A Super Junior Fanfiction

Endless Love

Pair : Kyumin and other

Warning : Genderswitch. Typos. Gajeness. Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

.

.

Ending Part A

.

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Sungmin sebenarnya sudah selesai didandani dari beberapa menit yang lalu, akan tetapi dia masih ragu untuk turun kebawah dan menemui Kyuhyun yang sepertinya sudah datang menjemputnya.

"onnie, aku gugup bertemu Kyuhyun. Bagaimana jika nanti dia bilang aku jelek?" Tanya Sungmin pada yeoja berambut blonde yang merupakan kekasih oppanya itu.

"hei, kalo kau berbicara seperti itu berarti kau beranggapan bahwa seleraku itu jelek Minnie!" Ucap Eunhyuk tidak terima.

Sungmin meringis mendengarkan ucapan Eunhyuk. Bukannya dia meragukan selera Eunhyuk. Kekasih oppanya itu adalah mahasiswi fakultas fashion design. Selain itu, dia juga membuka butik dan salon bersama teman-temannya. Dan tambahan, dia juga merupakan seorang model.

"bukan begitu onnie, kau taukan selera orang itu berbeda-beda?" Jelasnya. Dia tidak ingin Eunhyuk salah paham atas ucapannya tadi.

"oke. Jangan fikirkan itu. Aku yakin Kyuhyun akan melongo dengan bodohnya ketika melihat penampilanmu ini. Ayo turun!" Eunhyuk menarik Sungmin untuk berdiri. Sedikit membereskan gaun yang dipakai Sungmin.

Sedangkan diruang keluarga, Kyuhyun sedang berbincang dengan Donghae dan Kedua orangtua Sungmin.

"Kyuhyun!" Panggilan Eunhyuk barusan membuat percakapan keempatnya terhenti. Mereka semua mengerutkan dahi saat melihat Eunhyuk yang berjalan sendirian masuk keruang keluarga dan mendudukan dirinya disamping Donghae.

"sudah selesai?" Tanya Nyonya Lee.

Eunhyuk tersenyum dan menganggukan kepalanya. "sudah adjumma," Jawabnya. Dia menoleh kearah celah yang memisahkan ruang keluarga dengan ruang tamu. "Minnie, kesini!" Panggilnya.

Dan munculah Sungmin yang melangkah dengan ragu-ragu keruang keluarga. Dia menundukan kepalanya, masih malu dengan semua mata yang memandang kearahnya.

Sungmin tampak cantik dan manis disaat yang bersamaan. Dia mengenakan gaun berwarna merah muda tanpa lengan sebatas paha. Membentuk tubuhnya, tetapi tidak terlalu terlihat berlebihan. Sepasang high heels senada dengan taburan glitter -glitter terang mempercantik kaki indahnya. Rambut lurus kecoklatannya dibuat sedikit bergelombang dan ditambahkan jepit dibagian kanan. Serta polesan makeup tipis yang membuatnya semakin terlihat cantik. Lupakan kacamata miliknya yang sudah diganti Eunhyuk dengan lensa.

Kyuhyun yang pertama kali tersadar dari keterkejutannya. Dia berdiri dan berjalan mendekat kearah Sungmin. "kau cantik sekali malam ini." Ucapnya.

Sungmin mendongak lalu tersenyum kearah Kyuhyun. "kau juga tampan." Pujinya.

"jadi, apakah Tuan Putri sudah siap untuk berangkat kepesta?" Tanya Kyuhyun sambil mengulurkan lengan kanannya dan dibalas dengan cepat oleh Sungmin. "sudah."

"Adjumma, Adjusshi, Hae hyung, noona kami berangkat dulu." Pamit Kyuhyun. Setelah mendapatkan persetujuan, Kyuhyun mengandeng Sungmin keluar rumah dan berangkat menuju sekolah.

.

.

Semua pasang mata tertuju pada suatu titik. Dimana sebuah mobil Audi A8 hitam berhenti didepan aula diadakannya prom night dilaksanakan. Kyuhyun keluar dari bagian kemudi dan memutar kebagian penumpang. Dia membuka pintu itu dan membantu Sungmin melangkah keluar.

Bisik riuh tidak diindahkannya. Kyuhyun tetap mengandeng Sungmin ke aula setelah menyerahkan kunci mobilnya pada petugas valet yang akan memarkirkan mobilnya.

"siapa yang dibawa Kyuhyun itu?"

"apakah dia artis?"

"cantik sekali."

