aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri." Kata Seung Hyun sambil berbalik pergi. "Jiyoung kita pergi!"

"Hhhah…hhah…Yak Hyung! Aku belum menyelesaikan duel ku dengan anak musang itu!"

"Ck, lain kali saja! Ayo pulang dan tidur."

"Hahh…baiklah. Ja anak musang!" kata Jiyoung. "Oh hay Jun lama tidak bertemu." Sapa Jiyoung saat melihat Min Jun.

"Hay Young, aku mohon jaga hyung baik-baik." Bisik Min Jun.

Seketika wajah Jiyoung menjadi serius. Kemudian ia menganggukan kepalanya lalu mereka berdua pun berlalu pergi.

"Kau baik-baik saja hyung?" tanya Yunho.

"Ya, aku tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya." Kata Min Jun lalu ia pun tersenyum dengan lembut. Senyuman yang benar-benar tulus datang dari dalam hatinya.

"Baiklah ayo kita kembali, aku khawatir dengan keadaan Jung Soo." Lanjutnya.

"Bagaimana dengan senjata rahasia yang ingin mereka curi hyung?" tanya Yunho.

"Aaa…jadi kau percaya apa yang dikatakan Jung Soo ternyata?"

"Maksudmu hyung?"

"Anak itu sudah tahu bila Seung Hyun akan datang, makanya ia menyiapkan semua ini dengan baik bahkan sampai membahayakan nyawanya. Yah walaupun informasi tentang senjata yang akan dicuri Taecyeon itu ada benarnya, namun Hanggeng dan Heechul telah mengatasinya. Mereka menggagalkan anak buah Taecyeon yang ingin mengambilnya." Jelas Min Jun.

"Hhahh…dia memang tidak berubah." Lanjut Yunho.

"Ya bagaimana lagi. Dia selalu seperti itu." Kata Min Jun.

"Sekarang yang aku khawatirkan, apakah dia masih bisa bertahan dengan racun sebanyak itu didalam tubuhnya?"

"Kau tahu, jika saja peluru yang beberapa tahun lalu menembaknya diambil kemungkinan dia tidak selamat. Ditambah lagi dengan racun yang ditembakan Jiyoung tadi."

"Jadi secara tidak sadar kelemahan racun itu adalah.."

"Kau benar, kelemahannya adalah kandungan besi dan metal yang berada di peluru tersebut."

"Berarti kita masih punya harapan untuk membuat penawar racun itu?"

"Ani itu tidak mungkin!"

"Mwo? Maksud hyung apa?"

"…."

"Hyu-"

"Lebih baik kita kembali dan lihat apa semua baik-baik saja." Kata Min Jun sambil berbalik. "Untuk beberapa hari kedepan mungkin aku akan pergi untuk mengurus sesuatu. Aku mau kau menjaga mereka. Trutama anak itu, oh lau juga harus menenangkan Jaejoong. Dia pasti sedang histeris sekarang. Aku percayakan semuanya padamu, Yun."

"Kenapa kau selalu membuat orang yang menyayangimu menjadi repot begini hyung?" gumam Yunho sambil memandangi langit sore dari lubang yang dibuat Min Jun.

'Aku mohon jangan tinggalkan kami hyung'

0o0o0o0o0o0

Walaupun misi telah selesai namun ketegangan yang mereka rasakan sekarang belum berakhir.

Mengapa demikian? Ya bisa kalian lihat dari kejadiab sebelumnya dimana 'Angel' tercinta kita baru saja tertembak. Mereka semua yang sedang berdiri menunggu di depan pintu operasi pasti mengharapkan hal yang sama. 'Semoga saja operasinya berjalan dengan lancar dan Teukie hyung baik-baik saja.' Namun sepertinya tuhan berkata lain. Operasi memang berjalan lancar namun tidak dengan kondisi tubuhnya. Konsdisi kesehatan tubuhnya benar-benar menurun secara drastis. Bisa dikatakan jika selamat dari bahaya racun itu saja adalah hal yang luar biasa. Jadi para dokter juga tidak akan terkejut dengan kondisi Leeteuk sekarang. Bukannya mereka tidak berusaha. Mereka telah berusaha untuk mengeluarkan peluru tersebut dan berhasil, walau peluru yang satunya tidak dapat di keluarkan. Dan mereka juga sudah menyuntikan obat yang dibuat Min Jun serta obat penghilang rasa sakit. Namun memang rasanya tuhan belum memberikan mereka sebuah jalan. Ya sekarang dapat kita lihat 'Angel' kita tercinta sedang terbarung KOMA disebuah tempat tidur rumah sakit. Miris sekali jika kita melihatnya.

Tubuh yang dulunya berisi kini semakin-lama akan semakin kurus, rambutnya yang kecoklatan menjadi pucat, kulitnya yang putih kecoklatan juga semakin-lama semakin pucat, bibir yang selalu menorehkan senyum 'Angelic' itu kini nampak pucat, dan dirinya yang nampak selalu bersemangat dan tersenyum hanyahanya bisa terbaring lemah tanpa sadar dan seolah-olah akan pergi meninggalkan kita jikalau kita mencabut salah satu alat yang kini telah berguna sebagai penopang hidupnya.

