Hai, this is my story, tapi karakternya bukan kepunyaan saya. Melainkan kepunyaannya Kishimoto-San
Warning : OOC super duper, Kata-kata yang mungkin sulit di cerna
SAKURA POV
Jam 7 Pagi
Aku, Hinata dan Tenten sudah bangun sejak jam 5. Kami bangun untuk mengikuti ibadah pagi. Setelah itu, kami membantu Ibu Tsunade untuk berbelanja. Jadilah kami pergi ke pasar sembari pergi ke ... INDOMARET
Indomaret sudah terasa seperti mall untuk kami saat ini. Sudah jarang sekali kami temui tempat ber-ac seperti ini karena di desa tidak ada yang memakai AC.
"Eh, beli kue yuk buat Ibu Tsunade" kata Hinata. Aku dan Tenten setuju. Kami pun melihat-lihat kue. Di sini, Indomaret-nya menjual kue tart. Padahal , di kota tidak ada Indomaret yang menjual kue tart. Paling juga kue es krim campina
"Ih, kok ada yang kadaluarsa sih?" kata Tenten. Aku melihat tanggalannya. Sudah 2 hari yang lalu . Tapi saat kami buka, tidak ada jamur di situ. Kue ajaib.
Kami memutuskan membeli snack kering untuk makan bersama. Berhubung hari ini hari jumat dan kami bisa menonton Idol di malam hari sembari memakan snack.
Setibanya kami, kami menaruh belanjaan dan membantu Ibu Tsunade masak. Hari ini, Ibu Tsunade memasak Indomie lagi. Sepertinya dia tahu bahwa kami sangat suka Indomie. Oh Indomie ! Makanan sejuta umat
Selesai makan sembari membantu Ibu Tsunade memotong sayur, kami mencuci baju dengan teknik yang kemarin. Bedanya, tidak ada celana jeans. Syukurlah
"Eh, siapa yang mau nimba sumur?" tanya Hinata
"Udah gini. 1 nimbah sumur, 1 meres , 1 ngucekin. Gimana?" tanyaku. Hinata dan Tenten setuju. Hinata menimba air, aku mengucek baju , dan Tenten memeras airnya supaya busanya keluar. Masih seperti kemarin, ada celana yang aku injak-injak sampai busanya keluar. Hadeh. Aku memang bukan calon ibu rumah tangga yang baik.
Selesai mencuci, kami bertiga mandi . Seperti biasa, aku mandi lebih awal. Lalu Tenten dan terakhir Hinata. Selesai mandi, kami berberes, berpakaian dan siap pergi. Aku melihat handphone-ku
Oh iya, ngomong-ngomong soal Handphone, sebenarnya aku tidak seharusnya memegang handphone-ku. Seharusnya handphone ini dipegang . Tapi, asal kalian tahu saja . Yang ku serahkan kepada adalah handphone ku yang rusak. Sedangkan handphone blackberry ku ... Ya ku pegang. Enak saja aku menyerahkan handphone bagusku untuk guru. Aku tidak mau. Hinata juga berbuat hal yang sama. Sayang, Tenten memilih menyerahkan karena takut ketahuan Mr. Kakashi. Sebagai yang pernah SMA, kita juga harus mengalami fase bandel. Betul?
Lanjut. Aku melihat handphoneku. Sebentar lagi jam 12. Kami bertiga bersiap-siap sebelum akan menjemput para tetangga kami. Saat kita akan berangkat
"Loh, nggak makan dulu?" tanya Ibu Tsunade
"Nggak , Bu. Kan udah makan" kataku
"Kan baru Indomie, belom makan nasi" kata Ibu Tsunade.
"Nggak usah , Bu. Buru-buru. Permisi Bu!" kata Tenten lalu berjalan keluar. Aku dan Hinata hanya nyengir dengan tampang super idiot sambil bilang permisi. Huh, Dasar Tenten! Bilang saja dia memang tidak mau makan-makanan Ibu Tsunade kecuali Indomie
Jam 12 Siang
Hari ini akan di adakan baksos. Seperti biasa, kelompok di bagi menjadi 2. Kelompokku akan berjaga di gereja dan membuka pengobatan gratis, sementara kelompok 1 akan pergi ke ... tempat pembuatan makanan babi. Dan sialnya, 1 jam setelahnya, kami akan bergantian. Kelompokku yang pergi ke tempat pembuatan makanan babi, kelompok 1 akan berjaga.
Aku bertugas untuk menuntun pasien masuk untuk cek kesehatan. Disana ada Deidara
"Sakura, ngapain berdiri di situ?" tanya Deidara yang melihatku berdiri di dekat ruang tunggu.
"Mau menunggu giliran pasien" kataku. Ino datang untungnya. Syukurlah
"Ngomong-ngomong, ngapain pake topi lagi? Tuh kan, sok K-pop. Sok keren" ejek Deidara. Suka-suka saja deh.
