Protect The Panda

Author: Lovara

Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-

Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)

Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)

Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)

Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)

Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)

Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)

Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.

...

INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY

.

GAK SUKA YAOI JANGAN BACA

.

GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR

.

TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST

.

SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN

.

"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"

...

"Tao~" teriakan Baekhyun terdengar melengking disepanjang koridor.

Namja bereyeliner itu berlari mendekati Tao, Kai dan Sehun. Baekhyun mengatur napasnya setelah berhasil menyusul kaki panjang mereka ber 3.

"Hosh...Hosh... bisakah kalian berjalan lebih pelan sedikit?" ucap Baekhyun sambil mengatur napasnya.

"Bukankah kami sudah berjalan sangat pelan, Baek?" sahut Kai.

"Kaki mu saja yang terlalu pendek" ujar Tao tajam.

Baekhyun segera mendeathglare Tao.

"Kau sudah mengerjakan tugas dari Kris saem Tao?" tanya Baekhyun berusaha mensejajarkan langkah mereka.

Oya ngomong-ngomong soal tugas, sepertinya Tao harus berterima kasih pada Sehun dan Kai yang sudah membantu nya semalaman. Mereka bahkan baru bisa tidur setelah pukul 2 dini hari. Lihatlah kantung mata Tao terlihat lebih tebal sekarang.

"Omo~ aku berjanji membelikan Kyungsoo roti melon pagi ini. Tao bisakah kau kumpulkan tugas ku juga diruangan Kris saem?" pinta Baekhyun.

"Mwo? Kenapa hanya aku?kau bisa membeli roti itu nanti saat istirahat"

"Astaga Tao~ apa kau tidak mengerti betapa populernya roti itu dikantin?jangankan saat istirahat, sesudah bibi kantin meletakkan roti itu dimeja pun pasti akan habis diserbu para siswa" sahut Baekhyun berlebihan.

"Apa perlu kutemani?" tanya Sehun.

"Tidak perlu, lagipula aku hanya ke ruangan Kris" sahut Tao dengan 2 buku ditangannya. Dan Baekhyun sudah pergi melesat menuju kantin.

"Baiklah, kami akan segera ke kelas" ucap Kai.

Tao berjalan memutari koridor sekolah. Semua ruangan guru memang memiliki gedung sendiri. Dan ruangan Kris berada tepat di ujung lorong. Tao tersenyum sopan saat berpapasan dengan beberapa guru, ia sempat bertemu dengan Chanyeol yang menggunakan baju lengan panjang dan celana training.

"Tao? Sedang apa?" tanya Chanyeol melihat Tao berkeliaran diruangan guru.

Tao mengangkat kedua buku ditangannya.

"Ah~ kau ingin keruangan Kris untuk mengumpulkan tugas?" ucap Chanyeol paham.

"Jika dia tidak membuka pintunya, kau masuk saja. Mungkin ia tertidur, semalam ia berjaga sampai pukul 5 pagi" tambah Chanyeol.

"Oh~ Nde"

"Baiklah aku pergi dulu, hari ini hari pertama ku mengajar" ucap Chanyeol lalu meninggalkan Tao.

Tao sudah berdiri didepan ruangan Kris, ia mengetuk pintu besar didepannya dengan pelan.

Tok...Tok...

Hening dan tidak ada jawaban dari dalam. Tao mencoba mengetuknya sekali lagi.

Tok...Tok...

Tetap saja tidak ada jawaban.

"Jika dia tidak membuka pintunya, kau masuk saja. Mungkin ia tertidur, semalam ia berjaga sampai pukul 5 pagi"

Tao teringat perkataan Chanyeol tadi, dengan perlahan ia membuka pintu ruangan itu. Hal pertama yang ia lihat dari ruangan Kris adalah bersih dan terasa sangat luas. Tao mengedarkan pandangannya dan mendapati guru sekaligus bodyguardnya itu tengah tertidur pulas di atas sofa. Kemeja birunya nampak berantakan bahkan jas hitam yang menjadi seragam resmi para guru pun tergeletak dibawah.

