Troublemaker

By D2L

Rate T

Genre : Crime/ Suspense

Sumarry : Tidak ada yang bisa menebak dirinya. Kadang dia akan menjadi penjahat yang paling dibenci oleh semua orang, tapi kadang juga dia malah menjadi pahlawan yang dibanggakan oleh semua orang. Dia bagai bayangan yang tidak bisa ditangkap dan juga ditebak. Itulah Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin sang troublemaker dunia ini. Apa jadinya jika mereka saling bertemu dengan tidak tahu bahwa ternyata mereka sejenis? Yang tidak bisa mereka tebak seperti manusia pada umumnya dengan mudah.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Helikopter itu perlahan mendarat. Ketika sudah mendarat di atas gedung itu, pintunya perlahan terbuka. Kyuhyun yang merupakan penumpang dari helikopter itu turun dengan membawa sebuah koper yang berwarna silver. Tiga orang di landasan helikopter itu sudah lama menunggu kedatangan Kyuhyun.

"Ini yang kau inginkan, kan?" ucap Kyuhyun seraya memperlihatkan koper silver yang dipegangnya itu.

Hampir saja orang itu mengambil kopor yang disodorkan Kyuhyun ke arahnya, tapi Kyuhyun kemudian menariknya kembali. "Aku tidak akan memberikannya ketika kopor-kopor yang berisi uang itu tidak masuk ke dalam helikopterku terlebih dahulu."

Orang itu menjentikkan jarinya dan dua orang yang ada di sampingnya segera membawa enam kopor menuju ke Kyuhyun. Kyuhyun membuka salah satu kopor dan mengecek isinya. uang asli dan kemudian dia mempersilahkan kopor-kopor itu untuk dibawa ke helikopter miliknya. Ketika sudah berada di helikopternya, Kyuhyun segera memberikan koper yang berisi flashdisk data kode bom elegtromagnetik itu.

"Senang berbisnis denganmu," ucap Kyuhyun memasang sebuah senyuman dan kemudian dia langsung memutar tubuhnya dan berjalan kembali menuju helikopter miliknya.

Ketika helikopter itu pergi, ketiga orang itu hendak keluar dari lapangan mereka di hadang oleh seseorang yang sedang menyeringai ke arah mereka.

"Jadi kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, ya?" tanya orang asing itu.

Sontak saja genggaman Hangeng pada kopor yang diberikan Kyuhyun menjadi menguat. Tidak tidak ingin kehilangan benda yang ada di dalam kopor ini. "Apa yang kau lakukan di sini?"

"Tentu saja aku berada di sini karena hendak mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku, Hangeng."

Tanpa terduga sosok asing itu yang tidak lain adalah Lee Sungmin. Tangan Sungmin yang terlipat tiba-tiba saja terbuka lebar dengan kedua tangannya yang ternyata memegang sebuah belati. Belati itu dilemparkannya yang langsung tepat mengenai dahi pengawal dari Hangeng. Dalam hitungan detik dua perisai Hangeng sudah ditumbangkan dengan mudah.

"Berikan dan aku jamin kau akan keluar dari sini tanpa bernasib malang seperti pengawalmu itu." Sungmin berusaha untuk membuat negosiasi.

"Kau pikir aku mau menyerahkannya? Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk ini," balas Hangeng.

"Ya memang. Kau mencuri sesuatu yang bukan hakmu dan kau seharusnya dihukum tapi aku tidak melakukannya. Anggap saja uang yang kau keluarkan itu untuk menghindarkan dirimu dari hukuman yang akan kuberikan padamu. Kukatakan sekali lagi padamu. Kau harus mengembalikan benda itu karena itu adalah milikku," ucap Sungmin.

.

.

.

Awalnya Kyuhyun hanya sendirian di dalam bar itu, tapi seseorang tanpa diundang datang ke dalam bar yang sudah disewanya sepenuhnya untuk dirinya sendiri. Orang itu datang itu artinya akan ada lagi misi untuknya. Uang yang banyak akan memenuhi rekening banknya lagi. Bukan, orang itu bukan Kim Yesung yang menyebalkan, tapi seorang yang sangat direspeknya. Satu-satu yang lebih bisa mengendalikan dirinya yang berandal ini. Orang asing itu adalah Park Jungsoo. tIdak. Jangan memanggilnya dengan nama aslinya karena dia membencinya. kalian bisa memanggilnya Leeteuk saja.

"Ada seseorang yang harus kau perhatikan dalam misi kali ini." Sebuah foto dilemparkan ke meja yang ada di depan Kyuhyun.

