Title : "Sunflower "
Author : Y. Sunshine
Main Cast : Min Yoongi (Suga)
Kim Seok Jin (Jin)
Other Cast : BTS members
Genre : romance (maybe)
Legth : chaptered
Summary : Dia adalah matahari untukku, aku tak bisa berpaling darinya. Aku tak bisa mencari pengganti matahari dalam hidupku. Cukup dia, hanya jin hyung matahari dalam hidupku. Walaupun aku tak tahu bagaimana perasaannya padaku, sudahlah itu tak penting bagiku. yang terpenting aku ingin selalu ada di sampingnya.
Sunflower
"hey.. harusnya kau tidak melamun saat minum atau makan sesuatu hyung kkk lihat jadi belepotan begini jusmu.. dasar seperti anak kecil saja" ternyata usapan tadi berasal dari jari hoseok yang sejak tadi memperhatikan tingkahku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil. Lalu kembali kutujukan pandanganku pada jin hyung yang masih sibuk menyuapi kari milik taehyung.
.
.
.
Chapter 3
Jin POV
"hey.. harusnya kau tidak melamun saat minum atau makan sesuatu hyung kkk lihat jadi belepotan begini jusmu.. dasar seperti anak kecil saja" tawa renyah hoseok sempat membuatku berhenti menyuapi taehyung, saat kulirik mereka ternyata hoseok sedang mengusap sisa jus di bibir yoongi. Kenapa... hatiku terasa nyeri saat melihat adegan itu? Harusnya itu tidak ada hubungannya denganku bukan? Apa karena dulu akulah yang biasa melakukan itu pada yoon? Sesaat aku terdiam melihat mereka berdua, sampai kemudian sepasang mata cokelat milik yoongi menatapku. Aku buru-buru mengalihkan pandanganku, berpura-pura sibuk menyuapi taehyung.
"taehyungie~ ayo buka mulutmu lagi ne? aaaa~" ucapku dengan nada setenang mungkin, berusaha menutupi kegugupanku.
BRAKK!
Suara gebrakan barusan langsung membuatku dan taehyung menoleh, melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"y-yoon?" tak percaya dengan penglihatanku, min yoongi yang selama ini kukenal memiliki sikap lembut baru saja mengebrak meja didepanku. Wajahnya terlihat sangat kacau, entah apa yang sedang dipikirkannya.
"aku pergi dulu" ucapnya dengan nada datar, segera ia menarik tangan hoseok mengajaknya pergi manjauhiku dan taehyung yang masih tak percaya dengan apa yang barusan kami lihat.
Suga POV
BRAKK!
Tak sadar tanganku sudah mengebrak meja makan di depanku. Membuat 2 orang yang tengah asyik makan didepanku sontak menoleh kaget. Begitu juga hoseok yang berada disampingku, sepertinya dia kaget karena tiba-tiba saja aku menggebrak meja tanpa alasan.
"y-yoon?" ucap jin hyung dengan wajah tak percaya bahwa barusan yang menggebrak meja itu adalah aku, seorang min yoongi. Bukan tanpa alasan aku melakukan ini. Tapi, dadaku sangat sesak melihat jin hyung menyuapi taehyung dengan menunjukkan senyumnya itu.
"aku pergi dulu" tak sadar aku malah menjawab dengan nada datar, mungkin malah terkesan dingin. Segera saja kutarik tangan hoseok, mengajaknya pergi menjauh dari mereka berdua. Ah sebenarnya kenapa aku ini? Kenapa aku jadi kasar dan bersikap buruk pada jin hyung? Padahal harusnya aku senang karena namja yang kutunggu selama 5 tahun ini akhirnya kembali. Pikiranku sangat kacau hanya dengan melihat mereka begitu dekat seperi tadi. Sakit, itulah yang kurasakan sekarang. Aku tahu aku tidak berhak bersikap seperti ini, karena aku.. bukanlah seseorang yang berarti untuknya. Aku hanyalah teman semasa kecilnya yang dulu begitu dekat dengannya. Tidak dengan sekarang, karena dia.. kim taehyung telah menggantikan posisiku.
"hiks.." tak terasa air mataku mengalir. Tiba-tiba saja sebuah pelukan hangat kurasakan. Hoseok yang kini memelukku dengan begitu erat, seolah ingin membuatku tenang.
"h-hoseok.." panggilku lirih. Dia hanya menatapku lembut.
"uljima.. ini bukanlah yoongi hyung yang kukenal" ucapnya sambil mengusap kepalaku, ada perasaan nyaman saat hoseok melakukan ini padaku.
"gomawo"
"kau.. menyukainya kan?" tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari mulut hoseok. Aku sontak melepas pelukan hoseok.
"kau menyukainya kan hyung?" tanyanya sekali lagi dengan nada yang lebih tegas. Aku hanya diam tak bisa menjawab pertanyaan hoseok.
"kau begitu menyukainya kan hyung sampai kau menolak pernyataan cintaku, dia kan yang kau tunggu selama 5 tahun ini?"
"m-mianhae" hanya satu kata itu yang mampu ku ucapkan pada hoseok sekarang, aku tahu pasti dia terluka karena sudah 2 kali dia menyatakan perasaannya padaku tapi aku malah menolaknya mentah-mentah. Aku tak bermaksud menyakiti hatinya, karena dia sudah ku anggap adikku sendiri.
"kkk tenang saja.. aku sama sekali tak marah padamu hyung. Aku bisa mengerti perasaanmu" jawab hoseok dengan tawa khas miliknya itu. Aku sedikit lega melihatnya tersenyum, kukira dia akan marah dan mendiamkanku.
