Mental Breakdown
By D2L
Rate T
Genre : Suspense / Romance
Sumarry : Mereka sama-sama menelan pil pahit yang dihasikan oleh dunia kejam ini. Satunya seorang pengusaha kaya yang bernama Cho Kyuhyun yang ternyata menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang psikopat dan seorang pecandu narkoba, Lee Sungmin yang memegang kunci kendali akan Kyuhyun. Dialah satu-satunya yang bisa membuat Kyuhyun tidak berubah menjadi monster pembunuh. /SEQUEL OF NUMBER ONE/
.
.
.
This is my hearth
.
.
.
Flashback On
Mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi. Tidak ada seorangpun yang tidak menyetujui ketika mereka menjadi sepasang kekasih karena memang mereka itu sangat sempurna dan saling melengkapi. Nama mereka adalah Cho Kyuhyun dan juga Lee Hyunmin, tapi mereka bukan lagi pasangan serasi dan dianggungkan setelah kejadian itu.
"Aku sudah katakan padamu untuk berhenti berhubungan dengan perempuan itu!" teriak sang appa.
Kyuhyun menggertakkan giginya. "Kau dulu selalu memanggil namanya. Perempuan yang kau sebut itu punya nama dan itu adalah Lee Hyunmin. Apakah kau terlalu gengsi untuk menyebutkan namanya lagi, hah?"
"Pokoknya kau harus berhenti berhubungan dengan perempuan itu lagi apapun yang terjadi. Aku tidak sudi anak laki-lakiku harus menikah dengan seorang miskin seperti dia," lanjut sang appa.
"Kau melakukan semua ini karena perusahaan milik Hyunmin bangkrut, kan? Bagaimana dengan janji yang kau ucapkan dulu? Kau bilang akan terus mendukung hubunganku dengan Hyumin apapun yang terjadi." Sekali lagi Kyuhyun berbicara dengan nada yang keras.
"Itu adalah kondisi dimana perempuan itu masih sederajat dengan kita. Lihat lah sekarang. Dia bahkan berada jauh di bawah, selevel dengan para rakyat jelata yang menjijikan itu. Kau tidak pantas mengotori dirimu hanya untuk satu perempuan seperti itu. Aku sudah mempunyai banyak calon penggantinya. Kau bisa mulai untuk mengencani mereka dan mencari yang cocok untuk lagi. Apa itu sulit?"
Kyuhyun tidak habis pikir akan apa yang dilakukan oleh appanya. Semua ini benar-benar kelewatan.
"Sepertinya tidak ada gunanya lagi aku berbicara dengan dirimu." Kyuhyun menatap tajam ke arah appanya dan dia segera pergi dari ruangan itu dengan tidak sopan.
"Dasar anak tidak tahu diuntung. Aku akan membuat perhitungan padamu jika kau tidak menuruti apa yang aku mau." Seringai mengerikan itu rupanya diturunkan dari laki-laki tua ini.
Kyuhyun menghelah napas sesaatnya berada di luar. Dia tidak menyangka appanya akan tega melakukan hal seperti itu. Dia hendak untuk keluar dari rumah ini dan segera menemui Hyunmin karena hanya gadis itulah yang bisa menenangkannya sekarang.
Saat Kyuhyun hendak keluar dari gerbang rumah miliknya, dia dihadang oleh para bodyguard appanya.
"Maaf, tapi kami diperintahkan oleh Tuan besar untuk tidak membiarkan Anda keluar dari sini Tuan muda."
Kyuhyun menggertakkan giginya ketika mendengar perkataan salah satu bodyguard itu."Jangan halangi aku!"
Dan dia mulai memukul para bodyguard-bodyguard yang terus saja datang untuk menghalanginya pergi.
Untung saja Kyuhyun pernah berlatih bela diri sehingga dia bisa menang melawan para bodyguard itu. Ketika sudah menumpas mereka, Kyuhyun segera berlari ke arah pintu gerbang dan membukanya. dengan sekuat tenaga dia berlari menjauh dari rumahnya. ketika sudah cukup jauh dan berada di jalan yang cukup ramai, Kyuhyun menghentikan salah satu taksi yang lewat dan segera masuk ke dalamnya.
