Protect The Panda

Author: Lovara

Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-

Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)

Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)

Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)

Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)

Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)

Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)

Jaehyo (Block B)

Nana (After School)

Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.

Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.

...

INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY

.

GAK SUKA YAOI JANGAN BACA

.

GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR

.

TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST

.

SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN

.

"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"

...

Tao semakin penasaran dengan yeoja yang bernama Nana itu. Sepertinya yeoja itu mengenal dengan baik Kris. Tao juga teringat perkataan Kai, kalau Nana menyukai Kris tapi Kris hanya menganggap nya sebagai adik.

"Dia bodoh atau bagaimana? Menolak gadis secantik Nana noona" gumam Tao.

"Kau berkata sesuatu Tao?" tanya Hangeng.

Saat ini mereka sedang menikmati makan malam bersama.

"Ti-tidak appa~"

"Tao~ umma ingin kau lebih berhati-hati sekarang" ujar Heechul terlihat cemas.

"Aku sering berhati-hati umma~" bela Tao.

"Umma serius Tao. Menteri Ahn sepertinya akan melakukan sesuatu"

"Oya, soal menteri Ahn anak dari menteri Ahn ternyata satu sekolah dengan ku"

"Anak menteri Ahn? Sohee?" ujar Hangeng.

Tao lupa bahwa Jaehyo hanya merupakan anak dari hasil hubungan gelap.

"Mu-mungkin lebih tepatnya anak asuh menteri Ahn. Dia berkata akan membantu mengawasi appa nya"

"Anak asuh? Menteri Ahn memiliki anak asuh?" ucap Heechul bingung.

Akhirnya Tao menceritakan semua yang pernah Jaehyo ceritakan padanya, Hangeng dan Heechul sama sekali tidak menyangka bahwa menteri Ahn memiliki anak dari hasil hubungan gelap.

"Meskipun begitu tetap saja kau harus lebih waspada Tao~ Appa dan umma tidak mau terjadi sesuatu pada mu." Pesan Hangeng.

"Nde appa~ umma~ Jangan khawatir ada Sehun dan Kai yang selalu bersama ku"

"Sekarang habiskan makan malam mu, lalu pergilah tidur. Mungkin besok appa dan umma akan pergi ke luar kota selama beberapa hari" ujar Heechul.

"Apa kau ingin kami bawakan sesuatu?" tanya Hangeng.

"Bawakan aku anak panda yang lucu appa" jawab Tao sambil tersenyum manis.

Ctak...

Heechul memukul kepala Tao dengan sumpit ditangannya.

"Umma, ini sakit" Tao mengelus kepalanya yang terasa sakit.

"Sampai kapan kau akan jadi maniak panda seperti itu?" Hardik Heechul.

"Mereka itu sangat lucu umma~"

"Tidak ada yang lebih lucu dari Heebum" bela Heechul.

"Gumpalan bulu berwarna abu-abu seperti itu apa lucunya" Tao mencibir kearah Heechul.

Hangeng memijat pelipisnya pelan, ia sudah biasa dengan pertengkaran Tao dan Heechul seperti ini. Namun tetap saja ia sedikit merasa malu karena beberapa maid dan pengawal disana mendengar pertengkaran mereka.

...

Seorang namja paruh baya menggeram kesal sambil meremas koran yang berada ditangannya.

"Huang brengsek! Akan ku buat kalian menyesal telah berhadapan dengan ku" ujar namja itu.

Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Suruh Jaehyo untuk ke rumah sekarang" ucapnya lalu mematikan ponselnya.

"Kita lihat saja Huang. Siapa yang akan berakhir dalam perang ini"

...

"Tao? Kurasa hari ini tidak sedingin itu" ujar Baekhyun saat melihat Tao memakai syal yang bahkan hampir menutupi separuh wajahnya.

"Ck~ umma yang memaksa ku memakainya" jawab Tao kesal.

Sejak pagi salju memang turun dengan derasnya. Jalanan bahkan hampir semuanya tertutup oleh salju.

"Kurasa hari ini tidak akan ada pelajaran" ujar Kyungsoo.

"Baguslah kalau begitu, karena aku ingin tidur saja dihari sedingin ini" sahut Baekhyun.

"Pantas saja peringkat mu tidak pernah naik Baek, yang kau pikirkan hanya tidur saja" sindir Kyungsoo.

"Berhentilah mengoceh Soo~ sebelum kau ku jadikan pajangan boneka salju didepan gerbang sekolah" sahut Baekhyun.

