The Love Curse
Main Cast: Sehun, Jongin
Other Cast: Luhan, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, Minseok, Baekhyun, etc.
Genre: Romance, Friendship, Family.
Disclaimer: This story was of my own imagination, not the others and anybody else. EXO belong to Smet, their god, parents, and their own.
Warning: Crack Pair, typo, BoysLove!
Summary: Sehun yang jengah dengan ejekan 'jomblo' dari teman-temannya dan seolah semua terdengar seperti kutukan. Namun, bertemu Jongin sang biro jodoh laknat justru jauh lebih buruk dari kata 'kutukan'.
Chapter 7
Happy Reading~
"Aku menyukaimu." Sehun membulatkan matanya tak percaya.
Deg—Deg— kali ini punya Sehun makin kencang.
"M-mworago?" tanya nya terbata. Ini sungguh tak bisa dipercaya!
Jongin menangkup kedua pipi Sehun kali ini, "Aku menyukaimu, Hun." Oke, kali ini rasanya seperti mimpi. Namun kenyataannya, it wasn't!
Deg—Deg—milik keduanya sama-sama bergemuruh.
"Aku menyukaimu. Sangat."
Jongin mendekatkan wajahnya lagi, Sehun merasa sesak didada ketika Jongin menempelkan lagi bibirnya diatas bibir Sehun. 'Apakah ini sebuah pernyataan?' Pernyataan cinta seorang Kim Jongin pada Oh Sehun? Itulah yang berputar dibenak Sehun.
Jongin menarik tengkuk Sehun agar ciuman mereka semakin dalam, kali ini Sehun meremas bagian bawah bajunya sendiri. Ia bingung harus berpegangan pada apa dan kemana. Jongin menarik sebelah tangan Sehun untuk, melingkar dilehernya. Dan Jongin menarik pinggang ramping Sehun untuk lebih merapat pada Jongin. Kedua namja tersebut saling memejamkan mata dengan erat. Membiarkan apa yang tengah mereka lakukan, agar terus begini.
Sehun mendorong Jongin ketika ia butuh pasokan oksigen diseluruh paru-parunya. Kau bahkan tidak sanggup berpikir untuk menghirup udara sebanyak mungkin.
Jongin menempelkan dahinya didahi Sehun. Mengusap lagi pipi Sehun, melihat bagaimana namja yang sungguh sangat ia sukai ini memejamkan kedua matanya rapat dan mengangguk pelan.
Jongin masih dengan nafas terengah, tersenyum kecil lalu menarik tengkuk Sehun untuk menciumnya lagi.
.
.
.
.
"Masuklah." Seru Jongin sesampainya mereka didepan rumah Sehun. Sehun hanya menunduk, kemudian mengangguk. Jongin tersenyum kecil melihat Sehun yang kelihatannya, malu. Pada Jongin. Sehun masih saja diam, menunduk dan memainkan jemari tangannya. Pertanda kalau ia sedang gugup.
Tentu saja, ia habis berciuman yang entah keberapa kali dengan Jongin, dan namja itu terang-terangan menyatakan kalau ia menyukai Sehun. Parahnya Sehun mengangguk saja. Itu artinya, mereka sudah berpacaran bukan?
"Kenapa diam saja hm?" tanya Jongin, membuat Sehun menggigit bibirnya sendiri. Ia makin gugup kalau begini caranya. Sehun mendongak sedikit, menatap Jongin sekilas. "Ehm, anni." Sehun ingin membuka pintu mobil yang tidak terkunci, namun Jongin keburu menarik tangannya, dan
Chu!—
Ia mengecup bibir Sehun sekilas. Aih kalau begini caranya Sehun ingin mati saja! Mati-matian ia menahan rasa gugup didepan Jongin yang notabene adalah kekasihnya sekarang, tapi kalau Jongin begini terus—aih entahlah mungkin Sehun takkan sanggup bernafas.
