.
Disclamer
Naruto dan One Piece bukan punya aku.
Naruto and One Piece: Mun'aizu no Naruto
Genere: Adventure, Fantasy, Mysteri, Friendship, and Romance
Pairing: [Uzumaki D. Naruto x Vivi x Nico Robin]
Raiting: M
Warning: Gaje, abal, Typo, OOC, OC, dan sebagainya.
.
Summary: Naruto adalah seorang anak yang ditinggal kedua orang tuanya sejak kecil, diera bajak laut yang kejam dan menjadi bahan percobaan Marine.
.
Chapter 4
.
Naruto tampak mengeluarkan air matanya. Ia sedih melihat orang yang cukup ia hormati tampak menderita didepan matanya. Berbeda dengan Viui yang terisak dipelukan sang kekasih yang telah mengambil keperawanannya.
"Sudah lah kalian jangan menangis, kalian ini sudah dewasa, terlebih lagi kalian seorang bajak laut" ucap Toto Oji-san tersenyum kepada dua sejoli yang menangis dihadapannya.
"Ya benar apa yang dikatakan Oji-san sobat, kau ini pria tangguh yang bahkan mampu kabur dari kapten Admiral angkatan laut" ucap Aae menenangkan sang sahabat, walaupun mereka sering berdebat dan beda pendapat tapi mereka tetaplah sahabat sekaligus rival.
"Kalian benar menangis tidak akan menyelesaikan masalah" ucap Naruto menghapus air mata yang keluar dari kedua mata saffirnya yang seindah lautan dan melanjutkan kata-katanya yang berhenti.. "Ayo kita bantu Oji-san menggali lubang ini untuk menemukan air"
"YA"
.
Anggota Topi Jerami, beserta Naruto dan Ace, membantu Toto Oji-san menggali lubang dipasir untuk menemukan air. Luffy dan Chopper terlihat bersemangat, Zoro dan Sanji selalu berdebat tentang lubang galian mereka, Naruto dan Aae saling berlomba menggali lubang, Usopp terlihat malas-malasan, sedangkan Vivi dan Nami cekikan melihat mereka menggali lubang.
"Sudah ku bilang punya ku yang paling dalam" teriak Zoro kepada sang rival yang mengaku punya dia lebih dalam dari punya Zoro.
"Hey apa kau bilang, jelas-jelas punya ku yang lebih dalam. buta arah" satu buah balasan dan hinaan, dengan entengnya keluar dari mulut Zoro.
"Apa kau bilang koki genit, kau ngajak ribut hah" teriak Zoro tidak terima diejek buta arah, dan dengan cepat ia mencengkram jubah Sanji dengan erat.
BUAKH!
"Kalian berdua lihat lah karena ulah kalian lubang yang sudah ku gali jadi tertutup lagi" kesal Nami karena lubang galian yan. telah ia gali tertutup lagi karena ulah Zoro dan Sanji.
"Maaf Nami-swaan aku tidak sengaja" ucap Sanji dengan mata berbentuk love seperti biasanya. "Hey kau cepat minta maaf sana, buta arah" bentak Sanji pada Zoro yang ada dibelakangnya, tapi hanya ditanggapi dua huruf satu kata oleh Zoro 'Hn' hanya itu tanggapan dari pemuda yang mempunyai skil Santoryu.
.
Berbeda dari Zoro dan Sanji, Naruto dan Aae berdebat bukan karena masalah dalam lubang tapi karena lubang mereka selalu tertup oleh mereka sendiri.
"Woy duren bego, kau tahu karena lubang mu itu, lubang ku tertutup kembali" teriak Ace tidak terima karena lubangnya ditutup oleh pasir galian Naruto yang menempuk dilubang galiannya.
"Ada juga aku yang bilang begitu, jerawat permanen" balas Naruto tidak terima karena hinaan Ace. Sedangkan Vivi hanya tertawa pelan melihat kelakuan sang kekasih yang tidak berubah sama sekali.
.
(Flashback)
Disebuah kerajaan Arabasta, terdapat sang Raja, sekaligus ayah dari Vivi sedang duduk disinggasananya, dan didepannya terdapat sosok anak kecil yang tunduk dan memakai jubah coklat.
Kohza, dia lah sosok anak kecil yang sedang tunduk didepan Raja, layaknya seorang prajurit. Raja sedikit menyungingkan senyum ketika sosok anak kecil yang berwiba ternyata masih ada di Arabasta ini selain Naruto.
"Ada apa kau kesini anak muda?" tanya Raja dengan ramah serta senyumnya yang seperti biasa kepada rakyatnya.
"Aku datang kesini karena ingin prote-"
BRAK!
