Disclaimer : Naruto dan High school DxD bukan punya saya
Rate : T (semi M)
Pair : Itachi - ? , Issei - ?, (Not Yaoi, maybe harem)
Warning : Typo(s), sedikit OOC (maybe), etc
Life 3. School life, also spiritual life.
Pagi hari yang cerah di sebuah rumah yang sederhana, rumah keluarga Hyoudou. Rumah yang tak terlalu besar, hanya terdiri dari dua lantai. Letaknya pun berada di tengah perkomplekan dimana kanan kirinya di apit rumah tetangga-tetangganya. Di seberang jalan pun juga berjajar rumah-rumah perkomplekan lainnya.
Di dalam rumah Hyoudou, tepatnya di sebuah kamar di lantai dua, seorang pemuda berambut coklat, Hyoudou Issei, tengah tertidur di ranjangnya dengan tenang sembari memeluk gulingnya.
Kamar Issei, terliat seperti kamar dengan gaya anak muda jaman sekarang. Rak buku yang tertata rapi di sudut kamar, lemari pakaian yang tak terlalu besar, serta beberapa poster gadis cantik dan seksi yang menghiasi dindingnya. Di sebelah ranjangnya terdapat kursi dan meja belajar kecil dimana di atasnya terletak beberapa perlengkapan sehari-hari seperti alat tulis, lampu belajar, tas sekolah, juga jam weeker. Jarum jam weeker menunjukan pukul 6 tepat. Sudah waktunya jam weeker itu menunaikan tugasnya.
"Bangun! Bangun! Kalau tidak bangun nanti aku cium lho!"
Suara gadis tsundere yang berasal dari jam weeker. Namun suara jam itu tetap tak mampu membangunkan pemiliknya. Ya, Issei masih tetap terlelap dalam tidurnya. Meski jam itu bunyi berkali-kali tapi Issei tak kunjung bangun juga.
Cukup lama Issei tetap tertidur sampai-sampai jam weekernya berhenti berbunyi. Hingga akhirnya, seseorang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.
"Ise! Ise! Cepat bangun! Kau harus sekolah! Ise!" teriak seseorang dari balik pintu sembari tetap mengetuknya.
Sesaat kemudian, Issei menunjukan reaksi. Meski matanya masih terpejam, tapi tubuhnya mulai menunjukan gerakan kecil.
"Iya Kaa-san, sebentar lagi..." jawab Issei malas-malasan sambil bergelayut pada gulingnya
"Cepatlah Ise! Kakakmu sudah menunggu! Bangun!" teriak orang itu lagi yang ternyata adalah ibunya Issei
Sedangkan Issei malah kesal juga lalu perlahan membuka matanya. "Huh, memang jam berapa sih?" gumamnya sebal sembari mengarahkan pandangannya pada jam weeker yang terletak di atas meja belajarnya.
Betapa terkejutnya Issei melihat jam weekernya yang sudah menunjukan pukul setengah tujuh.
"Aku terlambat!"
Jeritan panik Issei membahana ke seluruh penjuru rumahnya. Pagi yang ramai hanya karna satu anak bungsu Hyoudou. Sedangkan di ruang tamu, Itachi yang duduk disana bersama ayahnya hanya menghela nafas mendengar jeritan Issei.
"Hhh, adikmu selalu seperti itu..." keluh ayah Hyoudou setelah menghela nafas
"Kalau tidak seperti itu, maka itu namanya bukan Ise, Tou-san." ucap Itachi memejamkan mata sembari menyentuh keningnya
"Fufu kau benar." jawab ayah Hyoudou tersenyum kecil sembari menepuk pundak anaknya, Itachi.
Seperti itulah pagi hari di rumah Hyoudou. Meski dari luar nampak sederhana, tapi di dalanya ramai dan penuh kehangatan. Benar-benar keluarga yang harmonis. Begitulah.
Singkat cerita, Itachi dan Issei yang sudah berseragam sekolah tengah berjalan bersama menuju sekolah mereka, Akademi Kuou.
"Nii-san?"
"Hn?"