"Sakura, aku ngapain nih?" tanya Ino
"Bantuin aku aja yuk daripada bingung. Nanti nuntunin pasien ke tempat cek kesehatan" kataku. Semestinya aku berjaga mencatat tensi darah, tapi aku memilih bertukar tempat dengan orang lain lantaran aku ingin pekerjaan yang ada break-nya sedikit. Ya, jika pasien belum datang atau belum gilirannya kan, aku masih bisa bersantai sembari menunggu
"Gimana sama Naruto?" tanya Ino tiba-tiba. Aduh , ngapain sih Ino nanyain Naruto
"Nggak kenapa-kenapa kok. Kenapa emangnya?" kataku
"Boong aje" aduh si Ino tau aja aku boong.
"Ngapain aku mikirin orang yang udah punya pacar?" kataku
"Emang siapa yang bilang kamu mikirin dia?" checkmate. Ino benar. Ah! Naruto RESE!
"Sudahlah. Ada Ibu yang mesti di tuntun" kataku.
Setelah selesai di bakti sosial, kelompokku mendapat giliran ke pembuatan pakan babi. Disana kami di haruskan memakai masker. Dan benar, baunya sangat semerbak. Untung aku tidak berniat memelihara babi dan kawan-kawan. Ew
Jam 5 sore
Seluruh kelompok berkumpul . Aku melihat-lihat sekitar. Naruto, bayangan itu. Maaf, bukan bayangan. Tapi sungguhan. Dia sedang tertawa dengan teman-temannya. Aduh, kenapa aku jadi senyum senyum sendiri coba? Disebelahnya sedang ada Sasuke yang sedang ...
What ? Sasuke? Ngapain dia tiba-tiba memfotoku ? Dasar kurang kerjaan.
"Sakura, ajak Naruto pulang yuk" kata Tayuya.
"Kenapa harus aku?" tanyaku
"Iya, yang lain udah di depan gereja. Aku lagi nyari Kimimaro bentar" kata Tayuya yang kemudian meninggalkanku. Akhirnya aku menghampiri Naruto deh
"Naruto, mau pulang gak?" tanyaku ketus.
"Kamu mengajakku pulang bersama berduaan?" kata Naruto sambil mengedip-ngedipkan matanya. Oke itu jijik
"Cie Sakura ngajakin aku pulang bareng" NARUTO! SEKALI KAU BICARA PAKE CIECIE, AKU BERJANJI AKAN MEMUKULMU! Aku memberi isyarrat dengan memelototkan mata
"Oke, daripada Sasuke nanti tambah panas, mending aku terima ajakkan pulangnya deh sekarang. Maaf ya Sasuke!" kata Naruto sambil nyengir . Aku berjalan menyusul tetangga-tetanggaku.
Semua sudah berkumpul . Kami berjalan. Hari sudah gelap.
"Hei, tau tidak. Katanya kita harus hati-hati. Di desa ini banyak penjahat" kata Kimimaro menakut-nakuti sambil berekspresi ke arahku.
"Kimimaro , jangan iseng ah!" kata Naruto lalu berjalan di sebelahku. Ngapain dia?
"Eh, eh. Liat tuh, ada yang lagi bawa golok di sawah" kata Kiba. Kami semua melihatnya.
"Ih siapa tuh?" kata Kimimaro. Tiba-tiba, orang yang membawa golok di sawah itu mengarahkan senternya kepada kami
"AAAAAA!" Kimimaro, Kiba dan Naruto berteriak. Oh iya, sekedar info. Hidan dan Kakuzu sudah tidak pernah berjalan bersama kami. Dia di beri izin membawa motornya si gadis genit itu.
Lanjut. Kami semua ketakutan. Dari jauh , matanya tampak menyala. Kami berusaha tidak melihatnya tapi dia selalu melihat kami. Untungnya, tiba-tiba ada mobil lewat
"Hey, pada mau ikut tidak?" ternyata itu salah satu teman kami. Kin Tsuchi. Kami semua tidak menjawab dan langsung masuk ke karavannya.
"Kenapa kalian?" tanya Kin.
"Anjirrr! Tadi ada yang mengarahkan senter ke kita! Bawa golok pula" kata Kimimaro dengan gaya bicara yang di lebih lebihkan
"Oh , itu lagi nyari kodok" kata Kin
"Tapi serem banget, Tole! Masak dia sampe bawa golok gitu" kata Naruto. Oke, Kin memang sering di panggil Tole. Entah mengapa. Padahal dia itu pintar, masa di panggil Tole yang dalam bahasa Batak artinya bodoh? Tapi kalo Tole untuk anak laki-laki dalam bahasa Manado juga tidak pantas. Kin kan perempuan
Tapi makasih untuk Kin. Karena berkat kamu, kami selamat dari ketakutan dengan pria pembawa golok. Ini semua karena Kimimaro yang mula-mula mengumbar cerita iseng
Jam 7 Malam
Aku, Hinata ,Tenten selesai mandi. Hari ini kami akan berkumpul di rumah Hidan Kakuzu untuk ngemil bersama. Kabarnya mereka akan membeli jagung bakar. Boleh.
