The Love Curse
Main Cast: Sehun, Jongin
Other Cast: Luhan, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, Baekhyun, etc.
Genre: Romance, Friendship, Family.
Disclaimer: This story was of my own imagination, not the others and anybody else. EXO belong to Smet, their god, parents, and their own.
Warning: Crack Pair, typo, BoysLove!
Summary: Sehun yang jengah dengan ejekan 'jomblo' dari teman-temannya dan seolah semua terdengar seperti kutukan. Namun, saat bertemu Jongin sang pemilik jasa biro jodoh laknat justru jauh lebih buruk dari kata 'kutukan'. KaiHun! BL! CrackPair
Chapter 2
Happy Reading~
Disinilah Sehun. Dengan penampilan rapi maksimal, ia berdandan sebagus mungkin untuk ikut 'kencan buta' dengan orang asing yang dikenalkan oleh Biro jodoh. Ya, Sehun akhirnya menerima tawaran Luhan. Dengan tawaran yang amat sangat terpaksa... sebenarnya. Ani! Karena desakan untuk mem-fix citra dan harga dirinya dikampus sebenarnya. Ia sudah lelah, benar-benar lelah. Masa iya, Oh Sehun mahasiswa berprestasi dikampusnya, bahkan sudah merangkap sebagai asisten dosen harus jatuh harga dirinya hanya karena ia seorang jomblo? Ck!
Lamunannya tersadar saat...
"Annyeong haseyo, apa kau yang namanya Oh Sehun?"
Oke, sepertinya ada yang salah disini. Karena... Yang benar saja! Apa ia tengah mengencani seorang nerd?! Omo! Lihat bagaimana cara namja itu mengenakan kemeja dengan kancing yang tertutup sampai paling atas, dan caranya memakai celana juga kacamata yang ia kenakan. Ia terlihat makin menjijikan dimata seorang Oh Sehun.
Sehun diam sejenak dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia memperhatikan penampilan namja didepannya dengan berpikir keras. Benar-benar keras.
"N-ne." Jawab Sehun kaku kemudian.
Namja tadi lalu duduk dikursi yang tersedia diseberang meja Sehun. Ya, namanya juga kencan buta. Jadi, mau tidak mau, ia harus face to face dengan pasangan 'kencan'nya.
.
.
.
.
Sehun menghembuskan nafasnya kasar. Ia lelah, sangat lelah. Lelah dengan ocehan namja tadi yang bernama Kyu—Aih tahulah siapa namanya Sehun juga lupa. Sumpah serapah demi apapun Sehun tidak habis pikir dengan semua ocehan abnormal tentang alien dan spesies lainnya entah apa itu. Perasaan Sehun pintar tapi tidak segitunya juga! Oh ayolah, apakah gambaran semua orang jenius adalah seorang nerd?! Ia ingin membenturkan kepala kemeja saat itu juga.
Sehun itu seorang perfeksionis. Ia banyak menolak orang yang menembaknya dulu karena.. mereka kurang tampan dimata Sehun!
Dan lagi, kenapa pemilik jasa biro jodoh yang memilihkannya pasangan kencan terlihat begitu meyakinkan? Maksudnya, dalam artian... pemiliknya tampan. Sangat tampan malah. Semuanya, resepsionis, bahkan security! Dan yang ada dibenak Sehun hanyalah, kalau penyedia jasa sampai karyawannya saja tampan, apalagi orang yang ditawarkan bukan? Dan, Sehun juga manis, menggemaskan, mempesona (menurutnya) Ck! Narsis!
Tapi kenapa malah... Argh ia masih kesal sebenarnya.
Kemudian, dengan kesal ia mengambil ponselnya, lalu membuka website Biro jodoh yang sungguh persetan itu! Dan menuliskan protes yang terkesan tidak sopan, berunsur SARA pada kolom 'contact us'.
.
.
.
.
"YA! Dasar penipu! Korup!"
"Ya! Ya! Kalian semua tukang tipu!"
"Aku tidak terima kalian harus mengganti semua uang yang aku keluarkan untuk jasa bodoh ini!"
Blah-blah dan masih banyak lagi. Sehun hanya diam. Karena,, bagaimana ia bisa protes sedangkan sudah banyak orang disini yang mengantri. Ya... mengantri, untuk 'protes'—sama seperti Sehun sebenarnya.
