Disclaimer : Naruto dan High school DxD bukan punya saya
Rate : T (semi M)
Pair : Itachi - ? , Issei - ?, (Not Yaoi, maybe harem)
Warning : Typo(s), sedikit OOC (maybe), etc


Life 2. first meeting with wild devil


"Katon - Gogakyu no jutsu!"

Seorang pemuda berambut coklat jabrik menyemburkan api dari mulutnya. Sedangkan lawan di hadapannya, yaitu seorang pemuda berambut hitam halus panjang merapal segel tangan lalu menembakan air dari mulutnya.

"Suiton - Shuryuudan!"

'jbruaaassh

Api dan air berbenturan menghasilkan uap air yang menjadi kabut yang cukup tebal. Kemudian, pemuda berambut coklat jabrik berlari menembus kabut sembari tangan kirinya terselimuti petir.

"Chidori!"

'jleeb

Pukulan petir pemuda berambut coklat itu sukses menembus dada pemuda berambut hitam panjang yang merupakan lawannya. Ya, mereka adalah Hyoudou Issei yang tengah bertarung melawan kakaknya sendiri, Hyoudou Itachi.

"Ghh..." Itachi memuntahkan darah karena dadanya tertembus Chidori Issei.

"Ini jurus baruku. Bagaimana, hebat kan, Nii-san?" ucap Issei bangga tanpa mencabut tangan kirinya dari dada Itachi.

"Seharusnya kau menggunakan tangan kananmu untuk jurus ini sehingga tangan kirimu bisa mengaktifkan Boosted Gear. Dengan begitu serangannya bisa lebih mematikan." ujar Itachi dengan tenang meskipun kondisinya sendiri cukup parah.

"Ah benar juga! Kenapa aku tak terpikirkan hal itu, hah... Nii-san memang benar-benar jenius..." ucap Issei menghela nafas dan bodohnya lagi dia sama sekali tak berniat mencabut tangan kirinya dari dada Itachi.

"Tak apa, lain kali pikirkan dulu sebelum bertindak." ujar Itachi lalu tubuhnya memecah menjadi puluhan gagak yang terbang ke sekiling Issei.

Issei kembali waspada dengan gagak-gagak yang terbang mengitarinya. Kemudian secara bersama-sama, para gagak itu meluncur lurus ke arah Issei sekaligus.

"Heh, lagi-lagi Genjutsu. Sharingan-mu memang hebat, Nii-san." ucap Issei merapal segel tangan. "Kai!"

Usai melafalkan itu, semua gagak yang meluncur ke arah Issei, bulu-bulunya rontok lalu semua gagak itu berubah menjadi Shuriken. Ya, puluhan Shuriken menerjang ke arah Issei.

"!" Issei yang tak menduga itu menghindari shuriken-shuriken itu. Gerakan Issei memang lincah sehingga bisa menghindari semuanya. Tapi karena Issei bergerak sembarangan dia malah tergelincir dan jatuh ke tanah. Issei mencoba bangkit lagi, namun ada seseorang yang menodongkan kunai ke lehernya. Ya, dialah Itachi. Yang menakjubkannya lagi, kondisi Itachi nampak baik-baik saja tanpa luka sedikitpun.

"Sekarang, ayo kita pulang. Ini sudah sore." ucap Itachi dengan wajah datar

"Huh, meski aku punya tehnik baru, aku tetap tak bisa mengalahkan Nii-san." gerutu Issei

Itachi tersenyum kecil melihat tingkah adiknya. Lalu ia menon-aktifkan Sharingan-nya dan menyimpan kembali kunainya.

"Ise." panggil Itachi yang melambaikan tangannya.

Melihat itu Issei segera bangun lalu, kedua jari Itachi mendarat di kening Issei. Mendapat perlakuan itu, Issei sedikit sebal.

"Ayo pulang." ajak Itachi berlalu begitu saja meninggalkan Issei.

"Hei tunggu aku, Nii-san!" seru Issei berlari kecil mengejar kakaknya


Ya, sekian tahun berlalu sejak pertama kali mereka mempelajari apa yang namanya chakra. Kini keduanya telah tumbuh menjadi remaja yang tampan. Seiring pertumbuhan mereka, kemampuan mereka semakin berkembang hingga sekarang mereka menguasai ninjutsu, bahkan menciptakan jutsu andalan mereka masing-masing.

