Me: hyaahh... gomenasai kalo chapter yang lalu jadi hurt gitu. Author suka Mood Swing mendadak sih

Elsword: manusia labil...

Me: shut up dead protag

Elsword: Huwat?!

Me: on to the review~ etto... siapa ya? Add!

Add: sibuk

Me: Chung?

Chung: sibuk

Me: Raven gak mau tau

Raven: waaaaiiii?! huft... terpaksa:

Eternal Heart Rhytm: entah kenapa aku suka acak acak genre. dan begini lah hasil nya :v silahkan di baca chap 4 nya

Arrow-chan3: ( ͡° ͜ʖ ͡°)

Grim Reaper Dark: punya sih char LS tapi sudah pensi sejak... etto... 3 tahun lalu... dan sudah menghilang entah kemana char nya. btw mau syuting apa nih :3 ?

Sallzer: huehuehuehue feels dikit boleh lah. asal gak jadi Cla**ad ;-; Raven dilema? biasa. Chung dilema? baru luar biasa :3 #dijitak destroyer# tenang, feelsnya gak bakal sering-sering kok. tergaantung mood ku juga sih '-' #ditendang# salam oenyoeh '-'/

girl-chanwasback: sip. sudah lanjut ini

Me: yaudah mulai aja...

Chapter 4

suasana pagi hari di apartemen Elgang sangatlah suram. bukan karena Raven yang hanya dengan handuk dibagian bawahnya keliling apartemen karena semua brief, boxer, dan celana nya di colong Chung dan Elsword semua. tapi justru karena hanya ada 4 orang yang hadir pada pagi hari itu.

ya. sudah 3 bulan semenjak penyerangan Berthe. sejak saat itu, Elgang menjadi sangat sepi.

Chung yang terus mengunci diri dikamarnya karena depresi mendalam.

Eve yang selalu disamping Chung untuk menenagkannya.

Elesis yang tak kunjung keluar kamarnya. beruntung Ara bisa meredam sedikit kesedihannya

Aisha yang sudah sadar pun mengunci diri. dan pernah mencoba bunuh diri.

dan... kepergian sang Leader terpercaya mereka.

dan yang bisa tabah hanyalah Raven, Rena, Add, dan Ara. mereka pun masih tidak menyangka ini terjadi begitu cepat.

sekarang mereka sedang sarapan. entah kenapa masakan lezat yang biasa Rena buat setiap harinya, menjadi hambar rasanya.

Raven berdiri.

"mau kemana Raven?", tanya Rena

"latihan", balas Raven

sejak kepergian Elsword, Raven yang biasanya tiap pagi minum kopi sambil baca koran, sekarang justru rajin melatih pedangnya. padahal itu kebiasaan Elsword.

saat Raven sudah sampai di Training Field, dia langsung memulai latihannya.

dalam sekejap, dummy-dummy yang ada disitu langsung terbelah. namun tersisa beberapa dummy yang hanya terbeset saja.

sejak kepergian Elsword, konsentrasi Raven seringkali buyar saat latihan.

"cih. ini semua gara-gara kau", kata Raven dan menendang dummy yang belum terbelah itu dengan sekuat tenaga. dan dummynya hancur

"gara-gara siapa eh?"

"hah? sepertinya aku mendenger suara Elsword. ah tidak-tidak. dia sudah tiada. mana mungkin ada suaranya. aku pasti sedang digentayangin dia karena sebenernya yang nyemplungin PS Vita nya ke aquarium itu aku"

"jadi elu yang bikin PS Vita gue konslet?! padahal P4G blom tamat coeg! kampret kau!"

dan Elsword jitak Raven.

"adaw! woi ka-"

"apa lo liat-liat"

"bapak lo juara silat"

"eeq lu bulat-bulat"

"kaya kue dankin donat"

"YEEYY!", mereka hi-5

"GA ADA DI SKRIP WOIIIII", teriak Author dan lempar toa ke mereka berdua

-Rewind

"apa lo liat-liat"

"E-E-elsword..."

"wot?"

Raven meluk Elsword (BL moment. Author:NUOOOO)

"apa-apaan nih?! lepasin kampret! maho lu ven! kebanyakan nonton BL lu!"

"Elsword! masih idup lu! gue kira udah nyatu ama lumpur"

"et dah. minta di bacok"

lalu hening seketika

"yaudah. pulang dah yok. yang lain pada srtress gara-gara lu mati"

"yo dah", dan mereka pun pulang.

"oh ya. btw sisingaan lu kemana?"

"Lordion? nih", Elsword ngelirik telur yang dari tadi di tangannya.

"sejak kapan ada disitu?"

