.

Disclamer

Naruto dan One Piece bukan punya aku.

Naruto and One Piece: Mun'aizu no Naruto

Genere: Adventure, Fantasy, Mysteri, Friendship, and Romance

Pairing: [Uzumaki D. Naruto x Vivi x Nico Robin]

Raiting: M

Warning: Gaje, abal, Typo, OOC, OC, dan sebagainya.

.

Summary: Naruto adalah seorang anak yang ditinggal kedua orang tuanya sejak kecil, diera bajak laut yang kejam dan menjadi bahan percobaan Marine.

.

Chapter 3

.

Matahari bersinar dipuncaknya dengan terang dibagian selatan pulau padang pasir yang bercuaca ekstrim. Delapan orang dan satu Rusa berjalan dengan santainya dipulau padang padang pasir itu. Mereka adalah Naruto, Ace, dan bajak laut topi jerami yang berjalan dipadang pasir dengan santai.

"Nami-swaaan apa kau kepanasan?" tanya lelaki berambut pirang yang memakai jubah putih, dia adalah Sanji sang koki genit topi jerami yang satu-satu mempunyai sifat mesum di bajak laut topi jerami.

"Tidak Sanji-kun" jawab sang navigator topi jerami dengan senyum menawan yang membuat mata Sanji menjadi bentuk Love.

"Heh kau tidak berani lagi ya mengoda Vivi koki genit" ejek Zoro yang memasang wajah tanpa dosa kearah Sanji.

"Apa maksud mu hah?" balas Sanji keras yang membuat Nami ada disebelahnya menutup telinga, karena kerasnya suara sang koki topi jerami.

"KALIAN BERDUA BISA KAH BERHENTI" teriak Nami kesal karena selalu melihat pertengkaran mereka berdua disetiap saat, dikapal ataupun diperjalanannya.

"Ha'i Nami-swaaan" balas Sanji dengan mata berbentuk Love. Sedangkan Zoro hanya membalas dengan dua huruf 'hn' itu lah balasan dari sang pendekar pedang dengan aliran Santoryu.

Naruto yang berjalan paling belakang bersama Vivi dan Ace tidak mempedulikan pertengkaran dua rival abadi itu, karena bagi dia pertengkaran rival adalah hal biasa diantara teman yang akan membuat rasa persaudarannya semakin erat itulah rival diantara teman yang ia tahu.

Tapi berbeda dengan Vivi yang mengandandeng tangan Naruto dengan mesranya. Dia tidak mempedulikan pertengkaran Zorm dan Sanji karena bagi dia dunia hanya miliknya dan Naruto.

"Naruto aku tidak menyangka orang sekuat mu ternyata lemah dihadapan orang yang kau cintai" ucap Ace santai pada sosok Naruto yang berada dikirinya, sedang menatap depan dengan pandangan bosan.

"Tentu saja, bukannya kau juga seperti itu Ace kepada gadis yang kau cintai? yang menjadi wakil komandan divisi 2 dibajak laut Shirohige" balas Naruto santai pada sang pemuda pemakan buah iblis tipe logia berelemen api itu.

"Hahaha kau bisa saja Naruto" tawa Ace senang, karena pada dasarnya dia mempunyai sifat periang, sifat dasar yang dipunyai semua penyandang nama D.

"Heh? Ace-san punya kekasih?" tanya Vivi tidak percaya dan menatap Ace dengan pandangan yang tidak percaya.

"APA ACE MEMPUNYAI KEKASIH" teriak Luffy yang membuat semua orang menutup telinga rapat-rapat karena datap menhancurkan gendang telinga orang akibat teriakannya yang sangat keras, sekeras suara granat.

DUAKH!

Teriakan dari Luffy yang sangat besar membuatnya mendapat satu pukulan dari sang komandan divisi 2 bajak laut Shirohige, yang merupakan kakak angkatnya.

"KAU BERBICARA TIDAK BISA PELAN HAH?" terik Ace kesal karena kelakuan adiknya yang sangat bodoh seperti biasanya. Luffy yang dimarahi sang kakak hanya nyengir-nyengir tidak jelas, dan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

"Gomen, aku terlalu shok mengetahui kau mempunyai kekasih" ucap Luffy gugup kepada sang komandan divisi 2 bajak laut Shirohige, yang menatap sebal kearahnya.

