Me: hyaaahhh. Maaf ya lama gak update. Author sibuk cari sekolah. Dan kegiatan 'lainnya'
Elsword: lainnya? Padahalkan 9x24 jam dirumah terus
Me: ya kan ada 3M 1T
Raven: apa toh?
Me: Makan, Mandi, Main, Tidur
Chung: gaje ah. bales riview. eh namaku udah bener:
girl-chan2: aku juga gak tau apa hunbungannya OAO entah kenapa pikiran itu lewat aja owo. sep dah lanjut
Nephilim's Heartbeat: badannya bukan lion-nyaan! tapi lion-nyeettt! *di Arma*. Chapter 3 here :3
Arrow-chan3: perlu vomit bag atau tabung oksigen? Add punya semuanya :3 (Add: Hu-. Me: Shut up psycho). 3 jatuh dari mana?! kok jatuhnya ketawa terus?! Jangan-jangan jatuhnya sambil makan popcorn lagi OAO. pet Aisha itu... ah sudahlah. yang penting sudah update :3
Kurusaki Dark: yep Lordion itu jelmaan nya si poni baday LK (LK: Hu-. Me: shut up siscon). sip udah lanjut. salam Add psycho! *hi5
Sallzer: gagal rusuk itu apa ya? Rusuk nya gagal move on OwO? *dijitak*. Raven itu kalo gak dibully gak rame. Huwat? Lordion sama Taranvash jauh OAO! bayangin aja Saber Leomon di edit dikit pake potoshop owo *digatak*. oenyoehnya udah update OwO
RAjaVENtungan: mulai ceritanya dan Huway nama gue-
Me: shut up emo
Chapter 3
Setelah kejadian kemarin. Elgang pun mengadakan 'meeting' lagi.
"jadi... Isi telornya beginian?", tanya Add ngangkat Lordion.
"iya. tapi tiap telor beda-beda lah. siapa tau punyamu isinya curut", kata Elsword.
"orang mah doain tuh buat kebaikan. Ini malah nyumpahin", bales Add.
"hmm... kira-kira siapa yang bakal menetas selanjutnya ya?", tanya Rena.
"itu hanya menjadi misteri Glaive dan Author", bales Aisha. (Auth:...)
"yaudah kalo gak ada yang penting lagi, gue mau jalan-jalan. yuk Lordion", kata Elsword dan Lordion lompat dari tangan Add nemplok ke kepala Els.
"eh Elsword! aku nitip makanan ya! nih uangnya", kata Aisha.
"oke", bales Elsword dan keluar.
"kalo gitu. BUBAR BUBAR! BUBAR LU SEMUA! KENAPA MEETING NYA DI KAMAR GUE?! MAKSUDNYA APA COBA?! KELUAR LU SEMUA", teriak Raven dan semuanya buyar.
Kita kembali ke Elboy.
Elboy dan Lordion sedang jalan-jalan di Resiam Outskirt.
"oh iya Lord. Btw, gimana caranya ku bisa make kekuatan mu?", kata Elsword nengok ke atas.
"hmm... kalo itu... aku juga nggak tau", bales Lordion masang pose berpikir.
"lah? begimana bisa? Kau yang punya kekuatan masa gak ngerti sendiri? Gimana sih kamu", kata Elsword sweatdrop.
"yah mau bagaimana lagi? aku kan-...", omongannya terhenti.
"hm? kenapa?"
"ini... Elsword! awas!"
"hah?!"
Sesosok bayangan melintasi tepat kearah Elsword. untungnya dia bisa menghindar.
"cih. Harus berapa kali sebenarnya aku menebasmu hah?", kata Elsword.
Bayangan itu adalah sesosok serigala raksasa dengan aura dingin yang mencekam diseluruh tubuhnya.
"Berthe. Lama tak jumpa. aku rasa ini reuni kita yang ke... 1... 2... 3 kali", kata Elsword dengan nada santai.
"yo Elsword. Kau sama sekali tidak berubah. tapi aku berubah..." jawab Berthe dengan nada khasnya (emang punya?)