Tanpa membuang waktu Kyuhyun langsung mengucapkan alamat baru tempat Hyumin tinggal sekarang. dia berharap dia bisa cepat sampai di sana karena sungguh dia betul-betul ingin diperluk oleh pelukan hangat dari kekasihnya itu.
….
Di sisi lain ada yang tidak senang dengan aksi kabur Kyuhyun. Siapa lagi jika bukan appanya?
Dari ruangannya dia memperhatikan layar komputernya yang menampakkan rekaman CCTV sesaat sebelum Kyuhyun kabur. Dia menghantam mejanya dengan sangat keras.
"Kau akan kubuat menyesal dengan tindakanmu ini, Cho Kyuhyun. Kau akan menyesal karena sudah berani menantangku."
….
Gadis cantik itu terkaget saat melihat pacarnya yang kini berada di depan rumahnya yang tampak sangat kelelehan entah karena apa alasannya.
"Apa yang terjadi denganmu? Kau tidak apa-apa?" tanya gadis itu dengan nada khawatir.
Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya. "Aku tidak apa-apa. Kau tidak mempersilahkanku untuk masuk?"
Alih-alih membalas pertanyaan Kyuhyun, Hyumin malah menanyakan sesuatu yang lainnya. "Apa tidak masalah kau ada di sini? Aku yakin appamu tidak akan senang. Sebaiknya kau pulang saja."
"Aku tidak mau." Raut wajah Kyuhyun menjadi dingin saat mendengar masalah itu diungkit-ungkit lagi.
"Tolong jangan mengungkit-ungkit hal itu sekarang." Mendengar itu Hyumin hanya bisa menurutinya dan mempersilahkan Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya.
"Kemana orang tuamu?" tanya Kyuhyun berusaha mencairkan suasana.
"Mereka sedang bekerja."
"Ooo." Dan Kyuhyun hanya sanggup menjawab singkat. Membuat Hyunmin membicarakan orang tuanya sama saja membuka kenyataan pahit mereka sekali lagi.
Hyunmin membawa mereka ke ruang tamunya yang sangat sederhana dan juga sempit. Hanya ada meja kayu kecil dengan tatami kasar sebagai alas duduk. Hyunmin mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk di sana terlebih dahulu sementara dirinya berjalan ke dapur untuk membuat segelas teh untuk Kyuhyun. Setelah selesai dia membawakan
"Kau salah karena sudah jatuh cinta padaku, Kyu. Sejak awal aku sudah mengatakannya, kan," ucap Hyunmin tegas.
"Dimana letak kesalahannya? Kesalahan itu baru saja muncul ketika perusahaanmu tiba-tiba saja bangkrut karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," balas Kyuhyun.
"Tidak. Semua itu tidak sepenuhnya benar. Apa yang kau pikirkan itu jauh dari kenyataan yang ada. jelas walaupun kau sudah mengenalku cukup lama tapi kau belum tahu sebenarnya diriku siapa dan juga keluargaku. Bukan alasan simpel yang membuat kami kini terpuruk seperti ini. Ada arti mendalam yang tidak akan pernah kau bisa definisikan," jelas Hyunmin.
Tiba-tiba saja Hyunmin berdiri dan menatap Kyuhyun dengan tajam. "Aku berharap kau sekarang pulang, Cho Kyuhyun. Tidak aman bagimu untuk berada di sini. Ini peringatan sekaligus nasehat untukmu."
"Apa maksudmu?" tanya Kyuhyun kali ini dengan nada dingin.
"Sebaiknya kau pulang. Aku mohon sebaiknya kau pulang saja. Tidak bisakah kau mengabulkan permintaanku yang terakhir ini?" ucap Hyunmin dengan wajah yang benar-benar memelas. Dia bahkan terlihat menyedihkan untuk terus memohon terhadap Kyuhyun.