"Aku juga tidak menyangka orang sebodoh Ace bisa mendapat kekasih, cantik pula" ucap Naruto yang tidak pernah menyangka kalau Ace mempunyai kekasih yang cantik.

"Hey kalian berhenti lah mengejek ku, atau akan aku bakar kalian jika terus mengatakan itu" balas Ace tidak terima dengan ucapan Naruto dan Luffy yang mengejek dirinya.

"Ya ya terserah mu saja, aku hanya mengatakan sesuai fakta yang ada" ucap Naruto datar. Naruto merogoh kantung celananya dan mengambil sebuah bungkusan yang berisi sebuah rokok tipis didalamnya.

Vivi yang menyadari Naruto mengambil sesuatu disaku celananya, menoleh kearah Naruto. Tiba-tiba keluar aura ungu disekitar Vivi yang melihat Naruto menyangkutan satu batang rokok tipis berwarna putih dimulut tipisnya.

"Na-ru-to-kun" ucap Vivi penuh penekanan. Naruto menoleh kearah Vivi yang memangil namanya. Keringat bercucuran dengan derasnya diplipis Naruto. Naruto benar-benar ketakutan melihat Vivi yang mengeluarkan aura ungu dari tubuhnya, dan menatap tajam dirinya.

"A-a-apa Vivi-chan?" Tanya Naruto ketakutan melihat Vivi yang tampak marah dengan dirinya.

"A-pa ya-ng a-da di-mu-lut mu?" Tanya Vivi penuh penekanan disetiap hurufnya.

"R-rokok" jawab Naruto ketakutan melihat Vivi yang semakin marah padanya. Tanpa basa-basi Vivi mengarahkan tangannya yanp terkepal kewajah tampan Naruto.

"HUWWWA"

BUAKH!BUAKH!BUAKH!

.

Bajak laut topi jerami swadrop melihat kelakuan seorang pengembara yang harga kepalanya senilai dengan salah satu anggota Shicibukai, kecuali sang sahabat yang tetawa keras melihat Naruto dipukuli oleh Vivi.

"Hahahaha, aku tidak menyangka orang sekuatmu takut dengan kekasihnya sendiri, Hahaha" tawa Ace keras, melihat wajah Naruto yang tampan menjadi buruk rupa setelah dihajar Vivi.

"Sialan kau Ace" balas Naruto tidak terima dengan ejekan Ace untuknya. Tapi Ace tidak mempedulikan itu dan terus tertawa terbahak-bahak.

Sedangkan Vivi masih tampak marah dengan Naruto, dari wajahnya saja sudah terlihat kalau ia sedang kesal dengan pangeran kodoknya.

"Kalau kau merokok lagi, aku tidak akan segan-segan untuk tidak memberi mu jatah sebulan melakukan adegan ranjang" ucap Vivi kesal yang tidak menyadari apa yang diucapkannya.

Anggota topi jerami beserta Ace dibuat melongo oleh Vivi termasuk Naruto yang tampak malu, karena ucapan Vivi yang tidak pernah ia kira.

"Vivi apa kau sungguhan telah melakukan itu dengan Naruto?" tanya Nami yang sadar duluan dari yang lainnya.

"Nami-swwaan nanti ki-"

BUAKH!

"Diam kau" ucapan Sanji terputus begitu saja setelah Nami memukul wajahnya dengan keras. "Jadi apa itu benar?" tanya Nami (lagi) pada Vivi yang memasang wajah bingung kepada Nami.

"Memang aku mengatakan apa Nami-san?"

DONG

Semua orang dibuat Swadrop tingkat akut, mendengar pertanyaan Vivi barusan. Jadi dia tidak sadar apa yang ia katakan, itu lah yang ada dibenak anggota topi jerami, termasuk Naruto dan Ace.

