Protect The Panda
Author: Lovara
Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-
Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)
Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)
Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)
Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)
Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)
Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)
Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.
...
INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY
.
GAK SUKA YAOI JANGAN BACA
.
GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR
.
TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST
.
SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN
.
"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"
...
Pagi itu hujan turun dengan sangat deras. Sebagian besar siswa berlarian menghindari tetesan air hujan dihalaman sekolah. Tao berjalan malas menuju kelasnya, sebenarnya ia tidak terlalu menyukai hujan. Saat hujan udara menjadi dingin dan lembab. Dikelas ia melihat teman-teman satu kelasnya memakai pakaian yang lebih tebal dari biasa. Kyungsoo melambaikan tangannya heboh dari bangkunya. Namja mata bulat itu memakai jaket biru muda yang cukup tebal.
"Pagi Kyung~" sapa Tao.
"Pagi panda~"
"Tumben sekali Baekhyun belum datang" Tao melihat meja sebelah Kyungsoo yang masih kosong.
"Mungkin dia kesiangan atau mungkin dia terjebak hujan" tebak Kyungsoo asal.
Drap drap drap...
Suara debuman kaki terdengar dari ujung lorong dan semakin mendekat ke kelas Tao.
Brak...
Pintu kelas terbuka dengan kasar. Seorang namja mungil terlihat sedang mengatur napasnya.
"Huwaaaaa~ kalian harus dengar ini semua" teriak namja itu heboh. Baekhyun.
Tao dan beberapa siswa yang berada dikelas memutar bola matanya malas. Ketua kelas mereka memang memiliki sifat yang unik, dia gemar sekali berteriak dan sangat cerewet. Mungkin karena kelebihannya itu dia terpilih menjadi ketua kelas.
"Tao~ Kyung~ kalian harus mendengarkan cerita ku" ucap Baekhyun heboh sambil mengguncangkan tubuh Tao dan Kyungsoo bergantian.
"Baek hentikan, aku rasa sarapan ku ingin keluar" ucap Kyungsoo.
"Cerita apa? Kau bertemu dengan pangeran impian mu?" tebak Tao asal.
"Oh~ Huang~ kenapa kau bisa mengetahui hal itu?" pekik Baekhyun.
Tao dan Kyungsoo saling berpandangan lalu menatap Baekhyun aneh.
"Dengar. Tadi pagi aku bertemu dengan pangeran impian ku selama ini" cerita Baekhyun.
"Pangeran impian mu?siapa?" tanya Kyungsoo.
"Dia tinggi dan tampan~ suara nya sangat menggoda dan jangan lupakan senyumannya~ kurasa kau ingin meleleh saat melihat ia tersenyum"
"Ceritakan pada kami, Baek" desak Kyungsoo.
Baekhyun tersenyum, membuat mata kecilnya semakin tidak keliatan.
"Appa pagi tadi mengantar ku sampai pintu gerbang dan bodohnya aku lupa tidak membawa payung, padahal dimobil appa ada payung lipat. Terpaksa aku menunggu di pos security berharap ada siswa yang membawa payung"
"Lalu?"
"Aku sudah menunggu sekitar 10 menit tapi tak satu pun siswa yang lewat, sampai sebuah mobil memasuki halaman sekolah. Kalian tahu mobil siapa itu?"
Tao dan Kyungsoo kompak menggelengkan kepala mereka.
"Itu mobil Kris saem"
"Lalu apa hubungannya dengan cerita pangeran impian mu itu?" tanya Tao penasaran.
"Ish~ dengarkan dulu. Mobil itu berhenti tepat didepan ku. Ku kira Kris saem yang keluar tapi ternyata itu Chanyeol saem~" Baekhyun kembali membayangkan betapa kerennya Chanyeol saat turun dari mobil tadi pagi.
"Chanyeol saem menghampiri ku dan menawarkan payung yang ia pakai. Awalnya aku berpikir akan memakai payung itu sendirian, tapi ternyata Chanyeol saem menyuruh Kris saem untuk pergi dulu"
"Dan kau memakai payung itu berdua dengan Chanyeol saem?" kata Kyungsoo mulai paham dengan cerita Baekhyun.