Akhirnya Kyuhyun menyanggupinya. "Tapi kau harus berjanji bahwa kau akan tetap baik-baik saja dan sehat walaupun keadaanmu sepeti ini. Suatu saat aku akan membantumu dan kita akan hidup bahagia."
Hyunmin tidak berkata apa-apa dia hanya memandang punggung Kyuhyun yang semakin lama menjauh darinya dan menghilang dari pandangan matanya."Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa menepati janji itu." Hyumin menyinggung sebuah senyuman miris. Raut wajahnya benar-benar merasa letih akan sesuatu.
Tiba-tiba saja Hyumin merasakan ada yang aneh. Rumah kecil ini seperti tidak hanya dirinya sendiri yang ada di dalam. Dalam sekejap orang-orang asing nan jahat berpakian hitam muncul dari seluruh penjuru rumahnya dan menahan dirinya serta mengikat kedua tangannya. Dari tengah-tengah orang-orang berpakaian hitam itu muncul seorang laki-laki paruh bayah yang sangat penuh dengan aura berkuasa.
Apa yang dia takutkan sudah datang. Berdiri di depannya seorang laki-laki paruh bayah yang menatapnya dengan seringai kemenangan.
"Aku sudah membereskan orang tuamu. Sekarang adalah giliranmu. Kalian bertiga sudah bersalah karena menganggu bisnis ilegalku. Gara-gara kalian underground bukan lagi aku yang menjadi bosnya. Kau yang terakhir akan kusingkirkan dan akan kubuat sangat menderita," ucap laki-laki itu dengan suara mengerikan.
Setelah itu yang Hyumin rasakan terakhir kali adalah tengkuknya yang dipukul dengan sangat keras sampai dia kehilangan kesadarannya "Tidak akan ada yang merasa kehilangan, kan? Dia hanya rakyat jelata yang sudah tidak dipedulikan. Dia matipun tidak akan ada yang tahu bahkan merindukannya."
"Bawa dia sekarang." Orang-orang berpakian hitam itu mulai membopong hyumin keluar dari rumah itu dan memasukkannya ke dalam mobil van hitam.
Laki-laki paruh bayah itu beranjak keluar dari rumah kumuh tersebut masuk ke dalam mobil hitamnya. Diluar sudah menunggu seketarisnya yang siap membukakan pintu mobil untuk laki-laki paruh bayah itu. Parasnya sangat tampan. Benar-benar seorang laki-laki dengan wajah yang akan dipuja oleh siapa saja. Ketika atasannya sudah masuk, dia menyeringai ke arah mobil van hitam yang sudah berangkat terlebih dahulu membawa Hyunmin yang diculik dan mungkin sebentar lagi akan dibunuh.
"Lihat saja. Setelah ini yang akan kau lihat hanyalah penderitaan yang pernah kau berikan padaku," ucap laki-laki muda itu dengan sebuah seringai. Dia kemudian segera masuk ke dalam mobil mewah tersebut dan mengendarainya mengikuti tempat Hyumin disekap.
Di sisi lain, laki-laki yang baru saja keluar dari rumah Hyunmin tanpa mengetahui semua kejadian itu harus dikagetkan dengan berita bahwa Hyunmin dari temannya yang seorang informan handal.
"Mereka mencuri Hyunmin! Tidak bisakah kau segera mencarinya lewat koneksimu?" ucap Kyuhyun dalam keadaan panik.
"Tunggu sebentar. Aku akan segera melacaknya," ucap informan itu, Hyukjae dalam sebuah sambungan telepon.
"Aku sudah menemukannnya. Aku akan mengirimkan datanya ke handphonemu sekarang." Mendengar itu Kyuhyun langsung mematikan sambungannya terhadap Hyukjae. Di hanpdhonenya sudah masuk data GPS keberadaan Hyunmin saat ini. Tanpa berpikir panjang Kyuhyun segera bergegas ke sana.