"Monster yang semalam, bukan, tapi iblis. Apa bentuk iblis memang seperti itu?" tanya Issei
"Kenapa bertanya soal itu?" tanya balik Itachi
"Dari yang ku baca di kitab injil dan beberapa buku yang ku pinjam dari Nii-san. Di dunia ini terdapat mahluk dengan eksistensi berbagai jenis seperti iblis, malaikat, dan malaikat jatuh. Benar?" tanya Issei memastikan
"Jadi kau membaca semuanya, Ise? Ya, kau benar." jawab Itachi
"Semalam suntuk aku membaca semuanya. Hhh, karena itulah aku telat bangun pagi." ucap Issei menghela nafas
"Bukankah kau selalu telat bangun pagi?" sindir Itachi langsung
"I-iya sih. Tapi Nii-san. Seriusan, terkadang aku bertanya-tanya. Jika ada beberapa dari iblis, malaikat, ataupun malaikat jatuh yang tinggal di antara kita para manusia, jika wujud iblis bentuknya seperti monster yang semalam, apa itu tidak mencolok, Nii-san?" ucap Issei bertanya-tanya
"Tidak juga. Dari presepsiku, jika mereka tinggal di antara manusia, itu artinya mereka bisa membaur dengan sekitarnya." ucap Itachi
"Maksud Nii-san, mereka berwujud menyerupai manusia?" terka Issei
"Entah menyerupai atau memang sebenarnya wujud mereka memang sama dengan manusia, kurang lebih seperti itu. Meskipun ada juga yang berwujud monster seperti iblis yang semalam. Namun meski ada dari mereka yang berwujud manusia, tetap saja aura dan eksistensi mereka berbeda dari manusia biasa. Ku rasa kita bisa membedakannya dengan chakra sensor kita, Ise." jelas Itachi
"Begitu. Aku mengerti sekarang. Pantas saja di sekolah aku juga merasa ada beberapa siswa yang memiliki aura berbeda dari manusia pada umumnya." ucap Issei
"Benar. Di sekolah kita memang ada beberapa eksistensi yang bukan manusia biasa. Bahkan kalau kau merasakannya lebih lanjut maka kau akan menyadari sekolah kita menyimpan sebuah misteri. Meski saat ini aku sendiri belum tahu apa misteri itu." tambah Itachi
"Hhh, tapi ada satu hal yang kuresahkan, Nii-san." ucap Issei menghela nafas
"Apa itu?" tanya Itachi
"Ini mengenai sejarah perang besar 3 fraksi yang tercatat dalam kitap injil. Meski perang itu telah selesai, tapi ketiga fraksi itu masih jauh dari kata damai. Ironisnya lagi ada diantara mereka yang tinggal di dunia manusia ini. Sepertinya kita para manusia akan terlibat ke dalam pertikaian mereka itu." ucap Issei
"Tumben kau bisa berfikir sejauh itu, Ise?" sindir Itachi
"Huh, Aniki... Biar begini aku ini sudah 17 tahun tahu!" ucap Issei mendengus sebal
"Fufu sudahlah. Tak perlu berfikir sejauh itu. Lagipula kalau misal kau terlibat, kau bisa jaga diri sendiri bukan? Jadi tak perlu kawatir." ujar Itachi
"Haha, aku ini kuat, Nii-san! Aku bahkan tak berfikir akan kalah walau menghadapi pasukan mereka sekaligus, heh." ucap Issei penuh kebanggaan
"Jangan begitu, Ise, itu tak baik. Sekuat apapun kau, kalau kau menemukan lawan yang bisa memanfaatkan celah dan titik lemahmu, maka kau akan kalah sekalipun lawanmu lebih lemah darimu." ucap Itachi memperingatkan
"Ya ya aku tahu. Contohnya Nii-san, meski secara fisik aku lebih kuat, tapi Nii-san sangat tahu kelemahanku. Aku mengerti itu, tak perlu mengatakannya lagi. Huh, biar begitu aku berlatih setiap hari dan menciptakan tehnik baru untuk mengalahkan Nii-san!" gerutu Issei
"Nah, itu bagus. Teruslah berusaha, Ise." ujar Itachi
"Yosh! Itu sudah pasti!" jawab Issei bersemangat
Selagi mereka berdua berjalan sambil mengobrol seperti itu, sampailah kedua Hyoudou bersaudara ini ke sekolah mereka, Akademi Kuou. Sebuah sekolah yang cukup besar dengan berbagai fasilitas yang ada. Benar-benar sekolah yang terbaik di kota ini.
Setelah kedua Hyoudou bersaudara melewati gerbang sekolah, berbagai pasang mata siswa siswi lain memandang mereka. Hingga beberapa saat kemudian, berbagai komentar bermunculan.
"Lihat! Itu Hyoudou bersaudara! Sang pangeran dan si binatang telah tiba!"