"heh. sepertinya kau sama saja seperti dulu. apanya yang berubah? bau mulutmu?", kata Elsword.
Dan dibalas dengan Ice Blast dari Berthe. untungnya dia berhasil menangkisnya dengan Rune nya. Namun runenya langsung pecah.
"yah memang bau mulutku sedikit berubah. kau bisa rasakan sensasinya? aku pakai pasta gigi mint setiap hari", jawab Berthe.
"heh. aku rasa kau memang berubah. bau mulutmu seperti racun yang dikeluar Alterasia", bales Elsword.
"anu... Kenapa jadi ngomongin bau mulut?", kata Lordion yang sudah masuk Form Saber (yang mirip saber leo**n :3)
Berthe dan Elsword nengok ke Lordion dan hanya bisa angkat bahu.
"ah sudahlah. kita kembali ke urusan utama. jadi, Elsword. ini adalah hari terakhir mu. Jadi bersiaplah untuk..."
Seketika Berthe berada dibelakang Elsword dan siap mengayun cakarnya. bola mata Elsword dan Lordion pun melebar
"MATI"
Ledakan dahsyat pun terjadi di Resiam Outskirt
Aisha POV:
"uhh... Elsword mana sih?! kok lama banget?! aku kan udah laper banget ini!"
Aku sedang membacakan telur ku sebuah cerita dikamarku. Dan karena diluar sedang hujan, akupun tidak bisa kemana-mana
Seketika ada benda terjatuh dari meja belajarku.
"eh..?"
Ternyata itu adalah foto ku bersama teman-teman Elgang.
Aku ingat. foto ini diambil oleh Ariel saat kita pulang dari mengalahkan Ran.
Difoto itu ada Rena yang sedang tersenyum dengan aura mengerikan sambil melihat kearah aku dan Elsword
Raven yang menutupi mukanya seakan-akan dia artis yang sedang dikejar paparazi
Eve yang terus saja melihat corak coklat gelap di rambut Chung dengan tatapan penasaran
Chung yang hanya tersenyum sambil sweatdrop.
Ara yang panik
Elesis yang facepalm
Add yang memalingkan wajahnya kearah lain
dan Aku yang sedang menjitak Elsword dengan staff ku. sementara Elsword hanya tertawa tanpa alasan.
Namun yang lebih mengagetkan adalah.
Serpihan kaca dari bingkai foto itu merobek tepat di tengah dada Elsword.
"aku punya firasat buruk... aku harus mencari Elsword..."
Aku langsung mengambil selimutku untuk dijarikan kain untuk menggendong telurku agar mudah dibawa. aku masukan telur ku ke selimut dan aku gendong dipunggung. setelah itu aku keluar lewat jendela kamarku.
"Elsword... aku harap kau baik-baik saja"
Kataku dan mencari Elsword keseluruh kota.
Apartemen Elgang. Normal POV:
Waktu menunjukan pukul 19:00. Dan Elsword masih juga belum kembali.
Semuanya sudah berkumpul di ruang makan karena ini sudah jam makan malam.
Ya kecuali Elsword dan Aisha pastinya.
"uhh... aku. tidak nafsu makan", kata Chung.
"hm..? kenapa Chung? biasanya kau yang paling cepat menghabiskan makananmu. ada apa?", tanya Eve.
"tidak. hanya saja... aku khawatir terhadap Elsword. dia belum juga pulang semenjak pagi tadi. Aisha-nee juga tidak keluar dari kamarnya semenjak Elsword pergi. Apalagi diluar hujan. aku tidak bisa tenang", kata Chung dan mencengkram rambutnya penuh frustasi.
"tenangkan dirimu Chung. semua pasti akan baik-baik saja", kata Eve dan memeluk Chung.
"ya. kau benar. selama ada Elsword, Aisha akan baik-baik saja kan?", balas Chung
Eve hanya mengangguk dan berdiri dari kursinya
"ah... Eve. mau kemana?", tanya Raven.