"Kyaaa~ kau benar sekali Kyung~" teriak Baekhyun heboh.
Sebagian siswa menutup telinga mereka.
"Chanyeol saem merangkul pundak ku dan ia berkata kalau tubuh ku mungil sekali sampai-sampai ia ingin memasukkan ku kedalam kantungnya"
Baekhyun memegang kedua pundak Tao dan menatap namja panda itu dengan tatapan penuh harap.
"A-ada apa?"
"Tao~ kau sahabat baik ku bukan?"
Tao mengangguk.
"Kau pasti akan membantu ku saat aku dalam kesulitan kan?!"
Tao mengangguk lagi.
"Tao~ kau harus membantu ku mendapatkan Chanyeol saem"
"Mwo?"
Kali ini giliran Tao yang berteriak.
"Aish~ jangan berteriak seperti itu pabbo" gerutu Baekhyun.
"Kau bilang apa tadi, Baek? Mendapatkan Chanye-mpphhh"
Baekhyun buru-buru membekap mulut Tao yang hampir saja menyebut nama Chanyeol.
"Seperti biasa, kalian bertiga sangat heboh" ucap Kai yang baru datang bersama Sehun.
"Baek, kau ingin membunuh Tao?" kata Sehun memperhatikan Baekhyun yang tengah membekap Tao.
Baekhyun segera melepaskan tangannya dan meminta maaf pada Tao.
"Kau berhutang penjelasan pada ku Byun~" gerutu Tao pelan.
...
Tao meminum air yang Sehun berikan untuknya. Karena diluar masih hujan, maka terpaksa olahraga hari ini diadakan dilapangan basket indoor. Para siswa laki-laki sudah bermain basket tadi. Sekarang giliran para siswa perempuan yang bermain voli. Para siswa yang kelelahan bermain basket, lebih memilih untuk duduk dipinggir lapangan.
Tao memperhatikan Baekhyun yang tengah mengobrol dengan Chanyeol. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang menarik.
"Sepertinya teman mu menyukai Chanyeol hyung" ucap Sehun pelan.
"Dia memang seperti itu, mudah sekali menyukai seseorang"
"Bagaimana dengan mu?"
"Huh?!"
"Apa kau juga mudah untuk menyukai seseorang?"
"Ku kira kau hanya bodyguard ku saja, rupanya kau juga ingin jadi konsultan percintaan ku?"
Sehun hanya tertawa kecil mendengar perkataan Tao.
"Apa yang kau tertawakan?"
"Ani~ hanya saja selama aku bertugas menjadi pengawal seseorang, baru kali ini bertemu dengan orang yang sangat unik seperti mu, Tao"
Tao menautkan alisnya, ia tidak paham dengan ucapan Sehun.
"Apa kalian selalu bersama seperti ini saat mendapatkan tugas?" tanya Tao.
Sehun menggeleng.
"Tidak. Beberapa kali kami mendapatkan tugas yang berbeda-beda. Mungkin baru kali ini kami ber 6 mendapatkan tugas bersama"
"Apa kau pernah mendapat tugas untuk mengawal seseorang dalam jangka waktu yang cukup lama?"
"Emm~ sepertinya tidak pernah, rata-rata kami mendapatkan tugas selama satu tahun"
"Lalu berapa lama kalian akan menjadi bodyguard ku?" tanya Tao lagi.
"Entahlah~ tuan Huang tidak membahas berapa lama kami harus menjaga mu"
...
"Yixing ge~" panggil Tao dengan suara nyaring.
Yixing yang sedang mengobrol dengan temannya, otomatis menolehkan kepalanya.
"Ada apa Tao?" tanya Yixing saat Tao menghampirinya.
"Ge~ nanti malam menginap dirumah ku ya~ appa dan umma sedang pergi" pinta Tao.
"Bukan kah ada bodyguard mu?" ujar Yixing pelan.
"Ish~ mereka selalu sibuk sendiri saat dirumah ge~ ya ya~ gege menginap dirumah ku~ Luhan dan Xiumin ge sudah menyetujuinya~" ucap Tao merajuk.