Ia jadi mengurungkan niatnya untuk unjuk rasa(juga) karena sudah terlalu banyak orang yang menghakimi. Bahkan terlihat lebih menakutkan. Dan, kata-kata 'kalian harus mengganti semua uang yang aku keluarkan untuk jasa bodoh ini!' Sungguh terdengar sangat idiot ditelinga Sehun karena 'Yak! Tentu saja kalau kau merasa jasa ini bodoh kenapa kau memakainya, membuang uangmu, dan sekarang protes seperti itu! Argh' Sehun juga masih cukup waras untuk tidak mengatai jasa ini 'bodoh' karena ia juga memakainya. Dan berarti ia sama bodohnya dengan orang-orang ini.
Yang benar saja demi apapun, ini gratis. Semua Luhan yang bayar. Ia juga tidak cukup konyol untuk menerima jasa tidak penting seperti ini dengan menghabiskan uang orang tuanya untuk membayarnya. Geez, ini gila! Sungguh!
Sehun menghembuskan nafas kasar. Ia lelah. Lelah karena sedari tadi ia hanya berdiri dan menyaksikan banyak orang berdesakan untuk complain. 'Positive Sehun!' batinnya. Setidaknya, yang bernasib konyol dapat pasangan blind date berupa orang dungu tidak hanya dirinya, kan? Lagipula, orang-orang ini terlihat manis, tampan, menggemaskan (seperti dirinya) tentu saja. Jadi, yasudahlah. Memang belum saatnya.
Kata 'jomblo' yang selalu diucapkan teman-temannya untuk mencemoohnya sama seperti Luhan hyungnya yang notabene adalah sepupunya— yang juga 'jomblo' sebenarnya tidak terlalu buruk. Kalau dipikir-pikir saat belum terbiasa, kata tersebut sama horror dan creepy nya dengan kutukan. Tetapi, Sehun juga sudah kebal.
Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari tempat memuakkan itu dan berjalan kehalte terdekat untuk mencari bus.
.
.
.
.
"Ia manis Sehun! Sungguh! Asal kau tahu saja namanya Baekhyun, Byun Baekhyun. Begitu manis bukan? Aih aku bisa gila jika memikirkannya terus"
Sehun menghela nafas. Ia malas, sungguh. Untuk meladeni sepupunya yang sungguh amat sangat tidak penting, mengganggu jadwal tidur awalnya karena ia sangat lelah. Dan besok adalah mata kuliah pagi 'siwon seosangnim' yang sungguh sangat killer! Ia bisa mati kalau sampai bangun telat dan terlambat masuk jam pertama tersebut.
"Hmmn—"
Sehun hanya bergumam kecil menanggapi ocehan Luhan yang sungguh membuatnya makin pening. Ia benar-benar mengantuk dan matanya rasanya tidak sanggup lagi untuk—
"Aku bertemu dengannya di bar dua hari lalu."
Sehun langsung membulatkan matanya. "Mwoya?! Hyung! Jangan bilang kalau kau menyukai seorang bitc—"
"Yak! Jangan sembarangan kalau bicara kau Oh Sehun!" Sehun mengatupkan bibirnya.
"Lalu apa kalau dia bukan seorang bitch? Kau saja bertemu dengannya dibar kan?"
"Jaga bicaramu!" teriak Luhan dari seberang. Sehun memejamkan kedua matanya rapat.
"Aigoo hyung! Kecilkan suaramu atau aku akan menutup telpo—" Telpon terputus.
Sepertinya Luhan mematikannya dari seberang. "Yak! Luhan hyung?! Aish jinjja..." Sehun berdecak. Karena lelah, ia akhirnya memejamkan kedua matanya untuk istirahat. Tanpa peduli bagaimana perasaan Luhan yang begitu dongkol.
.
.
.
.
"Ssttt-sstt sehunnie.."
Sehun menoleh lagi dengan kesal. "Ish, apa lagi?!" balas Sehun dengan nada sedikit meninggi.
Mati-matian ia berusaha menahan kantuk dan fokus pada penjelasan materi dari Siwon Seosangnim, tapi Chanyeol yang sedari tadi berbisik-bisik memanggilnya begitu mengenterupsi dan memecah konsentrasinya.
"Ani, ehehe bagaimana blind date mu? Aku belum sempat bertanya kemarin-kemarin." Cengiran lebar seorang Park Chanyeol hanya dibalas tatapan malas dari Sehun. Yang benar saja anak ini berisik daritadi hanya untuk menanyakan hal 'itu'? Di mata kuliah Siwon seosangnim pula! Berani sekali!
Dan, bagaimana ia tahu kalau Sehun habis blind date? Jangan bilang jika ia juga tahu kalau Sehun menggunakan jasa Biro jodoh, dan.. ohh.. ia tahu siapa dalang mulut ember ini.