"aku mau manggil Aisha", bales Eve dan dia naik ke lantai 2
Eve POV:
saat didepan pintu kamar Aisha, aku ketuk beberapa kali pintu kamarnya.
"Aisha, ayo cepat keluar. makan malam mu hampir dingin"
Tak ada jawaban.
Apa mungkin dia sudah tertidur?
Tidak. tidak mungkin Aisha tidur jam segini. aku tau betul kalau Aisha itu orang yang paling suka begadang baca buku novel.
Aku bahkan sudah dipinjamkan sekitar 9 buku novel setiap bulannya.
Ah sudahlah, itu tidak penting.
Aku ketuk lagi pintunya.
Dan masih tidak ada jawaban.
"Aisha. aku masuk ya"
Aku pun masuk ke kamar Aisha.
Dan ternyata tidak ada orang didalam.
Saat aku sedang berkeliling mencari Aisha, aku menginjak sesuatu.
"hmm? ini kan... foto kita. tetapi kenapa ada dilantai? bingkainya pecah pula"
Saat aku meneliti foto itu, aku menyadari kalau dari tadi jendela kamar Aisha terbuka. aku pun menyadari alasan mengapa Aisha tidak ada dikamarnya.
"dia pasti pergi mencarinya. tapi inikan hujan. Bagaimana kalau dia sakit? aku harus segera beri tahu yang lain"
Setelah itu aku kembali ke ruang makan
Chung POV:
Aku mulai bosan menunggu. kemana pula Eve? Lama sekali. dia kan hanya memanggil Aisha. ah itu dia
"Aisha tidak dikamarnya"
Hah? Aisha juga pergi?!
"tapi aku menemukan ini, dan juga jendela yang terbuka di kamar Aisha"
Itukan foto kita. tapi tunggu dulu. Elsword?!
Aku langsung berdiri dan mengambil destroyer ku yang aku letakan dilantai.
"Chung. sabar. tenangkan dirimu", Eve berusaha menenangkan ku
"Bagaimana aku bisa tenang?! disaat orang-orang yang lebih berharga daripada nyawaku sendiri ada dalam bahaya!"
"Kami semua khawatir Chung! kita harus membuat rencana dahulu sebelum bertindak! Kami juga tidak mau kau kenapa-napa! karena itu bersabarlah sedikit..."
Setelah Eve berteriak begitu. semua yang ada disitu hanya bisa diam. karena jarang sekali Eve mengeluarkan suara sebanyak itu.
"t-tapi Elsword dan Aisha..."
"tenanglah Chung. kita akan menjemput mereka pulang. Semuanya bersiap-siap! kita akan mencari Elsword dan Aisha!", kata Eve yang mengajukan dirinya menjadi pemimpin sementara Elgang.
Yang lain mengangguk dan pergi ke kamar mereka masing-masing untuk mempersiapkan diri.
Aisha POV:
Elsword! sebenarnya dimana sih kamu?! aku sudah cari keseluruh penjuru kota Hamel tapi tidak menemukannya juga.
Sampai aku teringat 1 tempat dimana Elsword mengajak ku pergi.
Resiam Outskirt
Aku langsung berlari ke Resiam Outskirt tanpa peduli mana shield ku yang sedaritadi melindungi ku dari hujan hilang.
Saat aku sampai di Resiam Outskirt, aku tidak bisa percaya dengan mataku.
Normal POV: Resiam Outskirt
Tubuh tak berdaya itu tergeletak di tanah. Tanpa gerakan satu pun dan dikelilingi oleh cairan merah.
Disampingnya ada seekor singa kecil yang juga tergeletak tak berdaya.
Elsword POV:
Huh? kenapa dengan ku? tubuh ku terasa sangat berat.
Dimana aku? oh iya. Berthe...
"L...lor...dio..n"
Aku berusaha membuka mataku yang sangat berat untuk dibuka. saat aku berhasil membukanya aku melihat Lordion.
"L...Lord?"
"ELSWORD!"
huh? Seperti ada yang memanggilku. suaranya samar namun familiar.