Saat ini Itachi sudah berusia 18 tahun dimana adiknya, Issei berusia 17 tahun. Status sosial mereka adalah pelajar SMA dimana Itachi pelajar kelas 3 dan Issei kelas 2. Juga keduanya bersekolah di sekolah yang sama, yaitu Akademi Kuou. Sebuah sekolah yang awalnya hanya untuk anak perempuan, tapi beberapa tahun terakhir ini berubah menjadi sekolah campuran. Tapi tetap saja, rasio siswi perempuan jauh lebih banyak dibandingkan siswa laki-laki. Bagi Itachi, itu hanyalah situasi yang biasa saja. Tapi bagi Issei, situasi seperti itu adalah surga. Yah, meski kedua Hyoudou bersaudara ini tumbuh bersama selama belasan tahun, tapi tetap saja sifat dan kepribadian mereka berbeda. Tak hanya di kehidupan sekolah, tapi di banyak hal lainnya mereka tetap berbeda.

Namun meski berbeda, keduanya tetaplah adik kakak yang saling peduli satu sama lain.

Matahari bersinar di ufuk barat tanda senja telah menjelang. Kedua bersaudara ini tengah berjalan menyusuri jalan perkomplekan di kota Kuou. Suasana semakin sepi, hampir tak ada seorangpun yang berlalu lalang di jalanan selain mereka berdua.

"Nii-san, kenapa tidak pakai Hiraishin-ku saja biar bisa cepat sampai rumah?" tanya Issei yang berjalan di samping Itachi sembari menyilangkan kedua tangannya di belakang kepala.

"Ya, itu mungkin ide bagus. Tapi kau tahu? Sudah sejak lama aku merasa ada banyak keanehan di kota tempat kita tinggal ini. Tidakkah kau juga merasakannya?" tanya balik Itachi yang berjalan dengan tenang.

"Kalau boleh jujur, aku juga kadang-kadang merasa ada yang aneh dengan daerah ini. Terlebih lagi saat malam. Contohnya waktu aku pulang malam setelah bermain di rumah Matsuda tempo hari. Di perjalanan pulang, aku merasa ada suatu energi aneh. Aku tidak tahu apa itu, yang jelas itu bukan chakra. Jadi kuputuskan untuk menuju asal energi itu. Tapi saat aku sampai, tak ada apapun disana." terang Issei

"Begitu. Apa nagamu juga tak tahu soal keanehan ini?" tanya Itachi

"Aku pernah menanyakan soal ini pada Ddraig. Dia tahu segalanya. Tapi dia tak pernah menceritakannya. Ddraig hanya bilang padaku agar jangan pedulikan soal itu toh pada kenyataannya itu juga tidak penting. Begitulah. Jadi ku hiraukan saja keanehan-keanehan itu. Lalu Nii-san, apa kau tahu sesuatu?" tanya balik Issei

"Ya, sedikit. Aku bahkan kemarin menemukan sebuah buku yang tepat untuk menjelaskan semua itu. Bukan buku juga, tapi sebuah kitab. Meski aku belum menemui bukti-bukti dari apa yang tertulis dalam kitab itu." ucap Itachi

"Kitab?"

"Kitab injil. Dimana di dalamnya tertulis sebuah sejarah 3 eksistensi yang sampai saat ini masih ada yang menghuni dunia ini." tutur Itachi

"Tunggu, bukankah kitab Injil itu kitabnya agama kristiani? Kenapa Aniki membacanya? Jangan bilang kalau Nii-san tertarik untuk masuk ke agama itu." terka Issei

"Tidak. Aku hanya tertarik dengan sejarah yang tertulis di dalamnya."

"Sejarah?"

"Ya. Sejarah perang besar 3 fraksi antara fraksi Tuhan dan malaikat, fraksi malaikat jatuh, dan fraksi iblis." terang Itachi

"Woaa sepertinya menarik! Boleh aku pinjam kitab itu Nii-san?" pinta Issei bersemangat. Yah pasalnya Issei menyukai hal-hal supranatural seperti itu. Jadi percakapan seperti ini membuatnya cukup senang.

"Tentu. Tapi sepertinya, kita akan menemukan bukti keanehan itu disini. Lihat."

