The Love Curse

Main Cast: Sehun, Jongin

Other Cast: Luhan, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, Baekhyun, etc.

Genre: Romance, Friendship, Family.

Disclaimer: This story was of my own imagination, not the others and anybody else. EXO belong to Smet, their god, parents, and their own.

Warning: Crack Pair, typo, BoysLove!

Summary: Sehun yang jengah dengan ejekan 'jomblo' dari teman-temannya dan seolah semua terdengar seperti kutukan. Namun, bertemu Jongin sang biro jodoh laknat justru jauh lebih buruk dari kata 'kutukan'.

"Kyaaaaaakk!" Jongin spontan berteriak saat Sehun meneriakinya dengan suara melengking dan... belum lagi dengan pisau ditangan Sehun yang mengarah tepat ke wajah Jongin.

Chapter 3

~Happy Reading

"Aduhh... ada apa ini?" yeoja paruh baya muncul dari balik tubuh Sehun, membuat Sehun seketika berhentika teriakkan menggelegarnya, dan menurunkan pisau yang mengarah ke Jongin tentu saja. Fyuhh...

"Eomma... Di-di-dia... nam-namja ya—"

"Annyeong haseyo ahjumma maaf jika mengganggu waktu anda, nama saya Kim Jongin saya hanya ingin—"

"Yak! Kau brengsek!" potong Sehun penuh emosi kembali dengan pisau ia acungkan ke wajah Jongin. Eomma Sehun mendelik melihat Oh Sehun yang sangat terlihat pshyco.

"Sehun..." eommanya mencoba menegur.

"Anni eomma ada beberapa hal yang perlu aku—" Sehun lalu menoleh kearah Jongin, "Apa yang kau lakukan disini?!" seru Sehun tersulut emosi.

"Sehun-ah sudah.."

"Anni eomma aku perlu memperhitungkan beberapa hal pada namja ini. Apa yang kau lakukan disini bodoh?!"

Jongin gemetar, ia takut. Bukan takut pada Sehun, hanya saja pisau itu masih ada tepat didepan wajahnya. "A-aku hanya ingin mengembalikan belanjaan yang aku jatuhkan kemarin dengan yang baru." Setengah mati Jongin berusaha menahan nafas untuk mengatakannya.

"Aigoo.. tidak perlu repot-repot nak. Sudah tidak apa-apa—"

"Eomma!" potong Sehun sambil mempoutkan bibirnya lucu sambil menurunkan pisaunya. Lagi-lagi Jongin bernafas lega. "Jangan potong perkataan eommamu Oh Sehun! Nak Jongin kau tak perlu repot-repot, apalah arti 400 ribu won."

'Mwoya?! Apalah arti 400 ribu won! Asdfghjkl—' sehun ingin membenturkan kepalanya saat ini juga.

"A-ani tak apa ahjumma, justru saya yang harusnya bertanggung jawab atas kejadian kemarin, tapi..." 'siapa namanya? Aih ayolah jongin, anak tadi menyebutkan se.. se..' "Sehun! Ya Sehunnya sudah pergi jadi saya berusaha mencari alamat ahjumma."

Hati eomma Sehun sangat tersentuh dengan perilaku Jongin sedangkan Sehun? Ia sungguh tidak percaya, ' dasar setan berkepala empat!'

.

.

.

.

"Hhhhnn... Hhhnn..." nafas Jongin terengah, ia berusaha menghirup oksigen sebanyak mungkin. Setelah memberikan 'ganti rugi' atas perbuatannya kemarin ia malah dihadiahi leparan sandal manis dari seorang namja bernama Oh Sehun, bahkan mengambil banyak kerikil dari pekarangan kecil disamping latar halamannya untuk menyerang Jongin bertubi-tubi tanpa mengucapkan 'terimakasih' dan berakhir dengan dirinya berlari seperti habis dikejar anjing. Dan disinilah Jongin.