Tao yang sudah terbiasa dengan pertengkaran Baekhyun dan Kyungsoo itu hanya diam dan menatap salju yang turun, meskipun sudah tidak terlalu deras.

"Tao?!" Jaehyo muncul dari balik pintu kelas Tao dan melambaikan tangannya.

Tao tersenyum dan menghampiri Jaehyo.

"Ada apa hyung?" tanya Tao sopan.

"Tidak, hanya saja aku ingin mengajak mu ke kantin" jawab Jaehyo.

"Boleh saja"

Baekhyun dan Kyungsoo saling berpandangan sesaat setelah Tao dan Jaehyo pergi.

"Aku curiga Jae- hyung menyukai Tao" ujar Baekhyun.

"Kalau memang Jae- hyung menyukai Tao, lantas apa yang akan kau lakukan?" tanya Kyungsoo.

Baekhyun mengangkat bahunya. "Tidak ada~ lagipula aku tidak mau mencampuri urusan orang lain"

"Tapi kau selalu mencampuri urusan ku"

"Mwo?! Kapan aku mencampuri urusan mu?" protes Baekhyun tidak terima.

Kyungsoo memutar bola matanya malas.

"Aku bahkan sudah lupa berapa kali mencampuri urusan ku, Baek"

...

Meskipun hari ini bersalju, rupanya tidak menyurutkan semangat para siswa untuk sekedar bermain bola dihalaman depan sekolah. mereka menendang benda bulat itu kesana kemari.

"Jadi, kenapa hyung tiba-tiba ingin mengajak ku makan?" tanya Tao.

"Anggap saja sebagai permintaan maaf ku karena perbuatan appa ku" jawab Jaehyo sambil tersenyum.

"Bukan hyung yang salah, kenapa hyung yang meminta maaf?" ujar Tao.

"Hey awas !"

Sebuah bola melayang kearah Tao yang berjalan disisi jendela.

Prang...

Bola itu menghantam kaca koridor. Tao sudah menutup matanya berharap pecahan kaca itu tidak mengenai dirinya. Tapi ia merasakan pecahan kaca itu sama sekali tidak menghambur kearahnya.

"Jae- hyung?" ucap Tao melihat Jaehyo melindungi Tao dari pecahan kaca yang berserakan.

Kejadian itu membuat para siswa berkumpul untuk melihat apa yang terjadi. Tak terkecuali Chen yang letak kelasnya berdekatan.

"Tao? Kau baik-baik saja?" tanya Chen khawatir.

"A-aku tidak apa-apa hyung. Jae- hyung kau baik-baik saja?"

Jaehyo membersihkan serpihan kaca yang mengenai tubuhnya.

"Aku baik-baik saja Tao, jangan khawatir" jawab Jaehyo.

"Hey, kalian baik-baik saja? Aku minta maaf karena melempar bolanya sembarangan" ucap seorang namja yang tidak sengaja melempar bola itu.

"Kami baik-baik saja, lain kali kau harus berhati-hati" sahut Jaehyo.

Bayangan Kris yang terkena serpihan kaca saat melindunginya pun muncul, Tao segera mengecek punggung namja didepannya itu. Berharap kejadian Kris tidak terulang lagi.

"Ada apa Tao?" tanya Jaehyo bingung karena Tao memperhatikan punggungnya.

"Hanya memastikan kejadian Kris tidak terulang kembali" jawab Tao.

"Ada apa ini?"

Kris tiba-tiba muncul. Namja yang menjabat sebagai guru itu menggunakan kemeja hitam yang waktu itu Tao berikan.

"Hanya kecelakaan kecil Kris saem. Anda tidak perlu khawatir" jawab Jaehyo.

Kris memperhatikan pecahan kaca yang berserakan dilantai.

"Siapa pun yang bertanggung jawab atas keributan ini, segera bersihkan serpihan kaca ini" perintah Kris.

"Dan untuk kau, Huang Zi Tao ikut keruangan ku sekarang"

"Tapi aku..."

"Tidak ada penolakan"

Tao mendengus kesal.

"Hyung, kurasa kita tidak bisa makan sekarang. Bagaimana kalau besok saja?" ujar Tao dengan nada menyesal.

Tao memandangi punggung tegap Kris yang berjalan didepannya. Beberapa siswi yang berpapasan dengan Kris memekik tertahan melihat penampilan Kris hari ini. Ya, Tao memang sedikit mengagumi postur tubuh Kris yang menurutnya sangat sempurna.