Kyuhyun benar-benar cepat sampai di sana setelah mengebut tanpa mempedulikan bahwa dirinya akan ditangkap atau mengalami kecelakaan. Priotritas utamanya sekarang adalah keselamatan Hyunmin. Sesampainya di sana Kyuhyun langsung turun dari mobil miliknya. Dia sudah menelpon polisi, tapi mereka terlalu lama untuk saat ini, jadi Kyuhyun langsung turun tangan sekaligus berusaha untuk mengulur waktu. Dia langsung berlari ke arah pintu gudang dan mendobraknya dengan paksa dan betapa kagetnya dirinya melihat apa yang ada di sana.
"Aku tidak menyangka kau akan berada di sini anakku." Suara itu adalah suara ayahnya. Berdiri bersama dengan orang-orang yang tampak seperti kriminal dengan senjata-senjata mereka.
"Bagus sekali kau ada di sini. Akan kutunjukkan pengkhianat yang hampir membuat perusahaan kita bangkrut, tapi aku berhasil membuat dirinyalah yang sekarang tidak punya uang. Kekasih yang tidak kurestui karena dia adalah ular berbisa dan kini dia akan mati karena sudah berani-beraninya melawan kita sebagai keluarga Cho," ucap ayahnya.
Para orang-orang berpakian hitam itu mulai menyingkir satu sama lain. Kyuhyun bisa melihat Hyunmin yang terduduk dan terikat di sebuah kursi. Perempuan itu masih juga belum bisa mendapatkan kesadarannya.
"Kita akan segera menghabisi musuh kita." Salah seorang dari kriminal yang ada menodongkan pistolnya ke arah kepala Hyunmin.
"TIDAK! Berhenti appa! Aku mohon!" seru Kyuhyun.
"Dia adalah saingan kita. Suatu saat kau akan berterima kasih padaku karena sudah menghilangkannya. Kau suatu saat akan tahu semua keburukan yang disembunyikannya."
DOORR
Suara tembakan bergema di gudang tersebut. Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia terjatuh berlutut dan masih tidak percaya memandang Hyunmin yang kepalanya sudah tertembak dan mengeluarkan darah. Ayahnya tanpa berucap apapun bergergas meninggalkan anaknya ketika terdengar suara sirine polisi yang semakin dekat ke sini, semuanya sudah keluar dari sana, tapi ada seorang yang belum. Seketaris appanya, Choi Siwon. Kyuhyun dengan perlahan menatap ke arah Siwon berdiri saat ini.
"Kenapa kau bisa ada di sini?" Kyuhyun benar-benar heran kenapa salah satu sahabatnya bisa berada di sini.
Siwon menyinggung sebuah seringai yang tidak pernah dilihat oleh Kyuhyun."Karena akulah yang membuat semua skenario ini. Akulah yang menghasut ayahmu untuk turut dalam rencana pembunuhan yang telah kulakukan dan semua ini berjalan sangat sempurna, kan? Aku benar-benar puas akan hasil yang selama ini sudah lama kunantikan."
Mata Kyuhyun membulat. Amarahnya semakin membuncah.
"Aku sekali lagi menang. Aku menang dan kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Kau akan selalu berada di bawah bayanganku dan aku akan selalu merebut kebahagianmu." Siwon perlahan mulai berjalan keluar dari gudang tersebut.
"Aku akan membunuhmu! Aku bersumpah akan membunuhmu!" seru Kyuhyun.
"Oh, aku sangat menanti hal itu untuk terjadi,"
Flashback Off
.
.
.
"Kau sudah tahu, kan sekarang? Sebaiknya kau mundur selagi kau bisa. Menjauh dari Kyuhyun sejauh yang kau bisa atau bahaya yang tidak pernah kau bayangkan akan kau dapati," ucap Eunhyuk.