"Aisshh hhhnn...hhnn.. Jinjja?! Dasar namja sinting!" teriaknya sebal sambil menendang kerikil yang ada diaspal tersebut. "Awww—" kaki Jongin terantuk aspal saat menendang kerikil tadi.

"Aigoo aku bisa gila!" teriak lagi. Kali ini terdengar begitu, frustasi.

Kau bilang aku gila setelah kau menipuku bahkan banyak orang dengan biro jodoh bodohmu dan— tiba-tiba saja melintas dibenak Jongin, lagi. Ia masih ingat betul dengan perkataan Sehun semalam saat insiden 'lost the400 thousand won' terjadi. 'Biro jodoh?' Jongin mengernyit, ia berpikir keras.

'Berarti Sehun termasuk... Aigoo!' ia memijit pelipisnya. Ia benar-benar merasa pusing. Sudah cukup buruk hari ini untuk Jongin saat semua rasa bersalah atas belanjaan Sehun yang ia teriaki berjumlah '400 ribu won' itu sepertinya begitu berharga untuk Sehun, yang bahkan bagi Jongin itu tak ada apa-apanya. Dan lagi, wajahnya harus dihiasi banyak plester luka akibat cakaran Sehun yang benar-benar ganas, juga beberapa memar dibadannya akibat pukulan anarkis Sehun membuat seluruh tubuhnya remuk asal kalian tahu saja.

Pantas saja Sehun begitu kesal dengan Jongin karena... Jongin telah menipunya. Ia telah menipu seorang Oh Sehun dengan jasa yang (tidak terlalu) kotor untuk menipu orang-orang lajang yang membutuhkan pasangan. Sebenarnya Jongin hanya iseng membuka jasa seperti itu karena 'semata-mata' hanya untuk hiburan baginya juga uang yang lumayan. Daripada ia kembali ke kebiasaan buruknya yang suka minum-minum dibar, bermain dengan namja atau yeoja tiap malamnya dan membuat orang tuanya makin pusing bukan?

Setidaknya menurut Jongin, menipu orang itu tak seburuk bermain kotor dibar.. Ya, setidaknya.

Jongin yang merasa makin pusing akhirnya memutuskan pulang dengan berjalan kehalte ditrotoar jalan besar yang tak jauh dari gang rumah Sehun disana.

.

.

.

.

"Yak! Yak! Sehun-ah! Apa yang akan kau lakukan hah?!" teriak eomma Sehun histeris saat melihat anaknya hendak membanting semua fragile stuff yang ada dikantung belanjaan, pemberian Jongin tadi.

"Yak! OH SEHUN!" teriak eomma Sehun lebih nyaring diakhiri dengan helaan nafas melega saat tangannya berhasil mencegah Sehun menghancurkan belanjaan itu.

"Itu seharga 400 ribu won Sehun! 400 ribu won! Dan itu sangat berharga untuk eomma!"

'Berharga?! Asdfghjklll—" Sehun memekik frustasi dalam hatinya. Yang benar saja, "Kata eomma '400 ribu won itu tak ada apa-apanya untuk eomma Sehun terlebih Appamu' dan sekarang eomma meneriakiku dengan 'Itu seharga 400 ribu won Sehun! Itu sangat berharga untuk eomma!' Argh!" menirukan lagak bicara eommanya membuat eommanya makin jengkel.

"Yak! Jangan tirukan eomma seperti itu!"

Perasaan dongkol muncul diubun-ubun Sehun rasanya ingin pecah. "Dan lagi, kenapa eomma begitu baik menyambut namja brengsek tadi dengan senyum hangat dipagi hari?!" Sehun bicara setengah berteriak karena tak terima dengan sikap eommanya itu.

Eomma Sehun mendelik, kenapa anak ini seolah ingin membunuh Jongin?

"Kenapa kau begitu membenci Kim Jongin eoh?" tanya eommanya dengan mencoba tenang.

Sehun menoleh secepat kilat kearah eomma dengan tatapan, 'Dia sudah menipuku dengan jasa biro jodoh kurang ajarnya eomma!' lalu mengalihkan pandangan dalam diam.

