Title : "Sunflower "

Author : Y. Sunshine

Main Cast : Min Yoongi (Suga)

Kim Seok Jin (Jin)

Other Cast : BTS members

Genre : romance (maybe)

Legth : chaptered

Summary : Dia adalah matahari untukku, aku tak bisa berpaling darinya. Aku tak bisa mencari pengganti matahari dalam hidupku. Cukup dia, hanya jin hyung matahari dalam hidupku. Walaupun aku tak tahu bagaimana perasaannya padaku, sudahlah itu tak penting bagiku. yang terpenting aku ingin selalu ada di sampingnya.

Sunflower

"Kau tetap menyukai bunga itu yoon?" suara itu menerobos masuk ke dalam indera pendegaranku. Memaksaku untuk kembali sadar dari alam khayalan. Perlahan ku dongakkan kepalaku, melihat wajah teduh itu tersenyum lembut kearahku. Apa aku berkhayal lagi?

.

.

.

.

.

Chapter 5

Jin POV

Seusai membasuh wajahku, aku memutuskan untuk segera kembali ke kantin takut kalau membuat taehyung menunggu terlalu lama. Buru-buru aku berjalan memasuki kantin, ku edarkan pandangku ke seluruh kantin berusaha mencari sosok taehyung. Namun, pandanganku berhenti melihat seseorang dengan surai cokelat keemasan yang tertimpa cahaya matahari. Sepertinya ia sedang mengamati taman yang ada diluar kantin ini, atau mungkin ia sedang tertidur?

Perlahan ku langkahkan kakiku mendekati meja paling sudut itu, melupakan tujuan awalku mencari taehyung. Pandanganku tak pernah lepas dari namja bersurai cokelat yang kini tengah menidurkan kepalanya di atas meja kantin. Sepertinya ia tak menyadari kehadiranku, dengan hati-hati aku duduk di depannya. Sejenak kuperhatikan wajah manisnya yang tak pernah berubah selama 5 tahun ini. Aku tersenyum melihat ia begitu khidmat menatap taman penuh bunga itu. lalu, ku ikuti tatapan matanya. Ah.. ternyata melihat bunga itu lagi ya?

"Kau masih menyukai bunga itu yoon?" aku pun akhirnya bersuara, setelah sekian menit hanya memandangi wajahnya. Perlahan yoongi mendonggakkan kepalanya, dan akhirnya pandanganku bertemu dengan mata kelam miliknya, mata yang penuh akan kehangatan jika aku menatapnya. Tatapan itu seakan memintaku untuk menyelami lebih dalam tentang perasaan sang pemilik. Perlahan aku tersenyum padanya.

"h-hyungie?" yoongi mengerjap-ngerjapkan matanya lucu, mungkin kaget akan kehadiranku yang tidak diketahuinya. Karena gemas, aku pun mengacak surai cokelat nya.

"kkk apa hyung mengganggu waktumu? Sepertinya kau asyik sekali melihat bunga-bunga di taman"

"eumm.. anni aku hanya sedang menunggu hoseok dan jimin memesan camilan, karena bosan aku pun melihat-lihat bunga" jawabnya yang kemudian kembali menatap bunga di taman, aku hanya mengangguk tanda mengerti.

"yoon.. kau masih menyukai sunflower hm?" tanyaku sekali lagi. Berharap ia mau menjawab pertanyaanku.

"hmm.." gumamnya pelan. Aku menghela nafas, merasa pertanyaanku tak mendapat respon baik dari yoongi. Lalu ia kembali masuk ke dalam dunianya sendiri, berlama-lama menatap kelopak-kelopak bunga matahari yang bergoyang tertiup angin.

"yoon.." aku memanggil namanya lagi, berusaha mendapat perhatian dari namja bersurai cokelat di depanku ini. Dan, berhasil! ia menoleh ke arahku, lalu ia menunjukkan senyum itu. senyum yang 5 tahun belakangan ini sangat kurindukan.

"ne hyung?" jawabnya lembut sambil memiringkan kepalanya ke samping, terlihat begitu lucu di mataku.

"kau mengacuhkanku eoh? Apa sunflower itu lebih menarik dariku? Apa kau tidak merindukanku?" tanyaku dengan nada ngambek yang ku buat-buat, dan yoongi hanya tertawa melihat tingkahku yang tiba-tiba berubah seperti anak kecil yang sedang merajuk. 5 tahun lalu aku selalu jaga imagejika di depannya. Lain dengan sekarang, sepertinya aku harus mengesampingkan dulu kesan cool -ku demi mendapat perhatian dari yoongi.

