Title : "Sunflower "
Author : Y. Sunshine
Main Cast : Min Yoongi (Suga)
Kim Seok Jin (Jin)
Other Cast : BTS members
Genre : romance (maybe)
Legth : chaptered
Summary : Dia adalah matahari untukku, aku tak bisa berpaling darinya. Aku tak bisa mencari pengganti matahari dalam hidupku. Cukup dia, hanya jin hyung matahari dalam hidupku. Walaupun aku tak tahu bagaimana perasaannya padaku, sudahlah itu tak penting bagiku. yang terpenting aku ingin selalu ada di sampingnya.
Sunflower
"ah baiklah.. saatnya masuk kelas, nanti sepulang sekolah jangan lupa ne?" tanyaku sebelum kami benar-benar bubar ke kelas masing-masing.
"ne!" jawab mereka ber-empat kompak.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 6
KRIIING!
Begitu bel tanda usai pelajaran berbunyi, siswa siswi Bangtan High School berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing. Hanya terlihat beberapa saja yang masih betah berlama-lama di kelas mereka, termasuk Yoongi, Hoseok, dan Jin yang masih tampak berbincang-bincang di bangku mereka sambil sesekali memasukkan buku mereka ke dalam tas.
"hyung.. kau mau mengajak kami makan es krim di mana? Emm apa tidak sebaiknya kita pulang dulu lalu ganti baju?" tanya namja bersurai cokelat karamel itu pada namja di bangku seberang.
"kkk kita langsung saja ne? nanti pulang dari sana aku ingin mampir ke rumahmu yoon.. boleh kan?" jawab namja berbibir penuh itu masih sibuk membereskan alat-alat sekolahnya. Pertanyaan namja berbibir penuh itu seketika membuat namja yang berada di sebelah yoongi berhenti membereskan buku-buku miliknya. Sedikit kaget mungkin.
"kau mau ke rumahku hyung? whoaa tentu saja boleh! kkk" kali ini Yoongi yang bersuara dengan mengerjap-ngerjapkan matanya, begitu mendengar Jin akan mampir ke rumahnya sepulang dari kedai es krim nanti. Membayangkannya saja membuat Yoongi tersenyum bahagia, ah apa sebegitu senangnya namja berwajah manis itu begitu mendengar Jin akan mampir ke rumahnya? Entahlah hanya dia yang tau. Begitu selesai dengan kegiatannya membereskan buku Jin langsung beranjak dari tempat duduknya.
"kajja.. pasti Jimin dan Taehyung sudah menunggu kita" ucap Jin dengan senyum yang masih setia terpampang di bibirnya. Yang kemudian di balas sebuah anggukan kecil dari Yoongi.
"Tae.. Tae.. palli~ cepat bereskan buku-bukumu itu. Nanti mereka menunggu kita.." rengek namja bersurai hitam itu pada teman sebangkunya yang di panggil Tae.
"yak! Tunggu sebentar Jie.. kau tidak lihat aku sedang melakukan apa yang kau suruh?" jawab Taehyung merasa kesal dengan tingkah Jimin yang terbilang hyper itu. Tunggu—bukankah dia juga tidak jauh berbeda dengan Jimin?
"sini biar ku bantu.." Jimin segera membereskan beberapa alat tulis milik Taehyung dan memasukkannya ke dalam tas milik namja pecinta leopard yang baru ia kenalnya pagi tadi. Lihat saja, saking sukanya Taehyung pada leopard tas, kotak pensil, dan beberapa bukunya tidak jauh-jauh dari motif leopard. 'hhuh dasar maniak leopard' gerutu Jimin dalam hati saat menyadari tas milik Taehyung ternyata bergambar chibi leopard si bagian pojok bawahnya.
"kenapa memakai tas seperti itu Tae? Seperti anak SD saja" komentar jimin saat mereka sudah selesai membereskan buku-buku milik Taehyung.
"kkk karena aku suka leopard!" jawab Taehyung dengan antusias. "eumm.. aku punya banyak barang yang bermotif seperti itu di ru—" segera saja Jimin menarik pergelangan tangan Taehyung sebelum namja berambut orange menyala itu membahas lebih jauh tentang hal kesukaannya. Bukannya tak tertarik, tapi Jimin ingin segera menemui sunbaenya yang mungkin sekarang sudah menunggu mereka berdua. Sementara yang di tarik hanya menggerutu tidak jelas sambil mengerucutkan bibirnya lucu. Jimin hanya terkikik melihat tingkah Taehyung yang begitu manis di matanya. Tunggu—manis kata Jimin? Oh jangan bilang Jimin mulai tertarik pada teman barunya itu.
