Protect The Panda

Author: Lovara

Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-

Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)

Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)

Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)

Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)

Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)

Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)

Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.

...

INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY

.

GAK SUKA YAOI JANGAN BACA

.

GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR

.

TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST

.

SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN

.

"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"

...

"Tao~ hey~ Tao~ panda !" panggil Baekhyun sedikit kesal karena Tao mengabaikannya.

Tao memutar bola mata nya malas. Sudah hampir satu jam ini sejak Kris mengajar dikelasnya, Baekhyun terus saja memanggilnya. Entah kebetulan atau memang direncakan oleh kedua orang tua Tao, Kris mengajar dikelas Tao menggantikan Ms. Kim yang sedang cuti hamil.

"Hey, apa kau tahu makanan kesukaan Kris saem?" tanya Baekhyun pelan.

"Dia suka memakan namja cerewet seperti mu, Baek" jawab Tao malas.

"Yah!" seru Baekhyun.

"Ada masalah tuan Byun?" suara Kris terdengar lantang.

Meskipun hanya menyamar tapi ia tidak suka ada keributan dalam kelasnya.

"Ti-tidak ada saem" jawab Baekhyun pelan.

"Baiklah, karena kau terdengar sangat bersemangat, bagaimana kalau besok kau kumpulkan terjemahan paragraf halaman 45 sampai 55 di ruangan ku pukul 8 pagi?" ucap Kris mutlak.

"Ba-baik"

Mungkin setelah pelajaran Kris, Baekhyun akan melampiaskan amarahnya pada Tao.

Selama pelajaran, Tao hanya memandang keluar jendela. Kejadian semalam sepertinya masih membuatnya sedikit trauma. Memang selama ini ia mendapat banyak serangan, tapi tidak sampai seekstrem tadi malam. Yang paling sering hanyalah percobaan penculikan, dan sedikit banyak Tao bisa mengatasi mereka. Mungkin mulai sekarang Tao harus lebih berhati-hati, terlebih beberapa bulan lagi akan diadakan pemilihan menteri baru.

"Tuan Huang, kau bisa mengumpulkan tugas seperti tuan Byun besok pagi" ucapan Kris membuyarkan lamunan Tao.

"Ta-tapi"

"Halaman 45 sampai 60" ucap Kris tegas.

Tao menggeram tertahan. Kai menepuk bahunya dan tersenyum sekilas.

"Aku akan membantu mengerjakannya nanti"

Suasana kembali hening. Tidak seorang murid pun yang berani berbicara selama Kris mengajar. Mungkin mereka takut jika harus menyerahkan tugas seperti Tao dan Baekhyun. Suara bel menjadi penyelamat, para siswa menghembuskan napasnya lega.

"Huwaaa~ bagaimana aku mengerjakan tugas itu?" gerutu Baekhyun saat Kris sudah keluar kelas.

"Ini semua gara-gara kau Tao~" tambahnya.

"Kenapa menyalahkan ku?aku bahkan mendapat tugas lebih banyak dari mu" ucap Tao membela diri.

"Sudahlah jangan bertengkar, aku akan membantu separuh dari tugas mu, Baek" lerai Kyungsoo yang memang memiliki otak cemerlang.

"Aku mencintai mu Kyung~" Baekhyun menerjang Kyungsoo, untung saja Kyungsoo memiliki refleks yang cukup bagus. Jika tidak mungkin mereka berdua akan jatuh keluar jendela karena posisi duduk Kyungsoo disebelah jendela.

"Aku lapar~ ayo ke kantin" ucap Tao.

Refleks Kai dan Sehun berdiri disamping kanan dan kiri Tao. Tao menatap kesal Kai dan Sehun.

"Bisakah kalian tidak selalu berjalan disamping ku seperti ini?" gerutunya.

"Kami hanya memastikan keselamatan mu, Tao" ucap Sehun.