Oh tuhan betapa tidak adilnya engkau yang telah menyakiti seorang manusia berhati malaukat ini. Mengapa kau tidak bisa membuatnya berada didalam sebuah suasana bahagia barang sebentar saja? Apa kau tidak melihat pengorbanan nya sejauh ini? Apa kau tidak bisa menilai ketulusannya selama ini? Mengapa Tuhan? Mengapa?

Henry POV

Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Melihat dirinya terbaring lemah seperti ini... Benar-benar membuatku merasa tidak berguna. Apa yang bisa kulakukan untuk melindunginya? Apa? Tidak ada... Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Sebagai dongsaeng aku telah gagal untuk menjaga hyung nya.

Hyung...maafkan aku yang tidak bisa menjagamu. Maafkan aku yang selama ini hanya bisa merepotkanmu saja. Eomma...maafkan Henry yang tak bisa menjaga Teukie hyung. Appa ku mohon jangan bawa hyung bersamamu, aku masih ingin bersamanya. Bersama-sama meraih kebahagiaan. Menemui eomma bersama. Melakukan hal-hal menyenangkan layaknya hyung dan dongsaeng. Bertengkar lalu berbaikan kembali. Pergi bersama-sama ketaman bermain. Hyung...aku mohon jangan tinggalkan aku lagi. Appa tolong bantu hyung untuk sembuh.

Henry POV End.

00000000000000000000000000000000000000000000000000 0000000000000000000000000000

"Hiks...hiks...hiks...hiks...hyung...jang-an...tin ggalkan...a-ku..." isakan tangis itu keluar dari namja manis berpipi chumbi yang sedang duduk didepan ruang rawat. Sementara yang lainnya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka ingin menenangkan sang namja namun hati dan fikiran mereka juga sama terguncangnya dengan namja tersebut. Tapi tampak salah seorang dari mereka yang sedang menahan tangis dan menghampiri namja tersebut. Namja cantik itu adalah Kim Heechul.

"Sstt...uljima Henry-ah, Teukie hyung pasti baik-baik saja. Kita disini semuanya akan selalu berdoa untuk keselamatannya. Kau disini juga tidak sendirian, masih ada hyung, dan hyung-hyung yang lain. Kau harus kuat ne, Teukie hyung pasti sedih melihat dongsaeng manisnya menangis." kata Heechul sambil memeluk Henry erat. Nampak juga air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya jatuh juga membasahi pipi.

Nampak sepertinya Henry tidak bisa menjawab kata-kata Heechul, ia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Sepertinya ia masih shock berat.

"Bagaimana operasinya?" nampak seorang namja bermata musang menghampiri mereka.

"Hhahh...operasinya berjalan lancar. Pelurunya juga sudah dikeluarkan karena tidak mengenai organ vital, namun peluru yang dulu masih belum bisa dikeluarkan oleh para dokter. Tapi masalahnya bukan itu, masalahnya sekarang adalah racun yang ada pada peluru tersebut telah masuk seluruhnya kedalam tubuh Teukie hyung sehingga menyebabkan dia koma..." Jelas Yoochun.

"Hyung bagaimana dengan Jae hyung?" tanya Junsu.

"Dia tidak apa-apa, seperti yang kalian tahu jika Jaejoong sudah mempunyai firasat terhadap sesuatu dia pasti akan terua memikirkannya sehingga tubuhnya tidak kuat untuk menahan semua itu." jelas Yunho.

"Apa tidak apa-apa meninggalkan Jaejoong sendiri?" tanya Heechul.

"Tidak apa, lagi pula Changmin, Kyuhyun, dan juga Ryeowook ada disana." lanjut Yunho.

"Hyung sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Eunhyuk entah pada siapa.

"Hhahh...sebenarnya aku juga bingung harus mulai dari mana. Tapi yang pasti ini adalah masalah besar keluarga kerajaan." kata Yunho.

"Maksud hyung?"

"Begini, orang yang menembak Leeteuk hyung tadi adalah Jinyoung. Mereka bertiga, Min Jung hyung, Jinyoung, dan namja satu lagi Seung Hyun adalah sahabat. Seung Hyun sendiri adalah hyung dari Min Jun hyung dan Taecyeon. Bisa dibilang dia adalah putra mahkota sebelum Leeteuk hyung." jelas Yunho.

"Ja-jadi? Namja yang tadi berdiri disana itu adalah hyung nya Min Jun hyung?" tanya Siwon.

"Ta-tapi secara tidak langsung bukannya dia adalah hyung nya Teukie hyung juga? Lalu kenapa dia tega menembak Teukie hyung, dongsaengnya sendiri?" tanya Donghae.

"Dia melakukannya karna sebuah alasan." kata seseorang tiba-tiba.

"Changmin-ah!"