Jongin tersenyum, "Jaljayo." Serunya. Sehun melirik Jongin dengan sedikit takut, kemudian mengangguk kecil dan langsung melesat keluar dari mobil Jongin.
Melihat Sehun yang langsung masuk kerumah tanpa melihat kearahnya lagi membuat Jongin rasanya ingin tertawa. "Ck! Dasar!" Jongin menggelengkan kepalanya heran. Jongin memang sudah sering melakukan ini, tentu saja! Diakan dulu playboy, sudah tidak lagi sih. Namun tetap saja kan. Sedangkan untuk Sehun, ini yang pertama kalinya dan tentu saja ia amat sangat canggung.
.
.
.
.
Oke, Sehun rasa Jongin terlalu sinting untuk mengantarnya ke kampus pagi ini, dan meminta ijin pada appanya! Parahnya, appa Sehun iya-iya saja lagi. Oh! God must be kidding —
Appanya melarang keras Sehun, termasuk Kyungsoo untuk pacaran tapi.. Ia malah menyerahkan Sehun yang sungguh manis ini ketangan Jongin, begitu saja?! Ya, memang Jongin kan kekasih Sehun, tapi kan Tuan Oh tidak tahu menau, yang ada Sehun langsung dipenggal.
Mobil Jongin terhenti didepan gerbang kampus Sehun, "Tanganmu sudah tidak apa-apa?" serunya ketika melihat siku Sehun yang sudah tak berbalut perban lagi. Sehun melirik ke arah siku tangannya sendiri, "Eoh, iya jadi aku melepas perbannya.
Jongin tersenyum, "Oiya, Minseok hyung mengajakku untuk makan malam bersama dirumahnya." Sehun menatapnya bingung.
"Dan aku ingin kau ikut." 'What?! Aku harus ikut makan malam dirumah si cabul itu?!'
"K-kenapa kau mau mengajakku?" tanya Sehun sok polos. Jongin mencubit pipinya gemas, "Aigoo... Masa sepupuku membawa Kyungsoo boleh, aku tidak boleh membawa pacarku sih?"
"Akhh Jongin!" teriakkan Sehun membuat Jongin melepaskan cubitannya. "Sakit." Rengek Sehun sembari mengusap pipinya yang memerah. Jongin tertawa melihat tingkah kekasihnya, kemudian mengusak rambut Sehun.
"Tunggu—" Jongin menghentikan kegiatannya. "Mwo?"
"Kyungsoo ikut?" tanya Sehun bingung. Jongin balik menatap Sehun bingung, "Iya, memangnya kau tidak tahu ya? Bahkan dia sudah minta ijin pada appamu." 'Mwo?!' Oke Sehun sedikit berlebihan.
Appanya bahkan mengijinkan Kyungsoo untuk menginap dirumah tutornya, yang cabul itu? 'Yak! Akan kubuat perhitungan padamu Oh Kyungsoo!' Sehun benar-benar kesal.
"Kenapa?" tanya Jongin bingun dengan Sehun yang tiba-tiba saja diam. Sehun tersadar dari pikirannya, "Ehm, anni yasudah aku masuk dulu." Jongin mengacak rambut Sehun lagi kemudian mencium kening Sehun lama.
Sehun memejamkan matanya rapat saat Jongin mencium keningnya dengan sayang, sepertinya ia mulai menyukai ini. Ia bahkan tersenyum. "Yasudah belajar yang pintar, Baby."
"Yak! Jangan memanggilku begitu! Menjijikan!" Jongin hanya tertawa melihat Sehun yang begitu menggemaskan hari ini. "Yasudah sana!" Sehun hanya mengangguk kemudian turun dari mobil Jongin.
.
.
.
.
"Katanya mengajak makan malam, tapi rumahnya sepi sekali." Sehun memandang heran kearah kediaman Minseok yang terlihat begitu sepi. "Yakan Minseok hyung tinggal sendiri, dan dia bilang dia sudah menunggu, semuanya sudah siap."
