Protect The Panda
Author: Lovara
Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-
Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)
Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)
Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)
Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)
Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)
Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)
Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.
Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.
...
INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY
.
GAK SUKA YAOI JANGAN BACA
.
GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR
.
TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST
.
SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN
.
"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"
...
Tao mendapatkan libur selama beberapa sejak kejadian itu. Dan Kris juga diharuskan istirahat untuk memulihkan keadaannya. Hangeng dan Heechul terkejut saat mereka pulang dan mendapati Kris terluka sangat parah. Heechul yang sangat marah saat itu langsung menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan kejadian yang menimpa Kris.
"Dia keponakan ku, bagaimana dia bisa sampai terluka seperti itu? Apa kalian tidak bertugas dengan baik menjaga warga sipil huh?!" emosi Heechul saat berhadapan dengan pihak kepolisian.
"Maafkan kami Heechul-ssi. Kami akan mengusut tuntas kasus ini"
Heechul sengaja melaporkan Kris sebagai keponakannya agar tidak ada yang mengetahui jika sebenarnya Kris adalah bodyguard Tao.
"Kris, kau harus beristirahat total sampai luka mu sembuh" titah Heechul.
"Tapi-"
"Tidak ada bantahan!"
"Chullie~ tenangkan diri mu" bujuk Hangeng lembut.
"Aish~ mereka berani sekali menyerang Tao. Lihat saja akan ku buat kalian menyesal karena berani menyentuh anak kesayangan ku" ucap Heechul emosi.
"Bagaimana? Apa kalian mendapatkan informasi tentang siapa yang menyerang Tao?" tanya Hangeng.
"Orang yang kutangkap beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa ia hanya diberi perintah lewat telepon. Ia tidak pernah bertemu dengan orang yang memberi perintah" jawab Kai.
"Tapi kami mendapat informasi, mereka salah satu petinggi dari partai oposisi" lanjut Chanyeol.
"Pasti si tua bangka Ahn-" umpat Heechul.
"Kita tidak bisa menuduh orang sembarangan~" sahut Hangeng tenang.
"Siapa lagi yang selalu menentang kita sejak dulu? Tua bangka itu menginginkan kita mundur dari jabatan menteri"
"Kami menyerahkan penyelidikan ini pada kalian. Oya jangan sampai pihak kepolisian mengetahui identitas kalian" ujar Hangeng.
Mereka semua disana mengangguk dengan patuh.
...
Hari ini hari pertama ia tidak masuk sekolah, sejak tadi Baekhyun dan Kyungsoo mengirimkan pesan dan bertanya kenapa Tao tidak masuk sekolah hari ini. Setelah membalas pesan kedua sahabatnya, Tao berniat mencari makanan untuk mengganjal perutnya.
"Untuk apa itu?" tanya Tao saat berpapasan dengan seorang maid yang membawa air hangat dan kotak p3k.
"Kris yang memintanya" jawab maid itu sopan.
"Biar aku saja yang membawanya" ucap Tao mengambil alih air hangat dan kotak pek itu.
Tok..Tok..
"Kris~" panggil Tao pelan.
"Masuk"
Tao masuk ke kamar Kris dan melihat sang pemilik kamar sedang duduk ditepi ranjang.
"Tao?" ucap Kris pertama kali.
"A-aku membawakan air hangat dan obat" sahut Tao sedikit gugup.
"Bawa kemari, akan ku lakukan sendiri"
"Ja-jangan! Ak-aku akan membantu mu membersihkan luka nya"
Mereka berdua duduk ditepi ranjang dengan posisi punggung Kris menghadap Tao. Dengan pelan, Tao membersihkan luka dipunggung Kris menggunakan air hangat. Tao mengagumi punggung lebar dan bahu tegap Kris. Meskipun mereka sama-sama namja, tapi pinggang Tao terlihat lebih ramping. Saat Tao kecil pun banyak yang mengira seorang yeoja karena bentuk tubuh Tao yang lebih mirip yeoja.
Bekas luka jahitan itu terlihat memanjang dipunggung Kris. Untung saja serpihan kaca tidak menembus terlalu dalam sampai mengenai organ penting. Tao meraba bekas jahitan itu, entah kenapa saat melihat bekas luka itu Tao merasa sangat bersalah pada Kris.
"Tao? Ada apa?" Kris membalikkan tubuhnya saat mendengar Tao terisak pelan.
"Hiks...Hiks...Maafkan aku..."