Duk...

Tao menabrak punggung Kris saat namja tinggi itu berhenti secara tiba-tiba.

"Ugh~ hidung ku~ Bisakah kau bilang kalau kau ingin berhenti Kris?" rutuk Tao.

"Untuk apa aku harus mengatakannya? Kita sudah sampai diruangan ku, apa selama perjalanan kesini kau melamun?" ujar Kris dengan wajah tanpa ekspresi.

Tao mengumpat pelan.

"Jadi, apa yang terjadi?" tanya Kris setelah kedua masuk keruangan Kris.

"Itu hanya kecelakaan kecil, ada anak yang tidak sengaja melempar bola kearah ku dan Jae- hyung melindungi ku" jawab Tao.

"Melindungi mu? Bagaimana kalau itu memang perbuatannya?"

"Ayolah Kris, jangan terlalu menaruh curiga pada nya"

"Aku tidak curiga. Hanya bersikap waspada, kita tidak tahu apa yang sebenarnya ia inginkan"

"Percayalah pada nya, dia hanya ingin membantu kita Kris. Bukankah pekerjaan kalian akan lebih ringan jika mendapat bantuan langsung dari musuh?"

"Baiklah~ anggap saja dia benar-benar ingin membantu, lalu kenapa ia tidak melaporkan ayahnya sendiri ke polisi. Dengan posisinya sebagai anak menteri Ahn kurasa ia bisa mendapat bukti yang sangat kuat untuk menjebloskan menteri Ahn ke dalam penjara?" ujar Kris panjang lebar.

Tao menggigit bibir bawahnya, yang dikatakan Kris memang ada benarnya. Kris mendekati Tao dan mengelus kepalanya lembut.

"Kami hanya khawatir terhadap keselamatan mu, karena itu sudah menjadi tugas kami"

"A-aku mengerti. Aku akan lebih berhati-hati jika bersama Jae- hyung" jawab Tao pelan.

"Kembalilah ke kelas mu, bel hampir berbunyi" ujar Kris.

...

Hari bersalju seperti ini rupanya tidak menyurutkan niat Luhan untuk membeli bubble tea. Dan yang menjadi korban adalah Xiumin dan Tao yang ditarik paksa oleh Luhan agar menemaninya. Bersama Chen dan juga Sehun, mereka ber 5 membeli bubble tea dan menikmatinya dipinggir sungai Han.

"Aku tidak tahu kalau kau juga menyukai bubble tea" ucap Sehun sambil meminum bubble tea miliknya.

"Aku sudah menyukai bubble tea sejak dulu, dan Tao sering ku ajak untuk membeli bubble tea disini" sahut Luhan.

"Bagaimana kalau mulai sekarang, kau mengajakku membeli bubble tea disini?" tawar Sehun.

Luha mengerjapkan matanya.

"Bolehkah? Apa tidak apa-apa aku mengajak mu pergi?" tanya Luhan.

"Tentu saja boleh, asalkan aku ada waktu pasti akan menemani mu, Lu~" jawab Sehun sambil tersenyum.

"Omo~ kenapa Sehun terlihat sangat tampan~" batin Luhan dengan rona merah menghiasi pipinya.

"Minnie hyung, jangan mengganggu ku" oceh Tao saat Xiumin mengganggunya bermain salju.

"Aku bosan panda~ Rusa itu seenaknya saja menarik kita dan ia malah bermesraan dengan pengawal mu" ujar Xiumin sambil menusuk pipi Tao dengan telunjukknya.

"Hyung ini sakit!" protes Tao kesal karena sedari tadi Xiumin terus menusuk-nusuk pipinya.

"Bagaimana kalau kita ganggu mereka?" bisik Xiumin.

"Sehun dan Luhan ge?"

Xiumin mengangguk. Sesaat kemudian mereka berdua tersenyum evil. Tao segera mengumpulkan tumpukan salju didekatnya, dan Xiumin bertugas membuat bola-bola salju yang cukup besar.

"Kalian sedang apa?" tanya Chen penasaran dengan kegiatan Xiumin dan Tao.

"Ah~ Chen hyung, bantu Xiumin hyung membuat bola-bola salju. Aku akan mengumpulkan salju lebih banyak lagi" sahut Tao.

"Untuk apa bola salju sebanyak ini?" tanya Chen pada Xiumin.

"Mengerjai mereka berdua" jawab Xiumin sambil menunjuk Sehun dan Luhan yang asik menikmati bubble tea mereka.

