The Love Curse
Main Cast: Sehun, Jongin
Other Cast: Luhan, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, Minseok, Baekhyun, etc.
Genre: Romance, Friendship, Family.
Disclaimer: This story was of my own imagination, not the others and anybody else. EXO belong to Smet, their god, parents, and their own.
Warning: Crack Pair, typo, BoysLove!
Summary: Sehun yang jengah dengan ejekan 'jomblo' dari teman-temannya dan seolah semua terdengar seperti kutukan. Namun, bertemu Jongin sang biro jodoh laknat justru jauh lebih buruk dari kata 'kutukan'.
Chapter 4
Happy Reading~
Chu—!
"Mwoy—Hmmphh"
Bibirnya langsung meraup milik Sehun dengan sukses karena mulut keduanya sama-sama terbuka.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
Jongin dan Sehun membelalakkan mata mereka.
Buukk!—Buuk!
Sehun dengan anarkis langsung mendorong Jongin hingga namja tersebut tersungkur ditrotoar.
"Arghh—"
"Yak! Kau! Dasar namja mesum!" teriak Sehun kesal. Ia tak menyangka kalau Jongin akan menciumnya. Jongin yang memang dasarnya tidak sengaja hanya meringis kesakitan, sikunya lecet. Ia sungguh tak sengaja sungguh! Sehun langsung meninggalkan Jongin berjalan dengan kaki dihentak-hentakkan dan menggerutu. "Yak-Yak! Oh Sehun! Aish jinjja.." ia mencoba bangkit dan mengejar Sehun.
.
.
.
.
Sehun langsung lari setelah ia sampai rumah. Tanpa mengucapkan 'Aku pulang!' atau 'Eomma Sehun pulang!' pada eommanya yang tengah berada diruang tamu. "Yak! Oh Sehun!" Sehun sudah keburu menaiki tangga keatas, "Aissh,, dasar tidak sopan."
Sehun langsung membanting pintu kamarnya dengan kesal, dan kedua matanya terlihat... berair?
Ia langsung ke kamar mandi, menyalakan kran diwastafel yang mengucur deras. Membasahi telapak tangannya kemudian mengusap-usap bibirnya kasar. Oke, kali ini Sehun benar-benar menangis. Itu tadi,... ciuman pertamanya. Dan jelas begitu menyesakkan kalau bukan diambil oleh orang yang ia sukai. Ia mengusap kasar lagi bibirnya, "Emmmhh.. kenapa rasanya tidak mau hilang?!" Sehun yang memang sedang menangis tetap merasa sebal.
Ya, dia menangis karena ia terlalu marah, kesal, jengkel. Ada saatnya orang merasa pada puncak kemarahan, dan buat Sehun itu... menangis.
Ia masih ingat betul dengan insiden tadi. Ya, saat Jongin mencium Sehun. Entah itu tidak sengaja atau bagaimana, yang jelas Sehun sudah terlalu benci dengan Jongin, jadi ia anggap si Jongin itu memang mesum dan sengaja melakukannya.
"Arghhh—" Sehun menjambak rambutnya. Kemudian menatap kearah cermin, melihat dirinya yang terlihat sangat kacau.
.
.
.
.
Jongin membanting tubuhnya keatas kasur, ia memejamkan kedua matanya. Ia benar-benar merasa... entahlah Jongin juga tidak tahu. Menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan perlahan, membiarkan oksigen memutar, berespirasi didalam seluruh tubuhnya.
'Kenapa rasanya begitu...' oke kali ini Jongin benar-benar merasakannya. Ia meraba bibirnya, rasanya masih sangat pekat walaupun insiden tadi sudah berlalu agak lama. Dan lagi, 'Aigoo kenapa lagi ini?' jantungnya berdegup dengan kencang padahal seingat Jongin, ia berjalan kaki bukan habis lari marathon.
Dan ini perlu diluruskan, Jongin merasa ada perasaan geli, menggelitik, seolah ribuan kupu-kupu berterbangan diatas perutnya dan... Jongin mendelik. 'Jangan bilang aku jatuh cinta dengan si anak setan itu.' Omo!
Jongin menggeleng-geleng, Geez sumpah serapah diantara semua mantan pacar Jongin, orang yang mengejar cinta Jongin dikampus, dan demi orang-orang yang pernah ia taksir,.. kenapa harus Sehun? Memangnya tidak ada pilihan lain apa? "Arggh—" Oke kali ini Jongin benar-benar frustasi sambil mengacak rambutnya.
'Oke Jongin ini hanya sebuah ciuman tak disengaja, dan kenapa kau harus dugeun dugeun begini?!' Jongin menjerit dalam hati. Aigoo, ia bahkan sudah sering berciuman, bahkan bercinta! Dan kenapa yang ini rasanya begitu... "Aishhh jinjja..!"
Dan, Jongin baru bertemu dengannya 3 kali! Dan itu tadi yang ke 4! Mungkin ditambah jadi 5 saat ia memilihkan pasangan blind date untuk Sehun. Tapi, yang benar saja! Jongin juga tidak cukup sinting untuk langsung mengklaim kalau ia jatuh cinta saat baru bertemu 4 kali!