"Elsword! bukalah matamu! kumohon! ini mimpikan?! ini mimpikan?!"
Aisha? apa yang dia lakukan disini?! bagaimana kalau Berthe datang dan menyerangnya juga?!
"A...ai...sha"
"..?!.. Elsword! Elsword! syukurlah kau masih hidup! Ayo! akan aku bawa kau pulang. jadi kuatkan dirimu!", Aisha berusaha menggendongku
"T-tidak Ais-ha... La-ri... Tinggalkan aku... Berthe akan-"
"cih. sialan kau Elsword. Karena kau, pelindung ku jadi hancur. ah tidak apalah. aku bisa membuatnya lagi. Kau memang menyebalkan seperti biasa. Tapi sudah kubilangkan. Aku sudah berubah", Berthe bangkit dari reruntuhan
Cih. bahkan Shining Rune Buster saja tidak berpengaruh banyak.
Flashback:
"bersiaplah untuk... MATI"
aku menutup mataku dan bersiap menerima konsekuensinya.
Tetapi aku tidak boleh kalah. bila aku mati, Berthe juga harus mati
Tapi bagaimana caranya?
Seketika waktu terhenti...
Aku tidak bisa bergerak.
Cakar Berthe berada tepat didepan dadaku
"Elsword. aku akan meminjamkan mu kekuatan"
"benarkah?! apa konsekuensinya?"
"waktu kita tidak banyak. Aku akan mentransfer kekuatanku kedalam dirimu. Tetapi tubuh ku akan menjadi tak berdaya. Dan kau juga akan kehabisan tenaga setelahnya karena kekuatan kita menyatu. Jadi bila kau mati, aku juga mati"
"pinjamkan aku kekuatan Lordion. meskipun kita harus mati disini, setidaknya teman-teman ku tidak. aku hidup untuk menlindungi orang-orang yang aku sayangi. karena itu, kumohon Lordion"
"baiklah kalau itu maumu"
Waktu kembali berjalan
Cakar Berthe telah menusuk dada ku.
Darah mengalir dari tubuhku
"sayang sekali Elsword. ini adalah pertemuan terakhir kita"
"heh. Yakin sekali kau. Bila aku mati. kau juga harus mati"
"apa maksudmu? sudah jelaskan kalau-"
Maafkan aku semuanya. Rena, Raven, Eve, Chung, Ara, Kakak, Add, dan Aisha.
Kalian adalah hal yang paling berharga dalam hidupku
Aku akan melakukan apapun untuk melindungi kalian!
"SHINING RUNE BUSTER"
"GIGANTIC SLASH"
aku menjentikan jari ku dengan sisa kekuatan yang aku punya.
Dibelakang Berthe, ada bayangan diriku memakai baju prajurit Velder yang mengayun pedang raksasa layaknya orang kerusupan
Dengan ledakan dari seranganku dan tebasan dari pedang Lordion, pelindung yang ada di tubuh Berthe bisa hancur.
Dan dengan tebasan dahsyat terakhir dari Lordion, sukses mengirim Berthe melayang jauh ke tembok dan terkubur dalam reruntuhan
Flashback End
"Aisha... La...ri..."
Pandangan ku kembali hitam
Normal POV
"ohh...? apa ini? sungguh menyedihkan nona Aisha. namun kau terlambat untuk menyelamatkan"
"kau..."
"hmm... apa kau ingin menyusulnya juga? baiklah kalau itu maumu", Berthe membuka mulutnya dan mengumpulkan kekuatan kegelapan di mulutnya.
"Aisha... cep..at... Lari... kalau kau mati... aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendi- Akh!", Elsword memuntuhkan darah dari mulutnya
"jangan banyak bicara! Kita akan keluar dari semua ini! percaya padaku! karena itu bertahanlah!", bentak Aisha yang kesulitan membawa Elsword
"sudah selesai?"
"!"
"Void Blast", Berthe menembakan beam dari mulutnya.
Aisha POV:
Aku harus bisa menyelamatkan Elsword apapun caranya!
Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang berharga dalam hidupku direngut lagi!