"Maksud mu apa Min?" tanya Junsu.

"Entahlah hyung? Aku sebenarnya hanya disuruh Jae hyung untuk mengatakan itu. Jae hyung bilang jika namja itu punya alasan mengapa ia berbuat seperti itu pada Leeteuk hyung. Walaupun pada awalnya aku menolak dengan keras pendapat Jae hyung. Namun aku sadar bila kata-katanya ada benarnya juga. Dan lagi sebaiknya kita tidak usah ikut campur urusan mereka. Karena sesungguhnya hanya mereka berdualah yang dapat menyelesaikannya. Ya hanya namja itu dan Min Jun hyung. Dan lagi masalah tersebut adalah masalah keluarga kerajaan, sudah sepantasnya kita yang orang luar ini janganlah ikut campur." Kata Changmin sambil berjalan santai dan mendudukan dirinya disebelah Kyuhyun.

Semua yang ada disana sepertinya terperangah mendengar kata-kata yang Changmin katakan barusan.

"Hei Food Monster, apakah sewaktu di ruang rawat Jaejoong hyung kau terbentur sesuatu?" tanya Kyuhyun.

"Maksudmu apa Kyu?"" tanya Changmin.

"Aku hanya tidak percaya bahwa kau itu adalah Shim Changmin yang aku kenal."

"Mwo? Yak! Jadi maksudmu aku ini orang yang sedang menyamar begitu?" teriak Changmin emosi.

"Mungkin~" kata Kyuhyun santai.

"Ka-"

"Sudahlah Min, yang dikatakan Kyuhyun itu benar. Aku tidak menyangka bahwa kau bisa mengatakan kata-kata yang sebagus itu." Kata Junsu.

"Sudahlah terserah kalian saja!" kata Changmin dalam mode 'ngambeknya'? itu.

"Oh iya Yunho hyung, tadi Ajushi meneleponku dia bertanya apakah kau bisa membantunya memecahkan sebuah kasus." Kata Yoochun.

"Ajushi? Telepon? Kasus?"

"Hei, hei, kenapa wajah kalian seperti itu? Bukankah ini wajar saja? Yunho hyung kan seorang detective terkenal." Kata Junsu.

'MWO?" teriak mereka bersamaan. Kecuali untuk kasus Henry yang sedang tidur (sepertinya ia lelah sehabis menangis dipelukannya Heechul), Kibum yang masih bisa mengontrol emosinya, Yesung yang hmm..sepertinya ia sudah tahu mengenai ini.

"Hahahaha lihat betapa lucunya raut wajah Hyungdeul semua hahahaha!" tawa Changmin dan Kyuhyun.

"Eh? Memangnya apa yang salah?" tanya Junsu polos.

"Aish Junsu-ie hyung mereka itu tidak tahu bahwa Zero sang detective misterius itu adalah Yunho hyung." kata Changmin setelah berhasil menghentikan tawanya.

"Ja-jadi Zero sang detective legendaris yang bisa memecahkan kasus dalam kurun waktu hanya sekejap mata itu adalah Yunho hyung?" tanya Eunhyuk.

"Hn!" kata Yunho singkat.

"Astaga! Teryata dunia ini memang sempit. Dan ternyata masih ada rahasia dibalik rahasia." Kata Donghae.

"Jadi hyung, kau ikut?" tanya Yoochun.

"Tidak! Aku akan disini menjaga Joongie dan Leeteuk hyung." Kata Yunho. "Oh ya Chun sekalian saja kau ajak mereka kesana.""Lanjutnya singkat sebelum membalikan badannya dan berjalan pergi.

"Hhah…baiklah. Jadi ada yang ingin ikut denganku?" tanya Yoochun.

"Aku dan Shindong akan kembali ke mansion untuk memdiskusikan sesuatu." Kata Hanggeng.

"Baiklah, bawa Heechul dan Henry bersamamu. Dan nanti Zhoumi yang akan mengantarmu." Kata Yoochun.

"Aku dan Kyu akan disini menjaga Leeteuk hyung." Kata Changmin dan di setujui oleh anggukan dari Kyuhyun.

"Aku akan menemani Changmin dan Kyu disini." Kata Sungmin menimpali.

"Baiklah kalau begitu." Kata Yoochun, ia bisa memahami bagaimana perasaan Changmin saat ini.

"Aku harus ke kantor untuk beberapa hari kedepan. Sepertinya bayak sekali berkas-berkas yang harus aku cek." Kata Siwon.

" Ah benar tentang itu, baiklah kau boleh pergi. Aku sarankan ajak Kangin bersamamu, sepertinya kau juga butuh pengawalan." Kata Yoochun.

"Hmm…boleh juga merasakan suasana kantor selama beberapa hari kedepan." Kata Kangin.

"Baiklah jadi kalian berempat memutuskan untuk ikut?" tanya Yoochun pada YeBumHaeHyuk.

"Hmm/Ya/Tentu/Tentu saja!" jawab mereka bersama.