Yixing yang memang terkadang memanjakan sepupunya itu pun akhirnya menganggukan kepalanya.
"Baiklah~ nanti malam aku akan datang"
"Yey~ kau yang terbaik ge~" seru Tao sambil memeluk Yixing.
"Kau tidak bersama Sehun dan Kai?" tanya Yixing melihat Tao hanya berjalan sendiri ke kelasnya.
"Astaga~ ini lingkungan sekolah ge~ mereka tidak harus mengikuti ku" sahut Tao kesal.
Yixing mengacak rambut Tao dengan gemas, membuat namja pecinta panda itu merengut kesal.
"Ish~ kau mengacaukan tatanan rambut ku ge~"
"Apa kau mau ikut ke kantin? Luhan dan Xiumin sudah menunggu disana" ajak Yixing.
"Tentu saja~" seru Tao semangat.
Karena Yixing harus mengembalikan buku diperpustakaan, mereka berdua terpaksa harus memutar ke gedung perpustakaan. Mereka melewati taman belakang sekolah yang cukup sepi. Tao dengan semangat menarik tangan Yixing agar cepat sampai perpustakaan. Namun mata Yixing menatap hal janggal pada bayangan mereka. Yixing mendongakkan kepalanya keatas, dari arah atap sekolah ia melihat seseorang yang memegang sebuah pot dan bersiap menjatuhkannya ke bawah.
"Tao awas !"
Bruk...
Prang...
"Gege!" teriak Tao panik.
Tepat saat pot itu dijatuhkan, Yixing segera mendorong Tao. Untung saja pot itu hanya mengenai bahu nya sedikit. Yixing menahan sakit dibahu nya dan menghampiri Tao yang masih syok.
"Kau tidak apa-apa Tao?" tanya Yixing memastikan.
"Ge-gege~" wajah Tao menjadi pucat pasi.
"Tao ! jawab gege, apa kau baik-baik saja?" bentak Yixing.
"A-aku baik-baik saja. Oh Tuhan~ Yixing ge bahu mu"
Bahu Yixing yang terkena pot tadi mengeluarkan darah segar yang mengotori kemeja putihnya.
"Ini tidak apa-apa Tao" sahut Yixing meski merasakan sakit.
"Ki-kita harus keruang kesehatan sekarang ge" ujar Tao sambil memapah Yixing.
Brak...
Pintu ruang kesehatan terbuka dengan kasar.
"Kalian baik-baik saja?" ujar Suho sambil mengatur napasnya.
Ia mendapat kabar dari salah seorang siswa yang mengatakan Tao berada diruang kesehatan bersama Yixing.
"Lukanya tidak terlalu dalam, tapi untuk berjaga-jaga sebaiknya ke rumah sakit untuk melihat apa ada tulang yang patah atau tidak" jawab Tao yang tadi sudah diberitahu oleh petugas kesehatan.
"Bagaimana bisa pot itu jatuh?" tanya Suho.
"A-aku melihat ada seseorang di atap sekolah yang sengaja menjatuhkannya" jawab Yixing sambil memakai kembali kemejanya.
"Apa kau melihat wajahnya?"
Yixing menggeleng. "Maaf~ aku tidak sempat melihat wajahnya"
"Tidak apa-apa. Untuk sementara ini tugas kesiswaan mu serahkan saja pada wakil mu" ujar Suho.
Suho menjabat sebagai guru kesiswaan dan kebetulan Yixing adalah ketua kesiswaaan. Mereka sudah sering bertemu untuk membahas masalah pelanggaran yang dilakukan oleh para siswa.
"Hyung, bisakah aku minta tolong pada kalian?" tanya Tao.
"Kau ingin apa?"
"Bisakah kalian menemukan pelaku yang sudah melukai Yixing ge?"
Suho menatap Tao yang sepertinya ingin menagis, ia lalu menepuk bahu tegap Tao.