"Seenaknya saj menyeret orang lain, sedangkan ia sendiri sibuk berkencan dengan Sehun" gerutu Xiumin.

"Kau iri dengan mereka? Apa kau mau berkencan dengan ku?"

"Huh?!"

Xiumin memandangi Chen yang duduk disebelahnya.

"Lupakan~ Wajahmu merah, apa kau kedinginan?"

Sejujurnya Xiumin mendengar ucapan Chen barusan. Namja bersuara emas itu mengajaknya berkencan?

Xiumin terkejut saat Chen memakaikan syal hitamnya pada Xiumin.

"Nah, ini membuat mu sedikit menghangat" ujar Chen menatap Xiumin yang terlihat lucu dengan syal hitam miliknya.

"Ta-tapi bagaimana dengan mu?" tanya Xiumin khawatir karena Chen hanya menggunakan jaket saja.

"Tenang saja, aku namja yang kuat" sahut Chen.

"Yak ! lepaskan aku"

Suara teriakan Tao terdengar dari kejauhan. Refleks Chen segera mencari Tao, ia melihat Tao tengah berada didalam kepungan beberapa orang namja yang tidak ia kenal.

"Sial mereka datang lagi" umpat Chen.

Chen berlari menghampiri Tao setelah sebelumnya menyuruh Xiumin untuk mencari tempat yang aman.

Bugh...

Bugh...

Chen menerjang dua namja yang memegangi tangan Tao dengan erat.

"Chen hyung" seru Tao lega.

"Kau baik-baik saja?" tanya Chen memasang posisi melindungi Tao.

Bugh...

Satu namja lagi terkapar berkat tendangan Sehun yang baru datang.

"Apa aku ketinggalan sesuatu?" tanya Sehun.

"Sepertinya kita akan bermain sedikit lama" ujar Chen melihat banyaknya namja yang mengepung mereka.

"Dimana Luhan ge dan Xiumin hyung?" tanya Tao panik.

"Mereka sudah pergi ke tempat yang aman, tenang saja" jawab Sehun tenang.

"Jadi, siapa yang ingin merasakan tinju ku terlebih dahulu?" ucap Chen sambil mengepalkan tangannya.

"Serang mereka!" teriak seorang namja yang sepertinya pimpinan dari gerombolan itu.

Sehun dan Chen langsung menghantam orang-orang yang berusaha mendekati Tao. Tao pun tidak mau kalah, dengan kemampuan wushu yang ia miliki, ia berhasil menumbangkan 3 orang. Jumlah yang tidak imbang membuat Sehun dan Chen merasa kewalahan menghadapi para namja itu.

"Sial mereka terlalu banyak" seru Sehun sambil menahan tendangan dari namja disampingnya.

Namja berkulit putih itu sedikit merasa sakit saat seseorang berhasil menendang perutnya.

"Tao, cepat kau cari tempat yang aman. Biar kami yang menyelesaikan ini" perintah Chen.

"Tapi kalian...?"

"Kami bisa bertahan, tapi kau tidak. Cepat pergi dan cari bantuan" seru Chen lagi.

Tao ragu saat melihat Sehun dan Chen yang mati-matian melindunginya. Tao berpikir kalau ia berhasil melarikan diri, ia bisa memanggil bantuan untuk Chen dan Sehun. Melihat ada celah kecil, Tao segera berlari menjauhi mereka yang sedang berkelahi.

"Aku akan segera mencari bantuan" teriak Tao.

"Anak itu melarikan diri, cepat kejar dia"

Sehun dan Chen segera menghajar namja yang berniat mengejar Tao, tapi beberapa namja berhasil menghindar dari pukulan Sehun dan mengerjar Tao yang berlari menjauh.

...

Tao merutuki dirinya yang berlari kearah jalanan sepi, ia bisa mendengar beberapa orang namja yang berlari mengejarnya. Tao terus berlari disepanjang jalanan yang sepi itu, kakinya mulai lelah dan napasnya sudah tidak beraturan lagi sedangkan namja yang mengejarnya semakin mendekat.

Grep...

Tangan Tao ditarik oleh seseorang kedalam gang yang lebih sempit. Orang itu memeluk Tao dengan erat, Tao yang panik berusaha melepaskan pelukannya.

"Diam dan jangan bergerak. Ikuti semua perkataan ku" ujar namja itu.

"Kris..?" ucap Tao saat mengenali suara itu sebagai suara Kris.