Sehun mengangguk, "Oiya, Kyungsoo sudah berangkat?" tanya Jongin bingung. Sehun menatap Jongin penuh tanda tanya, "Ish, kenapa kau bertanya padaku?! Dia saja tidak mau menyapaku setelah aku meninggalkannya kemarin dan membuatnya dihukum karena terlambat. Jadi, aku sudah tak melihatnya sejak pagi ini." Jongin balik menatap Sehun bingung.
"Aish, sudahlah aku juga tak tahu. Minseok hyung tak membicarakan perihal Kyungsoo padaku yang ia hanya bilang kalau Kyungsoo ikut. Ini juga sudah malam." Sehun berpikir bahwa Jongin ada benarnya juga, inikan sudah malam dan lagi Kyungsoo tidak pernah mau ketinggalan dengan hal-hal apalagi yang berhubungan dengan Minseok. "Yasudah ayo masuk." Jongin pun melepas setbeltnya begitu pula dengan Sehun, Jongin keluar lebih dulu berputar kearah pintu Sehun, membukanya untuk Sehun sebelum namja itu sempat.
"Silahkan tuan putriku yang cantik." Sehun berdecak, "Ish! Aku bukan yeoja!" Sehun memukul lengan Jongin pelan, mengundang tawa kecil Jongin. "Kajja!" Jongin menarik Sehun untuk masuk kerumah Minseok.
Tok—Tok—
Jongin dan Sehun menunggu, ketukan pertama tak ada yang menyaut.
Tok—Tok—
Yang kedua juga tak kunjung dijawab.
Tok—Tok—
Ini sudah ketukan yang ketiga dan bunyinya jauh lebih keras. Namun belum ada jawaban. Jongin menautkan kedua alisnya bingung. "Minseok hyung!" soraknya kencang.
10 detik
Tak ada yang menjawabnya, "Kau yakin dia dirumah?"
"Tentu saja! Dia bahkan sudah mengirimkan pesan padaku sejam lalu." Kali ini Sehun yang bingung. Jongin dan Sehun saling bertatapan, "Apa, kau memikirkan hal yang sama denganku?" Sehun dan Jongin masih bertatapan sebelum,
Kriet—
Jongin membuka pintu, dan ternyata tidak dikunci. Sehun memeluk sebelah lengan Jongin. "Tidak biasanya dia lupa mengunci pintu." Oke, suasananya makin buruk. Dan, ini sedikit menakuti Sehun. Ia sudah berpikiran kearah yang tidak-tidak. "Jongin," Jongin nekad masuk perlahan, membuat Sehun mengeratkan pelukannya di lengan Jongin.
Mereka berjalan perlahan, melihat seluruh penjuru rumah yang amat sangat sepi. Sungguh, jika ini memang benar-benar penjahat, rumah Minseok takkan se rapi ini! Mereka terus berjalan, mencari kesebuah ruangan yang memungkinkan keberadaan Minseok disana. Sesuai perjanjian mereka, ya, ruang makan.
Namun saat melihat ruang makan, Jongin dan Sehun membulatkan matanya. Terlebih Jongin yang menjatuhkan rahang bawahnya, tidak percaya dengan apa yang diliha—
"Kyaaaaaaaa!" teriakkan Sehun mengenterupsi kegiatan dua orang namja yang tengah, bercumbu. Yang satu diatas meja makan, dan satu lagi memeluk sambil meraba ke bagian yang lebih intim.
"Apa yang kalian lakukan disini eoh?!" Sehun makin histeris dan menghampiri mereka. Ya, Kyungsoo dan Minseok. "Kau!" ia mengarahkan telunjuknya tepat dimuka Minseok, "Apa yang kau lakukan pada dongsaengku?! Dasar mesum! Mesum!" Kali ini yang jadi korban keanarkisan Sehun adalah Minseok.
"Hyung!" Kyungsoo mulai angkat suara, ia turun dari atas meja dan berusaha menghalangi tubuh Minseok dari pukulan hyungnya.