Perkataan Kohza berhenti begitu saja ketika pintu dibuka paksa oleh seseorang lelaki gemuk berkumis coklat.
"Hey kau dilarang masuk pak tua" ucap penjaga istana kerajaan yang memiliki badan besar. Tapi perkataan penjaga istana kerajaan dihiraukan begitu saja oleh lelaki gemuk itu yang terus berjalan kearah Raja dan Kohza.
Kohza mengalihkan pandangannya kepintu besar yang dibuka secara paksa, shok, itu lah yang dirasakan Kohza ketika melihat lelaki tua itu ternyata ayahnya, Toto.
"Kohza sudah berapa kali aku bilang kau tidak punya hak untuk protek kepada Raja" ucap Toto Oji-san kesal kepada kelakuan anaknya yang keras kepala.
"Hah siapa bilang aku tidak punya hak, aku ini rakyat Arabasta yang punya hak untuk protes kepada raja" ucap Kohza tidak mau kalah.
"Pulang, pulang kau sana biar aku yang mengurus ini" ucap Toto Oji-san kesal.
"Tidak aku ti-Aaww" Kohza merintih kesakitan ketika kupingnya dijewer oleh ayahnya dengan penuh kasih sayang.
"Aku bilang pulang ya pulang" ucap Toto Oji-san menyeret Kohza secara paksa kearah pintu besar yang ia buka secara paksa, sedangkan penjaga istana, dan pengawal Raja hanya swadrop melihat kelakuan mereka.
"Kau pulang duluan aku yang urus sisanya" ucap Toto Oji-san melepaskan jewerannya dan dengan terpaksa Kohza mengikuti perintah ayahnya untuk pulang kerumah.
.
Kohza terus berjalan dilorong istana yang besar sendirian. Setiap suara langkah kakinya bergema dilorong istana. Kohza memutar tubuhnya ketika merasa diperhatikan oleh seseorang.
Dengan wajah kesal Kohza menatap dua orang dan satu binatang yang menatapnya dengan pandangan datar. Dua orang itu adalah Naruto dan Vivi, dan satu binatang adalah Karu.
"Kenapa kalian menatap ku begitu, cebol, duren?" satu buah pertanyaan dan hinaan terlontar begitu entengnya dari mulut Kohza.
"Apa maksud mu memangilku cebol hah?" teriak Vivi tidak terima karena dipanggil cebol. Walaupun sudah sering ia dipanggil cebol oleh pemuda disebelahnya, tetap ia tidak terima. Sedangkan Naruto hanya geleng-geleng kepala melihat emosi Vivi yang tidak bisa dikendalikan.
"Vivi tenanglah" ucap Naruto menenangkan perempuan yang disebelahnya.
"Aku tidak terima dipanggil cebol olehnya Naruto-kun" balas Vivi kesal, dengan emosi yang memuncak.
"Jadi apa mu cebol?" tanya Kohza malas kepada gadis yang ada didepannya.
"Bertarung, aku mau kita bertarung" jawab Vivi kesal, sedangkan Naruto tampak shok.
"Bertarung, dia aja tidak pernah berhasil memukul ku, dia minta bertarung, dasar Vivi bodoh" batin Naruto tidak habis pikir dengan kelakuan Vivi yang amat saxgat bodoh.
"Oke aku te-"
"Tidak biar aku saja yang bertarung, aku tunggu kau dilapangan sebelah toko ramen Ichiraku" potong Naruto dengan cepat, bagaimana pun ia tidak mau Vivi sampai cedara, karena itu janjinya kepada Vivi.
"Oke aku tunggu kau disana nanti sore jam 1 siang" balas Kohza, yang langsung pergi meninggalkan Naruto yang memasang wajah tembok dan Vivi yang tampak kesal.
"Apa-apaan kau ini Naruto-kun, seharusnya aku yang bertarung bukan kau" ucap Vivi kesal kepada Naruto yang mengantikannya bertarung.
"Kau tahu janji ku kepada dua kakak angkat ku kan, kalau aku akan terus melindungi orang yang ku sayang walaupun nyawa taruhannya" balas Naruto tenang, dan meninggalkan Vivi yang wajahnya kini memerah.
.
(Ditempat Raja)
"Raja aku minta maaf atas kelakuan anak ku yang kurang ajar kepada anda" ucap Toto Oji-san meminta maaf kepada Raja yang menatapnya dengan senyum.
"Tidak masalah Toto, aku yakin suatu saat dia akan menggantikan ku menjadi Raja, yang dapat memimpin negri ini dengan damai" balas Raja dengan ramah serta senyum seperti biasanya.