Eomma Sehun menghela nafas, "Sudahlah Sehun, lagipula kau takkan bertemu dengannya lagi bukan?" Sehun berpikir, 'eomma benar juga.' Ia kemudian mengangguk pelan dengan lemas. "Yasudah ayo bantu eomma memasak lagi."

.

.

.

.

"Aku pulang!" seruan Sehun menggelegar keseluruh penjuru rumah. Tak ada siapapun. Sehun mengernyitkan dahinya, "Eomma? Kyungsoo-ya?!" serunya lagi. Tidak mungkin ia menyerukan appanya karena jelas-jelas ini masih jam 8 dan appanya sudah pasti belum pulang. Ia hanya mengangkat kedua bahunya malas dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Ia terlalu lelah dengan kegiatan kampus yang sejak pagi hingga malam ini yang membuat otak serta seluruh tubuhnya benar-benar terasa remuk.

Sehun menghentikan langkahnya saat tiba ditengah anak tangga menuju atas. Samar-samar ia mendengar suara ponsel berdering. Sehun menatap seluruh penjuru dengan ragu saat kemudian, ah ia tahu ponsel siapa ini.

"Kebiasaan buruk! Selalu saja meninggalkan ponsel saat pergi!" gerutu Sehun kemudian menuruni anak tangga menuju dapur, dan benar. Ia mendapati ponsel Kyungsoo tengah berdering dan menggetarkan permukaan meja.

Dengan malas Sehun melihat layar ponselnya, "Minseok h-hyung?" oh oke ia mulai bingung. Ia langsung mengangkatnya tanpa ragu, "Yeoboseyo?" tanyanya agak ketus.

Tuut—tuut— telpon diputus. "Shit!" Sehun mengumpat kesal. Sudah dengan baik ia mau mengankat telponnya malah diputus dengan tidak sopan seperti itu. Ck! 'Jangan bilang kalau itu...' Sehun menyeringai jahil, 'pasti pacarnya Kyungsoo atau teman kencan Kyungsoo' ia akan memperhitungkan ini nanti dengan dongsaengnya itu.

Ia langsung menuju keatas, 'Awas saja nanti kau Kyungsoo!' ia tertawa jahil.

.

.

.

.

"Ekhhmm..." Sehun mendekati Kyungsoo yang tengah mengambil air di dekat dispenser. Kyungsoo membulatkan matanya, ia bingung. "M-Mwoya hyung?" dan kebetulan sekali eommanya lewat. "Sepertinya ada yang ditelpon oleh teman kencan bernama Kim-Min-Seok-Hyung semalam." Seru Sehun dengan setiap penekanan pada nama tersebut disertai seringai jahil. Ia menatap kearah Kyungsoo dengan 'akan aku adukan pada eomma'. Kyungsoo mendelik, "Y-Yak! Hyungie!"

"Siapa Kim Minseok?" eomma Sehun mulai bersuara sambil mencuci buah.

"Ehm,, i-itu eomma di-dia—"

"Apa?! Dia pacarmu? Aigoo Kyungsoo-ya sudah besar ternyata." Goda Sehun sambil menaik-turunkan kedua alisnya. "Yak! Hyung! Eomma!" Kyungsoo mulai merengek, eommanya hanya menggeleng heran. "Apa benar itu Kyungsoo?"

Ayolah, Kyungsoo bingung harus jawab apa. Ia sudah sma tapi tetap saja,... kedua orang tuanya melarang keras tentang yang namanya 'pacaran'.

"A-anni eomma dia hanya mentor kelas tambahan matematika dikelasku!" seru Kyungsoo berusaha membela diri.

"Aish.. Jinjja! Lihat eomma! Kyungsoo sudah berani berbohong."

"Eomma aku berani bersumpah! Dia hanya mentor matematika dikelasku—dan aku sangat menyukainya—asal eomma tahu saja!"