Namja yang mengejar Tao semakin dekat dengan mereka.

"Letakkan kedua tangan mu dileher ku" perintah Kris.

Tao yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti perintah Kris. Kris meletakkan tangannya dipinggang Tao dan memajukan wajahnya.

"A-apa yang akan kau lakukan?" ucap Tao panik saat melihat wajah Kris semakin mendekat.

"Diam dan nikmati saja"

Kris mencium Tao tepat dibibirnya. Tao membelalakan matanya mengetahui Kris sedang menciumnya. Tak hanya sampai disitu, Kris mengeratkan pelukannya. Kris menghisap bibir bawah Tao membuat pemilik bibir kucing itu melenguh.

"Mmhhh..." lenguh Tao.

Kris segera melesakkan lidahnya kedalam mulut Tao dan mengeksplor isinya.

"Kemana perginya namja brengsek itu" umpat namja yang mengejar Tao.

Mereka kesal karena kehilangan jejak Tao.

"Brengsek! Cari tempat kalian sendiri jika ingin bermesraan"

Namja itu menendang tong sampah yang berada disisi Kris, tanpa mengetahui Tao yang berada didalam pelukan Kris. Tao mengintip dari celah tangan Kris, namja yang mengejarnya sudah pergi tapi tidak melepaskan ciuman mereka. Merasa membutuhkan oksigen, Tao memukul dada Kris dengan cukup keras.

"Hosh...Hosh...Ka-kau... apa yang kau lakukan pada ku" seru Tao pada Kris.

"Mereka sudah pergi, kau tenang saja" sahut Kris enteng.

"Yak! Apa maksud mu mencium ku" Tao berteriak kesal pada Kris dengan wajah memerah.

"Itu satu-satunya cara agar mereka berhenti mengejar mu" jawab Kris.

"Kau bisa membawaku kabur, bukan mencium ku" ucap Tao kesal.

"Kau masih kuat berlari dengan napas yang seperti itu?"

Skak mat. Tao terdiam, mungkin ia akan pingsan jika tadi Kris membawanya berlari lagi. Tapi tetap saja mengalihkan perhatian mereka dan menciumnya tepat dibibir itu sangat memalukan.

"Bagaimana dengan Sehun dan Chen hyung?" tanya Tao khawatir dengan mereka berdua.

"Kai dan Chanyeol pasti sudah membantu mereka sekarang"

"Lalu kenapa kau bisa mengetahui keberadaan ku?"

"Luhan menghubungi Suho dan Suho melacak keberadaan mu, lalu disinilah aku berada untuk menyelamatkan mu"

"Dan mengambil ciuman ku" rutuk Tao dalam hati.

"Kau terluka?" Kris menatap sudut bibir Tao yang sedikit berdarah.

"Me-mereka sempat memukul ku" jawab Tao gugup karena Kris mengusap sudut bibirnya dan jarak wajah mereka yang sangat dekat.

"Kupastikan mereka akan mendapatkan luka yang lebih parah dari ini"

Kris mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Kai? Apa kau ingat aku mengatakan jangan menghajar mereka sampai babak belur?"

"..."

"Lupakan perkataan ku tadi, kau bisa menghajar mereka sesuka hati mu"

"..."

Kris lalu memasukkan ponselnya kedalam saku.

"Kita akan mengobati luka mu dirumah"

Kris menggandeng tangan Tao dan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana.

Sementara itu Kai yang baru saja mendapat telepon dari Kris tersenyum mengerikan.

"Hyung~ kata Kris hyung kita boleh menghabisi mereka sesuka hati" teriak Kai sumringah.

Sehun, Chen dan Chanyeol sempat menghentikan aksi mereka. Lalu mereka sama-sama tersenyum mengerikan.

...

Kediaman menteri Ahn. Ruangan yang cukup luas itu terasa sangat menegangkan, beberapa namja disana mendapatkan luka yang cukup serius diwajah. Seorang namja paruh baya terus saja mengumpat dan sesekali memukuli anak buahnya yang tidak becus menjalankan perintahnya.

"50 orang kalah melawan 4 orang anak ingusan! Dan kalian masih berani menunjukkan wajah kalian dihadapan ku!" teriak menteri Ahn emosi.

"Ma-maafkan kami, mereka terlalu kuat. Kurasa mereka bukan orang biasa"

Duak...

Namja tadi langsung tersungkur dan menabrak tembok dibelakangnya.