.
.
.
.
Sehun menyantap sarapannya, mencoba melupakan kejadian kemarin. Sesekali melirik dongsaengnya yang dengan tidak berdosanya meninggalkannya dengan Jo—oke ia tak mau membahas ini dulu. Dan, bahkan ia belum memikirkan alasan yang harus ia gunakan saat appanya bertanya, 'Sehun dimana mobil appa?'. Namun appanya terlihat tenang-tenang saja!
Sehun memasang wajah kecut dan melirik kearah Kyungsoo yang justru daritadi senyum-senyum sendiri! Oh God ! You must be kidding me. Padahal saat pulang ia sudah berencana mencekik dongsaengnya itu didepan eomma dan appanya, namun berhubung sudah terlanjur kejadian ia diciu—oke Sehun benar-benar tak ingin membahas ini!
"Hyung! Kau harus mengantarkanku nanti siang kerumah Minseok hyung, aku ada tambahan pelajaran bersama teman-temanku yang lain juga!"
"Uhhuukk-uhhuukk—" ia bahkan sampai tersedak karena menahan agar mulutnya tak menyemburkan susu yang ia minum ke wajah appanya. Kenapa Sehun harus membahas perihal Minseok sih?! Dimeja makan pula! Aish jinjja, dan Minseok itu pasti mengarah ke—
"Jongin itu temanmu Sehun?"
"Uhhuukk-uhhuukk—" Ya! Ini jadi begitu sensitif ditelinga Sehun.
Ia menepuk-nepuk dadanya kencang agar berhenti batuk, "Kalau minum pelan-pelan hyung." Sehun mendeathglare Kyungsoo, 'Oke aku diam'.
Sehun berdehem, "Err.. i-itu bukan! Ia hanya orang yang—tunggu! Bagaimana appa tahu perihal Jo—orang itu?"
"Ya, dia kemarin kerumah dan menjelaskan perihal mobil ayah, kau bisa mengambilnya setelah pulang dari kampus dan langsung mengantar Kyungsoo untuk les tambahan." Namja paruh baya itu menyantap makanannya dengan tenang.
'Sudah? Hanya... begitu saja?!' Oke! Sehun merasa ini tidak adil. Ia malah mengharapkan dibentak appanya daripada membiarkan 'Hey! Kim Jongin itu menabrak bemper mobil appa sampai pecah dan hanya begitu... saja?' Aissh Sehun bisa gila!
"Sepertinya dia anak yang baik," Oke Sehun merasa arah pembicaraan ini semakin kacau.
'Baik? Baik darimananya?!' erang Sehun dalam hati.
.
.
.
.
"Sehun-ah dia benar-benar manis! Dan kau tahu, ternyata dia masih single! Aku bahkan mengajaknya makan malam dan blah-blah-blah—" Sehun mendengus, ia merasa jengah. Oh ayolah! Di moodnya sedang begitu anjlok, bukannya menghibur sepupunya itu malah curhat! Padahal ia sudah tahu Sehun sedang badmood sejak tadi.
"Hhhmmh.." Sehun hanya bergumam saat Luhan bertanya, dan sepupunya itu meneruskan ocehannya lagi. Andai dosen Jung memanggilnya untuk membantu pekerjaan pasti jauh lebih menyenangkan daripada—"Yak! Setidaknya dia 'single' bukan 'tidak laku' sepertimu!" dan penekanan ditiap kata menyebalkan itu membuat Sehun menoleh.
"Yak! Apa maksudmu seperti itu eoh?!" Oke, Sehun mulai emosi.
"Kau yang daritadi tak mendengar kata-kataku!" 'Siapa juga yang sudi mendengar ocehanmu!'
Sumpah serapah, Sehun ingin mengumpat didepan wajah Luhan.
"Dan—owh tunggu dulu.." Sehun mengernyitkan dahinya, kenapa lagi?
Luhan menatap intens kearahnya, benar-benar intens sampai Sehun merasa risih "Ishh! Hyung! Apa sih yang kau lakukan?!" Sehun merengut.
Luhan kemudian menatap Sehun heran dan... oke seringaian itu, "Kau habis berciuman ya?" 'What the Fuucc—' Jangan lagi! Oh Geez... "A-apa kau bilang? Apa maksudmu?!"
Luhan menaik-turunkan kedua alisnya, "Itu, bibirmu bengkak begitu." Ia benar-benar niat menggoda Sehun ternyata. Ia menelan salivanya kasar, ia berpikir keras. Tidak mungkin kan kalau ia bilang bibirnya terantuk meja saat ketiduran atau digigi—
"Jangan beralasan kalau itu digigit nyamuk!"
'Mati aku'
"I-ini—"
"Sehunnie!" suara Chanyeol mengenterupsi kegiatan Sehun berpikir. Diikuti Kris duduk dibangku seberang meja Sehun, disebelah Luhan seperti biasa saat mereka berkumpul dikantin. Chanyeol merangkul pundak sahabatnya sambil duduk disamping Sehun.