"Oh-oh! Apa perlu aku adukan pada appa?"

"Yak! Hyung!" jeritan Kyungsoo melengking memenuhi seluruh dapur sampai sudutnya.

"Aigoo! Sudahlah Sehun-ah jangan menggoda dongsaengmu terus! Telinga eomma bisa sakit!" Sehun mempoutkan bibirnya lucu, dan Kyungsoo senyum dengan penuh kemenangan karena ia di'bela' kali ini.

"Aku akan adukan pada appa kalau begitu!" Sehun langsung melesat dari dapur diikuti dengan Kyungsoo "Yak! Hyung!" teriaknya kesal sambil mengejar Sehun. Eomma mereka hanya menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah kedua anaknya.

.

.

.

.

Kyungsoo mempoutkan bibirnya sebal. Sehun juga memasang wajah yang sama kecutnya dengan dongsaengnya itu. Yah, karena Sehun yang saat itu keceplosan menyebut-nyebut 'Appa! Kyungsoo sudah punya pacar namanya Kim-Min-Seok!' hanya untuk menggoda dongsaeng manisnya itu malah membuat appanya mengomeli keduanya, terlebih Kyungsoo. Sehun juga ikut diceramahi oleh appanya sampai jam belajar modulnya terpotong hanya untuk, 'Kau juga Oh Sehun! Fokus pada kuliahmu! Kalau sampai appa memergokimu pacaran, appa akan menikahkanmu saat itu juga!' dan diakhiri dengan... Kyungsoo harus pulang pergi kemanapun dengan mobil appanya yang dikemudikan Sehun selama 2 bulan!

Aih rasanya penjara bagi Kyungsoo! Ia tak bisa bebas main ke mall dengan alasan 'kerja kelompok sampai malam' lagi. Sebenarnya, bagi Sehun mengantar-jemput dongsaengnya kemanapun bukanlah hal yang buruk karena setidaknya, ia bisa membawa mobil kemanapun tanpa harus lelah berjalan ke halte untuk mencari bus.

Sehabis menjemput Kyungsoo, Sehun yang memang pada dasarnya hanya ada kuliah pagi hari ini dan sudah tuntas pun langsung pulang, dan diteriakki eommanya untuk membeli telur, bayam, dan blah-blah-blah—masih banyak lagi untuk ke supermarket, sekalian menjemput Kyungsoo. Ia sedikit trauma sebenarnya dengan belanja ke supermarket, minimarket atau kemanapun, dimanapun itu yang intinya berbau swalayan karena masih terngiang dibenaknya insiden 'lost the 400 thousand won' 6 hari lalu.

Kyungsoo yang duduk disebelahnya dengan setbelt yang terpasang juga diam saja, karena ia masih sangat marah dengan hyungnya. Biasanya kan kalau les matematika tambahan sudah usai ia bisa berlama-lama ria modus dengan Minseok hyung sang kakak mentor yang amat tampan, sebelum kemudian ia main ke mall sampai malam.

Tapi sekarang?

"Kau masih marah dengan hyung ya?" Sehun memulai pembicaraan. Bagaimanapun ini salah Sehun, kalau saja ia tidak menyebut hal sensitif tentang pacaran ke telinga appanya, menyebut nama 'Minseok' dengan jelas pula!

Kyungsoo membuang muka kearah jendela. Sehun hanya menghela nafasnya, kemudian menggeleng. 'Aih anak itu nanti aku suap dengan jajjangmyeon depan kampus juga selesai' ya sama sepertinya jika disuap bubbletea saat merajuk. Mereka baru saja selesai belanja dan tengah berada ditempat parkir yang posisinya outdoor menuju pintu keluar.

Disisi lain,...

"Sudah masuk semua hyung belanjaannya?" Jongin menoleh kearah namja disampingnya yang baru menutup pintu mobil. Dan dijawab anggukan pelan oleh namja tersebut sambil memasang setbelt begitu juga dengan Jongin yang berada dikursi kemudi.