"Hey kau anak kecil! Jangan ikut campur!" Sehun terus memukuli minseok terutama kepalanya. Jongin masih diam ditempat, melihat tiga orang yang saling mengadu. Kemudian ia tersadar, "Sudah Sehun sudah!"
"Awww—Aww—Aduhh hentikan! Jongin tolong!" Minseok berteriak tak kalah kencang. Sehun benar-benar mengamuk, ia semakin menjadi-jadi saat Jongin menariknya dari belakang. "Yak! Lepaskan aku! Aku akan membunuh dia! Dasar tutor cabul! Jongin lepas!" Minseok merasa tertohok mendengar apa yang dilontarkan Sehun. 'Memangnya aku seburuk itu ya!'
"Sehun sudah!"
"Tidak mau! Aku akan membunuhnya!" Sehun makin menggila, ia terus meronta. Sedangkan Minseok masih bersembunyi dibalik tubuh mungil Minseok.
.
.
.
.
Makan malam yang kemarin dibatalkan lantaran Sehun bersumpah akan benar-benar membunuh Minseok jika ia tak dibolehkan pulang bersama Kyungsoo oleh Jongin. Minseok yang sudah terlanjur trauma dengan Sehun pun membujuk Jongin agar ia menyuruh si setan itu cepat-cepat angkat kaki dari rumahnya. Dan Jongin hanya menghela nafas pasrah.
Sehun masih marah dengan Kyungsoo, bagaimana tidak? Kau bahkan melihat dongsaengmu sendiri bercumbu didepan mata kepalamu, bahkan itu sangat-sangat panas! Itu ciuman yang sangat bergairah dan itu sungguh menjijikkan untuk lebih diutarakan oleh Sehun.
Sehun mendiamkan Kyungsoo sejak semalam ia memaksa dongsaengnya untuk pulang bersamanya. Ia bahkan mengancam Kyungsoo untuk tidak menganggunya selama seminggu, kalau tidak ia akan mengadukan semuanya ke appa. Ya, perihal si cabul itu melecehkan dongsaengnya. Sebenarnya, Sehun yang berlebihan. Namun, jika kau seorang hyung yang baik, kau akan melakukan hal yang sama. Seperti yang dilakukan Sehun.
Mereka saling berhadapan dimeja makan untuk sarapan pagi jelang ke kampus untuk Sehun, dan ke sekolah untuk Kyungsoo.
Appanya sedang berada diluar kota dan sudah berangkat sejak pagi buta tadi jadi, "Kenapa kalian merengut begitu pagi-pagi begini eoh?" Nyonya Oh mulai angkat bicara. Ia tahu benar, pasti kedua anaknya ini sedang bertengkar.
Sehun dan Kyungsoo diam saja, dan masih membuang muka satu sama lain. Eommanya berdecih, "Kalian bertengkar lagi? Ck, ayolah kalian itu sudah besar. Terutama kau Sehun-ah."
Sehun mendengus, 'Aku lagi yang disalahkan.'
'Katanya sudah besar, tapi ciuman saja tidak boleh!' batin Kyungsoo.
Sehun berdehem, "Aku berangkat duluan." Ia bangkit dari kursi makannya, "Eh, kau tak menunggu Kyungsoo?"
"Aku ada piket jaga perpustakaan pagi." Jawabnya asal dengan nada yang sangat dingin dan langsung berlalu meninggalkan rumah.
.
.
.
.
"Ck, sudah jangan cemberut seperti itu!" Jongin tersenyum melihat kekasihnya yang masih saja marah. Tentu saja pada sepupunya. Jongin mencubit pipi Sehun, "Ish! Jongin!" ia benar-benar berada dimood yang buruk sepertinya.
Jongin terkikik kecil, sedangkan Sehun mendengus kesal.