"Sungmin-ah!" Kyuhyun dan Sungmin menghentikan langkahnya. Mereka berdua serempak menoleh kebelakang. Kibum dan Siwon melangkah mendekat dengan bergandengan tangan. "wah kau cantik sekali Minnie," Gumam Kibum.

Sungmin tersenyum dan menjawab. "terima kasih. Kau juga terlihat cantik Bummie."

Dua pasangan itu kembali melanjutkan perjalanan mereka tanpa memperdulikan para penggosip yang tidak percaya bahwa yang datang bersama Kyuhyun adalah Sungmin. yeoja berkaca mata yang biasa-biasa saja.

"mau berdansa?" Sungmin memandang sangsi sekelilingnya. Beberapa pasangan sudah larut dalam tarian romantis. Dia juga bisa melihat Kibum dan Siwon berdansa tidak jauh dari dirinya sekarang.

"aku tidak bisa berdansa, Kyuhyun." Ucapnya jujur.

Kyuhyun terkekeh dan menarik Sungmin untuk ketengah aula. Dimana para pasangan berdansa. "aku juga tidak bisa, biarkan mengalir apa adanya." Kyuhyun menarik lengan Sungmin untuk melingkar dilehernya. Sedangkan kedua tangannya memeluk pinggang Sungmin.

"bergerak dengan perlahan. Kanan-kiri-kanan-kiri." Ucap Kyuhyun.

Dan berhasil, mereka berdua sudah larut dalam iringan lagu mellow. "kenapa masih menunduk Ming?" Tanya Kyuhyun.

Sungmin menggigit bibir bawahnya. "aku malu."

Kyuhyun mengerutkan dahinya. "malu kenapa?"

"mereka terus memperhatikanku," Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Sungmin barusan. Memang benar, sebagian atau seluruh murid yang menghadiri acara ini meliriknya juga Sungmin. Pandangan tidak suka dan kagum bisa Kyuhyun lihat dari sudut matanya.

"itu karena kau cantik, sayang." Ucap Kyuhyun. Wajah Sungmin terangkat saat jemari Kyuhyun menangkup pipinya. Kedua mata itu saling berpandangan. Kyuhyun yang pertama kali mendekatkan wajahnya sembari memejamkan matanya.

Cup.

Sungmin memejamkan matanya saat bibir Kyuhyun mendarat diatas bibirnya. Mengecup bibirnya dengan lembut dan begitu mesra. Mereka begitu larut dalam ciuman itu tanpa mengindahkan pandangan menusuk ataupun kagum kearah mereka.

Siwon dan Kibum yang berada tidak jauh dari pasangan yang masih bercumbu itu hanya menggelengkan kepalanya. "temanmu itu mesum,chagi." Celetuk Kibum. Siwon hanya tertawa menanggapi penilaian Kibum terhadap teman anggota basketnya itu.

.

.

Sebulan setelah mereka lulus dari sekolah menengah atas. Kini keduanya disibukan dengan keperluan-keperluan untuk masuk kedalam perguruan tinggi. Mereka berdua sama-sama memutuskan untuk menempuh pendidikan ditempah yang sama di Inha University tetapi berbeda fakultas. Kyuhyun di fakultas Manajement Bisnis, sedangkan Sungmin di fakultas seni.

Keduanya sama-sama menjalani peran sebagai mahasiswa yang baik. Hubungan keduanya juga tidak ada hambatan yang berarti selain rasa cemburu Kyuhyun yang berlebihan jika melihat Sungmin berinteraksi dengan teman laki-lakinya.

Walaupun seluruh mahasiswa tau bahwa keduanya berpacaran. Akan tetapi tidak menyurutkan niat mereka mendekati Sungmin maupun Kyuhyun jika mereka berdua berjalan sendiri-sendiri.

Siapa yang tidak tertarik dengan ketampanan dan aura Casanova Kyuhyun? dan jangan lupakan Sungmin, yeoja itu kini sudah terbebas dari kacamata yang biasa membingkai kedua foxy indahnya. Apalagi dia mengecat rambutnya dengan warna blonde, membuatnya tampak seperti putri-putri dari negeri dongeng.

"Sungmin-ah!" Langkah Sungmin terhenti, yeoja yang memakai dress putih selutut itu menoleh kebelakang. Senyum tipis diberikan untuk seseorang yang memanggilnya tadi. "ada apa, Jungmo-ah?" Tanya Sungmin.

Jungmo berhenti didepan Sungmin sembari mengaruk belakang lehernya yang tidak gatal. Pria itu merasa gugup jika berhadapan dengan Sungmin, yeoja yang dicintainya itu.