"Ini disekolah jika kalian tidak ingat. Dan sejauh ini tidak ada serangan selama berada disekolah" ujar Tao.

"Baiklah, kami tidak akan berjalan disamping mu lagi" Kai lebih memilih mengalah karena tahu sifat Tao yang keras kepala.

Tao segera menyeret Baekhyun dan Kyungsoo, sedangkan Kai dan Sehun mengekor dibelakang mereka.

Seperti biasa, kantin akan sangat ramai jika jam istirahat seperti ini. Tao mengedarkan pandangannya untuk mencari meja kosong. Mata panda nya menemukan seorang namja yang tengah menyantap makanannya sendiri. Dengan cepat, Tao menghampiri namja itu dan meninggalkan teman-temannya.

"Yixing ge~" seru Tao saat berada dibelakang namja itu.

Namja itu hampir saja tersedak salad yang ia makan.

"Yah panda ! kau ingin membunuh gege mu ini?" protes namja yang dipanggil Yixing itu.

Tao menunjukkan cengirannya dan wajah tanpa dosa. "Gege sendirian?"

"Ani~ kau tidak lihat ada orang disamping ku?" ujar Yixing membuat Tao membelalakan matanya lebar.

"Gege jangan menakuti ku~" ucap Tao karena kursi disamping Yixing kosong.

Kali ini giliran Yixing yang tertawa. Ia berhasil mengerjai sepupu nya itu, mungkin hanya beberapa orang terdekat Tao saja yang tahu kalau namja pencinta panda itu memang takut dengan hal-hal yang berbau mistis.

"Tao~ tega sekali kau meninggalkan kami" ujar Baekhyun.

"Ah, Yixing hyung kau semakin cantik saja hyung" puji Baekhyun.

Yixing tersenyum, memperlihatkan dimple nya yang manis. "Kau juga cantik, Baek~"

"Oh ya, apa ini bodyguard yang Luhan maksud?" tanya Yixing saat melihat Kai dan Sehun.

Kai dan Sehun tersenyum ramah pada Yixing.

"Dan kurasa guru kesiswaan yang baru itu juga pengawal mu, Tao?"

"Umma menyebarkan 6 pengawal untuk ku. Kai dan Sehun sekelas dengan ku, Suho, Kris dan Chanyeol menjabat sebagai guru dan Chen dia satu kelas dengan Luhan dan Xiumin hyung" jelas Tao.

Rupanya selama Tao sedang mengobrol dengan Yixing, Baeksoo dan Kaihun mengambilkan makanan untuk mereka. Tao dengan senang hati menghabiskan makanan yang dibawa oleh Kai.

"Pelan-pelan saja~ tidak ada yang akan mengambil makananmu" pesan Yixing melihat cara makan Tao.

...

"Kalian tidak usah menunggu ku, aku hanya latihan sebentar" ucap Tao saat sedang bersiap untuk latihan wushu.

"Sekolah sudah sepi Tao~ kami tidak mau mengambil resiko" sahut Chanyeol.

"Terlebih sepertinya kini mereka mulai menggunakan kekerasan" tambah Chen.

"Cih, seharusnya aku ikut waktu itu. Akan ku ledakkan orang yang hampir menabrak mu itu" ujar Suho tajam.

"Hyung, jangan berbicara seperti itu dengan wajah tenang kau terlihat menakutkan" ucap Sehun memandangi Suho.

"Oya, dimana Kris hyung?" tanya Kai menyadari Kris tidak bersama mereka saat ini.

"Sepertinya ia sedang sibuk diruangannya" jawab Chanyeol yang memiliki ruangan tepat disebelah ruangan Kris.

Bicara soal Kris, Tao jadi teringat hukuman yang Kris berikan pada nya tadi.

"Kau baik-baik saja Tao?" tanya Suho menyadari perubahan raut wajah Tao.