Tao berjalan pelan mendekati meja Kris, bahkan mejanya pun sangat rapi. Setelah meletakkan buku tugasnya, Tao berniat keluar dari ruangan itu tanpa membangunkan Kris. Tapi entah kenapa saat ingin menutup pintu, Tao justru kembali masuk kedalam dan menyelimuti Kris dengan jas hitam milik Kris. Merasa ada seseorang didekatnya, Kris reflek membuka mata dan segera menarik lengan orang itu dan membantingnya ke atas sofa.

"Argh ! Kris ini sakit" teriak Tao saat Kris berhasil membanting dan mengunci pergerakan Tao.

"Tao?" ucap Kris saat sadar orang yang ia banting itu Tao.

Kris segera melepaskan tangannya yang ia gunakan untuk menahan tangan Tao.

"Astaga Kris, bisakah kau membedakan mana musuh dan mana orang yang kau lindungi?" gerutu Tao sambil memegangi pergelangan tangannya yang sedikit memerah.

"Mianhe~ itu refleks. Lagipula kenapa kau mengendap-endap masuk ke dalam ruangan ku?"

"Jika saja bukan karena tugas laknat itu aku pasti sudah duduk tenang dikelas" balas Tao.

Kris tersenyum menanggapi perkataan pedas Tao. "Baiklah~ maafkan aku. Sekarang kau bisa kembali ke kelas mu"

Tao menggerutu sambil keluar dari ruangan Kris.

...

"Kai? Kau baik-baik saja?" tanya Kyungsoo melihat Kai seperti sedang menahan sakit.

"Ti-tidak apa-apa" jawab Kai sambil tersenyum.

Tentu saja Kai tidak baik-baik saja, luka semalam sepertinya kembali terbuka dan pagi tadi Kai tidak sempat menutup lukanya dengan perban.

"Tapi sepertinya kau sakit?" ucap Kyungsoo lagi.

Kai meringis menahan perih pada lukanya.

"Ky-kyung~ apa kau bisa membalut luka dengan perban?" kali ini Kai yang bertanya.

"Perban?sepertinya bisa?ada apa?"

"Bi-bisakah kau menolongku?"

Kai membuka sedikit jas biru tua miliknya, kemeja putihnya sudah ternoda oleh darah pada bagian lengan.

"Astaga, apa yang terjadi?bagaimana bisa kau terluka seperti itu?" seru Kyungsoo panik.

Tanpa menunggu jawaban dari Kai, Kyungsoo segera saja membawa Kai menuju ruang kesehatan.

"Sepertinya mereka akan cocok suatu hari nanti" batin Sehun melihat Kai dan Kyungsoo yang berjalan keluar kelas.

"Kyung-ie~" suara teriakan Baekhyun kembali terdengar.

"Eh, dimana Kyungsoo?" tanya Baekhyun saat menyadari hanya ada Sehun disana.

"Kyungsoo mengantar Kai ke ruang kesehatan. Apa kau sangat suka berteriak Baek?" sahut Sehun.

"Kai?Kyungsoo?keruang kesehatan?siapa yang sakit?" tanya Baekhyun bertubi-tubi.

"Selain suka berteriak rupanya kau sangat cerewet"

"Yah !" seru Baekhyun kesal.

Sementara itu diruang kesehatan. Kyungsoo menatap tubuh atletis Kai yang terpampang di depannya. Kyungsoo rasa ia mendadak merasa panas saat melihat tubuh bagian atas Kai yang begitu mempesona karena namja berkulit eksotis itu menanggalkan kemeja putihnya.

"Kyung?kau baik-baik saja?" tanya Kai karena sedari tadi Kyungsoo terlihat melamun.

"Ah~? Ti-tidak. Kemarikan lengan mu, akan ku bersihkan dulu" jawab Kyungsoo menahan malu.

Dengan hati-hati Kyungsoo mengobati luka dilengan Kai. Luka itu memang tidak terlalu dalam, tapi karena terkena kemeja yang Kai pakai luka itu kembali terbuka.

"Ke-kenapa kau bisa terluka seperti ini?" tanya Kyungsoo sambil mengobati lengan Kai.

"Semalam terjadi penyerangan dirumah Tao, dan luka ini akibat terkena pecahan kaca"

"Mwo?"

Kyungsoo tidak sengaja menekan terlalu kencang luka Kai.

"Ma-maafkan aku"

Kai tersenyum melihat ekspresi Kyungsoo yang sangat lucu itu. "Kau sangat lucu Soo~"

Blush...