"Baiklah kajja Su-ie kita pergi!" kata Yoochun.

"Hyung jangan lupa belikan aku makanan yang banyak ya hyung!" teriak Changmin.

"Yak Food Monster kami ini ingin ketempat yang terdapat mayat-mayat bukan ke restoran!" teriak Junsu.

"Aku gak peduli! Hyung harus belikan aku makanan!" kata Changmin sambil membuang wajahnya dan melipat tangannya didada.

"Arraseo Min nanti hyung yang belikan." kata Yoochun mengalah.

"Hati-hati ne!" teriak Sungmin sebelum mereka menghilang masuk kedalam lift.

000000000000

"Jadi apa yang kita lakukan disini?" tanya Eunhyuk.

"Tentu saja kita akan menyelidiki suatu kasus Hyuk." jelas Donghae percaya diri.

"Yoochun!" panggil seorang namja paruh baya.

"Ah, anyeong Ajushi. Maaf jika kami yang kemari." kata Yoochun.

"Hahaha sepertinya Yunho sedang sibuk ne?" kata Ajushi itu.

"Bukan sibuk ajushi, Yunho hyung hanya malas mengurusi kasus-kasus yang merepotkan seperti ini." jelas Junsu sedikit menyindir.

"Oh jadi kau mengatakan jika pekerjaan ajushi itu merepotkan? Hmm, Kim Junsu?" kata Ajushi itu sambil menatap Junsu tajam.

"Eh? Hahahaha mana mungkin ajushi. Sepertinya aku tidak berkata seperti itu. Ah ajushii mungkin salah dengar." kata Junsu dengan muka takut-takut.

"Sudahlah ajushi, jangan urusi lumba-lumba tidak jelas ini." kata Yoochun.

"Ah baiklah. Tapi ngomong-ngomong siapa mereka?"

"Ah kenalkan ajushi mereka ini Lee Donghae, Kim Joong Woon, Kim Kibum, dan Le Hyuk Jae." kata Yoochun menjelaskan.

"Ah jadi mereka yang akan membantu ajushi untuk menyelidiki kasus karna kalian akan pergi, benar bukan?"

"Hahaha ajushi, kami memang tidak bisa berbohong padamu ya!" kata Junsu.

"Baiklah kalau begitu ajushi, kami pergi." kata Yoochun sambil beralih menatap YeBumHaeHyuk. "Hyung aku pergi dulu, ada sesuatu yang harus aku urus dengan Junsu. Nanti kami akan menjemput kalian kembali saat makan siang." kata Yoochun.

"Ne hati-hati dijalan." kata Yesung.

Setelahnya Yoochun dan Junsu pun meninggalkan tempat tersebut.

00000

Pengumuman sebentar.

Ternyata pada 2 chapter yg lalu Angel lupa menuliskan kapan pada oppadeul kita menjalankan misi jadi disini akan di jelaskan secara singkat. Mohon jadi para oppadeul melakukan misi pada malam hari. sekitar jam 10 malam. Namun Taecyeon dan anak buahnya muncul sekitar jam 12 malam. Lalu terjadilah cek cok. Yang mengharuskan dibawanya Teukie oppa ke RS pada dini hari sekitar jam 4 pagi. Nah operasi Teukie oppa berjalan selama sekitar 4 jam. Sehingga YeBumHaeHyukYooSu sampai di lokasi kasus pembunuhan sekitar jam 9 pagi. Karena dari RS ke TKP butuh waktu 1 jam. Dan nanti YooSu akan menjemput YeBumHaeHyuk saat waktu makan siang.

Terimakasih perhatiannya dan maaf karena Angel baru jelasin kronologi waktunya sekarang.

00000

"Nah perkenalkan semuasemua ajushi ini adalah kepala kepolisian disini. Ajushi kali ini yang bertanggung jawab pada kasus kali ini. Apa dianyara kalian ada yang mengenal ajushi?" tanya ajushi itu.

"Jung Tae Woo, kepala kepolisian masa depan. Ia dijuluki demikian karena setiap kasus yang ditanganinya tidak pernah gagal. Memiliki anak buah yang bertalenta. Kakak dari Jung Yun Woon yang merupakan appa kandung Jung Yun Ho." jelas Kibum.

"Ah jadi Kibum-ah apa aku sangat seterkenal itu?" tanya Tae Woo.

"Sebenarnya tidak juga ajushi." kata Kibum terlalu jujur.

"Aaa-baiklah bagaimana kalau kita langsung melihat ke lokasi kejadian saja?" tanya Tae Woo mengalihkan topik.

"Hmm.." gumam Kibum.

"Ajushi jadi sebenarnya kasus kali ini berkaitan dengan hal apa?" tanya Eunhyuk.

"Jadi begini, telah ditemukan sesosok mayat yeoja di salah satu kamar hotel ini. Mayat itu ditemukan berada di dalam kamar mandi dengan keberadaan engsel pintu kamar mandi yang sudah rusak. Tidak ada saksi. Teman nya yang berada di sebelah kamar tersebut merasa heran karena sang korban sudah ditunggu-tunggu namun tidak kunjung keluar. Padahal mereka sudah berjanji akan mengelilingi Seoul pagi ini bersama keempat teman nya yang lain." kata Tae Woo menjelaskan.

