.

Disclamer

Naruto dan One Piece bukan punya aku.

Naruto and One Piece: Mun'aizu no Naruto

Genere: Adventure, Fantasy, Mysteri, Friendship, and Romance

Pairing: [Uzumaki D. Naruto x Vivi x Nico Robin]

Raiting: M

Warning: Gaje, abal, Typo, OOC, OC, dan sebagainya.

.

Summary: Naruto adalah seorang anak yang ditinggal kedua orang tuanya sejak kecil, diera bajak laut yang kejam dan menjadi bahan percobaan Marine.

.

Chapter 5

.

Naruto, Ace, dan bajak laut topi jerami, berdiri diambang gerbang kota Yuba. Mereka sangat senang bisa menemukan air, walaupun hanya bisa diminum untuk beberapa hari oleh Toto Oji-san, tapi mereka tetap senang.

"Oji-san kami pergi dulu, jaga kesehatan mu baik-baik" pamit Naruto dengan menunjukan senyum bahagianya.

"Ya Naruto-kun, kalian juga, jaga diri kalian baik-baik" balas Toto Oji-san yang juga tersenyum kepada anak-anak muda yang akan meninggalkan kota yang ia bangun dengan anaknya.

"Tentu saja, Jaa ne" Naruto membalik badan, dan melambaikan tangan pada Toto Oji-san, diikuti, Ace, dan bajak laut topi jerami yang berpamitan pada Toto Oji-san.

.

Naruto, bersama dengan Ace, dan bajak laut topi jerami, berjalan ditengah gurun pasir, yang bercuaca sangat ekstrim bagi manusia biasa, tapi mereka bukan manusia biasa, mereka semua adalah bajak laut.

"Neh apa tidak apa meninggalkan Oji-san dalam keadaan seperti itu Naruto-kun? aku takut badai pasir datang lagi seperti semalam" tanya Vivi pada sosok kekasihnya, yang tangannya ia gemgam.

"Tak masalah Vivi-chan" jawab Naruto tersenyum. "Aku yakin semalam itu bukan badai biasa, tidak mungkin sebuah badai sebesar itu bisa terjadi setiap hari" batin Naruto memandang langit yang cerah.

"Naruto-kun apa yang kau pikirkan?" tanya Vivi bingung, ketika melihat sang kekasih melamun.

"Tidak, bukan apa-apa kok Vivi-chan" jawab Naruto cepat. "Aku harus membicarakan ini pada Ace nanti" batin Naruto.

Berbeda dengan Naruto, bajak laut topi jerami, tenang-tenang saja, ya karena mereka tidak tahu kalau badai dikota Yuba sedikit aneh, yang dicuragai Naruto adalah badai bikinan seseorang, begitu juga Ace yang berfikiran sama seperti Naruto.

"Sepertinya Naruto memiliki pikiran yang sama dengan ku" batin Ace, memandang Naruto yang terus ditempel oleh Vivi.

.

Sudah beberapa jam mereka berjalan dari kota Yuba menuju kota tempatnya para pemberontak, tapi tiba-tiba saja mereka berubah pikiran, dan mereka ingin langsung ketempat Crocodile.

"Jadi apa kalian mengerti kalau kita ketempat pemberontak tak akan merubah apapun, lebih baik kita ketempat Crocodile, aku yakin, semuanya telah diatur olehnya" jelas Naruto. "Dan juga Danzo" tambah Naruto dalam hati.

"Ya kami mengerti, kita akan melanjutjan perjalanan besok pagi, hari sudah semakin gelap" ucap Vivi mewakili yang lain, yang dibalas anggukan oleh Naruto.

"Ace apa kau mendengarkan ku?" tanya Naruto, menatap Ace yang duduk bersandar disebuah batu.

"Ya aku mendengarnya, kita hanya harus memukul orang yang bernama Crocodile, dan anak buahnya kan" jawab Ace asal, yang sepertinya tidak peduli.

"Teme, jadi kau tidak mendengarnya" kesal Naruto pada Ace.

"Kalau begitu tolong jelaskan ulang rencana mu Naruto?" ucap Ace, lebih tepatnya perintah Ace, yang membuat Naruto menghela nafas pasrah atas kebodohan rivalnya.

"Hah baiklah, begini rencananya"

.

"Apa kau sudah mengerti Ace?" tanya Naruto, yang telah menjelaskan ulang rencananya panjang lebar.

"Ya aku paham" jawab Ace tenang, yang kembali menyandarkan tubuhnya dibatu besar.

"Baiklah waktunya kita tidur, hari sudah gelap" perintah sang Navigator topi jerami, Nami.

"Ha'i Nami-swwaann" balas Sanji dengan mata berbentuk love.

.