"Hey, kenapa kau meminta maaf?" tanya Kris bingung.
"Maaf karena telah membuat mu terluka Kris~" ucap Tao sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Kris memperhatikan namja yang tengah menangis didepannya. Ia membawa Tao kedalam pelukannya.
"Baru kali ini anak yang ku lindungi menangis karena aku terluka" ucap Kris sambil tersenyum kecil.
Tao mendorong pundak Kris dan menatapnya tajam. Bekas air mata masih mengalir diwajah Tao justru membuatnya terlihat sangat lucu.
"Bodoh, kau itu manusia bernyawa meskipun kau bodyguard ku, kau harus menghargai nyawa mu sendiri. Tuhan tidak akan mengampuni umat-Nya yang menyia-nyiakan pemberian-Nya" ujar Tao panjang lebar.
Kris tertawa dan sejenak Tao merasa terpesona pada namja tinggi yang menjadi bodyguardnya itu.
"Kurasa aku baru saja mendapat ceramah dari anak kecil~"
"Yak! Usia ku sudah 17 tahun dan aku bukan anak kecil" seru Tao tidak terima.
"Tapi bagi ku kau tetap saja anak kecil, Tao~"
"Kau yang ahjushi tua" balas Kris.
"24 tahun itu dewasa Tao~ bukan tua" sanggah Kris.
"Bagiku kau terlihat tua Kris~ kau bahkan seperti kakek ku" sindir Tao tajam.
"Mwo? Aku bahkan lebih tampan dari appa mu"
"Cih~ percaya diri sekali kau, ahjushi"
"Sudah ku bilang aku bukan ahjushi" ucap Kris.
"Kau-memang-seorang-ahjushi-" Tao memberikan penekanan pada setiap kata-katanya.
"Katakan sekali lagi~ dasar maniak panda~" ujar Kris sambil mencubit kedua pipi Tao.
"Hish hehashan~ ihi hahih" ronta Tao (Kris lepaskan~ ini sakit)
"Tidak sebelum kau berhenti memanggil ku ahjushi"
"Emh~ maaf menganggu kalian tapi kita semua harus berkumpul dibawah" interupsi Kai yang tiba-tiba muncul di kamar Kris.
Namja berkulit eksotis itu sepertinya baru pulang sekolah, ia bahkan masih membawa tas hitamnya.
Wajah Tao merona hebat saat menyadari Kris yang tidak memakai atasan dan posisi mereka yang terlalu dekat. Ia mendorong pundak Kris dengan kencang.
"Aku akan ke bawah" ucapnya sambil berlari keluar kamar Kris.
"Setidaknya kau kunci pintu kamar mu hyung, jika ingin mesraan seperti itu" ucap Kai lalu pergi menyusul Tao sebelum Kris melemparnya dengan kursi.
...
"Umma~"
Tao menghambur ke pelukan Heechul saat Heechul pulang.
"Aigo~ manja sekali panda umma" Heechul menciumi pipi Tao.
"Aku kesepian dirumah~ bolehkan besok aku mulai bersekolah?" pinta Tao.
"Tanyakan itu nanti pada appa mu~"
"Dimana appa?" tanya Tao menyadari appa nya tidak pulang bersama Heechul.
"Appa mu sedang ada jamuan makan malam bersama perdana menteri Jung"
"Jadi~ apa yang lakukan seharian ini?" tanya Heechul.
Saat ini mereka berdua berada dikamar Heechul dan Hangeng, menghabiskan waktu bersama sebagai ibu dan anak.
"Tidak ada. Semua nya pergi sekolah dan aku kesepian dirumah" jawab Tao sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Bukan kah ada Kris dirumah?"
Tao teringat kejadian saat berada dikamar Kris dan wajahnya kembali merona.
"Apa terjadi sesuatu yang menarik tadi?" goda Heechul mengetahui wajah Tao sedikit merona.
"Mwo? Apa maksud umma?" elak Tao.
"Tidak ada~ hanya bertanya saja, apa terjadi sesuatu sampai-sampai wajah mu merona saat umma membahas Kris?"
"Si-siapa yang merona" ucap Tao sambil menutup wajahnya dengan bantal.
"Umma rasa Kris itu cukup tampan~"
"Begitukah~" Tao memeluk bantal yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.
"Apa kau menyukai nya?" tanya Heechul langsung.
"Mwo? Si-siapa?"
"Kris? Apa kau menyukai Kris?"