"Apakah mereka semua merupakan touris ajushi?" tanya Yesung.

"Ah kau benar Joong Woon-ah empat orangdari mereka memang seorang touris. Kecuali untuk korban dan temannya yang tinggal tepat di sebelah kamarnya. Ah dan jangan lupakan atu orang namja lagi, sepertinya dia orang Korea tetapi dia tinggal di Amerika" kata Tae Woo.

"Apa pelakunya bukan temannya yang tinggal di sebelah kamarnya, ajushi?" tanya Eunhyuk.

"Ah untuk masalah itu lebih baik kita tanya pada para tersangka saja." kata Ajushi ketika berhenti di depan kamar 3067. Dan disana sudah berdiri lima orang. Empat diantaranya adalah touris. Dari keempat touris tersebut salah satunya terdapat seorang yeoja Jepang dan namja Jepang. Lalu sisanya merupakan namja berkebangsaan asing (mungkin eropa atau amerika-fikir Eunhyuk). Tapi diantara keduanya wajah namja yang satu lebih ke Korea daripada luar negeri. Lalu dari keempat orang tersebut terdapat yeoja korea yang sedari tadi tidak berhenti menangis (ah mungkin dia adalah teman sang korban-fikir Donghae)

"Baiklah satu-persatu dari kalian memperkenalkan diri pada mereka!" perintah Tae Woo.

"Hajimimashite watasiwa Kujou Tatsuya deska! Dan dia adalah Hajima Tourin!" kata namja Jepang itu.

"Good Morning, my name is Deffan Ezra McCould." Kata namja bule tersebut.

"Ah anyeong Lee Hyong Jun-imnida. Kebetulan saya adalah orang Korea, namun sudah lama saya menetap di Amerika untuk bersekolah." Kata namja itu.

"Ah Morning everyone, my name is Kim Kibum. You can call me Kibum. This is Kim Joong Woon, call him Yesung. This is Lee Donghae, call him Donghae. And this one is Lee Hyuk Jae, call him Eunhyuk." Kata Kibum dengan fasihnya.

Donghae dan Eunhyuk yang melihatnya hanya terbengong-bengong.

"Ah ternyata Kibum-shi sangat fasih berbahasa Inggris ne." kata Hyongjun.

"Hmm" hanya gumaman itu yang keluar dari Kibum.

"Ne, tolong ceritakan saat kejadian itu bagaimana, Hyonjun-shi." Pinta Eunhyuk.

"Ne, kami berempat memang sedang melakukan liburan disini. Kami tiba di Seoul sekitar tiga hari yang lalu. Dan setelahnya kami langsung cek in di hotel ini. Kami juga tidak melakukan kegiatan selama dua hari kedepan, karena masih terlalu melelahkan. Namun Hanseo mengajak kami untuk berkeliling kota Seoul besoknya. Namun ternyata Haerin malah bernasib seperti ini." Jelas Hyonjun.

"Tunggu, siapa Hanseo?" tanya Donghae.

"Lee Han Seo adalah yeoja yang sedang menangis itu Donghae hyung. Lalu Kim Hae Rin adalah sang korban." Jelas Kibum.

"Darimana kau tahu Kibum-ah?" tanya Eunhyuk.

"Ck, Eunhyuk hyung tentu saja dari catatan polisi yang sudah aku baca." Kata Kibum.

"Hah, sejak kapan kau membacanya?"

"Sudah-sudah kalian ini, Kibummie ceritakan apa yang sudah kau baca." Kata Yesung yang dijawab anggukan singkat dari Kibum.

"Kalian semua memang tidak meninggalkan hotel ini dari pertama kali cek in. Namun bukan berarti kalian tidak melakukan apapun bukan?" tanya Kibum.

"Ne itu memang benar, kami melakukan beberapa kegiatan. Dipagi hari kami sarapan bersama dilanjutkan bermain air bersama. Setelahnya kami akan makan siang bersama dan sisanya kami melakukan kegiatan masing-masing. Dan saat makan malam kami akan berkumpul kembali di restoran hotel, lalu kami mengobrol dan terkadang bermain kartu. Dan kembali kekamar sekitar jam 10 malam. Ah iya saat berenang dan bermain kartu Tourin tidak ikut bersama kami. Namun saat berenang dia akan selalu duduk di pinggir kolam sambil sesekali bercanda dengan Tatsuya dan Deffan." Jelas Honjun.

"Apakah setelah makan siang kalian tidak saling bertemu?" tanya Kibum.

"Tatsuya dan Deffan sering bersama, sementara Tourin selalu bersama dengan Hanseo dan Haerin Sedangkan aku selalu dikamar, mengerjakan tugas kuliahku yang belum selesai. Namun terkadang aku juga berkumpul dengan Tatsuya dan Deffan." Jelas Hyonjun.