"Aku tidak menerima alasan apa pun! Cari seseorang yang bisa menghancurkan keluarga Huang dengan cepat! Aku tidak mau pencalonan ku sebagai perdana menteri gagal hanya karena keluarga brengsek itu!" umpat menteri Ahn kesal.

Semua namja disana hanya menundukkan kepala mereka, tidak ada satu pun yang bersuara.

...

Sesampainya dirumah, Tao segera mendapat berondongan pertanyaan dari Luhan maupun Xiumin.

"Kau baik-baik saja Tao?" tanya Luhan

"Ada apa dengan bibir mu?" tanya Xiumin melihat sudut bibir Tao yang sedikit terluka.

"Aku kembali dengan selamat seperti yang kalian lihat" jawab Tao.

Kris kembali ke ruang tamu dengan kotak obat ditangannya.

"Kemari dan obati luka mu" perintah Kris.

Tao duduk disofa berhadapan dengan Kris, wajahnya kembali merona saat Kris mengobati luka di bibirnya. Ia kembali teringat saat tadi Kris menciumnya.

"Kami pulang~" teriak Kai dari pintu depan.

Luhan dan Xiumin segera menyambut mereka. Sehun dan Chen pulang dengan keadaan cukup berantakan, kemeja putih mereka terdapat bercak darah. Wajah mereka berdua pun terdapat luka pukulan, yang mulai membiru.

"Kalian terluka?" ujar Luhan khawatir.

"Yah~ mereka sempat memukuli kami" jawab Sehun mengelus pipinya yang terkena pukulan.

"Untung saja kami segera datang, jika tidak mungkin kalian berdua sudah berakhir mengambang disungai Han" sahut Kai.

"Apa ini sakit?" tanya Xiumin memegang sudut mata Chen yang terluka.

"Sakit jika kau terus menekannya seperti itu" jawab Chen sambil tersenyum.

"Ma-maafkan aku~"

"Hey Kai, apa kau tidak keterlaluan menghajar mereka tadi?" ucap Chanyeol.

"Itu baru separuh dari biasanya hyung~ lagipula Kris hyung sudah memberikan ijin" jawab Kai.

"Tao~" Panggil Yixing yang baru datang bersama Suho.

"Yixing ge?" sahut Tao terkejut melihat Yixing datang.

Yixing segera memeluk Tao dan mengamati wajah sepupunya.

"Kau terluka? Apa ada luka yang lain?" tanya Yixing panik.

"Hanya luka ini ge~ Oya, kenapa kau datang bersama Suho hyung?" tanya Tao.

"Sebenarnya kami sedang berada disekolah untuk mengurusi dokumen siswa saat Luhan menghubungi ku dan mengatakan bahwa kalian diserang. Setelahnya Yixing memaksa ku untuk membawanya kesini untuk melihat keadaan mu" jawab Suho.

"Gege sangat khawatir kalau terjadi sesuatu pada mu Tao~" ucap Yixing.

Dari semua sepupu Tao, memang Yixing lah yang paling dekat dengannya setelah Luhan. Mungkin karena mereka bertiga sama-sama anak tunggal, mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama sejak kecil.

...

Hari minggu seperti ini Tao manfaatkan untuk bermalas-malasn dirumah. Meskipun cuaca sangat cerah, tapi entah kenapa Tao malas untuk sekedar keluar dari kamarnya. Namja panda itu sedari tadi hanya bermain dengan ponselnya dan berguling kesana kemari.

Tok...Tok...

Pintu kamar Tao diketuk dari luar.

"Tao? Apa kau sudah bangun?" panggil Chanyeol.

"Nde hyung, Ada apa?" sahut Tao dari dalam.

"Kami ingin pergi ke pantai, apa kau mau ikut?" tanya Chanyeol.

Secepat kilat Tao membuka pintu kamarnya, melupakan bahwa sekarang ia hanya memakai celana pendek dan kaus tanpa lengan.

"Pantai? Aku ikut hyung, tunggu aku" seru Tao antusias.

"Nde kami akan menunggu mu, tapi sebaiknya kau ganti baju dan mandi" usul Chanyeol.

Tao baru menyadari, apa yang ia pakai sekarang.

Brak...

Tao menutup pintunya dengan kencang, untung saja Chanyeol sedikit berdiri jauh dari pintu jika tidak mungkin hidung namja yang selalu tersenyum itu akan terkena bantingan pintu.

"Apa Tao ikut?" tanya Suho setelah melihat Chanyeol turun dari lantai 2.

