"THE VOLUNTEER WITH THE RIBBON"
~MonMonBaekkie~
Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Other cast :
EXO
Genre :
T
Summary : because of Gaza, I meet him. Being a volunteer is enough to get me afraid to enter this area, but since I meet him I think this is my future.
Note : Terinspirasi dari peperangan antara Israel dan Palestina. Kisah ini bukan kisah nyata, kisah ini juga hanya sebuah cerita cinta seorang dokter relawan kepada seorang tentara. Tidak ada unsur menghina atau menjelekkan antara Israel, Palestina dan nama yang menjadi cast dicerita ini.
A story about ChanBaek shipper
.
.
.
.
.
The
Volunteer
With
The
Black
Ribbon
.
.
.
.
.
Chapter 3
Chapter sebelumnya :
"tidakk mungkin..
Aku..
Jatuh cinta..
Padanya.."
Mereka terus melakukan tatapan mata sampai Baekhyun memutuskan hubungan mata itu karena pipinya kembali merona. Chanyeol terkekeh geli lalu mengacak tatanan rambut Baekhyun sehingga sang pemilik mempoutkan bibir kecilnya. Chanyeo,gemas melihatnya.
"yeollie, kenapa kau tak kabur saja saat appa mu meminta kau ke sini?" Tanya Baekhyun, ia kembali merona dengan panggilan baru untuk Chanyeol.
"ide bagus. Entah kenapa aku tak berpikir selama 2 tahun aku disini. Dan lagi, aku bisa saja dibunuh orang suruhan appa bila aku tak mengikuti kemauannya" Chanyeol menundukkan kepalanya sejenak. Menahan gejolak emosi dan sedih. Ingatannya kembali ke 2 tahun lalu saat Chanyeol harus melakukan sesuatu yang membuat eomma dan noona tersayangnya menangis seharian.
"baekkie-ya?" dan Chanyeol memberi panggilan baru juga untuk Baekhyun. Semakin membuat pipi Baekhyun semerah tomat. Chanyeol terlihat berpikir lalu melepas baju perangnya, Baekhyun melebarkan mata sipitnya melihat kelakuan Chanyeol lalu reflex menutup matanya dengan kedua tangannya
"yakk, yeolli. Apa yang kau mau lakukan eoh?" Tanya Baekhyun takut. Chanyeol tertawa kecil lalu membuka tangan Baekhyun di matanya. "aku ingin mengantarkanmu, aku bisa dibunuh kalau mereka mengetahui yeoja cantik ini bersama seorang tentara yang bahkan tak pernah satu nyawa pun ditembaknya" ucap Chanyeol pede. Baekhyun merona hebat. Ia menatap tangannya yang digenggam Chanyeol. Ia pun berdiri lalu berjalan kea rah rumah prakteknya.
~other place~
"oppa? Eotte?" ucap Lay kepada Joonmyeon. Ini sudah hampir malam tapi Baekhyun belum juga pulang. Dan handphone Baekhyun yang mati. "tenang chagiya. Baekhyun pasti pulang kok. Dia kan sudah besar" ucap Joonmyeon a.k.a Suho. Lay menghembuskan nafasnya keras lalu menatap pintu rumah praktek. Baekhyun sudah menjadi yeodongsaengnya sendiri, ia sangat tau Baekhyun adalah yeoja paling ceroboh. Ia takut Baekhyun ditangkap tentara itu lalu ia di.. ahh Lay hampir menangis memikirkan apa yang akan terjadi pada Baekhyun kalau saja tidak ada pelukan hangat dari Kyungsoo.
"eonni, uljima. Baekhyunnie pasti kesini kok" ucapan Kyungsoo cukup membuatnya Lay tenang. Tak lama pintu rumah praktek mereka terbuka. Menampilkan sesosok anak perempuan cantik yang masuk dengan riang. Suho, Lay, Kyungsoo, dan Jongin sangat terkejut dengan kehadiran Baekhyun. Apalagi wajah cerianya. Dan tak lupa seseorang di belakang Baekhyun.
"CHANYEOL HYUNG!" pekik Jongin. Chanyeol menatap Jongin lalu tersenyum. Baekhyun bingung kenapa Jongin bisa kenal dengan Chanyeol. Jelas-jelas Chanyeol adalah tentara Israel.
"nuguya?" Tanya Suho pada Jongin. Jongin pun mendekati Chanyeol lalu merangkul namja itu. "dia sunbae ku di SMA waktu itu dan sekaligus sepupuku. Yak Kyungsoo chagi kau lupa eoh?" Jongin menatap Kyungsoo yang memang saat itu sedang berpikir. "ah, CHANYEOL SUNBAE" ucap Kyungsoo, ia membungkuk hormat kepada Chanyeol, chanyeol pun membalasnya.