Ucapan Kai sukses membuat wajah Kyungsoo menjadi semerah tomat. Kai mengacak rambut Kyungsoo dengan sebelah tangannya. Entah kenapa namja didepannya ini begitu menarik perhatian Kai sejak mereka bertemu pertama kali.

"Semalam mereka menyerang rumah Tao, tapi tenang saja Tao tidak terluka sedikit pun" jelas Kai sambil memandangi Kyungsoo yang sibuk mengobati lukanya.

Rupanya Kyungsoo tak kalah cekatannya dengan Tao. Luka Kai kini sudah terbalut perban dengan rapi.

"Bukan kah penjagaan dirumah Tao sangat ketat?bagaimana bisa terjadi penyerangan disana?" tanya Kyungsoo sembari membereskan seluruh peralatan yang ia gunakan tadi.

"Entahlah, mungkin kami akan menyelidiki nanti" jawab Kai memakai kembali kemejanya.

"Kajja kita kembali ke kelas. Tao pasti sudah sampai dikelas" ajak Kai sambil menggandeng tangan Kyungsoo.

Namja bermata bulat lucu itu menundukkan wajahnya malu karena merasakan tangan hangat Kai yang menggenggam tangannya.

...

"Kyaaa~ Kris saem"

"Omo Kris saem tampan sekali"

"Saem, bisakah kau menjadi guru privat bahasa inggris ku"

Suara teriakan itu mendominasi kantin saat Kris menginjakkan kaki panjangnya. Biasanya para guru akan mendapat makan siang mereka diruangan masing-masing. Tapi entah kenapa hari ini Kris lebih memilih untuk makan dikantin.

"Ck mereka berisik sekali" gerutu Kris pelan.

Tapi karena Kris seorang guru, mau tak mau ia pun menanggapi teriakan gila para siswi dengan senyuman. Namun hal itu justru membuat para siswi yeoja itu berteriak semakin histeris.

"Sepertinya ini terakhir kalinya aku akan menginjakkan kaki dikantin" ucap Kris dalam hati.

Setelah mendapatkan makanan yang ia inginkan, Kris segera mencari meja kosong untuk segera menyantap makan siangnya. Tak sengaja ia melihat Tao yang tengah makan bersama teman-temannya dan tentu saja ada Kai dan Sehun disana. Kaki panjang Kris berjalan menghampiri mereka ber 5.

"Apa aku boleh bergabung?" tanya Kris pelan.

Tao yang sedang menyantap makan siangnya menoleh ke arah Kris yang berdiri disampingnya. Baekhyun yang melihat Kris langsung saja menggeser tempat duduknya sehingga memberi jarak antara ia dan Tao.

"Ah silahkan saem, anda bisa duduk disini" ucap Baekhyun.

"Terima kasih Baekhyun" sahut Kris.

Otomatis posisi duduk mereka menjadi Tao, Kris, Baekhyun, Kyungsoo dan didepan mereka ada Sehun dan Kai. Para siswi yeoja yang melihat Kris duduk bersama Tao dan teman-temannya kembali menelan kekecewaan, setelah beberapa hari yang lalu Kris menolong Tao yang hampir terjatuh, Kini Kris memilih untuk duduk bersama Tao.

"Aku tidak mau sampai ada gosip yang aneh-aneh, Kris" ucap Tao pelan.

"Ku jamin itu tidak akan terjadi" jawab Kris tenang.

Sehun dan Kai yang duduk didepan mereka saling melemparkan pandangan. Bukankah semalan Tao dan Kris sudah terlihat akrab, lalu kenapa sekarang mereka seperti sedang perang dingin?

"Aku ke toilet sebentar" ucap Sehun lalu berdiri meninggalkan yang lain.

Sekolah ini cukup luas, bahkan Sehun yang biasanya sangat cepat dalam mengingat sesuatu pun terlihat sedikit kesulitan mencari letak toilet. Sehun justru sampai ditaman belakang sekolah yang lumayan sepi.

"Mianhe~ aku tidak bisa menerima mu"

Baru saja Sehun akan pergi dari situ, tapi sesaat ia mendengar sebuah suara yang cukup familiar baginya. Sehun mendekati sumber suara itu, dan benar saja rupanya itu suara Luhan sedang bersama seorang yeoja. Sepertinya yeoja itu baru saja menyatakan perasaannya pada Luhan.