(Di kapal angkatan laut)

Sebuah kapal angkatan laut, yang membawa salah kapten Admiral angkatan laut, Shimura Danzo. Kapal angkatan laut Danzo terus melaju menuju sebuah pulau yang sudah terlihat oleh matanya, pulau padang pasir, Arabasta.

TAP!TAP!TAP!

Danzo tak mengalihkan pandangannya pada pulau yang akan dituju, karena ia tahu siapa yang datang menghampirinya.

Seseorang berkulit pucat, mempunya rambut hitam pendek, mata hitam legam, memakai kaus hitam, dan jaket hitam berbulu, dengan membawa sebuah pedang dipunggungnya.

Sai, itu lah nama sang pemuda yang berjalan kearah Danzo. Dia adalah Letnan muda di angkatan laut, yang selalu mengikuti Danzo. Sai menyandang pangkat Letnan muda bungkan hisapan jepol semata.

Sai mendapat pangkat itu karena kekuatan yang diajari Danzo padanya, Itoryu, Busoshoku Haki, dan kekuatan buah iblis. Inku Inku no Mi, adalah buah yang dimakan Sai, buah tipe logia, yang memiliki kemampuan Tinta.

"Ada apa Sai?" tawmya Danzo datar yang tidak mengalihkan pandangannya sama sekali, dari pulau padang pasir yang ada didepannya.

"Ada pesan dari Letnan muda Smoker" jawab Sai datar, yang memberikan sebuah Denden Mushi yang terus bergetar. Dengan cepat tangan Danzo menggambil Denden Mushi yang terus bergetar.

"Ada apa Smoker?" tanya Danzo datar, pada Denden Mushi yang menampakan ekspresi datar.

"Untuk apa kau ke Arabasta Danzo?"

"Menangkapa Uzumaki D. Naruto" jawab Danzo datar.

"Tidak aku percaya bukan itu tujuan mu" ekspri Denden Mushi berubah menjadi serius. "Apa tujuan mu yang sebenarnya Danzo?"

"Sudah kukatakan untuk menangkap Uzumaki D. Naruto" jawab Danzo datar.

"Bukan itu tujuan mu, saat ini Akainu sangat mengincar Naruto, dan tidak mungkin kau melawan Akainu, jadi apa tujuan mu yang sebenarnya?" Ekspresi Danzo berubah menjadi kesal, tapi beberapa detik kemudian ekspresinya berubah kembali seperti biasanya.

"Kau jangan sok tau, bocah ingusan, kau itu masih baru diangkatan laut" dengan cepat Danzo menutup Denden Mushi yang dibawa Sai. "Cih, dasar bocah kurang ajar" kesal Danzo, yang menyerahkan Denden Mushinya kepada Sai.

"Cepat lah bersiap, sebentar lagi kita akan sampai" tanpa membalas Sai berjalan masuk kedalam ruangan.

.

(Di Markas Baroque Works)

Mr.0 dengan nama yang lebih dikenal Sir Crocodile, menapat peliharannya seekor buaya yang bergerak kesa-kemari dengan ukuran besar.

"Ada apa Miss. All Sunday?" tanya Crocodile tanpa menoleh pada gadis yang ada dibelakangnya, tepatnya berdiri ditangga.

"Mun'aizu no Naruto, dan Hiken no Aae berpencar dengan kru topi jerami, mereka berdua bergerak ke tempat para pemberontak, sedangkan kru topi jerami bergerak ketempat kita berada" jawab Miss. All Sunday datar.

"Souka, kau boleh pergi Miss. All Sunday" tanpa disuruh dua kali Miss. All Sunday pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dengan cepat Crocodile mengambil sebuah Denden Mushi untuk menghubi seseorang.

"Ada apa?" tanya seseorang yang dihubungi Crocodile dengan ekspresi datar yang Denden Mushi.

"Kau berada dimana?" tanya Crocodile datar, dengan mulut yang mengigit satu batang rokok kretek.

"Aku berada dipelabuhan Arabasta, memang ada apa?"

"Kau pergi ketempat pemberontak, disana akan ada Mun'aizu no Naruto, dan Hiken no Ace, kalahkan mereka, sebelum bertemu dengan Kohza, Danzo"

.

(Ditempat para pemberntak)

Dengan santai dua orang berjubah hitam memasuki daerah pemberontak. Mereka adalah Ace dan Sanji, yang masuk kedalam kawasan pemberontak tanpa hambatan.

"Aku tidak menyangka, Baroque Works , begitu bodoh, mengiri diri mu Naruto" ucap Ace yang tetap melangkahkan kakinya dikawasan para pembrontak.

"Ya aku juga berfikir seperti itu, tapi aku punya firasat kalau kita, tidak akan bertemu Kohza" balas Sanji yang tetap memandang kearah depan.