Kris menatap Sehun intens, "Yak! Apa kau lihat-lihat hah?!" Sehun mulai naik darah lagi. Kris menunjuk-nunjuk bibirnya sendiri, "I-itu bibirmu kenapa?" sadar dengan apa yang dibicarakan kekasihnya, Chanyeol melirik kearah Sehun lebih tepatnya melihat bibir Sehun. "Omo! Sehun-ah bibirmu kenapa?!"
'Kenapa hanya ciuman sekali dan semua orang memandangku seolah aku ini apaan saja! Aisshh!'
Luhan menyeringai, "Itu, dia habis berciuman." Ketiganya termasuk Sehun membulatkan matanya, "M-mworago?!" Chanyeol dan Kris setengah berteriak terlebih Chanyeol yang terkesan histeris. Sehun memijit pelipisnya. Aigoo...
.
.
.
.
"Jadi habis berapa Hyung?" tanya Kyungsoo saat Sehun menjemputnya, dengan mobil yang sudah kembali ke keadaan semula tentu saja.
"Aku tak tahu, yang jelas di brengsek itu yang menanggung semuanya."
"Ck! Sudahlah Hyung." Kyungsoo berdecak jengkel merasakan hyungnya yang begitu berlebihan membenci seseorang, terlebih Jongin.
Ya, sebenarnya tidak terlalu berefek pada Kyungsoo sih, tapi tetap sajakan... Sehun amat membenci Jongin, sedangkan Jongin itu sepupu Minseok. Dan Kyungsoo begitu menyukai mentornya itu!
Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Minseok untuk tutor belajar lanjutan Kyungsoo demi persiapan ujian. Sebenarnya Sehun juga tidak sudi mengantar Kyungsoo kerumah sepupunya si brengsek itu, tidak dan takkan pernah! Namun jika mengingat appanya lain kali tak akan melepasnya jika berbuat onar lagi... jadi, mau tidak mau yasudahlah.
Mobil mereka berhenti melaju sesampainya ditempat tujuan, "Ehmm.. hyung kata appa hyung harus menungguku disini, sampai pulang." Kyungsoo berseru dengan hati-hati.
"M-mworago?!" Oke, Kyungsoo sangat benci dengan satu reaksi hyungnya ini dari berbagai macam reaksi berlebihan yang hyungnya punya. "Aish... jinjja aku harus menunggumu disini begitu? Sampai... pulang?!" Sehun mulai berteriak. Kyungsoo mengangguk kaku.
"Yak! Apa yang kau hasutkan pada appa eoh?!"
Kyungsoo mengernyit, "Aku tak menghasutkan apa-apa hyung." Jawabnya polos. Aish dongsaengnya ini sungguh benar-benar. "Yasudah sana turun! Awas kau kalau sampai aku memergokimu bermesraan dengan sepupu si brengsek itu!" seru Sehun geram.
Kyungsoo yang sudah tak mau terlibat debat maut dengan hyungnya pun langsung membuka pintu dan lari dengan terburu-buru setelahnya. Sehun mendengus. 'Kalau begini terus nanti aku cepat tua. Omo! Jangan sampai muka imutku sirna!' Sehun langsung membuka lipatan cermin yang terletak dimobil bagian atas.
'Tenang Oh Sehun kau masih tetap manis, imut, dan menggemaskan!'
.
.
.
.
Sehun jengah menunggu Kyungsoo yang kelas tambahannya tak kunjung bubar. Ia merasa sangat haus, dan lapar. Bayangan makan malam buatan eommanya sudah menari-nari sejak tadi. Ia hanya termenung, sesekali menjelajah sekitar dengan kedua bola matanya yang tak bisa diam. Ia bosan. Duduk di kursi kemudi dengan pintu terbuka dijalanan yang begitu sepi. Ini sudah 2 jam pula. Aish! Apa sih yang Kyungsoo dan mentornya itu lakukan disana?!
"O-oh Sehun-ssi?" Sehun langsung menoleh. Mendapati, 'Namja ini lagi?!' mata Sehun membulat. Mendadak Sehun naik darah (lagi). "Yak! Apa yang kau lakukan disini eoh?!" Jongin berjengit dari tempatnya. Ia begitu terkejut dengan sapaan hangat yang dibalas dengan teriakan seperti itu dan ini sungguh gila.
Jongin menstabilkan nafasnya, "Harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan... didepan rumah sepupuku?" ia berusaha dengan nada selembut mungkin. Jongin tahu, namja didepannya ini begitu sensitif apalagi dengan kehadirannya jadi...
"Bukan urusanmu." Jawabnya ketus. 'Aigoo.. mulai lagi.'
"Ehmm.. oke aku ingin meluruskan ini, soal ciuman yang kemar—"
"Yak! Kenapa kau membahas itu lagi?!" jerit Sehun kesal.