"Tidak apa-apa~ ayolah tidak perlu kalian semua yang menjaga ku terlalu mencolok jika kalian berkumpul diruang wushu seperti ini" bujuk Tao.

"Baiklah. Kami semua akan pulang dan Chanyeol yang akan menemani mu, mungkin jabatannya sebagai guru olahraga tidak akan mengundang kecurigaan" ucap Suho memberi keputusan.

Tao segera menarik tangan Chanyeol sebelum mendengar protesan dari Kai dan Sehun. Suho mengirimkan pesan pada Kris, memberitahu bahwa hanya ada Chanyeol yang mengawasi Tao diruang latihan.

"Hyung~" panggil Tao saat berada diruang latihan bersama Chanyeol.

"Hmm"

"Apa kalian sangat dekat di akademi?"

"Maksud mu?"

"Tidak~ hanya saja sepertinya kalian sudah saling mengerti satu sama lain. Kai dan Sehun misalnya, mereka seperti saudara kandung" tanya Tao sambil mengayunkan tongkat panjang ditangannya dengan lihai.

"Kau tahu, kebanyakan siswa di akademi mereka semuanya yatim piatu. Mereka diambil dijalanan dan di didik dengan keras untuk menjadi seorang bodyguard. Kami semua masuk ke akademi ditahun yang sama dan menjalani latihan bersama selama kurang lebih 6 tahun" jelas Chanyeol.

"Tapi kenapa mereka memilih anak jalanan yang yatim piatu?"

"Kau pasti mengerti betapa beratnya resiko sebagai bodyguard. Mereka memilih anak jalanan yang yatim piatu karena jika kami mati saat menjalankan tugas tidak ada yang merasa kehilangan kami dan pihak akademi tidak perlu repot untuk membayar uang santunan"

"Itu terdengar sangat kejam"

"Lalu, bagaimana dengan mu sendiri?apa kau menikmati hidup mu ini?" kali ini giliran Chanyeol bertanya soal kehidupan Tao.

Tao menghentikan kegiatan latihannya. Ia lalu menghampiri Chanyeol dan duduk disebelahnya.

"Entahlah hyung, mungkin bagi banyak orang menjadi anak seorang menteri akan terdengar sangat menyenangkan. Kau bisa membeli apa pun yang kau mau, dan pastinya kau selalu mendapat hak istimewa. Tapi siapa yang mau jika 24 jam dalam hidupmu dihabiskan untuk menghindari segerombolan orang yang berniat menculik mu?"

"Jadi karena itu kau belajar wushu?untuk melindungi diri mu sendiri?"

"Mungkin itu salah satunya. Tapi ini semua ku lakukan untuk mengenang mendiang kakek ku, dulu saat kami masih tinggal di China, mendiang kakek selalu mengajarkan wushu pada ku dan sejak saat itu aku selalu ingin menjadi sehebat kakek"

Brak...

Pintu ruang latihan terbuka sangat kencang. Chanyeol segera mengambil posisi siaga, ia mengintruksikan Tao agar berlindung dibelakang tubuhnya.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Kris melihat ketegangan pada wajah Chanyeol dan Tao.

Rupanya namja tinggi itu yang membuka pintu secara kasar tadi.

"Sial, ku kira kau musuh yang datang" umpat Chanyeol kesal.

"Lekas kita pulang, hari sudah hampir malam" ujar Kris tanpa memperdulikan ucapan Chanyeol.

"Apa tidak ada yang curiga jika kita bertiga bersama-sama?" tanya Tao.

"Semua siswa sudah pulang sejak satu jam yang lalu" jawab Kris.

...

"Kau terburu-buru Tao?" tanya Heechul melihat putranya memakan makan malamnya dengan cepat.

"Nde~ aku ada tugas sekolah yang harus ku selesaikan umma" jawab Tao.

"Ah~ kau bisa meminta bantuan salah satu dari mereka jika kesulitan dengan tugas sekolah mu" ucap Hangeng.