"Katanya mau mengambil bahan skripsi? Sudah sana masuk, nanti temanmu kelamaan menunggu. Aku akan menunggumu disini." Sehun langsung membuka pintu mobil tanpa menggubris perkataan Jongin. Jongin menggeleng heran melihat tingkah kekasihnya yang sungguh kekanakan.
Sehun langsung masuk kerumah Chanyeol, bukannya tidak sopan tapi, memang biasanya seperti itu. Chanyeol itu orangnya mudah terusik, ia benci dengan bunyi apapun bahkan ketukan pintu. Ponselnya saja selalu dalam mode silent. Dan ia selalu menyuruh Sehun untuk masuk kekamarnya yang ada dilantai atas.
"Chan—eung?" Pintu kamar Chanyeol sedikit terbuka. 'Tumben.' Sehun sedikit bingung, karena Chanyeol tidak pernah lupa untuk menutup pintu kamarnya walaupun tanpa menguncinya. Ia hendak hendak mendorong pintu sebelum ia mendengar—
"Ahnnn Krisseu eeuhmm—" Sehun membulatkan matanya. Dengan segera ia mendorong kencang pintu kamar sahabatnya dan—
"Kyaaaaaaaaaaa!" Sehun berteriak jauh lebih kencang dari yang kemarin membuat dua orang itu menghentikan 'aktifitas' mereka.
Oke, ini jauh lebih gila dari yang Sehun bayangkan. Bahkan jika disuruh memilih, lebih baik ia melihat Minseok mencumbu panas dongsaengnya didepan matanya ketimbang melihat—
Kris, menindih Chanyeol dibawahnya, pakaian berserakan dimana-mana entah apa yang telah terjadi,oh Sehun. Dan seluruh kamar berantakan terutama ranjang. Dan, dan sahabatnya itu sepertinya tak menggunakan apapun hanya selimut dan—
"Wu Yi Fan apa yang kau lakukan pada sahabatku?!" Sehun benar-benar frustasi jika begini terus. Kris dan Chanyeol, masih dengan posisi saling 'tindih' melihat kearah Sehun dengan tatapan yang benar-benar penuh keterkejutan.
Kris mencoba bangun dari atas Chanyeol tapi, "Akhh sakit!" Chanyeol memekik karena benda milik Kris yang masih bersarang dibawahnya. Sehun semakin geram. Ia langsung menghampiri dua orang yang tengah bernista-ria itu dan—
Bukk— "Dasar cabul! Apa yang kau lakukan—Bukk—pada Chanyeol eoh?!—Bukk—Bukk—Bangun sekarang atau aku akan—Bukk—Bukk —membunuhmu sekarang juga!" diakhiri dengan oktaf yang sungguh tinggi.
"Aduh! Sakit! Hentikan!"
Kris dengan amat sangat terpaksa bangun dari 'atas' kekasihnya dan duduk diatas kasur. Chanyeol masih terlentang dikasurnya, sambil menutup wajahnya. Ia malu sungguh, sedang melakukan 'itu' dan tertangkap basah, oleh Sehun pula.
Sehun berhenti meneriakki dan memukuli Kris dengan kejam, kali ini pandangannya mengarah kearah Chanyeol yang tengah menutup wajahnya. "Yak! Kenapa kau mau saja diperkosa oleh si pedo ini eoh?!"
Ia memandang sahabatnya dengan sungguh tajam dan menusuk, Kris saja takut. "Sehun aku bisa jela—"
"Diam kau! Dasar pemerkosa anak orang!" Oke, Kris diam.
.
.
.
.
Sehun membanting pintu mobil dengan kesal, membuat Jongin berjengit kaget. "Aish, pelan-pelan menutup pintunya! Mana bahan skripsimu?" ia bahkan sudah lupa dengan tujuan awalnya.
Sehun melipat kedua tangannya didada, memandang kearah lurus dengan kilatan marah. Suasana hatinya masih memburuk karena hal yang kemarin dan sekarang? Ia bahkan memergoki sahabatnya tengah main 'tumpang-tindih'—bercinta dengan kekasihnya dan sungguh lebih menjijikkan ketimbang melihat punggung Kyungsoo yang diraba-raba Minseok kemarin.