Tolong! beri aku kekuatan!
"kau ingin kekuatan?"
Waktu terhenti secara tiba-tiba
"ya. aku butuh kekuatan"
"apa yang akan kau lakukan dengan kekuatan yang akan aku berikan?"
"aku akan menggunakannya untuk melindungi orang-orang yang aku cintai!"
"kalau begitu baiklah..."
Waktu berjalan kembali.
Tepat sebelum Void Blast mengenaiku, muncul aura hitam didepan ku yang menyerap Void Blast.
Lama kelamaan aura itu berubah menjadi sesosok wanita berambut ungu yang dikuncir 2 kesamping, memiliki telinga kucing, ekor kucing, dan sayap kelelawar. memakai baju super minim kaya cabe-cabean (gada di skrip woi) berwarna ungu yang hanya menutup bagian privasi wanita saja (tobat nak penjelasannya) dan memakai topeng disekitar matanya
"kau..."
"bicaranya nanti saja"
Normal POV
kata dia dan teleport tepat didepan Berthe
"hai Berthe~ Poisonous Cloud"
seketika gas hijau mengelilingi Berthe sehingga membuatnya sulit untuk bergerak
"SIALAN!"
Berthe mengayunkan tangan yang kelihatannya berat banget karena efek gas nya ke atas dan muncul pilar es dibawah 'dia'. namun 'dia' berhasil menghindar dengan cara terbang menggunakan sayapnya karena gerakan Berthe yang lambat.
"masih belum puas? kalau begitu Phantom Breath"
'dia' menjentikan jarinya dan keluar kelelawar lonjong, atau eclipse, atau bulat, atau apalah itu yang berwarna putih dan ungu diatas Berthe yang mengeluarkan aura kegelapan yang mengurung dan menyerap mana Berthe.
"ini yang terakhir. Plasma Cutter"
'dia' menunjukkan jarinya kearah Berthe dan keliar 3 laser yang menusuk Berthe
"ARGGHHH"
Berthe pun akhirnya tumbang
"fyuh... akhirnya beres juga"
"kau..."
"hmm...? oh iya aku lupa memperkenalkan diri. namaku Voidio. aku sudah tidak sabar untuk menjadi partner mu Aisha!"
lalu Aisha pingsan
"aku rasa dia kelelahan", kata Voidio dan menggendong Aisha
namun disaat mereka lengah...
"cih sialan kalian"
Berthe yang ternyata belum mati ternyata siap mengayun cakarnya ke arah Voidio dan Aisha.
"Heavy Railgun"
Berthe terdorong kebelakang oleh peluru bazooka atau apalah itu.
Rena, Raven, Eve, Chung, Ara, Elesis, dan Add akhirnya sampai
mereka menghampiri Aisha, Voidio, dan Elsword dan Lordion yang sedang dalam kondisi kritis
"BERTHE! KAU!"
tanpa pikir panjang Chung maju
"cih. kurasa aku mundur sekarang"
kata Berthe dan menghilang ditelan kabut hitam tepat saat Chung mengayun Destroyernya
"JANGAN KABUR KAU BERTHE PENGECUT! KEMBALI KESINI KAU DASAR ANAK ANJIIIING! GAAAAAAAAHHH SIAL! SIAL! SIAL!"
teriak Chung sambil memukuli tanah basah Resiam Outskirt yang tak berdosa
"Rena, gunakan keahlian mu untuk meredam luka Elsword dan Lordion. Raven, Add bantu Rena membawa mereka ke Rumah sakit terdekat. Ara, Elesis bantu Aisha dan bawa dia ke rumah sakit. aku akan tenangkan Chung"
mereka pun berpencar untuk mengerjakan tugas masing-masing.
Eve menghampiri Chung yang masih memukuli tahan
"Chung..."
"Eve... kenapa? kenapa aku ini lemah...?"