"Tentu saja appa, aku bahkan mendapat tugas 'tambahan' dari mereka" sahut Tao sambil menekankah kata tambahan.

"Sudahlah cepat masuk kamar dan kerjakan tugas mu, umma tidak ingin memiliki anak yang bodoh" ujar Heechul.

"Selamat malam appa, umma. Aku mencintai kalian" ucap Tao sambil mencium kedua orang tua nya.

"Kami juga mencintai mu sayang~"

Tao menatap kesal lembaran buku dihadapannya. Menterjemahkan lebih dari 10 halaman dalam waktu satu malam?ingin rasanya Tao memukul wajah tampan Kris dengan kamus tebal miliknya. Eh, apa tadi ia menyebut Kris tampan?.

Tok Tok..

Pintu kamar Tao diketuk pelan.

"Masuk"

Seorang maid masuk dengan nampan ditangannya.

"Nyonya besar memberitahu agar tuan muda menghabiskan susu hangat ini dan memakan buahnya sebelum tidur" ucap maid itu.

"Letakkan saja dimeja" sahut Tao.

Setelah maid itu pergi, Tao kembali berkutat dengan tugasnya. Ia mengacak rambutnya frustasi, karena sedari tadi ia hanya mampu menerjemahkan kurang lebih 5 halaman itu pun ia tidak yakin dengan terjemahannya. Sepertinya Tao ingat bahwa Kai berjanji akan membantunya. Baru saja Tao akan keluar dari kamarnya, tiba-tiba saja semua lampu padam.

Pats...

"Argh" Tao menggeram karena ia sempat menabrak pinggiran meja belajarnya.

Dor...

Prang...

Kaca jendela kamar Tao pecah berantakan.

Brak...

Chanyeol dan Suho masuk kedalam kamar Tao yang gelap gulita. Chanyeol melihat Tao yang meringkuk ketakutan didekat meja belajar.

"Hyung kau bawa Tao keluar dan suruh yang lain melindungi tuan dan nyonya" perintah Chanyeol dengan senjata ditangannya.

"Tao kemarilah" ajak Suho pelan.

Dengan kaki gemetar, Tao menyambut uluran tangan Suho. Keadaan rumah yang gelap gulita semakin membuat Tao ketakutan.

Dor...

Prang...

Kaca jendela yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat Tao berdiri kembali pecah oleh tembakan seseorang.

"Semuanya jauhi jendela" suara teriakan Kris terdengar menggema.

"Sial mereka memakai penembak jitu" rutuk Kai.

"Sehun kau pastikan dimana penembak jitu itu berada, dan Suho kau lindungi tuan dan nyonya dibawah. Serahkan Tao pada ku" ucap Kris seolah tanpa rasa takut.

Suho melepaskan genggamannya pada tangan Tao. "Percayalah pada Kris, dia sangat hebat"

Kris menarik tangan Tao agar bersembunyi dibalik tembok bersama dirinya. Sehun berdiri tak jauh dari mereka berdua.

"Sepertinya mereka berjumlah lebih dari satu hyung" ucap Kai setelah mendapat informasi dari Chanyeol.

"Hebat juga mereka, sampai menembus keamanan rumah ini dan mematikan sambungan listrik" puji Sehun sinis.

Kris merasakan Tao mengenggam erat kaos bagian belakangnya dengan erat.

"Hyung, arah pukul 4 satu orang" ucap Sehun pelan.

Jangan remehkan hasil pengamatan Sehun. Namja berkulit putih itu terkenal dengan hasil pengamatannya yang sangat akurat bahkan mendekati 100%. Kris mengisi pistol yang ia pegang dengan beberapa butir peluru.

"Ini akan segera berakhir, tenang saja" ucap Kris pelan.

Tao yang sedari tadi menunduk, ia mengangkat kepalanya dan melihat wajah Kris yang tengah menatapnya lembut. Tatapan itu sedikit membuat Tao merasa tenang dan nyaman.