"hm… aku punya 2 tiket untuk pameran lukisan di Seoul Art Center. Maukah kau pergi bersamaku?" Ajaknya malu-malu.

Baru saja Sungmin akan membuka mulutnya, tetapi sebuah lengan sudah merangkul bahunya dengan mesra. Itu Kyuhyun. Lelaki itu menoleh kearah Sungmin sebentar lalu menatap Jungmo. "maaf, tapi nona cantik ini akan pergi denganku ke pameran itu." Ucap Kyuhyun.

Jungmo terdiam dibuatnya. Merasa malu juga sebenarnya. "baiklah, mungkin aku akan mengajak Jay saja untuk pergi. Terimakasih atas waktumu Sungmin." Setelah berujar demikian, namja bermarga Kim itu berjalan menjauh dari Kyumin.

"kau berlebihan, Kyuhyun!" Ucap Sungmin.

Kyuhyun melepaskan rangkulannya pada bahu Sungmin. "hei, berlebihan bagaimana Sungmin? Dia mengajakmu berkencan!"

Sungmin memutar kedua matanya. "dia hanya mengajakku pergi melihat pameran Kyuhyun! bukannya berkencan!"

"dia punya maksud lain padamu, Min! melihat pameran itu hanya kedoknya saja." Ucap Kyuhyun.

"terserah padamu! Aku pulang!" Sungmin berjalan cepat meninggalkan namja bermarga Cho itu dilapangan parkir. Sungmin tidak habis fikir, sikap Kyuhyun tidak berubah sejak SMA. Lelaki itu begitu mencurigainya akan berselingkuh dengan namja lain. Tak tau kan Kyuhyun jika dia mencintai namja itu begitu dalam.

Sebuah lengan memeluk bahu Sungmin dari belakang dengan begitu protektif. Sungmin tahu itu Kyuhyun, tetapi dia memilih diam dan mendengarkan ucapan Kyuhyun selanjutnya.

"maafkan aku. Minimi~"

Sungmin hanya diam. Tak berniat sedikitpun menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Minimi~" Sungmin tersentak saat bibir Kyuhyun mulai mengecupi bagian tengkuknya yang memang sensitive itu.

"Kyuhh…" Sungmin mencengkram lengan Kyuhyun yang masih memeluk bahunya.

"hm?"

Sungmin memejamkan matanya. "berhenti menciumi leherku." Bukannya mengikuti ucapan Sungmin. Kyuhyun semakin semangat mengecupi tengkuk belakangnya.

"KYU!"

"maafkan aku, baru aku berhenti."

"baiklah. Sekarang lepaskan aku." Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Sungmin barusan. Dengan perlahan dia memutar tubuh yeoja itu agar menghadapnya. "kenapa wajahmu masih cemberut seperti itu, sayang?" Tanya Kyuhyun.

"kau itu menyebalkan." Ujar Sungmin.

Kyuhyun tersenyum mendengarnya. "hei, tidak ada orang yang menyebalkan setampan diriku Minimi."

Sungmin hanya memutar kedua matanya. "hei, ayolah sayang. Kau tambah cantik jika tersenyum."

Sungmin menarik tipis sudut bibirnya. Jemari panjang milik Kyuhyun mengelus pipinya dengan lembut. "ayo kita pulang." Kyuhyun merangkul Sungmin berjalan kearah mobilnya yang terparkir dibagian timur fakultasnya. Meninggalkan beberapa orang yang sedari tadi memperhatikan pasangan paling romantic seantero Kyunghee itu.

o0o—

Sungmin baru saja turun dari mobil Audi A5 putih milik Donghae. Ya. Hari ini dia tidak berangkat bersama Kyuhyun karena mereka berbeda jadwal. Selain itu, kakak laki-lakinya itu memaksanya untuk menemaninya ke toko perhiasan terlebih dahulu.

Suara berisik juga kumpulan beberapa orang didekat fakultas bisnis menarik perhatiannya. Langkah kakinya bergerak semakin maju untuk sekedar melihat hal apa yang begitu menarik perhatian para mahasiswa lain.

"wah, dia Kim Heechul kan? Cantik sekali."

"dia sudah kembali dari China."

"tetapi kenapa Heechul-sshi bisa kenal dengan Kyuhyun-sshi?"

"mereka seperti sepasang kekasih yang baru bertemu, iya kan?"

DEG.