.
.
.
Tampak 3 namja yang kini tengah duduk di salah satu bangku yang berada di koridor sekolah mereka. Satu namja terlihat sibuk dengan ponselnya sementara dua yang lain terlihat asyik bercerita sambil sesekali mereka tertawa jika ada hal yang lucu.
"hhh kenapa mereka lama sekali" keluh Hoseok yang sudah bosan mendengar ocehan dua namja di sebelahnya itu. Tidak hanya bosan, Sebenarnya dia merasa err.. sedikit cemburu melihat Yonggi—hyung yang ia sukai selama ini terlihat cuek padanya dan lebih akrab dengan Jin hyung—si murid pindahan itu. akrab? Haha tentu saja mereka kan sudah saling mengenal sejak SD, dan ingat Hoseok.. Yoongi hyung itu sangat menyukai—ah tidak lebih tepatnya mencintai namja di sebelahnya itu! 'apa aku harus melepasnya? Melihatnya tertawa dengan lepas begitu kurasa sudah lebih dari cukup' gumam hoseok pada dirinya sendiri.
"oy.. hyung!" sebuah teriakan dari Jimin segera mengakhiri percakapan antara Seokjin dan Yoongi. Sebenarnya Yoongi berniat memarahi Jimin karena telah membuat mereka bertiga menunggu lama, tapi di urungkannya niat itu saat melihat Jimin terenggah-enggah sambil memeganggi lututnya sementara Taehyung juga melakukan hal yang tak jauh berbeda dengan Jimin.
"kalian dari mana saja sih?" tanya Jin malas. Sementara yang di tanyai hanya nyegir dengan tak berdosanya.
"hehe mian.. tadi kelamaan membereskan buku milik Taehyung" jawab Jimin menjelaskan alasan mereka terlambat datang.
"ya sudah kajja kita berangkat sekarang" ajak Jin yang di jawab anggukan dari ke empat temannya. Mereka pun akhirnya berangkat ke kedai es krim yang di maksud Jin. Sepanjang perjalanan mereka tak henti-hentinya bercerita kesana kemari. Mulai dari tentang pelajaran sehari ini sampai hal-hal tak penting yang tidak ada hubungannya dengan mereka. Setelah berjalan sekitar 20 menit mereka pun tiba di kedai es krim yang di maksud Jin. Yang terlihat paling semangat adalah Yoongi, wajar saja dia memang sangat menyukai hal-hal manis salah satunya es krim. Dengan semangat ia mendorong pintu di kedai itu.
KLINING
Suara lonceng kecil saling beradu langsung menyambut kedatangan mereka begitu Yoongi membuka pintu kedai tersebut. Dengan semangat ia menarik-narik lengan Jin, melupakan begitu saja ke tiga temannya yang kini hanya melongo melihat tingkah Yoongi yang tiba-tiba berubah menjadi hyper begitu. Langsung saja ia setengah berjongkok, memandangi dengan takjub sample-sample es krim yang terpampang rapi di balik kaca etalase, sedang Jin yang melihat tingkah Yoongi hanya bisa tersenyum maklum. Jimin danTaehyung sudah duduk di meja paling pojok. Entah kenapa mereka suka sekali memilih meja paling pojok. Sedang Hoseok ijin untuk ke toilet sebentar, merasa gerah melihat Yoongi dan Jin yang seharian ini menempel terus kemana-mana.
Hoesok POV
"Aku ke toilet sebentar" aku langsung pergi meninggalkan Jimin dan Taehyung yang langsung sibuk dengan percakapan mereka. Ku langkahkan kaki ku dengan agak tergesa-gesa ke arah toilet. Sesampainya aku langsung menyalakan air dan membasuh mukaku dengan air dingin yang mengalir dari wastafel. Ku pandangi bayangan diriku yang terpantul dari cermin.
"Arghhhh!" aku menggeram frustasi, kembali ku basahi wajahku dengan air dingin lalu mengusapnya dengan kasar. Ada perasaan marah saat melihat Yoongi begitu dekat dengan Jin. Aku tau, tak ada hak sama sekali untuk marah dan merasa cemburu melihat kedekatan mereka. Makanya aku memilih untuk diam saat melihat kedekatan mereka.
"mungkin aku memang harus melepaskanmu hyung" aku berkata lirih, sambil menunduk.