Tao mengerjapkan matanya. "A-ani~"
"Lalu, siapa diantara mereka yang anak panda ini sukai hmm?"
"Ti-tidak ada umma~"
"Benarkah~" Heechul menatap Tao tajam.
"I-itu benar umma~ lagipula kenapa umma menanyakan ini?"
"Tidak ada salahnya kan? Kau belum pernah mengenalkan kekasih mu pada umma. Dan mereka semua cukup tampan untuk jadi menantu umma nanti nya" Heechul pun tertawa pelan.
Tao menatap datar umma nya yang tengah tertawa.
...
Hangeng ternyata mengijinkan Tao untuk kembali masuk sekolah. Pagi ini Tao datang seperti biasa, setelah memarkirkan mobilnya ia langsung diserbu oleh para siswi yeoja.
"Tao~ apa benar Kris saem itu sepupu mu?"
"Bisakah kau kenalkan kami pada nya?"
"Apa kalian tinggal satu rumah?"
"Bagaimana penampilan Kris saem saat berada dirumah?"
"Oppa~ bisakah kau berikan ini untuk Kris saem?"
Tao hanya terdiam dan mencerna semua perkataan segerombolan yeoja itu.
"A-aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan" ucap Tao bingung.
"Apa kau tidak membaca koran hari ini?" tanya seorang yeoja yang bahkan Tao pun tidak tahu namanya.
Tao menggeleng sebagai jawaban. Yeoja mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan sebuah artikel berita yang menjadi pembicaraan.
Penyerangan keluarga menteri Huang kembali terjadi dan kali ini menimpa anak menteri Huang dan sepupunya.
Di sana juga tertampang dengan jelas wajah Kris yang melindungi Tao saat itu.
"Apa Kris saem tidak masuk kemarin karena ia terluka itu benar?" tanya yeoja tadi.
"Tao~"
Tao bersyukur karena Baekhyun dan Kyungsoo datang diwaktu yang tepat.
"Sedang apa kalian?" tanya Baekhyun pada gerombolan yeoja itu.
Tao segera menarik tangan Baekhyun dan berlari.
"Yah kalian~ tunggu aku" teriak Kyungsoo mengajar keduanya.
"Bisa kau jelaskan pada kami Tao?" ujar Baekhyun sambil mengatur napasnya.
Tao menarik tangannya dan membawa Baekhyun ke atap sekolah.
"Baca ini" sahut Tao sambil menyerahkan ponselnya.
Baekhyun dan Kyungsoo berebut untuk membaca artikel yang Tao tunjukkan pada mereka. Baekhyun membulatkan matanya begitu juga Kyungsoo.
"Jadi apa masalahnya?" tanya Baekhyun enteng.
Tao mengacak rambutnya frustasi.
"Astaga Baek~ bisakah kau berpikir apa yang akan terjadi pada ku setelah satu sekolahan ini mengetahui bahwa Kris adalah sepupu ku, meskipun kenyataannya dia bodyguard ku?" pekik Tao.
"Fans Kris saem pasti akan mencari mu" ujar Kyungsoo pelan namun terdengar oleh Baekhyun dan Tao.
"Itu dia" teriak Tao sambil menunjuk Kyungsoo. "Mereka pasti akan mencari ku setelah mengetahui aku tinggal bersama Kris"
"Jadi mereka tadi mengerumuni kau karena tahu kau tinggal bersama Kris?" ujar Baekhyun heboh.
Tao memutar bola matanya malas. "Tentu saja Baekkie sayang~ memangnya apalagi?"
"Ku kira mereka fans mu" jawab Baekhyun.
"Aku akan ke ruangan Kris dan memberitahu semua ini" ucap Tao lalu meninggalkan kedua sahabatnya.
"Kau mau ke kantin Kyung?"
"Kau yang traktir Baek~"
...
Brak...
Tao membuka kasar pintu ruangan Kris.
"Apa kau tidak pernah belajar sopan santun tuan Huang?" ucap Kris datar.
"Tidak orang lain selain kita disini Kris, jangan bersikap berlebihan" ujar Tao.
"Lalu ada apa kau ke ruangan ku?"
"Kau pasti sudah membaca artikel pagi ini"
"Ya, aku sudah membaca nya. Apa ada yang salah? Bukan kah itu mempermudahkan ku untuk melindungi mu?"
"Bukan itu masalah nya Kris"
"Lalu?!"