Kyuhyun mengerutkan kening saat melihat foto itu. "Dia adalah musuhmu. Bisa saja gara-gara dia kau akan gagal dalam misi kali ini."

"Lee Sungmin. Tentu saja. Dia itu sama berbahayanya denganku," ucap Kyuhyun.

"Kau benar. Orang ini reputasinya sama buruknya denganmu. Tidak heran jika kali ini kau bakal bertarung dengannya sebagai musuh dalam misi kali ini." Leeteuk mengambil tempat di sampingny Kyuhyun.

"Lalu misi apa yang kau bicarakan ini?"

"Ada sebuah penjara bawah tanah yang keamanannya tingginya bukan main dan juga berbahaya. Semua yang paling berbahaya di segel di sana. Tidak ada yang tahu keberadaan penjara bawah tanah ini. Bahkan yang mengontrol penjara bahwa tanah ini bukan pemerintah AS. Kau bisa bayangkan penjara yang penuh dengan kriminal jenius ternyata di penjarakan tanpa ada lisensi legal dari pemerintah AS? Kau pasti sudah bisa menduga penjara macam apa itu," jelas Leeteuk.

"Hanya kedoknya saja yang berupa penjara begitu? Ada orang yang mengumpulkan para kriminal jenius ini dan membuat mereka berpikir bahwa penjara ini adalah milik pemerintah, tapi tanpa sadar mereka digerakkan untuk berlatih membuat sebuah pasukan tangguh dan ganas untuk kepentingan seseorang yang sudah bisa dipastikan sedang melawan pemerintahan yang ada sekarang," balas Kyuhyun.

"Cepat sekali kau menganalisisnya."

"Kau pikir aku siapa?" ucap Kyuhyun dengan angkuh.

"Jadi seperti itulah permintaan klien kita kali ini. Masuklah ke dalam penjara spesial itu lagi. Aku yakin dengan reputasimu yang sekarang tidak akan susah untuk masuk ke sana. Menangkan sebuah permainan tidak lazim dan buas yang ada di sana. Jadi raja dari para kriminal itu dan kau akan bertemu dengan orang yang menciptakan penjara ilegal itu. Itulah misimu kali ini. Temukan pembuatnya dan laporkan pada klien kita."

"Memangnya kenapa klien kita menginginkan hal ini? Maksudku alasannya untuk membuatku melakukan misi berbahaya ini terlalu sepele."

"Bukannya kau tidak pernah ingin tahu alasan klien? Yang kau pikirkan selalu apakah misi itu menegangkan atau tidak buatmu, kan?"

"Kau benar. Dan misi ini akan menghilangkan rasa bosanku lagi. Berhadapan dengan polisi sudah membosankan. Tidak ada yang bisa menandingiku. Mereka lebih bodoh dari semua kriminal yang ada dan kini aku akan melawan yang memang sebanding denganku," ucap Kyuhyun memekarkan seringainya.

"Ingat. Bukan hanya menjadi yang terbaik dan ditakuti. Jadilah yang paling membunuh dan buat mereka para kriminal cerdik dan licik itu takut padamu. Jadi raja dari semua raja dan ingat lawanmu adalah Lee Sungmin. kau harus bisa menjatuhkannya diawal seleksi permainan itu."

.

.

.

Dengan pakaian jas yang rapi Sungmin melangkah masuk ke dalam sebuah hotel yang sangat mewah. Sungmin masuk ek dalam sebuah ballroom. Sebuah pesta yang sangat mewah sedang diadakan di sana. Jika dilihat seperti pesta orang kata pada umumnya, tapi sayangnya semua yang ada di sini adalah mereka yang memperkaya dirinya dengan segala sesatu yang ilegal. Ini adalah habitan Sungmin sekaligus tempat yang sangat dibencinya.

"Aku tidak tahu kau akan berkumpul dengan kami lagi seperti dulu. Bagaimana dengan ayahmu yang sangat menyebalkan itu? Bagaimana kau bisa lepas dari kekangannya?" Seorang berambut blonde menghampirinya dengan wajah riang. Lee Hyukjae namanya tapi dia lebih senang dipanggil dengan codenamenya, Eunhyuk.

"Aku bisa lepas darinya tentu saja karena dengan bodohnya dia membiarkanku untuk di penjarakan karena ulahku. Padahal dengan berada di penjara aku bisa lebih mudah melepaskan diri daripada di istananya," balas Sungmin.

Eunhyuk hanya tersenyum penuh arti ketika mendengarkan penjelasan Sungmin. Dia dengan seenaknya meletakkan tangannya memeluk bahu Sungmin dan membawanya ikut berjalan.