"Serahkan semuanya pada kami. Oya, kau harus lebih berhati-hati meskipun berada dilingkungan sekolah"
Tao mengangguk paham. Sejak kecil Tao memang sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini, oleh sebab itu kini ia tumbuh menjadi namja yang kuat. Tapi jika itu menyangkut keluarga dan orang yang ia sayangi pertahanan Tao akan runtuh, ia tidak segan-segan untuk mengeluarkan air matanya. Dulu saat appa nya tertembak saat sedang kampanye, Tao bahkan sampai menangis histeris dirumah sakit.
...
"Pelakunya menyamar sebagai petugas kebersihan. Dan karena ia gagal mencelakai Tao, ia langsung kabur" jelas Sehun.
"Apa kalian tidak bisa melacaknya?" tanya Luhan.
"Itu sangat sulit, mengingat jumlah petugas kebersihan sekolah yang sangat banyak" sahut Sehun.
Malam ini mereka semua berkumpul dirumah Tao. Mereka berkumpul diruang keluarga. Tao dengan telaten menggantikan perban yang membalut luka Yixing. Baekhyun dan Kyungsoo yang melihat luka pada bahu Yixing bergidik ngeri.
"Apa itu sakit hyung?" tanya Baekhyun.
"Ini sudah lebih baik" jawab Yixing sambil tersenyum.
"Kau bodoh Baek, tentu saja itu sangat sakit" ucap Kyungsoo.
"Yah! Aku hanya bertanya" seru Baekhyun.
"Tapi pertanyaan mu itu tidak bermutu"
Baekhyun ingin sekali melempar Kyungsoo ke kolam renang yang ada dihalaman belakang rumah Tao.
"Apa paman dan bibi sudah mengetahui hal ini, Tao?" tanya Xiumin.
"Appa dan umm pasti sudah mengetahui kejadian ini~"
"Yixing ge~ seharusnya kau tidak perlu melakukan hal bodoh seperti ini" ucap Tao pelan.
Yixing yang sudah selesai diobati oleh Tao, memperhatikan namja itu lalu tersenyum.
"Aku tidak menyesal sampai terluka seperti ini, aku akan menyesal jika aku tidak menolong mu tadi" jawab Yixing.
"Hiks...maafkan aku ge...aku selalu merepotkan sejak dulu...hiks" isak Tao.
Yixing memeluk Tao yang mulai terisak, ia mengelus punggung sepupunya.
"Aku tidak pernah merasa direpotkan~ meski kau bukan sepupu ku pun, aku tetap akan menolong dan melindungi mu Tao~"
"Hiks~"
"Sudahlah jangan menangis~ apa kau tidak malu dilihat banyak orang seperti ini?"
Yixing menatap semua orang disana. Tao mendongakkan kepalanya dan mengusap kasar bekas air mata nya.
"Apa lihat-lihat?! Tidak pernah melihat namja menangis huh?" bentaknya garang, namun justru terlihat lucu.
"Aku lapar~" rengek Baekhyun.
"Astaga Baek~ perut mu terbuat dari apa?" ucap Luhan heran.
Satu jam yang lalu mereka semua makan malam bersama dirumah Tao dan sekarang Baekhyun sudah merasa lapar.
"Aku sedang dalam masa pertumbuhan hyung~" elak Baekhyun.
"Bukankah pertumbuhan mu berhenti sejak 3 tahun yang lalu?" sindir Tao.
Baekhyun mendengus kesal.
"Bagaimana kalau ku buatkan cemilan?" usul Yixing, sebelum Baekhyun dan Tao beradu mulut lebih lama.
"Tapi hyung/xing tangan mu~" ujar Tao dan Suho bersamaan.
Yixing tertawa melihat Tao dan Suho yang terlalu mengkhawatirkannya.
"Aku akan membantu mu hyung" seru Kyungsoo.
"Aku juga!" Baekhyun pun tak mau kalah.
"Jangan! Kau lebih baik duduk diam disini Baek~ terakhir kali kau membantu ku didapur, kau tidak bisa membedakan mana lada dan garam" cegah Kyungsoo sebelum cemilan yang akan dibuat Yixing menjadi makanan beracun ditangan Baekhyun.
Baekhyun merengut kesal mendengarnya.