Ingin sekali Tao membenturkan kepalanya ke meja.
"Yang jadi masalah adalah fans gila mu itu Kris" seru Tao kesal.
"Jangan kau hiraukan mereka"
"Bagaimana bisa aku menghiraukan mereka? Sedangkan mereka akan terteriak histeris saat kau lewat dihadapan mereka?!"
"Kau memperhatikan ku sedetail itu~?"
Tao gelagapan.
"Si-siapa yang memperhatikan mu? Jangan terlalu percaya diri" sanggah Tao.
Kris berdiri dan berjalan mendekati Tao.
"Atau kau merasa cemburu karena para yeoja itu mengagumi ku~" ucap Kris dengan smirk diwajahnya.
"Mwo?!"
"Kau bisa menjadi fans ku seperti para yeoja itu" goda Kris.
"Kau ahjushi menyebalkan Kris!" teriak Tao lalu keluar dari ruangan Kris.
...
Tao terkejut mendapati mejanya sudah penuh dengan berbagai macam barang.
"Apa ini?" ujar Tao.
"Segerombolan yeoja datang kemari dan meletakkan semua barang-barang itu disini" jawab Sehun.
"Dan sepertinya itu semua untuk Kris hyung" sahut Kai yang tidak sengaja melihat sebuah kartu ucapan didepannya.
Tao menggeram kesal. Dengan kasar ia mengambil semua barang-barang itu dan memasukannya pada laci mejanya.
"Kau tidak memberikannya pada Kris hyung?" tanya Kai.
"Aku bukan pengantar paket" jawab Tao ketus.
Untung saja hari ini jam pelajaran ditiadakan, sepertinya para guru sedang rapat dan Tao berharap hari ini akan berlangsung selama seminggu penuh.
"Aku bosan~" keluh Baekhyun.
"Tao~ ada yang mencari mu" teriak seorang yeoja teman sekelas Tao.
Tao melihat seorang namja tinggi melambaikan tangannya.
"Kau mengenalnya?" tanya Sehun.
"Sepertinya siswa kelas 3" jawab Tao.
Ia segera mennghampiri namja itu yang berdiri didepan pintu kelasnya.
"Huang Zi Tao?" ucap namja itu sambil tersenyum.
"Nde~ ada apa sunbae mencari ku?" tanya Tao sopan.
"Bisakah kita bicara berdua saja?" pintanya.
"Berdua?memangnya apa yang ingin sunbae sampaikan?" tanya Tao waspada.
"Ikut aku" namja itu segera menarik tangan Tao.
Rupanya namja tinggi itu membawa Tao ke halaman belakang sekolah. Tao sedikit takut karena ini lokasi pot jatuh yang menimpa Yixing beberapa hari yang lalu.
"Jangan takut, aku tidak akan mencelakai mu. Oya, perkenalkan nama ku Ahn Jaehyo. Kau bisa memanggil ku Jaehyo hyung" namja bernama Jaehyo mengulurkan tangannya.
"Huang Zi tao" Tao membalas uluran tangan Jaehyo.
"Ku dengar kemarin kau mendapat serangan lagi?" ucap Jaehyo.
Tao sedikit terkejut. "Bagaimana hyung tahu?"
"Maafkan aku, tapi semua penyerangan yang kau alami direncanakan oleh appa ku" ujar Jaehyo.
"Mwo?! Tu-tunggu aku tidak mengerti apa yang hyung katakan"
"Kau pasti mengenal menteri Ahn Jaekyung? Dia appa ku"
"Mwo? Bu-bukan kah menteri Ahn hanya mempunyai seorang anak perempuan?" seru Tao terkejut.
Jaehyo tersenyum miris. "Aku adalah anak dari wanita simpanannya, memang pantas kalau dia tidak menganggap ku sebagai anak"
"Mi-mianhe hyung~"
Jaehyo tersenyum sekilas. "Gwenchana~ Apa sekarang kita bisa menjadi teman?"
Tao terlihat ragu untuk menjabat tangan namja tinggi didepannya.
"Jangan takut, aku janji tidak akan mencelakakan mu. Aku akan menjadi mata-mata appa ku, aku ingin orang tua itu merasakan kesedihan yang selama ini umma ku rasakan".
Dari kejauhan, Kris menatap tajam kedua orang itu.
"Apa yang sedang mereka lakukan?"
...