"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Misi baru kawan dan kali ini benar-benar menegangkan. Aku benar-benar menginginkannya tapi sayangnya dia hanya ingin memberikan misi itu padamu. Benar-benar menyebalkan kau yang selalu mendapatkan misi yang berbahaya dan menegangkan," ucap Enhyuk.

Sungmin tersenyum mengejek. "Makanya kau itu harus membuat dirinya berskandal besar sepertiku jangan Cuma membuat kekacauan kecil. Buat dirimu menjadi buronan agar kau disukai oleh mereka para klien."

"Ya sayangnya aku masih belum siap untuk menjadi buronan seluruh dunia. Hidupku tidak akan sebebas sekarang."

Sesekali dalam perjalanan mereka Sungmin memerkan senyuman manisnya. Banyak dari mereka yang terkaget saat melihat Sungmin yang akhirnya muncul di dalam pesta ini setelah dua tahun menghilang tanpa jejak. Well, selama dua tahun dikurung oleh Tuan Presiden yang sangat menyebalkan.

"Aku akan meninggalkanmu sekarang. Aku berharap kau tidak akan grogi jika ditinggalkan sendirian dengan Heechul."

"Kenapa aku perlu seperti itu?"

"Entahlah. Mungkin karena sudah terlalu lama kau tidak bertemu dengannya kau jadi tidak tahan dengan mulut tajamnya," canda Eunhyuk.

Eunhyuk langsung mendorong punggung Sungmin dan meninggalkan laki-laki itu sendirian dengan seseorang yang duduk di salah satu meja pesta yang terujung. Sungmin memperbaiki kerah jas miliknya dan kemudian berjalan menuju seorang yang bernama Heechul yang sudah menunggunya sedari tadi.

Ketika Sungmin duduk, Heechul langsung mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin dengan sebuah seringai. Dia tidak berkata apa-apa terhadap Sungmin hanya memberikan sebuah amplop padanya.

Setelah membacanya Sungmin menatap Heechul dengan tatapan tidak percaya dan laki-laki itu hanya menatapnya dengan sebuah seringai yang termekarkan. Mulutnya sama sekali tidak mengeluarkan sepatah apapun. Hanya matanya yang memandang Sungmin dan seakan menyiratkan sebuah kata-kata 'Kau tahu kau harus menjadi rajanya'.

Belum juga Sungmin sempat mengungkapkan apa yang ingin dikatakannya tiba0tiba saja suara gong berbunyi keras di dalam ballrom itu. akh, itu tanda sebuah acara lainnya yang paling ditunggu-tunggu di dalam ballroom ini.

Pesta topeng. Dimana seorangpun tidak akan saling mengenal satu sama lain dan akan saling melakukan transaksi. Mereka akan saling melakukan transaksi illegal tanpa tahu siapa yang memberikannya dan siapa yang akan melakukannya. tidak peduli jika sebelumnya kau adalah seorang yang saling memusuhi. Di sini kau tidak akan tahu akan hal-hal itu. Akan lebih menegangkan, kan jika seperti itu?

Lampu yang ada di dalam ballroom itu tiba-tiba saja padam seketika. Semuanya dengan serentak mengeluarkan topeng yang mereka sembunyikan dan menggunakannya.

Mereka semua hanya diberikan waktu beberapa detik dan kemudian lampu itu kembali menyala lagi dengan orang-orang yang sudah menyembunyikan jati diri masing-masing. Dengan pakaian yang mirip kalian akan sulit saling mengenal satu sama lain tanpa melihat wajahnya.

Mereka mulai saling mendekati satu sama lain. Target yang random yang tidak mereka ketahui. Mungkin beberapa, tapi beberapa dari mereka masih bisa mengenal satu sama lain dengan tanda tertentu.

Salah satu pasangan sudah mulai saling berdansa satu sama lain. Mereka berdansa dan tampak membicarakan sesuatu dengan suara yang kecil.

"Kau tahu bagaimanapun kau tidak akan pernah menghentikan Sungmin. Dia tetap saja darah dagingku dan diapun akan sama denganku."

Pasangan yang satunya itu tetap saja diam. Mau tidak mau membuat yang pertama berucap memekerkan seringainya.

"Cho itu juga tidak akan bisa lepas dari jeratan Sungmin sama seperti dirimu akanku, kan, Tuan Presiden?" Dia mulai mendekatkan wajahnya pada pasangan yang diajaknya berdansa.