"Ta-tapi oppa~ aku sangat menyukai mu" ucap Yeoja itu sambil menahan tangisnya.

Luhan terlihat mengambil sebuah sapu tangan dari kantung celananya.

"Yeoja cantik seperti mu pasti banyak yang menyukai, kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku" ucap Luhan sambil menghapus air mata yeoja itu.

Sehun semakin merapatkan tubuhnya saat melihat yeoja itu berlari sambil menangis. Setelah yeoja itu pergi, Sehun melihat Luhan yang berjalan ke arahnya namun sepertinya Luhan belum menyadari keberadaan Sehun.

"Hyung~" panggil Sehun pelan.

"Oh astaga~ Sehun?" seru Luhan terkejut.

Sehun sedikit tersenyum melihat ekspresi kaget Luhan.

"Kau mengagetkan ku saja, oya sejak kapan kau berada disini?" tanya Luhan menyelidik.

"Sejak kau menolak yeoja itu" jawab Sehun enteng.

"Dasar penguntit~ lalu apa yang kau lakukan disini?"

"Sebenarnya aku mencari toilet, tapi sepertinya aku tersesat dan melihat sebuah drama penolakan"

Luhan memukul pelan lengan Sehun. "Ku antar kau ke toilet"

"Kenapa kau menolaknya?" tanya Sehun.

"Seingatku kau bodyguard Tao bukan bodyguard ku, kenapa kau menanyakan itu?"

"Hanya bertanya saja"

"Aku tidak menyukai nya, lagipula ia masih berpikiran seperti anak kecil"

"Bagaimana kau bisa tahu kalau dia seperti itu?"

"Lihat saja gaya berpakaiannya, rok yang terlalu pendek dan kemeja yang ketat"

"Lalu orang seperti apa yang kau sukai?"

"Emm~ jika itu namja aku ingin dia lebih tinggi dari ku dan berpikiran dewasa, jika itu seorang yeoja pastinya dia harus sangat manis"

"Bagaimana dengan ku?"

Luhan menghentikan langkah kakinya lalu menatap Sehun. "Aku tidak yakin kau bisa berpikiran dewasa"

"Aku bahkan lebih tua dari mu sebenarnya, jika kau lupa"

"Ukuran kedewasaan seseorang tidak dilihat dari umurnya saja Sehunna~"

"Kau sangat menarik Xi Luhan" batin Sehun.

...

Tak seorang pun berani berbicara saat Kris tengah menjelaskan di depan. Semua siswa memperhatikan buku pelajaran mereka masing-masing, bahkan para yeoja yang biasa berteriak histeris jika ada Kris pun terlihat memperhatikan buku pelajarn mereka. Mungkin mereka tidak mau bernasib seperti Tao dan Baekhyun kemarin.

Tao memperhatikan para siswa yang sedang berolahraga. Duduk didekat jendela memberikan kesenangan sendiri, ia bebas menatap siapa saja yang berada dilapangan. Dan sepertinya hari ini giliran kelas Luhan. Tao bisa melihat Luhan dan Xiumin sedang bermain sepak bola. Tak jauh dari mereka Chanyeol yang menjabat sebagai guru olahraga sedang mengobrol dengan Chen, entah apa yang mereka bicarakan tapi mereka terlihat benar-benar seperti guru dan murid.

"Apa diluar ada yang lebih menarik dari pelajaran ku, Tao?" tanya Kris lantang.

Otomatis semua siswa menengok ke arah Tao.

"Ti-tidak saem" jawab Tao gugup.

Baru semalam ia mengerjakan tugas mengerikan dari Kris dan jangan sampai hari ini ia mendapat tugas yang sama.

"Kalau begitu apa kau bisa membacakan dan menerjemahkan arti dari paragraf 2?"

Tao sedikit panik, sedari tadi ia tidak memperhatikan semua penjelasan dari Kris. Sehun menggeser buku nya perlahan agar Tao dapat melihat nya. Tao melirik buku Sehun yang sudah diberi tanda dan bahkan sudah diterjemahkan oleh Sehun.

"Destiny is something we've invented, because we can't stand the fact that everything that happens is accidential" ucap Tao pelan.

"Dan artinya?"