"Anda berniat menjodohkan pu-"
"Tidak, putri ku sudah ku jodohkan dengan seseorang yang dapat mengendalikan emosinya dan sekaligus orang paling dewasa diantara anak sebayanya" potong Raja ramah.
"Maksud anda Uzumaki D. Naruto, orang yang selalu menjaga putri anda, dan otak dari strategi penjaga istana ini?" tanya Toto Oji-san hormat.
"Ya kau benar, dia adalah anak yang sangat pandai, sekaligus prodogy dari penyandang nama D, selain Menma" jawab Raja ramah.
"Tapi kenapa anda tidak menyerahkan tahta kerajaan kepadanya?" tanya Toto Oji-san hormat.
"Dia bercita-cita membongkar rahasia penyandang nama D, dan marga Uzumaki, yang otomatis dia harus berlayar kelautan dan kemungkinan besar Vivi pasti ikut dengannya" jawab Raja ramah.
"Jadi begitu baiklah, aku mohon pamit Raja" ucap Toto Oji-san yang segera pergi meninggalkan Raja yang tersenyum.
"Bagaimana ya nanti cucuku jika Vivi dan Naruto punya anak" batin Raja membayangkan cucunya.
.
(Dilapangan)
Disebuah taman, terdapat banyak anak-anak yang saling berkumpul membikin lingkaran. Di tengah-tengah lingkaran itu terdapat sosok Naruto yang berdiri santai, dan sosok Kohza yang memandang Naruto dengan pandangan kesal.
Sorak sorai terus menggema dilapangan, para penonton mendukung Kohza tapi itu khusus kaum Adam, sedangkan kaum Hawa mendukung sosoak tampan, Uzumaki D. Naruto.
"Lebih baik kau menyerah saja duren bego" ucap Kohza kesal.
"Khukhukhu menyerah kata mu, sepertinya tidak akan menarik jika aku menyerah" ucap Naruto disertai tawa iblisnya yang membuat sekumpulan orang merinding ketakutan termasuk Kohza.
"Sialan kau" kesal Kohza yang langsung berlari kearah Naruto dengan mengayunkan tinjunya kewajah Naruto, tapi dengan mudah bahkan sangat mudah dihindari Naruto.
Kohza terus melancarkan tinjunya kewajah, perut, atau pun dada ke Naruto, tapi semua itu dengan mudah dihindarinya, yang membuat Kohza kesal.
"Ayo lah apa hanya ini kekuatan mu, berilah aku sedikit hiburan" ejek Naruto disertai seringainya, yang membuat Kohza bertambah kesal.
"Sialan kau brengsek" Kohza mengayunkan tinjunya kewajah Naruto, sedangkan Naruto hanya memandang datar tinju Kohza.
BUAKH!
Kohza terjatuh dengan tidak elitnya dilapangan, padahal tinjunya tinggal beberapa centi lagi, tapi dirinya kesandung ranting yang ada didepannya.
"Kau masih terlalu lemah untuk melawan ku Kohza" Naruto berjalan kearah Kohza dengan ekspresi yang berubah total dari ekspresi sadisnya menjadi ekspresi tenang. "Jadi lah kuat, aku yakin sewaktu-waktu kau pasti akan menjadi penjaga kerajaan di Arabasta" Naruto jongkok dihadapan Kohza dan memberikan senyum tenangnya. "Kalau kau mau menjadi kuat temui lah aku di halaman kerajaan dengan senang hati aku akan melatih mu" Naruto berdiri, dan meninggalkan Kohza yang tampak menunduk.
Kohza mencerna semua yang dikatakan pemuda pirang didepannya, di memang mengingankan menjadi kuat untuk melindingi keluarganya terutama adik angkatnya. Tanpa ragu Kohza berdiri dan berlari kearah Naruto yang sudah mulai jauh.
"Hey duren tunggu aku" teriak Kohza keras, yang berlari menghampiri Naruto yang memberhentikan langkahnya.
"Ada apa Kohza?" tanya Naruto datar pada sosok Kohza yang ada dibelakangnya.
"Tolong latih aku menjadi kuat, aku mohon" ucap Kohza memohon dengan sujud membelaki Naruto. Naruto mengembangkan senyum ketika Kohza minta dilatih olehnya. Tanpa pikir panjang Naruto membalik badannya dan menatap Kohza dengan senyumannya.
"Berdiri lah, kau ini seorang Leader, tidak pantas kau sujud seperti itu" ucap Naruto tenang. Tanpa disuruh dua kali Kohza berdiri dihadapan Naruto.
"Datang lah nanti ke halaman kerajaan aku akan menunggu mu jam 3 sore" ucap Naruto dengan senyum, dan meninggalkan Kohza yang tersenyum.
.