"Aku kan hanya ingin membantu~"
"Kau duduk diam itu sudah sangat membantu, Baek"
"Tao~" panggil Baekhyun setelah Yixing, Luhan, Xiumin dan Kyungsoo menghilang dibalik pintu besar.
Tao yang sedang membaca majalah, hanya bergumam menjawab panggilan Baekhyun.
"Kau bilang akan membantu ku mendapatkan Chanyeol~" ucap Baekhyun pelan.
"Huh?! Memangnya aku pernah berkata akan membantu mu?" ucap Tao acuh.
Plak...
Baekhyun memukul kepala Tao dengan majalah yang ia rebut dari tangan Tao.
"Appo~ ByunBaek ini sakit sekali" seru Tao sambil mengelus kepalanya.
Tao melihat Baekhyun siap memukulnya lagi dengan gulungan majalah itu.
"Baiklah~ baiklah~ apa yang kau inginkan?" ucap Tao menyerah.
Baekhyun berjingkrak kegirangan.
"Kau harus mencari tahu apa hobi, makanan kesukaan, warna favorit dan semua nya yang berhubungan dengan Chanyeol" ucap Baekhyun.
"Kau tanyakan saja pada Sehun"
"Huh?!"
"Tanyakan semua itu pada Sehun, dia sudah mengenal Chanyeol hyung. Aku malas mencari tahu hal-hal yang tidak penting seperti itu" jawab Tao.
Ingatkan Baekhyun untuk membuang Tao ke hutan gelap suatu hari nanti. Merasa tidak akan mendapatkan apa-apa dari Tao, Baekhyun pun mendekati Sehun yang sibuk dengan laptopnya.
"Mau kemana Tao?" tanya Suho saat melihat Tao hendak beranjak dari ruangan itu.
"Hanya ke kamar hyung mengambil buku" jawab Tao.
"Kenapa Chanyeol, Chen dan Kai belum pulang" ucap Suho entah pada siapa.
Tao melewati lorong panjang dirumahnya sebelum menaiki tangga menuju kamarnya. Kamar Tao terletak di ujung lorong, sedangkan beberapa kamar lainnya ditempati oleh para bodyguard Tao.
"Kenapa kau menghubungi ku lagi?"
Saat melewati kamar Kris, Tao mendengar suara Kris yang cukup kencang. Awalnya Tao sama sekali tidak bermaksud untuk menguping pembicaraan Kris.
"Bukan kah sudah ku bilang, aku hanya menganggap mu sebagai adik?"
Tao berdiri didepan pintu kamar Kris dan mendengarkan apa yang sedang Kris bicarakan dengan seseorang diline telepon.
Hening.
"Sampai kapan pun aku tidak mempunyai perasaan terhadap mu. Ku mohon mengertilah" suara Kris kini terdengar lebih lembut.
"..."
"Maafkan aku. Kau akan semakin merasakan sakit jika terus saja menunggu ku"
"..."
"Perhatian ku hanya sebatas seorang kakak pada adik nya saja, kuharap kau tidak salah mengartikannya"
"..."
"Tidak, aku tidak bisa memberitahu mu. Ah~ anak yang harus kujaga sepertinya membutuhkan ku, aku akan tutup teleponnya"
Tao mengernyitkan dahinya. Ia segera berlari menuju kamarnya saat mendengar suara langkah kaki Kris mendekati pintu. Tao mengintip dari celah pintu kamarnya, Kris baru saja keluar dari kamarnya, ia menghela napas lega.
"Huft~ itu tadi sangat menegangkan. Tapi dengan siapa Kris tadi berbicara?sepertinya seorang yeoja, apa dia mantan yeojachingu Kris?"
Tao menggelengkan kepalanya berharap semua percakapan yang ia dengar tadi menghilang dari kepalanya.
"Untuk apa aku memikirkan nya~"
...
Yixing dan yang lain sudah pulang setelah sarapan tadi, padahal Tao berharap mereka bisa tetap dirumah nya sampai sore. Kedua orang tua nya pun baru akan pulang besok jika tidak ada halangan. Tao memutuskan untuk turun dan menuju dapur, sedikit cemilan mungkin akan membuat moodnya lebih baik.