"Hm?" Sehun masih diam. 'Pasti ada sesuatu yang terjadi didalam sana.'
"Yasudah, kau bisa menceritakannya nanti, sekarang kita pulang saja ya?" Sehun tak menghiraukan Jongin. Jongin langsung melajukan mobilnya. Ia membiarkan Sehun untuk meredam amarahnya dulu. Jongin memang paling mengerti Sehun.
.
.
.
.
"Hahahaha... Ya tuhan Sehun-ah." Jongin menertawakan Sehun setelah menceritakan perihal insiden 'tumpah-tindih' Kris dan Chanyeol kemarin. Sehun mengerucutkan bibirnya, "Tahu begitu aku tak usah menceritakannya padamu!" kemudian berdecak kesal.
Jongin dengan susah payah mengusap air dipelupuk matanya karena sudah terlalu berlebihan menertawakan Sehun. Ia menarik nafasnya dalam-dalam. Mencoba mengontrol tawanya, "Jangan marah Sehun-ah aku hanya merasa itu sangat lucu!"
"Ish, apanya yang lucu?!"
"Tentu saja memergoki dua orang yang terngah bercinta itu sungguh lucu!" Sehun membuang mukanya.
"Aigoo, kekasihku jangan marah." Sehun masih diam.
"Aku belikan bubbletea sebanyak yang kau mau, bagaimana?" Sehun langsung menoleh dengan mata berbinar. Jongin tertawa melihat tingkah Sehun, "Dasar! Kau mudah sekali disuap dengan bubbletea hm?" serunya sambil mengusak rambut Sehun.
Sehun hanya tersenyum, menampakkan lengkukkan mata yang membentuk bulan sabit, seperti yang Jongin suka.
"Kita ini baru berpacaran 4 hari, kau sudah sering merajuk, bagaimana kalau kita menikah eoh? Kau mau membunuhku juga?!" dan dihadiahi jitakan manis dari Sehun.
"Aduh! Sehun!" Kali ini Sehun yang tertawa.
"Kau menghinaku?"
"Aku tidak menghinamu!"
"Itu tadi!" kali ini ia berusaha menggoda Jongin.
"Apa kau benar-benar mengira kalau aku itu pshyco?!"
"Tidak Oh Sehun bukan seperti itu!"
"Kau bo—"
"Mau bubbletea atau kecupan manis dari Tuan Kim eoh?!" Dan Sehun langsung diam.
"Ck! Dasar! Kajja!" dan Jongin menggenggam tangan Sehun untuk beranjak dari taman tersebut.
.
.
.
.
Masa hukuman Sehun mengantar jemput Kyungsoo sudah berakhir, dan ini sudah beberapa bulan sejak ia menjadi kekasih Jongin. Namun appanya sama sekali belum tahu perihal tersebut. Kalau tidak, nanti Sehun dihukum lagi. Ck, payah!
Semua skripsinya sudah selesai dan diterima, tentu saja dengan mencari bahan sendiri. Semenjak ia memergoki kegiatan Kris dan Chanyeol yang ternyata sering mereka lakukan dirumah Chanyeol, Sehun tidak mau main kerumah Chanyeol lagi. Alasannya mudah, "Aku tidak mau memergoki kalian saling bertindihan lagi! Itu sungguh menjijikan!" dan membuat seisi kantin ternganga mendengar teriakkan Sehun tersebut. Fakta baru dikampus, jadi Chanyeol dan Kris sudah sering bermain.
Ia tetap merahasiakan tentang kegiatan Minseok dan Kyungsoo malam itu, dengan syarat Kyungsoo takkan membocorkan tentang hubungannya dengan Jongin sampai Jongin mengaku sendiri—maksudnya sampai ia bekerja setelahnya. Ia kenal betul bagaimana Kyungsoo, anak itu pasti masih bermain-main dengan si tutor mesum—bagi Sehun—itu!