"Kau marah padaku gara-gara itukan? Aku benar-benar minta maaf, aku salah. Jangan marah lag—"
"Bagaimana bisa kau memintaku untuk tidak marah lagi sedangkan kau selalu membahas topik yang begitu sensitif ditelingaku, dan melihatmu dihadapanku saja sudah membuatku naik darah!" Aigoo anak ini...
"Yak! Kenapa kau suka sekali memotong pembicaraan orang hah?!"
Sehun berdiri dari posisinya, "Kau yang selalu membuatku kesal tiap waktu tiap saat, ini benar-benar terasa seperti kutukan karena aku harus bertemu denganmu lagi!"
"Siapa juga yang mau bertemu denganmu hah?! Jika bisa meminta juga aku takkan mau bertemu denganmu!"
"Yak! Kau pikir kau siapa eoh?!" Aih suasana makin memanas.
"Kau pikir bagaimana rasanya bertemu dengan orang yang bahkan kau tak mengenalnya dan dia langsung memukulimu secara anarkis bahkan mencakar seluruh wajahmu eoh?!" Jongin sudah mendidih.
"Kau saja kau tidak menipuk—"
"Aku kan tidak tahu kalau kau termasuk korban bisnisku!"
"Ya makanya jangan menipu orang dengan bisnis kotor seperti itu! Argh!"
"Apa hakmu menghakimiku seperti itu eoh?!"
"Jika kau berkata sekali lagi aku tak segan akan mencakarmu sekarang juga! Dan kau sudah menciumku seenaknya! Asal kau tahu, that was my firstkiss you jerk!"
'Mwo?' Jongin membulatkan kedua bola matanya, tak percaya. Oke, ia mulai merasa bersalah. Jongin menghela nafas. 'Tenang Jongin...'
"J-jinjja? Aigoo... Aku benar-benar tidak benar-benar minta maaf padamu Sehun-ssi.." seru Jongin pelan. Sehun yang memang pada dasarnya kekanakan kalau sudah benci dengan seseorang terlebih itu Jongin, yasudah. Setidaknya Jongin mengaku salah dan meminta maaf kan? "Terserah kalau kau tak mau memaafkanku sih, tapi aku janji takkan pernah mengacaukan keadaan jika sewaktu-waktu kita bertemu."
'Mwo?! Jika sewaktu-waktu?!' seolah mereka akan bertemu terus. "Ish terserah saja." Sehun kembali duduk seperti tadi, lalu memainkan ponselnya dengan raut wajah kesal. Jongin masih berdiri ditempat yang sama, memperhatikan Sehun dengan pandangan yang sungguh sulit diartikan. "Sekali lagi, aku minta maaf."
Sehun tak menggubrisnya. Keadaan sunyi dan tegang mereka berganti dengan suasana ramai saat semua murid kelas tambahan Minseok—termasuk Kyungsoo keluar dari pintu utama. Semuanya mengucapkan salam dan berpamit pulang. Sehun menoleh kearah Kyungsoo yang menghampirinya, lagi-lagi dengan Minseok! 'Penguntit.'
"Eoh, Jongin-ah apa yang kau lakukan disini?" tanya Minseok bingung. Jongin hanya diam saja, berlalu melewati Minseok tanpa menanggapinya memasuki rumah sepupunya itu. "Aish.. anak itu.." Minseok menggeleng heran.
"Ehm.. Hyung, aku pulang dulu ne?"
"Oh,, ne.. hati-hati dijalan Kyungsoo-ya!" seru Minseok membuat Kyungsoo merona sambil berjalan kearah kursi depan disamping Sehun. Setelah pintu ditutup Sehun langsung menyalakan mesin mobilnya, melaju perlahan. Minseok melambaikan tangannya kearah Kyungsoo, begitupun yang dilakukan Kyungsoo pada Minseok. Sehun merengut, "Sudah puas lovey doveynya?" sindirnya.
Kyungsoo mempoutkan bibirnya, "Yak hyung!"
"Kau itu, sedang kelas tambahan matematika atau kencan berjamaah dengan sepupu si brengsek itu dan teman-temanmu sih?!" Oke Kyungsoo kali ini menunduk. Mood hyungnya pasti sedang buruk sekarang. Tentu saja!
"Oh, apa malah kau terlalu pintar sampai-sampai harus membahas semua rumus sampai 2 jam?!"
Kyungsoo makin cemberut. Yaya ia tahu hyungnya itu manis, jenius,berbakat, pintar memasak, perfeksionis, tidak seperti dirinya yang les tambahan hanya untuk bisa modus dengan Minseok! Sebenarnya nilai matematikanya juga tidak buruk.
Dan sepanjang perjalanan hanya ada keheningan karena suasana hati Sehun yang sungguh sedang suram.
.
.
.
.
"Mwo?! Aku harus ikut makan malam dirumah mentor Kyungsoo itu?! Aigoo... Anni.. Anniya aku tidak mau!" belum ada 2 hari mood Sehun membaik sudah dibuat kacau lagi. Lagi-lagi berhubungan dengan si brengsek itu! Bagaimana kalau ia sedang makan malam tiba-tiba si fuc—ing Minseok itu mengundang Jongin?! Dan ia harus bertemu lagi dan teringat akan tragedi 'firstkiss yang terenggut' dan.. dan...