"Kalian mau kemana?" tanya Tao saat melihat Sehun dan Kai sudah berpakaian rapi.
"Kami ingin keluar sebentar membeli sesuatu" jawab Kai.
"Tunggu aku ikut"
Pergi bersama Sehun dan Kai tidaklah terlalu buruk daripada harus berdiam diri dirumah.
"Kau harus meminta ijin pada Kris hyung terlebih dulu" ucap Sehun.
"Mwo?! Kenapa harus meminta ijin pada manusia datar itu?"
"Karena Kris hyung yang tertua diantara kami, cepatlah meminta ijin pada nya. Kami menunggu mu di depan"
Dengan malas Tao melangkah kan kaki nya menuju kamar Kris. Ia mengambil napas sejenak sebelum mengetuk pintu besar didepannya.
Tok...Tok...Tok...
"Kris~" panggil Tao pelan.
Sejenak Tao terpana saat Kris membuka pintu kamarnya. Namja tampan itu rupanya baru selesai membersihkan diri, rambut nya pun masih terlihat tetesan air. Kris hanya memakai celana pendek dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos.
"Ada apa?" tanya Kris dengan suara beratnya.
"A-aku akan pergi keluar bersama Sehun dan Kai" Tao merutuki dirinya yang gugup saat melihat penampilan Kris.
"Jadi?"
"Ja-jadi apa kau mengijinkan?"
"Tidak" jawab Kris tegas.
"Tapi Kris~"
"Apa kau tidak sadar kalau nyawa mu dalam bahaya?mereka bisa menyerang setiap saat. Kau juga tentu nya masih ingat kejadian kemarin bukan?jika saja tidak ada Yixing mungkin kau sudah terbaring dirumah sakit sekarang ini"
"Ada apa ini?" tanya Suho mendengar suara ribut-ribut.
"Hyung~ ijinkan aku keluar bersama Sehun dan Kai" pinta Tao pada Suho.
"Aku tidak mengijinkan" sela Kris sebelum Suho sempat menjawab.
"Hyung~ jebal~" Tao mengatupkan kedua tangannya dan menatap Suho.
"Ijinkan saja Kris" ucap Suho.
"Tidak bisa."
"Kalau kau khawatir, kenapa kau tidak sekalian saja ikut bersama mereka" usul Suho.
...
Tao merengut kesal. Akhirnya mereka pergi berempat, bersama Kris. Sejak keluar dari rumahnya Tao terus saja menekuk wajahnya. Disebelahnya, Kris duduk dengan tenang sambil sibuk dengan ponselnya.
"Bisakah kalian berdua tidak menebarkan hawa gelap dimobil?" sindir Sehun.
"Aku tidak menyangka Kris hyung akan ikut dengan kami" ucap Kai sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Fokus saja dengan jalanan didepan mu, Kai" ucap Kris dingin.
"Memangnya kita mau kemana?" tanya Tao berusaha mengabaikan keberadaan Kris disebelahnya.
"Ke toko game" jawab Sehun.
"Huh?!"
"Kami ingin mencari game terbaru. Aku dan Kai sering bertanding game sampai larut malam dan hari ini kami ingin mencari game baru"
"Kalian bisa bermain game?" tanya Tao tidak percaya.
"Tentu saja bisa. Memangnya kami keliatan seperti orang yang gaptek huh?!"
"Ti-tidak hanya saja, ku kira kalian tidak bisa menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan terlalu fokus pada pekerjaan. Seperti seseorang" ucap Tao sambil melirik Kris.
Sehun tertawa canggung.
Hari minggu seperti ini toko game cukup ramai dikunjungi, sebagian besar dari mereka adalah pelajar seperti Tao. Sehun dan Kai sudah terlebih dahulu melesat ke dalam toko, sedangkan Tao masih asik melihat-lihat majalah di bagian depan toko. Beberapa orang yang mengenali Tao sebagai anak dari menteri Huang langsung saja mengambil gambar Tao.
"Bukan kah itu anak menteri Huang?"