"Kai lindungi aku, dan Sehun saat mereka menembak segera bawa Tao ke bawah" perintah Kris.

Kris melesat cepat di antara kibaran tirai jendela. Sesuai dengan perkiraan Kris, mereka langsung menembaki Kris yang memang sengaja melewati jendela. Tapi sepertinya mereka tidak mempertimbangkan Kai yang berdiri tak jauh dari Kris, Kai melepaskan beberapa tembakan membuat konsentrasi mereka pecah saat itu Kris mengeluarkan pistolnya.

Dor..Dor..

Brugh...

Suara benda jatuh terdengar tak lama kemudian.

"Satu tumbang" ucap Kris puas.

"Kata Chanyeol hyung, ada satu didekat kamar Tao"

Tao memeluk umma nya dengan gemetaran. Suho, Chen dan Sehun berjaga disekeliling mereka. Tao sempat mendengar suara tembakan beberapa kali dan suara kaca pecah. Ia sangat berharap ini hanya mimpi buruk. Hangeng turut menenangkan Tao dengan mengelus punggungnya, bagi Hangeng dan Heechul ini sudah biasa karena mereka sudah pernah merasakan teror seperti ini saat baru menjabat sebagai menteri dan Tao belum lahir waktu itu.

"Jangan takut sayang~ semua nya akan baik-baik saja" ucap Heechul mengecup kepala Tao penuh sayang.

Setengah jam yang sangat lama dalam hidup Tao. Lampu kembali menyala, beberapa jendela terlihat rusak dan pecahan kaca bersebaran. Heechul segera menyuruh para maid untuk membersihkan pecahan kaca itu.

"Mianhe. Kami terlalu lengah" ucap Kris yang muncul dengan luka goresan pada wajahnya.

"Kami tidak menyalahkan mu Kris, kerja kalian sangat bagus" puji Hangeng.

"Kalian baik-baik saja?" tanya Heechul pada Kris, Kai dan Chanyeol.

"Hanya terkena sedikit pecahan kaca" jawab Chanyeol sembari memegangi lengannya.

Lengan Kai pun terlihat penuh goresan karena namja itu memakai kaos tanpa lengan.

Seorang maid datang dengan membawa kotak p3k.

"Bersihkan luka kalian, jangan sampai ada pecahan kaca yang tertinggal" ujar Hangeng.

"Tak kusangka mereka bahkan sampai berani menyerang kemari" gerutu Heechul.

"Kita harus mengganti semua kaca dirumah ini dengan kaca anti peluru" sahut Hangeng.

Hangeng dan Heechul yang sudah sedikit merasa tenang segera masuk ke dalam ruang kerja mereka, sepertinya mereka akan menghubungi polisi agar menyelidiki kasus penyerangan ini.

Tao memperhatikan Kai, Chanyeol dan Kris yang sedang mengobati luka mereka.

"Biar ku bantu" Tao menawarkan bantuannya untuk membalut lengan Chanyeol yang terluka cukup dalam.

"Kau bisa?" ucap Chanyeol sedikit ragu.

"Melilitkan perban seperti ini sangat mudah bagi ku" jawab Tao yang dengan cekatan membalut luka Chanyeol dengan perban.

Puk...

"Nah selesai" ucap Tao sambil menepuk lengan Chanyeol.

"Argh ! ini sakit Tao" seru Chanyeol kesakitan.

"Mianhe. Dan terima kasih hyung, kalian sudah melindungi kami" ucap Tao tulus.

"Ini sudah tugas kami Tao" sahut Chen sambil mengobati luka Kris.

Namja tampan itu mendapat luka gores pada pipi nya dan beberapa pecahan kaca di punggung tangannya. Kris meringis kesakitan saat Chen dengan pelan menarik pecahan kaca itu dari punggung tangannya.