Sungmin semakin bergerak maju dan menerobos kerumunan para mahasiswa. Langkah kakinya berhenti saat itu juga saat melihat adegan dihadapannya. Cho Kyuhyun. Kekasihnya sedang berciuman mesra dengan seorang wanita cantik berpakaian sexy.

"Kyu… Kyuhyun."

Kyuhyun melepaskan paksa pelukan Heechul. Pemuda itu memandang gadis dihadapannya dengan pandangan terkejut. Bagaimana bisa dia ada dihadapannya kini. "Kim Heechul?" Desisnya.

Heechul tersenyum sangat cantik. "annyeong Kyuhyun-ah." Heechul menempatkan kedua lengannya dipinggang Kyuhyun saat namja itu memeluknya dengan sangat erat.

"aku merindukanmu." Heechul tersenyum mendengarkan lirihan yang keluar dari mulut Kyuhyun. "aku juga merindukanmu." Balasnya.

Kyuhyun terlalu larut dengan sosok masa lalunya itu tanpa menghiraukan foxy eyes yang sudah berurai airmata itu. Sosok itu terlihat berjalan mundur dan menghilang dengan perlahan.

o0o—

Ini sudah hari ketiga semenjak dia melihat Kyuhyun dan model cantik itu dikampus. Dan sudah ketiga hari ini juga Kyuhyun tidak menghubunginya sama sekali. Pria itu seakan lupa akan dirinya. Sungmin hanya bisa menangis dalam diam. Dia bukan orang yang bisa berekspresi dan terbuka dengan siapapun. Dia tidak ingin membebani orang lain dengan masalahnya.

"beberapa hari ini aku tidak melihatmu berangkat bersama Kyuhyun, kalian sedang bertengkar?" Tanya Donghae.

Sungmin mengelengkan kepalanya. Dia segera membereskan peralatan yang akan dibawa ke kampus dan berpamitan pada Donghae.

.

.

Sungmin mendudukan dirinya dibangku taman belakang kampus yang masih asri. Hari ini entah mengapa dia malas sekali mengikuti semua mata kuliahnya. Beberapa hari ini juga banyak gossip yang beredar bahwa Kyuhyun dan Heechul berkencan. Sungmin bukannya menutup mata akan berita tersebut, dia hanya ingin konfirmasi jelas dari Kyuhyun.

Yeoja itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kyuhyun.

"nomor yang anda tuju—

Sungmin menjauhkan ponsel dari telinganya. Beberapa hari ini juga nomor Kyuhyun tidak bisa dihubungi. Dia merasa seolah-olah Kyuhyun menghindar atau lupa pada dirinya yang masih berstatus kekasih pemuda bermarga Cho itu.

Sungmin bangkit dari duduknya. Dia melangkahkan kakinya kearah fakultas Bisnis. Disepanjang lorong fakultas itu, Sungmin bisa mendengar bisikan tentang hubungannya dengan Kyuhyun. ada yang merasa kasihan bahkan ada juga yang menyumpahi dirinya.

"Minho!" seru Sungmin. Yeoja itu berlari kecil menghampiri Choi Minho. Salah satu sahabat dekat Kyuhyun.

Minho tersenyum. "Sungmin, ada apa? mencari Kyuhyun?" tanyanya.

Sungmin mengangguk. "kau melihatnya?"

Senyum Minho menghilang. Digantikan dengan kerutan dahi diwajah tampannya. "dia memang tidak masuk beberapa hari ini. dia bilang akan ke Jeju, ingin liburan. Kukira dia pergi bersamamu." Penjelasan Minho membuat prasangka-prasangka buruk muncul dalam kepala Sungmin.

"baiklah, terima kasih atas informasimu. Aku masih ada kelas. Bye." Sungmin meninggalkan Minho yang memandang bingung kearahnya.

"Cho Kyuhyun, atau jangan-jangan dia—" Minho menggelengkan kepalanya dengan apa yang barusaja muncul di fikirannya.

.

Sungmin duduk dihalte bus yang berada tidak jauh dari myeongdong. Sehabis mendengar yang dikatakan Minho barusan, dia memilih bolos dan berjalan-jalan sejenak. Mata bulatnya tak sengaja beralih ke layar LED besar yang menempel digedung.

Cairan bening itu mengumpul dimatanya. Saat sosok itu tertangkap kamera bersama dengan sosok Kim Heechul. Ya, itu adalah Kyuhyun. "kenapa kau lakukan ini padaku, Kyuhyun-ah." Gumamnya.

o0o—

Minggu pagi. Sungmin memilih berlari pagi disekitar kompleknya sambil membawa cacao. Yeoja itu langsung bersembunyi dibalik tembok saat melihat Kyuhyun keluar dari dalam rumahnya bersama Heechul.