"Aigoo... Minseok Hyung! Besok gantian kau yang belanja semua persediaan kulkas karena aku sudah habis banyak uang karena snack yang kau beli asal kau tau saja!"

"Yayaya Kim Jongin! Aku akan menggantinya tenang saja! Memangnya aku semiskin itu apa..." seru Minseok malas sambil menatap jalanan depan.

Jongin melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil kearah pintu keluar outdoor parking , "Oiya Hyung, bagaimana sampinganmu sebagai mentor?" tanya Jongin tanpa fokus kearah depan sambil menengok kearah Minseok.

Minseok menghembuskan nafas kasar, "Ya lumayanlah Jongin, tapi—Yak! Jongin awas!" seru Minseok keras saat mendapati Jongin yang tanpa sadar...

Brakk!— Tak memperhatikan yang ada didepannya. "Shit!—" Jongin mengumpat.

"Oh! Bagus Kim Jongin! Harusnya kau jangan melarangku menyetir tadi!" Minseok mulai menggerutu dan menengok kedepan. Aigoo, Jongin menabrak bemper mobil yang ada didepannya. "Apa kau baru mendapat sim mu kemarin hah?! Aish Jinjja!" dengan kesal Minseok membuka pintu mobil.

Sementara Sehun langsung mengumpat saat,

Brakk!— "What the Fuuccc—!"

Mobilnya ia rem mendadak sampai membuat Kyungsoo tersentak kaget karena hyungnya menghentikan mobil secara tiba-tiba, membuatnya hampir terantuk dashboard didepannya.

"Aishh jinjja?! Argh!" Sehun langsung keluar dari mobil dan membanting pintu setelahnya sampai kemudian ia menoleh dan...

'Namja itu..' sosok itu, lagi.

"Yak! Kau!" teriaknya kesal sambil berjalan menghentakkan kaki kearah si pelaku, membuat Jongin membeku ditempat. 'Si namja horror ini... lagi?! Arghhh what theFFuucc—' Sehun sudah berada dihadapannya sekarang. Ditemani dengan tatapan tak mengerti dari Minseok, dan Kyungsoo yang keluar dari mobil, masih dengan seragam yang ia kenakan. Ia cukup terkejut.

Sehun menoleh kearah bemper mobilnya yang ditabrak oleh mobil Jongin tadi, ia membulatkan matanya. "Kau harus mengganti rugi semuanya idiot! Kau memecahkan bemper mobilku!" teriak Sehun kesal kemudian menghajar Jongin dengan pukulan-pukulan anarkis seperti insiden yang membuat belanjaannya jadi korban malam itu. Namun kali ini mobilnya,... lebih tepatnya mobil appanya. Dan kau tahu, hukuman akibat kepergok berpacaran justru tidak ada apa-apanya dengan 'melecetkan permukaan mobil mulus milik appanya'! asal kalian tahu.

Bahkan, ini tidak bisa dibilang menggores, ataupun membuat lecet karena bemper mobilnya pecah!

Sehun terus memukuli Jongin, membuat Minseok bertindak berusaha melerai mereka berdua begitupun Kyungsoo. "Yakk! Yakk! Kau! Hentikan! Aww-aww sakit! Arghhh!" Jongin berusaha menangkis serangan Sehun dengan kedua tangannya, namun tetap saja.

"Yak! Sehun hyung sudah!"

"Yakk! Kau! Berhenti memukuli sepupuku! Hey!" Minseok mulai berteriak histeris berusaha menghentikan Sehun dengan menghadanginya, memunggungi Jongin. "Brengsek! Ganti bemperku atau kau akan mati!" Sehun makin menggila, Kyungsoo mulai menarik hyungnya dari belakang agar berhenti.

"Kau harus bertanggung jawab! Yak! Jangan halangi aku!" teriakan demi teriakan makin memusingkan, tangan Sehun berusaha menembus pertahanan Minseok yang 'menghalangi' tubuh Jongin dari Sehun.