"Wow~ benarkah itu Tao? Dia akan membantu mu?" heboh Baekhyun setelah Tao menceritakan semua nya tentang Jaehyo.
"Kau yakin dia tidak menipu mu?" ucap Kyungsoo.
"Kurasa tidak~" jawab Tao sambil memakan ramyun pesanannya.
"Sial, seharusnya aku mengikuti kalian tadi" umpat Kai.
"Kau harus tetap waspada Tao, bagaimana pun dia anak dari menteri Ahn yang ingin menggulingkan kekuasaan orang tua mu" ujar Sehun.
"Tapi kurasa dia cukup tampan~ atau jangan-jangan dia menyukai mu Tao?" seru Baekhyun.
Tao mendelik. "Mana mungkin! Aku tidak mengenalnya sebelum ini"
"Kau saja yang belum mengenalnya, bagaimana jika dia sudah mencari tahu semua tentang mu dan berusaha mendekati mu?" Baekhyun menaik-turunkan alisnya menyebalkan.
Panjang umur untuk Jaehyo, namja tampan itu datang dengan nampan berisi makanan di tangannya.
"Boleh aku bergabung?" tanyanya ramah.
"Silahkan sunbae~" sahut Baekhyun.
"Panggil saja hyung, aku tidak terlalu suka panggilan formal seperti itu" jawab Jaehyo.
"Kau tidak makan bersama teman mu hyung?" tanya Tao.
"Tidak~"
Baekhyun menatap Tao dengan pandangan benarkan-apa-kataku-dia-menyukaimu-Tao-
"Emh~ Tao bisakah kau suruh kedua bodyguard mu ini untuk tidak menatap ku dengan pandangan tajam?" ujar Jaehyo karena sedari tadi Kai dan Sehun menatapnya.
"Kau mengetahui siapa kami?" tanya Kai.
"Tentu saja~ dan aku juga tahu 4 orang yang lain"
"Katakan apa mau mu sebenarnya" ucap Sehun tajam.
"Aku sudah mengatakan pada Tao, aku akan membantu nya. Aku bisa menjadi mata-mata bukankah itu juga mempermudah pekerjaan kalian?"
"Kuharap kau mengatakan yang sebenarnya, sekali saja kau menghianati kami. Kupastikan kau tidak akan pernah melihat matahari dengan tenang" ancam Sehun.
"Gzz... bisakah kalian berhenti berdebat?" seru Tao kesal.
Waktu istirahat masih tersisa 15 menit lagi, tapi Kai dan Sehun segera menarik tangan Tao menuju ruangan Suho. Disana sudah menunggu Suho, Kris, Chanyeol dan Chen. Mereka semua terlihat sangat tegang.
"Ada apa?" tanya Tao.
"Benarkah anak dari menteri Ahn mendekati mu?" tanya Chen.
"Dia menawarkan bantuan, dia akan menjadi mata-mata untuk kita" jawab Tao.
"Bagaimana jika dia berbohong?" ujar Chanyeol.
"Aku merasa ada yang ia sembunyikan" kata Sehun.
...
Gedung parlemen korea. Gedung tinggi menjulang itu selalu penuh dengan lalu lalang kendaran mewah. Di sebuah ruangan yang tidak cukup besar, beberapa orang petinggi sedang membicarakan sesuatu.
"Apa maksudnya pejabat pemerintahan tidak akan mendapat tunjangan lagi?" protes seorang namja paruh baya bertubuh tambun.
"Kita harus mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Rakyat lebih membutuhkan uang itu dari pada kita" sahut Hangeng mantap.
"Kita bisa mencontoh negara luar, mereka tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk tunjangan para pejabat. Para pejabat kelas 2 menggunakan mobil mereka sendiri tidak menggunakan mobil dinas. Mereka juga memiliki rumah sendiri, bukan rumah dinas" tambah Heechul tenang.
"Partai oposisi pasti tidak akan mendukung kebijakan ini" ucap namja itu lagi.
"Maafkan kami menteri Ahn. Tapi bagaimana negara ini akan semakin berkembang jika rakyatnya masih merasakan kesusahan di negeri sendiri? Kurasa ini merupakan kebijakan tepat, kami akan membicarakannya dengan perdana menteri" tambah Heechul.
Menteri Ahn menggeram kesal. Ia meremas ujung kemeja nya dengan kencang.
"Tak kusangka kalian berani melawan ku secara terang-terangan" ujar menteri Ahn.