"Tadi kau mengatakan kau tidak akan memberi Naruto jatah sebulan untuk melakukan adegan ranjang, jadi Nami menyimpulkan kalau kalian telah melakukan sex, jadi apa itu benar?" jelas dan tanya Ace yang sadar duluan dari yang lain. Memang dia bodoh, tapi dia tidak sebodoh adik angkatnya, mungkin dapat dikatakan dia memiliki pemikiran diatas rata-rata dari seluruh orang penyandang nama D, kecuali Naruto yang memiliki IQ 200 keatas.

Vivi yang baru sadar apa yang ia katakan menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangan kecilnya yang tertutup jubah ungu.

"Jadi itu semua benar, aku tidak menyangka orang sedingin Naruto, ternyata doyan Oppai dan Vagina" ucap Ace, lebih tepatnya ejekan untuk Naruto, yang wajahnya kini telah memerah menyaingi warna merah tomat.

"Tentu saja aku masih doyan, aku masih normal, jerawat" balas Naruto kesal pada Ace yang telah mengejeknya. Zoro yang baru sadar dari shoknya mencoba bertanya.

"Jadi kalian melakukan itu kemarin, lebih tepatnya tadi malam?" tanya Zoro yang dari tadi hanya diam saja, dan pertanyaan Zoro dibalas anggukan malu oleh Vivi.

"Pantas aku mendengar suara berisik semalam, bukan begitu Nami-swan" ucap Sanji dengan mata bentuk love saat mengucapkan kata Nami-swan.

"Ya kau benar Sanji-kun" balas Nami tersenyum manis kepada Sanji, yang membuat Sanji semakin tidak karuan.

"Kalian ini sebenarnya bicara apa sih"

DONG!

Semuanya bertambah shok saat sang kapten topi jerami yang ternyata tidak mengerti apa yang menjadi topik pembicaran mereka dari tadi.

"Jadi kau tidak mendegarkannya Luffy?" tanya Ace yang sadar duluan dari yang lainnya, kecuali Vivi yang dari tadi menahan malu.

"Aku mendegarkan, tapi tidak mengerti" semua anggota topi jerami bertambah shok termasuk Ace dan Naruto. Dia terlalu polos atau memang bodoh, itu lah yang dipikiran sang pemuda pirang jabrik.

"Sudah, lupakan" ucap mereka semua.

.

(Dimarkas Baroque Work)

Sosok lelaki yang diketahui adalah Mr.0, salah satu anggota Shichibukai, yang lebih dikenal sebagai Crocodile, sedang duduk santai disinggasananya, ditemani kopi yang masih panas, dan satu batang rokok kretek berwarna coklat yang terselip diantara jari-jari kasar dan besarnya.

Dengan santainya ia menghisap rokok kretek yang disela-sela jarinya. Rasa khas tembakau terasa jelas dimulut sang penggemar buaya. Asap rokok keluar dari mulut besarnya dengan sangat banyak yang berwarna abu-abu.

Crocodile yang duduknya menghadap belakang, membalik bangkunya kearah meja kerjanya. Dengan santai ia mengambil gelas yang berisi kopi panas diatas mejanya. Rasa kopi hitam benar-benar terasa nikmat dimulut besar Crocodile.

Crocodile memalingkan wajahnya dan menatap gadis yang menatapnya dengan tatapan datar seolah tidak peduli. Gadis bertopi koboy putih itu membutulkan topinya yang ia rasa miring kekanan.

"Ada laporan apa kali ini Miss. All Sunday?" tanya Crocodile datar pada gadis yang memiliki nama samaran Miss. All Sunday. Miss. All Sunday membuka matanya yang tadi sempat terpejam saat membetulkan topinya.

"Mr.1, Mr.2, dan Mr.4 sedang dalam perjalan kemari" jawab Miss. All Sunday datar, seakan tidak peduli tentang apa yang ia ucapkan. Crocodile menyeringai sadis ketika mendengar perkataan datar dari Miss. All Sunday.

"Sebentar lagi kita akan berpesta, Topi Jerami"

.

(Disebuah kapal Marine)

Di lautan Grand Line yang luas dan memiliki iklim berbeda-beda, terdapat kapal besar berwarna biru muda yang mengapung dipermukaan laut.