"Bukannya sebaliknya?" tanya sang Tuan Presiden dengan nada bassnya yang dalam.

"Aku tidak pernah mencarimu. Aku selalu berada di tempat manapun yang aku mau, tapi tidak denganmu. kau selalu memaksakan dirimu untuk berada di tempat yang tidak kau suka hanya untuk menemuiku. Bukannya kau yang terjerat dalamku, Jungsoo?" ucapnya dengan angkuh.

"Kau memang selalu menyebalkan seperti dulu, ya, Youngwoon?"

Mereka berhenti berdansa dan saling menatap dengan sinis di balik topeng-topeng yang mereka kenakan.

"Terserah apapun yang kau lakukan sekarang dengan anak itu tapi yang pasti jangan mengangguku. Waktu kunjungku juga sudah selesai di sini. Suatu keberuntungan aku memaksakan diri untuk ke tempat ini hanya untuk memperingatimu, kan? Jangan pernah melewati teritorialmu yang sebenarnya atau aku yang akan menghakimimu," ucap Kangin.

Leeteuk menggertakkan giginya. Kangin yang melihatnya tersenyum puas dan dia mulai meninggalkan Leeteuk.

"Kau akan menyesal akan apa yang kau katakan," ucap Leeteuk.

Kangin berhenti melangkah dan berbalik lagi menatap Leeteuk."Benarkah? Sepertinya tidak karena aku bertaruh pada dia yang akan memenangkan permainan ini," ucapnya dengan seyuman angkuh.

"Kau bertaruh pada Cho itu?"

"Tentu saja. Kau bertaruh pada anak kita, kan? Aku tidak yakin kali ini dia bisa menang melawan warewolf walaupun dia memang sangat memikat sama denganmu, Venus."

"Kau orang yang sangat licik. Aku heran kenapa kau bisa menjadi seorang presiden."

"Jika tidak seperti itu kau tidak akan bisa bertahan pada dunia yang kejam ini." Sesuatu yang langkah sang Presiden itu mengulas sebuah seringai. Kali ini dia tampak sangat senada dengan orang-orang yang ada di ballroom ini. Terkesan menyimpan sejuta misteri dan juga berbahaya.

"Kita lihat saja siapa yang akan menang. Mereka yang menang bukan hanya dilihat dari kemampuannya tahu, tapi juga sponsor-sponsor yang mendukung mereka." Kali ini sebuah seringai tidak luput juga dari seeorang Park Jungsoo.

Laki-laki itu mulai membaur dengan yang lainnya. Bahkan dia mulai berdansa dengan orang lainnya yang memakai topeng.

Seorang laki-laki berambut coklat karamel melangkah ke arah seorang yang berambut hitam. Sepertinya hendak mengajak dansa. Sang laki-laki berambut coklat itu mulai mengulurkan tangannya ke arah laki-laki yang berambut hitam dan disambut hangat oleh laki-laki berambut hitam itu. mereka mulai berdansa mengikuti musik yang diputar di sana.

"Aku tidak tahu kau juga menghadiri pesta ini padahal sebelumnya aku tidak pernah melihatmu." Ucap laki-laki berambut coklat itu. Tunggu. Suaranya bassnya sangat khas. Cho Kyuhyun, kah?

Laki-laki rambut hitam itu membalas dengan suara yang sinis. "Memang kenapa? Kau takut akan kedatanganku ke sini?"

Akh, suara yang familiar juga. Lee Sungmin, kah? Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin kembali dipertemukan di sini? Sebuah takdir, kah?

"Siapa bilang? Aku hanya memberikan selamat ternyata kau bisa lepas dari kekangan ayahmu. Aku baik, kan?" ucap Kyuhyun.

"Kau hanya berusaha untuk menghasutku. Kau ingin membuatku terlena padamu dan kau bisa memenangkan misi yang diberikan padamu, kan?"

"Apa? Kau bingung kenapa aku bisa mengetahuinya? Tentu saja karena aku juga diberikan misi yang sama, Cho Kyuhyun."

"Heh, benarkah? Wah, sebuah kejutan sekali."

"Kenapa? Kau takut aku yang akan menang nantinya?" Sungmin berusaha memanas-manasi Kyuhyun. Akh, sebetulnya dia bahkan tidak perlu melakukannya karena semangat Kyuhyun sudah tersulut dari tadi.

"Siapa yang takut? Kita lihat saja siapa yang akan menjadi raja di penjara itu dan itu sudah pasti aku," balas Kyuhyun dengan senyuman angkuh.