"Sehun-ah! Ingatkan pesan appa untuk mengantar-jemput dongsaengmu kemanapun selama '2 bulan'?" Oh sungguh penuh penekanan.
"Eomma—" Sehun mulai merengek. "Anni Oh Sehun! Tidak kali ini!"
Sumpah serapah demi apapun Sehun menyesal, andai saat itu ia tidak keceplosan menyebut Minseok sebagai pacar dongsaengnya hanya untuk bercanda dan dianggap sungguhan oleh appanya! Argh... dan berujung dengan ia bertemu Jongin, lagi, lagi dan lagi.
"Aku berjanji akan mengantar Kyungsoo kemana pun eomma, kemanapun asal tidak ke tempat mentornya itu!" Sehun bersungguh-sungguh kali ini.
"Anni Sehun! Ini sudah yang paling ringan dari semua hukuman appamu, apa kau mau yang lebih buruk?!" Sehun menggeleng cepat. "Dan kenapa kau begitu menolak untuk kerumah mentor dongsaengmu itu?"
'Karena disana ada si bastard Jongin! Argh! Benturkan kepalaku sekarang juga oh god!'
"A-anni eomma hanya saja—"
"Cukup Oh Sehun! Jangan membantah eomma!" Argh! Sehun langsung lari menaiki anak tangga menuju kamarnya kemudian membanting pintu.
.
.
.
.
'Tuhkan benar! Minseok mengundang Jongin juga!' Sehun menjerit-jerit minta tolong dalam batinnya. Sudah begitu, mereka duduk berhadapan pula!
"Ehmm.. aduh hyung tak usah repot-repot, aku hmmph—" Kyungsoo menahan teriakan saat Sehun menginjak kakinya. "A-aku sungguh berterima kasih." Jawabnya terbata sambil meringis sakit. Sehun sudah mengancam Kyungsoo untuk meneror Minseok agar tidak mengundang Jongin juga. Kyungsoo hanya menjawab ya. Dan Kyungsoo yang memang terlalu senang dengan ajakan Minseok, malah melupakan janjinya itu. Berakhir dengan, sebenarnya Minseok memang tidak mengundang Jongin, ia tahu Sehun benci dengan sepupunya, tapi Jongin sendiri yang datang kerumah dan bilang, 'Hyung aku lapar, boleh numpang makan tidak?'
Asddfghjkll—
Sehun mendeathglare Kyungsoo, 'Fuc— you Kyungsoo!' arti tatapan hyungnya membuat Kyungsoo meneguk salivanya kasar. Ia hanya menunduk. "Yasudah, ayo silahkan dimakan pilih lauk yang mana saja."
"Ehmm,, n-ne hmphh h-hyung." Sehun menginjak kaki Kyungsoo, lagi.
Dengan canggung Kyungsoo mulai memilih lauk yang disajikan dimeja. Jongin yang memang sedari tadi diam dan memperhatikan Sehun didepannya akhirnya juga memilih lauk. Sehun dengan malas, ya nafsu makannya mendadak sirna mengetahui ia harus menyantap makan malam yang (tidak lagi) menggiurkan tepat menghadap si brengsek Jongin.
Tukk—
Oke kali ini sepertinya akan makin buruk, Sehun mengambil udang didepannya bersamaan dengan Jongin dipiring yang sama, dan udangnya memang tinggal satu karena Minseok lupa kalau persediaan udangnya habis!
Sehun yang memang tak mau kalah langsung menarik paksa udang tersebut, Jongin menghela nafas. Ia mengalah. Setidaknya jika mereka ingin bertengkar, tidak didepan Minseok hyungnya, dan tidak dimeja makan. Dan mereka menyantap makan malam dengan begitu hening karena Sehunlah yang membuat suasana makin creepy.
.
.
.
.
Sudah 3 minggu berlalu namun suasana hati Sehun lebih sering buruk ketimbang senang. Karena ketika ia sedang di goodmood selalu saja ada yang membuatnya kesal lagi. Ditambah setiap hari ia harus mengantar Kyungsoo ke tempat Minseok, menunggunya selama berjam-jam diakhiri dengan Jongin yang selalu datang kerumah Minseok—entah kenapa ia begitu hobi dan bertemu dengan Sehun lagi, lagi, dan lagi lalu ditatap sinis oleh Sehun. Jika sedang baik Sehun akan membalas sapaan Jongin dengan, "Apa kau lihat-lihat?!" Aish anak ini...
"Sehun-ah! Sehun-ah!" Luhan berteriak tepat ditelinga Sehun, "Apa lagi?" Sehun memutar kedua bola matanya malas. "Aku sudah pacaran dengan Baekhyun dong!" mata Sehun membulat, "M-mworago?" oke ini membingungkan.
"Apa yang kau lakukan padanya sampai-sampai dia mau pacaran denganmu eoh? Ohh jangan bilang kau habis 'bermain' dengannya jadi dia—"
"Yak! Yak! Jangan sembarang bicara kau!" Luhan berusaha membela kekasih barunya.