"Sudah hyung sudah!" jerit Kyungsoo frustasi dan membuat Sehun akhirnya berhenti. Jongin memejamkan kedua matanya erat, sedangkan Sehun bernafas dengan terengah karena lelah menggila seperti tadi.

Dan,... "K-kyungsoo-ya?" Minseok baru menyadari keberadaan Kyungsoo. Dan Jongin pun memberanikan diri untuk mengintip dari balik tubuh Minseok. "Mi-minseok hyung?" Oh! Sepertinya ada yang membingungkan disini.

Sehun membulatkan kedua matanya, melirik kearah Kyungsoo dan Minseok yang tengah saling menatap secara bergantian. "Ja-jangan bilang kalian saling mengenal?"

"Dia Minseok hyung yang aku bilang waktu itu hyung!" bisik Kyungsoo panik, sukses membuat Sehun tersentak. Baiklah, Sehun ingin meluruskan ini. Kyungsoo dekat dengan Minseok, dan lagi, namja tadi meneriaki si setan penipu itu sebagai 'sepupu' berarti mereka saling berhubungan ,bukan? Berarti secara tidak langsung mereka memang diharuskan bertemu..lagi? 'Kenapa dunia begitu sempit?! Asdfghjklll—' Sehun menggerutu dalam hati.

"Aigoo.." Sehun mendadak pening.

.

.

.

.

Sehun bersendekap tangan kedadanya dengan kesal. Ya! Ia begitu kesal! Dan sekarang ia terpaksa, mau-tidak mau dibengkel untuk mengganti bemper mobilnya yang pecah bersama dengan si penipu Kim Jongin!

Dan lagi, si Kim Mins—entahlah siapa itu namanya langsung menarik Kyungsoo dongsaengnya setibanya mereka dibengkel, meninggalkan Sehun hanya dengan ditemani Jongin seenak jidatnya. Dan langsung diteriaki 'Awas kau Kyungsoo kalau sampai mengadu ke appa kupenggal kau nanti!'

Jongin duduk disamping Sehun, menunggu mobil Sehun—anni mobil appanya Sehun selesai. Ia menoleh kearah Sehun, takut-takut kalau namja itu menyerangnya lagi. Sebenarnya ia juga bingung, kenapa Sehun selalu ingin membunuhnya saat mereka bertemu?

"Ehmm.. sekali lagi maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja. Setidaknya aku bertanggung jawab kan?" Jongin memulai perbincangan dengan ragu. Sehun yang tampak marah membuatnya jadi canggung, sebenarnya lebih ke takut dianiaya Sehun lagi sih.

"Apa yang kau gunakan untuk membayar servicenya? Jangan bilang uang dari bisnis kotormu itu! Sampai kapanpun aku tak sudi!"

Aigoo... ia masih membahas itu ternyata. Jongin memijit pelipisnya, ia pusing. Benar-benar pusing. Oke, setidaknya ia baru bertemu Sehun 3 kali, yang dikantornya tidak dihitung karena ia benar-benar tak mengingat Sehun!

1. Saat ia tak sengaja menghancurkan seluruh belajaan Sehun keaspal, diakhiri dengan lebam dan bekas cakaran akibat keanarkisan Sehun.

2. Saat ia hendak mengganti rugi karena merasa bersalah, dan malah dihadiahi diancam dengan pisau tepat didepan wajahnya! Dan dilemparin sandal dan kerikil setelah itu.

3. Saat mengemudi dan dengan bodohnya ia menabrak bemper mobil didepannya, lagi-lagi punya Sehun! Dan membuatnya dipukuli untuk yang entah keberapa kali. Rasanya sungguh sakit.

"Oh ayolah! Kenapa kau masih membahas 'itu' lagi?" dan Jongin memancing emosi Sehun.

Good Job Kim Jongin! Kau membuat si setan ganas—saat marah menoleh. Kilatan marah jelas terlihat dikedua matanya. "Kau bilang aku masih membahas 'itu' lagi?! Bagaimana kau begitu mudah menipu orang dengan jasa bodohmu dan mengatakan itu bukan apa-apa?! Lagi, kau menumpahkan belanjaanku saat itu—" benarkan ia masih membahasnya.