"Emm~" Tao sedikit melirik kembali buku catatan Sehun.

"Takdir adalah sesuatu yang mempertemukan kita, karena kita tidak akan percaya pada fakta bahwa semua hal terjadi secara kebetulan" sahut Tao.

Tao mengucapkan terima kasih pada Sehun setelah Kris memperbolehkannya duduk kembali. Tao tak habis pikir, Kris hanya menyamar sebagai guru disekolahnya tapi kenapa ia selalu serius dalam mengajar?. Kris bahkan berani menghukum Tao yang notabene adalah orang yang harus ia lindungi.

...

"Aku pulang~" ucap Tao saat sampai dirumah, hari ini ia tidak ada latihan wushu.

Tao memperhatikan semua kaca dirumahnya sudah tergantikan dengan kaca anti peluru. Ia berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air minum. Tao bertemu dengan Chen yang sepertinya baru saja dari ruangan kerja orang tua nya.

"Hyung apa mereka didalam?" tanya Tao.

"Mereka didalam, tapi sepertinya mereka sedang menghubungi seseorang" jawab Chen.

"Kau pulang bersama Kai dan Sehun?" tanya Chen.

Tao menganggukan kepalanya. "Para guru ada rapat sepulang sekolah, jadi mungkin mereka bertiga akan terlambat pulang"

"Tao?kau sudah pulang?" tanya Heechul yang keluar dari ruang kerjanya.

"Aku baru saja pulang umma~"

"Ah baguslah, sudah lama kita tidak pergi bersama, bagaimana kalau sore ini kita pergi jalan-jalan?" ucap Heechul.

Mendengar ajakan sang umma, Tao langsung saja menyetujuinya. Satu keuntungan pergi hanya bersama umma nya adalah ia bisa membeli apa pun yang ia inginkan. Lain ceritanya jika mereka pergi bertiga dengan Hangeng, namja keturunan China itu sedikit mengontrol nafsu belanja Tao yang menurun dari Heechul.

"Aku akan siap dalam 5 menit umma" seru Tao lalu melesat ke dalam kamarnya.

Heechul hanya tersenyum menanggapi tingkah putra tunggalnya itu.

"Oya Chen, kau bisa ikut kami nanti" ujar Heechul.

"Baik nyonya"

Tao menepati janjinya, tak sampai 5 menit namja pecinta panda itu sudah rapi dengan kaos putih dipadukan dengan jaket hitam serta celana panjang coklat yang membalut kaki jenjangnya dan tak lupa sepasang sepatu putih.

"Kajja umma kita berangkat" seru Tao didepan kamar Heechul.

Heechul keluar kamar dengan style yang hampir sama dengan Tao. Jika mereka berjalan berdua mungkin terlihat seperti saudara kandung, bukan sebagai ibu dan anak.

Menggunakan baju biasa seperti ini membuat Heechul dan Tao tidak dikenali sebagai salah satu pejabat penting dikorea. Mereka berdua melenggang masuk ke dalam mall dengan tenang tanpa harus ada wartawan maupun bodyguard yang berlebihan. Dibelakang mereka, ada Chen yang setia mengikuti keduanya.

"Umma, ayo kesana" Tao menarik tangan Heechul dan memasuki sebuah butik.

Mereka berdua sibuk memilih baju disana dan Chen setia mengawasi keduanya. Meski hanya sendirian, jangan ragukan kemampuan Chen dalam bela diri. Saat di akademi ia berhasil mengalahkan 10 orang dalam waktu kurang dari 10 menit.

"Umma bagaimana kemeja ini?sepertinya cocok untuk appa?" Tao menunjukkan kemeja hitam polos.

Heechul meneliti kemeja yang Tao bawa. "Sepertinya tidak cocok untuk appa mu"

"Tapi ini bagus umma~ appa akan terlihat keren jika memakainya"

"Tidak tidak~ appa mu tidak boleh terlihat keren, yeoja dengan bedak tebal diluar sana pasti akan semakin menggila nanti nya"

"Berikan saja untuk Chen atau siapa saja" ucap Heechul sambil sibuk memilih beberapa baju untuknya.

"Hyung, bagaimana menurutmu apa kemeja ini bagus?" tanya Tao ada Chen.