Suga POV

"kau mengacuhkanku eoh? Apa sunflower itu lebih menarik dariku? Apa kau tidak merindukanku?" tanya jin hyung dengan bibir yang sedikit dimajukan ke depan. Hei.. apa aku tak salah lihat? Jin hyung yang selalu bersikap dewasa itu tiba-tiba saja bersikap emm..sedikit manja padaku? Kkk aku tak tahan melihat perubahan sikapnya ini. Apa 5 tahun di Amerika mengubahnya menjadi seperti sekarang?

Baru saja aku akan menjawab pertanyaannya, sebuah teriakan mengurungkan niatku. "hey.. yoongi hyung! Kkk mian lama ya? tadi mengantri lama sekali.." teriak jimin yang langsung seenaknya duduk di sampingku di susul dengan hoseok yang membawa beberapa cake cokelat kesukaanku. Mataku berbinar-binar melihat cake yang ada di tangan hoseok itu, sejenak perhatianku terfokus pada cake yang di bawa hoseok.

"whooaaa.. itu semua untukku hoseokkie? Kkk palli.. palli.. aku sudah lapar menunggu kalian.." ucapku penuh semangat.

"kkk sabar hyung.. nah ini habiskan semua ya?" ujar hoseok menaruh beberapa cake di meja dan sebotol milk banana kesukaanku, yang langsung ku sambut dengan senang hati. Sementara aku memakan cake cokelat pemberian hoseok, tak sadar ada sepasang mata di depanku yang tengah memperhatikan gerak-gerikku.

"eoh.. kau mengacuhkanku lagi yoon" dengusnya kesal, dan aku baru sadar ada jin hyung di depanku. Langsung saja aku berhenti makan dan mengalihkan pandangan dari cake-cake di tanganku ke arah jin hyung yang sedang menatapku kesal.

"hehe m-mianh" jawabku dengan mulut penuh. sementara jin hyung hanya menanggapinya dengan tersenyum.

"ah iya.. sampai lupa bertanya, dia siapa hyung?" tanya jimin padaku.

"eh iya.. aku lupa mengenalkan kalian hehe.. kenalkan dia jin hyung, teman semasa sd ku kkk, hyung kenalkan yang disebelahku ini jimin.. dia hoobae ku. Aku, jimin, dan hoseok sudah berteman akrab sejak kami bertiga smp" ujarku mengenalkan jimin pada jin hyung. Jimin terlihat semangat dan ceria menanggapi perkataanku, lain dengan hoseok yang terlihat lebih diam semenjak duduk tadi.

"ah annyeong jimin-ssi.. aku kim seokjin, kau bisa memanggilku jin hyung hehe salam kenal ne?" ucap jin hyung memperkenalkan dirinya dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, sepertinya tak ingin kalah dengan semangat jimin.

"kkk annyeong jin hyung.. seperti kata yoongi hyung tadi. Aku hoobae mereka berdua sejak masih smp. Namaku park jimin, terserah kau mau memanggilku apa" jawab jimin dengan diselingi tawa. Sementara hoseok masih diam, terlihat sibuk dengan handphone nya. Merasa tak nyaman aku pun berusaha mengajaknya ikut bercanda.

"hei.. hoseok-ah kenapa kau diam saja? tidak seperti biasanya"

"kkk iyanih hyung.. kenapa hoseok hyung mendadak diam begitu hhaha.. biasanya saja tidak bisa berhenti berbicara" goda jimin sambil menyikut bahu hoseok, hoseok mendengus kesal sebelum akhirnya ia menghadiahi jimin dengan death glare nya.

"yah dia kau park jimin! Aku diam kau yang repot, kalau aku tidak bisa diam kau yang protes hhuh" jawab hoseok kesal, yang direspon tawa dari jimin. Suasana pun kembali ceria karena candaan jimin. Mungkin kalau hanya aku, hoseok, dan jin hyung kami bertiga akan saling berdiam diri karena canggung.

"eh.. bukankah itu taehyung? Hei tae.. di sebelah sini~" teriak jimin tiba-tiba sambil melambai-lambaikan tangannya. Eh apa jimin juga mengenal taehyung? Sesaat ku lirik jin hyung yang juga menoleh mendengar jimin menyebut nama taehyung. Kulihat taehyung berjalan mendekat ke arah meja kami.

"apa kau mengenal kim taehyung jimin?" tanya jin hyung kemudian.

"iya.. dia murid pindahan dari Amerika. Dia teman sekelasku hyung hehe, kau mengenalnya?"

"ah begitu ne.. kkk iya dia kan pindah kesini bersamaku, dia dekat denganku sejak di Amerika"

"hai jie-ah.. hai yoongi hyung.. hai hoseok hyung kkk kita bertemu lagi ya" sapa taehyung sesaat setelah ia sampai di meja kami, yang kubalas dengan sebuah anggukan saja. sementara hoseok masih acuh dengan keadaan sekitar. Lalu ku alihkan pandanganku ke arah jimin yang sepertinya sejak tadi tidak pernah berhenti memandangi taehyung.