"Dan, datang kerumahku pagi-pagi hanya untuk sok manis mengganti rugi! Kau tak tahu betapa besar niatku untuk membunuhmu saat itu dengan pisau ditanganku! Dan sekarang kau menabrak bemper mobilku sampai pecah! Apakah itu sungguh tidak bisa membuatku marah?! Aku membencimu Kim Jongin!" teriak Sehun bertubi-tubi membuat orang-orang yang tengah menunggu disekitar mereka menoleh.

"Dan kau berhutang penjelasan pada ap—HHMppphhh" rentetan jeritan Sehun terputus saat Jongin membungkam mulutnya dengan tangan besarnya. Jongin hanya tersenyum kearah orang-orang lain disekitar mereka dengan malu. Ia sangat-sangat malu dengan sikap Sehun, apakah anak horror ini tak tahu tempat untuk mengamuk eoh?

.

.

.

.

Ternyata mobil Sehun tak bisa dibawa pulang hari ini karena, bukan hanya bempernya yang pecah namun sekitar permukaan mobilnya juga penyok. 'Astaga, aku akan dipenggal setelah ini'. Sehun benar-benar takut, ia bingung harus menjelaskan apa kepada ayahnya. Dan lagi, kemana si Kyungsoo dongsaengnya yang sialan manis itu tak mengangkat telponnya yang sampai kesepuluh?! Justru malah enak-enakan mesra-mesraan dengan sepupu Jongin yang merangkap sebagai mentor matematika dongsaengnya. Ia sangat yakin akan hal itu.

"Sudah, jangan merengut terus, kau makin jelek jika begitu."

Sehun mendeathglare Jongin, "Yak! Bisakah kau berhenti menatapku horror seperti itu?! Itu mengerikan kau tahu!" Sehun mendengus.

"Kemana sepupumu membawa dongsaengku eoh?! Awas saja kalau dia itu mentor cabul dan berujung memperkosa dongsae—"

"Yak! Yak! Minseok hyung tidak seperti itu!" Jongin berusaha memotong Sehun yang ternyata sangat suka berkata kasar saat marah.

"Awas saja kau!" ancam Sehun sambil kembali mengutak-atik ponselnya, ia khawatir dengan Kyungsoo.

Sehun yang tidak fokus dengan langkahnya hanya terus berjalan sambil menatap layar ponselnya, dan mendahului langkah Jongin. Ia tengah membelakangi Jongin sekarang. Jongin tersentak saat sebuah mobil melintas dan Sehun yang memang tanpa sadar berjalan ditrotoar paling pinggir membuat ia langsung—

"Sehun-ssi! Aw—" Jongin berhasil menarik Sehun yang hendak terserempet mobil, dan justru membuat Jongin kehilangan keseimbangan saat hendak melangkah lagi dan tersandung lalu..

Chu—!

TBC

Annyeong! Eonni balik dengan 'the love curse'! Aih gemes banget liat review kalian chingudeul unyu-unyu.. untuk ff setelah yang ini tamat,.. eonni bakalan bikin antara LuBaek atau KrisYeol duluan mau yang mana? Berdasarkan request kalian aja.. udah ada ide yang terbersit dalam benak eonni nih wkwkwk. Dan lagi, disini kan sehun sama jonginnya baru ketemu, gamungkin langsung banyak moment ya.. jadi mohon dimengerti, eonni berusaha bikin cerita yang alurnya bagus tanpa maksa kecepetan ehehe biar asik sengaja dibikin penasaran waks. Nanti kan ada saatnya Fall in L deh! Mulai next chap nih! Kalo penasaran review yang banyak, besoknya langsung eonni update! See You next Chap readers! Eonni nunggu review kalian yang bikin eonni semangat update patas alias kilat weswes! -xoxo