(Di lapangan kerajaan)
Hari sudah sore, matahari hampir terbenam ditempatnya. Burung-burung pada berhamburan kesarangnya.
Dilapangan Arabasta terdapat sosok Vivi, Ino dan 2 penjaga kerajaan yang mengamati Kohza berlatih dibawah bimbingan sang alih strategi, Uzumaki D. Naruto.
Kohza sangatlah kelelahan, terbukti dari raut wajahnya yang bercucuran keringat. Kohza tidak menyangka kalau baru pertama latihan saja, dirinya seperti disiksa dialam kubur.
Pertama dirinya disuruh lari keliling halaman kerajaan yang luasnya setara dengan 50 pemukian warga sebanyak 50 x. Kedua ha disuruh push up sebanyak 100 x, apa itu tidak menyiksanya, ditambah sekarang ia harus bertrung kendo menggunakan boken melawan salah satu dari 2 penjaga setia kerajaan, itu semua menyiksanya, tapi ia ingin menjadi kuat untuk melindungi keluarganya, sekaligus adik angkatnya yang ia cintai, Yamanaka Ino, jadi ia harus melakukan ini walaupun itu menyiksanya.
"Ayo arahkan lagi boken mu kepada mu, bila segina saja kau sudah kelelahan, bagaimana kau menggunakan katana sungguhan" ucap salah satu penjaga kerajaan yang memakai pakaian putih, dan berkulit pucat, Pell.
"Hosh hosh, aku sangat hosh lelalah" balas Kohza mengatur nafasnya yang kelelahan.
"Kohza pakai lah otakmu untuk mu bertarung, jangan seperti itu" ucap Naruto yang menonton pertarungan Kohza, dengan melipat kedua tangannya didepan dada.
"Kau tidak tahu bagaimana rasanya kelelahan duren bego" balas Kohza menatap tajam Naruto.
"Apa kau bilang hah?" balas Naruto tidak mau kalah, dan menunjukan ekspresi kesal.
BLETAK! BLETAK!
"Bisakah kalian berhenti bertengkar hah" ucap Vivi dan Ino yang menjitak kepala Naruto dan Kohza, serta menceramahi mereka.
FLASHBACK END
.
Vivi tersenyum mengingat-ingat kejadian beberapa tahun silam saat Naruto masih 12 tahun, tapi ia juga sedih mengingat itu kembali, apa lagi saat dua kakak angkat Naruto pergi meninggalkan Naruto dan memutuskan untuk berlayar kelautan dengan jalan berbeda. "Semoga kalian tak apa Nii-san" batin Vivi memandang langit.
DUAR!
Vivi mengalihkan pandangannya pada suara ledakan yang tak jauh dari dirinya dan teman-temannya.
"Sialan kau jerawat" ucap Naruto yang berhasil menghindari tembakan api yang dilancarkan Ace. Vivi kesal melihat kejadian yang hampir membuatnya jantungan.
"Kalian berhenti lah" ucap Vivi kesal dan menghampiri dua pemuda yang saling bertarung. Dengan gerakan patah-patah mereka menengok keasal suara. Keringat mulai bercucuran dari pelipis mereka, melihat Vivi yang berjalan kearah mereka dengan aura hitam disekitarnya.
"Ampuni kami Vivi-chan" bajak laut topi jerami swadrop melihat seorang Uzumaki D. Naruto memohon apa lagi kepada seorang wanita.
"Maaf Naruto-kun, kau tetap akan mendapat hukuman" ucap Vivi penuh penakan, dan mengarahkan tangannya yang terkepal kewajah tampan Naruto. "Rasakan ini Naruto-kun"
"HUWA"
BUAKH!BUAKH!BUAKH!
.
(Dimarkas Baroque Work)
Mr.0 atau yang lebih dikenal Sir Crocodile, duduk disinggasananya dengan memandang buaya-buaya peliharannya yang sangat besar, ditemani secangkir kopi hitam, dan rokok kretek ditangan kanannya yang terdapat banyak cicin batu dijari-jarinya.
Asap khas tembakau keluar dengan pelannya disela-sela bibirnya yang besar.
"Kalian cukup cepat juga ya sudah sampai di Yuba dalam waktu beberapa hari"
.
.
.
BERSAMBUNG
.
Dalam Chapter ini ada satu rahasia cukup besar, Siapa kah 2 kakak angkat Naruto?
.
Untuk Naruto akan tetatp masuk dalam SHP sebagai peran peting, sang alih strategi, dan Vivi sebagai duet dari Robin dalam pertarungan, dan rival dari Robin untuk merebut Naruto, walaupun Naruto mencintai keduanya.
.
Cukup sekian, Mohn Reviewnya
.