"Yakan kalian bertemu dibar, pasti dia bitch yang sudah berpenga—"
"Yak! Oh Sehun!"
Sehun mendengus, "Apa lagi?"
"Daripada kau sampai sekarang belum pacaran! Hahahah!" Ishh mulai lagi..
.
.
.
.
Jongin tengah berhadapan dengan bahan-bahan skripsi yang terletak dimejanya. "Argh—!" Jongin mengerang, ia masih memikirkan sikap Sehun. Sebelum bertemu dengan Sehun, ia dikenal sebagai orang yang cuek, cool, tak peduli pada siapapun atau apapun bahkan lebih suka mengusik orang lain dengan ide gila. Dan Sehun yang satu-satunya membuat seorang Kim Jongin, untuk pertama kalinya dibuat gila tiap saat, tiap waktu!
Alasan Jongin selalu kerumah Minseok disaat sepupunya itu mengadakan private di rumahnya semata-mata agar ia bertemu dengan Sehun lagi. Oke, sepertinya semua pertengkaran gila antara mereka berdua membuat Jongin mulai menyukai.. Sehun? Seumur hidup Jongin, ia tak pernah jatuh cinta dengan orang yang ia benci bahkan membencinya! Dan ini pertama kalinya untuk tidak damai dengan rivalmu dikamus Jongin harus lenyap karena perasaannya pada Sehun. Hell yeah ia menyukai Sehun.
Bagaimana bisa ia fokus dengan skripsi sementara Sehun terus mengganggu pikirannya, belum lagi Sehun benar-benar membencinya. Amat sangat! Dan sikapnya tak pernah berubah pada Jongin selalu saja ketus, dengan tatapan mematikan, dan untungnya bukan pukulan juga cakaran seperti sebelum-sebelumnya. Tapi tetap saja kan... lebih baik ia penuh lebam dan plester karena Sehun ketimbang harus diombang-ambing perasaan yang muncul akibat pertengkaran-pertengkaran mereka. Dan lagi, Sehun juga selalu mengabaikannya!
Satu fakta yang tak kau ketahui tentang Jongin bahwa,.. ia sering diam-diam memperhatikan Sehun, dengan mengikuti namja manis—begitulah penilaian Jongin sekarang—tersebut setelah pulang kampus bahkan setelah mereka bertemu dirumah Minseok! Mengintip dari balik sekat rumah-rumah dibelokan gang rumah Sehun. Memastikan bahwa Sehun baik-baik saja.
Dan satu hal yang paling ia suka, melihat berbagai ekspresi Sehun saat berjalan sendirian, apalagi saat 'senyum' manis terpampang jelas diwajah namja itu, yang tak pernah ia perlihatkan saat bertemu Jongin.
'Oh ayolah Oh Sehun, maafkan aku dan biarkan aku menyelesaikan skripsiku!'
.
.
.
.
"Aigoo.. Ada yang tidak punya pacar disini... Malangnya." Sehun ingin mencakar Luhan sekarang juga.
"Ssstt! Luhan!" Chanyeol menegur Luhan karena menurutnya ini sudah sangat keterlaluan.
Mereka tengah berada disebuah kafe tak jauh dari kampus, semata-mata hanya untuk memperkenalkan kekasih baru Luhan yang sering ia ceritakan pada Sehun sampai ia bosan. Luhan berdehem, "Baiklah, kenalkan Baekhyun-ah ini Chanyeol, Kris dan sepupuku Sehun. Chanyeol, Kris, Sehun perkenalkan ini Baekhyun, 'kekasih'ku!"
Namja yang disebut Baekhyun itu merona sambil menundukkan kepalanya malu, 'Cih, berlebihan.' Sehun mendengus. Dengan begini, ia akan semakin menderita dengan status 'jomblo'nya dan cemoohan dari banyak mahasiswa dikampus dengan, 'Omo! Masa sepupunya bisa dapat pacar, dia sendiri tidak bisa, ck! Payah!' Oh ayolah! Sehun tak mau itu terjadi.
Hyungnya memang tak salah pilih, namja didepannya ini cantik, manis, badannya begitu mungil sehingga sangat menggemaskan, bahkan melebihi Sehun! Setidaknya Sehun masih lebih putih.
"Ehm... chagi Chanyeol ini pacar Kris, dan sepupuku, ... dia masih 'jomblo'." Luhan setengah berbisik saat menyebut kata itu. 'Fuc—you Luhan!' Sehun meremas bagian bawah pakaiannya sendiri, 'gemas' dengan apa yang dilontarkan Luhan. Selalu saja memojokkannya, dan ia begitu sakit hati sebenarnya, tapi.. ia sudah terlalu kebal. Tetap saja topik itu begitu sensitif ditelinga Sehun!
'Kalau kau bukan sepupuku sudah ku cekik kau Xi Luhan!'