Sesuai perkataan Itachi, agak jauh di hadapan mereka, tepatnya dari bayang-bayang belakang pohon muncul sesosok mahluk dengan penampilan aneh dimana tubuh telanjangnya yang berotot, bulu-bulu hitam tumbuh di sekujur punggungnya, juga kuku-kuku panjang nan tajam yang tumbuh di tangan dan kakinya, serta taring-taring tajam yang mencuat keluar dari mulut besarnya. Sekilas, mahluk ini terlihat seperti monster. Tidak, dia memang monster.

"Kukuku dua anak muda. Waktu yang tepat, kebetulan aku sedang lapar." ucap Monster itu menyeringai melihat Itachi dan Issei di hadapannya.

Itachi memandang monster itu dengan tatapan datar. Sedangkan Issei, dia memasang posisi siaga.

"Biar aku yang menghadapinya, Nii-san." ucap Issei bersiap dengan kunai Hiraishin-nya.

"Jangan. Kalau kau yang bertarung nantinya tempat ini akan rusak. Biar aku saja." ucap Itachi memejamkan matanya.

"Huh, baiklah." keluh Issei mendengus sebal.

"Sombong sekali kau anak muda! Kalian hanya akan menjadi makananku! Matilah!" seru Monster itu melompat hendak menerkam Itachi dan Issei.

Saat cakar monster itu hampir mencabik tubuh Itachi, Itachi membuka matanya.

"Sharingan..."

Mata merah dengan 3 tomoe hitam. Ya, itu adalah Sacred Gear Itachi, Sharingan. Tapi meski Itachi mengaktifkan Sharingan-nya, dia sama sekali tak bergerak dari tempatnya sehingga cakar monster itu dengan sukses mencabik-cabik tubuh Itachi hingga termutilasi menjadi beberapa bagian. Sedangkan di sampingnya, Issei, dia segera melompat mundur.

"Haha dasar bodoh. Hei monster jelek! Kalau aku jadi kau aku tak akan melakukan itu tahu!" seru Issei yang melompat mundur

"Diam kau bocah! Selanjutnya giliranmu!" seru monster itu yang bersiap menyerang Issei

"Huh, apa kau pikir kau sudah mengalahkan Aniki-ku? Bahkan aku sendiri juga terjebak, huh. Ah benar juga, aku tadi juga melihat matanya! Sial sial!" gerutu Issei pada dirinya sendiri

"Matanya?" monster itu sedikit kebingungan. Tapi sesaat kemudian, monster itu terkejut menyadarinya. Ya, monster itu menyadari perubahan pada mata Itachi sebelum ia menyerangnya tadi. Kemudian monster itu melihat potongan-potongan tubuh Itachi yang berceceran di jalanan sekitarnya.

Benar saja. Tiap-tiap potongan tubuh Itachi mulai berdenyut lalu mengembang dan tumbuh semakin besar. Semakin besar hingga terbentuk sosok Itachi yang utuh seperti sedia kala. Tak hanya satu, tapi ada tujuh Itachi yang tercipta dari potongan-potongan tubuh tadi. Ketujuh Itachi itu lantas berdiri mengelingi sang monster. Sharingan pada ketujuh Itachi memandang tenang pada sang monster itu. Sedangkan monster itu, dia terlihat panik.

"K-kemampuan membelah diri?! Apa kau pengguna Sacred Gear?!" tanya monster itu dengan terkejut.

"Ya."

"Aku,"

"memang-"

"-pengguna Sacred Gear."

"Tapi."

"bukan itu-"

"-kemampuanku."

Ketujuh Itachi itu menjawabnya dengan bersahut-sahutan yang membuat monster itu geram.

"Brengsek!"

Monster itu menghajar ketujuh Itachi dengan membabi buta. Sedangkan ketujuh Itachi, mereka hanya diam saja merelakan tubuhnya dicabik-cabik hingga tercerai berai menjadi banyak potongan. Monster itu nampak menyeringai setelah menghabisi ketujuh Itachi tersebut.

Sedangkan agak jauh di belakang, Issei, dia malah menertawakan adegan yang baru saja disaksikannya, "Hahaha, percuma saja."

Benar saja, dari potongan-potongan tubuh dari ketujuh Itachi tadi mulai tumbuh kembali menjadi Itachi yang baru. Ya, bukan tujuh lagi, tapi puluhan lebih Itachi telah tercipta. Sang monster itu menjadi semakin panik melihat banyaknya Itachi.

"Sekarang giliranku."

Salah satu Itachi memberi komando, lalu puluhan Itachi yang lain dengan kunai di masing-masing tangannya menerjang monster itu secara bersamaan. Dengan kejamnya, para Itachi menikam monster itu dengan kunai masing-masing.