Sehun hanya diam dan kembali menghadap kedepan sampai, "Sstt-sstt-sstt Sehun-ah—"
"Ada yang salah Park Chanyeol?" kini suara Siwon seosangnim yang begitu menggelegar membuat seluruh teman dikelas jurusan matematikanya menoleh, "Ehehe.. An-anniyo seosangnim."
Fyuh... beruntung. Untuk saat ini ia selamat, namun tidak lain kali. Sehun melirik kearah Chanyeol dengan senyum mengejek, sedangkan Chanyeol merengut dengan wajah lucunya karena diabaikan oleh sahabatnya itu.
.
.
.
.
"Jadi bagaimana blind date mu Sehun-ah?"
"Uhhhukk-uhhhuukk!" hampir saja Sehun menyemburkan minumannya ke wajah Chanyeol sekarang, namun ia masih terlalu baik untuk tidak melakukannya sampai membuat dirinya tersedak.
"Aigoo! Kau tak apa Sehun-ah?!" Chanyeol yang panik menepuk-nepuk punggung Sehun yang menatap horror kearahnya dengan kilatan merah di kedua matanya karena efek 'tersedak'.
"Ahahaha..." Kris tertawa renyah, sama seperti Luhan.
Ya, mereka tengah berkumpul dikantin, sekarang sedang istirahat. "Aih.. sepertinya ada yang dapat bad experience disini chagi." Kali ini Kris yang ditatap horror oleh Sehun. Ia sudah berhenti tersedak.
"Apakah seburuk itu?" kali ini Chanyeol bertanya dengan sedikit hati-hati. Tentu saja, ia takut menyinggung Sehun.
"Ya! Memang buruk! Sangat buruk asal kalian tahu saja! Aish jinjja.."
Mendadak Chanyeol merasa bersalah, karena semenjak ia berpacaran dengan Kris... Sehun jadi dikutuk habis-habis oleh mahasiswa hampir sekampus(mungkin) karena ia tengah menjomblo. Sedangkan Luhan? Ia tidak diperlakukan seperti Sehun karena setidaknya ia punya mantan pacar! Ia tampan dimata banyak namja dan yeoja dikampus. Real seme (katanya) setelah Kris. Dan banyak yang mengejar cinta Luhan. Tidak adil memang.
Kini Sehun merengut. Ya, memang hanya dirinya lah yang belum pernah berpacaran sama sekali dikampus ini mungkin?
"Aku tidak akan mau ikut hal-hal bodoh yang memang selalu hal bodohlah yang ditawarkan Luhan hyung pada—"
"Ya! Ya! Apa maksudmu Oh Sehun?" Luhan memotongnya. Ia tidak terima.
Sehun mendecih. Tentu saja, ini semua salah Luhan! Yang bodoh itu Luhan! Dan 'bodoh'nya juga ia selalu menerima ajakan itu.
"Kau juga bodoh Sehun! Kalau kau merasa cukup pintar untuk menolak ajakkan ku, kenapa kau mau saja idiot?!" Owh Luhan marah ternyata. "Yak! Siapa yang kau bilang idiot?! Dasar Luhan Hyung idiot!" seru Sehun tidak terima.
"Yak! Apa kau bilang? Dasar—"
"Aishh sudah! Kalian ini selalu saja membuatku pusing!"
Sehun dan Luhan diam. Saling buang muka. Seperti anak kecil yang tengah berebut mainan, lalu mainannya diambil Kris. Chanyeol menghela nafas kemudian memijat pelipisnya. Ia bingung bagaimana ia bisa berteman, bahkan bersahabat dengan Oh-Xi cousins ini. Lama-lama pusing juga.
"Kalian lihat! Kalian membuat Chanyeollie ku pusing asal kalian tahu!" Kris memeluk Chanyeol posessive. Kemudian dua manusia itu melihat aksi Kris yang sok-lovey dovey. "Cih! Berlebihan!" seru keduanya kemudian kembali membuang muka.
Aigoo...
.
.
.
.
"Aish jinjja! Berat sekali.. Aigoo.."
Sehun tengah menggerutu dengan dua kantung plastik besar berisikan banyak makanan kaleng untuk persediaan kulkas— perintah dari sang eomma. Kadang ia menyalahkan dirinya sendiri yang tidak pernah berolahraga karena lengannya sangat lembek, begitu kata Luhan yang diakhiri dengan cakaran manis dari sang sepupu 'Oh Sehun'. Yah, karena memang dia terlalu percaya diri dengan wajahnya yang menggemaskan menurutnya jadi...