"situ tuna netra apa buta? perasaan dari tadi disini"

"ah ini pasti gara-gara penyakit siput gila"

"BUDAYAKAN MEMBACA DAN MENGHAFAL NASKAH! DASAR BURUNG BER'BURUNG'", kata Author lempar pentungan satpam ke Raven

-Rewind

"ah. sejak kau pergi, konsentrasi ku seringkali buyar. yang lain juga begitu"

"seburuk itu kah?"

"ya begitulah. oh iya. bagaimana caranya kau bisa hidup?"

"oh itu. Lordion memberikan setangah jiwa nya kepada ku. jadi aku bisa hidup lagi"

"bisa lebih spesifik?"

"hmmm... jadi begini..."

-setelah penjelasan yang di lebay-lebaykan

"oh. jadi intinya. kau diberikan kesempatan kedua oleh Lordion untuk hidup. tapi Lordion menjadi telur lagi. dan saat dia terbangun, kalian menjadi 1. dengan kata lain, bila Lordio mati, kau mati. bila kau mati, Lordion mati. begitu kah?"

"yep. oh iya. itu mengingatkanku. bagaimana dengan Aisha?!", tanya Elsword dan menarik kerah Raven

"wow. sante bung. Aisha masih perawan kok"

"keadaannya", Elsword mendeath-glare Raven

"yah gimana yah... sejak kau pergi. yang lain jadi stress. dan Aisha senpat hampir bunuh diri"

"seburuk itu?! kalo gitu kita harus cepet pulang", kata Elsword

"yaudah yok cepetan ke apartemen. kasian Elesis, ama Aisha dari 2 hari lalu gak mau makan"

-Elgang's Residence

"huft. sekarang Raven belom pulang juga. biasa dia latihan cuma sampai jam 10. sekarang sudah jam 12. kemana dia?!", Rena mulai khawatir

"tenang Ren. jangan berpikiran negatif dulu", kata Eve yang baru turun dari kamar Chung

"aku pulang"

"ah itu dia"

"oi Raven! dari ma-"

hening seketika

"yo"

"HANTUUUUUUUUUU!", teriak Rena dan Ara dan mereka langsung sembunyi di belakang pot bunga

"Elsword maafkan aku! maafkan aku kalau selama ini suka ngomelin kamu sama Aisha! tapi jangan gentayangin akuuu!"

"Elsword aku kan gak punya salah sama kamu! ya oke aku minta maaf kalo sebenernya yang ngerobek syal favoritmu itu aku! tapi plis jangan gentayangin aku! HUEEEEEE"

"oi. ini Elsword asli", kata Add

"hah?"

"nih liat"

Eve nampar Elsword

"AW! MAKSUDNYA APA COBA?!"

"oh iya beneran!", kata Ara dan nampar Elsword juga

"ADAW! W-"

Rena nampar Elsword juga.

"STOOOPPPPP! GUE NIH BARU PULANG! SAMBUT KEK, APA KEK, MALAH DIGAMPARIN", teriak Elsword yang udah memar sebelah

"maaf-maaf"

"ah... yang lain mana?"

"dikamarnya masing-masing. kalo gitu, aku ke kamar Chung dulu", kata Eve

"thanks"

Elsword naik ke lantai 2 dan pergi ke kamarnya untuk menaruh telur Lordion

"oke. siapa duluan ya...? ah. kakak dulu saja"

Elsword masuk ke kamar Elesis

"kak..."

"kenapa bukan aku saja *hiks* kenapa Elsword? *hiks* apa tidak cukup ke dua orang tua kita? *hiks* tidak ada artinya lagi hidup ini *hiks*"

Elesis sedang menangis dibantalnya sambil melihat foto keluarganya

"kak..."

"kalau saja aku bisa menggantikannya *hiks* dia masih kecil *hiks* perjalanannya masih panjang *hiks*"

"kak... aku pulang..."

"bahkan sekarang aku bisa mendengar suaranya *hiks* mengapa dia terasa begitu dekat *hiks*"

"kak... aku disini"

Elesis menengok kearah pintu

"Els *hiks* word...?"

"yep! aku pulang", kata Elsword dan mengeluarkan senyuman khas nya yang selalu membuat Elesis menjitaknya

"ELSWORD!"

Elesis langsung memeluk adik tercinta (asek). sampai hampir mati

"ugh... kak... aku sesak... aku baru kembali... jangan buat aku mati lagi..."

"h-habisnya... *hiks*"

"sudah-sudah. aku kan sudah kembali. kakak jangan murung lagi ya? ayo semangat! besok kita sparring!"

