Title : "Sunflower "
Author : Y. Sunshine
Main Cast : Min Yoongi (Suga)
Kim Seok Jin (Jin)
Other Cast : BTS members
Genre : romance (maybe)
Legth : chaptered
Summary : Dia adalah matahari untukku, aku tak bisa berpaling darinya. Aku tak bisa mencari pengganti matahari dalam hidupku. Cukup dia, hanya jin hyung matahari dalam hidupku. Walaupun aku tak tahu bagaimana perasaannya padaku, sudahlah itu tak penting bagiku. yang terpenting aku ingin selalu ada di sampingnya.
Sunflower
"t-tapi..." sepasang manik hitam itu kembali menatapku ragu, dan aku balik menatapnya seolah ingin meyakinkannya kalau aku serius ingin membantunya. Perlahan jungkook tersenyum, sedikit menampakkan gigi kelincinya yang begitu imut itu.
.
.
.
.
Chapter 7
Yoongi masih setia berdiri atau lebih tepatnya lagi ia kini hampir berjongkok di depan etalase sambil memberikan tatapan blink eyes-nya itu, memandangi deretan sample es krim di depannya. Jin akhirnya menepuk pelan bahu Yoongi, membuat namja berambut karamel itu mendongakkan wajahnya.
"kau sudah memilih mau es yang mana hm?" tanya Jin kemudian, Yoongi kembali terdiam. Menatap deretan es krim dan Jin secara bergantian. Mengerti akan keadaan Jin akhirnya angkat bicara.
"kau mau semuanya eoh?" tanya Jin sekali lagi, Yoongi menggeleng pelan.
"eung.. anni hyung~ aku mau yang choco banana saja"
"baiklah double choco banana untukmu yoon kkk" mengacak pelan surai karamel itu dan segera memesan es krim yang di inginkan Yoongi.
"gomawo hyung" Yoongi tersenyum lagi, menunjukkan sebuah eyes smile yang amat manis. Setelahnya ia segera membalikkan badan. Sedikit berteriak karena sore itu kedai cukup ramai oleh pengunjung. "kalian berdua mau yang rasa apa?" begitu mndengar suara Yoongi, Jimin dan Taehyung mengenhentikan pembicaraan mereka.
"aku yang strawberry ya hyung" teriak Taehyung dari sudut kedai.
"aku vanilla saja hyungie~" kali ini Jimin yang berteriak, yang kemudian di jawab dengan sebuah acungan jempol oleh Yoongi. Selang beberapa saat Yoongi dan Jin kembali ke meja yang sudah di tempati oleh dua hoobae sekaligus temannya itu. menaruh nampan dengan berbagai macam es krim di atasnya. Menyadari ada yang kurang, Yoongi mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"mencari hoseok hyung?" tanya Jimin kemudian setelah mengerti sejak tadi Yoongi menoleh ke kanan dan ke kiri. Yoongi menangguk kecil.
"dia kemana?"
"tadi dia bilang ke—" belum sempat Jimin menjawab pertanyaan Yoongi sebuah bantingan pintu terdengar dari arah kanan mereka duduk. Membuat beberapa orang yang tengah menikmati es krim mereka menoleh ke arah sumber suara.
BRAK
Hoseok kembali dengan seorang namja yang bersembunyi di belakangnya, namja itu terlihat ketakutan dengan baju yang sudah kotor dan mata sembab seperti habis menangis. Yoongi, Jin, Jimin, dan Taehyung terkejut dengan apa yang mereka lihat. Hoseok terlihat menggenggam erat tangan namja yang sejak tadi mengekor di belakangnya. 'Sebenarnya apa yang terjadi?' batin mereka berempat. Hoseok berjalan tergesa menuju tempat kasir, tampak wajahnya memerah seperti sedang menahan emosi. Tidak peduli dengan tatapan aneh para pengunjung yang di tujukan padanya dan Jungkook. Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi mereka berempat langsung berdiri dan menghampiri Hoseok.
"hyung apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jimin penasaran ketika mereka berempat sampai di depan kasir.
"nanti saja kujelaskan" ucap Hoseok, Jungkook semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Hoseok, terlihat begitu ketakutan.
"maaf sebenarnya ada apa ya? dan kenapa anda bersama dengan salah satu pegawai kami?" tanya namja penjaga kasir dengan sangat hati-hati.
"aku ingin pegawai bernama Kim Namjoon di pecat sekarang juga!" pemilik kedai langsung keluar begitu mendengar ada keributan di kedai miliknya.