"Lalu siapa namja yang dibelakangnya?kulihat mereka keluar dari mobil yang sama"
"Mungkin dia bodyguardnya"
"Omo~ bodyguard setampan itu?"
Tao menatap tajam pengunjung wanita yang sedari tadi terus bergosip disampingnya.
"Apa kalian masih lama?" tanya Tao setelah menemukan Sehun dan Kai didalam toko.
"Kami hanya tinggal membayar semua ini" ucap Kai.
"Aku lapar~ bisakah kita makan sebentar?"
Sehun menatap Kris, meminta ijin dari namja tertua itu.
"Terserah kalian" ucap Kris singkat.
Tao segera mendorong Sehun dan Kai agar cepat membayar semua kaset game yang mereka beli. Tao menjatuhkan pilihannya pada kedai kecil dipinggir jalan yang menyediakan berbagai macam fast food.
"Aku ingin kentang goreng, hamburger dan cola" ucap Tao.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Tao memperhatikan para pejalan kaki yang berlalu-lalang. Hari minggu yang cerah ini dimanfaatkan semua orang untuk sejenak menyegarkan diri dengan berjalan-jalan. Akhirnya pesanan mereka datang tak lama kemudian, Tao segera menyantap makanan yang ia pesan dengan lahap. Sehun, Kai dan Kris tetap waspada mengawasi sekitar mereka.
Duar...
Mobil yang terparkir dekat dengan tempat Tao dan yang lain makan, tiba-tiba saja meledak. Kris yang duduk disamping Tao segera melindungi Tao dengan tubuhnya dari serpihan ledakan. Suasana yang tadi cukup tenang, kini menjadi panik. Semua orang berhamburan menyelamatkan diri.
"Brengsek!" umpat Kai kesal karena acara makannya terganggu.
"Hyung, punggung mu" seru Sehun melihat ada pecahan kaca yang menancap dipunggung Kris.
"Aku baik-baik saja. Tetap waspada, mereka pasti disekitar sini" ucap Kris.
Ia mengeluarkan sebuah pistol kecil dari balik jaket yang ia pakai.
"Tetap menunduk" ucap Kris pada Tao yang sedikit tertutup tubuh tingginya.
Dor...
Sebuah peluru melesat dan mengenai pohon dibelakang Sehun.
"Sial! Mereka benar-benar bisa memanfaatkan keadaan"
Sama seperti Kris, Sehun dan Kai juga mengeluarkan pistol kecil dari balik baju mereka. Tao melihat tetesan darah yang berasal dari luka Kris.
"K-Kris~"
"Kai arah pukul 4 pria dengan topi hitam" seru Kris sambil menahan sakit dipunggunya.
Kai segera mengejar pelaku penembakan tadi dengan sekuat tenaga, kali ini ia harus menangkap orang itu dalam keadaan hidup.
"Tao kau bisa membawa Kris ke hyung ke mobil?" ucap Sehun sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Kami akan segera menyusul kalian"
Sedikit kesusahan, Tao memapah Kris yang kini sudah pucat karena kehilangan banyak darah. Ia melihat pecahan kaca yang cukup besar masih menancap dipunggung Kris. Mereka berdua sampai dimobil Sehun, Tao bingung harus melakukan apa untuk menghentikan pendarahan Kris.
"Ca-cabut pecahan kaca nya" ucap Kris dengan keringat mengalir deras.
"Ta-tapi Kris-"
"Cepat cabut" bentak Kris.
Dengan tangan gemetar Tao mencabut pecahan kaca itu.
"Lakukan dengan cepat"
Sreeet...
"Argh!" Kris mengerang kesakitan saat Tao menarik pecahan kaca nya.
"Kris kau baik-baik saja?" tanya Tao khawatir karena darah terus saja mengalir.
Tao akhirnya berinisiatif menghentikan pendarahan itu denga cardigan yang ia pakai. Ia menekan luka dipunggung Kris agar darah tidak mengalir lagi.
"Hiks~ kenapa tidak mau berhenti? Apa yang harus ku lakukan?" isak Tao karena darah terus saja keluar.
"Kris~ kumohon bicaralah"
Tao melihat wajah Kris semakin pucat dan keringat keluar semakin banyak.