"Guuaaaahhhhh!"

Monster itu mengerang kesakitan mendapat banyak tikaman di sekujur tubuhnya. Tak berhenti di situ, para Itachi terus-menerus menikam monster itu. Meski terkadang monster itu berhasil mengeyahkan beberapa Itachi, namun para Itachi yang lain maju dan bergantian menikamnya sekaligus. Seharusnya, monster itu sudah mati setelah mendapat banyak tikaman. Tapi sampai sekarang, monster itu tak kunjung mati. Kejamnya lagi, para Itachi masih tak berhenti menikamnya berulang-ulang. Monster itu hanya bisa mengerang kesakitan.

"Gyaahhh kenapa?! Ghh kenapa tak bunuh aku saja sekalian uwaaahhhh!"

Salah satu Itachi yang sedari tadi diam dengan tenang menjawabnya.

"Kau tak mungkin mati. Karna ini hanya ilusi."

"I...ilusi?! Guahh j-jadi kemampuanmu... Huaaahhhh...!"

Ya, ini adalah dunia ilusi yang diciptakan Itachi. Genjutsu. Jurus andalan yang Itachi ciptakan dengan memperpadukan Sharingan dan chakra. Genjutsu memang hanyalah tehnik ilusi. Dan yang namanya ilusi, ini hanyalah menyerang mental target. Memang nampaknya target, yaitu monster itu terus mengerang kesakitan karena terus-menerus ditikam tiada habisnya. Tapi sebenarnya, di dunia nyata, tubuh monster itu masih utuh baik-baik saja. Bahkan di dunia nyata, puluhan Itachi itu sebenarnya sama sekali tidak pernah ada. Semua itu hanya ilusi. Kenyataannya Itachi hanya ada satu.

Memang. Di dunia nyata, Itachi dan Issei masih berdiri dengan tenang. Sedangkan di hadapannya, monster itu, ia tengah diam mematung. Kondisi tubuhnya memang baik-baik saja. Tapi pandanganan matanya, kosong seolah tiada kehidupan. Tidak, monster itu masih hidup. Hanya saja dia sudah kehilangan kesadarannya karena masih terjebak di dunia ilusi sampai membuat mentalnya benar-benar hancur seperti itu. Issei yang melihat itu hanya menghela nafas.

"Hhh kenapa tak dibunuh saja, Nii-san?"

"Biarkan saja. Dia tak akan bisa lepas dari genjutsu-ku. Jadi tak ada yang perlu di kawatirkan." jawab Itachi lalu menonaktifkan Sharingan-nya

"Ngomong-ngomong, mahluk apa dia itu? Aku tak menyangka genjutsu akan bekerja pada monster sepertinya." tanya Issei

"Jika dikaitkan dengan kitab injil, mungkin mahluk seperti itulah yang disebut dengan iblis. Dan selama dia adalah mahluk yang memiliki akal pikiran, maka genjutsu akan tetap bekerja padanya." terang Itachi

"Begitu. Baiklah, sepertinya aku memang harus membaca kitab injil itu, Nii-san. Juga Ddraig, kenapa kau tak memberi tahuku sih? Ini penting buatku tahu?!" keluh Issei yang memegang tangan kirinya.

"Sudahlah. Mungkin nagamu ingin kau mencari tahu sendiri." ujar Itachi menenangkan Issei

"Benar juga. Ah matahari sudah hampir terbenam! Mana aku masih banyak PR! Aniki, ayo gunakan Hiraishin-ku saja!" ajak Issei yang panik lalu mengeluarkan kunai Hiraishinnya

"Baiklah, ayo." ucap Itachi menyetujui ajakan adiknya

Dengan segera, Issei memegang pundak Itachi. Lalu sedetik kemudian, keduanya menghilang dalam kilatan cahaya merah meninggalkan monster iblis yang masih terdiam mematung.

Beberapa saat kemudian setelah kepergian Hyoudou bersaudara, lingkaran sihir crimson muncul di hadapan monster iblis itu. Kemudian dari lingkaran sihir, munculah beberapa orang yang diantaranya seorang gadis berambut crimson panjang, Rias Gremory. Seorang gadis berambut hitam panjang yang dikuncir poni tail, Himejima Akeno. Seorang pemuda berambut pirang, Kiba Yuuto. Dan seorang gadis kecil berambut putih, Toujou Koneko.