"Kyaaa Itachi-san! Pagi ini anda begitu tampaaann!"
"Hei Iseee, menyingkirlah dari situu!"
"Itachi-kyuuunn! Menjauhlah dari binatang ituuu!"
"Oi binatang-kun! Enyahlaaah! Kau mencemariii!"
"Sungguh di sayangkan sang pangeran harus memiliki adik binatang, takdir memang kejam!"
"Hati-hati Itachi-saaann! Nanti anda terkontaminasiii!"
Berbagai pujian dan hinaan dari para siswi terus bermunculan dari berbagai penjuru halaman sekolah dimana pujian hanya ditujukan pada Itachi sedangkan hinaan hanya ditujukan pada Issei.
Hyoudou Itachi. Seorang pemuda kelas 3. Rambut hitamnya yang panjang sebahu dan tertata rapi. Sorot matanya yang tajam serta datar jarang bereksresi, juga tanda lahir berupa garis tipis yang melintang di kedua pipinya menambah kesan ketampanannya yang semakin terlihat elegan dan berkelas tinggi. Sikap Itachi yang tenang, kalem, semakin membuat Itachi terlihat cool. Selain itu Itachi sudah terkenal akan kejeniusannya karena prestasi akademiknya selalu di atas rata-rata. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, tak heran itu menjadikan Itachi sebagai siswa terpopuler di kalangan para gadis. Tak hanya para gadis yang memuja ketampanan dan keeleganannya, tapi juga ada beberapa siswa laki-laki yang hormat pada Itachi yang merupakan senior kelas 3 yang jenius.
Sedangkan di sisi lain, Hyoudou Issei yang merupakan adik kandung Itachi. Dari segi fisik, sebenarnya Issei cukup tampan dimana rambut coklat jabriknya yang trendy serta wajahnya yang tampan dan menyegarkan. Tapi sayangnya, dari cara bersikap, Issei yang terburuk. Sikapnya yang selalu mesum, kebiasaannya yang selalu mengintip ruang ganti perempuan saat ada kesempatan, dan berbagai tingkah mesumnya, menjadikan Issei sebagai siswa terburuk. Bersama dengan dua sahabat terbaiknya, Matsuda dan Motohama, mereka bertiga terkenal sebagai trio mesum yang terburuk. Dan parahnya lagi, Issei, dia bodoh, nilai akademiknya selalu di bawah rata-rata. Terkadang Issei mendapat hasil yang bagus jika itu belajar di rumah dan dibantu kakaknya. Tapi kalau belajar di sekolah, tampaklah sudah jati diri Issei yang memang payah di bidang akademik. Jadi, percuma saja memiliki fisik tampan jika hanya berakhir sebagai anak mesum terburuk yang dibenci para gadis di sekolah. Terlebih lagi, semuanya pun juga sudah tahu kalau Issei dan Itachi adalah kakak beradik. Ibarat kata, seekor binatang yang memiliki saudara kandung sang pangeran. Semakin meningkatlah kebencian para gadis kepada Issei.
Sampai saat ini, komentar-komentar masih belum berhenti. Berbagai pujian untuk Itachi serta hinaan untuk Issei, masih terus berkumandang saling bersahut-sahutan. Meski begitu, Itachi memasang wajah datar seolah tak peduli itu semua. Sedangkan di sampingnya, Issei, air mata begitu deras terus mengalir di pipinya.
"Kau menangis, Ise? Kalau tak sanggup sebaiknya kau duluan saja ke kelasmu." ujar Itachi dengan santai seolah telah memahami situasi dan kondisi serta tekanan batin yang dirasakan adiknya.
"Tidak, Nii-san! Aku tidak menangis! Ini hanyalah keringat yang mengalir dari hatiku!" kilah Issei dengan tegas
Mereka berdua pun terus berjalan memasuki sekolah.
Sesampainya di lorong sekolah, Itachi dan Issei berpapasan dengan dua siswa lainnya. Yang satu pemuda botak, yang satu pemuda berkaca mata. Mereka adalah Matsuda dan Motohama, dua sahabat terbaik Issei di kelasnya.
"Yo... Issei, Itachi-niisama. Pagi..." sapa Matsuda
"Selamat pagi Itachi-niisama, Ise. Kau terlihat senang sekali, Ise." sapa sekaligus sindir Motohama
"Pagi, kalian berdua." jawab Itachi
"Diam kau, Motohama!" umpat Issei
"Hei kawan. Aku punya barang bagus! Mau lihat?" tawar Matsuda yang langsung merangkul pundak Issei
"Ba-barang bagus?" tanya Issei terbata-bata
"Ya! Harta karun paling top minggu ini! Lihatlah, Ise!" ucap Matsuda bersemangat lalu menunjukan sebuah DVD porno pada Issei.