"Dia ikut, mungkin sekarang sedang bersiap-siap" jawab Chanyeol sambil tersenyum.

"Kau tidak kesurupan kan hyung?" celetuk Sehun karena Chanyeol terus saja tersenyum mirip orang bodoh.

"Bagaimana mungkin aku kesurupan sedangkan raja setannya berada disini?" sahut Chanyeol sambil menatap Sehun.

"Brengsek kau hyung"

Sehun melempar bantal sofa kearah Chanyeol.

"Kajja kita berangkat" seru Tao yang rupanya sudah siap.

Ia menggunakan kaos putih polos v neck dipadukan dengan celana pendek biru.

"Kita menunggu Kris, mungkin sebentar lagi ia akan turun" sahut Suho.

Tak lama kemudian, Kris turun dan bergabung dengan mereka.

"Tunggu.." seru Chen kencang.

"Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?" tanya Chanyeol.

"Kalian berdua... memakai baju yang sama?" tunjuk Chen pada Kris dan Tao.

Otomatis mereka memperhatikan kaos yang Kris dan Tao pakai. Mereka sama-sama memakai kaos putih polos dengan v neck, hanya saja Kris memakai celana panjang hitam.

"Kalian sengaja memakai kaos yang sama?" selidik Kai.

"Huh?! Te-tentu saja tidak" sanggah Tao.

Ia juga baru sadar jika kaosnya sama dengan milik Kris.

"A-aku akan ganti baju" ucap Tao.

"Tidak ada waktu untuk ganti baju, kita berangkat sekarang"

Kai dan Sehun menarik Tao agar masuk kedalam mobil.

"Hyaa~ kalian menculik ku... Biarkan aku mengganti baju ku" teriak Tao.

Chanyeol bertugas sebagai sopir hari ini, disampingnya ada Chen yang sudah siap menggantikan Chanyeol jika ia kelelahan. Dibagian tengah Suho duduk diantara Sehun dan Kai, setelah berhasil memisahkan mereka berdua yang ribut soal tempat duduk. Dibelakang Tao merutuki pembagian tempat duduk, ia berada dibelakang bersama Kris.

"Kau sakit?" tanya Kris melihat Tao sedari tadi terus menggigit bibirnya.

"Ti-tidak, aku baik-baik saja" jawab Tao gugup.

"Apa perlu aku membantu mu mengigit bibir mu itu hmm~" ucap Kris pelan dengan jarak yang sangat dekat.

"Yak!" Tao mendorong Kris agar menjauh darinya.

"Ada apa Tao?" tanya Kai

"Ti-tidak apa-apa" sahut Tao sambil mendeathglare Kris yang sibuk menahan tawanya.

Perjalanan ke pantai membutuhkan waktu 2 jam, selama itu Tao hanya memandangi jalanan. Sehun dan Kai kembali sibuk berdebat mengenai apa yang akan mereka lakukan dipantai nanti. Tao menoleh kearah Kris, namja itu tengah tertidur nyenyak seolah tidak terganggu dengan suara teriakan Sehun dan Kai.

Pluk...

Kepala Kris bersender pada bahu Tao.

"Hey Kris, ini berat" Tao berusaha membangunkan Kris namun hasilnya nihil.

"Biarkan saja seperti itu, percuma saja jika kau membangunkan Kris hyung. Ia tidur seperti orang mati" ucap Sehun sambil menoleh ketempat Kris dan Tao.

Mau tidak mau akhirnya Tao membiarkan Kris bersandar pada bahunya. Perjalanan yang lama membuat Tao mengantuk, ia pun akhirnya tertidur.

"Hey lihat mereka" bisik Kai.

Sehun dan Suho membalikkan badan mereka dan melihat Kris dan Tao tertidur dengan posisi kepala Tao berada diatas kepala Kris.

"Mereka cocok sekali" gumam Sehun yang tak lupa mengambil gambar dengan ponselnya.

"Kurasa ini bisa menjadi senjata ampuh agar Kris hyung membelikan semua game untuk kita" ucap Sehun.

...

Tao mengerjapkan matanya saat mendengar suara ombak dari kejauhan. Ia melihat tidak ada seorang pun dimobil dan sebuah jaket hitam yang menyelimutinya.

"Kalian meninggalkan ku" gerutu Tao lalu menyusul mereka yang sibuk bermain dipantai.

"Kenapa tidak ada yang membangunkan ku?" protes Tao.