"Chung... kau tidak lemah"
lalu Chung berdiri dan menatap Eve dengan tatapan tajam
"AKU LEMAH EVE! KALAU SAJA AKU LEBIH CEPAT DAN KUAT, AISHA DAN ELSWORD TIDAK AKAN SEPERTI INI! TAPI APA KENYATAANNYA?! ELSWORD DALAM KONDISI KRITIS SEKARANG! AKU BAHKAN TIDAK BISA MENYELAMATKAN HAMEL DAN AYAHKU DISAAT MEREKA MEMBUTUHKAN KU. TANPA KALIAN MUNGKIN AKU SUDAH MENJADI BUDAKNYA RAN. kenapa aku ini sangat lemah? aku selalu saja menjadi beban yang lain. Elsword, Aisha, Rena, Raven, Ara, Elesis, Add, dan kau selalu menolongku. aku tidak berguna. kenapa aku harus terlahir lemah seperti ini...?"
PLAK
Chung terjatuh kebelakang karena tamparan Eve
"E... Eve...?", kata Chung sambil memegang pipinya yang memar. sementara Eve hanya menatap tanah dibawahnya
"cukup... sudah cukup Chung..."
suara Eve terdengar seperti isakan
"kau tidak sendirian Chung. kau bukanlah beban bagi kami. kau sangat berarti bagi kami semua. kau tidak lemah. kau kuat. tanpamu, Elsword tidak akan pernah bisa mengembalikan El ke ruben. tanpa mu, Aisha tidak mungkin dapat mendapat kekuatan nya kembali. tanpa mu, Rena tidak bisa mengembalikan El dan menyelamatkan Elf. tanpa mu, Raven tidak akan mendapatkan kewarasannya lagi. tanpa mu, Ara tidak mungkin bisa menyelamatkan kakak nya. tanpa mu, Elesis tidak mungkin bisa bertemu dengan Elsword lagi. tanpa mu, Add mungkin masih tergila-gila pada code ku. dan tanpa mu juga, mungkin aku masih berada di dalam kapsul di Altera. karena itu jangan pernah beranggapan kalau kau itu lemah. kita akan selalu ada untukmu. kapan pun dan selamanya. kau sangat berarti bagi kami. kita ini sahabat..."
Eve mendongak dan memperlihatkan wajah putihnya yang tersenyum dan cucuran air mata yang bercampur dengan air hujan yang turun di Resiam Outskirt.
"iya kan...?"
Chung hanya bisa terdiam sambil menatap kagum Eve. karena Eve bukan tipe orang (nasod) yang emosional. dan kejadian ini jarang terjadi
"Eve..."
seketika Eve pingsan
"Eve!"
beruntung Chung berhasil menangkapnya sebelum dia menyentuh tanah
"Eve! bertahanlah!"
Chung merasakan tubuh Eve yang sangat panas
"sial dia overheat..."
Chung diam sebentar lalu tersenyum kepada dirinya sendiri
"terima kasih Eve. kau selalu ada disaat aku membutuhkan mu"
dan dia pun berlari menggendong Eve pulang ke apartemen.
Sementara itu di rumah sakit Hamel...
Aisha dan Elsword dirawat diruang yang sama.
lalu Grail (yang kutukannya sudah hilang alias jadi manusia lagi) keluar dari ruangan Aisha dan Elsword.
"bagaimana keadaan mereka berdua?!", tanya Rena khawatir
"Aisha baik-baik saja. hanya kelelahan saja. mungkin selama 3 sampai 7 hari, dia akan sadar"
"syukurlah..."
"namun..."
"?"
"karena luka yang cukup dalam Elsword..."
"Elsword kenapa Grail?!", teriak Elesis yang sudah khawatir tidak karuan.
"tak terselamatkan..."
To Be Continued
Me: Fyuh. akhirnya selesai juga. maaf lama update ya... hehe
Raven: tumben panjang
Me: inspirasi lagi ngalir
Elsword: gue mati nih?
Me: iya. dadah Elsword. besok game ini jadi Chung Online
Chung: YAY! *makan Chunky Bar*
Elsword: -_-
Me: thanks buat yang udah review :D
Chung: see ya next time!
Devi Switch Reverse