"ya!"

setelah momen yang terasa seperti 100 tahun bagi mereka, akhirnya mereka melepas pelukannya.

"kalo gitu, aku ke kamar Chung dulu ya kak. dia belum tau kalau aku sudah kembali"

"oke"

Elsword pun ke kamar Chung

saat Elsword masuk, didapatinya kamar Chung yang seperti kapal pecah. tapi untungnya telurnya aman di dalam sebuah lemari kaca. sepertinya Eve mengamankannya dari amukan Chung

"Eve..."

"sudah Chung. tabahkan hatimu"

"tidak bisa Eve... aku sudah mencobanya... tapi tetap saja tidak bisa"

"aku tau ini sulit tapi...-"

"aku pulang Chung! bagaimana telur mu?"

"Eve? itu suara Elsword? apa dia menghantuiku?!", kata Chung sambil memegang kepalanya

"tidak Chung"

"lalu?!"

"dia disitu"

kata Eve menunjuk ke arah pintu. dan disitu terdapat Elsword yang sedang melambai-lambaikan tangannya tanpa dosa

"Elsword... kau..."

"ehehehe..."

"Brutal Swing"

"GYAHAAAAAA!"

"Chung. tenang kan dirimu. sabar-sabar. istigfar! lagi lebaran!"

"oh iya. astagfirullah. minal aidzin Els", kata Chung nyodorin tangannya

"oh! iya.", kata Elsword nerima tangan Chung

"minal aidzin semuanya!"

seketika Elgang dan semua NPC ramein kamar Chung

"maafin gue ya Lack! kalo gue suka motong kaki luw"

"ya maafin gue juga Dan. kalo gue suka nonjok luw ampe mental"

"maafin aku ya Noah. kalo aku sering jahilin kamu"

"ah gapapa kok. aku juga minta maaf kalo aku suka ngomelin kamu Speka"

"coeg! maapin gue coeg udah ngebunuh calon bini ama tentara lu Ven!"

"ah elah elu lagi elu lagi. bosen gue. iyedah gue maapin dah Lex"

"makasih ya Rena udah jagain Raven! mohon maaf lahir dan batin ya!"

"sama-sama Seris!"

"ah maapin ane ya Banthus udah ngebunuh situ 837629736838 kali"

"ah aku rapopo Els. toh ada honornya dari developer"

"Elsword! Elesis! kakek mau minta maap nih ama kalian kalo kakek udah buat kalian hidup susah gara-gara jadi turunan kakek"

"ah kita seneng kok hidup gini Sieg ojii-san! ya kan Els?"

"yep!"

"ah Hellput! ane minta maap nih kalo udah ngerebut tahta ama kerajaan sampean"

"ah gapapa kok. kan sekarang udah balik. minta maaf sama adikmu sama Ran"

"ah! Ara! Onii-san minta maaf udah bikin kamu kecewa"

"iya aku maafin kok! yang penting semua kembali normal sekaarang!"

"normal ndas mu"

kata Author dan semua nengok ke Author

Author jentikin jari dan keluar blackhole

"UWAAAAHHHH"

"MAMAAAAAA!"

"GYAAAAA!"

"KYAAA! ROK KU! ELS BAKA! JANGAN NGINTIP!"

"AKUUU TIDAK MENYESAAAAAAALLLL!"

"MENYEBALKAAAAAAAANN!"

"HIDEYOSHIIIIIIII(?)"

"MBEEEEEEE!(?!)"

"tawuh(?)"

~Please wait a minute~

.

.

.

.

.

.

.

"Brutal Swing"

"GYAHAAAA!"

"Chung tenangkan dirimu! dia baru saja kembali!", kata Eve berusaha menenangkan Chung yang mengamuk

Chung mendekati Elsword

"ahahaha... tenang Chung... tenang... aku pantas menerima yang tadi. tapi aku tidak yakin untuk yang kedua..."

bukannya pukulan, justru pelukan yang mendarat di tubuh Elsword

"Chung?"

"kau tidak tahu bagaimana rasanya... kehilangan seorang sahabat..."

"...maafkan aku... aku janji tidak akan terulang..."

"janji?"

"seorang lelaki sejati akan memegang kata-katanya... betul kan?"

"ehehe... ya kau benar!"

mereka pun melepas pelukannya.

"kalo gitu, aku permisi dulu", kata Els dan keluar dari kamar Chung.

didepan pintu kamar Aisha

"oke... ini dia..."

Elsword membuka pintunya secara perlahan

Aisha sedang duduk di meja belajarnya sambil terus melihat foto Elgang

"Elsword... ini terlalu cepat... mengapa kau harus pergi meninggalkanku disaat aku sangat menginginkanmu?"