"Kami sama sekali tidak berani melakukan hal itu pada senior kami. Kami hanya menyampaikan apa yang ingin rakyat sampaikan karena itulah tugas kami sebagai wakil rakyat" jawab Hangeng.
"Tidak usah munafik Huang. Aku bisa mempromosikan mu menjadi perdana menteri jika kau berada dipihak ku"
"Apa anda akan melakukan kudeta menteri Ahn?" tanya Heechul.
"Kudeta atau bukan, tapi yang pasti aku akan merombak semua jajaran pejabat yang lembek seperti ini" ucap menteri Ahn emosi.
Menteri bertubuh tambun itu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar ruangan. Sebelum sampai didepan pintu, ia sempat berbalik dan menatap Heechul dan Hangeng dengan tajam.
"Oya, ku dengar anak mu mendapat serangan lagi? Sepertinya sekarang kalian harus lebih berhati-hati" seringainya lalu pergi meninggalkan ruangan rapat.
Brak...
Heechul menggebrak meja saking emosinya. Sekretaris pribadinya dan beberapa orang pengawal disana terkejut melihat emosi Heechul.
"Sudah ku duga dia dalang dibalik semua penyerangan! " geram Heechul.
"Kita masih belum mendapatkan bukti yang cukup untuk menangkap menteri Ahn" ujar Hangeng terlihat tenang.
"Bukti apa lagi? Dia sendiri yang mengatakan tadi, sekarang dia pasti sedang merencanakan sesuatu pada kita atau bahkan Tao! " teriak Heechul.
Hangeng segera memeluk Heechul, sebelum namja cantik itu menghancurkan seluruh isi ruangan ini.
"Hiks...Hannie~ bagaimana dengan anak kita, aku takut terjadi sesuatu padanya~" isak Heechul dalam dekapan Hangeng.
"Jangan khawatir, aku yakin Tao bisa mengatasi semua ini. Bukankah kau sudah mempekerjakan 6 bodyguard yang berpengalaman?"
Hangeng coba menenangkan Heechul, meskipun ia sendiri sedikit ragu dengan perkataannya.
"Kirim seseorang untuk mengawasi kegiatan menteri Ahn" perintah Hangeng pada pengawal yang setia mengikutinya.
...
"Tao? Kau belum pulang?" tanya Jaehyo saat melihat Tao berdiri disamping parkiran.
"Jae- hyung? Aku sedang menunggu Kris" jawab Tao.
"Ku kira kau menunggu jemputan, padahal aku berniat mengantarkan mu pulang"
"Aku selalu membawa mobil sendiri hyung~"
"Kau tidak keberatan jika aku menemani mu disini?"
"Tentu saja tidak hyung~ itu lebih baik daripada aku harus menunggu disini sendirian"
Jaehyo bersandar pada tembok tepat disebelah Tao.
"Hyung, bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu?" ucap Tao membuka percakapan.
"Tanyakan saja, aku akan menjawabnya~"
"Kenapa kau mau membantu ku? Bukankah dia ayah mu sendiri?"
Jaehyo tidak menyangka Tao akan menanyakan hal itu padanya.
"Ka-kalau hyung tidak mau menjawabnya juga tidak apa-apa" ujar Tao cepat.
"Tidak Tao, aku akan menjawabnya. Mungkin aku anak yang durhaka karena membenci ayah ku sendiri. Aku mengetahui siapa ayah kandung ku saat aku berusia 5 tahun, saat itu umma ku terbaring lemah karena sakit yang ia derita. Mungkin umma merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, ia akhirnya menceritakan semuanya pada ku. Umma ku pernah mendatangi kediaman appa ku saat sedang mengandungku, tapi ia diusir oleh istri sah nya. Appa ku bahkan tidak sudi menemui umma ku. 3 tahun sesudah umma meninggal, appa tiba-tiba mendatangi ku. Ia mengatakan akan menanggung semua biaya hidup ku asal aku tidak membocorkan asal-usul ku pada siapa pun"
"Kau sudah menceritakannya pada ku hyung~"
"Mungkin karena kau spesial~"
"Huh?!"
"Tidak~ apa kau mau mendengar lanjutannya?"
Tao mengangguk sekilas.
