Title : "Sunflower "
Author : Y. Sunshine
Main Cast : Min Yoongi (Suga)
Kim Seok Jin (Jin)
Other Cast : BTS members
Genre : romance (maybe)
Legth : chaptered
Summary : Dia adalah matahari untukku, aku tak bisa berpaling darinya. Aku tak bisa mencari pengganti matahari dalam hidupku. Cukup dia, hanya jin hyung matahari dalam hidupku. Walaupun aku tak tahu bagaimana perasaannya padaku, sudahlah itu tak penting bagiku. yang terpenting aku ingin selalu ada di sampingnya.
Sunflower
"Ah tidak mungkin.. sejak kapan aku menyukai yoon? Hahaha pasti aku sudah gila.. aku memang menyayangi yoon tapi hanya sebagai adik! Ingat itu kim seokjin.. yoon sudah besar sekarang, bukan anak kecil lagi yang harus kau suapi saat makan dan kau tuntun kemana-mana agar tak tersesat. Itu sudah 5 tahun yang lalu!"
.
.
.
.
.
Chapter 4
J-Hope POV
"kau mau bicara apa hoseok-ah?" akhirnya suara yoongi hyung memecah kesunyian diantara kami semenjak jin hyung pergi tadi. Aku kembali menatapnya, mencoba menyelami mata kelam itu. Berharap menemukan setitik cinta dimatanya untukku, tapi nihil aku tak menemukan apa-apa.
Ku coba memberanikan diri mengatakan hal itu sekali lagi pada yoongi hyung. "jadilah milikku hyung.. aku tau kau tidak mencintaiku.. tapi kumohon berilah aku kesempatan untuk bisa melindungimu" perlahan ku genggam tangan mungil miliknya, sementara mata itu kembali mengerjap-ngerjap lucu mencoba mencerna kalimat yang baru saja keluar dari mulutku. Ah kau sungguh menggemaskan min yoongi.. tak tahan dengan respon yang diberikan yoongi hyung aku pun sontak mencubit gemas pipi chubbynya. Dan dia pun mem-poutkan bibir mungilnya karena merasa tak suka jika aku mencubit pipinya.
"yaah hoseokkie.. berhenti mencubitku seperti ini~" rengeknya manja, masih dengan bibir yang mengerucut kesal. Namun aku justru menghiraukan rengekan manjanya, aku suka sekali menggodanya seperti ini. Walaupun ia lebih tua setahun dariku tapi yoongi hyung sering bersikap manja, membuat siapa saja yang melihatnya ingin mencubit gemas pipinya.
"kkk memangnya kenapa hyung? Kau ini sangat menggemaskan jika bersikap manja seperti ini. Jadi jangan salahkan aku kalau aku mencubiti pipimu" tawaku lepas melihat wajah kesal yoongi hyung.
"ishh kau menyebalkan.." ucapnya dengan nada kesal, berusaha menghentikan kegiatanku mencubit pipi miliknya itu. aku hanya terkekeh mendengar ucapannya sebelum akhirnya aku berhenti mencubit pipi yoongi hyung.
"hahaha.. bohong sekali kalau hyung bilang aku menyebalkan" dia hanya mendengus kesal, menanggapi perkataanku barusan. Oh lihatlah betapa manisnya dirimu hyung..
"hei Yoongi hyung! Hoseok hyung!" sebuah suara yang sangat femiliar ditelingaku itu dengan seenaknya berteriak, aku hanya menoleh malas menanggapi sapaannya. Sementara dia dengan sok akrab merangkul yoongi hyung.
"ya! jauhkan tanganmu darinya park jimin!" ucapku dengan nada kesal yang dibalas sebuah seringaian di bibirnya.
"waeyo? Yoongi hyung tidak menolak kkk.. lagipula hyung kan bukan siapa-siapanya" ujar jimin dengan nada mengejek, membuatku geram saja.
"ishh kalian selalu saja bertengkar jika bertemu.. bisakah kalian bersikap sedikit dewasa?"
"habis.. dia dulu yang memulai hyung" ucapku membela diri karena tidak mau disalahkan. Yoongi hyung menatap kami kesal sebelum kemudian ia menjitak kepala kami dengan keras. Aku dan jimin kompak mengaduh karena ulah yoongi hyung.
"aish sakit hyungie~ kau jahat sekali pada dongsaengmu yang tampan ini" ucap jimin dengan suara manja yang dibuat-buat, yang kemudian dihadiahi tatapan membunuh dari yoongi hyung. Sementara aku hanya tertawa melihat mereka berdua. Oh iya.. sebelumya aku kenalkan, dia Park jimin adalah hoobae kami sejak smp. Jimin memang sudah akrab denganku dan yoongi hyung sejak pertama masuk smp. Walaupun terkadang menyebalkan tapi sebenarnya jimin adalah anak yang ramah dan baik. Aku sering sekali bertengkar dengannya hanya karena masalah kecil, dan yoongi hyung-lah yang biasanya memarahi kami. Tapi dalam beberapa hal aku sangat cocok dengan jimin, contohnya dalam hal menggoda yoongi hyung hahaha.
"ck.. berhenti bersikap sok manja seperti itu park jimin"
"kau cemburu hyung? Hahaha" ejek jimin yang memang mengetahui perasaanku pada yoongi hyung, karena itu ia sering sekali mempermalukanku di depan yoongi hyung seperti sekarang ini. Sedang aku hanya mendengus kesal mendengar ejekan jimin.