"Hmm…lalu apa setelah jam 10 malam kalian pernah bertemu dengan sang korban?" tanya Donghae.

"What the three of you ever cross paths with the victim after ten o'clock at night, two days ago?" tanya Kibum.

"I and Tatsuya always together and after all play cards, we are still in the restaurant. And last night Hanseo with us, because he could not sleep. Then after that we had a chat." Kata Deffan.

"Deffan Wait, is not that time Haerin also to the restaurant?" kata Tatsuya.

"Ah yes, is not that time he said if she thirsty?" kata Deffan.

"Apa benar begitu Hanseo-shi?" tanya Eunhyuk.

"Ah benar saat itu Haerin bilang jika ia lapar sekali dan setelah makan malam ia kembali ke kamarnya. Namun satu setengah jam kemudia ia kembali kemari." Jelas Hanseo.

"Deffan, whether Hyojun last night did not play cards with you guys?" tanya Kibum.

"Ah yes he didn't" kata Deffan.

"Itu karena aku harus mengerjakan skripsiku yang baru selesai setengah." Kata Hyonjun cepat setelah Kibum melirik kearahnya.

"Lalu bagaimana dengan Tourin? Dia tidak ikut berenang dan juga bermain kartu, dia juga orang yang sangat dekat dengan sang korban. Apakah tidak mungkin jika dia adalah-" kata Eunhyuk.

"Tourin bukanlah pembunuhnya." Kata Kibum.

"Kenapa kau bisa sangat yakin Kibummie?" tanya Yesung dengan senyum penuh arti.

"Hyung pasti sudah tahu bukan?" tanya Kibum yang hanya dijawab Yesung dengan mengangkat bahunya.

"Hajima Tourin tidak mungkin dapat mebunuh karena dia fobia terhadap darah. Dan Tourin-san juga tidak bisa kelelahan karena ia mempunyai penyakit paru-paru, dan arena itu Tatsuya sebagai saudaranya tidak membolehkan Tourin untuk berenang dan bermain kartu karena dapat membuatnya kelelahan dan setelah itu penyakitnya akan kambuh." Kata Kibum.

"Berarti disini yang tidak mempunyai alibi hanya Hyonjun." Kata Donghae.

"Mwo? Bukankah sudah jelas jika tadi aku mengatakan kalau aku tidak ada kaitannya dengan hal ini? Aku juga tidak terlalu dekat dengannya." Kata Hyonjun.

"Memang alasanmu sangat masuk akal, ditambah lagi para penyelidik juga menemukan semua barang-barang yang mendukung semua alasanmu itu." Kata Eunhyuk. "Ajushi bisa kau tunjukan lagi photo-photo tadi?" lanjut Eunhyuk.

Disana terdapat photo korban yang tertusuk sebuah pisau makan kecil. Lalu engsel pintu kamar mandi yang rusak. Dan sebuah kode yang ditulis Haerin. Kodenya adalah 1107637.

"1107637? Apa artinya?" tanya Eunhyuk.

"Sebelumnya aku ingin bertanya pada Hanseo-shi." Kata Yesung. "Apakah sebelumnya selain di restorant kau tidak bertemu dengan Haerin?" tanya Yesung.

"Eum sebenarnya malam pertama saat kami menginap disini Haerin mendatangi kamarku. Lalu ia berkata jika ia merasa tidak nyaman di kamarnya. Dan karena aku kasihan melihatnya, akhirnya aku memutuskan untuk menukar kamarku dengan kamarnya." Jelas Hanseo.

"Jadi kamar 3067 itu sebenarnya adalah kamar Hanseo." Gumam Donghae.

"Ajushi bisa kami periksa ruang kejadiannya?" tanya Kibum.

"Arra, arra, aku tahu kalau kalian ini masih pemula tidak sepertinya yang hanya mendengar kesaksian dari para tersangka dia akan langsung menebak pelakunya." Jelas Tae Woo pasrah.

Akhirnya mereka masuk kedalam kamar itu. Kamarnya nampak sangat berantakan. Mereka semua memeriksa setiap incinya dengan seksama.

"Ajushi bisakah aku meminta sepasang sarung tangan dan sebuah pensil." Pinta Yesung.

"Untuk apa alat-alat itu Yesung-ah?" tanya Tae Woo namun Yesung hanya diam saja.

Selanjutnya Yesung duduk di sebuah meja belajar. Diatasnya ada sebuah journal kecil. Ia lalu memakai sarung tangan tersebut, kemudian menggoreskan pensil tersebut keatas journal itu.

"Yak hyung apa yang kau lakukan?" teriak Eunhyuk.

"Diamlah monkey, lihat saja apa yang akan hyung dapatkan dengan ini." Kata Yesung.

"Hah…sudah kuduga." Gumam Yesung. "Ajushi coba lihat ini!" kata Yesung.