Sungmin merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya lalu mendial nomor Kyuhyun. Dia menjulurkan kepalanya untuk melihat reaksi Kyuhyun. namja itu mengangkat telponnya.

"Kyu,"

'ada apa Min?'

"bisa temani aku jalan-jalan hari ini?"

Sungmin bisa melihat sendiri. Kyuhyun membukakan pintu bagian penumpang untuk Heechul dan berdiam diri sebentar. 'maaf, aku harus mengantar umma pergi.'

Sungmin mengigit bibir bawahnya. Yeoja itu menahan isakannya untuk keluar. "baiklah, maaf menganggumu."

Kyuhyun terkekeh pelan diujung sana. Membuat Sungmin makin ingin menangis saja. Kenapa dia bisa begitu santai berbohong. Jeritnya dalam hati.

Sungmin memutuskan sambungan telponnya. Saat Lexus milik Kyuhyun berjalan dan menghilang dibalik gerbang perumahan itu, barulah Sungmin keluar dari persembunyiannya.

.

Kyuhyun membuka pintu kamar dengan santai. Lalu jemari panjangnya menggapai stop kontak, seketika ruangan bercat biru itu terang benderang. Saat berbalik, namja itu berjengit kaget saat melihat Sungmin yang sudah duduk diatas kasurnya.

"Sungmin! kau mengagetkanku." Ujarnya sambil mengelus dadanya. Namja itu menghampiri Sungmin dan duduk disebelahnya. "kenapa tidak bilang ingin kesini?" tanyanya.

Sungmin tersenyum tipis. "hanya takut kau menghindariku lagi."

Dahi Kyuhyun berkerut tipis. "apa maksudmu?"

"kemana kau selama empat hari ini?"

Kyuhyun terdiam sejenak. "aku ada urusan dengan—

"Kim Heechul?" potong Sungmin. yeoja itu tertawa pelan sejenak saat melihat wajah terkejut Kyuhyun. "aku tidak tahu apa hubunganmu dengannya. Tapi, bisakah kau menjauhinya?" pinta Sungmin.

Kyuhyun menggeleng kecil. "tidak, aku tidak bisa."

"waeyo?"

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari tatapan terluka Sungmin. "dia cinta pertamaku. Aku tidak bisa melepaskannya."

Sungmin terperangah mendengar alasan Kyuhyun. Jadi kau anggap aku apa Kyuhyun. ingin sekali Sungmin meneriaki namja didepannya demikian. Tetapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.

Kyuhyun meraih lengan kiri Sungmin lalu mengenggamnya erat. "maafkan aku,"

"gwenchana," yeoja itu tersenyum disela rasa sakit hatinya. "dia memang lebih dari segalanya dibandingkan denganku. Terima kasih peduli padaku beberapa waktu ini."

Kyuhyun hanya memperhatikan Sungmin. Dia tau yeoja itu terluka, tapi mau bagaimana lagi? Rasa cintanya pada Heechul tumbuh dan berkembang lagi. Bahkan dia merasa rasa sayangnya pada Sungmin dalam hatinya kini sudah tidak ada lagi.

"Kyuhyun."

"ya?"

"boleh aku menciummu untuk terakhir kalinya?" pinta Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. Sungmin memeluk bahu Kyuhyun dan mencium bibir itu untuk terakhir kalinya. Sesuai dengan permintaannya. Yeoja itu semakin memejamkan matanya saat Kyuhyun membalas ciumannya dan mengulum bibir bawahnya semakin dalam.

Kyuhyun barusaja ingin menarik pinggang Sungmin untuk lebih dekat dengannya sampai cairan asin terasa dalam ciuman mereka. Pemuda itu ingin membuka matanya akan tetapi Sungmin terlebih dahulu menjauhkan dirinya.

"aku pergi."

Kyuhyun memandang punggung Sungmin yang menghilang dibalik pintu kamarnya. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa yeoja itu menangis.

.

.

To be Continue

.

Nah looh mereka putus. Haihaihai/lambai cantik/ udah lupa ya sama fanfic ini, sama saya juga/digampar/ ini saya lanjutin chapter duanya. Tadinya mau dipost sekalian, tapi kalo disatuin terlalu banyak dan saya cut aja deh jadi dua bagian. Gapapa dong ya?

Makasih buat yang udah review ya. Saya baca semua kok hehe, I love yooooouu all.

.

.

Read, and Review?

TANIA LEE