"sudahalah.. aku bosan mendengar kalian ribut terus" ucap yoongi hyung dengan wajah kesal. Kalau seperti ini aku tau apa yang bisa membuatnya kembali ceria. Tapi belum sempat aku mengutarakan maksudku, jimin sudah berbicara dulu.
"hyung bagaimana kalau ku traktir milk banana? tapi berhentilah memasang wajah jelekmu itu kkk" tawar jimin dengan tawa renyah seraya menggandeng tangan yoongi hyung.
"whoaa jinjja kau akan mentraktirku jiminnie?" tanya yoongi hyung antusias dengan wajah berbinar-binar. Ck jimin seenaknya menyerobot rencanaku.
"aish.. keduluan deh.." gumamku kesal.
Suga POV
"sudahlah..aku bosan mendengar kalian ribut terus" ucapku memasang wajah kesal karena bosan dengan perdebatan kecil hoseok dan jimin yang selalu meributkan hal-hal kecil yang tidak terlalu penting.
"hyung bagaimana kalau ku traktir milk banana? tapi berhentilah memasang wajah jelekmu itu kkk" tawar jimin yang sontak ku respon dengan anggukan penuh semangat.
"whoaa jinjja kau akan mentraktirku jiminnie?" tanyaku antusias, dan mungkin sekarang wajahku berubah 180 derajat dari sebelumnya.
"aish.. keduluan deh.." gumam hoseok kesal tapi tak mendapat respon dariku dan jimin.
"ne hyung.. jimin yang traktir kkk lihat mendengar kata milk banana saja wajahmu langsung berbinar-binar begitu" jawab jimin yang dengan seenaknya mengacak gemas rambutku yang sudah rapi. Tapi, kali ini aku tidak marah atau ngambek dengan kelakuan jimin yang dengan seenaknya mengacak-acak tatanan rambutku, hanya karena ia akan mentraktirku milk banana. Sejenak aku lupa kalau ada hoseok di sampingku yang sekarang memasang tampang kesal karena mungkin ia merasa ku acuhkan untuk beberapa saat.
"hey.. kalian kenapa mengacuhkanku?" ucap hoseok menunggu respon kami berdua. Aku pun tertawa melihat tingkahnya.
"kkk mian hoseok-ah.. habis aku terlalu senang sih.." jawabku akhirnya karena merasa bersalah sudah mengacuhkannya untuk beberapa saat, sementara jimin hanya menanggapi dengan menjulurkan lidahnya didepan hoseok. Melihat itu, segera saja kutarik tangan jimin dan hoseok sebelum mereka kembali berdebat.
"hyung.. kalau begitu aku akan mentraktirmu coklat~ kau mau kan?" tawar hoseok saat kami bertiga tengah berjalan menuju kantin. Mendengar tawaran itu aku langsung saja mengangguk cepat. Ah aku beruntung sekali mengenal mereka berdua. Mereka selalu saja baik dan perhatian padaku.
"hhuuu.. bilang saja kau tak mau kalah denganku kan hyung?" ejek jimin pada hoseok yang berada disamping kiriku, sementara hoseok kembali memasang wajah kesal mendengar ejekan jimin.
"kkk sudahlah hoseok-ah.. jangan begitu~ jimin kan hanya bercanda" ucapku berusaha membuat hoseok kembali tersenyum dan berhasil, ia pun tersenyum manis padaku, menunjukkan gigi-gigi putihnya itu.
"hmm ne arraseo hyungie" jawab hoseok ceria.
Sekarang, kami bertiga sudah sampai di kantin. Jimin dan hoseok langsung saja melepas gandengan tanganku. Kalau begini saja mereka kompak.
"tunggu kami dimeja sebelah sana itu ne hyung? Kkk kami akan segera kembali" ucap jimin sebelum pergi untuk membelikanku milk banana. Aku hanya menggangguk dan segera pergi ke meja yang dimaksud jimin tadi, meja paling pojok dikantin ini. Meja favorit kami sejak kami bersekolah di Bangtan High School ini.
Setelah sampai aku pun langsung duduk di bangku favoritku, bangku pojok yang letaknya dekat kaca. Kaca ini langsung meyuguhkan pemandangan di luar kantin, sebuah taman yang tak begitu besar tapi indah dan tertata rapi yang berada di samping sekolah. Kalau aku sedang bosan atau banyak pikiran biasanya aku duduk-duduk di taman itu menikmati semilir angin dan melihat bunga yang memang di tanam di taman sekolahku. Yang paling membuatku betah berlama-lama melihat taman itu adalah bunga mataharinya.
Perlahan ku letakkan kepalaku di atas meja dan menghadapkan wajahku ke arah taman, memperhatikan dua kupu-kupu yang kebetulan hinggap di salah satu kelopak bunga matahari yang berada di taman. Sepasang kupu-kupu itu terlihat asyik bercengkrama, terbang dan saling mengejar satu sama lain dari kelopak satu ke kelopak bunga yang lainnya, terlihat begitu bahagia di mataku. Entah kenapa yang terlintas dipikiranku adalah wajah jin hyung 5 tahun yang lalu, membayangkannya tersenyum sambil memberikan bibit bunga matahari sebelum ia pergi meninggalkanku.
"Kau tetap menyukai bunga itu yoon?" suara itu menerobos masuk ke dalam indera pendengaranku. Memaksaku untuk kembali sadar dari alam khayalan. Perlahan ku dongakkan kepalaku, melihat wajah teduh itu tersenyum lembut kearahku. Apa aku berkhayal lagi?
.
.
.
.
.
.
TBC