Buru-buru Issei meraihnya. Matanya terbelalak mengamati sampul DVD porno itu, sampai-sampai mulutnya pun menganga. "I-ini edisi kusu... B-bagaimana kau mendapatkan?!" gumamnya tak percaya
"Aku mendapatkan itu dari koneksi pribadiku."
Seseorang yang menjawabnya adalah teman Issei yang lain, Motohama. Dia terlihat bangga dan percaya diri dimana kacamatanya sampai terlihat bersinar.
"Nii-san, aku duluan ya."
"Sampai nanti Itachi-niisama."
"Kami duluan..."
Issei dan kedua sahabatnya berpamitan meninggalkan Itachi di lorong sekolah sendirian. Setelah mereka bertiga berlalu entah kemana, Itachi melanjutkan perjalanannya menuju ke kelasnya.
Namun beberapa saat kemudian, langkah Itachi harus terhenti karna ia kembali berpapasan dengan dua orang siswi. Bukan siswi biasa, tapi siswi yang memiliki jabatan tertinggi di sekolah ini.
"Selamat pagi Kaichou, Fuku-Kaichou." sapa Itachi sambil sedikit menundukan badan penuh hormat pada Ketua OSIS, Sona Sitri beserta wakilnya, Sinra Tsubaki. Yah, memang sewajarnya bagi siswa manapun harus menyapa Ketua OSIS jika saja berpapasan dimanapun, tak terkecuali Itachi. Mendapat sapaan dari Itachi, Sona dan Sinra menyunggingkan senyum tipis yang elegan lalu menjawabnya.
"Pagi juga, Itachi-kun. Kebetulan kita bertemu disini. Aku ada sedikit keperluan denganmu." ucap Sona
"Ada keperluan apa, Kaichou?" tanya Itachi
"Sepulang sekolah nanti, kami para OSIS mengundangmu ke pertemuan siang nanti. Apa kau bersedia hadir?" tanya Sona
"Mungkin aku bisa. Tapi maaf sebelumnya, Kaichou. Bolehkah aku mengajak adikku?" pinta Itachi
"Adikmu, Hyoudou Ise-kun? Kenapa mengajaknya?"
"Soalnya nanti siang kami sudah janji akan keperpustakaan kota semenjak ada beberapa buku yang kami masing-masing inginkan. Jadi aku tidak bisa mengingkarinya begitu saja. Selain itu, Ise adalah orang yang paling tidak suka menunggu. Jadi daripada dia kebosanan maka sebaiknya aku ajak saja sekalian. Boleh kah, Kaichou?" jelas Itachi membuat alasan. Ya, itu hanyalah alasan yang dibuat-buat Itachi. Sebenarnya bukan itu alasannya. Ada hal lain yang sedang Itachi rencanakan.
"Hm, aku mengerti. Tapi Itachi-kun, semua anggota OSIS saat ini hanyalah perempuan. Terlebih lagi reputasi Ise-kun, aku kawatir kalau nanti malah akan muncul kekacauan." ucap Sona menundukan kepala
"Soal itu tak perlu dipikirkan, Kaichou. Ise adalah adikku. Di sekolah ini, hanya aku yang tahu bagaimana dia sebenarnya. Jadi aku tahu betul apa yang harus ku lakukan." ujar Itachi
Setelah berfikir sejenak, Sona pun menyetujuinya. "Baiklah, aku serahkan pengawasan Ise-kun padamu. Sampai nanti siang, Itachi-kun" ucap Sona yang berlalu bersama Sinra meninggalkan Itachi sendirian.
Itachi hanya diam saja melihat kepergian Sona dan Sinra. Setelah mereka semakin jauh dan tak kelihatan lagi, bibis tipis Itachi bergumam, "Sampai nanti, para iblis..."
Ya, sejak tadi, Itachi sudah menyadari kalau Sona dan Sinra adalah iblis. Tidak, tapi sejak lama, Itachi sudah menyadari adanya perbedaan pada mereka dari manusia biasa. Hanya saja, awalnya Itachi tidak tahu mahluk apa mereka itu. Tapi setelah semalam berhadapan dengan iblis secara langsung. Itachi mulai menyadari bahwa Sona dan Sinra memiliki tipe aura yang hampir sejenis dengan iblis yang di hadapinya semalam. Semakin mempertegaslah fakta bahwa Sona dan Sinra yang merupakan pemimpin OSIS adalah iblis. Juga inilah alasan sebenarnya kenapa Itachi mengajak Issei siang nanti.