Duaghh—
"Awww—Yak Chanyeol!" Luhan meringis kaki yang diinjak dibawah meja oleh Chanyeol. Chanyeol mengerti Sehun, bagaimanapun, sekebal apapun Sehun, Chanyeol yakin sahabatnya itu pasti masih sakit hati.
"Bisakah kalian berhenti? Atau aku keluar sekar—"
"Ya! Ya! Sehun-ah! Ayolah aku tidak serius!"
"Aku muak denganmu hyung!" Sehun beranjak dari tempatnya—setengah menggebrak meja lalu meninggalkan mereka berempat tercengang ditempat.
"A-apa dia baik-baik saja?" Baekhyun bertanya dengan ragu-ragu.
.
.
.
.
Sehun berjalan pulang sendirian menuju halte. Setelah melampiaskan kekesalannya dikafe tadi, ia langsung kembali ke kampus untuk mengambil bahan-bahan yang bisa digunakan untuk skripsinya nanti. Ia menghela nafasnya, sebenarnya ia tak terlalu peduli dengan statusnya. 'Memang apasih salahnya jomblo? Apakah kalian akan menikahi pacar kalian yang sekarang eoh? Dasar gila!'
Tapi manusia selalu mempunyai batas kesabaran bukan?
Ia menatap jalanan dengan tidak fokus, menunggu bus selanjutnya tiba. Berhubung seminggu ini appanya memerlukan mobil, jadi Sehun terbebas dari tanggung jawab untuk antar-jemput Kyungsoo termasuk untuk mengantar dongsaengnya kerumah si mentor pedofil dan bertemu sepupu Minseok yang lebih menyebalkan lagi.
Setidaknya, hal-hal yang paling membuatnya stress jadi berkurang. Sehun ingin fokus, sebentar lagi pergantian semester lalu ia akan wisuda. Ia harus fokus pada pendidikan, pasti jodoh yang datang untuknya kedepan akan lebih baik bukan?
.
.
.
.
Sehun berjalan sendirian setelah turun dari bus.
Ini sudah sangat malam, ia harus istirahat untuk persiapan kuliah pagi esoknya.
Sreekk—Srekk—
Oke, itu hanya pendengaran Sehun yang terganggu atau bagaimana... ia menoleh kearah belakang. Oh! Ia tidak berhalusinasi ternyata. Ada beberapa orang berjalan dibelakangnya. Fyuhhh... Sehun menghela nafas lega, setidaknya yang berjalan dibelakangnya itu manusia. Ck! Sehun itu penakut.
Sehun berbelok menuju kearah rumahnya yang masih agak jauh. Sayup-sayup ia mendengar orang-orang tadi berbincang dibelakangnya. Oke, kenapa Sehun merasa ia diikuti?
Sehun mulai takut, jadi ia mempercepat langkahnya. Buku-buku berat ditasnya benar-benar sangat tidak membantu! Aish!
Belum-belum, Sehun sudah dihadangi beberapa orang didepannya. "Owh.. kau cantik sekali.. apa kau punya uang untuk dibagi? Atau jika tak ada, tubuhmu lumayan juga. Hahahaaa.." gelak tawa orang-orang itu terdengar begitu seram bagi Sehun. Orang-orang yang mengikutinya tadi sudah mengepung Sehun tepat dibelakangnya. Jika dihitung, mereka semua berenam.
"P-permisi, ak-aku mau lewat." Sehun mencoba menyela.
"Tidak semudah itu!"
Brakk—
Sehun didorong sampai tersungkur diaspal. "Arghh—" kedua sikunya tergesek aspal, terasa benar-benar perih. Oke, apa maksudnya ini semua, Apa ia akan diperkosa?!
Namja-namja itu menarik tas Sehun hingga terpental agak jauh, lalu yang satu memegang kaki Sehun, tangan Sehun, dan "Tolongg! Tolongg! To-Hmmpphhh!" mulutnya dibungkam dengan telapak kekar salah satu dari 'mereka'.
"Kau pikir, siapa yang akan menolongmu dijalan sepi begini hah?!"
Mata Sehun mulai berair, ia benar-benar takut. Mencoba meronta, tapi tidak bisa. Jika kakinya tidak dipegangi erat, ia bisa menendang kemaluan milik salah satu dari mereka. Sehun memejamkan kedua matanya rapat, ia benar-benar takut.
.
.
.
.
Sehun mengerjapkan kedua matanya tak percaya, kedua tangan dan kedua kakinya terlepas dari pegangan orang-orang hina yang hendak melecehkannya tadi. Sehun masih merasa takut. "Se-sehun-ssi." Seru seseorang menghampirinya, Sehun tahu betul ini siapa. "Gwenchanha?" tanyanya sambil menangkup sebelah wajah Sehun dengan telapaknya. Sehun dengan refleks langsung memeluknya. "A-aku takut." Ia terisak dengan suara seraknya.
Ia mengelus punggung Sehun pelan, "A-aku takut Jongin. Aku takut."