"Ya aku yakin, dari yang Naruto beritahu, kalau salah satu Admiral angkatan laut ada dipulau ini, kalau tidak salah bernama Danzo, ditambah ada Letnan muda Smoker, yang aku tahu Smoker mengincar Luffy, dan Danzo mengincar Naruto, berarti yang ke daerah pembrontak kemungkinan Danzo atau Sai" ucap Ace menjelaskan situasinya, dengan memandang datar kearah depan.

"Sai, siapa dia" tanya Sanji penasaran.

"Anak buah Danzo, salah satu Letnan muda yang tidak mau mempunyai kapal sendiri" jawab Ace tenang, yang memberhentikan langkahnya.

"Ada apa Nii-san?" tanya Sanji yang ikut memberhentikan langkahnya.

"Dia ada didepan kita" ucap Ace yang tidak memjawab pertanyaan Sanji.

"Dia, dia siapa?" tanya Sanji yang mengalihkan pandangannya, kepandangan yang dituju Ace.

"Sai"

.

(Tempat Naruto dan Kru topi jerami)

Dengan wajah tenang Naruto dan Kru topi jerami, berjalan dipulau padang pasir disiang hari. Tanpa rasa lelah mereka terus berjalan, tapi tidak untuk kapten mereka, Mugiwara no Luffy.

"Hosh hosh hosh, aku lelah" dengan lelah Luffy menjatuhkan badannya diatas padang pasir yang sangat panas.

"Luffy bangun, kita tidak punya waktu lagi, kita harus cepat sebelum angkatan laut dan Baroque Work mengetahui rencana kita" kesal sang Navigator, yang sedikit membentak sang kapten topi jerami.

"Aku lelah Hime" tanpa sadar Luffy mengucapkan satu kata yang telah membuat sang Navigator merona hebat.

"Hey Luffy apa yang katakan, kita harus cepat" dengan sangat terpaksa Naruto langsung menyeret Luffy.

"Apa yang barusan dikatan Luffy? Hime, oh aku tidak percaya Luffy juga mencintai ku, tidak, tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku tidak boleh menghambat karir Luffy menjadi Raja Bajak Laut, tapi aku sangat senang Luffy mencintai ku" batin Nami, yang ekspresi wajahnya berubah.

"Hah jatuh cinta itu menyusahkan" guman Zoro tanpa sadar.

"Hey apa kau bilang?" geram Nami yang menarik kerah baju Zoro. "Kau tidak usah mengatakan apa-apa kalau kau tidak tahu apa itu cinta Zoro" bentak Nami.

"Hey aku tahu karena aku juga mencintai seseorang" balas Zoro tidak mau kalah.

"Sudah cukup" dengan kesal Vivi memisahkan Zoro dan Nami yang saling bertengkar, dan menatap mereka secara bergantian. "Kalian harus ingat, jangan katakan itu depan Luffy, kalian tahu kan apa yang akan terjadi jika Luffy mengetahui Nami mencintainya, apa lagi para angkatan laut, aku yakin Nami akan menjadi sandra untuk menangkap Luffy" jelas Vivi yang mengalihkan pandangannya pada seseorang. "Termasuk kau Naruto-kun" Vivi kembali mengalihkan pandangannya pada Kru topi jerami yang lain. "Dan kalian, Usopp-san, Tony-kun" bentak Viui pada dua Kru topi jerami yang ketakutan.

"Sudahlah Vivi" seseorang memegang bahu Vivi, tentu saja membuat Vivi menoleh kebelakang, yang ternyata sang kekasih, Naruto. "Kita harus cepat bergerak sebelum para angkatan laut dan Baroque Works menyadari rencana kita" sambung Naruto.

"Ya aku mengerti" balas Vivi memberi senyum manisnya pada Naruto, yang langsung menggandeng tangan Naruto.

"Hah"

.

(Ditempat Ace dan Sanji)

Dengan ekspresi serius Ace memandang sang Letnan muda, yang seperti robot, menunjukan wajah tanpa ekspresi.

"Sanji aku tidak bisa menjamin keselamatan mu, orang didepan kita adalah orang yang berbahaya" ucap Ace yang telah menyiapkan kuda-kuda bertarungnya.

"Aku tahu Nii-san" balas Sanji yang juga memasang kuda-kuda bertarungnya.

"Sanji aku sarankan kau pergi, dia tidak akan bisa diserang., dia adalah pemakan buah ibli" perintah Ace tegas.

"Ta-tapi ..."

"Tidak ada tapi-tapian, jika kau melawannya kau hanya membunuh diri mu sendiri" tegas Ace yang pandangan matanya tidak pernah lepas dari Sai.

"Ya aku mengerti" Sanji berbalik arah dan pergi dari tempat yang sebentar lagi akan ada pertarungan hebat dua pengguna buah iblis tipe logia.