Kami para anak SMA Konoha yang tinggal berdekatan telah berkumpul. Naruto tiba-tiba mendekatiku
"Sakura, aku keren tidak?" tanya Naruto. Dia memperlihatkanku foto dirinya sambil berpose ala one-piece
"Ini fotomu? Kayak siapa ya?" kataku
"Kayak Monkey D. Luffy kan ?" kata Naruto. Aku mengangguk
"Ye! Sakura bilang aku mirip Luffy" katanya sambil berjoged. Apa sih? Norak ni cowok. Dia kemudian duduk kembali di sebelah Kiba
"Eh, disini yang mau masuk IPA siapa aja?" tanya Kimimaro.
"Aku!" Hinata, Tenten dan Yakumo mengangkat tangan
"Kamu masuk apa , Sakura?" tanya Naruto
"IPS. Males sama kimia" kataku . Yang lain terdiam
"Kamu bukannya bisa masuk IPA?" tanya Hidan.
"Kamu jangan-jangan mau ngikutin aku ya?" Naruto rese! Semua jadi cie-ciein aku kan.
"Brisik!" kataku. Aku lalu mengambil minum. Aku mendengar Naruto dan Kiba berbisik-bisik. Tunggu , apa aku tidak salah dengar?
"Si Sakura manis juga ya kalau di liat-liat?" kata Naruto pada Kiba. Setidaknya itu yang aku dengar
"Cie!" kata Kiba dengan nada berbisik. Naruto memberi isyarat tutup mulut. Entahlah, semoga pendengaranku ini salah.
Saat ini semua berkumpul. Kami membicarakan kriminalitas di desa. Terutama yang disebut geng motor. Yang mencuri motor dan memukuli penumpangnya sampai babak belur. Kami jadi ketakutan
"Naruto, Sakura ketakutan tuh!" kata Kiba
"Tenang Sakura, ada aku!" kata Naruto sambil menepuk dadanya. Kenapa semuanya malah meledekku sih? Dasar Naruto!
Aku melihat handphone sembunyianku diam-diam. Sudah jam 10. GAWAT! Aku kelupaan nonton Indonesian Idol!
"Hinata, Tenten , balik yuk! Aku udah ketinggalan Indonesian Idol lagi" kataku. Mereka mengangguk
"Sakura, aku yang antar saja ya!" kata Naruto. Aku mengabaikannya. Aku tetap berjalan ke rumah. Saat kami bertiga tiba di rumah, TV sudah mati. Ada Bu Tsunade sedang duduk
"Ibu abis nonton Idol?" tanyaku
"Iya! Sean keluar." katanya. Aku kaget. Perasaan Sean punya suara bagus . Kok keluar sih?
"Tapi dapet hak Feto kok" katanya. Aku lega. Tapi, hak feto kan hanya bisa di pakai sekali
Setelah itu, kami bertiga tiduran di kamar. Karena belum bisa tidur, aku memulai pembicaraan yang sebenarnya ingin sekali ku tanya.
"Eh, pernah takut suka sama orang gak?" kataku. Lalu Tenten menggeleng. Hinata hanya diam saja. Sepertinya, dia pernah takut suka sama orang. Atau, hanya perasaanku saja
"Kenapa?" tanya Tenten
"Engga, lagi takut suka sama orang aja nih" kataku.
"Siapa? Naruto?" kata Tenten dan Hinata bersamaan . Ih, kok mereka bisa nebak sih
"Udah, sebel ah. Kok pada bisa nebak sih?" kataku lalu meninggalkan mereka tidur. Aku bisa mendengar perkataan mereka sambil terbahak-bahak
"Tuh kan! Sakura suka sama Naruto!" kata Hinata
"Udah punya pacar" kataku sambil menutup mata
"Biarin , aku sumpahin putus!" kata Tenten. Dasar Tenten gila!
End Of Sakura POV
SPIN OFF
Sakura sedang tertidur dengan pulasnya. Tenten dan Hinata masih belum bisa tertidur dan tetap mengobrol. Tiba-tiba
"Aduh , Kakiku sakit!" Sakura sepertinya mengigau. Tenten dan Hinata kaget
"Sakura, kamu tidak kenapa-kenapa?" tanya Hinata. Sakura memegang kakinya dengan ekspresi kesakitan. Tiba-tiba, Sakura mengambil bantal Tenten dan tidur dengan bantal Tenten. Tenten dan Hinata? Speechless.
"Tenten, lebih baik kamu mengambil bantalnya Sakura saja. Dia kan mengambil bantalmu" kata Hinata. Tenten mengangguk . Dia mengambil bantal Sakura, lalu tertidur
Dasar Sakura. Mengagetkan saja, tiba-tiba mengigau seperti itu
Maaf ya atas ketidak jelasannya
Jeolu-lexa : Haha. Lucu kenapa? Btw, Makasih ya udah jadi pembaca setia :)U're the best
Namikazenaru : Makasih ya :)