"tae.. tae.. kkk kau darimana? Tadi aku ingin mengajakmu ke kantin bersama, tapi kau langsung menghilang begitu bel berbunyi" tanya jimin langsung mengajukan beberapa pertanyaan begitu taehyung duduk di sebelah jin hyung.

"ah mian jie-ah tadi aku langsung ke kelas jin hyung hehe takut dia khawatir kalau aku tak segera muncul saat istirahat"

"hei.. hei.. kalian sepertinya terlihat akrab. Kau cepat sekali mendapat teman ya taehyungie kkk" ucap jin hyung yang kulihat kini tengah mengacak-acak rambut taehyung. Ah lagi-lagi jin hyung melakukan itu di depanku. Apa aku harus menggebrak meja lagi supaya ia mengerti kalau aku tidak terlalu suka melihat jin hyung begitu perhatian pada taehyung.

Jin POV

"hei.. hei.. kalian sepertinya terlihat akrab. Kau cepat sekali mendapat teman ya taehyungie kkk" ucapku seraya mengacak gemas rambut taehyung, masih tak sadar bahwa ada sepasang mata yang kini tengah memperhatikanku.

"ehem.." kudengar yoongi berdehem pelan.

"eh mian yoon.. aku tak bermaksud mengabaikanmu hehe" ujarku langsung meminta maaf begitu menyadari tatapan dingin yoongi. Apa hanya perasaanku saja? kenapa setiap aku memberikan perhatian pada taehyung, yoongi selalu menatapku dengan tatapan tidak suka. Apa dia cemburu padaku? Ahahaha lagi-lagi aku berpikir yang tidak-tidak. Buru-buru aku mencari bahan pembicaraan dengan yoongi supaya tatapan dingin itu tidak terus-terusan di tujukan kepadaku. Sementara taehyung terlihat asik bercanda dengan jimin. Lalu hoseok, dia masih diam. Menyibukkan diri meminum sebotol cappucino dingin dengan mata yang fokus pada layar handphone miliknya. Entahlah dia terlihat agak pendiam semenjak tadi, tatapannya juga menjadi berbeda padaku.

"yoon kau masih suka makan yang manis-manis ya?" tanyaku mencoba menghilangkan tatapan dingin yoon padaku.

"emm.. iya hyung.. seleraku masih sama seperti 5 tahun yang lalu" jawab yoon yang kemudian disertai senyuman di bibirnya, aku sedikit lega. Yoon tidak marah padaku.

"oh ya? kkk kalau begitu apa kau mau sesuatu hm?"

"eh apa hyung?" tanyanya dengan wajah penasaran.

"tadaaa.." segera ku tunjukkan beberapa voucher es krim milikku padanya. Dan ku lihat wajah yoon berubah ceria dengan mata sipitnya yang otomatis membesar lucu, melihat beberapa lembar kertas yang masih berada di tanganku.

"whoaa.. voucher es krim?" tanyanya masih dengan wajah tak percaya. Aku pun langsung mengangguk, meyakinkan.

"hemm.. ne, kau mau yoon?" yoon mengangguk antusias mendengar tawaranku.

"ne! aku mau hyungie~ nanti aku bisa makan es krim sepuasnya kan hyung?" tanyanya dengan nada manja, khas anak kecil yang merengek, memohon di belikan sesuatu pada ayahnya. Kkk dia benar-benar terlihat menggemaskan.

"ne tentu saja yoon~ kkk baiklah.. nanti sepulang sekolah kalian akan ku traktir makan es krim di kedai es dekat sekolah ini ya?" ucapku menawarkan pada taehyung, jimin, dan hoseok yang kemudian di jawab antusias oleh jimin dan taehyung minus hoseok.

"hei hyung.. jangan hanya diam begitu dong" kulihat jimin kembali menyikut lengan hoseok.

"yaa hoseok-ah~ kau juga harus ikut ne?" ucap yoon kemudian, berusaha membujuk hoseok. Dan kali ini berhasil, hoseok berhenti memandangi layar handphone nya kemudian menjawab ajakan yoon.

"ah.. baiklah kalau yoongi hyung yang meminta, aku akan ikut" jawabnya dengan wajah ramah seperti saat kami pertama bertemu. Aku sedikit lega melihatnya tidak semurung tadi. Kami berlima pun asik bercanda sampai tak terasa bel masuk berbunyi.

"ah baiklah.. saatnya masuk kelas, nanti sepulang sekolah jangan lupa ne?" tanyaku sebelum kami benar-benar bubar ke kelas masing-masing.

"ne!" jawab mereka ber-empat kompak.

.

.

.

.

.

.

TBC