"kyungsoo-ya jangan seformal itu. Aku yakin umur kita tidak jauh beda. Dan, kau berpacaran dengan namja hitam ini eoh?" Tanya Chanyeol ke Kyungsoo. Dan yang ditanya sudah senyum-senyum sendiri dan Jongin langsung menjitak kepala Chanyeol.
"aishh dimana sopan santunmu itu Kim Jongin?" Baekhyun menjauhkan Jongin dari Chanyeol dan memeluk lengan Chanyeol. Chanyeol pun kaget dengan perlakuan Baekhyun. Tapi ia tetap memasang senyumnya.
"gomawo Chanyeol-ssi kau mengantarkan Baekhyun kesini. Dia sangat ceroboh dan pelupa. Ia mudah tersesat ditempat baru." Ucap Lay. Baekhyun malah menyengir tidak jelas. Chanyeol yang sudah sadar Baekhyun melepas pelukan ditangannya lalu tersenyum kearah Lay "tidak apa-apa, errr.."
"Lay. Zhang Yixing imnida. Panggil saja Lay. Dan ini calon suamiku Kim Joonmyeon, panggil saja Suho" ucap Lay. Mendengar kata-kata Lay membuat Suho sedikit malu.
"hyung apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jongin. Chanyeol menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. "aku awalnya mau liburan jadi aku kesini" timbul kerutan didahi Jongin namun setelah itu ia menganggukkan kepalanya.
Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan tak percaya. Tapi Chanyeol malah mengangkat bahunya. Seakan tak tau dan tak perduli.. Baekhyun pun menarik Chanyeol keluar ia sempat tersenyum kearah sahabat-sahabatnya itu.
"yakk, apa jongin tidak tau kau jadi tentara?" Tanya Baekhyun pelan. Ia menatap kanan kiri berharap semoga tidak ada orang "ini bisa jadi aib keluarga Baekkie. Appa ku tak pernah mau memberi tau semua keluarga kami. Bila ditanya pun appaku menjawab "ia sedang sekolah di luar negeri" makanya aku harus berbohong kepada Jongin" ucap Chanyeol pelan. Baekhyun merasa sangat bersalah sekarang, lihatlah wajah Chanyeol yang sudah sangat menyedihkan.
"yasudah, kau kembali saja. Ambil pakaianmu lalu kembali ke rumahmu. Kita bertemu lagi disana. Arrachi?" ucapan Baekhyun membuat mood Chanyeol kembali bangkit. Ia pun tersenyum manis pada Baekhyun.
"Baekkie-ya?" panngil Chanyeol, Baekhyun mengangkat kepalanya, menatap langsung di manik mata Chanyeol. "gomawo. Em, bolehkah aku meminta nomor ponselmu?" Tanya Chanyeol gugup. Baekhyun terkekeh geli. Lalu mengangguk pelan.
"ini" Chanyeol memberikan ponselnya, Baekhyun mengetik nomornya dihandphone layar sentuh itu lalu mengembalikan kepemiliknya. "gomawo Baekkie-ya" ucap Chanyeol, ia tersenyum sangat manis, mengusap rambut hitam panjang Baekhyun lalu pergi. Ia sempat melambaikan tangannya walaupun tak dibalas Baekhyun. Baekhyun masih shock dengan senyuman namja yang saat ini ada di pikirannya.
"Park Chanyeol, kau sangat tampan"
.
.
"Byun Baekhyun, kau sangat cantik"
~skip~
"ada apa dengan Baekhyun noona?" Tanya Jongin. Ia bingung sedari tadi Baekhyun terus tersenyum sambil menatap ponselnya. Lay yang ditanya hanya mengangkat bahu tanda tak tau.
"yak noona! Kau kenapa eoh?" Jongin sengaja mengeraskan suaranya agar Baekhyun sadar.
"haisss, diam kau Kim Jongin. Ahh, aku senang sekali. Kau tau sepupumu memang sangat tam-"
Baekhyun menghentikan ucapannya saat Jongin menatap Baekhyun dengan smirk andalannya. Baekhyun menelan ludahnya sendiri, apa yang kau katakan Baekhyun pabo! Baekhyun malah masuk kekamarnya dan menyembunyikan wajahnya di bantal.
"sepertinya Baekhyun noona suka sama Chanyeol hyung" ucapan Jongin membuat Kyungsoo semakin membulatkan matanya. "Kim Jongin, kau serius? Bahkan mereka baru bertemu" ucap Joonmyeon a.k.a Suho. Jongin tidak memperdulikan ucapan Suho, ia mengambil handphonenya mengetik pesan keseseorang.
To : Chan Hyung
Hyung eodiga?
Tak lama balasan pesan Jongin masuk
From : Chan Hyung
Dirumah. Wae?
Jongin berdiri lalu pergi kearah balkon.
To : Chan Hyung
Apa yang kau perbuat pada noona ku eoh?
Jongin sedikit terkikik dengan balasan pesan untuk Chanyeol.