"Kurasa akan bagus jika Kris yang memakainya" jawab Chen setelah memperhatikan kemeja yang Tao tunjukkan pada nya.

"Ah~ umma juga setuju dengan Chen, sepertinya kemeja itu cocok untuk Kris" sahut Heechul.

"Aku tidak berniat membelikan kemeja ini untuk Kris" ucap Tao lalu mengembalikan kemeja itu ke tempatnya.

Tapi tanpa sepengetahuan Tao, Heechul mengambil kembali kemeja itu dan memasukkannya pada belanjaan milik Tao.

...

Dua namja yang berstatus sebagai ibu dan anak itu keluar dari butik setelah 2 jam lamanya. Mereka menenteng beberapa kantung belanjaan ditangan masing-masing, Chen pun turut membawakan beberap buah kantung belanjaan milik Heechul. Berbelanja selama itu rupanya membuat Tao merasa lapar.

"Umma~ ayo kita makan. Perut ku lapar" rengek Tao.

Heechul melihat jam tangannya, pukul 4 sore.

"Baiklah kita cari makanan ringan saja, lagipula sebentar lagi waktunya makan malam" sahut Heechul.

Mereka bertiga akhirnya mencari tempat makan, pilihan Heechul jatuh pada sebuah tempat makan yang menjual makanan ringan. Namun dari kejauhan terdengar seorang yeoja yang berteriak sangat kencang.

"Tas ku...Dia membawa kabur tas ku...! "

Suara teriakan yeoja itu sontak membuat beberapa pengunjung menoleh kearahnya. Seorang namja dengan penutup kepala nampak berlari sambil mendekap sebuah tas berwarna hitam. Namja itu bahkan menabrak beberapa orang yang terlihat menghalangi jalannya.

"Umma sepertinya ada penjambret" ucap Tao.

Tak disangka, namja pencuri itu berlari ke arah Tao dan Heechul. Jarak yang semakin dekat membuat Chen tak mempunyai cukup waktu untuk menghajar namja itu.

Brugh...

Namja itu jatuh tersungkur dan menabrak pintu kaca disamping kananya. Semua orang disana terdiam dan menatap kejadian yang sangat cepat itu.

"U-Umma~"

"Dimana security? Cepat ringkus dia?" teriak Heechul lantang.

Dua orang security muncul dan membawa namja itu yang tengah pingsan.

"Ba-bagaimana umma melakukannya?" tanya Tao tidak percaya.

Jika kalian mengira orang yang membuat namja pencuri pingsan itu adalah Tao, maka kalian salah besar. Saat namja tadi akan menabrak Heechul, Heechul dengan cepat membalikkan tubuhnya dan menendang punggung namja itu sampai menabrak pintu kaca.

"Refleks saja" sahut Heechul enteng.

"Ta-tapi bagaimana umma mempelajarinya?"

"Tentu saja kakek mu yang mengajari nya sayang~. Sudahlah lebik baik kita pulang saja sebelum appa mu marah karena kita pergi terlalu lama"

Tao baru tahu kalau umma nya bisa melakukan tindakan hebat seperti itu.

"Lalu kenapa umma tidak mempelajari wushu sekalian?" tanya Tao masih penasaran.

"Umma tidak suka kegiatan yang banyak mengeluarkan keringat"

Jawaban dari Heechul membuat Tao berpikir kalau umma nya sungguh ajaib.

...

Seusai makan malam, Tao segera masuk ke dalam kamarnya dan membongkar seluruh kantung belanjaan miliknya. Tao menatap heran sebuah kantung berwarna coklat, seingatnya ia hanya membeli 3 buah baju dari butik itu, lalu kenapa ada 4 buah kantung? Tao membuka satu persatu kantung berwarna coklat itu.

"Kemeja ini?" Tao menatap kemeja hitam yang tadi ia pilihkan untuk appa nya.

Tao segera bergegas menemui umma nya yang kini berada diruang keluarga bersama sang appa.

"Umma, kenapa umma memasukan kemeja ini dalam kantung belanjaan ku?" tanya Tao langsung.

"Oh kemeja itu? Bukankah kau bilang kemeja itu bagus?"

"Bagus jika appa yang memakainya"

"Kemeja itu untuk appa?" seru Hangeng antusias.

Heechul segera mendeathglare Hangeng.