Bruaak—
Sehun mendelik. Mulutnya menganga lebar, ia hendak menangis. Belanjaannya terjatuh, dengan hampir setengah dari selai bertoples yang ia beli pecah! "Aigoo maafkan aku... aku tidak sengaja." Sehun mengalihkan iris tajamnya kearah namja yang sedikit lebih tinggi darinya tengah membungkuk sopan untuk minta maaf.
Kemudian namja didepannya mendongak, Sehun makin melebarkan matanya. Aigoo.. itukan...
"Yak! Dasar kau menyebalkan! Apakah belum cukup kau menghancurkan seminggu dalam hidupku dengan menghancurkan semua barang belanjaaku haaaah?!" Sehun mengamuk. Ia memukuli namja tadi dengan anarkis. Dan bertubi-tubi. Tak ada yang menghentikannya karena memang ia ada dipojok jalanan sempit yang sepi.
"Aww- awww yak! Yak! Hentikan!" teriak namja tadi namun tak menghentikan kegiatan Sehun untuk menghajarnya. Sehun menginjak kakinya, kemudian memukulinya mantap dengan tangan sebelahnya, juga tangan sebelahnya lagi yang menjambak rambutnya bahkan mencakari wajahnya!
"Hentikan! Kumohon! Arrgh awww- tolong!" teriaknya lagi.
Bagaimana Sehun tidak kesal. Dia! Namja itu! Namja yang sama. Ia adalah sang pemilik biro jodoh yang sialnya tampan, dan ia masih ingat betul bagaimana rupanya dengan wajah meyakinkan memilihkannya pasangan 'kencan' yang ternyata adalah orang dungu yang freak dan menghancurkan mood Sehun setelahnya karena selalu diledeki oleh Luhan dan Kris!
Dan apa sekarang? Ia bahkan menghancurkan semua belanjaannya. Buah-buahan bersih jatuh ke aspal, setengah dari selai yang ia beli pecah, dan makanan kaleng berserakan tak beraturan sampai ada yang jatuh keselokan kecil disana.
Sehun terus memukulinya sampai... "Yak! Apa kau gila hah?!" namja tadi dengan perjuangan yang amat sangat berhasil mengikat kedua pergelangan Sehun dengan telapak besarnya. "Kau bilang aku gila?! Kau bilang aku gila setelah kau menipuku bahkan banyak orang dengan biro jodoh bodohmu dan sekarang kau porak-porandakan belanjaan seharga 400 ribu wonku?! Lepaskaaan!" Sehun meronta-ronta dan makin menggila.
Ia mendelik. Biro jodoh? Jangan bilang ia termasuk korban yang ia tipu dalam bisnis laknatnya itu? Dan bagaimana bisa namja ini mengenalnya?
"Aku akan melepaskanmu jika kau diam! Kumohon!" ia akhirnya menyerah, begitupula dengan Sehun yang akhirnya diam dan ia melepaskan pegangan eratnya pada Sehun.
Kini Sehun mendeathglarenya dan membuat ia ngeri, "Ehm... namaku Jongin, Kim Jongin." Serunya canggung.
"Aku tidak bertanya siapa namamu dan aku tidak peduli! Sekarang ganti semua belanjaanku atau aku akan berlari kejalan raya sana dan akan berteriak kalau aku di copet!" teriak Sehun melengking membuat gendang telinga Jongin rasanya ingin pecah saja.
"Aigoo! Baiklah... Ne.. aku akan menggantinya asal kau berhenti meneriakiku seperti itu!"
Jongin berusaha melembutkan suaranya agar tidak memancing emosi Sehun lebih tinggi lagi. Sehun diam, diam seperti mayat. Ish, Jongin tidak mengerti kenapa Sehun begitu... "Yak! Kau mau kemana?!" teriak Jongin ketika Sehun dengan seenak jidatnya meninggalkan Jongin sendiri dengan semua belanjaan yang sudah berantakan kotor. "Hey! Bagaimana dengan belan—Aish jinjja! Yak!"
Katanya harganya 400 ribu won, dan namja tadi hanya meninggalkan belanjaan nya begitu saja? Setelah menatap Jongin horror begitu? Jongin berlari mencari Sehun yang menghilang entah kemana saat berbelok diujung gang depan. Ia kehilangan jejak Sehun.
.
.
.
.
Sehun sedikit uring-uringan pagi ini. Ia sedang membantu ibunya memotong beberapa bawang dan sayur dengan raut wajah sebal, bibir manyun, lucu sih sebenarnya tapi... tetap saja itu agak... "Sehun hyung kenapa eomma?" tanya Kyungsoo polos sambil menatap hyungnya itu dengan tanpa dosa dan dihadiahi tatapan maut seorang Oh Sehun.