Sungmin hanya tersenyum mendengar peringatan Eunhyuk yang diberikan padanya. "Walaupun sudah mengetahui kebenarannya, tapi aku menolak. Dia sudah banyak menolongku. Sudah banyak waktu yang dia luangkan untuk berbagai kenyataan pahit yang kumiliki. Apa aku tidak cukup memiliki hati untuk kini membalas budi padanya? Sekarang dia hanya punya aku seorang. Hanya aku yang bisa dia jadikan tempat bertumpu, tempat berbagi cerita dan alasan untuk hidup. Kenapa aku harus menghianatinya hanya karena dirinya yang negatif? Aku tidak mungkin melakukannya apalagi ketika aku sendiri sudah mulai membuka hati padanya. Menjauh darinya sama saja dengan aku membunuh diriku sendiri, membunuh harapan baruku untuk terus hidup di dunia ini."
Eunhyuk tampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan Sungmin."Kau akan menyesal akan pilihanmu."
"Ya, kau benar, tapi aku akan berusaha untuk tidak menyesalinya baik sekarang maupun untuk ke depannya," ucap Sungmin sekali lagi dengan sebuah senyuman manis.
"Bahkan ketika kau tahu dia seorang psikopat? Kau tahu setelah kejadian itu dia mencari semua kriminal-kriminal yang terlibat atas kasus tersebut dan dia membunuh mereka semua dalam sekejap dengan kedua tangannya. Kau masih mau berada di samping orang gila seperti dirinya?" Sekali lagi Eunhyuk menekankan.
Sungmin menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut. "Apapun itu aku akan tetap berada di sampingnya. Aku sudah membulatkan tekatku. Terima kasih sudah prihatin dan berusaha untuk menasehatiku."
"Kau sama keras kepalanya dengan Kyuhyun. Sepertinya aku sama sekali tidak bisa merubah apa yang kau pikirkan," ucap Eunhyuk.
"Selain itu aku harus memperingatimu satu hal lagi," lanjut Eunhyuk.
"Apa itu?"
"Kau harus berhati-hati pada orang yang mengejar Hyumin. Kemungkinan besar dia akan mengejarmu juga untuk kembali membuat Kyuhyun menderita dan merasa terpuruk," ucap Eunhyuk.
"Selamat malam, Lee Sungmin," ucapnya sebelum dia keluar dari ruangan itu.
"Selamat malam juga, Hyukjae-ssi." Aneh sekali Sungmin bisa mengetahui nama dari laki-laki itu padahal tidak seorangpun yang pernah memberitahunya. Mungkin si laki-laki akan kebingungan jika saja dia masih ada di sana dan mendengarkannya.
"Kau salah. Terlalu banyak alasan untuk membuatku untuk menjauhinya, tapi ada alasan kenapa aku sampai mati-matian tetap bersamanya, sayangnya aku masih belum bisa mengatakannya pada siapapun sekarang."
"Orang yang kau curigai itu tidak lain adalah aku, Lee Hyukjae."
.
.
.
Ruang kamar ini mulai terasa familiar untuknya. Angin sejuk dari jendela yang ada di dekatnya sedikit menghiburnya dari kesepian ini.
Apa yang terjadai pada dirinya yang tidak sabaran ini? Akhir-akhir ini dia bahkan tidak protes saat Kyuhyun menguncinya di dalam ruangan ini dan dia akan menunggu lama kepulangan laki-laki itu dari kantor miliknya. Dia tidak protes keras lagi pada Kyuhyun ketika Kyuhyun menguncinya di dalam kamar ini dan merengut kebebasan darinya.
Sial. Sungmin sudah mulai jatuh cinta dengan laki-laki gila itu dan mulai terbuai dengan kekangan yang diberikan laki-laki gila yang bernama Cho Kyuhyun itu. Benarkah? Salah. Dia terlalu senang dengan rencana yang sudah lama disusunnya akan menjadi kenyataan.
.
.
.
Saat ini Kyuhyun sedang berada di lunch room dari perusahaan miliknya. Sejenak dia ingin beristirahat dari segala kepenatanannya. Di sela-sela dirinya menikmati kopi hitam miliknya dia menatap layar handphonenya yang terpasang foto milik Sungmin. Dia tersenyum sekilas mengingat wajah laki-laki manis itu.