"Sehun~ Kai~ bagaimana ini?"
"Te-tekan saja lebih kencang" ucap Kris pelan.
"Kris~ kau harus tetap sadar" ujar Tao panik karena berulang kali Kris hampir menutup matanya.
Sehun dan Kai datang diwaktu yang tepat, mereka segera pergi kerumah sakit untuk meberikan pertolongan pada Kris.
"Minumlah" Kai memberikan sebotol air pada Tao.
Mereka sedang menunggu Kris yang berada didalam ruang perawatan, sepertinya namja tinggi itu perlu mendapatakn beberapa jahitan. Tangan Tao gemetar saat menerima air dari Kai.
"Jangan khawatir, Kris hyung orang yang kuat" ucap Kai sambil duduk disebelah Tao.
Tao menatap ruang perawatan didepannya dengan pandangan kosong, tangan dan kaos yang ia pakai penuh dengan darah. Suho, Chanyeol, dan Chen datang bersama Sehun yang tadi sempat pulang terlebih dulu untuk mengambilkan pakaian ganti untuk Tao.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Suho.
"Kris hyung perlu mendapatkan beberapa jahitan" jawab Kai.
"Kau ganti dulu pakaian mu, Tao" Sehun menyerahkan kantung berisi baju ganti untuk Tao.
Chen menarik tangan Tao yang sedari diam dengan pandangan kosong.
"Kajja kita bersihkan tubuh mu" ujar Chen sambil membawa Tao ke toilet.
"Jadi apa kalian mengetahui pelaku nya?" tanya Chanyeol setelah Chen dan Tao pergi.
"Seperti yang tuan Huang duga, mereka dari partai oposisi. Mereka tidak ingin keluarga Huang menjabat sebagai menteri lagi. Ujar Kai.
"Apa kau mengetahui siapa ketua mereka?" tanya Suho.
"Aku akan mencari tahu nya hyung, akan kubalaskan dendam Kris hyung" ujar Sehun berapi-api.
"Aku belum mati, bodoh" ucap Kris yang duduk dikursi roda.
"Hyung~" Sehun dan Kai menghambur kepelukan Kris.
"Argh! Kalian menekan luka ku" teriak Kris.
"Mi-mianhe hyung" sahut Kai.
"Dimana Tao?apa dia baik-baik saja?" tanya Kris karena tidak melihat tao diantara mereka.
"Chen hyung sedang membantunya berganti pakaian" jawab Kai.
"Kris~?" panggil Tao pelan.
"Bagaimana luka mu?apa masih sakit?" tanya Tao khawatir.
Kris mengelus kepala Tao lembut.
"Jangan khawatir~ luka seperti ini tidak akan membunuh ku" jawab nya.
"Hiks~ kau membuat ku ketakutan setengah mati bodoh~ Hiks~ ku kira kau akan mati tadi~"
"Sudahlah~ aku baik-baik saja seperti yang kau lihat sekarang"
"Kita bicarakan ini dirumah. Dan kau Kris, untuk sementara kau harus istirahat sampai luka mu sembuh total" ucap Suho bijak.
Tbc-
Maaf banget kalo chapter ini telat update nya, Chen nya gak mau diajak kerja sama jadi ga bisa update kilat *bow*
Semoga chapter ini nggak mengecewakan ^^
Moment Kristao nya masih jarang karna belom semedi -_-
Big thanks to:
AulChan12 | Brigitta Bukan Brigittiw | angelhana9 | RinZiTao | fallforhaehyuk | Haru3173 | |krispandataozi | Maple fujoshi2309 | mirarose86 | Xyln | PURPLE-KIMlee | junghyema | LVenge | jettaome | Couphie | Kornet Sapi | rossadilla17 | Qin | Guest | Peach Prince | evilpinkpanda | PeachPandaTao | Dark Shine | peachpetals | alianablack13 | Juniel Is A Vampire Hybrid | YangJinNi | BooJejung Kim | HyuieYunnie |
Tunggu chapter depan ! semua akan terjawab disana ! /songong/
Byee~
Ripiu lagi ya :*