Eommanya hanya menggeleng, heran dengan kelakuan anak sulungnya. Kyungsoo dan Sehun itu sama, sama-sama sok polos jika melakukan kesalahan. Namun mungkin karena sesuatu yang mengganggu Sehun itu amat fatal buat namja tersebut makanya moodnya sangat buruk drastis!
"Sudahlah Hun, lagipula namja itu pasti tidak sengaja... dan uang 400 ribu won juga bukan apa-apa buat eomma terlebih appa."
'Tidak sengaja?! 400 ribu won bukan apa-apa?! What the FFFuu—!' Sehun menjerit dalam hati.
"Ya memang dia tidak sengaja eomma tapi—" Sehun berhenti sejenak, ia berpikir keras. Tidak mungkin kan ia mengadu perihal ternyata namja brengsek(bagi Sehun) yang menabraknya adalah pemilik biro jodoh yang jasanya ia pakai untuk mencari jodoh dan kencan buta dengan orang dungu?! Oh ayolah yang benar saja!
"Tapi... 400 ribu won itu sangat berharga buatku karena aku tidak ikut mencari uang." Jawab Sehun pada akhirnya.
"Yaya.. kalau 400 ribu won sangat berarti bagimu kenapa kau tidak memunguti sisa belanjaan yang ada dan malah meninggalkan semuanya diaspal Oh Sehun...?" SKAK MAT!
'Mati aku' runtuk Sehun dalam hati.
"Ehmm.." ia berpikir lagi.
"Aish sudahlah aku sangat tidak mood untuk membahas itu lagi!" Sehun mengalihkan pembicaraan dan melanjutkan acara memotong sayur dengan setengah menghentak diatas telenan dan jangan lupa wajah cemberutnya yang lebih terkesan imut.
Kyungsoo yang sedari tadi berdiri disitu akhirnya keluar dari dapur. Merasa obrolan antara eomma dan hyungnya yang sudah mahasiswa tidak cocok dengan ia yang masih duduk dikelas 2 sma. Yang benar saja!
Baru sampai diruang tengah Kyungsoo mendengar bel pintunya berbunyi diiringi ketukan halus sebuah tangan pada pintu. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghampiri pintu depan dan melihat jendela terlebih dahulu—kata eomma begitu barang kali sewaktu-waktu yang datang adalah penjahat.
Dilihatnya samar dari kelambu tipis, seorang namja berkulit tan tengah berdiri dengan 2 kantung plastik besar—seperti belanjaan disamping kanan dan kiri dibawah kakinya. Dengan ragu Kyungsoo membuka pintu.
"Yeoboseyo? Mencari siapa?"
Jongin yang sedikit terkejut dengan Kyungsoo kemudian berdehem, "Ehmm.. aku Kim Jongin. Aku mencari.. mencari..." Aish Jongin bahkan tak tahu siapa namanya.
"Sehun hyung?"
"Ehmm,... N-ne." Jawabnya ragu. Bukannya memanggilkan orang yang dicari, Kyungsoo justru menutup pintunya lagi. Dengan dibanting pula. 'Yak! Dasar anak kecil tidak sopan!' Jongin menggerutu dalam hatinya.
"Ne, kenapa mencar—" Sehun membatu seketika.
Sampai kemudian ia sadar dan, "Kyaaaaa!" teriak Sehun histeris sambil mengacungkan pisau ditangan kirinya. Yang ia gunakan untuk memotong sayuran tadi.
"Kyaaaaaakk!" Jongin spontan berteriak saat Sehun meneriakinya dengan suara melengking dan... belum lagi dengan pisau ditangan Sehun yang mengarah tepat ke wajah Jongin.
TBC
Annyeong eonni atau kakak apaan aja asal asik wkwkwk balik bawa next chapnya 'the love curse'. eonni author baru dengan cerita yang sungguh tidak dimengerti ini seneng banget liat respon positive dari kalian para readers. mau kasih tau aja, eonni KaiHun, LuBaek, dan KrisYeol hard shipper jadi maklumi aja kalau pairnya bisa ditebak wkkwkw. makasih banget buat review kalian, aku gabisa bales satu-satu. dan lagi, aku juga bakal next sampe end karena aku benci sama yang setengah-setengah. your review is my spirits! kalian review yang banyak baru eonni lanjut oke? gabakal lewat dari seminggu kecuali ngadet kok tenang._.
see you next chap! -xoxo