Pertemuan dengan para iblis akademi Kuou. Kurang lebih seperti itulah siang nanti.
Pagi itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung sebagai mana mestinya. Tak ada yang spesial, semuanya biasa saja dimana setelah bel berbunyi, siswa siswi masuk ke ruang kelas masing-masing dan melakukan kegiatan sekolah seperti biasanya.
Hingga waktu istirahat tiba, ada banyak siswa siswi keluar dari kelasnya. Entah ke kantin, perpustakaan, atau tempat-tempat lain di lingkungan sekolah. Meski ada beberapa yang masih bertahan di dalam kelas.
Di kantin, di salah satu meja yang tersedia, kedua Hyoudou bersaudara tengah menyantap makanan kecil serta meminum minuman mereka masing-masing sembari mengobrolkan sesuatu.
"Ise."
"Hm?"
"Ada sesuatu yang ingin ku beritahukan padamu." ucap Itachi
"Ada apa, Nii-san?" tanya Issei
"Akan butuh waktu lama jika aku menjelaskannya. Sebaiknya kau lihat saja sendiri." ujar Itachi yang langsung mengaktifkan Sharingan-nya.
Issei yang saat itu menatap mata Itachi langsung terkena Genjutsu Sharingan Itachi. Bukan Genjutsu untuk menjebak lawan, tapi sebuah Genjutsu dimana itu hanya menunjukan apa yang ada di pikiran Itachi. Bukan semua pikiran Itachi, dalam Genjutsu itu Itachi hanya menunjukan pertemuannya dengan Sona dan Sinra tadi pagi. Dari awal pertemuan sampai terakhir, juga yang dipikirkan Itachi saat itu, Issei melihat dan mendengar semua itu. Setelah selesei, Itachi menon-aktifkan Genjutsu beserta Sharingan-nya.
"Jadi, Kaichou dan Fuku-Kaichou itu iblis?" ucap Issei tak percaya
"Ya. Jadi apa kau mau ikut aku siang ini?" tanya Itachi
"Ternyata memang ada iblis yang berwujud manusia. Baiklah Nii-san, aku ikut."
"Tapi Ise. Bersikaplah yang wajar seoala tak tahu apa-apa." ujar Itachi
"Tenang saja Nii-san, itu mudah." jawab Issei
"Baguslah. Juga karena mereka semua wanita, tolong nanti kendalikan dirimu dari berbuat hal aneh." tambah Itachi
"B-baiklah, akan ku usahakan..." jawab Issei dengan berat hati
Beberapa saat kemudian, bel masuk sekolah kembali berbunyi. Pertemuan kedua Hyoudou bersaudara berakhir disitu dimana keduanya masuk ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran sekolah yang tersisa.
Sepulang sekolah, Itachi tengah berdiri di depan ruang kelas 2B. Ya, Itachi menunggu adiknya, Issei. Beberapa saat kemudian, 3 orang siswa keluar dari kelas itu. Mereka adalah Issei dan dua sahabatnya, Matsuda dan Motohama.
"Matsuda, Motohama, kalian duluan saja. Aku ada keperluan sebentar dengan kakakku." ujar Issei pada dua sahabatnya
"Tapi acara kita malam ini jadi kan, Ise?" tanya Motohama memastikan
"Tentu saja! Mana mungkin kuijinkan kalian melihat DVD itu tanpa aku?! Nanti malam kita berkumpul di rumah Matsuda sesuai rencana." ujar Issei penuh semangat
"Bagus! Sampai nanti malam, Ise!" ucap Matsuda yang berlalu bersama Motohama meninggalkan Issei
Sepergian Matsuda dan Motohama, Issei langsung menemui menemui Itachi yang sudah menunggu di depan kelasnya.
"Maaf agak lama, Nii-san." ucap Issei
"Tak apa. Ayo." ajak Itachi
Mereka berdua segera beranjak dari situ menuju ruang OSIS.
Suasana sekolah terlihat cukup sepi dimana hanya sedikit siswa yang masih berada di sana. Yah, sebagian besar siswa-siswi sudah pulang ke rumah masing-masing sehingga sepilah sekolah ini.