Sebenarnya aku ingin sekali berteriak. Mungkin bisa sedikit mengurangi rasa sesak di dadaku , namun segera kuurungkan niatku itu begitu mendengar suara isakan dari salah satu bilik toilet. Ku tajamkan pendengaranku, suara isakan itu semakin jelas saat perlahan ku langkahkan kaki ku menuju sumber suara. Entahlah, tapi suara isakan itu terdengar manis di telingaku. Dengan hati-hati aku membuka kenop pintu toilet yang ku yakini dari situlah suara isakan itu berasal.
"..."
Diam, itulah yang bisa ku lakukan ketika aku melihat wajah itu. Dengan mata sembabnya karena mungkin terlalu lama menangis, ia terlihat begitu manis di mataku. 'ah apa yang baru saja ku pikirkan?' rutukku dalam hati.
"g-gwenchana?" aish kenapa sulit sekali mau bilang begitu? Kenapa aku mendadak gugup begini? Perlahan ku beranikan diriku mendekatinya. Begitu menyadari keberadaanku ia langsung buru-buru mengusap air mata di pipinya. Tunggu ada yang salah dengan penampilan namja manis di depanku ini. Pakaiannya kotor, penuh dengan noda warna-warni yang kuyakini itu adalah noda es krim.
"gwenchanayo?" sekali lagi aku bertanya. Sedikit khawatir melihat keadaannya yang terbilang sangat kacau, baju kotor penuh noda es krim, mata yang sembab, bibir yang sedikit pucat itu dan jangan lupakan rambut hitamnya yang berantakan itu. ia dengan takut mulai menatapku, pandanganku bertemu dengan manik hitamnya yang beberapa menit ini sangat menyita perhatianku. Sorotan matanya yang sayu seakan minta perlindungan dariku. Ia masih sesenggukan, lalu keberanian itu muncul begitu saja. aku mendekapnya, memeluk dan mengusap lembut punggungnya yang tampak masih bergetar ketakutan. Sepertinya ia sedikit kaget dengan perbuatanku yang tiba-tiba saja memeluknya seperti ini, tapi ia tak menolak.
"g-gomawo" kata pertama yang terucap dari bibir mungilnya. 'hei suaranya sangat imut!' teriakku dalam hati, begitu mendengarnya mengucapkan terimakasih padaku.
"apa kau baik-baik saja? kau terlihat sangat kacau dan ketakutan" tanyaku penasaran, setelah merasa cukup tenang ia pun melepas pelukanku, dengan sedikit berat hati aku pun melepasnya. Kemudian ia mulai berdiri, lalu keluar dari bilik toilet yang cukup sempit ini. Aku mengikutinya dari belakang.
"a-aku Jungkook.. Jeon Jungkook imnida" katanya yang tiba-tiba saja memperkenalkan diri padaku.
"ah ne.. aku Jung Hoseok, dan sepertinya kau lebih mudah dariku Jungkook-ssi"
"eh? a-aku 97 line, kalau kau?" tanyanya dengan nada masih terdengar canggung.
"aku 94 line hehe, kalau begitu panggil aku hyung ya" ucapku sambil mengacak rambut jungkook yang sudah berantakan, bermaksud sedikit mengurangi ke canggungan di antara kami. Ia menggangguk kecil, sebelum akhirnya tersenyum padaku. 'ah senyumnya..'
"oh iya.. kau kenapa menanggis seperti itu? dan kenapa bajumu kotor sekali, dan lihat rambutmu yang berantakan itu" tanya ku sekali lagi karena masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Jungkook sampai keadaannya seperti ini. Lalu, ku lihat ia menunduk lagi.
"a-aku.. aku.. hiks" jungkook kembali terisak, segera saja ku rengkuh bahu itu.
"e-eh mian aku tidak memaksa untuk bercerita"
"hiks.. a-aku takut hyung.." ujarnya mulai bercerita. Aku mendengarnya dengan seksama, sambil sesekali mengusap punggung jungkook. Mendadak ada perasaan marah ketika aku mendengar jungkook hampir di lecehkan oleh seniornya yang sama sama bekerja di kedai ini. Ku remas pelan bahunya yang kembali bergetar karena ketakutan.
"berhenti saja dari sini, aku akan membantu mu mencari pekerjaan part time di tempat kenalanku" ucapku akhirnya setelah beberapa saat kami terdiam.
"t-tapi..." sepasang manik hitam itu kembali menatapku ragu, dan aku balik menatapnya seolah ingin meyakinkannya kalau aku serius ingin membantunya. Perlahan jungkook tersenyum, sedikit menampakkan gigi kelincinya yang begitu imut itu.
.
.
.
.
.
TBC
