Title : "Sunflower "

Author : Y. Sunshine

Main Cast : Min Yoongi (Suga)

Kim Seok Jin (Jin)

Other Cast : BTS members

Genre : romance (maybe)

Legth : chaptered

Summary : Dia adalah matahari untukku, aku tak bisa berpaling darinya. Aku tak bisa mencari pengganti matahari dalam hidupku. Cukup dia, hanya jin hyung matahari dalam hidupku. Walaupun aku tak tahu bagaimana perasaannya padaku, sudahlah itu tak penting bagiku. yang terpenting aku ingin selalu ada di sampingnya.

Note : ff ini murni pemikiran saya, jika ada alur atau watak dari tokoh yang mirip dengan ff lain itu bukanlah unsur kesengajaan. Don't be plagiat~

Happy Reading

Sunflower

"gomawo Jimin" ucap Yoongi dengan nada ceria, tak menyadari ada dua pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan pandangan yang sulit di artikan.

.

.

.

.

.

Chapter 8

Jin segera mengalihkan pandangannya, berpura-pura tak melihat YoonMin moment yang baru saja terjadi. 'ck sial.. aku keduluan' batinnya sedikit tak rela melihat kejadian barusan. Eh tunggu dulu, kenapa Jin harus tidak rela jika sekarang bukan ia yang melakukan hal itu pada Yoongi? Jangan bilang— Jin mulai menyukai teman kecilnya yang imut itu. segera saja ia menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan apa yang baru saja ia pikirkan. Yoongi yang menyadari itu segera menoleh melihat Jin yang bersikap aneh sejak tadi.

"eung.. hyung? kau kenapa?"

"e-eh tidak apa-apa Yoon haha lanjutkan saja makanmu" jawab Jin berusaha menutupi kegugupannya, oke sekarang ini ada yang tidak beres dengan dirinya. Kenapa sejak tadi ia merasa err.. gugup jika harus bertemu pandang dengan Yoongi?

"ah baiklah.." jawab Yoongi yang kemudian kembali asyik dengan es krimnya, sedetik kemudian Jin kembali melirik namja di sebelahnya itu. 'kalau di lihat-lihat ternyata sekarang ia lebih manis dari 6 tahun lalu' ucap Jin dalam hati sambil tersenyum tak jelas. Oke kita tinggalkan saja Jin yang sedang sibuk memandangi si namja gula itu. sekarang mari kita lihat bagaimana Jimin dan Taehyung yang sejak tadi tidak kedengaran suaranya.

Tampak Taehyung masih terlihat sibuk dengan strawberry ice creamnya, tapi kalau di perhatikan lagi sebenarnya ia tak benar-benar fokus pada mangkuk es krimnya. Terlihat sesekali namja penyuka leopard itu mencuri pandang pada namja bersurai hitam di sebelahnya. Taehyung menyendokkan es krimnya dengan cemberut, sebenarnya apa yang terjadi? Ah iya baru saja Taehyung melihat YoonMin moment yang mendadak hal itu membuatnya sebal. Entah kenapa, melihat Jimin bersikap manis pada Yoongi membuatnya ingin memarahi Jimin. Padahal mereka baru saja saling mengenal, ah entahlah hanya Taehyung yang mengerti isi hatinya. Merasa di pandangi Jimin-pun menghentikan kegiatannya dan menoleh ke sebelah. Saat mendapati Taehyung yang memandangnya dengan pandangan kesal, Jimin sedikit mengerutkan keningnya.

"eh kau kenapa Tae?" tanya Jimin bingung dengan tingkah temannya itu. Tae masih mengerucutkan bibirnya lucu lalu menggeleng cepat.

"bukan urusanmu! Sana habiskan saja es mu" jawab Taehyung dengan nada ketus, Jimin yang melihat hal itu tersenyum dan mengacak gemas surai orange cerah milik Taehyung.

"kkk kau manis kalau marah Tae.. tapi sepertinya akan lebih manis jika kau tersenyum" rona merah samar segera menjalari pipi putih Taehyung saat mendengar Jimin mengucapkan itu padanya. 'manis katanya? Ah sepertinya aku mulai gila' ucap Taehyung dalam hati yang kini tengah ber-blushing ria.

"aku sudah selesai~" ucap Yoongi kemudian.

"eh sudah selesai hyung?" tanya Jimin segera menghentikan kegiatannya mengacak tatanan rambut milik Taehyung. Yoongi mengangguk cepat sambil menunjukkan eyes smilenya pada Jimin. Jin yang tak ingin melihat YoonMin moment untuk kedua kalinya segera saja menarik pergelangan tangan Yoongi, membuat sang pemilik sedikit tersentak kaget.

"eh? hyung.. mau kemana?"

"kau pulang denganku ya Yoon? Ehm Jimin titip Taehyungie ya.. kalian bisa kan pulang bersama? Aku masih ingin mampir ke rumah Yoongi dulu" ucap Jin segera menarik Yoongi keluar kedai es krim tersebut tanpa menunggu jawaban dari ke dua hoobae-nya. Sementara Jimin dan Taehyung saling berpandangan dengan wajah bingung.

"ah biar sajalah hehe sekarang kau menjadi tanggung jawabku Kim Taehyung kkk aku akan mengantarkanmu pulang dengan selamat, kajja~" ucap Jimin dengan eyes smile-nya yang kemudian segera meraih tangan Taehyung, bermaksud menggandengnya. Taehyung yang mendapat perlakuan begitu hanya bisa menunduk, berusaha menutupi rona merah yang sejak tadi menghiasi pipinya gara-gara perlakuan Jimin yang tak bisa di tebak. Sepanjang jalan menuju halte, Jimin masih setia menggenggam tangan Taehyung dan sesekali mengayunkannya layaknya sedang menuntun anak kecil.