"Tentu saja. Aku menerima tantanganmu dengan sepenuh hati dan sepertinya perkiraanmu salah. Akulah yang paling pantas," ucap Sungmin tidak kalah sengitnya.

Dasar keras kepala dan tidak mau saling mengalah satu sama lain.

Tanpa kedua orang itu sadari, mereka itu sedari tadi sudah menarik perhatian beberapa orang yang paling kaya dan paling disegani di sana. Walaupun kini Sungmin dan Kyuhyun sudah tidak saling bertatapan satu sama lain, tapi mereka-mereka itu masih mengamati dengan sebuah seringai mengerikan di sana.

"Kau memilih bertaruh pada siapa?" Yesung tampak dengan sepihak mengambil segelas wine dari tangan seorang laki-laki yang lebih mungil darinya. Dia kemudian meminumnya dengan seenaknya.

Laki-laki mungil itu hendak marah, tapi dia lebih memilih untuk menjawab pertanyaan yesung akannya."Aku? Tentu saja Vincent. Bukannya itu sudah pasti? Kenapa kau menanyakannya lagi?"

"Sayang sekali Ryeowook. Kalau begitu saat ini kita menjadi musuh karena aku berpihak pada Marcus," ucap Yesung.

Tibat-tiba saja seorang yang lainnya datang dengan seenaknya dan ikut dalam pembicaraan ini."Wah, kenapa semuanya jadi terpecah belah begini ya karena kedua orang itu. Mereka benar-benar merusakku dengan kekasihku juga," ucap penganggu itu yang tidak lain adalah Eunhyuk.

"Memangnya kau memilih siapa?" tanya Ryeowook sengit.

Eunhyuk memasang gummy smilenya. "Aku? Tentu saja sama denganmu Nathan. Vincent adalah pilihan yang terbaik."

"Kau dengan itu, kan, Jeremy?" tanya Eunhyuk dengan senyuman mencemoh. Ya, dia memang sedang menghina Yesung akan pilihannya memilih Kyuhyun.

Seorang yang lainnya lagi datang. Seorang laki-laki berambut brunette. "Tapi sayangnya aku juga memilih Marcus."

Laki-laki berambut brunette itu tampak mengenal sekali Eunhyuk dan mereka saling memasang tatapan menusuk. Laki-laki itu tak lain adalah kekasih Eunhyuk yang tidak sejalan. Lee Donghae namanya.

"Hmm… kalau begitu ini akan menjadi permainan bertaruh yang sangat menegangkan," ucap Yesung.

"Kita lihat siapa yang akhirnya akan memang dan harta-harta yang dipertaruhkan itu benar-benar akan menjadi milik kami." Eunhyuk memilih membalas perkataan Yesung ketika Ryeowook hanya diam saja menatap Yesung dalam.

"Bukannya kami, ya?" ucap Donghae dengan nada yang sangat angkuh.

Di saat keempat orang itu sibuk untuk mengadu mulut satu sama lain, ada seorang yang sedari tadi diam saja dan tidak ikut dalam pesta dansa itu. Sedari tadi dia hanya duduk saja dipojokan meja itu.

Heechul memekarkan sebuah seringai. Akhirnya mulutnya yang sedari tadi diam itu mengeluarkan ucapan yang tajam. "Hihi.. andai kedua orang itu tahu bahwa mereka berdua dipermainkan dan menjadi barang taruhan semua orang yang ada di sini."

.

.

.

Apa yang mereka lakukan menjadi barang tontonan mereka semua orang. Mereka menjadi pion sebuah permianan yang direncanakan tapi tidak terlihat. Mereka tidak menyadarinya dan masih merasa apa yang mereka lakukan itu karena mereka memiliki kebebasan padahal pada kenyataannnya mereka hanyalah sebuah boneka untuk menarik banyak orang yang kaya yang mempertaruhkan hartanya dan akhrinya harta-harta itu akan direbut oleh mereka yang bertaruh pada pemain yang benar, pemain yang akan menjadi pemenang.

.

.

Kalian bertaruh pada siapa?

Aku?

Aku hanya bertaruh pada mereka yang menang dalam permainan tersembunyi ini.

Aku hanya bertaruh pada troublemaker sejati yang membuat permainan ini. Bukan pada pionnya yang bahkan tidak sadar jika hidup mereka ditontonkan dan dipermainkan.

.

.

.

There are to decision. Black and White. Left and Right. Which way do you choice? The Venus or The Warewolf?

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N : Terima kasih sudah bersedia membaca bahkan mereview XD Dengan semua apresiasi kalian fic ini tentu saja tetap berlanjut dan membuatku semangat saat membacanya =))