"Dia benar-benar menanggung semua hidup ku, dia bahkan membelikan sebuah rumah kecil untukku. Dia sempat memanggil ku ke rumahnya, ia mengenalkan ku pada keluarga nya sebagai pengawalnya yang baru. Sampai beberapa bulan yang lalu aku mengetahui bahwa ia sedang merencanakan sesuatu terhadap keluarga mu, saat itulah aku bertekad akan mengakhiri semua tindakan kejamnya"
"Maafkan aku hyung~ kau terpaksa menceritakan lagi kenangan buruk mu" sesal Tao.
Jaehyo mengusap kepala Tao lembut. "Itu sudah berlalu~ aku sudah menerima semua kenyataan ini"
"Tao? Ayo kita pulang" ajak Kris tiba-tiba saja muncul.
"Bisakah kau tidak mengagetkan ku Kris?" seru Tao kesal.
"Appa mu menelepon, kita harus segera pulang" ujar Kris dingin.
"Hyung~ aku pulang dulu" ucap Tao sopan.
"Sampai besok Tao~ dan hati-hati dijalan" Jaehyo melambaikan tangannya.
"Jadi itu anak menteri Ahn?" ucap Kris saat mereka sudah berada dalam mobil.
"Wae?"
"Jangan terlalu dekat dengannya. Sehun benar, dia memiliki sesuatu yang ia rahasiakan"
"Kau tidak berhak mengatur ku Kris."
"Jika itu menyangkut keselamatan mu, maka itu menjadi hak ku"
"Lagipula kenapa aku harus pulang bersama mu?"
"Bukankah sekarang kita menjadi sepupu? Jadi kurasa sekarang tidak ada yang akan curiga jika kita pulang bersama" jawab Kris menyebalkan.
"Kau bisa pulang bersama Suho hyung atau Sehun dan Kai" protes Tao tidak terima.
"Jika kau tidak lupa, Suho dan Chanyeol ada rapat dan kemungkinan akan sampai sore. Untuk apa aku pulang bersama Sehun jika ada sepupu ku disini?" Kris menekankan kata sepupu pada setiap ucapannya.
Ingin sekali Tao melemparkan namja tampan disebelahnya ini ke kandang singa yang kelaparan. Keheningan meliputi keduanya, Kris fokus mengemudikan mobil milik Tao dan Tao sibuk dengan ponselnya.
"Kau tahu? Kau terkadang mirip dengan yeoja diluar sana" ucap Kris tiba-tiba.
"Mwo? Apa maksud mu?" Tao tentu saja tidak terima disamakan dengan yeoja, yang jelas-jelas ia adalah namja.
"Kadang kau sangat cerewet, kadang kau bisa bersikap baik pada ku dan kadang kau bisa jadi sangat menyebalkan" ucap Kris tanpa mengetahui Tao yang duduk disebelahnya sudah sangat ingin melemparnya ke kandang singa.
Bugh...Bugh...
"Ya! Tao hentikan! Ini berbahaya!" teriak Kris karena Tao memukulinya dengan gulungan majalah yang cukup tebal.
Kris menepikan mobil yang ia bawa sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan kesempatan itu Tao manfaatkan untuk semakin gencar memukuli Kris dengan gulungan majalah ditangannya.
Bugh...Bugh...Bugh...
"Rasakan ini ahjushi! Enak saja kau bilang aku seperti yeoja" ucap Tao sambil terus memukuli Kris.
Tao menghentikan pukulannya setelah ia merasa kelelahan.
"Kau beringas sekali~" ucap Kris sambil melirik Tao yang sedang mengatur napasnya.
Tok...Tok...Tok...
Kaca jendela bagian Kris diketuk oleh seorang yeoja dari luar, Kris segera menurunkan kaca jendela itu.
"Kris? Kau benar Kris?" ucap yeoja senang.
"Kau... Nana?" ujar Kris pelan.
"Syukurlah ternyata benar itu kau, aku sempat ragu saat melihat sekilas. Oh, kau anak menteri Huang bukan?" ujar yeoja itu –Nana- saat melihat Tao.
Tao menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Apa kau sekarang menjadi bodyguardnya, Kris?" tanya Nana.
Kris mengangguk sekilas. "Jangan katakan ini pada siapa pun. Kau sendiri apa yang kau lakukan disini? Kau masih bekerja sebagai sekretaris tuan Jang?"
"Aku baru saja menyelesaikan rapat ku bersama klien tuan Jang, dan kebetulan melihat mu disini" jawab Nana.
"Kris, apa kau tidak keberatan mampir ke cafe itu sebentar?" tunjuk Nana pada cafe diseberang mereka.