Ya mereka adalah para iblis kelompok Gremory.

Rias memandang tajam iblis monster yang diam mematung di hadapannya. Sedangkan para budaknya tengah siaga.

"Beraninya iblis liar sepertimu memasuki wilayahku, siapa kau?!" tanya Rias langsung.

Sedangkan yang ditanya, hanya diam saja. Rias dan lainnya masih menanti respon iblis liar itu sambil tetap waspada. Namun sekian waktu menunggu, iblis monster itu tak kunjung merespon. Bahkan bergerak sedikitpun juga tidak. Rias dan para budaknya malah terheran sendiri melihatnya.

"Mou, ada apa dengannya? Apa dia tidur, atau mati?" ucap Rias bertanya-tanya

"Tidak Buchou. Saya merasakan masih adanya energi kehidupan padanya. Tapi," ucap Koneko terhenti

"Tapi apa, Koneko-chan?" tanya Rias

"...Aliran ki monster itu sedikit kacau. Sepertinya dia habis bertarung melawan pengguna chakra." jelas Koneko yang membuat semuanya terkejut

"C-chakra?"

"Ara-ara, bukannya di wilayah ini satu-satunya pengguna chakra senjutsu hanya Koneko-chan saja?" ucap Akeno bertanya-tanya

"Koneko-chan, apa dia terkena Senjutsu?" tanya Kiba memastikan

"Tidak, Yuuto-senpai. Itu bukan senjutsu. Meski aliran ki monster itu kacau, tapi energi kehidupan dan fisiknya baik-baik saja. Itu pasti efek Genjutsu." jawab Koneko

"Jika itu genjutsu, seharusnya efeknya akan menghilang setelah penggunanya pergi kan?" ucap Rias bertanya-tanya

"Saya sendiri juga terkejut, Buchou. Tapi sepertinya itu bukan genjutsu biasa. Ini terlalu hebat untuk seukuran genjutsu." jelas Koneko dengan kalem

"Ara-ara, hanya menerka-nerka tak akan menyelesaikan semua kan? Biar kubangunkan dia dan tanyakan langsung padanya ufufu" usai mengatakan itu, Akeno mengangkat tangannya ke atas lalu petir yang cukup besar menyambar iblis liar itu.

'gagagagaga

Tubuh iblis itu gosong dan mengepulkan asap di sekujur tubuhnya lalu ambruk. Meski begitu, iblis itu tak kunjung bangun juga. Melihat itu, Rias dan para budaknya segera menghampiri iblis itu.

"Hhh kau terlalu berlebihan Akeno." ucap Rias menghela nafas, sedangkan Akeno hanya tersenyum manis tak berdosa.

"Mungkin aku bisa membangunkannya." ucap Koneko menyentuh iblis itu

Perlahan, touki putih menyelimuti telapak tangan Koneko. Setelah beberapa saat, Koneko melepaskan tangannya dari monster itu.

Benar saja, itu bekerja. Mata kosong monster itu perlahan mendapatkan kembali cahayanya. Hingga akhirnya, monster itu benar-benar bangun. Tapi meski terbangun, tubuh monster itu malah gemetaran. Ya, dia dilanda ketakutan begitu dalam akibat genjutsu Itachi sebelumnya. Meski sekarang ia telah terbebas, tetapi ketakutannya tetap tak menghilang. Mentalnya sudah benar-benar hancur. Saking hancurnya, dia bahkan tak mampu beranjak dari tempatnya sedikitpun. Lebih terkejut lagi monster itu melihat empat orang iblis di hadapannya.

"S-siapa kalian?! D-dimana bocah manusia itu?!" teriak monster itu ketakutan.

Rias dan para budaknya malah dibuat semakin bingung akan tingkah monster itu. 'Seorang bocah manusia', itulah yang mereka bingungkan.

"Kami kelompok Gremory kemari untuk memusnahkan iblis liar sepertimu! Lagipula, apa yang kau maksud dengan bocah manusia?" tanya Rias mengacungkan jarinya pada monster itu

"Cepat bunuh aku! A-aku tak mau merasakan itu lagi, cepatlah brengsek!" pinta sekaligus maki monster itu

"Buchou, ini tak ada gunanya. Mentalnya sudah hancur." ucap Kiba

"Hhh baiklah. Matilah!" ucap Rias yang langsung melenyapkan monster itu dengan power of destruction-nya tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.