"Rupanya kau sudah menemukan sesuatu yang berharga lagi untukmu, hah?" Tubuh Kyuhyun langsung menegang saat mendengar suara itu tepat berada di belakangnya. Tangannya terkepal dan wajah bahagianya itu langsung berubah menjadi wajah datar. Terselip rasa marah yang berusaha untuk dibendungnya.
"Kenapa? Kau iri denganku karena belum bisa menemukan yang baru lagi?" tanya Kyuhyun sinis. Dia masih berdiri membelakangi orang itu. Mendengar suaranya saja sudah membuat Kyuhyun jijik. Apalagi melihat wajah dari orang bangsat itu.
"Selamanya dia tidak akan aman. Kau perlu ingat jika siapapun yang ada di sampingmu akan selalu mati. Kau tidak akan pernah mendapat pendamping hidup yang kau mimpi-mimpikan itu dan aku yang memastikan agar itu akan terus berlangsung seumur hidup sampai aku mati."
Kyuhyun sudah tidak tahan lagi dengan orang itu. Amarahnya tidak bisa dibendung. Di tangan kanannya sudah terdapat sebilah pisau yang tajam. Dia berbalik untuk segera menghampiri orang itu dan menikamnya, tapi sayangnya orang itu lebih cepat bergerak. Dia sudah tidak ada di sini lagi. Kyuhyun jadi panik dibuatnya. Kyuhyun segera memasukkan kembali pisau itu ke balik jas hitam miliknya. Dia segera berlari keluar dari ruang kantornya dengan sangat tergesa-gesa. Karyawan-karyawannya melihatnya dengan tatapan bingung, tapi tidak seorangpun yang berani protes.
Kini Kyuhyun sudah berada di tempat parkir. Dengan kasar Kyuhyun menutup pintu mobilnya dan segera menjalankan mesin mobil itu. Dia segera membalap mobilnya, tidak peduli akan lampu merah yang sudah dilanggarnya beberapa kali dan herannya tidak satupun dari polisi yang mengejar mobilnya.
Tidak menunggu lama Kyuhyun sampai di kawasan apartemen miliknya. Dia segera masuk ke dalam lift dan menunggu dengan tidak tenang di dalam lift itu. Akhirnya terdengar nada 'ting' yang membuatnya sedikit rileks. Dirinya kembali lagi berlari untuk menuju pintu depan apartemen miliknya. Segera diambilnya kartu untuk membuka pintu apartemennya.
Sungmin rupanya ada di ruang tamu dan terkaget dengan Kyuhyun yang pulang lebih cepat dari biasanya dan juga kelihatan ketakutan.
Kyuhyun yang baru saja datang langsung berkata,"Kita pergi sekarang."
Tentunya Sungmin harus bingung dibuatnya. "Kenapa?" Sungmin bertanya dengan nada lembut, tapi sayangnya otak Kyuhyun sudah cukup panik untuk mencernanya.
"Aku bilang kita pergi sekarang!"Kali ini dengan nada keras Kyuhyun mengucapkannya. Benar-benar membuat Sungmin merasa takut dan tidak berani untuk berkata apa-apa lagi.
Kyuhyun langsung mengenggam tangan Sungmin dan menyeretnya.
Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Kyuhyun langsung membawa mobilnya menjauh dari kawasan apartemen miliknya. Di tengah perjalanan dirinya memikirkan kemana dia akan membawa Sungmin yang tentunya Siwon tidak akan bisa menjangkau anak itu lagi. Sama seperti yang dilakukannya pada Hyunmin. Pembunuh kejam yang berotak licik. Kyuhyun menggertakkan gigi ketika mengingat masa lalu yang kelam itu.
Lampu merah itu sudah berubah menjadi lampu hijau dan Kyuhyun langsung menancap gas. Kyuhyun sudah memikirkan kemana dia akan membawa Sungmin, tapi di tengah jalan raya yang sepi tiba-tiba saja ada sebuah mobil hitam yang mengikuti mereka dari belakang. Kap atap mobil hitam itu terbuka dan memperlihatkan seorang laki-laki dengan wajah yang tertutup topeng. laki-laki itu memegang sebuah sniper yang jelas-jelas di arahkan ke arah mobil Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat hal tersebut dari kaca spionnya semakin menancap gas mobilnya. Sungmin yang ada di sampingnya juga menampilkan wajah yang sangat ketakutan untuk saat ini.