"Kau juga boleh ikut Tao" tambahnya.
...
Entah kenapa Tao merasa tidak menyukai yeoja yang kini duduk disebelah Kris sekarang ini. Yeoja itu terus saja menempel pada Kris dan bahkan terkesan terlalu dekat. Tao memakan es krim vanilla nya dengan sedikit kesal, karena kedua orang dewasa didepannya ini terus saja mengobrol tanpa memperdulikannya.
"Kau pasti bangga Tao, memiliki bodyguard setampan Kris" ujar Nana pada Tao.
"Ha? Ah~ Nde" jawab Tao canggung.
Sedangkan Kris lebih senang memperhatikan ke luar jendela. Namja itu sepertinya enggan untuk berkomentar apapun karena sedari tadi hanya Nana saja yang terlihat antusias.
"Bagaimana kerjanya? Apa Kris bekerja dengan baik?"
"Oh- Nde~ Kris melindungi ku dengan baik"
"Sudah ku duga~ sejak dulu ia memang selalu menomor satukan pekerjaannya"
"Kita harus pulang Tao, ini sudah terlalu sore"
Kris segera menarik tangan Tao untuk keluar dari cafe itu tanpa memperdulikan teriakan Nana.
Selama perjalanan pulang mereka berdua lebih banyak diam. Tao terkadang mencuri pandang kearah Kris, wajah tampannya nampak tegang dan terlihat sangat serius. Bahkan sampai dirumah pun, Kris langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Ada apa dengannya?" tanya Kai heran melihat sikap Kris.
"Entahlah~ kami sempat bertemu dengan seorang yeoja dan setelahnya Kris bersikap seperti itu" jawab Tao malas.
"Yeoja? Apa dia tinggi?"
Tao membenarkan perkataan Kai.
"Jangan bilang kalau yeoja itu bernama Nana?" tebak Kai.
"Waow~ bagaimana kau bisa mengetahuinya? Apa kau juga mengenalnya?" tanya Tao bertubi-tubi.
"Aku hanya pernah bertemu dengannya sekali"
"Lalu apa hubungannya dengan Kris? Apa dia mantan pacar Kris?" tanya Tao penasaran.
"Tidak. Nana yang menyukai Kris, sedangkan Kris hanya menganggap Nana seperti adiknya saja" jelas Kai.
"Apa mungkin dia yeoja yang waktu itu menghubungi Kris?" batin Tao.
"Ada apa Tao?" tanya Kai.
"Ti-tidak apa-apa~"
Tbc-
Holaaa~ semoga ini masuk update kilat yah~
Chapter ini hasil semedi bareng Kai dikamar, semoga gak mengecewakan *bow*
/digoreng Kyungsoo/ maaf kalo chapter kemaren sama sekali gak ada moment Kristao yang berkesan /?
Maaf juga yang minta chapter dipanjangin ._. gak janji bakal panjangin, dengan kapasitas otak segede biji durian yang kadang sering error kayaknya bakal susah buat ngetik panjang-panjang -_-? Chenmin moment belom ada karna si chen lagi pdkt sama bang umin, semoga pdktnya lancar dan chapter depan udah ada moment mereka ^^
Huaaaa~ ada pihak ke tiga dari Kris juga Tao :3
Udah pada tau Jaehyo kan? Face grupnya Block B, selingkuhan resminya author /ditendang/ kalo gak tau buruan cari di gugel~
Kembaran author, Nana after school juga bakal jadi orang ketiga~ :3
Ada yang nyadar yah pas bagian pot jatoh itu adegan di dream high :3 hoho~ gak tau kenapa pas banget kepikiran adegan itu jadi ya~ masukin aja :v
Big thanks To:
alianablack13 | Guest | RinZiTao | Maple fujoshi2309 | LVenge | AulChan12 | BabyMinga | fallforhaehyuk | HyuieYunnie | Huang Zi Lien | SimbaRella | AmeliaBellatrix | krispandataozi | zoldyk | BooJejung Kim | junghyema | Haru3173 | baby tao lovers | Peach Prince | fanoy5 | Dark Shine | Zaireen oksismi | Juniel Is A Vampire Hybrid | Brigitta Bukan Brigittiw | Re-Panda68 | peachpetals | Xyln | Panpan894 |
makasih yang udah baca+review /kisseu satu-satu pake bibir sehun/
yang baca sama gak review juga makasih /kisseu pake bibir om sooman/