Sekian waktu berjalan, sampailah Itachi dan Issei di depan ruang OSIS. Setelah mengetuk pintu, mereka berdua masuk.
Di dalam ruang OSIS, nampak meja lebar yang dikelilingi banyak kursi dimana Sona dan para anggota OSIS lainnya tengah duduk di tiap-tiap kursi itu. Melihat para anggota OSIS sudah hadir, Itachi dan Issei segera menyapanya.
"Kami datang, Sona-Kaicho, kalian semua." sapa Itachi
"Yo, aku juga hadir, Kaichou, semuanya!" sapa Issei
"Terimakasih sudah datang. Silakan duduk, kalian berdua." ucap Sona mempersilakan
Itachi dan Issei segera duduk di kursi yang masih kosong.
"Jadi ada perlu apa Kaichou dengan kakakku?" ucap Issei ketus.
Yah, tak seperti biasanya Issei bersikap dingin seperti itu. Kalau itu Issei yang biasa, maka Issei akan langsung bersikap mesum jika sekelilingnya ada beberapa gadis cantik. Sona Sitri, Sinra Tsubaki, Momo Hanakai, Reya Kusaka, Tome Meguri, Tsubasa Yura, dan Ruruko Nimura. Mereka semua adalah gadis cantik yang merupakan anggota OSIS. Seharusnya, Issei merasa begitu senang berada di antara gadis-gadis itu, tapi nyatanya, tidak sama sekali.
Benar. Issei sudah menyadari kalau mereka semua adalah iblis. Maka dari itu Issei bersikap sinis pada mereka.
Sedangkan para anggota OSIS nampak terkejut melihat sikap Issei yang tak seperti biasa saat berhadapan dengan para wanita. Mereka juga tak senang. Terlebih lagi Sona yang langsung menatap tajam pada Issei.
Merasa situasi akan buruk jika dibiarkan, maka Itachi segera angkat bicara.
"Ise, jaga sikapmu. Maaf Kaichou, tadi dia kesal karena acara kami ke perpustakaan kota tertunda karena ini." ucap Itachi
"Tak apa Itachi-kun, aku mengerti. Nah Ise-kun, maafkan aku, bolehka aku meminta sedikit waktu dengan kakakmu?" pinta Sona bersikap kalem
"Terserah saja." jawab Issei cuek lalu memejamkan matanya
"Hhh, jadi begini, Itachi-kun. Sebelumnya aku ingin menyampaikan satu hal." ucap Sona
"Hal apa?" tanya Itachi
"Tahun ini, siswa angkatan baru kelas 1 di sekolah ini jumlahnya meningkat pesat di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan kami, OSIS, hanya beranggota sesedikit ini. Jadi kami rasa, kami membutuhkan tambahan anggota lagi." ucap Sona
"Ya, lalu?"
"Itachi-kun, maksud tujuan kami mengundangmu kemari adalah, kami, pengurus OSIS, berharap ingin merekrutmu sebagai anggota OSIS sekolah kita ini, Itachi-kun. Apa kamu bersedia menjadi bagian dari kami?" pinta Sona yang membuat kedua Hyoudou bersaudara sedikit terkejut, terlebih lagi Issei. Dia tak menyangka kalau kakaknya direkrut OSIS
"Kenapa aku?" tanya Itachi yang masih bersikap tenang
"Banyak hal baik yang kamu memiliki sehingga kami memilihmu, Itachi-kun. Seperti prestasi akademikmu yang di atas rata-rata, serta sikapmu yang tenang dan jenius sehingga sangat cocok dijadikan panutan bagi seluruh siswa di sekolah ini. Dan banyak hal lagi. Bagaimana, apa kau bersedia, Itachi-kun?" tawar Sona
"Begitu. Aku merasa terhormat atas tawaranmu, Kaichou. Tapi maaf sebelumnya. Bukan maksudku menolak. Aku justru menghargai ini. Hanya saja, aku memiliki banyak kesibukan di rumah. Juga, ada beberapa hal yang saat ini tengah aku urus. Jadi aku belum bisa menerima permintaan ini. Maafkan aku, Kaicho." ucap Itachi yang menolak secara halus
"Begitu. Sayang sekali. Tak apa, kami mengerti, Itachi-kun." ucap Sona yang sedikit kecewa
"Tapi jika Kaichou membutuhkanku saat aku ada waktu. Pasti aku siap membanti." ucap Itachi
"Ya, terima kasih banyak, Itachi-kun." jawab Sona tersenyum
"Baiklah, sudah waktunya. Kami permisi dulu, Kaichou. Ayo Ise." ucap Itachi berpamitan
"Kami pergi dulu, Kaichou, kalian semua." ucap Issei
"Ya, silakan. Terima kasih atas waktunya, kalian berdua." ucap Sona
Itachi dan Issei hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu keluar dan meninggalkan ruang OSIS.