"yaa.. aku kan bukan anak kecil Jie~ kenapa kau harus menuntunku segala?" protes Taehyung yang sudah tidak tahan dengan perlakuan 'spesial' yang Jimin berikan padanya. Sebenarnya dia sih tidak keberatan di gandeng seperti ini, ia hanya terlalu bingung harus berbicara apa karena sejak tadi mereka hanya diam saja. Terdengar kekehan Jimin sesaat setelah mendengar protes yang di lontarkan Taehyung padanya.

"kkk.. aku hanya menjalankan tugasku Tae~ mengantarkanmu pulang dengan selamat, jadi aku akan mengandengmu sampai di rumahmu nanti.." jawab Jimin dengan nada ceria.

"kenapa juga menuruti perkataan Jin hyung?" Taehyung cemberut mendengar jawaban Jimin barusan, jadi Jimin melakukan ini hanya karena ingin menjalankan tugas dari Jin hyung? Jimin segera menggelengkan kepalanya, lalu menatap Taehyung dengan tangannya yang masih menggenggam erat tangan milik Taehyung.

"lalu?" tanya Taehyung penasaran, Jimin kembali menunjukkan eyes smile miliknya.

"karena aku ingin kau merasa aman saat berada di dekatku Kim Taehyung..." jawab Jimin tulus. Rona merah itu kembali terlihat pada kedua pipi milik Taehyung. Jimin yang melihat hal itu kembali tertawa.

"aigoo~ kau ini manis sekali kkk"

.

.

.

"y-yaa hyungie.. pelan-pelan saja bisa kan? Aku lelah" ucap namja bersurai karamel itu dengan nafas sedikit terengah-engah. Jin langsung saja melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Yoongi. Sebelum kemudian menunjukkan wajah tak berdosanya pada Yoongi yang kini sudah terlihat kelelahan karena sejak keluar dari kedai tadi Jin terus saja menarik tangannya dan berjalan dengan terburu-buru tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"ehehehe.. m-mian Yoon" ucap Jin yang kini tengah mengusap tengkuknya, sementara Yoongi hanya cemberut. Tak habis pikir kenapa Jin begitu aneh hari ini.

"kenapa sih tiba-tiba menarik tanganku dan berjalan dengan terburu-buru?" tanya Yoongi mempoutkan bibir mungilnya.

"e-emm itu maaf sebelumnya.. tapi aku hanya ingin pulang berdua denganmu Yoon.. a-aku hanya sedikit tak suka melihat Jimin begitu akrab denganmu"

"eh? a-apa maksudnya hyung tak suka?" Yoongi mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, sedikit kaget dengan perkataan Jin barusan, sementara Jin sekarang terlihat sangat gugup. Sesekali ia menunduk atau mengalihkan pandangannya ke arah lain hanya sekedar untuk menghindari tatapan mata milik Yoongi. Sungguh perkataan tadi itu reflek Jin ucapkan begitu saja.

"hyung.." Yoongi kembali bersuara, bermaksud menanyakan maksud perkataan Jin barusan. Oh demi Tuhan! Yoongi sekarang terlihat begitu menggemaskan, dengan wajah polosnya dan kepala sedikit di miringkan, sejak tadi ia masih setia memandangi namja yang setahun lebih tua darinya itu.

"m-maaf aku hanya—" Jin mendongakkan kepalanya setelah dirasa ia tak terlalu gugup. Dan sekarang ia kembali membeku melihat wajah polos Yoongi yang sangat— menggemaskan di matanya. 'oh shit.. kenapa kau sangat menggemaskan Min Yoongi?' Jin menelan ludahnya dengan kasar dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. Hey.. kenapa seorang Kim Seokjin terlihat sangat gugup di depan namja yang notabenya adalah teman masa kecilnya sendiri.

"aku hanya apa hyung?" oh ayolah.. Min Yoongi kenapa kau tidak bisa menangkap maksud Jin sama sekali. Bukannya menjawab pertanyaan Yoongi, Jin dengan cepat bahkan sebelum Yoongi sempat menyadarinya segera menarik tengkuk namja bersurai karamel itu untuk mendekat agar ia bisa melihat wajah manisnya dari jarak lebih dekat lagi.

"h-hyung.." nafas Yoongi kembali memburu saat wajahnya hanya berjarak beberapa senti dengan wajah Jin, ia tak pernah sedekat ini dengan Jin. Saat keterkejutannya belum hilang, Jin dengan segera meraih bibir mungil itu, mempertemukannya dengan bibir penuh miliknya. Mata Yoongi kembali membulat sempurna, sungguh ia tak pernah mengira Jin akan—menciumnya!

.

.

.

.

.

TBC

AN : Maaf untuk kalian yang riviewnya belum sempat saya balas hehe.. jadi sekarang saya akan membalasnya

JSBTS : Makasih udah baca plus riview ff buatanku, terimakasih juga untuk semangatnya ya dan semoga orang yang kamu maksud bisa sadar dan memberi kesempatan supaya kamu bisa lebih dekat dengan dia. Maaf untuk HopeKook moment-nya di chap ini sama sekali gak ada, di next chap akan ku buatkan deh.. jadi jangan bosen buat nunggu next chap ya

4HyunBam : Makasih loh ya udah sempetin baca ff ku, tetep di tunggu untuk next chap nya ya :D

Princeseokjin : ehem.. sepertinya ada yang—cemburu.. xD maaf ya hehe, di chap ini udah aku banyakin JinSuga nya kan? Tapi boleh ya untuk chapter-chapter selanjutnya sesekali aku selipin YoonMin moment kan biar ceritanya lebih greget (?) :p kenapa manggil aku pakai "author-nim" -_- terdengar sangat formal. di tunggu next chap.. ;)