"Aku disini, tenang aku disini." Sehun masih terisak. Menenggelamkan seluruh permukaan wajahnya yang berair karena menangis dalam dekapan Jongin. Ia masih trauma dan enggan membuka matanya. "Ssshh—jja! Aku akan mengantarmu pu—"
"Aku t-tidak mau pulang!"
Jongin tersenyum kecil, "Baiklah, aku akan membawamu kerumahku." Jongin menggendong tas Sehun dipunggung, lalu menggendong Sehun ala bridal dengan hati-hati.
TBC
Eonni minta maaf banget telat update, niatnya tadi siang tapi modemnya dibawa jadinya udah ngerang frustasi daritadi. maafkan eonni T-T. mungkin besok juga update malem tapi khusus libur kalo ini ff belom selesai eonni update siang!
sebagai balasan eonni bales review satu-satu nih! Special Thanks buat kalian yg udah read apalagi review! ^^
: Big Thanks ya buat kamu... my first reviewer! Mumumu :* Keep reading yaa! J semoga ga bosen sama ceritanya!
Novisaputri09: Sayangnya Kainya seme T-T eonni gabisa hayatin kalo Sehun yang jadi seme, dia unyu sih.. kkkk- keep reading ya! Jangan bosen loh! J
HyuieYunnie: wkwkwk ayo kita bagi Sehun(?) –LOL iyadongg! Eonni tulis sampe abis tenang! J
DiraLeeXiOh: Itu udah ketemu, berantem mulu noh (?) wkwkwk.. Linenya? 199X gabisa kasih tau ya maaf, privasi.. ehehee tuntutan pekerjaan. Makasih ya udah baca ff pertama ini! J
Yeon-Sso: kak, eonni apaan aja yang penting asik J ngga Jonginnya yang punya jasa biro jodoh diakan tukang tipu! *plak keep reading ya chingu J
Daddykaimommysehun: iyaaa. Kan he's belong to Jongin (?) #eaakk semoga suka sama pair nya yaJ
Afranabila19: eheehe semoga makin kesana bagi kamu dan yang lain juga makin seru ya! Iya ini udah try my best dipanjangin sama update asap! Keep reading ya!
: Iya ini udah dicepetin paling telat seengga beberapa jam aja hehe.. keep reading ya! J
Soo-iceu: Ini eonni humornya mikir keras wkkwkww.. kan sudah eonni buktikan update patas kaya kereta kan? Eaaakk.. kayanya kamu hobi banget nuntut eonni deh wkwkwk thanks for reviewnya.. eonni suka ff blue envelope kamu! J
MaknaEXO: Ini akan next sampe tamat kokk tenang chingu.. seriusan ngefeel? Aihh thanks for review! J keep reading yaaa!
Deerbaozi: Iya makasihhh mumumuuu :* makasih udah disemangatin J
Xohunaa: Iyaaa ini lanjut sampe tamat gabakal putus tengah jalan tenang... J
Nagisa Kitagawa: serius bikin penasaran? Wkwkw syukur deh, makanya ini biar kamu dan semuanya ga kesel nunggu(?) secepat kilat updatenya! Keep reading! J
: Aihhh makasiihhhh... sipdehh ;) thanks for reading yaa J
DarkJong-WhiteHun: Jonginnya udah ada di chap 2 dan seterusnya kok! Keep reading yaaa J
DarKid Yehet: karakter dia kalo ga lebay gaseru sih? Weks wkkwkwkw thanks for review yaa Keep reading! J
KusnentiKyuKai: Aih makasihh ..:* iya update patas ini! *wink unyu juga* wkkwkw
: aku juga bingung sebenarnya kepikiran ngacungin muka jongin pake pisau wkwkkw. Oke,, next ya kalau yang ini udah selesai J
Urikaihun: Aihhh *highfive*! Wkwkwk iya kan dia kaya galaku gituceritanya (?) *plak keep reading yaaa J
Xohunaa: wkwkwk emang iyaa, sadis diamah *plak, eonni yang bikin gimana sih wkwkkw keep reading ya!
.33: Iyaa gapapa kan yang penting sekarang review J iyaa emang karakter dia dibikin ganas (?) masalah tau alamat rumah sehun, itu adalah rahasia tersendiri... Cuma eonni dan jonginlah yang tau *plak! Keep reading yaaa ! J
Utsukushii02: dia emang kalo marah sengaja dibikin lebay sama mau bunuh jongin (?) sama eonni wkwkwkkw.. Iya gapapa sekarang kan udah review ! J keep reading yaaa J
Leeyeol: iyaa dia kan emang ganas-ganas nggemesin (?) wkwkwkw .. aku lanjut sampe tamat! J
Kimtams: Iya... adik manisssss mumumu ;* ntar krisyeolnya insyaallah habis ini ff yaaa ;) okeokeee keep reading yaaa
Ohsehun79: wkwkwkw gapapa sekarang udah review yang penting! J iyaa untuk lanjutan kaihun kissing weks silahkan baca chap 4 ini! J keep reading yaaa !
Kaikai: iyaaa hehehe semoga suka sama lanjutannya yaa Keep reading!
See you next chap! review yang banyaaakk! :)