Mereka berdua pun lantas pulang karena urusan di sekolah sudah selesai. Kemudian saat keduanya hampir sampai ke gerbang sekolah, Issei menoleh ke arah gedung sekolah lama dan memperhatikannya cukup lama.
"Ada apa, Ise?" tanya Itachi
"Apa Nii-san juga merasakannya, gedung sekolah lama itu?" tanya balik Issei
"Ya, mereka berempat juga lah iblis." jawab Itachi
"Hhh, kenapa posisi tertinggi dan orang-orang terpopuler disini semuanya iblis? Sekolah yang aneh... Cuma Nii-san satu-satunya manusia populer di sekolah ini. Itupun mereka ingin Nii-san jadi bagian dari mereka, huh." ucap Issei menghela nafas
"Kau sendiri juga aneh, Sekiryuutei Ise." sindir Itachi
"Hey! Kau juga aneh, Sharingan no Itachi!" seru Ise tak terima.
Keduanya pun terus melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka
Di tengah perjalanan, langkah mereka kembali terhenti karena berpapasan dengan gadis cantik berambut hitam panjang terurai. Dari intensitas aura yang dirasakan kedua Hyoudou bersaudara, dia bukan gadis biasa. Gadis itu tersenyum melihat Issei dan menuju ke arahnya. Hm, Issei? Memang. Gadis itu hanya menyambut Issei dan mengacuhkan Itachi.
"P-permisi, apa benar namamu Hyoudou Ise?" tanya gadis itu malu-malu
"Y-ya, itu aku. A-ada apa?" tanya Issei gugup. Yah, sekalipun Issei tahu dia bukan manusia, tentunya Issei akan gugup jika berbincang dengan seorang gadis sedekat itu. Apalagi cara bicara gadis itu yang terkesan imut, semakin berdebarlah hati Issei
"A-aku sering memperhatikanmu lewat jalan ini. S-sejak saat itu aku mulai menyukaimu. N-namaku, Amano Yuuma. J-jadilah pacarku!" ucap gadis bernama Yuuma itu membungkukan badan dengan gemetaran karena terlalu gugup.
Terkejut, hanya itu yang dirasakan Issei saat ini. Tidak disangka gadis secantik Yuuma menyatakan cinta pada Issei secara langsung, terlebih lagi baru pertama bertemu. Untuk orang pada umumnya, ini mencurigakan.
Tapi tidak bagi Issei, kadar kemesuman Isse mengalahkan rasa curiganya. Terlebih lagi, selain cantik, tubuh Yuuma cukup glamor. Semakin senanglah Issei. Saking senangnya, Ise hanya terdiam dengan wajah bejad karena membayangkan hal yang tidak tidak, atau mungkin hal yang iya iya. Sementara di sampingnya, Itachi, dia hanya diam saja seolah tak peduli.
Melihat Issei yang tak menjawab, Yuuma mengangkat wajahnya. "Apa ini artinya kau menolakku?" tanyanya dengan wajah sendu.
Mendengar itu, Issei langsung memperbaiki posisinya.
"Woaa tidak tidak, bukan begitu! Tentu saja aku mau!" jawab Issei bersemangat
"T-terima kasih! K-kalau begitu, bagaimana kalau kencan di akhir pekan? Ini kartu nama dan nomor teleponku." ujar Yuuma malu-malu sembari menyerahkan kartu namanya pada Issei.
"Baiklah, Yuuma-chan. Nanti akan kuhubungi." ucap Issei menerima kartu nama itu.
"K-kalau begitu, aku permisi dulu, Ise-kun. Sampai jumpa!" seru Yuuma lalu lari meninggalkan Issei yang terkejut. Semakin jauh berlari, hingga akhirnya Yuuma tak terlihat lagi.
Itachi hanya menghela nafas melihat tingkah adiknya.
"Ise?"