Kapal besar biru muda itu memiliki tulisan MARINE dilayar kapal yang membawa kapal itu ke sebuah pulau yang ditunjuk oleh Log Pose yang berada dikapal itu.

Di atas kapal terlihat sosok lelaki tua, berambut hitam jabrik dan mempunya tanda X didagunya serta memakai seragam Marine, beserta jubahnya yang berwarna putih yang dibelakangnya berada tulisan kanji 'Hokage'.

Orang itu, salah satu dari kapten Admiral angkatan laut yang cukup diterkenal oleh dikalangan bajak laut, atau angkatan laut berpangkat tinggi seperti Monkey D. Grap.

Danzo, Danzo Shimura, nama sosok kapten Admiral angkatan laut yang cukup terkenal itu. Danzo dijuluki Kazeha no Danzo, oleh para bajak laut karena jurus pedang anginnya yang dapat membelah apapun.

Danzo adalah seorang pemakan buah iblis, Kaze Kaze no Mi, buah yang memberikan kekuatan angin kepada pemakannya. Danzo memakan buah iblis Kaze Kaze no Mi sekitar 2 tahun yang lalu, saat perjalanannya mencari orang yang paling ia incar, Uzumaki D. Naruto.

Kaze Kaze no Mi adalah buah iblis bertipe Logia, berelemen angin yang dikatakan memiliki tajam yang lebih tajam dari sebuah pedang yang telah diasah selama 10 tahun.

.

Danzo duduk disebuah bangku yang menghadap depan kapal yang ditemani secangkir kopi hitam, dan rokok mild berwarna puti, yang berada diasbak, disebelahnya. Dengan santainya Danzo mengambil rokok mildnya, dan menghisapnya dengan tenang.

Perlahan-lahan asap rokok keluar dari mulut Danzo, yang dengan jelas rasa tembakau terasa dimulut Danzo. Danzo menaikan sebelah bibirnya ketika melihat pulau yang dituju telah terlihat didepan mata.

"Akhirnya aku menemukan mu, Uzumaki. D Naruto"

.

(Ditempat Naruto, Topi Jerami, dan Ace)

Kelompok Topi Jerami beserta Naruto dan Ace mengembangkan senyum ketika sebuah kota terlihat didepan mereka. Mereka terus berjalan dengan senangnya kekota didepan mereka itu.

Tiba-tiba ekspresi mereka berubah menjadi shok ketika melihat kota itu. Kota yang mereka pikir adalah kota yang damai kini tampak berantakan, dan ancur seperti kota tidak terusur.

"Apa benar ini kota Yuba yang dibangun Koza dan Oji-san" batin Naruto, yang terus memperhatikan sekitar. Sebuah keran kering tanpa air, rumah yang porak perondak, dan lubang yang cukup besar ditengah kota-kota.

Tanpa buang waktu Naruto berlari kearah lubang itu, diikuti oleh Ace dan Topi Jerami dari belakang. Mereka semua membulatkan matanya ketika melihat seorang lelaki tua sedang menggali lubang ditengah-tengah lubang itu.

Lelaki tua itu mengalihkan pandangannya ketika merasakan kehadiran orang lain. Lelaki tua itu segera berlari keatas dengan sisa tenaganya untuk menghampiri orang-orang yang berada diatas.

"Maaf anak-anak muda, kalian ini siapa?" tanya lelaki tua itu sopan dan tersenyum lembut.

"Kami hanya pengembara yang kebetulan lewat sini Oji-san" jawab Ace sopan, dan tersenyum seperti biasanya.

"Naruto, Vivi, tadi kalian bilang disini banyak air" ucap Luffy lemas dan membungkukkan badannya, dengan lidah melet seperti anjing, membuat yang lain swadrop karena kelakuan kapten mereka yang memalukan, kecuali lelaki tua itu yang tampak shok mendengar nama Naruto dan Vivi.

"Naruto-kun, Vivi-chan, kalian Naruto-kun dan Vivi-chan?" tanya lelaki tua itu dengan senang.