From : Chan Hyung
Noona? Baekhyun? Ah, aku hanya meminta nomor handphonenya, tersenyum padanya, mengusap kepalanya, lalu pergi. Aku tidak melakukan apapun.
Ia bingung dengan jawaban pesan Chanyeol. Tapi ia tau bagaimana sepupunya yang satu ini. Bila ia menyukai seseorang ia akan menjelaskan semua hal yang dilakukannya tanpa ditutup-tutupi.
To : Chan Hyung
Yasudah awas kau buat noona ku sedih. Atau aku akan membunuhmu hyung. Jaljayo^^ kekekekeke~
Chanyeol Pov
Aku sudah sampai diapartemen ku dan Jongdae. Dalam hati aku tersenyum puas dan bahagia bisa mendapatkan nomor pensel Baekhyun. Awalnya ia hendak mengirim pesan kepada Baekhyun namun ponselnya sudah bergetar tanda pesan masuk. Dan ternyata dari Jongin.
"tumben dia mengirim pesan?" Gumam Chanyeol
From : Jongin
Hyung eodiga?
To : Jongin
Dirumah. Wae?
From : Jongin
Apa yang kau perbuat pada noona ku eoh?
To : Jongin
Noona? Baekhyun? Ah, aku hanya meminta nomor handphonenya, tersenyum padanya, mengusap kepalanya, lalu pergi. Aku tidak melakukan apapun.
From : Jongin
Yasudah awas kau buat noona ku sedih. Atau aku akan membunuhmu hyung. Jaljayo^^ kekekekeke~
Aku sempat terkekeh dengan pesan Jongin. Sepertinya ia takut jika Baekhyun tersakiti olehku. Yah, walaupun aku memang tidak pernah punya pacar karena dilarang Appa. Ngomong-ngomong soal Appa, aku teringat kejadian itu lagi. Rasanya aku ingin melempar handphone ku kalau aku ingat dengan nomor Baekhyun. Aku tersenyum senang lalu menulis pesan singkat ke Baekhyun.
Chanyeol pov end
Author pov
To : Baekhyun
Annyeong Baekkie :) Jaljayo^^
Tidak sampai 5 detik ada pesan balasan dari Baekhyun, Chanyeol semakin tersenyum lebar
From : Baekhyun
Oh Yeollie? Nde Jaljayo^^
Kening Chanyeol sempat berkerut, ia merasa Baekhyun sudah sangat dekat dengannya. Ia bahkan memanggil Chanyeol dengan Yeollie, keluarganya saja tidak pernah memanggilnya seperti itu. Dan yang ia dengar dari Jongin, Kyungsoo, Lay dan Suho mereka memanggil Baekhyun dengan Baekhyunnie.
To : Baekhyun
Besok, kau sibuk?
Bibir Chanyeol yang awalnya melengkung keatas semakin lama semakin mendatar dan membuat bentuk garis dibibirnya. Sudah 2 menit ia menunggu pesan balasan Baekhyun tapi Baekhyun tidak membalasnya. 'mungkin sudah tidur' batin Chanyeol
Ia pun menaruh handphone kesayangannya di nakas samping kasur. Ia pun menidurkan tubuhnya dan menutup matanya untuk tidur.
Tanpa Chanyeol ketahui, di tempat nan jauh disana, di kamar apartement Baekhyu. Sang Yeoja kini melompat-lompat senang karena pesan Chanyeol. Oh, ayolah. Baekhyun rasa ia mulai menyukai namja tower itu. Ia sampai bingung akan membalas apa. Ia pun menulis pesan balasan untuk Chanyeol
To : Mr. Park
Besok? Nde. Tapi hanya sampai siang. Kau tau Israel sedang gencatan senjata selama 1 minggu. Ah, aku pikir Israel cukup punya hati kali ini. Aku ada di rumah praktek. Jalja Yeollie^^
Baekhyun tersenyum bahagia lalu tertidur dengan memeluk handphonenya. Ia memang punya kebiasaan menulis nama kontak dengan marga orang tersebut. Seperti Mrs dan Mr untuk yang lebih tua darinya dan miss dan mister untuk yang lebih muda darinya.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Annyeong Chingu-deul. Apakah FF ini semakin garing? Mianhe, MonMon berusaha membuat Ff ini menjadi sangat baik tapi jadinya seperti ini/?/ dan MonMon harap para readers masih mau membaca dan memberi Review ff ini.
Oh iya mungkin MonMon bisa memposting ff ini 1 hari 1 chaper hanya sampai Chaper 3 karena ff ini baru dibuat dan ff ini belum sepenuhnya jadi. MonMon hanya bisa buka laptop seminggu 2 kali karena MonMon lumayan sibuk. So, MonMon akan memposting next Chapter agak panjang.
Gomawo Chingu-deul^^Happy Reading and Happy Review^^
~MonMonBaekkie~