Tembakan demi tembakan tertuju ke arah mobil Kyuhyun sampai-sampai kaca belakang mobil tersebut sudah pecah dan kini terus menyerang masuk mereka berdua yang duduk di jok depan. Mereka berdua harus menundukkan badan mereka agar tidak menjadi sasaran atas peluru yang ditembakan dengan membabi buta tersebut. Sialnya peluru itu berhasil mengenai ban belakang mereka dan Kyuhyun benar-benar kehilangan kendali akan mobilnya. Kini mobilnya menabrak lampu jalanan dengan hantaman yang sangat keras. Kepala Sungmin mengenai kaca yang ada di depannya. Bahkan kepalanya sampai berdarah dan menghasilkan geger otak yang entah berat atau ringan. Di sisi lain Kyuhyun cukup beruntung. Kesadarannya masih ada,tapi pintu mobilonya yang rusak terjepit masuk dan mengenai tangannya. Sepertinya tangan kanannya mengalami retak dan harus membuatnya meringis kesakitan.
Orang-orang bersenjata itu sudah mendekat ke arah mobil mereka yang sudah rusak. mereka turun dari mobil mereka dan berjalan menuju ke arah jok Sungmin berada. Kyuhyun membulatkan matanya. Dia berusaha memberontak untuk mengeluarkan Sungmin dari mobil itu, tapi apa dayanya. Orang-orang itu mengeluarkan Sungmin dari mobilnya dan membawa laki-laki manis itu pergi entah kemana. Kejadian penculikan seperti ini kembali terjadi lagi.
"FUCK YOU, SIWON!"
.
.
.
Eunhyuk lama kelamaan menjadi jengkel dengan tamu yang kurang ajar dan tidak bisa menunggu itu. Dari tadi belnya terus saja ditekan tiada henti.
Wajahnya semakin terlihat sedang jengkel ketika melihat siapa tamunya itu."Kenapa kau datang lagi ke sini? Tentang anak itu lagi?"
"Katakan dimana Siwon sekarang!" sergah Kyuhun langsung.
Mata Eunhyuk langsung membulat saat mendengar nama itu terdengar dari mulur Kyuhyun."Dia berulah lagi?"
"Kau pikir kenapa lagi aku berada di sini, hah? Dia baru saja menculik Sungmin!"
.
.
.
Mereka berdua sekali lagi berhadapan satu sama lain dengan tatapan benci.
"Kau tahu kau tidak akan pernah menang dariku, Kyuhyun," ucap Siwon. "Aku sudah berhasil mengambil yang paling berhargamu dulu dan itu akan terjadi lagi sekarang."
"Kau itu tidak tahu diuntung, ya? Aku sudah melepaskanmu tapi sekarang kau datang dengan sendirinya dan cari masalah denganku lagi. Sudah untung aku tidak membunuhmu sama kejamnya dengan para kriminal yang lain," ucap Kyuhyun.
"Jadi aku harus berterima kasih padamu karena sudah berbaik hati melepaskanku begitu? Hah, yang benar saja," balas Siwon.
"Jika kau melepaskanku itu artinya kau juga melepaskan nyawa ini. Bukannya kau satu-satunya yang membuatku tidak jadi untuk mencabut nyawaku? kalau kau tidak ada berarti tidak akan ada lagi yang melarangku jika aku mati, kan?" Tiba-tiba saja Sungmin berteriak dan Kyuhyun beralih menatap Sungmin yang sudah sadarkan diri.
"Kau tidak keberatan melihat aku membunuh hanya untuk dirimu?"