"Bisakah kau lebih lembut sedikit, Chen? Ini sangat sakit" rutuk Kris merasa Chen sengaja menarik pecahan kaca itu dengan kasar.

"Kau keluarkan sendiri serpihan kaca itu hyung" ucap Chen kesal.

"Yah, aku tidak bisa melakukan ini sendirian" seru Kris karena Chen pergi tanpa menyelesaikan pekerjaannya.

"Biar aku yang melakukannya" ucap Tao yang langsung memegangi tangan Kris dan dengan hati-hati mengeluarkan serpihan kaca.

"Apa ini sakit?" tanya Tao yang masih serius mengeluarkan serpihan kaca pada punggung tangan Kris.

"Tidak, sudah lebih baik" jawab Kris.

Tao membersihkan luka Kris dengan air hangat. Kris mendesis saat Tao membersihkan lukanya.

"Mi-mianhe~" ucap Tao sembari meniupi punggung tangan Kris.

Kris memperhatikan Tao yang dengan cekatan membalut luka ditangannya. Ia tidak menyangka namja seperti Tao sangat mahir menggunakan perban.

"Nah sudah selesai" Tao menatap puas hasil kerjanya. Kini tangan Kris sudah terbalut perban dengan rapi.

"Ah, wajah mu tergores"

Tao mengambil obat dalam kotak p3k dan mengoleskan obat itu ke wajah Kris yang tergores pecahan kaca.

"Aigo~ kenapa dari jarak seperti ini Kris semakin tampan?" batin Tao.

"Argh !" pekik Kris saat Tao tidak sengaja menekan lukanya terlalu kencang.

"Astaga maafkan aku~"

"Tuan muda, kamar tuan muda masih berantakan. Silahkan tuan muda tidur dikamar yang sudah kami siapkan" kata seorang maid.

"Arra~ kalian cepat bereskan semua ini. A-aku akan tidur cepat" jawab Tao.

"Tao?" panggil Kris.

"Nde~?"

"Terima kasih sudah mengobati ku"

"I-iya~"

"Oya satu lagi, jangan lupa tugas mu kumpulkan besok pukul 8"

Jika boleh pasti Tao sudah melempar meja kaca didepannya kearah Kris yang kembali mengingatkan tugas laknat itu setelah ia hampir saja kehilangan nyawanya.

Tbc-

A: Aku yakin ini pasti ff pair ot 12. tp plis jangan terlalu fokus ke couple lain. Cukup perbnyak

Q: Yaps ini pair ot 12 ^^ tenang aja biarpun mereka bakal tetep ada moment tapi yang paling banyak moment nanti Kristao ^^

A:bakal ada cinlok donk?kenapa chen masuk kelas 2 padahal Tao dikelas 1?

Q: cinlok tetep ada tapi hanya sebagai selingan, soal Chen, entahlah mungkin karena biar gampang ketemu sama Xiumin XD karena Kai dan Sehun sudah satu kelas sama Tao, jadi dibuat Chen masuk kelas 2.

A: judulnya plesetan dari protect the bos? Pairnya tetep kristao khan?

Q: iya tiba-tiba aja dapet ilham /bukan ilham semes/ waktu liat foto2 lama kristao. Eh kepikiran buat ff ini pake judul protect the panda ^^ pairnya tetep kristao kok ^^

Big thanks to:

| mirarose86 | EganimEXO | fallforhaehyuk | jettaome | Xyln | devimalik | krispandataozi | Kirei Thelittlethieves | KrisTaoTao | FanFan Panda | LVenge | Re-Panda68 | ochaken | Couphie | RinZiTao | peachpetals | Brigitta Bukan Brigittiw | babesulay | salshabillasept | g punya akun | Guest | FanTao shipper | Dark Shine | anodecano | Peach Prince | Dan rider yang udah ripiu lewat bbm,Fb,mension ^^

Semoga suka chapter ini ^^