Elsword berjalan secara diam-diam kebelakang Aisha

"aku lebih baik mati kalau begini jadinya..."

Elsword memeluk Aisha

"bila kau mati, aku yang akan kesepian..."

mata Aisha melebar, dia tau persis sentuhan seperti ini milik siapa. karena hanya ada 1 orang yang memilikinya.

"El...sword?"

"aku kembali Aisha... karena itu, jangan bersedih lagi... Aisha yang pendiam bukanlah Aisha yang kukenal"

Aisha memberanikan diri membalikan badannya.

"Els-"

bibir mereka pun bertemu.

inilah yang Aisha inginkan. kehangatan yang sangat ia rindukan.

sentuhan yang sangat ingin ia genggam dan tak ingin dilepaskan.

tanpa sadar Aisha menitikan air mata. namun air matanya di usap oleh ibu jari Elsword.

mereka pun melepas ciuman mereka untuk mendapatkan udara

"sudah ya. jangan menangis lagi. aku kan sudah kembali. Aisha yang kukenal biasanya akan memukulku dengan tongkat sihirnya saat aku masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu"

Aisha memukul kepala Elsword

"aw!"

"Els baka..."

mereka pun tertawa tanpa kejelasan(?)

Aisha memeluk Elsword lagi

"tadaima. Aisha"

"okaeri. Elsword"

"ano..."

kepala Ara mengintip masuk dari pintu

sontak Elsword dan Aisha melepas pelukan mereka dan nge-blush sendiri-sendiri.

"etto... apa aku mengganggu?"

"ng-ng-nggak sama sekali kok!"

"ah kalau gitu ayo turun. pesta kembalinya Elsword akan segera dimulai!"

"yang bener?! cepet banget persiapannya!"

"kan kita dipinjemin 'The Power of Author'"

mereka bertiga nengok ke Author. dan Ara senyum-senyum gaje.

Author lempar kapur ke Ara

"kya!"

"dah sana turun. hush hush"

Author 'ngusir' mereka bertiga.

-Elgang's Apartement: Living Room

"lama amat Ara. padahal cuma diminta panggilin Elsword sama Aisha aja", kata Chung

"kesandung tangga paling dia", kata Add

"hush. jangan nyumpahin gitu! nanti beneran loh!", kata Rena

"Kyaaa! *DUAGH*", Ara jatoh dari tangga

"see? i told you", kata Add dan langsung menghampiri Ara.

"Ara daijoubu?", kata Add ngulurin tangannya

"ahh... aku gapapa... cuma dunia kayaknya agak sedikit miring", kata Ara dengan mata mirim googlesnya Joaquin

"sigh... kau ini", kata Add ngangkat Ara bridal style

"e-e-eh?! a-a-aku gapapa kok! aku bisa jalan sendiri!", Ara ngeblush

"tapi tadi kau bilang dunianya miring"

"itukan tadi! sekarang sudah tidak!"

"tapi mukamu malah merah begitu. jangan-jangan malah makin parah"

"Aaaaaddd! Turunkan aku!"

"sigh... fine. tapi kalo pusing lagi bilang ya?", kata Add nurunin Ara.

"iya...", bales Ara yang bisa tenang

yang lain cuma bisa nonton kelakuan dua sejoli ini.

"*munch* *munch* *munch*... mau?", kata Raven nyodorin popcorn ke Chung.

"ah... tha-"

"RAVENNN! POPCORN GUE!", teriak Elesis dari dapur

"sori Chung! gue baru inget ada sparring ama Edan. Jaaa!", kata Raven dan ngacir.

"MATEEEE KORAAA! RAVEEEENN!", Elesis ikut ngacir sambil ngayunin Claymore nya.

Rena cuma bisa ketawa awkward.

"Eveeeyy!", Aisha meluk Eve tanpa kejelasan.

"apa?"

"abis pesta shopping yuk!"

"hmm... kalau dipikir-pikir, kita udah lama gak shopping. oke"

"yay! thanks Eveey!"

Elsword senang melihat teman-temannya berbahagia, sama seperti dulu. tidak ada yang berubah. namun masih ada yang mengganjal di dalam pikirannya. penyerangan Berthe bukanlah sekedar penyerangan biasa. dia bilang dia akan kembali. dan itulah yang Elsword khawatirkan. semoga saja hal buruk tidak akan terulang lagi...

To Be Continued

Me: akhirnya bisa update juga.

Elsword: ga jadi ganti game kan?

Me: gak. Chung, turun dari sana

Chung: awww... *turun dari tahta MC*

Me: mungkin ini agak terlambat tapi...

All: minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin

Me: till we meet again...