Tugas mereka berempat telah selesai. Namun, meski iblis liar itu telah musnah, justru muncul segudang pertanyaan di benak mereka akan apa yang di alami iblis liar itu sebelumnya. Chakra, genjutsu, manusia. Kurang lebih tiga point utama itu yang tengah mereka pikirkan.

"Aku tak pernah menduga ada manusia pengguna chakra disini. Terlebih lagi genjutsu." gumam Kiba

"Awalnya aku kira ada salah satu yokai milik Abe-san pengguna senjutsu yang bertarung melawan iblis liar itu sebelumnya. Tapi seorang manusia... Itu sungguh mustahil." ucap Rias menegaskan dugaannya.

Pada hakikatnya, Rias Gremory adalah iblis kelas tinggi yang menguasai wilayah kota Kuou ini. Jadi dia tahu seluk beluk wilayah ini beserta eksistensi supranatural yang menghuninya.

Benar. Di kota Kuou ini, selain manusia biasa, ada juga eksistensi lain yang menghuninya. Di antaranya, para iblis Gremory selaku penguasa kota Kuou. Juga beberapa yokai yang merupakan anak buah Abe, siswi sekolah akademi Kuou yang tinggal di kota ini atas ijin Rias. Walau terkadang ada eksistensi asing seperti iblis liar, malaikat jatuh, malaikat, atau bahkan eksorsis yang memasuki kota ini sehingga menyebabkan keributan dan pertikaian kecil. Seperti sekarang ini dimana seekor iblis liar memasuki wilayah ini dan menimbulkan kekacauan kecil. Meski pada akhirnya para iblis Gremory mampu mengatasinya dengan mudah.

Memang mudah, karena sebelumnya iblis liar itu sudah diatasi seorang manusia terlebih dahulu sehingga para iblis Gremory hanya tinggal menyelesaikannya saja. Seorang manusia pengguna chakra. Orang yang benar-benar tak terduga. Sejauh yang Rias tahu, kebanyakan pengguna chakra adalah yokai yang mampu menggunakan senjutsu. Sebagai contoh, Koneko yang merupakan budak benteng milik Rias. Koneko adalah iblis reinkarnasi yang merupakan yokai nekomata jenis nekoshou. Koneko jugalah pengguna senjutsu meskipun saat ini belum mahir. Tapi setidaknya Koneko paham hal-hal mengenai senjutsu, chakra, dan hal yang terkait dengan itu. Itu sudah hal umum bagi bangsa yokai untuk memahaminya.

Tapi untuk manusia, itu adalah hal langka, bahkan dikatakan mustahil.

Namun kenyataannya, itu ada. Itu bukan mustahil lagi. Ada seorang manusia pengguna chakra di kota ini, bukan. Tapi dua orang. Meskipun belum ada yang tahu siapa manusia itu, termasuk para iblis Gremory selaku penguasa kota ini.

Rias dan para budaknya masih kalut dalam pemikirannya masing-masing. Walau yang tengah mereka pikirkan pada dasarnya adalah hal yang sama, yaitu manusia pengguna chakra. Hal yang sebelumnya mereka anggap mustahil, tapi sekarang hal itu benar-benar ada. Namun hanya berpikir dan menebak-nebak saja tak akan menyelesaikan semuanya.

"Sebaiknya kita kembali ke ruang club dan membahasnya disana. Sepertinya aku harus mengundang Sona juga. Ayo kembali." ajak Rias

" " "Ha'i Buchou." " " jawab para budak Rias serempak

Kemudian mereka berempat menghilang dalam lingkaran sihir crimson.

Sesuatu yang mereka rasa jauh, tapi akan menjadi dekat pada waktunya.

-TBC-


A/N : Hallo... Jumpa lagi dengan saya setelah sekian lama -.-
Umm maaf sebelumnya jika kelanjutannya lama. Yahh, ada 1 alasan sih... yaitu sempet BT karena tiba-tiba di kick dari grup FFN di fb tanpa alasan yang jelas. Bahkan aku sendiri gak tau apa salahku sampai di kick, yg ngekick pun juga gak ngasi pemberitahuan apapun, huh... -.-
Ya sudahlah...
Well, karena sekarang ke-BT-an ku sudah agak berkurang ya ku lanjut dech fict ini :)
Oke, sekian saja curhatnya. Akhir kata,, Review ^_^
v
v
v