"tapi.. bisakah kau menjadi milikku hyung? Hanya untuk sesaat.. aku sangat ingin memilikimu, melindungimu, menghiburmu saat kau sedih seperti ini. Jeongmal saranghae min yoongi"
Belum sempat aku menjawab pertanyaan hoseok tiba-tiba aja ia mencium keningku lembut, sangat lembut sampai tak sadar aku memejamkan mata. Ya Tuhan.. kenapa aku menyia-nyiakan namja sebaik hooseok?
Hyung.. apa yang harus kulakukan? Aku sudah begitu dekat denganmu.. tapi kenapa aku tak kunjung bisa meraihmu? Apa yang harus kulakukan kim seok jin? Apa aku harus melepasmu begitu saja setelah penantianku selama 5 tahun ini? Apa aku bisa dengan mudah melupakanmu begitu saja setelah aku bersama hoseok? Apa aku harus menyerah pada perasaanku sendiri? Hyung... kenapa? Kenapa kau tak pernah melihatku hyung? 12 tahun.. selama 12 tahun aku hanya mampu melihatmu dan bukan namja lain, aku bisa bertahan selama ini hanya dengan berada disisimu, melihatmu tersenyum untukku.. tapi kenapa kau malah terlihat begitu akrab dengan namja bernama kim taehyung itu? Apa aku harus mengalah dan menerima perasaan hoseok? Dia begitu baik hyung.. dia sangat menyayangiku, tapi aku tak bisa memberikan hatiku untuknya karena kau sendiri telah mengambil hatiku. Memenjarakannya ditempat yang bahkan aku sendiri tak tau. Aku.. sangat mencintaimu kim seokjin, aku rela menghabiskan seluruh hidupku hanya untuk melihatmu. Aku tak akan pernah menyesalinya hyung.. karena aku tulus mencintaimu. Apa kau bisa merasakan cintaku hyung?
"min yoongi..." suara itu menginstruksiku untuk segera membuka mata, suara jin hyung. Kenapa tiba-tiba dia ada disini? Sejak kapan? Ah.. apa jangan-jangan dia melihat hoseok sedang menciumku? Reflek ku jauhkan badanku dari hoseok, sedang hoseok acuh saja melihat jin hyung.
"ah m-mian apa aku mengganggu kalian berdua? Hehehe kalau begitu aku permisi dulu ya.." ucapnya buru-buru menjauh. Aku jadi merasa tak enak.
"h-hyung"
Baru saja aku akan menahannya, tapi tanganku sudah ditarik hoseok. Sorot matanya tajam, tidak seperti biasanya. Jadi aku hanya bisa diam dan menurut.
"disini saja.. aku masih ingin bicara denganmu hyung.." ucap hoseok masih memegang tanganku erat, takut jika tiba-tiba aku pergi mengejar jin hyung. Akupun hanya mengangguk, menuruti kata hoseok.
Jin POV
Kenapa yoon pergi dengan wajah seperti itu? Apa dia marah, tapi marah karena apa? merasa tak enak akupun segera pamit pada taehyung untuk menyusul yoongi.
"emm taehyungie..bisa kau tetap disini sebentar? hyung mau menyusul yoongi sebentar.. apa tidak masalah?" tanyaku hati-hati, dan syukurlah taehyung mengangguk sambil tersenyum tanda setuju. Akupun segera berlari mengejar yoon dan hoseok, tapi langkahku seketika berhenti saat melihat hoseok memeluk dan mencium kening yoon.
"min yoongi..." aku bergugam pelan, tapi ternyata yoon mendengarku. dia seketika menoleh dan mendorong pelan tubuh hoseok. Sepertinya yoon juga terkejut dengan kehadiranku, buktinya ia hanya diam memandangku. Aku buru-buru minta maaf karena merasa tak enak pada mereka berdua, walaupun rasa kagetku masih belum hilang melihat hoseok mencium yoon.
"Ah.. m-mian apa aku mengganggu kalian berdua? Hehehe kalau begitu aku permisi dulu ya.." aku pun langsung pergi dari hadapan mereka. Sebelum benar-benar pergi aku mendengar yoon memanggilku, tapi aku tidak mempedulikannya. Aku terus saja berjalan, tanpa sadar aku sudah berada di toilet. Apa tadi itu aku tak salah lihat? Kenapa aku merasa ada yang tak beres dengan hatiku saat melihat hoseok menciumnya?
"aish kim seokjin pabo.. mengganggu orang pacaran saja hahaha" hiburku pada diri sendiri. Eh tunggu.. kenapa aku harus menghibur diriku sendiri saat melihat mereka bermesraan begitu? Apa jangan-jangan aku... cemburu?
"Ah tidak mungkin.. sejak kapan aku menyukai yoon? Hahaha pasti aku sudah gila.. aku memang menyayangi yoon tapi hanya sebagai adik! Ingat itu kim seokjin.. yoon sudah besar sekarang, bukan anak kecil lagi yang harus kau suapi saat makan dan kau tuntun kemana-mana agar tak tersesat. Itu sudah 5 tahun yang lalu!" aku berbicara pada bayanganku sendiri di cermin. Untung disini tidak ada orang, kalo saja ada yang melihat pasti mereka mengira aku sudah tidak waras berbicara pada bayangan sendiri seperti ini. Perlahan kubasahi wajahku dengan air dingin, berniat menjernihkan pikiranku yang sekarang sedang tidak beres.
.
.
.
.
.
.
TBC