Ternyata didalam journal kosong itu terisi sebuah pesan, walaupun sudah dihapus namun setelah Yesung mewarnai seluruh kertas itu dengan pensil pesan tersebut dapat terlihat. (maksudnya diarsir gitu)

Aku ingin berbicara empat mata denganmu mengenai sesuatu,

Datanglah ke kamarku,

Pastikan kau memeriksa no kamar di pintu agar kau tidak salah masuk kamar.

"Baiklah jadi sekarang kita tahu, jika Haerin-shi lah yang berniat membunuh disini. Terbukti dengan dialah satu-satunya orang yang mengambil senjata pembunuh yang berupa pisau makan." Kata Yesung.

"Jadi pada malam itu Haerin ke restorant untuk mengambil pisau itu begitu Yesung-shi?" tanya Hanseo.

"Ani, dia tidak ke restorant, tapi dia ingin memberikan catatan tersebut pada sang pelaku pembunuhan. Tapi karena dia sedikit haus jadinya dia ke restorant dan bertemu kalian. Lalu kembali ke kamar. Dan setelah pelaku mendapatkan pesan ia langsung kembali ke kamar." Jelas Yesung.

"Ne, dia ingin membunuh pelaku dan menjadikanmu sebagai tersangka. Namun nampaknya dia tidak berhasil. Dan disaat korban terhimpit, ia teringat denganmu Hanseo-shi. Ia merasa bersalah karena telah membohongimu dan berniat menjebakmu. Dia juga sudah tahu bahwa pasti kau lah yang akan dicurigai oleh kepolisian. Akhirnya ia membuat sebuah pesan kematian yang mengarah pada nama pelaku pembunuhan." Jelas Kibum.

"Ja-jadi pelaku sebenarnya siapa Kibum-ah?" tanya Eunhyuk.

"Pelaku sebenarnya adalah-. Hyonjun kau adalah pelakunya!" teriak Kibum.

"Mwo? Aku? Tidak! Aku tidak melakukannya!" kata Hyonjun membantah.

"Jika Hanseo pelakunya ia pasti tahu jika pintu kamar mandi dikamarnya tidak terpasang dengan baik, bahkan tidak bisa dikunci. Namun jika itu kalian, pasti kalian tidak akan tahu." Jelas Yesung. "Dan lagi tiga orang lainnya mempunyai alibi untuk tidak dijadikan tersangka. Tapi dirimu, alibimu sangat tidak cocok. Ditambah pesan kematian yang di tulis Haerin menunjukan namamu. 1107637 jika kau balik itu 180º maka akan menjadi LEGLON. Itu adalah namamu di Amerika Travis Leglon Lee." Kata Yesung.

"Dan lagi, jika kau sedang menulis skripsi kenapa di dalam kamarmu terdapat ala-alat perkakas huh?" kata Kibum

"Ah jadi alat itu yang dia gunakan untuk membobol pintu kamar mandinya hyung?" tanya Eunhyuk.

"Ne." kata Yesung singkat.

"Jadi Hyonjun-shi apa kau mau mengakui perbuatanmu?" tanya Kibum.

"A-aku…aku mengakuinya. Tapi! Dia, dia yang membuatku melakukan ini! Aku tidak tahu kenapa dia melakukan ini! Aku tidak salah! Dia yang mencoba membunuhku lebih dulu." Bela Hyonjun.

"Dia melakukannya karena dia diancam. Dia diancam oleh seseorang untuk membunuhmu, dan karena dia tidak ingin tertangkap akhirnya dia ingin membuat kalau seolah-olah Hanseo lah yang membunuh." Jelas Donghae.

"Wae? Waeyeo? Kenapa kau lakukan ini Haerin? Hiks…wae?" kata Hanseo menangis.

"Darimana kau tahu jika dia diancam Hae?" tanya Eunhyuk.

"Aku melihat sebuah kertas fax yang telah dirobek di tong sampah itu." Kata Donghae.

"Lalu apa kau tahu siapa yang mengancamnya?" tanya Eunhyuk.

"Entahlah, sebaiknya kita serahkan itu pada ajushi." Kata Donghae.

"Hahaha, ternyata kalian sangat pandai ne! Ah aku jadi makin kangen dengan Yunho." Kata Tae Woo. "Baiklah Jun Gun tangkap Hyeonjun dan bawa dia ke markas!" perintah Tae Woo pada anak buahnya.

"Well you all can come back, because this case has been completed. It has caught the perpetrator turned out Hyonjun. And for Hanseo I wish all of you stronger after this incident." Kata Tae Woo. Deffan, Tatsuya, dan Tourin yang mendengarnya langsung shock dan menenangkan Hanseo yang sedang menangis.

"Yang lain segera bereskan tempat ini, dan setelahnya kembali ke markas." Perintah Tae Woo.

"Siap Sir!"

"Saa kajja kita ke restoran untuk luch!" kata Tae Woo sambil mengajak mereka.

"Psst…Hae!" bisik Eunhyuk.

"Apa Hyuk?"

"Ada satu hal yang membuatku penasaran." Katanya.

"Mwo?"