Tes terakhir sudah terlaksana hari ini, begitu pula dengan Jongin. Kan mereka seumuran jadinya bersamaan. Tinggal menunggu wisuda sebentar lagi. Dan lagi, Sehun sudah tidak dicap sebagai jomblo! Karena semua tahu kalau ia sudah berpacaran dengan si Jongin. Tentu saja, karena Jongin selalu menjemputnya tiap pulang dari kampus. Bahkan saat ujian berlangsung.
Sehun tengah membaca beberapa buku, hanya untuk tambah-tambahan saja. Lagipula, Sehun itu bukan tipe-tipe anak yang mengabaikan buku begitu saja setelah ujian akhir. Ia juga tidak bisa tidur setelah jam 1 tadi terbangun.
Jarum pendek pada jam dinding dikamar pribadi Sehun menunjuk kearah 3. Ya, pukul 3 pagi.
Sebenarnya ia ingin menonton tv, tapi orangtuanya sungguh benci jika diusik saat tidur dimalam hari, terutama appanya. Jadi—
Tukk—Tukk—
Terdengar ketukan pelan dari arah jendelanya. Karena telinga Sehun yang tajam, begitupula dengan suasana sunyi membuatnya begitu jelas jadi Sehun menoleh. Matanya membulat melihat sosok bayangan dibalik jendela kacanya yang tertutup gorden. Oke, Sehun mulai merinding. Ia mengusap-usap tengkuknya yang sungguh terasa dingin. Belum lagi bulu kuduknya berdiri dan—
"Ini aku!" seru sosok tersebut. Dan, ia sangat kenal betul kalau ini—
"J-jongin?" ia segera berdiri dan membuka gorden jendela. Menampakkan sosok Jongin yang tengah tersenyum dibalik kaca jendelanya. Sehun langsung menggeser kaca jendelanya untuk membiarkan Jongin masuk.
"Ish! Kenapa kau kesini! Bahkan matahari belum terbit!" Sehun berbisik agak kesal.
"Tentu saja aku merindukan kekasihku setelah lelah ujian akhir." Jongin memeluk punggung Sehun yang tengah membelakanginya. "Jongin!" Sehun kemudian menutup jendela kamarnya agar angin tak masuk kedalam. Kemudian menutup gordennya lagi.
Jongin, yang masih memeluk Sehun dari belakang pun menggesek-gesekkan hidungnya ditengkuk Sehun. Sehun menggerakkan lehernya risih, "Jongin geli!" Jongin masih melakukan kegiatannya kemudian menciumi tengkuk Sehun, kemudian pundak cekung kekasihnya itu.
Ia mengeratkan pelukannya pada Sehun, membuat Sehun merasa hangat dan memeluk lengan Jongin yang melingkar diperutnya. "Kau tidak merindukanku hm?" Jongin mengecup pipi Sehun kali ini. "Ehmm,, tidak! Bagaimana ini? Jongin geli!" kali ini Jongin mengecupi daun telinga Sehun.
"Euhmm, Jongin!" Sehun merengek, perlakuan Jongin benar-benar membuatnya kegelian.
Jongin membalik tubuh Sehun, agar berdiri menghadap kearahnya. Perbedaan tinggi mereka yang sungguh tipis membuat Jongin dan Sehun saling bertatap muka dengan mudah. Jongin memeluk pinggang ramping kekasihnya, "Aku mencintaimu." Serunya,
TBC
Hallo hallo,, review kalian bikin semangat chingu, eonni jadi terharuu ;)) oiya ada beberapa review yang baru masuk pas eonni reload, mian banget baru baca yaa.. Btw, next chap udah end! yang suka kaihun kisseu kisseu *smirk* aih taulah. review aja yang banyak okeoke? see you next chap! makasih banget udah ramein ini ff sama review kalian! :))