"hei.. hei.. ada ribut-ribut apa ini? Apa kau melakukan kesalahan Kyungsoo-ya?" tanya pemilik kedai pada namja penjaga kasir, namja bermata belo itu langsung menggelengkan cepat kepalanya.
"maaf apa anda pemilik kedai ini? Saya ingin anda segera memecat pegawai bernama Kim Namjoon sekarang juga" ucap Hoseok tegas, masih dengan sorot mata penuh emosi. Entahlah mengapa ia begitu marah setelah mendegar cerita Jungkook, ada rasa ingin melindungi namja bergigi kelinci yang baru ia kenalnya tidak lebih sejam yang lalu. Jungkook kembali mengeratkan genggamannya dengan tangan Hoseok. Terlihat kecemasan di wajah polos Jungkook, ia sungguh takut. Namun saat mata tajam Hoseok menatapnya lembut, seakan ingin memberikan ketenangan padanya. Rasa takut itu perlahan menghilang, berganti dengan perasaan aman yang menyelimuti hati Jungkook.
"Namjoon? Ah kenapa lagi dengan si pembuat masalah itu?" wajah pemilik kedai langsung berubah. "Kim Namjoon!" teriak si pemilik kedai membuat beberapa orang di sana tersentak kaget. Sesaat setelah teriakan si pemilik kedai, seorang namja bertubuh tinggi dengan rambut blonde yang acak-acakan juga tampang badboy yang di milikinya ditambah lagi tatapan tak ramahnya itu.
"heung?" menjawabnya dengan acuh lalu duduk di atas meja sambil menatap datar si pemilik kedai, membuat mereka yang melihatnya terpengarah. Kenapa si pemilik kedai memperkerjakan namja tidak sopan seperti itu?
"apa kau membuat masalah lagi hah?! Kenapa pakaian Jeon Jungkook seperti itu?" marah si pemilik kedai sambil menatap tajam ke arah Namjoon, yang di tatap hanya bergumam pelan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Jungkook. Nyali Jungkook kembali menciut saat Nmajoon menatapnya seperti itu, membuatnya menyembunyikan sebagian wajahnya di belakang bahu Hoseok.
"tsk.. namja sialan" desis Namjoon pelan
"Namjoon jelaskan apa yang terjadi?!" bentak pemilik kedai lagi, mungkin teman-teman Hoseok bingung kenapa pemilik kedai tidak langsung memecat si namja brengsek itu?
"hn.. aku hanya 'bermain' dengan Jungkook Appa.." jawabnya malas, hal itu membuat Hoseok geram. Ingin rasanya ia memukul wajah itu. dengan tampang tidak bersalah Namjoon bergegas pergi namun di tahan oleh pemilik kedai yang ternyata ber-status Ayahnya.
"kau sangat keterlaluan Namjoon! Ayah tidak pernah mengajarkan hal buruk padamu.. cepat minta maaf pada Jungkook." Perintah sang Ayah dengan nada penuh penekanan. Namjoon hanya memutar kedua bola matanya dengan malas, sebelum kemudian ia membungkuk kepada ke enam namja yang berdiri di depan meja kasir.
"mian Jungkookie.. aku hanya ingin 'bermain' denganmu saja" ucapnya tanpa rasa penyesalan, Hoseok sudah sangat geram, sungguh! Dengan segera ia menarik kerah seragam Namjoon dan dengan cepat Hoseok melayangkan tinjunya tepat ke rahan sedikit mengerang menerima perlakuan Hoseok yang di luar perkiraannya itu.
"cih.. siapa kau mencampuri urusan kami?" tanya Namjoon sambil mengusap pelan sudut bibirnya yang sedikit terluka.
"jangan ganggu dia lagi!" Hoseok segera berbalik dan menggenggam tangan Jungkook sebelum ia menyeret Jungkook keluar. Jungkook hanya menurut, mengekor di belakang punggung Hoseok. Sedang ke empat temannya masih berdiri mematung di depan meja kasir, mungkin sedikit terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Sebelum Hoseok benar-benar keluar dari kedai tersebut ia sempat berbalik ke arah teman-temannya.
"lanjutkan saja acara kalian, aku akan mengurus Jungkook. Besok aku jelaskan semuanya di sekolah"
"tapi—" Yoongi hendak menyusul Hoseok tapi keburu di cegah oleh Jin.