"Kenapa Deffand an Tatsuya selalu bersama-sama." Tanya Eunhyuk.

"Itu mudah Hyuk."

"Huh? Maksudmu Hae?" tanya Eunhyuk dengan muka polosnya.

"Itu karena mereka berhubungan dekat." Jelas Donghae.

"Aku tetap tidak mengerti dengan jawabanmu itu Hae." Kata Eunhyuk.

"Sudahlah nanti kau juga akan mengerti." Kata Donghae. "Kajja kita pergi, mereka pasti sudah menunggu kita." Lanjut Donghae.

'Ck, pertanyaanmu sangat bodoh Hyuk! Tentu saja karena mereka pasangan kekasih. Memangnya kau tidak bisa lihat dari tatapan mereka hah? Kau memang Monkey yang polos Hyuk!' gumam Donghae.

"Kau berkata seseatu Hae?" tanya Eunhyuk bingung.

"Ani!"

Setelahnya mereka pun makan siang di restorant di dekat hotel dan mengobrol disana sampai Yoochun dan Junsu menjemput mereka.

0o0o0o0o0o0

Setelah ini pasti aka nada yg bertanya, kenapa mereka semua tidak menghawatirkan keadaan Leeteuk benar?

Jawabannya sederhana.

Dan jika kau menanyakan kepada mereka satu persatu, mereka semua pasti akan menjawab dengan kata-kata yang sama.

"Aku tidak khawatir, karena dengan begini Teukie hyung bisa istirahat dan dia tidak bisa membuat kami kerepotan lagi dengan kelakuannya yang sama sekali tidak bisa kami prediksi. Ditambah lagi jika dia melakukan hal berbahaya. Dia yang melakukan tapi kami yang selalu dibuat cemas olehnya!"

Nah terjawab sudah bukan!

Hehehe kalau gitu Angel mohon pamit ne!

Gomawo sudah membaca!

Ah iya kalau ada teman kalian yg menyukai ff genre action tolong promosikan ff Angel ini ne :D

Ah bagi readers tolong tinggalkan jejak. Angel suka ngenes sama readers yg gak ninggalin jejak. Dan maafkan Angel karena baru bisa update.

Mulai hari ini Angel harus belajar untuk UTS hari Senin besok.

Ah dan mian gak bisa bales review ne :)

Oke readers GOMAWOYO!

0o0o0o0o0o0

Omake

"Chun kita mau kemana sih?" tanya Junsu.

"Kita mau bertemu seseorang Su! Dia bisa membantu kita membuat penawar untuk Teukie hyung. Dia dan Wookie pasti mampu membuat penawarnya." Jelas Yoochun.

"Benarkah?" tanya Junsu.

"Ne! Ah itu dia!" kata Yoochun sambil menunjuk seorang namja tinggi dengan kacamata bertengger di wajahnya dan juga koper yang diseretnya.

"HYUNG!" seru Yoochun.

"Yo Yoochun-ah, lama tak jumpa." Kata namja itu.

"Lama tak jumpa Stefan hyung!" kata Yoochun. "Ah iya kenalkan hyung ini Junsu. Junsu ini Stefan Scorpio Salvatore, dia adalah seorang ilmuan."

"Anyeong Junsu-ah." Kata Stefan sambil melepas kacamatanya.

"Ah, anyeong Stefan-shi." Kata Junsu. "Psst, Chun dia bukan orang Korea?" tanya Junsu.

"Hahaha, tentu saja Stefan hyung ini orang Itali Su. Tapi dia sangat fasih berbahasa Korea. Dia memang banyak menguasai bahasa asing." Kata Yoochun.

"Lalu bagaimana caranya kalian bisa bertemu?"

"Ah begini ceritanya, sebenarnya waktu itu ada dokter lain yang menangani Teukie hyung. Dan dia adalah Stefan hyung. Sebenarnya dia adalah kenalan Yunho hyung. Yunho hyung juga mengirimkan sempel racun itu padanya untuk diteliti. Dan akhirnya setelah tiga tahun lamanya Stefan hyung berhasil membuat penawarnya." Jelas Yoochun.

"Benarkah hyung?" tanya Junsu.

"Hmm, sepertinya akan memberi efek sedikit." Katanya.

"Maksud hyung?" tanya Yoochun.

"Bukankah dtelepon tadi kau bilang dia terkena peluru serupa sampai membuatnya koma dalam beberapa detik? Aku rasa penawar yang kugunakan hanya memberi efek sedikit untuknya." Jelas Stefan.

"Apakah Teukie hyung tidak bisa diselamatkan?" lirih Junsu.

"Tenang saja semua pasti ada jalan keluarnya." Kata Yoochun. "Baiklah hyung, lebih baik kita ke mansion saja untuk menaruh barang-barangmu. Lalu setelahnya baru kita ke rumah sakit." Lanjut Yoochun.

0o0o0o0o0o0

Angel lupa untuk yg meminta masalalunya Kibum tunggu di chap depan Angel Janji!