"Iya iya, aku tahu. Aura cahaya serta ada niat jahat, pasti dia malaikat jatuh, huh." ucap Issei sebal
"Meski begitu, kau menerimanya." ucap Itachi
"M-maaf soal itu. Ini tidak sama fdengan iblis OSIS tadi! Memang sih sama-sama cantik. Tapi aku tak suka aturan dan penjagaan ketat di sekolah sehingga aku sulit mengintip!" seru Issei berkilah. Tapi memang begitu yang Issei rasakan. Menurunya, OSIS di sekolah terlalu tegas.
"Lalu malaikat jatuh tadi?" tanya Itachi
"Y-yah, siapa sangka dia tiba-tiba menyatakan cinta. Aku lemah akan hal-hal luar biasa itu. Meski aku tahu ini jebakan, tapi dia adalah wanita pertama yang mau jadi pacarku." ucap Ise tersenyum masam sambil menatap jauh awang-awang. Terlihat jelas raut ekspresi sedih di wajahnya.
"Sudahlah. Aku yakin kelak kau akan menemukan wanita yang benar-benar tulus mencintaimu apa adanya, Ise." hibur Itachi sambil menepuk pundak adiknya.
"Kau benar, Nii-san... Aku harus yakin!" ucap Issei menghapus air matanya.
"Baguslah. Ayo pulang. Bukankah nanti malam kau ada janji?" tanya Itachi memastikan
"Woaaa kenapa baru bilang?! Sial, Motohama, Matsuda, jangan berani-berani nonton tanpa aku!" seru Issei mengambil kertas gulungan dari tasnya. Dibukanya gulungan itu. Setelah merapal sedikit segel tangan, Issei menghentakan telapak tangannya pada kertas itu tepat di tengahnya.
'booft
Muncul sebuah kunai cabang 3 dari kepulan asap. Ya, itu kunai Hiraishin milik Issei. Aturan sekolah menyebutkan dilarang membawa benda tajam. Jadi Issei menyembunyikan senjata ninjanya pada sebuah gulungan mantra. Kemudian digenggamnya langsung kunai itu di telapak tangan kiri Issei sedangkan tangan kanannya memegang lengan Itachi.
"Ayo, Nii-san!"
Issei dan Itachi pun menghilang meninggalkan jejak kilat merah.
Pada hari itu, merupakan pertemuan dengan dua bangsa yang akan menuntun mereka menuju jalan yang seharusnya.
-TBC-
A/N : Nah, untuk hari ini cukup 2 chapter saja updatenya.
Juga, berikut jawaban Review yang belum saya jawab lewat PM :
v
Karakter Itachi, sebisa mungkin gak akan saya bikin OOC, y-yah mungkin sedikit, tapi gak akan kelihatan kok OOC-nya. Itachi tetaplah Itachi yg kalem, tenang, dan jenius kayak author, eh. Lalu pertanyaan apakah Itachi akan kembali ingatannya apa gak, itu masih rahasia. Juga siapa wanita beruntung yang akan jadi pair Itachi, itu juga masih rahasia, tapi yang pasti, Itachi tidak akan punya hareem meski banyak wanita yang naksir. Cukup 1 saja, dan itu masih rahasia. Untuk Hareem, itu sudah jelas punya Issei seperti yang di cannon. Juga kalau menurut Readers-san ini alurnya kecepatan, saya mohon maaf. Soalnya saya tidak terbiasa nulis cerita yang alurnya dipanjang-panjangin, takutnya nanti malah jadi bertele-tele. Jadi kuputuskan untuk tetep nulis dengan gaya seperti ini. Semoga bisa diterima :)
Sedikit bocoran, selain memakai scene dan karakter DxD, ke depannya saya juga akan memasukkan beberapa karakter dari Naruto juga. Yah, bentuknya berupa kehidupan kedua mereka seperti Itachi juga. Jadi mereka akan punya kekampuan yang hampir sama dengan kehidupan sebelumnya sebagai Shinobi, tapi lupa juga dengan kehidupan mereka sebelumnya. Seperti Itachi. Mengenai siapa-siapa mereka yang dari Naruto dan kapan munculnya juga sebagai apa mereka, itu juga masih rahasia :)))
Then, pemberitahuan, karena hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, maka saya kemungkinan hiatus dulu beberapa hari, mungkin beberapa minggu. Tergantung situasi dan kondisi juga sih. Tapi yang jelas, fict ini akan terus berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan. Keep waiting :)
Sekian dulu dan terimakasih bagi yang masih setia mengikuti fict ini. Terimakasih juga untuk follow, fav, dan review yang sudah diberikan :)
Akhir kata, Review... ^_^
v
v
v