"Aku hanya manusia egois yang lebih takut akan kematianku sendiri daripada kematian orang lain. Apa kau mau membuatku membencimu karena lebih memilih untuk membunuhku daripada mereka? Tidak, kan? Kau mencintaiku, kan? Lantas kenapa kau mau melepaskanku? Kau melepaskanku itu artinya sama saja dengan kau membiarkanku untuk mati dan itu karena salahmu."
Egonya untuk hidup membuatnya mengatakan hal mengerikan seperti itu. Benarkah?
"Kalian berdua itu benar-benar terlalu dramatis. Pasangan konyol yang sebentar lagi akan mati."
"Diam kau!"
Sebuah piasu sudah menancap di pundak Siwon.
"Kau itu tidak ada apa-apanya sekarang. Hanya sampah yang harus disingkirkan sekarang." Seringai mengerikan itu muncul bersamaan dengan teriakan kesakitan seseorang sebelum menemui ajalnya.
Laki-laki bernama Siwon itu benar-benar lemah, bersama dengan para pengikutnya yang langsung disikat habis oleh Kyuhyun. Saat ini laki-laki berambut coklat itu penuh dengan tumpahan darah yang bukan miliknya. Dia berjalan menuju Sungmin dan perlahan membuka tali yang mengikat tubuh Sungmin, tapi kemudian mata Kyuhyun membelak. Sebuah pistol tertodong di perutnya dan pelatuknya ditarik. Sebuah peluru langsung bersarang di sana. Dia menatap tidak percaya Sungmin yang kini menampilkan wajah puas.
"Aku dari dulu sudah mengincar nyawamu dan Siwon hanya kugunakan sebagai kambing hitam saja. Aku baik hati membocorkan rahasiaku padamu, kan? Tak apa karena kau juga tidak akan bisa membocorkannya pada siapapun lagi," ucap Sungmin. Dengan kasar dia mendorong tubuh Kyuhyun hingga terjatuh di atas lantai dan diapun berdiri dengan pistol yang ada di tangannya yang diarahkan tepat ke kepala Kyuhyun.
"Ayahmu sudah membuat kami menderita. Aku, bersama keluargaku dan juga kakakku. Kau tidak akan kulepaskan lagi. Kau harus membalas semua perlakuan kakek bangsat itu. Ya, kau harus mati di sini sekarang."
.
.
.
Eunhyuk menatap tidak percaya data yang terpampang di layar laptop miliknya. Dia sedang mencari tentang data Siwon untuk mengorek sejumlah informasi yang masih tertutup akan kasus beberapa tahun lalu itu dan kemudian dia mendapati sebuah informasi yang membuatnya kaget dan sama sekali tidak habis pikir. Dia sudah lengah atas laki-laki yang satu itu.
Lee Sungmin. Adik dari Lee Hyunmin yang keberadaannya selama ini disembunyikan. Keluarga Lee bukan hanya mempunyai perusahaan Sendbill tetapi juga mempunyai perusahaan ilegal lainnya yang bekerja sama dengan perusahaan Cho. Dan saat ini Choi Siwon bekerja di bawah naungan perusahaan ilegal keluarga Lee yang masih ada. Dipegang oleh Lee Sungmin yang ternyata adalah seorang pembunuh kelas kakap.
Choi Siwon mungkin yang menghasut ayah Kyuhyun untuk membunuh Lee Hyunmin lantaran dia cemburu gadis itu lebih memilih Kyuhyun daripada dirinya, tapi setelah keluarga Lee berhasil dibunuh oleh ayah Kyuhyun, ada satu anak yang tersisa yang tidak pernah diungkap jati dirinya merasa dendam yang membara atas kejadian yang menimpa keluarganya. dia berpura-pura menawarkan pada Siwon bahwa dia akan membantu membalaskan dendam pada Kyuhyun, tapi kemudian membunu laki-laki itu dan kemudian Kyuhyun sang anak dari kakek bangsat yang telah menghabisi keluarganya. Tinggal tunggu giliran dari kakek bangsat itu dan end.
"Tapi sepertinya aku sudah terlambat."
.
.
.
.
.
..
This is Mental Breakdown, man.
,
,
,
,
,
,,