"biarkan saja Yoon.. dia butuh waktu sendiri, sekarang habiskan saja es krim mu" ujar Jin dengan senyum menenangkan, Yoongi masih ragu. Menatap ke luar kedai dengan wajah khawatir. Jin yang mengetahui itu segera mengusap lembut bahu Yoongi berusaha meyakinkan kepada namja bersurai karamel itu bahwa semua akan baik-baik saja.
"hhah baiklah hyung.. kajja kita lanjutkan acara kita" ucapnya kemudian yang langsung di setujui oleh Jimin dan Taehyung. sebelum mereka kembali ke meja mereka tadi, sang pemilik kedai membungkuk dan meminta maaf berkali-kali atas kejadian barusan.
"Maafkan anakku, dia memang susah di atur.. tolong sampaikan permintaan maafku pada teman kalian ne? untuk permintaan maaf kalian boleh makan es krim di sini gratis selama 2 hari ke depan"
Yoongi dan Taehyung mengerjap-ngerjapkan matanya lucu mendengar mereka mendapat es krim gratis di kedai ini selam 2 hari ke depan. Jimin yang melihat hal itu langsung saja mencubit ke pipi Yoongi dan Taehyung secara bersamaan.
"uhh.. neomu kwiyeowo.. kkk kalian sangat menggemaskan" ucap Jimin yang membuat Jin tertawa melihat tingkah ke tiga temannya yang lebih muda darinya itu. terlebih saat ia melihat Yoongi. 'sangat manis' ucapnya dalam hati sesaat kemudian sebuah senyum mengembang di wajah tampannya.
"nah kajja kita habiskan es krim kita~" ajak Jimin penuh semangat, mereka pun segera berlari kecil ke sudut kedai tersebut dengan wajah senang, tidak peduli beberapa tatapan pengunjung tertuju pada mereka. Setelah sampai di meja mereka Yoongi langsung saja asyik dengan mangkuknya yang masih penuh dengan choco bananan ice cream. Dengan cepat ia menyendokkan es krim yang setengah lumer itu dan memasukkannya ke dalam mulut mungilnya sebelum kemudian ia terlihat memejamkan matanya, terlihat begitu menikmati es yang meleleh di dalam mulutnya. Hal itu sungguh menggemaskan untuk Jin, tapi ia pura-pura cuek dan mencoba menyibukkan dirinya sendiri dengan es krim vanilla miliknya.
"eummm.. mashita~" ucap Yoongi setelah ia memakan suapan kedua es krim miliknya. Dengan mata mengerjap-ngerjap lucu ia kembali menyendokkan es krim di depannya. Jin yang melihat itu sudah tak tahan dengan tingkah Yoongi yang sangat menggemaskan. Ingin rasanya ia mengecup bibir mungil itu saat melihat lumeran es krim yang tersisa di sudut bibirnya.
"e-emm Yoon kalau makan jangan terburu-buru" kata Jin terdengar gugup, oh ayolah baru kali ini ia gugup di depan Yoongi hanya dengan melihat tingkah menggemaskan namja di sampingnya ini. Yoongi hanya menanggapi ucapan Jin dengan sebuah anggukan kecil, tanpa berhenti menyendokkan es krim ke mulutnya. Saat Jin akan menggerakkan tangannya ke arah Yoongi, bermaksud mengelap sisa es di sudut bibirnya ternyata ada tangan lain yang lebih cepat melakukan hal itu pada Yoongi.
"hyung mulutmu belepotan es krim kkk" sebuah usapan lembut di sudut bibirnya membuat Yoongi harus berhenti sejenak dari kegiatannya menyendokkan es ke mulutnya, saat melihat Jimin yang melakukan itu Yoongi lagi-lagi menunjukkan eyes smile nya.
"gomawo Jimin" ucap Yoongi dengan nada ceria, tak menyadari ada dua pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan pandangan yang sulit di artikan.
.
.
.
.
.
TBC
AN : ff ini sebenarnya ku tujukan untuk seseorang yang sangat berarti untukku. Seseorang yang sangat ku sayangi, seseorang yang telah menemani hari-hariku. Memberikan warna berbeda di tiap harinya. Aku berharap ia masih membaca ff ini sampai akhir. My sunshine, My miracle in december. Yang ingin ku katakan adalah aku tak pernah menyesal begitu menyayanginya sampai sedalam ini. Sesakit apapun itu, selama apapun aku harus menunggunya. Akan ku lakukan, hingga detik ini aku masih menunggunya.. like a sunflower waiting sunshine in the next morning. I miss you ma sunshine.. i hope you'll comeback, someday.