"Jadi kau berniat melawan ku sendiri Hiken no Ace?" ucap Sai yang terus berjalan kearah Ace, dengan wajah tanpa ekspresi.

"Tentu saja, kau adalah pengguna buah iblis tipe logia, dan bocah itu hanya menyusahkan ku saja, karena ia tidak mempunyai Busoshoku Haki untuk melawan mu" balas Ace denang ekspresi serius.

"Kalau begitu kita mulai saja Hiken no Ace"

.

(Ditempat Danzo)

Dengan datar Danzo memasuki kota Albana, kota kerajaan di Arabasta. Dia terus melewati penduduk yang memujinya dan menatapnya dengan pandangan kagum.

"Danzo-sama" Danzo mengalihkan pandangannya pada salah satu anak buahnya yang memangilnya.

"Ada apa?" tanya Danzo datar, yang menatap anak buahnya yang memangilnya.

"Danzo-sama, Sai-sama saat ini sedang bertarung dengan Hiken no Ace di daerah para pemberontak" jawab anak buah Danzo, yang telah memangil Danzo.

"Biarkan saja, aku yakin dia bisa mengatasinya, bersama anak buahnya" balas Danzo datar, yang kembali berjalan setelah berhenti beberapa saat.

"Souka, kami paham" ucap anak buah Danzo yang mengikuti Danzo dari belakang.

.

(Dimarkas Baroque Works)

Mr.1, Mr. 2, Mr. 4 dan para pasangannya menatap tidak percaya pada sosok Mr. 0 yang selama ini menjadi bos mereka. Mereka sangat tidak menyangka kalau Mr.0 adalah Sir Crocodile, salah satu anggota Shicubukai, yang mempunyai harga kepala, 81.000.000 berry, benar-benar tidak bisa mereka percaya.

"Jadi selama ini kami bekerja untuk mu Crocodile" ucap Mr. 2 Bon Clay, yang menatap tidak percaya sosok Mr.0.

"Apa kalian menyesal bekerja untuk ku?" tanya Crocodile datar, yang mematikan rokok kreteknya yang telah habis.

"Tentu saja tidak Mr.0, aku sungguh senang bekerja untuk mu Mr.0" jawab Mr.1 datar, tapi ia masih tidak percaya kalau sosok Mr.0 adalah salah satu dari anggota Shicibukai.

"Bagus kalau begitu" balas Crocodile datar, yang mengambil satu batang rokok kretek dari saku kemeja coklatnya, dan langsung ia nyalakan.

TAP!TAP!TAP!

Mereka semua mengalihkan pandangannya pada anak tangga, yang ada seseorang turun dari atas. Mereka tidak percaya, mereka membulatkan matanya menatap Miss. All Sunday yang merupakan pasangan dari Mr.0.

Sama seperti tadi mereka benar-benar shok mengetahui identitas, Sir Crocodile, tapi bedanya, tadi mereka shok, mengetahui Mr.0 adalah anggota Shicibukai, mereka sekarang shok mengetahui Miss. All Sunday merupakan orang yang dicari pemerintah duni 20 tahun yang lalu, Nico Robin.

"K-k-kau Nico Robin" tunjuk Mr.2 pada Miss All Sunday yang merupakan Nico Robin, dengan ekspresi tidak percaya.

"Aku tidak menyangka, bukan hanya bosnya, tapi pasangannya pun orang yang berbahaya" ucap pasangan Mr.1 tenang.

"Perkenalan bisa nanti" ucap Crocodile mengalihkan pandangannya pada Nico Robin, yang merupakan pasangannya beberapa tahun terakhir ini. "Jadi bisa kau jelaskan rencananya Nico Robin" Crocodile menatap datar Robin, dan dibalas dengan anggukan.

"Baiklah Mr.0"

.

(Ditempat Sanji)

Sanji memandang depan, memandang kumpulan angkatan laut yang mencoba membantu Sai dalam pertarungannya melawan Ace. Merasa pertarungan dua pengguna buah iblis tipe logia tidak boleh ada campur tangan seseorang, Sanji berlarii maju, menyerang kelompok angkatan laut yang memegang sebuah pedang.

"Menyingkirlah kalian semua"

BUAK!BKAH!BUAK!

.

.

.

.

BERSAMBUNG

.

Apa sebenarnya maksud Danzo ke Arabasta kalau bukan untuk menangkap Naruto?

Kenapa Akainu ingin menangkap Naruto, yang jelas-jelas lokasinya sangat jauh dari New World?

Punya hubungan apa Danzo dan Crocodile di Arabasta?

Coba kalian tebak sendiri

.

Chapter depan pertarungan Ace dan Sai

.

Mohon Review

.