"Ta-tapi sepertinya appa tidak cocok memakai itu sayang~" ucap Hangeng pelan.

"Lihat appa mu saja sadar kalau ia tidak cocok memakai kemeja itu, berikan saja untuk Kris bukankah dia sudah 2x menyelamatkan mu?"

Rupanya Heechul sudah mengetahui insiden penyerangan saat Tao pergi bersama Kris ke toko buku.

Tok...Tok...

Tao mengetuk pintu kamar Kris. Berkat paksaan dari Heechul, akhirnya Tao memberikan kemeja itu untuk Kris. Cukup lama, Tao menunggu didepan kamar Kris.

Cklek...

Kris muncul dengan kaos hitam dan celana pendek coklat serta kacamata yang bertengger pada hidung mancungnya.

"Ada apa?" tanya Kris heran melihat Tao yang berdiri didepan kamarnya.

"Ini. Umma membelikannya untuk mu" Tao menyerahkan kantung belanjaan itu pada Kris.

Kris mengintip isi kantung belanjaan itu.

"Kemeja?"

"Aku memilihkannya untuk appa, tapi umma menyuruh ku untuk memberikannya pada mu" gerutu Tao.

"Jadi kau memilihkannya untuk ku?" goda Kris.

Tao melotot pada Kris. "Itu untuk appa ku, Kris"

Kris tertawa sambil mengelus kepala Tao.

"Jangan mengelus kepala ku, aku bukan anak kecil" ucap Tao kesal.

Ia lalu pergi meninggalkan Kris sambil menghentakkan kaki nya.

"Sungguh lucu~" batin Kris melihat tingkah Tao.

"Tao?" panggil Kris.

Tao berbalik dan menatap tajam Kris.

"Terima kasih kemeja nya, akan ku pakai besok" ucap namja tinggi itu sambil tersenyum.

Tao merasakan pipinya sedikit memanas. Baru kali ini Tao melihat Kris tersenyum seperti itu, biasa nya ia akan memasang wajah datarnya.

"N-Nde~" jawab Tao gugup lalu berlari menuju kamarnya.

"Bodoh bodoh~ kenapa hanya melihat Kris tersenyum bisa gugup seperti ini?" rutuk Tao dalam hati.

Tbc-

Holaa~

Chapter ini udah termasuk update kilat yah, karna authornya lagi hepi n nganggur jadi tiap hari Cuma duduk diem pacaran sama lepi /jopi/ /jomblo hepi/

Rencananya sih mau bikin kumpulan one shoot FF pedophil, tapi entah kapan bisa terlaksanakan dengan baik .-.

Semoga makin suka sama ff ini *bow*

Oya satu lagi, buat yang req sekuel 'Love Me' mianhe gak tau kapan bakal buat sekuelnya ._.

Gomawo yang udah ripiu,favorit, n follow ^^

Q: Ini bakal ada cinta segitiga?

A: Ada ada ada~ /smirk/

Q: Baekhyun suka sama Kris?

A: anggep aja si Baek itu ngefans sama Kris ^^ siapa sih yang gak ngefans sama guru macem Kris o.O?

Q: Siapa yang bakal jadi musuhnya Tao?bikin konflik lain selain keselamatan Tao donk~

A: :3 siapa yaa~ XD nanti liat aja dichapter depan :3 '_')/ oke siap~ nanti bakal ada konflik selain keselamatan Tao~

Q: Authornya spesialis Yaoi?

A: kayak dokter aja pake spesialis :D yaps authornya selalu bikin ff yaoi, belum pernah coba bikin ff GS mungkin karna agak susah dapet feelnya kalo GS ^^

Dan pertanyaan lain akan terjawab seiring berjalannya cerita /songong/

Big thanks to:

KrisTaoTao | RinZiTao | fallforhaehyuk | Xyln | mirarose86 | angelhana9 | arinafebianca07 | jettaome | FanFan Panda | | babesulay | Kirei Thelittlethieves | Haru3173 | Re-Panda68 | g punya akun | Dark Shine | Peach Prince | Brigitta Bukan Brigittiw | peachpetals | krispandataozi | Couphie | AulChan12 | junghyema | LVenge | Maple fujoshi2309

Bubye~

Jangan lupa review lagi yah~

/ketjup reader pake bibir jongin/

/Digoreng krispi Kyungsoo/