"Oji-san siapa?" tanya Naruto bingung. "Wajahnya seperti pernah aku temui tapi dimana ya?" batin Naruto, yang mencoba mengingat-ingat lelaki tua yang ada dihadapannya.

"Jadi kalian tidak mengenali ku, tapi sepertinya itu wajar mengingat sekarang aku menjadi kurus" ucap lelaki tua itu dengan lembut dan senyum.

"Memangnya Oji-san siapa?" tanya Ace yang mencoba bertanya. Tapi sebelum lelaki tua itu kembali menjawab didahului oleh Naruto dan Vivi.

"Jangan-jangan Oji-san" ucap Naruto berhenti yang dipotong Vivi. "Toto Oji-san".

.

(Dimarkas pemberntak)

Terlihat sosok lelaki muda, berambut coklat memakai kaca mata ungu dan baju putih yang dibalut jaket hijau, sedang duduk diatas meja, dengan ekspresi yang sulit diartikan.

Kohza, nama sosok yang duduk diatas meja, sekaligus pemimpin pasukan pembrontak di Arabasta. Nama Kohza cukup terkenal dikalangan masyarakat Arabasta, karena sikapnya yang berani membela kebenaran. Tapi apa yang sekarang ia lakukan membela kebenaran? ia juga tidak tahu. Ia ingin mempercayai Raja seperti kata ayahnya, tapi dia juga melihat bukti kalau Raja melakukannya.

"Seandainya Naruto ada disini pasti dia bisa mengambil keputusan yang benar" ucap Kohza frustasi. Pintu tenda yang tadi tertutup kini terbuka, menampilkan sesosok gadis berambut pirang pucat memakai sebuah kimono putih yang dibalut rompi biru dan membawa sebuah katana panjang dipinggangnya.

Ino, Yamanaka Ino nama gadis itu, sekaligus wakil dari pasukan pembrontakan, dan kekasih dari Kohza, serta teman masa kecil Vivi dan Naruto dulu.

"Kohza ada apa?" tanya Ino yang kawatir pada sang kekasih yang terlihat frustasi.

"Ino apa yang aku lakukan ini salah?" tanya Kohza yang menunjukan ekspresi bercampur aduk, antara frustasi, dan bimbang.

"Lakukan yang menurut mu benar jangan pernah mundur sesuai keinginan mu, tapi mundurlah, kalau bisa berbalik arah lah kalau kau salah, itu kan yang dikatakan Naruto sebelum kita pergi untuk membangun kota Yuba" jawab Ino dengan senyum manisnya.

Kohza yang mendengar jawaban Ino menjadi lega, tanpa sadar ia mengembangkan senyum khasnya.

"Arigato Ino"

.

(Dimarkas Baroque Work)

Tampak Crocodile yang menunjukan ekspresi datar seperti biasanya, yang sambil mengigit satu batang rokok kreteknya.

"Miss. All Sunday, jangan biarkan Naruto dan Vivi bertemu Kohza" ucap Crocodile yang mengambil satu rokoknya dari mulut dan mematikannya diasbak didepannya.

"Ya baiklah, Crocodile" balas Miss. All Sunday yang pergi dari hadapan Crocodile, tapi ia berani sumpah kalau tadi ia melihat sebuah seringai licik dibibirnya.

.

.

.

BERSAMBUNG!

.

Chapter ini tidak ada fight, tapi insyaallah chapter depan ada, dan chapter depan akan menceritakan persahabatan dua kekasih (NaruVivi dan KohIno).

Untuk beberapa pertanyaan akan aku jawab.

P: Lebih kuat mana Naruto dan Luffy?

Q: Naruto karena sebagai tokoh utama, tapi yang menjadi raja bajak laut tetaplah lah Luffy.

P: Kalau Vivi ikut SHP kerajaannya bagaimana?

Q: Kerajaannya tidak akan gimana-gimana, kan masih ada ayahnya, serta Kohza yang kata raja tatah kerajaan mau diserahkan padanya.

.

Ada yang mau tahu pin ku 7DEAFA64 itu pin ku.

.

Mohn Review

.