"Kau sudah bangun? Kris hyung melarang kami untuk membangunkan mu" jawab Kai.

"Bermainlah sepuas mu karena disini tidak ada yang akan mengganggu kita" ucap Suho.

Tao segera bergabung dengan Chen, Sehun dan Kai bermain dibibir pantai. Sehun dan kai sukses membuat Chen tercebur ke dalam laut.

"Chanyeol hyung~ tolong aku~" teriak Tao saat Sehun dan Kai menggotongnya dan melemparkan Tao ke laut.

Dari kejauhan Chanyeol hanya melambaikan tangannya tanpa berniat menolong sama sekali.

"Ah~ Kris hyung, kau sudah kembali" ujar Chanyeol pada Kris yang baru saja membeli makanan untuk mereka.

"Sial, gadis gadis disini lebih menyeramkan dari hantu" gerutu Kris kesal.

Ia sempat menjadi sasaran para yeoja yang ingin meminta nomor ponselnya.

"Ish~ baju ku basah semua" Tao menggerutu karena sekarang kaos yang ia pakai basah kuyup.

"Kau tidak membawa baju ganti?" tanya Suho.

"Tidak hyung~ bagaimana ini?"

"Lepaskan saja baju mu, biarkan kering" usul Chanyeol.

Tao segera melepaskan kaos yang ia pakai. Kris yang duduk tepat didepan Tao seperti tersihir dengan bentuk tubuh Tao yang sangat ramping.

"Jaga kaos ku jangan sampai hilang hyung~" pesan Tao lalu kembali ketempat Sehun.

"Kau mau kemana?" tanya Suho.

"Mengawasi mereka" jawab Kris.

Kris menatap iritasi Sehun yang tengah memeluk Tao dari belakang dan Kai yang sibuk mencipratkan air. Sepertinya ia tidak rela ada orang lain yang melihat tubuh ramping milik Tao.

Tao melepaskan pelukan Sehun dan berlari menghindari Kai.

"Kau tidak bisa menangkap ku Kai~" teriak Tao sambil berlari tanpa memperhatikan depannya.

Brugh...

Tao sukses menabrak Kris dan jatuh tepat diatas nya. Semuanya terdiam menatap sebuah pemandangan langka didepan mereka. Tao mengerjapkan matanya dan mendapati Kris tengah menatapnya, jangan lupakan bibir keduanya yang kembali menyatu. Menyadari posisinya, Tao segera berdiri dan berlari menjauh dengan wajah seperti kepiting rebus.

"Waow hyung~ kau menciumnya" ujar Chen.

"Bagaimana rasanya hyung?" tanya Kai penasaran.

"Sepertinya jiwa Kris hyung sudah tidak disini" ucap Sehun karena Kris masih terdiam.

"Ini hebat sekali~ ternyata naga kalah dengan anak panda" seru Kai heboh.

"Huwaaa~ siapa pun tolong aku" teriak Kai karena Kris menggotongnya dengan mudah lalu melemparkan tubuhnya ke laut.

"Semoga beruntung Kai~ kami mencintai mu" seru Sehun dan Chen.

Tbc-

*bow* maaf pake banget karena telat update

"MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"

Buat semua nya yang ngerayain /kisseu/

Semoga chapter ini memuaskan yah TT^TT

Udah pada tau kalo Heechul ketemuan sm Hangeng trs mrka selca bareng? Yunjae saling mention di wawancara masing-masing O/O duh pair fav author bikin heboh dunia pershipperan T^T

Kapan KrisTao ketemuan terus mereka selca bareng kyk Hanchul TT_TT

Kayaknya banyak yang setuju kalo Jaehyo deketin Tao biar Kris cemburu :3

Makasih banyak yang udah baca+ripiu 'I Love You Ge' :*

Big thanks to:

fallforhaehyuk | mirarose86 | krispandataozi | BooJejung Kim | Brigitta Bukan Brigittiw | Re-Panda68 | LVenge | Beechanie | Park Changyi | rossadilla17 | sycarp | Maple fujoshi2309 | HyuieYunnie | junghyema | AmeChan95 | Juniel Is A Vampire Hybrid | AulChan12 | aiiu d'freaky | SimbaRella | krisTaoPanda01 | Couphie | pembaca | Guest | Peach Prince | bellakyu | peachpetals | | Oktavian | Salshabillasept |

jangan lupa review lagi yah~ :*

sampai ketemu dichapter depan :*

/Gandeng Chen/

/Dijadiin es Xiumin/